Chamkkamanyo..? – Part 1

Title                 : Chamkkamanyo …? (1/2)

Author                         : HanaKimchi aka Hana Eonni

Main Cast        : Choi Min Ho, Kim Hye So, Kim Hye Jin

Support Cast  : Appa-nya Hye So dan Hye Jin

Length                         : Two shot

Genre                          : Romance, Sad, Family

Rating                         : PG-15

Summary         : One man is loved by twins. But that’s man heart turn on Hye So and Hye Jin gives her love to her twin. Who will win finally?

A.N                 : Enjoy reading by yourself it’s better than anything. Broader your knowledge, wider your world and wilder your imagination (*ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ….)

 

Author POV

*One afternoon  ……

“Hye Jin-ah, …… towajo?” pinta Hye So pada Hye Jin manja.

“No, …… aaiiisssshhhh. Makanya, jadi yeoja yang feminin dong? Jangan kayak namja gitu?” jelas Hye Jin.

“Arasso, ……” sahut Hye So.

“Odiga?” tanya Hye Jin curiga.

“Deitu” jawab Hye So singkat sambil tersenyum sendiri.

“HEH? Deitu? Nuguhago?” tanya Hye Jin dengan terkaget-kaget.

“Min Ho oppa” jawab Hye So kemudian.

“M … Min Ho oppa?” sahut Hye Jin meyakinkan dirinya tak salah dengar.

“Ehm” angguk Hye So mantap.

Ya tuhan, …… apa itu tadi benar Min Ho oppa? Min Ho oppa mengajak Hye So kencan?

Flashback ……

Hye Jin POV

3 bulan sebelumnya ……

“Hye Jin-ah, ……” panggil Min Ho oppa yang tiba-tiba ada disebelahku.

“Mwo?” jawabku singkat.

“Kau tahu yeoja yang selalu lewat depan kampus kita yang pakai sepatu kets biru, rambutnya dikuncir dan bertopi itu?” tanyanya padaku.

“Oooo, …… yeoja tomboy itu. Ehm, …… aro” sahutku singkat lagi.

“Chongmallyo? Nugu?” tanyanya yang semakin menggebu.

“Katakan dulu ada apa? Baru aku kasih tahu” sahutku yang membalikkan pertanyaannya.

“Bisa kau kenalkan padanya kan?” pintanya kemudian.

“HEH? Gak salah dengar kan aku?” sahutku heran.

“Ani, …… “ jawabnya mantap.

“Hye So, saudara kembarku” jelasku dengan agak malas.

“MWO?? Chongmallyo. Kok gak mirip?” katanya sembari membandingkan kami.

“Kau? ….. ya sudah. Gak jadi kukenalkan” sahutku dengan sewot.

“Aaaaa …… mianhae” selanya memelas.

“Oke. Ntar pulang kuliah tunggu aku disini ya?” pintaku akhirnya.

“Ne, gomawo Hye Jin-ah” jawabnya sambil berdiri melambaikan tangannya dan masuk ke ruang kuliahnya.

Oppa, apa kau tahu kalo aku suka padamu? Bagaimana bisa kau memintaku mengenalkanmu pada Hye So, kembaranku?

Sebenarnya, Hye So memutuskan tidak kuliah karena ingin menghemat uang Appa. Umma kami sudah meninggal sejak kami masih kecil dan kami hanya tinggal dengan gaji Appa yang pas-pasan sebagai editor majalah lokal.

Hye So memilih bekerja paruh waktu di restoran cepat saji dan mengambil les piano sore harinya. Walaupun penampilan Hye So sangat tomboy, dia lebih manja dariku, lebih cengeng dariku dan sangat keras kepala.

Beberapa bulan terakhir ini, aku sangat menghawatirkan keadaannya. Sudah kelima kalinya dia pingsan dan mimisan tapi selalu menolak untuk dibawa kerumah sakit. Alasannya hanya tak kuat udara dingin dan kelelahan karena sering lembur.

Aku dan Appa sudah membicarakan hal ini saat Hye So tidak ada dirumah. Kami sepakat ingin memperjelas keadaannya ataukah apa yang terjadi dengannya saat ini.

Siang itu, hasil laboratorium Hye So keluar dan Dokter ingin menjelaskannya secara pribadi dengan Appa dan aku. Ah, …… mengapa harus secara pribadi segala sih? Aku sendiri agak keheranan.

Bagaikan petir di siang bolong, tiada hujan tiada angin, tak ada tanda satupun hal yang mencurigakan ternyata …… LIVER Hye So bengkak. Dan sudah terlalu fatal.

Appa dan aku memutuskan untuk menyembunyikan kebenaran ini dari Hye So. Kami ingin Hye So tahu bahwa terjadi sesuatu padanya, ingin Hye So menghabiskan sisa hidupnya seperti orang pada normalnya, yang tidak terbebani penyakit.

Selesai kuliah ……

“Hye So-ah, …… kau sudah sampai” sapaku pada Hye So.

“Ne, emangnya ada apa sih? Kok minta pulang barengan. Jalan kaki lagi?” tanya Hye So sewot.

“Annyeong” sapa seorang namja tiba-tiba.

“Eh, …… oppa. Kenalkan, ini Hye So” kataku kemudian.

“Min Ho-imnida” katanya sambil membungkukkan badan.

“Hye So-imnida, eonni-nya Hye Jin” jelas Hye So juga.

“Katanya kembaran? Kok eonni?” tanya Min Ho oppa sambil tersenyum.

“Iya, cuman tenggat 5 menit kok?” jelasku padanya.

“Ooooo, ……” angguk Min Ho oppa tanda mengerti.

“Oppa, kami pulang dulu ya?” pamitku padanya.

“Ne, annyeong” jawabnya singkat.

Flashback end ……

Ya, itulah awal perkenalan Hye So dengan Min Ho oppa. Aku tidak mengira kalo perkenalan itu berlanjut hingga ajakan kencan.

Tapi biarlah, membahagiakan Hye So adalah tugasku sekarang. Setidaknya sampai akhir hidupnya nanti. Tapi, …… aku harus mengutarakan sesuatu pada Min Ho oppa dulu.

“Yoboseyo”

“Oppa, odiga?” aku bertanya padanya.

“Kyojong-eso. Waeyo?”

“Kidariseyo. Aku kesana. Penting” kataku.

Sepuluh menit kemudian ……

Min Ho oppa sudah menungguku di tempat biasa, di kafetaria deretan kursi depan kasir.

“Hye Jin-ah. Mwohaseyo?” tanyanya padaku.

“Oppa, …… dengarkan aku dulu ya? Jangan kau potong sebelum aku selesai?” pintaku padanya.

“Mwo? Sepenting itukah? Arasso?” sahutnya.

Aku menceritakan detail tentang Hye So dan keadaannya, keinginannya dan apa yang jadi harapanku untuknya sekarang. Min Ho oppa tak pernah melepaskan tatapannya padaku, lekat-lekat dan akhirnya ……

“ANDWE! ……” teriaknya. Wajahnya memerah menahan amarah, rasa tidak percaya.

“Oppa, kumohon?” pintaku sekali lagi.

“Hye Jin-ah, …… kau tahu aku kan? Kencan nanti malam itu bukan main-main dan aku memang menyukainya” katanya.

“Bahagiakan Hye So, karena mungkin itu hal terakhir yang diinginkannya” pintaku lagi.

“Bagaimana bisa? Ketika aku menyukai seseorang, secepat itu pula dia akan terpisah dariku. Bagaimana bisa kau mengatakannya padaku tentang hal ini Hye Jin-ah?” tanyanya padaku.

“Aku menginginkan eonni-ku bahagia. Aku rela berkorban apapun untuknya, bahkan mengorbankan orang yang kucintai untuknya. Jika kau benar mencintainya, berjanjilah padaku” kataku sambil berlalu pergi.

“MWO?” teriaknya kini.

Aku masih bisa mendengar teriakkannya padaku, tapi aku harus tetap berjalan menjauh darinya. Karena jika aku berhenti, aku takut tidak bisa menahan air mataku kini yang rasanya ingin jatuh.

Oppa, tolong. Jaga eonni untukku, biarkan cintaku ini aku simpan dihati. Sebenarnya aku terlalu bodoh untuk mengungkapkannya padamu tentang perasaanku tadi.

Min Ho POV

Apa? Hye Jin menyukaiku? Bagaimana mungkin? Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai sahabat terbaikku. Hye Jin selalu ada saat aku butuh bantuan, butuh teman curhat, saat suntuk dia selalu berhasil membuatku tertawa?

Cinta? Sejauh itukah perasaan Hye Jin padaku? Padahal, …… aku menyukai saudaranya. Dan aku tahu, cinta tidak bisa dipaksakan. Tapi mengapa yeoja yang kucintai harus seperti ini? Ya tuhan, …… berikan aku kekuatan.

Malam harinya ……

Ting tong ting tong ……

“Oooo, …… oppa. Kau sudah datang, masuk yuk?” sapa Hye Jin.

“Tak usah, aku tunggu diluar aja?” jawabku sambil tersenyum.

“Sebentar kupanggilkan Hye So-ah. Hye So-ah, …… Min Ho oppa sudah menjemputmu” teriaknya kini.

“Ne, Chamkkamanyo” jawab Hye So dari dalam kamar.

Lalu ……

Wooooo, ……. yeoja ini cantik juga. Sama cantiknya seperti Hye Jin.

“Hye Jin-ah, …… aku tinggal dulu ya?” pamit Hye So kemudian.

“Ne, …… jangan malam-malam ya oppa?” pintanya padaku.

“Arasso Hye Jin-ah, annyeong” sahutku.

Hye Jin POV

Aahhhh, …… mereka pergi berkencan juga. Sudah hampir 2 bulan mereka berpacaran dan Appa-pun sudah tahu.

“Hye Jin-ah, kwaenchana?” tanya Appa yang memelukku sekarang.

“Heh? Kwaenchana Appa” jawabku kaget.

“Chongmallyo?” tanyanya memastikan lagi.

“Ne” sahutku mantap.

“Ku tahu kau berkorban demi Hye So-ah” kata apa yang membuatku kaget. Bagaimana Appa tahu?

“Appa?” selaku tidak yakin.

“Aku tidak sadar kalo yeoja disampingku ini sudah dewasa, bahkan melebihi umurnya” kata Appa sembari memelukku.

“Aku sayang Hye So-ah, aku tak tahu apa aku bisa tanpanya nanti” jelasku padanya.

“Appa juga Hye Jin-ah. Tapi, Tuhan punya rencana pada tiap makhluk-Nya. Kita hanya tinggal mengikuti garis yang sudah dibuatnya dan apapun itu, pasti yang terbaik” sekali lagi Appa menguatkanku.

“Ne, Appa” kataku yakin.

Ketika didalam kamarku, mendengarkan lagu ternyata membuatku tak bisa menahan airmata. Ya, …… mungkin lagu ini merupakan curahan hatiku untuk Hye So.

Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan makhluk-Nya, dan cobaan itu datang bukan sebagai kebencian tapi merupakan perhatian, bahwa kita masih disayangi-Nya.

Yang kubisa sekarang adalah membuat Hye So jadi kuat, setidaknya untuk diriku sendiri.

 

Last Gift (Majimak Sonmul)

By: SHINee

 

I hated opening my eyes honestly; I didn’t believe it
because this last good bye was so unfamiliar

 

I only heard my sudden sighs I’m scared and my heart is bound
how can I believe you, when you said goodbye without any notice?


I don’t know why I can’t move on, my feet won’t move from the spot
this day feels like a lie, a side of my chest hurts so much

 

The ring that I placed on your finger has coldly returned to my hand along with my heart.
The last gift is heartbreak

 

Are these only my memories? Meeting you it was like a scene from a movie
why won’t my thoughts leave me alone? Am I the only one in pain?


I don’t know why, I can’t move on, I feel like you will come back
maybe you are regretting it now? I still can’t leave from this spot

 

The ring that I placed on your finger has coldly returned to my hand along with my heart.
The last gift, since when did we go awry? From where did it go wrong?
My heart really won’t let you go, is this really the end? The thing called goodbye.

 

This is not easy for me, like my goodbye, my heart won’t follow my words
in order to forget you, I will make some harsh promises, so that I can endure

 

The ring that I placed on your finger has coldly returned to my hand Along with my heart.

The last gift is goodbye, since when did we go awry? From where did it go wrong?

My heart really won’t let you go, Is this really the end? You are my one last love

Sudah hampir jam 10, mengapa Hye So belum pulang.

“Appa tidur dulu saja, aku yang akan menunggu Hye So-ah pulang” pintaku pada Appa.

“Kwanchana?” tanya Appa kemudian.

“Ne, Appa. Annyeonghi jumuseyo” sahutku.

Nan haejoongae eopneundae, chorahan najiman

Oneul geudae wihae i norae booleoyo ……

Hp-ku berbunyi ……

“Yoboseyo” salamku.

“Hye Jin-ah …… “ kata sang penelefon.

“MWO? Arasso” jawabku cemas.

“Hye Jin-ah, waeyo?” tanya Appa.

“Ehm, …… Hye So pingsan, sekarang dirumah sakit” jelasku pada Appa.

“Kajja” sahut Appa yang langsung mengambil kunci mobil dan menyahut jaketnya.

Saat tiba di rumah sakit ……

“Keluarga Kim agassi?” tanya dokter.

“Ne, saya Appa-nya” sahut Appa kemudian.

“Mohon ikut saya ke ruangan, ada yang saya ingin bicarakan” pinta dokter itu.

“Ne”

Di dalam ruangan prakter dokter ……

“Tuan Kim. Maaf, kami sudah berusaha” kata dokter singkat.

“Saya tahu dok, terima kasih. Tapi, …… hal ini begitu mendadak bagi kami” jawab Appa pelan.

“Ternyata prediksi yang saya buat jauh dari perkiraan, bahkan sayapun tak bisa berbuat apa-apa” jelas dokter lagi.

“3 bulan ini, kami berusaha menutupi kesedihan kami. Tapi jika saat ini harus tiba sekarang, kurasa kami tidak bisa menahannya lagi, dok” sahut Appa yang masih gelisah.

“Kwaenchana Tuan Kim. Pada check-up terakhir 3 hari lalu, Hye So bertanya padaku apa yang dideritanya. Dia memohon, karena selama ini kalian tidak pernah berkata apa-apa padanya. Dia sudah menduga sebelumnya karena kalian tak mengatakan apapun padanya, bahkan terus berkata kalo dia baik-baik saja” kata dokter itu tak yakin

“Dokter?” sela Appa kaget.

“Chosonghamnida, Tuan Kim. Aku terpaksa memberitahukannya” kata dokter itu minta maaf.

“Animnida, Dokter. Bukan maksud kami menyembunyikannya tapi …… karena kami tak sanggup mengatakannya” jelas Appa.

“Baiklah, biarkan Hye So istirahat” pinta dokter kemudian.

“Ne, gamsahamnida” sahut Appa sambil mohon diri.

Di luar, dibalik pintu ternyata ……

Ya tuhan, benarkah yang kudengar tadi? Tidak, tidak mungkin datang secepat itu? Perpisahanku dengan Hye So.

Mukaku terasa panas, seakan oksigen yang kuhirup tidak memenuhi volume paru-paruku sekarang. Badanku terasa ditusuk ribuan jarum, ada yang ingin meledak dari dalam dadaku sekarang.

Tanpa tersadar, kututup mukaku dengan kedua tanganku, air mataku pun meleleh saat itu, tak tertahankan lagi. Padahal seharusnya, aku tetap bertahan, …… demi Hye So dan Appa.

Aku terisak sendirian ……

Tiba-tiba ada yang mengelus kepalaku pelan, kemudian menarikknya kedalam pelukannya. Ketika aku membuka tanganku dan meletakkan tanganku didadanya, itu Min Ho oppa.

“Oppa?” selaku pelan.

“Menangislah, tak usah ditahan lagi” katanya tanpa melepas pelukannya padaku.

Tak terasa beberapa menit lamanya diriku memeluknya dengan terisak. Tapi saat ini yang sebenarnya kurindukan. Pelukan Min Ho oppa, yang seharusnya untuk Hye So bukan untukku.

Ketika aku beringsut melepas pelukannya ……

“Hye Jin-ah. Jangan berlagak tegar didepanku. Kau tahu? Hatiku lebih tercabik-cabik darimu, tapi aku tak ingin Hye So melihatnya. Aku ingin dia tetap tenang dan merasa aman disampingku, walaupun aku sangat pedih” jelas Min Ho oppa padaku.

“Ne, oppa. Aku tahu kau sangat mencintainya. Gomawo” sahutku singkat.

“What for?” tanyanya kemudian.

“Untuk kebahagiaan Hye So-ah” jawabku ringan.

“Mianhandago” katanya padaku.

“What for?” tanyaku padanya.

“Untuk kekecewaanmu” sahutnya pelan

“Kwanchana oppa, jangan pikirkan aku. Anggap saja kalo kau tidak pernah mendengar perkataan itu dariku” jawabku meyakinkannya.

Hye Jin POV

Sudah hampir seminggu Hye So dirawat, tapi tidak ada perkembangan. Bahkan kemarin harus dipasang selang makanan karena perutnya tidak bisa menerima makanan seperti biasanya, selalu dimuntahkannya kembali. Selang oksigen pun tak pernah lepas darinya sejak pertama kali dirawat. Hal itulah yang membuat aku, Appa dan Min Ho oppa khawatir dan bergantian menjaganya.

Hari ini giliranku dan Min Ho oppa yang menemaninya.

“Oppa, bisakah kau belikan cemilan untukku sekarang?” pinta Hye So tiba tiba.

Aku yang sedari tadi terkonsentrasi membaca label obatnya terlonjak pelan. Bagaimana bisa saat sakit seperti ini Hye So meminta cemilan?

“Hye So-ah?” sahutku sambil mendongak padanya.

“Arasso, Chamkkamanyo” jawab Min Ho oppa sambil keluar kamar.

“Hye Jin-ah, bisa kau bantu aku duduk?” pintanya padaku kemudian.

“HEH? Ne, chonchoni?” jawabku.

Setelah berhasil duduk dan bersandar, tiba-tiba Hye So melepas masker oksigen-nya dan meraih tanganku pelan. Dia mengelus, memegangnya lalu menarikku dalam pelukannya.

“Gomawo” kata Hye So padaku.

“Mwo?” tanyaku kaget.

“Apakah kau akan tetap jadi dongsaengku yang penurut?” tanyanya kemudian.

“Ne, yongwonhi. Mwoya?” jawabku mantap.

“Kau telah banyak berkorban untukku, sekarang waktunya aku memberimu kebahagiaan Hye Jin-ah” jelasnya yang sekarnag membuatku heran.

“Ige mwoya?” tanyaku ragu.

“Bantu aku menjaga Min Ho oppa, hanya kau lah yang kupercaya” pintanya padaku.

“Hye So-ah?” tanyaku lagi.

“No, Min Ho oppa choasoyo? Kau menyembunyikannya dariku. Apa kau tahu, Min Ho oppa melamarku minggu lalu?” tanyanya yang berhasil membuatku malu dan kaget bersamaan.

“HEH? Chukkae” ucapku memberi selamat.

“Keundae, …… aku tak bisa terus bersamanya dan itu menjadi tugasmu sekarang” jelasnya pelan

“Mwo?” sahutku shock.

Krek ……

“Oppa?” kata Hye So ketika dia tahu siapa yang masuk ke kamar sekarang.

“Ne” jawab Min Ho Oppa yang langsung duduk disampingnya sekarang.

Uhuk uhuk ……

Tiba-tiba Hye So terbatuk, seketika itu …… darah segar mengalir dari mulutnya.

“Hye So-ah?” teriakku dan Min Ho oppa bersamaan. Oppa menghampirinya dengan sekotak tisu, lalu mengusap mulutnya pelan tapi tangannya dipegang Hye So dan dia menggelengkan kepalanya. Lalu memegang tangan Min Ho oppa dan menatapnya.

“Oppa, …… aku ingin menagih janjiku minggu lalu? Ottohke?” pintanya.

“Ne, akan kutepati. Hanya untukmu” jawab Min Ho oppa mantap.

Lalu Min Ho oppa mengambil sesuatu dari dalam tas punggungnya di atas sofa. Dia mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam lalu membukanya. Itu cincin, ……

Lalu Hye So menarik jari manisku pelan, kemudian mengambil cicin itu dan memberikannya pada Min Ho oppa.

“Pakaikan ini pada Hye Jin-ah, oppa. Hanya dia yang bisa kupercaya untuk menjagamu” kata Hye So.

“Mwoya ige?” tarikku dari pegangan Hye So.

“Hye Jin-ah, yaksokkage?” pintanya kemudian.

Ketika cincin tadi sudah masuk sempurna dijari manisku, sudah tak tertahan lagi rasa amarah, sedih, kaget bahkan benci yang kurasakan didiriku sendiri. Bagaimana bisa aku berjanji pada hal yang tidak mungkin kulakukan sepenuh hati? Bagaimana bisa Hye So tahu kalo aku menyukai Min Ho oppa dan menyuruhku menikah dengannya?

Yang kutahu bahwa cinta Min Ho oppa hanya untuk Hye So seorang. Sedangkan aku tahu bahwa ini adalah hal terakhir yang Hye So inginkan dariku.

Aku pun tak sadar bahwa aku telah berada ditaman rumah sakit, duduk dibangku sendiri dengan airmata yang sangat terasa sakit. Kutinggalkan Hye So dan Min Ho oppa sendirian, menikmati masa kebersamaan mereka.

Di dalam ruangan ……

Min Ho POV

Aku memeluknya dari belakang, tak kan kulepaskan momen seperti ini, disandarkan kepalanya didadaku. Walaupun aku tak bisa melihat wajahnya, tetapi kurasa nafasnya mulai menderu, air matanya jatuh perlahan.

“Oppa, aku kedinginan. Bisakah kau mendekapku lebih erat lagi?” pintanya padaku.

Seketika itu, aku bergeser ke sampingnya dan mulai memeluknya bahkan lebih erat lagi. Kepalanya mulai hilang didalam pelukanku, kutarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya sebatas bahu. Kedua tangannya mendekap punggungku, lalu dia mendongak pelan.

“Oppa, mianhae” katanya. Ada setetes air matanya yang jatuh.

Aku mengagguk pelan. Kudekatkan kepalaku padanya, kutatap wajahnya lekat-lekat. Ketika semakin dekat, dia mulai menutup matanya, pelan. Tak terasa, bibir kami mulai bertemu …… lalu kukecup. Hye So membuka matanya pelan dan matanya tersenyum padaku lalu menutup kembali. Tapi …… mengapa bibirnya terasa dingin, kecupannya, pelukannya dan nafasnya mulai mengendur pelan.

Jangan, jangan sekarang! ……………….

“Hye So-ah, mengapa kau lakukan ini padaku?” tanyaku padanya. Aku mengeratkan lagi pelukanku, hatiku terasa sakit, sangat sakit …… bagai tercabik belati dan disiram dengan air garam.

Perihnya tak tertahankan.

Beberapa saat kemudian, aku masih memeluknya. Aku tak ingin melepaskannya karena ini yang terakhir.

KREK ……

“Hye So-ah, …… Appa dat ……” itu suara Hye Jin dan tiba-tiba Kim ahjussi sudah berdiri dibelakangnya yang seketika menutup mulutnya yang ternganga lebar.

Sedangkan Hye Jin-ah tak sempat menyelesaikan kata-katanya dan hanya berdiri mematung, terkesima tajam akan pemandangan yang ada didepannya sekarang. Kim ahjussi yang sadar akan keadaan yang sebenarnya, menarik tangan Hye Jin-ah dan mendekap badannya lalu memeluknya erat.

Akhirnya …… pecah suara tangisan Hye Jin yang selama ini ditahan saat berada dihadapan Hye So.

Ya, …… Hye So telah meninggalkan kami sekarang.

* A week after ……

Hye Jin POV

Seminggu setelah pemakaman Hye So, Appa mulai membicarakan perkawinan antara aku dan Min Ho oppa. Setelah dengan perdebatan yang panjang dan berbagai alasan yang kubuat akhirnya bulan depan minggu kedua sebagai waktu pernikahan kami.

Romantic       

By SHINee

 

Yeah, my girl

I’m an idiot, your unforgettable love, the final tears, Are ripping away at my whole heart, It’s ripping away, (I’m Sorry) I’m so sorry

 

I thoughtlessly walk, wherever my heart takes me

It seems I am looking for, those that look similar to you; I’m still standing at the same place

It almost seems like you just tapped my sagging shoulders, and hid from my sight

Why are you not there? Can I not see you? Are my eyes looking too far?

I trusted that I could love again, still you stay

Bbranded in my heart unmoving, What do I do?

 

It can’t be you, I am so miserable

That I realized this now the pictures make it look like I am still your love

The heat of your body and your face, I can still feel it deep inside my heart

Still I have romantic in my heart, I want to go back.

 

So many days I had everything of you.

But why is it (baby why), that now (tell me why), that I can’t find you?

I’m so frightened that, in the places where our memories are deeply embedded

That I may (I know) see you there with the perfect man

 I trusted that I would meet a love like you again

The pain of you branded in my heart is death, what do I do?

 

It can’t be you, I am so miserable

That I realized this now, the pictures make it look like I am still your love

The heat of your body and your face, I can still feel it deep inside my heart

Still I have romantic in my heart, I want to go back.

 

I guess I’m exhausted, Left alone I wander,

Looking for the love, left in the empty space where you were.

I’m begging you to look at me, Look at the one so similar to you

This ordeal is too much for me

 

It so much worse than simply waiting, I became so similar to you that I copied even your habits

There is more of you inside me than myself; I wanna be, wanna be your man

 Let’s go back to the way things were, I want be reborn as a man that loves you

I won’t hurt you ever again, Can I go? I wanna be… I won’t let you, be your man

 

It can’t be you, I am so miserable

That I realized this now, the pictures make it look like I am still your love.

The heat of your body and your face, I can still feel it deep inside my heart.

Still I have romantic in my heart, I want to go back

 

It can’t be you, I am so miserable that I realized this now.

(Your unforgettable love,The final tears, Are ripping away at my chest Leaving only scars that will never heal, Leaving me as my miserable self I’m so distressed, what do I do?)

The heat of your body and your face, I can still feel it, deep inside my heart.

Still I have romantic in my heart I want to go back, what do I do now?

Ya, ……  lagu diatas bagaikan curahan hatiku sekarang. Berkata, berusaha bahkan memperlihatkannya ribuan kalipun, akankah bisa memalingkan oppa darinya padaku?

Saat ini, aku dan Min Ho oppa sedang fitting baju pengantin di salah satu butik kenalannya.

“Annyeong, …… Minho-ya. Ottohke chinesoyo?” sapa teman wanita oppa yang punya butik ini.

“Hwaaaa, …… neomu yeppuda. Setelah menikah, kau makin muda aja” kata oppa mengerlingkan matanya.

“Ah, …… jinja? She is the bride? Hwaaaa …… kwiyopta, tton kattnae?” katanya saat melihatku.

“Ehm …… twins” jawab oppa menoleh kearahku.

“Chongmallyo?” sahutnya heran.

“Ehm” angguk oppa kemudian.

Tak terasa, sudah hampir 2 jam kami mencoba berbagai model gaun dari yang panjang sampai yang pendek sepaha. Tapi Min Ho oppa tetap tidak merasa puas dan akhirnya aku mulai menyerah. Tiba-tiba ……

“Carilah yang berwarna biru laut, bisa kan?” pintanya padaku.

“Ne, oppa. Chamkkamanyo” jawabku ringan. Setelah lima menit aku berbenah, ……

“Oppa, ottohke?” tanyaku sambil berjalan kearahnya.

“Hwaaaa, …….. daebak Hye Jin-ah. Igo, neomu yeppuda” katanya sembari mengacungkan jempolnya.

“Igo? Oppa, tadi akan sudah kucoba” tanyaku heran.

“HEH? Chongmallyo?” katanya heran.

“Ne, …… “ sahutku sambil berlalu meninggalkannya. Seketika itu wajahku berubah kusut, aku ingin sekali marah padanya. Bagaimana bisa Min Ho oppa tidak tahu kalo baju itu sudah kupakai tadi? Berarti Min Ho oppa tidak memperhatikan bahkan berkonsentrasi saat aku mencoba semua gaun pengantin tadi.

Ketika tiba waktu makan siang, Min Ho oppa mengajakku ke sebuah restoran dekat kampus yang selama ini aku tak pernah tahu.

“Hye Jin-ah, kau mau pesan apa? Samgyupsal ottohke?” tanyanya padaku.

“Ne, kwaenchana” jawabku singkat.

“No, wae geurae?” tanyanya lagi.

“Animnida” sahutku singkat sembari terus menatap layar handphone-ku.

“Malhaebwa?” pintanya kemudian.

“Oppa wae geurae?” tanyaku dengan menatapnya tajam.

“HEH? Andwenunde?” jawabnya singkat

“Aaahhhhhh, pulssanghada. Chongmal ……” sahutku kesal.

“MWO?” tanyanya kaget.

“Oppa sama sekali tidak memperhatikanku waktu aku mencoba gaun tadi, lalu memintaku mencoba yang berwarna biru laut sedangkan baju itu sudah kupakai. Sedangkan sekarang oppa mengajakku makan siang, bertanya apa yang mau kumakan lalu memesan syamgyupsal dengan sendirinya tanpa tahu apa aku menyukainya atau tidak” jelasku dengan panjang.

“No, …… weniriseyo?” tanyanya lagi dengan heran.

“Arassoyo, oppa. Biru dan samgyupsal adalah kesukaan Hye So sedangkan 2 minggu lagi kita menikah. Sampai kapan oppa memandangku sebagai Hye So bukan Hye Jin. Mungkin lebih baik batalkan saja rencana pernikahan kita!” kataku sambil meraih tasku dan berlalu pergi meninggalkannya sendirian.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

80 thoughts on “Chamkkamanyo..? – Part 1”

  1. Aaaa sedihhhhh
    Minho pas dikasur itu vajwgueksbwkhso
    Dipeluk dari belakang:3:3:3
    Aihhhhh minho kasian tau hye jin nyaaaa
    Itu nyesek bgt loh
    Dia cuma inget kesukaan hye so
    Aihhhhhh gimana ini akhirnya?

  2. Yaelah .. Minho Minho .. mskpn kembar kn ttp beda .. ckckc. Ahh .. ad2 sja yeobo ku yg stu ini .. hehehe ..
    Lanjutannya jgn lama2 thor, nunggu bgt nihh .. penasaran Minho bkl nyetujuingk mslh pembatalan prnikhan nya sm Hyejin. wkwkw

    1. tunggu aja ya?
      aq dah ngirim part-nya lengkap
      ada yg “hot” ntar …. kekekeke
      BTW … thx for comment

    1. wah … emangnya segitu menyedihkan ya???
      mianhae …
      thax for comment …
      tunggu part selanjutnya ya??

  3. Omoo, kira2 minho bkal suka ga ya ama hye jin, soalnya nyesek bgt jd hye jin 😦
    ahh, ditunggu bgt lanjutannya lho
    hhe

    1. vivia …. penasaran ya??
      iya sih … hye jin kasian … tapi akhirnya ….
      ah, ………… tunggu part selanjutnya ya??
      lucu2 hot dech
      thx for comment …

      1. ya ampunn, aku bener bener nyesek lho baca yg part 2 nya, kalo aku jadi hye jin dah aku cerein dah tu minho.
        tapi akhirnya happy ending.. minho lgsg so sweet gmna gtuu..
        hhi
        aku cuma baca yg skip ver..itu aja dah hot hot gmna gtu,
        tapi sambil baca yg hot sambil miris juga..hahaha
        pgn baca yg full ver ni..
        oh iya, btw, salam kenal ya chinguu
        keren deh ff kamu chingu ^^

  4. ya ampun tuh org jgn di paksain napa !
    kasian hye jin ! mending gx sah sekalian ..
    minho .. perhatiin hye jin ..
    huaa geregetan !!
    di tunggu lanjutannya

  5. Unniii…
    FF.xa lanjootiiiinnn….
    passs baca lirik. smbil dengerin lagu2nya, jadi gimana gtu…….
    pokoknya ditunggu kelanjutannya ^^…

  6. minho, cepat sadar kau! kalo ga mau knp ga nolak aja pas hyeso minta, grrr
    hyejin sabar yaa,
    ayo lanjut :d

  7. kereeennnn ::DD.

    walau pun ceritanya sempet sedih, tapi aku sukaaa. kayaknya bakal keren nih part 2 nya ! >.<

    cepet lanjutannya di post yahhh.. gga sabar :DD

    1. wah … jangankan kamu …
      author aja mau kok ma Minho … kagak nolak …
      wait the next part … thx

    1. wah …. jangan dong …
      ntar malah gak jadi “lucu” ceritanya …
      tunggu part selanjutnya aja ya?
      gomawo …

  8. udh Minho oppa sma aku aja#plakkk XD
    Minho oppa kok jdi jahat gtu sih ??
    Egois ah ~
    Pkkny lanjut thor !
    Jgn lama2 ya !
    Figthing ! 😀

    1. wah …..
      ternyata banyak yg penasaran ya???
      thx …
      author akan berusaha tuk lebih baik …
      #PLAK!!! kumat.com …

    1. hehehe … author juga mau ngucapkan …
      Minho … FIGHTING!!!
      you can do it !!!
      #emang mau duel ya??
      …………….. thanks

    1. wah … susah ya??
      mianhae … sering2 update bahasa korea ya??
      biar lebih paham …
      BTW … thx

    1. iya ,,,
      aq sendiri juga gak tahu klo storyku ini jadi terlalu menyedihkan …
      thx for comment

  9. Huaaa… merinding bacanya unn…:( hadeh gk nyangka omongan may bner td.wkwk
    Mana smbil dnger backsoundny tmbah dalem aja.
    Bayangin minho oppa masi jaman2 RDD nih
    pas bca. Omooo soo cool 😀
    Tp byangin ceweny rada susah. jd ny malah kebayang kristal…#nooffence 😛
    Dtunggu lnjutanny…………

    1. hwahahaha …………
      bener khan?? ngikut terhanyut nih jadinya??
      jangan sampek krystall merusak imajinasiku yg terlanjur berkembang manis …. kekekeke
      woke …
      thx sdh mampir ya??

  10. Hwaaa~
    nangiss! nangiss! nangiss!
    Si Minho blom nglupain Hye So trnyata,,
    kasian kan si Hye Jin.
    Truss… knapa harus ada ROMANTICnya segalaaa??
    Hwaahaa… mukaku banjir air mata nih,,
    lagu ntu bner2 bikin ak meleleh…
    Lnjutny dtungguu…

    1. wah sedih ya emangnya??? mianhae …
      romantic-nya gambarin perasaan hyejin yg hrs mengorbankan cintanya bwt hyeso …
      trus hrs nikah demi janji itu …
      thx for comment …

  11. sedih ceritanya 😥

    kalo aq jadi hye jin, pasti sedih banget.

    nyesek rasanya cowok yg kita suka mw nikahi kita bukan krena cinta. tp cuma demi amanat hye so 😥

    huh, kalo aq jadi hye jin aq ga bakal baek2in Minho. aq bakal bersikap dingin dan biasa (seolah2 perasaanku biasa aja gitu) hehe

    *berdoa* semoga akhirnya Minho suka sama Hye Jin…

    oh ya author, mw nanya…kok minho sama hye jin ada ngomong “what for?” bukannya “for what?” yg bener? aq sering nonton fillm barat biasanya mereka bilang “for what?”, gitu.

    1. thx for comment …
      beda antara “What for?” sama “For what?” …. wah malah ngajari bahasa inggris nih jadinya …
      “What for?” itu bentuknya kalimat tanya …
      “For what?” tidak membutuhkan jawaban … tapi harus diteruskan dengan diikuti kalimat lengkap, contohnya:
      “Sorry. What for?”
      “For what I’ve done to you. Your pain and your tears”
      gimana …

    1. wah …. ada scene favorit ya??
      waktu minho meluk hye so dari belakang …
      #author juga mau ….kekeke
      thx

  12. sedih FFnya…..ya ampun sama2 kasihan ma hye jin n hye so.
    hye jin ud dpt minho,,,,,tp dynya msh inget hye so…..
    sediiiihhhh….

  13. bru dtang nich(bbrapa hri gak 0n) bnyak yg bru, ktinggalan dh T~T Wah Hye s0 ksian nsibmu ~mukaku kbanjira_plakk~ Hye jin sbar ya, tba nrima yg trjadi. N ngrtiin prasaan Minh0 yg msih ingt Hye s0, kupkir weddinnya bkalan gagal. Pk0nya next part d tnggu gmana weddingnya, pk0nya lanz0o0t.

  14. yaampun nagis nh baca ff ini
    sedih bgt hye jin banyak banget berkorbannya buat hyeo so
    minho kayanya udh cinta mati dh sama hye so

    1. cinta nya lambat laun tergantikan kok …
      hyeso kan udah meninggal
      baca part 2 nya yach …?
      thx

  15. Kasian Hye Jin tuh,, emang sih MInho pasti sedih tapi paling gak kan dia harusnya njaga perasaan Hye Jin,, 😦
    Tapi ya udahlah, sebagai reader yang baik #halah, saya mengikuti alur yang telah diciptakan author saja,, 😀
    .
    btw,, translate dari lirik last gift dapet darimana eonn #sok kenal lagi, :D#??

  16. Udah lama gak buka blog ff,tp pas baca ff ni langsung sedih.. T.T

    ksian Hye So punya penyakit dan harus pergi ninggalin Hye Jin dan Appa’a,Hye Jin jg ksian suka sm Minho dr dlu tp Minho malah suka sm Hye Jin,udah gtu pas Hye So gak ada malah gak merhatiin Hye Jin..Minho jahat ya? Tp gpp sih tanda’a setia,aku jg sbnr’a lbih suka sm Hye So,hehe

    ehm part 2’a udah ada ya,ywdh aku lanjut baca’a chingu..

  17. Yah, mmang sudah dr sono-nya minho egois, key aj menyadarinya. Tp q yakin d part selanjutnya mreka bnr2 menikah krn mencintai

      1. onnie,,,,

        q jg minta pw na dunk,,,,

        q email yuph,,,,
        low bsa cpet d blz na, soal na pnsaran nie ma lnjutan na,,,,

  18. FFnya keren,,,,,kasian hye so n hye jin,,,,tp yg lebih kasian hye jin deh danggap hye so sm minho,,,,,pasti g enak bgt,,,hmmmmm,,,penasaran,,,,lanjut ke part 2…..good job hana *benar g panggilan authornya*???hihiihihih

  19. HUHUHUHUHU………
    MENGHARUKAN BGT
    KCIAN HYE JIN Y, BEKORBAN SAMPAI SEGITUNYA,
    MINHO OPPA KCIAN TU HYE JIN Y,
    JGN BAKAL KAWIN,,,,,,,,,YAYAYAYAY

  20. Authorr… Part 2nya kn di protect nah passwordnya apa?? apa aq hrus loggin dl ato gmna?? Btw critanya bguss bgt,, n aq bru baca hehehe (slama ini sll bca yg key) oiyaa aq udh 18 author.. Bleh dong bca part2nya tp ga tw passnya apa (╥﹏╥)

  21. *reread* *recomment*
    heeeemmm kasian Hye Jin..
    aku jadi ikut sakit hati ;____;
    btw, kamu jago yaaa bahasa Korea-nya! aku sampe bingung. wkwkwkwk
    duh, somoga Hye Jin sama Minho ntar akhirnya happy ending deh walopun (kayaknya) Minho masih cinta banget sama Hye So.
    anyway, GREAT STORY!!

  22. sukses membuat air mata tumpah… hye jin pengorbananmu untuk hye so sungguh besar… sayang minho cm mengangap km hye so. T.T

  23. Awhawhawhawhawhawh
    what must a say? this FF is D-A-E-B-A-K.
    Minho Hyejin, tabah ya nak, semua orang pasti akan dipanggil oleh yang maha kuasa *sok bijak mode on
    huwaaaa, kalo aku jadi Hyejin aku udah bejek-bejek si abang Minong.. XP *Flames gak bakal rela kalo aku jadi istrinya Minho XD
    sayangnya hatiku sudah terisi oleh abang konci, awakakakaka~ *kabur dari amukan para Lockets
    lanjut yaaaa~ aku boleh minta password kah? ._.v
    boleh yaaa~ nanti aku kirim email ke kamu.. XD
    Keep writing, love ya~ :* *slap

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s