Something More: My Dream – Part 2

Something More: My Dream (Part 2)

Author              : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast        : Kim Kibum (Key), Kim Jonghyun, Kim Hyora

Support Cast    : Other SHINee member, Lee Soon Hee

Genre               : Family, Friendship, Life, Romance

Length              : Sequel

Rating               : PG-15+

Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

Annyeong, readers! Ini dia part 2 FF aneh bin ga jelas ini…oh ya, di part ini jalan ceritanya udah mulai keliatan.. *maybe* semoga kalian suka… *bow*

***


Author POV

Jonghyun mengamati setiap detail gerak-gerik Hyora. Yeodongsaeng-nya itu terlihat gelisah. Kedua tangannya merapatkan kerah bajunya. Beberapa kali ia terlihat menelan ludah dan berusaha menenangkan dirinya. “Kenapa kau tak menjawab, Hyora?” tanya Jonghyun semakin sinis.

Hyora menunduk. Sebaris kebingungan mencekam hatinya. Ia benar-benar tak tahu, haruskah ia menjawab semuanya dengan jujur? “Ehm, Oppa, a..aku,” ucapannya kembali terhenti, ia tak berani menatap Jonghyun.

“Tatap aku, Hyora!” nada bicara Jonghyun terdengar sedikit membentak.

Perlahan Hyora mengangkat kepalanya. Pikirannya masih bergemuruh antara kejujuran dan kebohongan. Ia masih belum siap dengan apa yang akan dia terima. “Ehm, Oppa, barusan a..aku hanya,”

“Hahahaha,” tawa Jonghyun melepas ketegangan Hyora. Raut wajah yeoja itu berubah menjadi heran sepenuhnya. “Ehm!” Jonghyun berdeham berusaha menghentikan tawanya. Ia menatap Hyora dengan tersenyum misterius. “Kau lucu sekali, Hyora-ya.” umpatnya sambil terkekeh.

Hyora mengernyitkan alisnya. “Maksud Oppa?”

“Kau tak perlu menjawab, aku tahu apa yang barusan kau dan Kibum lakukan,” raut wajah Jonghyun kembali serius. “Aku rasa kalian akan segera menyusulku dan Soon Hee. Yah, maksudku gaya pacaran kalian akan mulai berubah menjadi gaya pacaran orang dewasa,”

Hyora tersenyum simpul. Entah bagaimana dia harus menyimpulkan perkataan Jonghyun barusan. Ia menghembuskan nafas berat. “Kami tak melakukannya sejauh itu, Oppa,”

“Ya, itu wajar. Kalian memang belum pantas melakukan itu seutuhnya,” Jonghyun menepuk pundak Hyora. “Tapi ingatlah, Hyora, pertahankanlah apa yang seharusnya kau pertahankan. Jangan mudah percaya pada rayuan orang lain, karena pengkhianatan bisa datang setiap saat.”

Hyora menatap Jonghyun serius. Pikirannya kembali menegang. “Ne, Oppa. Kau bisa mempercayaiku,”

Jonghyun tersenyum lembut. “Kalau begitu, sekarang masuklah, Soon Hee barusan memasak soup. Ayo kita makan bersama!”

***

            Hyora merebahkan dirinya di tempat tidur. Tangannya sibuk membolak-balikkan majalah tentang entertainment. Sekilas senyum tersungging di bibir mungilnya melihat para model wanita yang terpampang di buku itu. “Cantik dan menawan,” gumamnya.

“Annyeong, Hyora-ya! Apa yang sedang kau lakukan?” sebuah sumber suara membuyarkan lamunan Hyora.

Hyora menoleh. Ia mendapati seorang yeoja manis berambut ikal tengah berdiri di pintu masuk kamarnya. “Soon Hee Eonnie, mau pulang sekarang?”

Ne,” Soon Hee mengangguk. “Ngomong-ngomong, apa yang sedang kau baca?”

Hyora tersenyum, ia menunjukkan majalah yang barusan dibacanya pada Soon Hee. “Ini,”

Soon Hee meraih majalah itu. Ia tertawa kecil lalu berkata, “Ternyata impianmu masih tetap sama, ya?”

“Tentu saja,” Hyora ikut tertawa. “Menurut Eonnie, bagaimana? Apa aku cocok bergabung dan menjadi salah satu bagian dari mereka?”

“Hm,” Soon Hee berpikir sejenak. Ujung jarinya menepuk-nepuk bibirnya. “Coba berdiri, ku ingin lihat postur tubuhmu,”

Hyora menuruti kata-kata Soon Hee. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan berdiri tegap di atas lantai.

“Sekarang berdiri menghadap cermin,” ujar Soon Hee lagi.

Hyora berdiri menghadap ke cermin besar yang ada di sudut kamarnya. Soon Hee mengelilingi Hyora. Ia mengamati tiap inchi tubuh yeoja itu. Berhubung Hyora memakai baju lengan panjang yang ketat dan hot pants, Soon Hee lebih mudah mengamati tubuhnya.

Soon Hee POV

Aku mulai dari wajahnya. Sekilas wajahnya memang terlihat di atas rata-rata, namun entah mengapa jika kuperhatikan dengan lebih teliti pengamatanku agak meleset. Ia jauh lebih cantik jika dilihat dari jarak dekat. Yeoja ini memiliki sepasang alis tipis yang melengkung dengan sempurna. Kedua bola matanya tajam, namun terlihat lembut. Hidungnya tidak terlalu pesek maupun terlalu mancung. Ras Asia yang sempurna. Lalu bibirnya tipis berwarna kemerahan. Terlihat sensual, pantas saja Kibum tergoda untuk menciumnya.

Aku beralih ke badannya. Kutatap dan kuamati dengan teliti. Bentuk badannya cukup bagus. Payudaranya termasuk ukuran ideal. Kulitnya putih dan mulus. Kedua kaki panjangnya memamerkan kulitnya yang kencang dan terlihat sehat. Rambut panjangnya juga cukup indah.

“Bagus, aku rasa kau memenuhi syarat sebagai seorang model,” komentarku.

“Jinccayo, Eonnie?” tanya Hyora dengan nada riang.

Ne,” aku mengangguk, “berapa tinggimu?”

“Seratus enam puluh enam centimeter kurasa,” jawab Hyora sambil menimbang-nimbang.

Aku mengangguk memastikan. “Berat badanmu?”

Kulihat kedua alis Hyora berkerut samar. “Ehm, kurasa empat puluh empat kilogram, waeyo?”

“Sempurna!” seruku. “Aku yakin kau bisa menjadi seorang model, Hyora. Masuklah ke universitas yang mendukung cita-citamu,”

Hyora memamerkan sederet gigi putihnya. Jawabanku membuatnya terlihat puas. “Gomawoyo, eonnie. Aku pasti akan mencari universitas yang mendukung cita-citaku.”

 

Jonghyun POV

Aku membuka pintu kamar Hyora. Kulihat Soon Hee dan Hyora sedang mendiskusikan sesuatu. Sepertinya sangat menarik. “Ya! Chagiya, Hyora-ya, apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Tentu saja tentang cita-citaku, Oppa!” Hyora menanggapi pertanyaanku dengan penuh semangat. Sementara Soon Hee, ia hanya tersenyum.

Aku tersenyum, “Good luck, My Lovely Young Sister!” ucapku sambil mecubit gemas pipi Hyora. Aku menoleh ke arah Soon Hee. “Ehm, Chagy, dongsaengmu, Taemin sudah menjemputmu, mau pulang sekarang?”

Soon Hee mengangguk. “Ne, Oppa,”

“Ya sudah, kajja! Kuantar kau ke depan,” ucapku sambil meraih tangan Soon Hee.

Ne, annyeonghi, Hyora.” Soon Hee melambaikan tangannya pada Hyora.

“Sampai jumpa, Eonnie.” Hyora membalas lambaian tangan Soon Hee.

Aku tersenyum. Rasanya senang melihat mereka akur seperti ini. Aku menggandeng tangan Soon Hee meninggalkan kamar Hyora. “Kajja!”

***

            Author POV

 

Hyora menghenyakkan kepalanya di atas bantalnya yang empuk. Pikirannya masih melayang jauh, membayangkan bagaimana jika seandainya dirinya berhasil menjadi seorang model. Ia akan dikenal banyak orang. Banyak yang akan meliriknya, mengaguminya dan menjadi fansnya. Bahkan dengan pekerjaan itu dia akan bisa mengharumkan nama keluarganya.

Hyora memejamkan matanya, membiarkan dirinya tenggelam jauh ke dalam mimpi-mimpinya, berharap Tuhan akan memberikan jalan dan menuntunnya meraih mimpi yang terasa indah itu.

“Hyora, boleh aku bergabung denganmu?” terdengar suara berat dari arah pintu.

Hyora membuka matanya. Ia memoleh ke arah pintu kamarnya. “Kemarilah, Jonghyun Oppa,”

Jonghyun berbaring di samping Hyora. Ia memperhatikan wajah yeodongsaengnya yang penuh harap itu. Rasanya senang juga melihat Hyora telah memiliki cita-cita yang pasti, namun entah mengapa Jonghyun tak ingin yeodongsaengnya itu terlalu memuja cita-citanya. Ada ketakutan dalam hatinya seandainya Hyora gagal mencapai cita-citanya itu.

“Hyora,” Jonghyun membuka pembicaraan. “Apa kau sebegitu inginnya menjadi seorang model?”

Ne, tentu saja, Oppa,” jawab Hyora sambil menatap Jonghyun. “Waeyo? Oppa tidak suka dengan cita-citaku ini?” tanyanya dengan nada bingung.

Anni,” tukas Jonghyun sambil menatap langit-langit kamar Hyora. “Berusahalah untuk meraih cita-citamu itu. Jangan sampai gagal. Karena jika gagal kau akan sangat menyesal. Kau pasti bisa membayangkan bagaimana penyesalan itu,”

“Hahaha,” Hyora tertawa kecil. “Tentu saja aku akan berusaha. Oppa tahu kan, itu cita-citaku sejak kecil? Jadi, aku pasti akan berusaha untuk meraihnya. Hwaiting!” teriaknya sambil mengepalkan tangan kanannya.

Jonghyun mengacak rambut Hyora. “Semangat yang bagus,” komentarnya, “kalau begitu sekarang belajar, ya! Ujian sudah dekat, ara?”

Ne, arasseo, Oppa!” seru Hyora lalu beranjak kemeja belajarnya.

 

***

Hyora POV

 

Aku berjalan dengan santai di sepanjang koridor sekolah. Rasa kantuk masih menjalariku. Gara-gara jam kuliah Jonghyun Oppa pagi, aku harus ke sekolah sepagi ini, hhh.. menyebalkan.

Aku tiba di depan pintu ruang kelasku. Untuk sesaat aku heran, mengapa pintu kelas sudah terbuka? Ini kan masih pukul 06.30 am. Memang siapa yang sudah datang jam segini? Batinku. Aku masuk ke dalam kelas dengan agak ragu. Seketika mataku membulat saat mendapati seseorang tengah tertidur pulas di bangkuku. Siapa dia?

Perlahan aku mendekat. Kuamati setiap inchi tubuh orang itu yang mampu kulihat. Ia melipat kedua tangannya dengan rapi di atas meja. Wajahnya terbenam di antara kedua tangannya. Ia memakai celana panjang. Sudah pasti ia seorang namja. Aku berhenti tepat di sampingnya. Untuk sesaat aku tak tega untuk membangunkannya. Sepertinya tidurnya nyenyak sekali. Tapi ini kan bangkuku, apa haknya memakai bangkuku seenaknya?

Ya!” aku menepuk pundakya. “Siapa kau?”

Ia tetap diam, sama sekali tak berpindah dari posisinya yang semula.

Ya! Bangun!” aku mengeraskan volume suaraku.

Tetap sunyi. Ia sama sekali tak menggubrisku.

Aish! Aku mulai kesal dibuatnya. Dia tuli atau apa, sih? Aku memberanikan diri menyentuh kedua bahunya. “Ya! Bangun! Ini bangkuku!” aku sedikit berteriak sambil mengguncang-guncang bahunya.

Aku melepaskan tanganku dari pundaknya begitu kusadari ia bergerak. Ia mendengus pelan. Sepertinya dia agak kesal setelah kubangunkan dengan paksa. Perlahan dia mengangkat kepalanya. Ia menguap pelan lalu menatapku dengan wajahnya yang agak kusut. “Kenapa membangunkanku, sih?”

“Key Oppa?!” aku terperanjat, “apa yang kau lakukan di sini?”

Key Oppa mengucek-ngucek matanya. “Oh rupanya kau, aku kira siapa,” ucapnya dengan nada yang terdengar agak malas.

Aku duduk di bangku yang ada di depan mejaku. Aku memposisikan tubuhku agar duduk berhadapan dengannya. “Kau belum menjawab pertanyaanku, Oppa. Sebenarnya apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku heran.

Kulihat alis Key Oppa berkerut samar. Raut wajahnya terlihat tegang. Ia menghembuskan nafas lalu berkata, “Mianhae, untuk yang kemarin. Bukan maksudku untuk melakukan itu padamu. Entah kenapa aku merasa sangat rindu padamu. Dan aku tak bisa menahan diriku untuk melakukan itu padamu. Mianhae, Hyora,”

Aku menatap lekat-lekat wajah Key Oppa yang masih tertunduk. Sebaris kebingungan menjalari pikiranku, namun kucoba untuk tetap tenang. Aku tersenyum kecil sambil menyentuh pundaknya. “Gwenchanayo, Oppa,”

“Apa Jonghyun Hyung menyadarinya?” tanyanya dengan nada yang sengaja ditekan.

Ne,” jawabku lembut. “Ia tak marah, Oppa,”

Key Oppa menatapku. Kedua alisnya mengernyit. “Bagaimana bisa?”

Aku mengangkat kedua bahuku. “Mungkin saja ia mengerti. Kita bukan anak kecil lagi dan sedikit demi sedikit akan belajar mencari jati diri utuk tumbuh dewasa. Semua hal boleh kita coba, asalkan jangan melewati batas kewajaran. Begitu menurutku.”

Key Oppa tersenyum tipis. Raut wajahnya terlihat agak lega. “Iya, benar. Kita memang sedang berada di tengah masa itu. Tapi tetap saja aku ingin minta maaf. Rasanya aku sudah berlaku kurang ajar padamu,” sesalnya.

Aku tertawa kecil. “Gwenchana, I’m ok, Oppa. Serius!” ujarku menenangkannya. Key oppa menatapku penuh arti. Pandangannya seolah-olah menyelamiku dan mencari-cari kejujuran di balik perkataanku. “Kembalilah ke kelas. Hari ini Oppa ada ulangan, bukan?”

Ne. Gomawo, Chagy,” lirihnya. “Ya sudah, kalau begitu aku kembali ke kelas dulu. Mau merayu Minho agar memberiku contekan,” Key Oppa mengedipkan sebelah matanya.

“Huh!” aku mendengus. “Dasar curang!” keluhku.

“Tak apa kan sekali-sekali?” Key Oppa tersenyum penuh rahasia. Tangannya meraih ujung daguku. Sebuah kecupan kilat mendarat di pipiku.

“Ya! Key Oppa!” teriakku.

Key Oppa terkekeh. “Hanya untuk penyemangat. Annyeonghi, Chagiya!” serunya lalu berlari meninggalkanku yang masih mematung.

 

***

 

Author POV

 

Hyora duduk dengan santai di pojok ruang perpustakaan. Tangan membolak-balikkan sebuah majalah. Majalah yang selalu menarik perhatiannya, majalah tentang fashion dan entertainment.

Chagiya, rupanya kau kemari lagi,” sebuah suara mengagetkan Hyora.

Hyora menoleh. Ia menatap namja yang kini duduk di sebelahnya. “Key Oppa,” ia mengernyitkan alisnya. “Aku sedang melihat-lihat majalah.”

Kibum melirik majalah yang sedang dibaca Hyora. “Ada yang menarik perhatianmu?”

“Ada,” jawab Hyora sumringah. “Ini! aku tertarik dengan gaun yang dipakai oleh model wanita ini,” Hyora menunjuk sebuh gaun berwarna putih yang ada di bagian kanan atas majalah.

“Manis juga,” komentar Kibum. “Itu keluaran terbaru, bukan?”

Hyora mengangguk mengangguk cepat. “Rasanya ini pas di tubuhku, sayangnya harganya 450.000 won. Huh, mahal sekali,”

“Apanya yang pas? Kau itu terlalu kurus, tahu?” ejek Kibum sambil menjulurkan lidahnya di hadapan wajah Hyora.

Hyora terperanjat. “Mwo?!” kedua matanya menatap tajam ke arah Kibum. “Ulangi sekali lagi!”

“Kau itu kurus kering. Dasar tengkorak! Wee..” sekali lagi Kibum menjulurkan lidahnya lalu berlari meninggalkan perpustakaan.

“Ya! Key Oppa, awas kau!” dengus Hyora lalu mengejar Kibum.

***

3 days later

 

Kibum POV

 

Aku menatap bangunan besar yang ada di depanku. Dengan agak ragu aku mendekat ke arah pintu masuk. Aku menarik nafas sejenak. Perlahan aku mengangkat tanganku ke arah pintu megah yang ada di depanku. Tok.. tok.. tok.. “Annyeong haseyo!”

Aku menelan ludah saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah pintu yang barusan kuketuk. Cklek.. Pintu terbuka menampakkan sang pernghuni rumah yang membuatku semakin gugup. “An.. Annyeong, Jonghyun Hyung!”

Annyeong, Kibum-ah! Ada perlu apa?” nada bicara Jonghyun Hyung terdengar agak dingin.

Aku tersenyum simpul. Entah kenapa menatap matanya membutaku bisa segugup ini. Arrgghh! Kelakuanku tempo hari pada Hyora yang mebuatku menjadi canggung seperti ini. damn! “Huft,” aku menghela nafas. “Hyung, a..aku ingin, ehm.. a..aku..”

Jonghyun hyung mengernyitkan alisnya. “Waeyo, Kibum-ah? Kenapa cara bicaramu seperti itu? Kau sakit tenggorokan atau salah makan?” tanyanya sambil tertawa kecil.

Anniyo!” jawabku cepat sambil mengendalikan sport jantungku. “Ehm, hyung, bolehkah aku mengajak Hyora pergi jalan-jalan hari ini?”

Jonghyun hyung menatapku dengan tatapan menyelidik. Ia mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah aku ini seorang buronan. Ia mengangkat kedua bahunya. Bibirnya menyunggingkan senyum yang susah kutebak. “Molla, kau minta izin saja pada orangnya,”

Jinncayo, Hyung?” perkataannya seolah mengujiku. “Di mana Hyora sekarang?”

Jonghyun hyung menunjuk ke dalam ruangan. “Dia ada di kamarnya. Temuilah dia,”

Aku tersenyum sumringah. “Ne, gomawoyo, Hyung.” Ucapku lalu masuk ke dalam.

***

Aku melihat pintu kamar Hyora terbuka. Kulihat Hyora sedang berbaring di atas tempat tidurnya sambil membaca sebuah majalah. “Annyeong, Hyora-ya!”

Hyora menoleh ke arahku. “Key Oppa!” ucapnya agak terkejut lalu bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak mendekatiku. “Ada apa, Oppa?”

“Mau pergi jalan-jalan denganku?” tanyaku to the point.

Sesaat Hyora terlihat heran. Tapi sejurus kemudian ia tersenyum dan mengangguk. “Ne,”

Aku tersenyum lalu menggerogoh ranselku mencari-cari barang yang ingin kuberikan padanya. Sebuah bingkisan kecil yang terbungkus kotak kado berwarna pink. Kuambil bingkisan itu lalu menyerahkannya pasa Hyora. “Ini untukmu, Chagiya,”

Alis Hyora berkerut samar. “Apa ini?”

Aku tersenyum penuh rahasia. “Bukalah,”

Dengan perlahan Hyora membuka bingkisan itu. Jari-jarinya dengan luwes melepaskan pita yang melilit di pinggirannya. Kedua matanya membulat saat melihat apa yang ada di dalam bingkisan itu. “Dress.. Dress putih?” lirihnya menatapku tak percaya.

 

TBC

©2011 SF3SI, Chandra.

This post/FF has written by Chandra, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


119 thoughts on “Something More: My Dream – Part 2

  1. Haha, Key gugup banget ketemu Jjong, kayak baru aja nyolong ampe gugup kayak gitu. Jiahh, Key baik amat ngasih dress ke Hyora, aku jauga mau dong! Tapi dari Jjong, hehe. Nice part chingu~!

  2. Whaaa, daebak thor,,
    Tpi alngkh baiknya TBC pas mw bka kdo aj thor
    Biar lbh dpt feelnya gtu,, *sotoy
    ===> next part

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s