Apply Your Plan

Apply Your Plan

Title                             : Apply Your Plan

Main cast                    : Choi Minho, Han Hyeri

Other cast                 : Kim Jonghyeon, Lee Taemin, Shim Daeri, Eok Shinyoung,

Genre                          : Romance

Rate                             : PG-13

Type                            : Oneshot

By                               : ilchaninda

Hyeri Pov

”hyeri-a, kenapa setiap pulang sekolah dia selalu bersama mu? Walaupun sampai gerbang sih. Setiap bel pulang. Dia akan menunggumu untuk pulang juga. Seperti stalker saja.” tanya Daeri berbisik padaku.

”Minho? Molla. Bercanda mungkin.” Jawabku.

”mana mungkin bercanda seperti itu. Apakah kau berpacaran dengannya?”. Daeri selalu saja berprasangka seperti itu.

”maldo andwae, seolma, dia kan masih suka dengan Jina, dan mana mungkin dia suka dengan ku, jika begitu bisa-bisa aku di hajar oleh fansnya. Dan Jina.” Seruku. Nada bicaraku sedikit meninggi karena ditanya aneh-aneh oleh Daeri.

”tapi kan bisa juga. Menurut feeling ku dia itu menyukai mu, dari sorot matanya saja….”,kata-katanya terpotong.

”dwaesseo..kata-kata mu semakin mengada- ada saja”,belum selesai dia bicara segera kupotong, secepat mungkin aku melangkah cepat mendahuluinya.

”tapi itu benar!ya!! Katchi ga!!”,katanya sebal.

Kata-katanya sudah terlewat kacau, mana mungkin Minho menyukaiku, jika itu benar aku pasti sudah gila.

Keesokan harinya adalah ulangan tengah semester tepat hari senin. Aku berangkat pagi sekali dari biasanya. Setelah duduk aku mengeluarkan buku pelajaran dan ipod kesayanganku. Tak lama kemudian Minho pun datang.

”wasseo?”tanyanya datar.

”menurutmu? =,=” sudah tahu aku sudah datang masih saja bertanya.

”tumben.”

”maksudmu?” tatapku sinis.

”biasanya kau datang 5 menit sebelum bel masuk” jawabnya dengan nada yang amat sangat santai. Jujur sekali dia. =,=

”mwoyaneun goya?”,tanyanya sambil menarik kursi dibangku sebelah kananku menuju tempat dudukku. Orang ini bodoh atau membodohkan diri sih. Sudah tau aku sedang belajar masih saja ditanya.

”ya! Apa kau buta. Aku sedang belajar bodoh.” kataku dengan melayangkan jitakan di kepalanya.

”aduh! Aku sudah tau kau sedang belajar, tapi apa bisa dibilang belajar apabila dengan mendengarkan musik.” katanya mengaduh dan mengusap kepalanya yang sakit.

”biar saja. Aku lebih comfort begini.”

”buku ini untuk menyontek ya?” katanya diiringi dengan mengambil buku rumus kecil fisika ku.

”ya! Enak saja berbicara seperti itu. Aku tidak mempunyai keberanian untuk itu.” kataku dengan melayangan jitakan (lagi) di kepalanya.

 ”kenapa kau hobi sekali menjitak kepala ku.” sebalnya dengan mengusap kepalanya yang barusan dijitak olehku.

”tanganku sedang ingin menjitak kepala orang. Kebetulan saja di sini ada korban. Habisnya kau ini mengejekku terus.”. salah sendiri dari tadi kerjaanmu hanya mengejekku.

”aku kan hanya bercanda.” Katanya dengan menggembungkan pipinya. Gwiyeowo >.<

”mianhae. Apakah sakit?” ucapku sok manis untuk menggodanya sambil mengelus kepalanya yang kujitak yang kedua kalinya.

”kau ini membuatku merinding.” Katanya bergidik ngiri.

”haha. Ya! Apa kau bisa mengerjakan soal ini?” tanyaku mengalihkan dengan menunjuk soal yang kutanyakan padanya.

”oh! Soal ini. Sebentar.”

Dia memang pandai jika mengerjakan soal fisika. Aku saja sampai kagum dengannya. Pelajaran fisika kan tak banyak orang yang suka. Rumus dan teorinya membuat pusing. Aku saja menjadi korban dari pelajaran fisika itu. Nilai fisika ku selama ini juga sering yang belum mencapai nilai ketuntasan. Tapi sekarang aku berusaha untuk merubah kebiasaan malasku.

”sudah. Ya! Apakah kau melamun?” ucapnya menengahi lamunanku. Seketika itu aku langsung bangun dari lamunanku.

”oh! Dwaenni..tadi bagaimana?”

”kau ini, selalu saja melamun. Begini, jika sudah diketahui kuat arusnya dan bla bla bla……”

”arachi?”

”o..begitu ya? Arasseo. Aku sudah mengerti sekarang. Gomawo.”

”geurae. Ceonmanhae. Apakah kau ikut di hari sabtu?”

”eodi ga?”

”biasa lah, hang out, apakah kau tidak stress setelah ulangan tengah semester ini?”

”siapa saja yang ikut?”

”ya seperti biasa, jonghyun, taemin, shin-young ,aku dank au jika kau ingin ikut.”

”aku melihat situasi dan kondisi dahulu.”

”baiklah.”

Kami terdiam setelah percakapan itu dan kembali berkonsentrasi ke buku pelajaran.

Hyeri Pov

Aduh…!! Kepala ku panas setelah mengerjakan ulangan

”hyeri-a, apa kau tau? Minho itu tampan ya?”. Kata teman bangku sebelahku berbisik.

”apa kau suka dengannya?” jawabku berbisik juga karena pelajaran sedang berjalan.

”hem..tapi Jina masih suka dengannya tidak ya?

”Jina?”

”eum…Jina dan Minho kan saling menyukai, tapi dulu sih, belum tau sekarang.”

”tanya kepada Jina saja dulu. Jika di biarkan akan diambil orang lain.”

”kau gila, Jina itu teman baikku. Yang benar saja. Jika aku bertanya seperti itu kepadanya, dikira aku akan merebut Minho darinya.”

”tapi memang benar kan?” godaku.

”aiish sudahlah diam saja kau.” aku terkekeh kecil mendengarnya.

Bel pulang sekolah

Dimana shin-young. Menghilang begitu saja. Setelah mengedarkan pandangan kemanapun dan tidak ditemukan juga manusia yang bernama shin-young itu akhirnya aku memutuskan untuk pulang sendiri.

”ya! Hyeri-a!!” apakah itu Minho. Kubalikkan badanku mencari sumber suara. Ternyata benar itu Minho.

”wae?”

”aku minta nomor ponsel mu?” seperti biasa, bertanya tanpa basa-basi.

”untuk apa?” Tanyaku menyelidik.

”untuk koleksi saja. Ppalli nwa.” katanya memaksa dengan menyerahkan ponselnya.

”Pemaksaan. Arasseo.” serahku dan mengambil ponselnya untuk mencatat nomor poselku.

”igo. dwaennya?” kukembalikan ponselnya setelah kucatat nomor ku.

”gomawo.”

”awas saja jika kau menjahiliku.”

”jibe ga?”

”keurae. Wae?”

”jibe ga hamkke?”

”boleh saja”

”rumahmu dimana?”

”pertigaan kanan  jalan ini. Neon?”

”aku pertigaan kiri jalan ini juga.”

”tapi aku tidak pernah melihatmu pulang lewat jalan ini. Setahuku kita pulang bersama tapi berpisah di gang dekat sekolah”

”aku pulang lewat jalan lain. Biasanya kau pulang dengan Shin-young dan Daeri, kenapa tadi tidak?”

”Shin-young setelah bel hilang entah kemana dan Daeri menengok neneknya di Jeju.”

”tadi bukan kah Shin-young ke ruang OSIS?”

”jinca. Pantas saja dia langsung menghilang. Pasti dia ingin melihat salah satu dari anggota OSIS itu.”

”nugu?”

”lupakan saja. Tidak perlu diingat. Aku pulang dulu. Jalga.” aku berpamitan dengannya setelah gang pertigaan rumahkku

”Jalga.”

Minho Pov

Hyeri-a, you know, you make me crazy….kau tidak bisa hilang dari pikiranku. Yang tadinya aku bisa tidur jam 8, tapi sampai jam 11.00 ini pun aku belum bisa tidur. Hyeri sudah tidur atau belum ya? Akan ku coba mengirim pesan singkat.

Hyeri Pov

Nada tanda pesan masuk di ponselku berbunyi. Ada pesan masuk.

From : xxxx-xxxxxx

Annyeong 🙂

 

Siapa ini. Kupilih opsi dan membalasnya.

To : xxxx-xxxxxx

Nuguhante?

Klik send. Beberapa detik kemudian..

From : xxxx-xxxxxx

Choi Min Ho.

 

Segera saja aku menyimpan nomor Minho.

To : Minho

Minho. Wae?

 

From : Minho

Ani. Hanya ingin sms kau saja. Apakah kau sudah ingin tidur?

 

To : Minho

Ani. Aku biasa tidur agak larut.

 

Selama setengah jam aku mengobrol dengannya melalui sms. Tak kukira, waktu kelas 8 lalu dia juga sekelas denganku. Aku saja tidak kenal dengannya waktu itu. Untung saja dia tahu aku. Aku ini memang keterlaluan.

From : Minho

Apakah kau sudah ingin tidur. Aku mengantuk.

 

To : Minho

Iya, aku juga sudah mengantuk kalau begitu sampai jumpa besok. Jalja.

 

From : Minho

Arasseo. Annyeong. Jalja 🙂

 

Setelah selesai mengobrol aku pun segera tidur.

Minho Pov

Kenapa dia belum datang. Kemarin saja dia datang lebih awal. Ah itu dia.

”tidak datang pagi lagi?” tanyaku seraya berjalan ke bangkunya.

”aku sedang malas datang pagi.”jawabnya dengan duduk di bangkunya.

”ttarawa.” ajakku dan menarik tangannya pelan mengikuti langkahku dan tidak lupa menyunggingkan senyum di bibirku.

”eodi ga?” tanyanya dengan nada yang bingung.

”gen-yang ttarawa.” dia pun berjalan berdampingan denganku. Setelah beberapa saat berjalan kami pun menaiki tangga. Satu lantai lagi sampai ke tempat tujuan.

”ke atap?”

”hem.” gumamku mengiyakan.

”sudah sampai.” kami berjalan menuju bangku yang tersedia. Pemandangan yang dilihat dari atas atap lebih indah.

”yeppoda~, pemandangan kota Seoul begitu indah jika dilihat dari atas sini. Oh iya, mengapa kau mengajakku kesini?”

”hanya ingin mengajakku mu kesini saja. Kau bilang kau ingin melihat pemandangan kan?”

”indah.” hanya kata itu yang bisa dia katakan untuk pemandangan ini.

”coha?”

”mm. I mankeum coha. Gomawo.”

“Jinki ga eotthae?”

”gwaencanha. Dia masih bersama pacar silumannya itu.”

”siluman? kau kejam sekali.”

”biar saja. Memang begitu kan?”

”memangnya seperti apa?”

”sudahlah tidak penting. Lagipula aku sudah tidak menyukainya.” apakah ini kesempatan untuk menyatakan cintanya?Atau mungkin sekarang saja. Ani. Tapi ini mendadak, mungkin nanti saja.

”aku hampir lupa. Shin-young pasti mencariku. Aku sudah janji dengannya untuk menemaninya bertemu seseorang.”

”wae?”

”kau mau ikut ke kelas bersamaku atau ingin disini saja?”

”aku..” belum selesai aku bicara dia sudah memotongnya.

”baiklah. Annyeong.”

”hyeri-a!”

”wae?”

”ah..ani. Cakhake ga.”

”mm..galka.” akupun tersenyum paksa dan tak lupa membalas lambaian tangannya. Ini memang bukan saat yang tepat untuk menyatakan cinta.

Hyeri Pov

Hari ini ada tambahan pelajaran. Ingin sekali aku membolos dari pelajaran tambahan ini. Mengantuk sekali.

Saatnya istirahat, anak-berhambur ke kantin. Hanya aku dan beberapa temanku saja yang ada di kelas. Saatnya untuk makan dengan tenang. Aku membuka kotak makanku dan berharap isinya bokeumbab. Saat ku buka, sialnya isinya telur gulung dan kimchi. Huh! Eomma keterlaluan membekali anaknya hanya telur gulung dan kimchi saja. Tapi tak apalah dari pada kelaparan. Segera ku pasang headseat di telingaku dan memutar lagu kesukaanku dari IPod. Ku ambil sumpit dan sendok juga. Aku mulai makan dengan tenang. Selang belum satu menit aku mulai makan Minho sudah duduk di sebelahku. Aku kaget dan tersedak.

“uhuk..uhuk..”

”kwaencanha?” tanyanya panik. Dia menyodorkan aku minuman yang tersedia di meja ku dan aku mulai minum. Dia menepuk-nepuk punggungku pelan.

”sudah lebih baik?” aku mengangguk tanda aku sudah lebih baik sekarang.

”neolhatcanha. Gwi ceoreomiya !” kataku agak keras.

”mianhae. Molla.” sesalnya.

”kwaencanha”  kataku.

”ada apa kau kesini?” sambungku.

”ani. Hanya ingin di sini saja.” jawabnya datar.

”ohh” ber-oh ria.

”anmeogo?” lanjutku.

”ani. Anpaegopa.” jawabnya santai.

”kau itu robot atau manusia sih?”

”tentu saja aku manusia. Wae?”

”kau jarang makan dan raut wajahmu itu selalu datar. Hanya waktu kau ingin mengajakku ke atap saja, saat itu baru pertama kali aku melihat kau tersenyum.”

”Naya. Inilah aku yang sebenarnya.” sahutnya tanpa melihat lawan bicaranya.

”kau makan apa?” lanjutnya dan berdalih melihat ke kotak makanku.

”wah…Minho…dan Hyeri..mesra sekali..kalian berpacaran ya?” goda da jung teman sekelasku yang baru saja masuk ke kelas. Dan Minho seketika kembali ke posisi awal saat duduk.

”ani!” jawab kami bersamaan.

”kompakan ya.” goda Da Jung lagi. Pasti muka ku saat ini sudah memerah. Da Jung itu ada-ada saja. Tanpa pamit Minho beranjak dari tempat duduk dan keluar.

Minho Pov

”wah…Minho…dan Hyeri..mesra sekali. Kalian berpacaran ya? Mengaku saja” goda Da Jung teman sekelasku yang baru saja masuk ke kelas. Seketika aku kembali ke posisi awal saat duduk. Mengganggu saja. Sedang asik duduk dan mengobrol di usik dengan temanku. Tidak punya kerjaan lain mungkin ya. Gagal lagi usahaku untuk berdua dengan Hyeri.

”ani!” jawab kami bersamaan.

”kompakan ya.” goda Da Jung lagi. Sial! Aku malu. Dari pada aku merasa malu berlama-lama di sini lebih baik aku keluar saja. Kutinggalkan begitu saja Hyeri yang masih duduk manis di tempatnya. Pasti sekarang mukaku sudah memerah seperti tomat. Aku berlari keluar kelas menuju atap sekolah.

Keesokan hari

Kulihat saat di lapangan, Hyeri terlihat seperti sedang berbicara dengan Taecyeon hyung. Taecyoen hyung adalah sunbaeku di sekolah ini. Dia sudah kuanggap seperti hyung kandungku sendiri sejak kami SMP. Rumahnya pun berdekatan denganku. Mereka tertawa bersama dan  Taecyeon hyung merangkul Hyeri. Hati ini terasa tak rela Hyeri dengan orang lain. Apakah aku cemburu. Ya! Benar, aku cemburu dengan Taecyeon hyung. Tapi bagaimanapun aku tidak boleh membencinya. Dia sudah kuanggap seperti hyungku sendiri. Dia selalu ada saat aku sedang dilanda duka. Saat nenekku meninggal, dialah satu-satunya orang yang selalu ada disampingku saat itu.

“minho-ya! Iriwa!” panggil Hyeri.

Hyeri Pov

“minho-ya! Iriwa!” panggilku dari kejauhan. Bukannya mendekat malah menjauh, bagaimana sih Minho ini.

Apakah dia tidak dengar tadi ku panggil. Kurasa tidak, tadi dia seperti sedang memperhatikan ku dan Taecyeon sunbae.

Taecyen sunbae adalah ketua osis di sekolahku. Dia orang yang mudah bergaul. Tak heran jika dia mempunyai banyak kenalan di SMA lain. Banyak kaum hawa yang menyukainya pula. Termasuk aku. Tapi aku hanya sebatas fans, bukan suka.

“sunbae, bicaranya kita lanjutkan sepulang sekolah ya? Ada sedikit masalah yang perlu ku selesaikan saat ini.” Kataku menyudahi pembicaraan.

“baiklah. Sepulang sekolah kita mengobrol di cafe xxxx saja.”

“baiklah. Sunbae, annyeonghaseyo” pamitku dengan membungkukkan badan. Setelah itu, langsung saja aku berlari menuju kelas. Mungkin saja Minho tadi pergi kesana.

Itu dia si Minho. Langsung saja aku ke bangkunya yang juga sedang mengobrol dengan Jonghyeon, Taemin dan Key.

“Minho-ya, kau tadi kenapa? Dipanggil bukannya menghampiriku dan Taecyeon sunbae  malah pergi begitu saja.”

“oh ya? Tadi kapan?” jawabnya seperlunya.

“tadi saat di lapangan. Kau itu tadi kupanggil, tapi kau malah pergi”

“mungkin tadi aku tidak dengar.” Jawabnya dengan berlalu pergi.

“ya! Aku belum selesai bicara!” nada bicaraku sedikit naik.

“ mungkin Minho cemburu.” celetuk Jonghyun sebelum aku pergi menyusul Minho.

“museun suriya?” tanyaku kebingungan.

“cepat kejar! Bisa-bisa Minho tidak terkejar.” Akupun langsung berlalu dan melupakan pertanyaanku tadi.

Sial! Aku kehilangan jejak Minho *kayak detektif aja*. Aku mencoba bertanya pada temanku yang lewat di lorong ini. Dan ada yang menjawab Minho menaikki tangga, mungkin saja dia sedang di atap. Langsung ku melesat menuju atap sekolah yang sepi. Dan benar dugaanku, dia duduk di bangku yang waktu itu kami duduki saat Minho mengajakku ke sini. Dengan perlahan aku menghampirinya dan duduk di sampingnya yang sedang menatap suasana kota Seoul dari atas atap.

“Minho-ya, kau marah denganku. Apa yang telah kulakukan padaku sampai kau seperti ini padaku. Sebelumnya juga kau tak pernah seperti ini kepadaku?”

“ani.” Jawabnya sesingkat mungkin dan tidak menoleh. Semakin geregetan saja aku dengannya *Sherina : geregetan : mode on*.

“lalu kenapa kau begitu padaku?’ tanyaku dengan ekspresi yang memelas.

“apa kau tau selama ini aku menyukaimu, bahkan mencintaimu?” aku terkaget. Aku hampir tersedak oleh ludahku sendiri. Apakah ini pernyataan yang sangatlah mendadak dan secara tidak langsung.

“kau menyukaiku? Eonje buteo?” tanyaku setengah shock.

“sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakannya, sejak kita satu kelas, kelas 10.”

“kenapa baru sekarang?” sekarang aku bisa sedikit lebih santai.

“saat itu kau sudah dengan Jinki, jadi kutunda pernyataan itu.”

Hening sesaat

Jadi Minho itu menyukaiku, sejak kelas 10? Memang benar saat itu aku sedang berpacaran dengan si Jinki sialan itu.

“geundae, otthae?” tanyanya setelah jeda hening cukup lama.

“mwoga otthae-neun mwo?” tanyaku bingung.

“tanggapanmu. Bagaimana tanggapanmu?” Jawabnya memperjelas.

Aku memang ada rasa juga dengan Minho sejak aku akrab dengannya saat kelas 11 ini. Awalnya aku menyukainya sebagai teman karena dia teman namjaku yang paling asik jika diajak mengobrol. Dan semakin lama rasa suka ku sebagai teman telah berubah menjadi rasa sayang. Sejak saat dia menngajakku mengorol dengan pesan singkat. Seakan nyaman saja dengannya jika disisinya. Tapi ini moment yang tak pernah kuduga-duga.

“sebenarnya aku  suka juga denganmu.” Kata-kata itupun terucap. Mengucapkannya pun dengan menunduk. Malu untukku jika dia melihat wajah ku yang memerah. Matanya membelalak tak percaya.

“jeongmal?”

“eum.” Jawabku singkat dan cukup untuk menjelaskan yang sebenarnya.

“jadi kau mau menjadi yeojacinguku?” tanyanya dengan girang.

“apakah belum jelas juga dengan pernyataan tadi?” aku menjawab dengan nada sedikit kesal.

“cinca? Gomawo.” Ucapnya dan memelukku. aku membalas pelukannya.

“ya! bikyeo.  Momchul su eobso.” Sambil mendorong tubuhnya menjauh.

“mianhae, aku terlalu senang untuk ini.” Dia pun tersenyum senang.

“bolehkah aku menciummu?” lanjutnya bertanya.

“andwae.” Jawabku kaget.

“adwae wae?” tanyanya kecewa. Lucu sekali wajahnya jika ekspresinya seperti itu. Dengan

langkah cepat aku mencium kilat bibirnya. Tapi dengan cepat juga dia mempertahankan ciumanku. Aku meronta minta dilepaskan.

“kau curang” kataku setelah dia melepaskanku. Aku pun mengejarnya yang telah berlari.

“salah sendiri kau begitu. Hahaha.” Katanya dengan berlari mengindari kejaranku.

Kami seperti anak kecil saja yang sedang main kejar-kejaran memperebutkan mainan.

~The End~

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah pada penulisan atau penulisan gelar dan ketidak nyambungan dalam cerita.

Sekali lagi maaf kalo ffnya jelas sekaligus aneh & geje. Soalnya ini ff debutku. Tapi tetep di comment ya. Gomabseumnida udah mau menyempatkan waktu buat baca ff geje ini. J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “Apply Your Plan”

  1. Aaaa minhonyaa suka nya udah lamaaa
    Author, ceritanya bagus tapiiii
    Ada banyak kata2 yang aku gaj ngerti hehehe
    Lucu sekaleeee di atep & kejar2an

  2. Cha dulu aku kan udah komen kan ya di ff mu yang ini? jadi aku gak mau ngulang komen yang sama ..
    Emmm ff mu kebanyakan bahasa korea nya sooo bagi yang pemula banget di bakor kan pada gak ngerti artinya ^^

    Keep writing yaaa ^_^

  3. Bner, crtanya emang lcu. Tpi bhsa k0reanya kbnykan, cman ngrti dri alur critanya. Daebak k0k, bkni crta member lainnya. Trutma ci 0nyu_ma key.

  4. .hahhay!
    Ad yg bru jadian nih,,
    makaan! makaan!
    makaan! makaan!
    #sambil tepuk2
    .hah?
    Ceritanya ga nymbung?
    dsambungin pake tali aja,,
    hhe,

  5. AAAAAAA admin banyak kata kata yang ga familiar 😦 untung masih bisa diterka terka.. Tapi seluruhnya bagus kok thor 🙂

  6. Cerita’a bgs ,, tpi sm kya comment2 yg laen .. yg bhsa korea nya it sbgian ak gk ngerti .. hehehe ..
    Tapi salut bwt bhs korea’a author 🙂

  7. kereeen eonni…
    Emang sih aga ga nyambung ama penulisannya, tapi ga papa, tetep bagus kok!!! Intinya tetep nyambung!!!!
    Semangat lagi bikin FF yaaa!!! Semoga lebih bagus…. (^o^)
    Annyeong….

    1. er, boleh saran ga?
      kan banyak pake bahasa korea sampe satu kalimat
      keanya mendingan diartiin deh. soalnya agak bingung juga pas bacanya.. ><

      1. oke^^

        wasseo?=uda datang?,,mwoyaneun goya?=sedang apa?,,Gwiyeowo ><
        Dwaenni/dwaennya=sudah,,arachi?=mengerti?,,jibe ga hamkke?=pulang bareng
        Nuguhante?=siapa ini?,,Ttarawa=follow me,,gen-yang ttarawa=just follow me
        yeppoda~=indahnya~,,coha?/ 촣아=suka?,,I mankeum coha=sangat suka
        Cakhake ga=lebih baik kau pergi,,neolhatcanha. Gwi ceoreomiya!=kau mengagetkanku.like a ghost!
        Anmeogo=tidak makan?,,Anpaegopa=tidak lapar,,Naya=itulah aku,,Iriwa!=kemarilah
        museun suriya?=apa maksudnya?,,Eonje buteo?=sejak kapan?
        geundae, otthae?=terus bagaimana?
        mwoga otthae-neun mwo?=apanya yg bagaimana?
        ya! bikyeo. Momchul su eobso=hey! Lepas. I can’t breath

        maaf kebanyakan ^_^v

        1. nah kaya gini. aku jadi bisa bacanya, hoho~
          yadah baca ulang lagi deh biar nyambung. wkwkwk~

          gomawo sudah di perjelas. jadi reader ga banyak nanya. keke^_^
          Hwaiting!

  8. ada beberapa percakapan yg ga aku ngerti, tp kalau dibaca terus aku jd tau maksudnya 🙂
    nice ff, share more yaa 😀

  9. wow.. Daebak bgt crita.a eonni! d^^b
    awalnya sih aku rada” nggak ngerti karna percakapannya banyak yg pke bhs korea tpi stelah bca lanjuttannya yg d’bawah jdi aga’ ngerti..
    Woo.. Jdi intinya mereka berdua saling mencintai yaa? Kekekekeke.. Bgus itu! 😀
    Hyemin couple!! Jeng.. Jeng.. Jeng.. *backsound #apasih?!
    Ok! Dripda aku semakin nge-gaje d’sini mending aku lsg pergi aja dehh..
    Inti.a crita ini D.A.E.B.A.K!! b>.<d

  10. annyeong authooooorrrr (^0^)/ *teriak didepan muka author sambil nari tor tor. Overall FFmu buaguuuuuuusssssss bngt ^^b aku suka ceritanya. Tapi saranku, itukan bnyk bahasa koreanya, readers pasti ada yg ga ngerti, nah mungkin diselipkan *alah* artinya disampingnya, biar readers bisa tau maksudnya dan lebih ngerti ceritanya *mian thor, penyakit sok tau saya sering kambuh* Nice FF thor, terus berkarya yaaaaaaaaaaaa

  11. keren unniee :3
    tapi karena ffnya banyak kosakata koreanya aku awalnya kurang ngerti wkwk
    jonghyun jadi jonghyeon unyu bgt yah :33 kekeke

  12. aku nggak ngeh semua ama bahasa koreanya thor trus alurnya mnurut aku tlalu datar thor ngg trasa konfliknya, tapi bgus kok thor c:

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s