Still With You – Part 1

title: i still with yougenre: romance, sad, lifemain cast: lee jin soo

support cast:  lee jinki aka jinki, choi minho aka  minho

lee Jin soo POV

Aku berjalan dengan tak bersemangat menuju ke sekolah.

Bagiku sekolah kini berbeda, tak seperti biasanya. Tak seperti dulu. Aku ingin semua berubah  seperti dulu, dulu, yang penuh dengan kenangan indah.

Bruk! Aku  taruh tas ku di atas meja dengan terpaksa. Lalu aku berjalan menuju toilet untuk mencuci mukaku, barangkali akan lebih bersemangat, fikirku.

Lalu aku kembali ke kelas.

Kursi ku sudah di duduki  yeoja lain. Siapa dia? Seenaknya saja duduk di kursi orang! Tak tau apa dia kalau aku sedang badmood?!

“heh” kataku sedikit sinis. “waeyo panggil panggil?” kata yeoja itu

.

“pabo dasar! Kau tak lihat apa ini tempat duduk siapa, hah?!”

“oh. Nyantai  dong ngomongnya!” jawab  yeoja itu dengan tampang tak punya dosa

Semakin geram aku hari ini. Semua nya kacau!

Pelajaran di mulai….

“aiish ga bawa buku” kataku kebingungan. Kulihat jonghyun, namja tampan yang duduk di sebelahku. “jonghyun-ssi” panggilku. “waeyo nuna?”

“boleh berdua gak bukunya? Aku ga bawa buku nih”

“ne” sahut jonghyun singkat.

Pelajaran berlalu,

Ring ding dong ring ding dong —bel pulang berbunyi.

“ah jonghyun gomawo ya bukunya” “ne cheon nuna..”

Aku beranjak dari tempat dudukku menuju ruang UKS. Kurasa aku sedang tak  enak badan mungkin.

Aku  berbaring di tempat tidur kecil. “huuft…”

Tap tap tap.. langkah kecil terdengar olehku. Aku langsung berdiri.

“a, kau ngapain di sini?”  tanya jinki, musuh bebuyutanku

“ani. Waeyo? Keberatan?” emosi ku sudah mulai meninggi

“mau apa kau?” jinki mulai mendekatiku.

“eit tunggu. Aku lagi gak mood ribut nih. Lain kali aja ya berantemnya.” Kataku cuek

Aku meninggalkan UKS.

Tiba  tiba kepalaku pening..  seluruh tubuhku terasa lemas.

Aku pingsan.  Jinki  yang melihatku pingsan langsung membawaku ke UKS dan memanggil dokter untukku. Dokter memeriksaku.

“dokter, gimana keadaannya? Gwencana?”

“hmm mungkin dia terlalu banyak fikiran. Jadi dia mudah stress.” Dokter meninggalkan kami berdua di UKS.

Aku pun sadar. Jinki begitu bahagia melihatku sadar.

“aah.. ngapain kau disini?”

“eh bukannya makasih ini malah ngebentak! Kapok aku menolongmu!”

“menolong untuk apa?”

“tadi itu kau pingsan, lalu aku bawa ke uks, aku panggilkan dokter…”

“lalu kata dokter apa?”

“kamu terlalu banyak fikiran, jadi gampang stres, emang mikirin apaan aja sih?”

“ah entahlah..”

“oh yasudah aku ke kelas ya” kata jinki

Ah… dia begitu baik,apa aku salah menilainya selama ini? Entahlah

Aku mencoba bangun dari tempat tidur. Tetapi sulit sekali rasanya

Aku memejamkan mata sejenak. “kajja..” tiba tiba  aku mendengar suara namja. Aku membuka mataku.

Dialah minho. Namja yang selalu aku puja. “waeyo minho?”

“kau mau bangun kan? Mari aku bantu” “ah ne..” aku di bantu berjalan oleh minho

Sungguh. Aku sangat bahagia berada di dekatnya.

Tep!  Fikiranku melayang ke jinki. Musuh bebuyutanku.

Aargh kenapa aku tiba tiba mengingatnya lagi? Apa ada yang salah  dengan ku? Hingga fikiran ku mengingatkan tentang dirinya

“hm bagaimana kalau aku  antar kau ke rumah? Aku takut kamu pingsan lagi..”

“gak usah oppa aku baik baik saja kok.. percaya deh” minho pun melepaskan aku walaupun aku tau dia tak percaya sepenuhnya dengan ucapanku.

Aku pulang sendiri, ku langkahkan kaki ku dengan berat. Kepalaku masih pusing sekali.

Tanpa sadar aku sudah tak sadarkan diri. Aku terjatuh pingsan lagi.

“aigo!” minho pun mengantarku ke rumahku dengan mobil pribadinya.

Hello hello *bel rumah ku berbunyi

tapi tak ada yang membukakan pintu. Minho putuskan untuk mendobrak pintunya.

BRAKK!! Pintu terbuka seketika. Dia menggotongku lalu meletakkan ku di atas kasur mungilku. Minho masih menunggu ku di sampingku  menatapku dengan tajam

“bangunlah.. cepatlah kau sadar” kata minho penuh harap. Tak terasa minho merasa kantuk lalu ia tidur di sampingku.

Aku, lee jin soo. Yeoja yang sangat cuek. Apa kau fikir cuek itu memiliki pribadi  yang keras? Tidak. Aku tidak lah memiliki pribadi yang seperti itu.  Buktinya aku sering kali menangis, aku sangatlah berperasaan. Sebenarnya, aku memendam perasaan pada jinki. Walaupun dari kecil kita bermusuhan, tetapi tidak mengurungkan niatku untuk berhenti mencintainya. Ya, aku mencintai nya.

“andwae~~”  minho mengigau,

aku terbangun.

Kubuka mataku perlahan.

‘Dimana aku?’

‘Mengapa minho di sini?’

‘Apakah ia menemaniku tadi?’

Aku bingung sendiri. Aku ingin berterimakasih kepadanya.

Krekk! Pintu kamar terbuka dan aku sedikit mengangkat tubuhku untuk melihat siapa yang datang.

Jinki. Namja itu lagi.

Minho terbangun. “ah hyung” “annyeong bagaimana keadaan mu?”

“peduli apa kau padaku? Tumben tumbenan kau baik” kataku cuek

“aih jin soo jangan kau berkata seperti itu. Jinki hanya ingin memperhatikanmu. Ia hanya ingin mengetahui keadaanmu.”

“tuh, dengerin minho tuu”

“ah sudahlah kalian ini ribut mulu! Jin soo , aku mau pulang sebentar. Jinki, kau jaga jin soo. Jangan macam macam”

“ye” kata jinki

Minho meninggalkan kamarku.

“hei jinki, mianhae ya tadi kata kata ku kasar”

“ye.. kau sudah  membaik?”

Jinki, ya aku tau  dia baik. Aku tau dia peduli. Tapi apa balasan ku selama ini? Aku merasa berhutang budi padanya.

“ya begitulah..”

“kau sudah makan?” tanya nya tiba tiba

“belum..”

“aku masakin ya..kau tunggu  saja di sini.”

Seng seng seng bunyi wajan terdengar olehku.

Jinki-ya… maafkan aku yang selama ini tak bisa membuatmu tersenyum.

A, mulai sekarang aku ingin berubah. Aku ingin menjadi yeoja yang jinki inginkan. Aku tak mau seperti dulu.

“taraa.. nih, habiskan ya”

“ye, gomawo oppa”

Aku mengambil piring itu dari tangan jinki

“mwo? Oppa?? Apa aku tak salah denger?”

“ani oppa..”

“mimpi apa aku semalem?”

“sudahlah.tak usah kau fikirkan. Aku makan dulu ya..”

Aku pun menyantap makanan ku yang di buat kan oleh jinki.

Bener bener enak. Aku lahap makannya.

“hahaha gaya makan mu lucu sekali”

“mwo?” aku yang dari tadi sibuk makan ternyata di perhatikan oleh jinki.

Mukaku merah padam. Aku maluu!

“omona~ jangan kau tatap wajahku. Aku tak bisa makan.”

Setelah selesai makan aku menaruh piring di atas meja sebelahku.

“oppa..”

“ye, wae?”

“hm. Mianhae “

“untuk apa?”

“untuk semuanya. Aku merasa bersalah selama ini. Mianhae aku tak pernah membuat mu tersenyum. Tapi justru aku cuek padamu. Padahal kau sudah begitu baik. Mianhae oppa jeongmal mianhae…”

Aku terpuruk. Tes, darah segar meneter dari  hidungku. Aku mimisan.

“jinsoo, waeyo?” jinki mengambil tissue dan mengelap darah mimisan ku.

“jinki.. gomawoyo, mianhae”

“ne gwencanayo.. aku sudah  memaafkan mu kok. Jangan  bersedih lagi ya”

Jinki tersenyum kepadaku. Senyum nya begitu  manis..

Aku membalas senyum nya. “a, oppa kau tak apa apa di sini?”

“ne gwencanayo, di rumah sedang tidak  ada orang”

“oppa bolehkah aku meminta padamu?”

“boleh, apa yang akan kau minta?”

Onew POV

“aku, aku minta kau jadi namjachingu ku” kata lee jin soo

Glek. Aku menelan ludahku. Tak salah denger aku? Ku kira selama ini ia tak menyukai ku. Ternyata cinta ku tak bertepuk sebelah tangan.. aku tersenyum bahagia J

“hm? Jinki, kau kenapa senyum senyum gitu? Apa ada yang salah padaku?”

“aa.. ani ani..” aku gerogi.

“so, apa jawaban mu?” jin soo menagih jawaban dariku.

“ne aku mau.” Suaraku agak dipelankan.

“jinjja??” jin soo tak percaya

“ne, kau ga mau?” tanyaku.

“ah tentu saja mau”

Jin soo terlihat sangat bahagia mendengar pernyataanku. Entah mengapa aku juga merasa bahagia. Ya, sekarang aku sudah memilikinya. Aku menjadi namja chingu nya. itu lah yang aku ingin kan selama ini. Akhir nya impianku terkabul juga. Terimakasih tuhan….

Author POV

Suasana hening sesaat. Tak ada yang angkat pembicaraan.

“hmm jin soo”

“a, wae oppa?” jin soo yang masih sibuk cengar cengir dari tadi

“hm sejak kapan kau menyukaiku?” onew tiba tiba bertanya.

“aa.. sejak..sejak kita pertama kali bertemu.”

Ko bisa, ko bisa?  #kata kata yang sering keluar dari mulut author~ hehe  ^^v

“emang kenapa oppa?” jin soo melanjut kan.

“ani, aku hanya ingin tau saja, gwencana?”

“ye”

“oppa kau laper?” tanya jin soo khawatir

“iya”

“kenapa kau tk bilang dari tadi? Aku ada makanan tu di kulkas.. ambil aja sesukamu”

“jinjja?” mata onew berbinar binar

Onew langsung menuju kulkas dan mengambil beberapa makanan.

‘tenyata oppa ku ini makannya banyak juga ya’ batin jin soo

Jinki melahap makanan nya dengan sangat lahap.

“oppa, kau belum makan selama berapa hari sih? Lahap amat”

“hehee” onew hanya ketawa dan melanjutkan makan nya lagi.

(………)

(…………)

“ah.. kenyang..  aih jin soo! Waeyo?!!”

Jinki melihat yeoja chingu nya tergeletak di lantai. Sedangkan jinki sendiri tak menyadarinya karena dia daritadi hanya sibuk makan. ==

Jinki menelfon minho.

Minho POV

Aku sedang di rumah bersantai ria.

♫♪fly high, so fly high, so fly high going to the sky♪♫

Tiba tiba handphone ku bunyi. Kulihat di layar, ah jinki. Ada apa dia menelfon ku  tiba tiba.  Tanpa basa basi aku langsung mengangkat nya.

“yobosseo?” kata ku.

“minho-ya.. cepatlah kemari!!”

“waeyo hyung?”

“jin soo… jin soo pingsan”

“jinjja?? Ottokhae?”

“sudahlah cepat kau kesini!!”

“baiklah hyung”

Aku pun melajukan motor ku ke rumah jin soo.

When I arrived….

Tok tok tok, aku mengetok pintu. Jinki tergesa gesa membukakan pintu untukku.

Jinki menyeret tanganku.

“dongsaeng, ottokhae??”

“kau sudah memanggil ambulance?”

“belom..”

“ah pabo kau hyung!”

“ah aku ini hyung mu!!!”

Aku tak menanggapi omongan hyung-ku. Aku menelfon rumah sakit.

Tak lama kemudian ambulance datang. Jinki mengangkat tubuh jin soo

Kami pun berangkat.

Author POV

Sesampainya di rumah sakit, jin soo langsung di bawa ke ruang UGD.

Jinki dan minho menunggu di luar.

“hyung , apa yang kau lakukan pada jin soo nuna?” minho membuka pembicaraan.

“molla, aku tak melakukan apa apa, aku hanya makan dan makan. Tiba tiba saja aku melihat jin soo tergeletak di lantai.” Onew berkata dengan polosnya

“ah hyug pabo! Fikiran mu hanya di penuhi dengan makan makan dan makan saja.”

“aih”  ucap jinki kesal.

Tak lama kemudian……

Dokter keluar dari ruangan..

Jinki dan  minho segera menghampiri dokter dengan tergesa gesa.

“dok, bagaimana keadaan nya jin soo?” kata minho

“ah apa apaan sih kau ini! Aku ini namjachingu nya tau!!” onew membentak

“jin soo selamat.. tapi.. ada yang tidak selamat.”

“ah syukurlah. Tapi apa nya yang tak selamat, dok??”

“tulang bagian kaki kiri nya mengalami kelumpuhan.. jadi kami putuskan untuk mengamputasinya”

“omonaaa~~!!!!” jinki berteriak

“hyung! Kau bisa gak sih ga teriak triak? Kuping aku pengang tau!!!” ucap minho serius

“dok, bisa aku masuk melihat keadaan nya sekarang?” lanjut minho

“boleh, tapi saya sarankan satu satu dulu..” kata dokter

“aih yasudah aku duluan!” kata onew menyeruduk.

“aku duluan!!” kata minho

Akhirnya mereka ribut berdua. Lama sekali mereka berdebat.

“ah yasudah hyung, aku kalah! Cepaaaat!!”

“horee!!” jinki kegirangan. Ia pun memasuki ruangan.

Beberapa menit berlalu..

Minho POV

Aih lama sekali anak ini. Ngapain aja di dalam? Aku tak sabar ingin bertemu dengan jin soo.. jin soo, bertahan lah….

Kreek.. pintu terbuka. Jinki keluar dengan wajah pucat.

“hyung, waeyo hyung? Gwencana?” kataku khawatir

“cepatlah kau masuk, kau akan tau sendiri keadaan nya

Aku pun menuruti kata kata hyung-ku. Aku memasuki ruangan….

Ku lihat, wajah pucat nya jin soo.. di sekitar nya sudah banyak kabel kabel bekas oprasi. Mata ku tertuju pada kaki kirinya. Aigo~ benar ternyata. Tak terasa aku mulai meneteskan airmata. Ku pegang tangan jin soo.. aku berdoa.

TOK TOK TOK~ aiiiih siapa lagi itu?! Aku ingin berdua dulu sama jinsoo. Jangan lah mengganggu!

Ku buka pintu, “JINKI!!berisik sekali kau!!” “minho-ya, lama sekali di dalam!!”

“tunggu hyung, aku sebentar lagi.” Aku menutup pintu. Jinki tetep mengetuk ngetuk pintu

Aaah bawel sekali hyung iniii ==”

Setelah selesai aku pun keluar dari ruangan.

Onew POV

Akhirnya, namja itu keluar juga….

Kami terdiam sesaat..

“minho-ya, aku tak ingin jin soo begitu” jinki menangis #author gemes ngeliat jinki nangis ><

“sama, emangnya kamu saja yang begitu?”

“minho!!!kenapa kau perhatian sekali sama yeoja chingu ku?!!waeyo? waeyo minho??!!” aku membentak.

“karena… karena aku suka dia hyung!!”

“aigo! Minho, ingat. Jin soo itu milikku SEUTUHNYA! Jadi jangan pernah bermimpi untukmendapatkannya, arasseo?!”

“tapi aku sayang sama dia hyung!”

“ah whateverlah. Aku malas berdebat dengan mu. Ingat minho. Dia milikku” kataku tegas

minho terdiam. ‘liat aja hyung, aku akan mendapatkan yeoja chingu mu itu sampai kau berubah status menjadi SINGLE’ kata minho dalam hati

lee jin soo POV

dimana aku? Mengapa sepi sekali? Mengapa tak ada yang menemani ku?

Aku mencoba turun dari tempat tidur..

“aigoo sakit sekali kakiku. HAH? Kenapa kaki ku tinggal setengah? Waeyo? WAEYO???!!”

Aku berteriak. Tiba tiba minho masuk.  Aku sibuk memukuli kaki kiriku.

“jin soo, hentikan!” cegah minho.

“minho, kau tau mngapa kaki ku mnjadi seperti ini? Aku tak ingin hidup minho aku ingin mati saja!”

“andwae, kau jangan putus asa.” Minho menahan tangan ku untuk memukuli kakiku.

“dimana onew?” tanyaku tiba tiba

“sebentar.. “ minho keluar ruangan.

“hyung. Jin soo sudah sadar, ia mencarimu.”

“jinjja? Ne!” samar samar ku dengar suara onew..

“jin soo… gwencana?” sambar onew

“ye oppa, aku baik baik saja.. tak usah memkhawatirkan aku”

“ya jagiya, gimana aku ga khawatir?”

Aku tersenyum.. onew gomawo atas semuanya.

Kulihat minho duduk di pojok ruangan.  “minho..” panggilku

“waeyo?” jawab minho dan langsung menghampiriku.

“kau kenapa minho? Matamu kenapa? Kau nangis?”

“ani aku hanya kelilipan”

Minho menatapku. Sedangkan aku juga tak lepas dari pandangan nya

“hentikan!!” teriak onew

Teriakan onew memecah lamunan kami berdua. “minho kau keluar sekarang!” pinta jinki

“waeyo oppa? Dia tak bersalah apa apa” gumam ku.

“mwo? Kau bilang ia tak bersalah? Dari tadi kalian saling berpandangan tau!!” jinki mulai panas

“ne baiklah hyung jika itu maumu aku akan keluar!” minho sedikit membentak.

Jinki POV

Mengapa jin soo membela minho? Mengapa tidak membela ku? Aku kan namja chingu nya. apa mungkin ia mencintai minho, bukan aku? Ani ani. Jinki kau tak boleh berfikiran seperti itu.

“jin soo boleh aku tanya satuhal?”

“ne oppa”

“kau mencintai minho?”

Wajah jin soo terlihat tegang dari biasanya.

“hm ani oppa aku hanya mengaguminya”

“oh syukurlah..” kataku merasa lega

“waeyo oppa?”

“gwencana. Aku hanya bertanya saja”

Beberapa hari kemudian…..

Dokter sudah mengizinkan jin soo untuk pulang ke rumahnya.

Jin soo POV

Senangnya.. akhrinya aku kembali kerumahku. Walaupun ada satu hal yang membuat ku janggal.

Minho. Ya minho tidak pernah datang mengunjungi ku. Semenjak jinki mengusir nya dari ruangan ku.

Omo! Kenapa aku tiba tiba ingat minho? Jangan jangan kau sudah jatuh hatipadanya? Ani ani, aku  kan sudah punya jinki.

Hari ini aku  pergi ke sekolah dengan menggunakan bus umum.

Sesampainya di sekolah aku langsung memasuki ruangan. Jinki? Mengapa ia belum datang? Setau ku dia selalu datang terpagi. Apa dia sakit? Atau pergi? Entahlah..

Aku lansung sms ke jinki

To: jinki

From: jin soo

Message:  “jinki, kau sekolah kan? Kenapa kau belum sampai?”

Drrrrt ddrrt hp ku bergetar. Tertara di layar : 1 new message from jinki

“Ye jagiya, aku tak masuk.. aku pergi sama appa ku..”

Aku pun membalas lagi

To: jinki

From: jin soo

Message: “ yasudah, gwencana. J”

Ddrrrrtt dddrrrrt

Hp ku bergetar lagi. Tapi kali ini bukan dari jinki melainkan dari minho

“jin soo bisakah kita bertemu sepulang sekolah ini di kantin?”

Aku balas..

“ye..”

Minho ataupun jinki tak lagi membalas smsku.

Aku bosan. Di kelasku hanya sedikit yang masuk hari ini. Hanya 6 orang. Tak wajar, pikirku.

Seusai sekolah aku langsung beranjak ke kantin untuk menepati janji yang di pinta minho

“jin soo-ya, saranghae” tiba tiba suara  itu datang begitu saja tanpa kutahu asal suara itu dimana

“nuguseyo?”

“minho…” ucapnya lagi

“minho kau dimana? Jangan buatku penasaran”

TBC

mian kalo ada yang salaah.. part 2 nya lagi di proses

semoga suka!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Still With You – Part 1”

  1. First kah? Asiiik 😀
    Ff nya bagusss
    Gaktau napa malah agak sebel ama minho *dibunuh flames*
    kasian jinsoo~
    Part 2 nya jgn kelamaan ya ^^

  2. baguus,,,
    tp aq bingung itu kaki’ny udh kug tiba” kaki’ny muw d’amputasi emang skit ap?
    trus kaki’ny d’amputasi blum y?
    kug naek bis sndirian?
    harus ama onew,,,xixixi 🙂
    *ini reader bnyak tnya’ny,,, 🙂

  3. Kalo c jin soo suka ma minho,,jinki’a bwt gw ja *plak*
    G ngerti knapa c jin soo tiba2 d amputasi kaki’a??

  4. Bagus FFnya, cm kadang gak nyambung aja chingu, mulai dr dia manggil Minho dgn sebutan oppa, emang mrk beda usia ya? trs yg tiba2 mimisan trus akhirnya kakinya di amputasi.. masih gak ngerti sih chingu. tp jalan ceritanya menarik kok 🙂

  5. Yaa~
    Jinsoo dilema.
    Hayo.. plih Jinki ato Minho??
    Jinki aja y,,soalny klo ma Minho jd aneh mnurtku.. -_-
    dtunggu lnjutnyaa..

  6. kyaa … jinsoo pilih jinki atau minho ya ???
    jinki ajja y soalny minho khan suami aku * plakk *
    di tnggu lanjutanya …

  7. cerita sih bagus….cuman sudut pandang yang digunakan tidak diketahui.kalau menggunakan kata “aku”dalam ff ini seharusnya sih sudut pandang orang pertama.tapi kalau sudut pandang orang pertama seharusnya dia tidak mengetahui apa yang dilakukan jinki saat pingsan.
    coba deh…lebih diperbaiki lagi pasti lebih menarik 🙂

  8. Kenapa jin soo tbtb harus diamputasiii?
    Mwoyaaaa onho suka 22nyaaaaa
    Jin soo pilih siapa entarrr?
    Jinki baikkk tp minho aja deh kekekeke
    Minho kayak lebih care itu sm jinsoo
    Itu minho ngmg lewat mana coba?
    Jangan2 lewat speaker!!!!
    Omoooooo ayooo part 2!

  9. kenapa kakinya di amputasi? ada hubungannya sama mimisan kah ?? kira aku jin soo kena penyakit.. tapi malah kakinya di amputasi …
    kok naek bis dewekan ?? bukannya kakinya buntung ya ??
    ya terlalu terburu-buru nih kesannya ..

  10. aku bingung sama cerita y, yg jin soo pingsan n mimisan ngak d jelasin sakit apa2 n tau2 langsung d amputasi kaki y, trus penjelasan jinsoo naik bos kok ngak da tanda2 kalo dia abis d amputasi. . . .
    Bener2 bingung

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s