Passwords and Codes – Part 2

PASSWORDS AND CODES – part 2

Title               :           Passwords and Codes – part 2

Author           :           dhini91

Cast               :           Key SHINee, Minho SHINee, _____ (YOU)

Length           :           Sequel

Genre            :           Action(?), Friendship

Rating           :           PG-13

/*Ini karya ke-2 setelah Just Call Me Angel yang aku publish di SF3SI….mianhe kalau banyak kekurangan *bow* */

*

*

“Aku hanya membantumu sebatas ini, selebihnya aku tak mau tahu.” ujar Minho padaku yang sedang mencari denah jaringan keamanan bank yang akan menjadi korbanku selanjutnya.

“Ini!” seruku. Dia memperhatikan dengan seksama denah itu.

“Uhm… Ok, sebaiknya kau mulai dari sini, karena kuyakin yang bertanda silang itu adalah pusat keamanannya. Telusuri garis ini…..” dia menjelaskan dengan detail padaku .

“Sepertinya perhitungannya akan lebih cepat disini. Mungkin bisa hanya 5 detik, sampai kau akhirnya terdektesi.”

“5 detik?”

“Ya. Karena komponennya terlihat lebih rumit. Sepertinya kau harus lebih banyak mencoba dulu kali ini. Tidak bisa langsung berhasil.” ujarnya. OK! Itu tak masalah untukku.

“Sudah kan!? Jadi… jangan bertanya lagi padaku!”ujarnya, lalu beranjak. Aku menghela nafas. Harusnya ini mudah, tapi tanpa Minho, aku agak khawatir sekarang.

*

Masih mencoba terus dan terus. Keringatku bercucuran sekarang. Ini sudah tengah malam, dan aku tak juga mampu menemukan jalan untuk menerobos keamanan bank itu. Aku telah melakukan scanning beberapa kali, tapi aku tak menemukan celahnya. Minho! Aku benar-benar membutuhkanmu sekarang! Dan dia sekarang belum juga pulang dari tempat kerjanya, mungkin menghindari untuk terlibat denganku dulu.

Lagi-lagi aku hampir ketahuan, dan terpaksa memutuskan hubungannya dari notebook-ku secepatnya sebelum hitungan mundur mencapai angka satu. Sial! Sulit sekali!

Aku terus berlatih mempercepat tanganku untuk menginput berbagai kode yang dapat merusak sistemnya, tapi lagi-lagi aku kalah dengan kecepatan alarm yang akan berbunyi 5 detik kemudian setelah aku berhasil menyusup, seperti kata Minho. Lagi-lagi koneksi di notebook dan PC ku putus.

Aku menjauhkan diriku sejenak dari PC dan Notebook-ku. Merenggangkan jari-jariku yang hampir kaku karena kelelahan dan terkena dingin malam. Setidaknya sekarang aku akan istirahat sejenak.Aku  sudah melakukan creating backdoor, jadi tak sulit lagi untukku masuk lebih dalam. Tapi masalahnya adalah alarm itu!

*

Aku terbangun, kusadari sekarang kalau aku tetidur di sofa. Lampu ruang tamu masih menyala, berarti Minho belum kembali, biasanya dia yang membangunkanku lalu mematikan lampu.

Sudah jam 2 malam. Dia belum juga pulang. Kemana dia?

Aku memutuskan untuk melanjutkan misiku. Sekarang sepertinya aku sudah kembali tenang dan rileks.Konsentrasiku sudah kembali, ya…kali ini aku yakin aku akan berhasil.

Kuhirup nafas dalam-dalam dan kembali ke PC-ku, mulai kembali menyusup seperti tadi.

I did it…. ah, tapi lagi-lagi tanganku kalah oleh hitungan mundur itu. Padahal hanya selisih satu detik. Aku menarik nafas lagi, kembali memulai lagi.

Shit! Kenapa susah sekali??? Calm down, Ki Bum.You’re greatest great, so don’t worry.

I did it! Yahoo!!! HAHAHA….. kali ini aku tak bercanda, aku berhasil. OK, sekarang saatnya aku mencari salah satu no.rekening nasabah sebagai  korbanku, dollar will come today!

Aku tersenyum saat melihat rekeningku terisi oleh dollar yang jumlahnya tidak sedikit. $10.000. Ok, jangan terlalu banyak dulu, aku bisa dicurigai.

Tiba-tiba aku mendengar suara berisik di luar apartmentku. Ada sirine polisi. WHAT THE..???

Aku melongok lewat daun jendelaku. Sial! Mobil polisi terpakir di sana, banyak sekali. Sirinenya meraung-raung memekakkan telingaku, membuat kengerian muncul begitu saja di dalam diriku. Aku harus kabur!!!

“Choi Minho-ssi. Bisa tolong beritahu dimana partnermu, aku tahu kau tak bekerja sendiri.” ujar sebuah  suara yang tertangkap oleh telingaku.

Aku sekarang ada di atap, di dalam kamar mandi. Aku berkeringat dingin sekarang. Bagaimana kami bisa ketahuan? Padahal tadi aku berhasil 100 %. Apa bukan karena hal ini? Apa karena hal-hal yang dulu, saat kami membobol bank nasional?

“Aku bekerja sendiri , sir. Aku tak punya partner.” jawab Minho. BODOH!!!

“Aku meragukan itu. Kalau kulihat keadaan apartmenmu ini, aku yakin kau tidak tinggal sendiri.”

“Mungkin hanya barang-barangku yang terlalu banyak. Aku memang tinggal sendiri.”

“Baiklah kalau memang begitu. Sekarang kau sudah mengakui semuanya, jadi kau tahu apa yang akan terjadi padamu nanti. Sekarang ikut kami ke kantor.”

Kudengar langkah menjauh dari ruang tamu, menuju pintu. Lalu terdengar pintu yang tetutup keras. Aku lemas sekarang. Minho ditahan? Bagaimana denganku? Bukankah aku yang berulah, kenapa jadi Minho yang tertangkap???

**

“Ki Bum! Ki Bum! Aku tahu kau ada di sini.”

Sebuah suara membuatku terbangun. Kurasakan tubuhku tak enak sekali. Aku masih di atap yang gelap dan pengap. Aku tertidur di sini.

“Ki Bum!!!”

Itu suara ______. Aku menajamkan pendengaranku, dan kudengar hanya ada langkah-langkah satu orang di sana. Aku memutuskan untuk turun, dan aku terpeleset di bath-tub.

“Ki Bum!” _____ membuka pintu kamar mandi, menatapku yang sedang merintih kesakitan.

“Jelaskan padaku apa yang terjadi semalam!”

Aku terdiam saat melihat tatapan matanya yang tajam kepadaku.

“Jawab Ki Bum! Apa yang terjadi dengan Minho?”

“Bisa kau bantu aku untuk bangun dulu?”

“Aku tunggu kau di ruang tamu,” ujarnya beranjak tanpa memperdulikan keadaanku. Aku menghembuskan nafas kelelahanku.

*

“Kau bodoh!!!” ______ memukul keras kepalaku. “Sekarang sahabatmu sendiri menjadi korban atas kelakuanmu yang kekanakkan ini. Dan kau malah bersembunyi di atap??”

“BODOH!!!” ______ kembali memukul kepalaku. Aku hanya terdiam. Dia benar, aku memang bodoh. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Ya, sekarang aku menyesal.

“Serahkan dirimu! Aku antar kau ke kantor polisi.” dia menggapai tanganku, aku menariknya kasar.

“Aku tak akan pernah mau mengalah pada polisi.They’re just a shit.

“Jadi kau mau melihat Minho ditahan, sedangkan kau bebas berkeliaran seperti ini??? Itu tak adil, Ki Bum.”

Aku menghela nafas. “Aku akan membebaskan Minho. Tapi aku butuh bantuanmu.”

“What?? Sekarang kau malah menarikku menjadi partner-mu?”

“Demi Minho, yang kau bilang tak bersalah. Tak usah perdulikan diriku, yang penting Minho bisa keluar dari tahanan.”

“Aku perduli padamu juga karena….”

Aku menatapnya.

“Karena kau juga sahabatku. Sama seperti Minho. Aku tak mau melihat kalian di tempat yang tidak seharusnya.”

“Jadi maksudmu, aku memang pantas di penjara, sedangkan dia tidak?”

“Ya. Dalam masalah ini.”

Aku tertawa sedih. Aku baru menyadarinya sekarang. Dia menyukai Minho. Aku tahu dari semua kata-katanya yang keluar dari mulutnya, dia begitu menghkhawatirkan Minho, tapi tidak mengkhawatirkanku.

“I’ll save your boy. Tapi aku butuh bantuanmu.” ujarku sambil menepuk bahunya.

“……….?”

“Tenang saja _____. Dia akan selamat, dan setelah itu aku akan pergi dari sini.” ujarku sambil masuk ke kamarku.

“Apa maksudmu?” serunya.

“Kau sangat tahu maksudku.” sahutku.

**

Aku sekarang tinggal bersama _____, karena aku yakin apartmentku sekarang sedang di awasi.Aku tak pernah keluar apartment sedikitpun. _____ yang selalu menyiapkan semua yang kubutuhkan.

_____ kembali ke apartment setelah menemui Minho di salah satu rumah tahanan. Dia bilang rumah tahanan itu bukan layaknya penjara dengan tralis besi, tapi lebih kepada ruang isolasi yang terkunci dengan  kode-kode rahasia dipintunya. _____ dan Minho hanya dapat berbicara melalui sistem teleconference.

Aku tersenyum. Ini lebih mudah dari yang kuduga. Kukira kami akan kesulitan untuk mengambil kunci di salah satu polisi, tapi nyatanya hanya dengan berusaha mencuri kode pembukanya. Dan itu keahlianku.

Aku mulai menyalakan komputerku. Melakukan setiap langkah yang kutahu untuk membuka sistem pengamanan rumah tahanan itu. _____ terkesima saat jari-jariku dengan lincah menari di atas  keyboard.

“Jadi ini yang kau lakukan untuk mengumpulkan uang?”

Aku merespon dengan senyuman tipis.

“Kau benar-benar mengerikan, Ki Bum.”

Aku tak menggubris.

“Ini. Coba tolong jelaskan padaku, jalur mana yang aman untuk ku tembus.”

Dia menatapku tak mengerti.

“Aku tahu kau pintar dalam fisika, khususnya elektro.”

“Aku mahasiswi kedokteran. Kau tahu kan!?”

“Coba dulu!”Aku mendekatkan notebook-ku padanya.

Dia menatap denah  jaringan mesin itu dengan teliti. Lalu mulai menjelaskan apa yang dia tahu. Aku menatapnya tak percaya. Dia bahkan lebih cocok dengan Minho daripada denganku. Mereka searah, sedang aku bersimpangan.

**

Setelah berhasil mendapatkan kodenya, dan memanipulasi semua kamera pengawas, kami memutuskan untuk menuju rumah tahanan itu. Melalui jalan-jalan pintas yang sudah aku temukan.Kami mencuri beberapa seragam polisi, dengan memukul dua polisi yang melewati kami sampai pingsan. Dan ditambah dengan satu polisi lagi, seragam untuk Minho.

Aku membenarkan letak kacamata hitamku. Dan berjalan berdampingan dengan _____ menuju sel Minho. Tak ada yang mencurigai kami. Semua kamera pengawas bahkan tak akan menangkap sosok kami. Kami sudah memakai chip yang dapat mentransparansikan sosok kami di kamera.

Aku tersenyum lebar saat menemukan sel Minho. Aku memasukkan password yang sudah kutahu. Pintu terbuka begitu saja, dan _____ tercengang lalu berhamburan ke pelukan Minho. Aku menatap pemandangan itu tak suka.

“Ki Bum!” seru Minho.

Hi Bro! Sekarang kau pakai baju ini!” ujarku cepat.

“Tapi, kameranya….”

“Tenang saja, aku sudah membuat kau terlihat tidur di kamera itu. Hanya tidur, jadi mereka tak akan berpikir kalau sebenarnya kau tak ada di sini.”

“Bagaimana bisa?”

“Kau tahu kan, semakin hari ilmuku semakin bertambah, bukan berkurang.”

“Ah! Harusnya aku ingat itu. Sial!” Minho menepuk keningnya.

“Apa maksudmu?”

Minho menatapku dengan tatapan aneh. “Ki Bum, aku tahu kau akan ke sini. Tapi aku tak tahu kau bisa membuat rencana serapi ini.”

“What do you mean, Choi Minho?”

“Aku sengaja menarikmu ke sini, supaya kau mau menyerahkan diri juga sepertiku. Supaya kau sadar dari perbuatanmu. Aku rela dihukum berapa tahunpun daripada melihat sahabatku sendiri hancur karena ilmunya.”

Aku baru menyadari apa arti dari perkataannya. _____ pun tampak terkejut.

“Aku sudah melakukan ini semua untukmu, dan sekarang kau melakukan ini untukku???” ujarku tak terima.

“Ki Bum. Sudah saatnya kita mengakhiri ini.” ujar Minho lagi sambil memegangi bahuku.

“Apa yang merasuki dirimu Minho?”

“Aku sadar setelah nenekku menangis di hadapanku untuk menghentikan ini semua. Bahkan tanpa aku ceritakan darimana aku mendapatkan uang untuknya. Dia lebih tahu aku daripada orang tuaku sendiri. Dia menyadarkanku Ki Bum. Aku tak mau menyakitinya.”

Aku terdiam. Neneknya sudah kuanggap nenekku. Dia orang tua yang perhatian dan selalu membuatku nyaman.

“Dia berharap kau juga menyerahkan diri.”

“Sekarang bukan itu masalahnya. Aku mau kau pakai baju itu sekarang!” ujarku keras kepala.

“Ki Bum!”seru Minho.

“Cepatlah putuskan apa yang akan kalian lakukan! Sepertinya mereka mulai menyadari ada yang aneh di sini.” seru ______. “Sebaiknya kau pakai dulu baju itu Minho. Kita pikirkan apa yang harus kalian lakukan nanti.”

Minho akhirnya menurut, dia memakai seragam itu dengan cepat. Aku menariknya untuk menelusuri jalan aman untuk keluar dari rumah tahanan ini.

“Pakai ini Minho!” aku memberikannya chip seperti yang kami pakai. Minho menerimanya dengan ragu. Aku sekilas menatapnya. Aku tak percaya kalau sekarang dia berubah 180 derajat.

*

Aku berusaha membuka pintu untuk keluar dengan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Sepertinya terkunci dengan password lagi. Dan sepertinya ini pintu otomatis yang akan terkunci seketika saat ditutup. Ah, _____ tak memberitahuku hal ini. Atau mungkin dia memang tak tahu.

Minho berdiri di belakang dengan tatapan kosong. Sepertinya dia menyesal telah menuruti perintah ______ tadi. Dia masih berniat keras untuk membuatku tertahan di sini juga. Tidak akan! Aku tak akan kalah dengan polisi. Seperti aku tak akan pernah mau kalah dari ayahku yang seorang polisi. Polisi gila yang selalu memukuliku.

“Minho, bantu aku untuk memutuskan kabelnya!”

Minho tertegun.

“Ayolah Minho! Kita tak hanya berdua di sini. Ada _____ juga. Kau mau melihatnya ditangkap juga? Masalah menyerahkan diri, kita bicarakan nanti. Sekarang kita sudah terlanjur setengah jalan untuk kabur.”

Minho menatap _____ yang terlihat cemas. Dia akhirnya mengangguk. Apa dia juga menyukai _____? Ah! Persetan dengan hal itu sekarang. Yang penting aku bisa kabur sebelum dicurigai.

Minho naik ke atap, dimana mesin dan kabel penghubungnya  berada.

“Ki Bum kau bawa netbook-mu?” tanyanya dari atas.

“Ya. Kenapa?”

“Tak bisa langsung diputus begitu saja. Harus dimatikan dengan password.”

Akupun ikut naik ke atas. Lalu duduk di sisinya. Mengeluarkan netbook-ku dengan cepat, lalu mulai memainkan jariku.

“Sial! Kenapa password-nya berubah?”

“Ini kantor polisi Ki Bum. Semuanya tak terduga bagi kita. Kau harusnya ingat apa kata ayahmu.”

“YA! Jangan bawa-bawa dia sekarang!” sahutku gusar. Aku berusaha berkonsentrasi dengan apa yang kulakukan.

“Coba buka pintunya ______!” seruku.

“Tidak bisa Ki Bum. Berat sekali.” sahut _____.

“Minho, bantu dia! Aku akan melakukan covering tracks dulu.”

Minho turun dengan cepat. Sedangkan aku masih berusaha menghilangkan jejakku dengan mensterilkan program dan sistemnya. Terdengar erangan dari Minho dan _____. Padahal tadi pintunya tak berat seperti itu. Oh!Apa kami salah pintu???

“_____ apa ini pintu saat kita masuk tadi?” tanyaku.

“Bukan bodoh! Dari tadi aku sudah berteriak kalau kita salah jalan.” sahut ______.

Aku menepuk keningku.

“Sudah terbuka! Ayo cepat turun Ki Bum!” seru ______.

“Kalian duluan. Aku belum selesai men-cover semuanya.”

“Sebaiknya kau cepat Ki Bum. Kalau kau memang tak mau tertangkap.” seru Minho. Aku tersenyum saat mendengarnya. Ternyata Minho juga masih menginginkan kebebasan untukku.

“Keluarlah dulu! Ambil mobil, dan parkirlah di dekat sini. Sedikit lagi aku selesai.” ujarku lagi.

“Baiklah, tapi percepat Ki Bum!” sahut ______.

Aku mendengar mereka berdua berlari menjauh. Aku masih berkutat dengan netbook.

_________________triiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttt____________________

_______triiiiiitttttttt_____________triiiiiiiittttttttttt__________triiiitttttttttttttttt

OH DAMN!!! Alarm apa itu???

Aku semakin panik, dan memasukkan kode apa saja yang aku tahu untuk menghentikannya.

_____________________triiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttt______________________

“PENYUSUP TERDETEKSI”

Sial!Aku ketahuan. Otakku buntu. Bagaimana ini? Bagaimana?

Aku akhirnya memutuskan untuk mencabut begitu saja kabel  UTP dari mesin itu. Lalu melompat turun.

“JANGAN BERGERAK!!! KAU TELAH BERADA DALAM JARAK TEMBAK. LETAKKAN DI BAWAH APA YANG ADA DI TANGANMU!!!”

O-H –M-Y-G-O-D-!-!-!

***

TBC….

/*maaf ya kalo ada salah2 istilah…..masih tahap belajar *bow *

Dan juga…  kunjungi blog-ku di  dhini91 (WP) untuk membaca FF-ku yang lain…^^ */

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

37 thoughts on “Passwords and Codes – Part 2”

  1. ahhhh , kok bisa ketahuan ? kok bisa ? ahh, TIDAK BISA ITUUUUU T.T
    author jgn smpe di tangkap KEYnya , jangaaaaan ><"
    tapi lanjut deh , daebak 😉

  2. Kerenn ><"
    Key ketangkep ? *sesenggukan dikamar* kasiaan 😦 huaaaa….
    itu si mino jd berubah gt _"_

    authorr 😀 Lanjuttt !!

  3. Huaaaa!!!! Ituitu kibum gimanaaa
    Sumpah minho baik bgttttt
    Dia bilang gak punya partner
    Terus dia bilang dia pingin kibum nyerahin diri
    Minhoooo(Y)(Y)(Y)!!!
    Itu si cewe suka gak sih sama minho?
    Kasian juga key nya kalo cewenya suka sm minho
    Lanjuttt

    1. @tyneepinKEY :abis dianya bandel sih…haha…….thanks….
      @keytetem:iya ga tau tuh kenapa minho kaya gitu…… *digorok minho*
      @jongieloverss:tunggu di publish ya….^^
      @Shin Seul Byeol:haha…..kalau ngeliat dari wajah minho memang pantes untuk peran baik2 (?)

  4. aaah! keren-keren!
    aku suka FF ini..
    tegang ^o^
    ayo eon, lanjutannya jangan lama-lama OK!
    I’ll be waiting! yeah! *lompat2gaje*
    aku jadi bingung, sebenarnya ‘aku’ mau sama Key apa Minho.. heuft..
    Inginnya sih sama Key aja, tapi dianya harus tobat dulu.. 😀
    Ayolah Key, ikuti saran Minho.. *puppy eyes*

    1. @alfialonew and parkyonggeun :tunggu aja ya….^^
      @nysa:haha…thanks…^^
      @mafharanisa:thanks yup……ama dua-duanya aja….hahaha

  5. hahaha key bandel sih. jadi ketangkep deh nice ff, seru, menegangkan, keren. Daebak! lanjut part 3 nya jangan lama2 yaa author 🙂

  6. Andweeee!
    Suamiku key..key..key ga boleh ketangkep..thor..! Jangan sampe!! *sesek napas*

    Ayolah masa minho sama xxx itu ga mau nolongin minho? Ckck tmen macem apa mereka..

    Entah knp saya jadi ga suka minho disini..sok alim wkwk
    Kibum! Fighting!

  7. Andweeee!
    Suamiku key..key..key ga boleh ketangkep..thor..! Jangan sampe!! *sesek napas*

    Ayolah masa minho sama xxx itu ga mau nolongin key? Ckck tmen macem apa mereka..

    Entah knp saya jadi ga suka minho disini..sok alim wkwk
    Kibum! Fighting!

    1. @Nisa :iya memang…hahaha.tunggu aja ya….^^
      @onit ysw :thanks…^^
      @shinchaerin :wow mukanya minho memang alim…..haha

  8. Kyaa~
    Key?? kau trtangkap?
    Waduh mau kabur lwat mana nih?
    lnjutnya cpet y, thor?
    Ga sbar nih,
    si kunci ktangkep ato dslametin Minho,,
    hhe

  9. hyaaaa jangan !!!!!! key .. kasian key … yaampun… key … hoalah .. !!!
    key pinter .. nah loh nyeselkan .. ckckck ini ff bener2 seru .. bikin geregetan!! jdiin film ajah ya ..!!!
    ahahahh… pasti keynya mau .. wkwkkwkw *yaiyalah org perannya keren bgt!!*

    1. hedeuh…kalau dijadiin film harus lebih seru and canggih lagi ceritanya…..
      thanks…^^

  10. KEYYYYY !! yaaah , Keynya ketangkep deh -.-

    kasian Key yang terus merasakan kesakitan 😥 *lebay*
    Key cemburuuuu ! Kira-kira minho suk sama ___ gak ya ?

    Daebak thor! Ceritanya bagus ! lanjutannya jangan lama-lama ya thor ^^

  11. Huaaaaa T_T
    jangan sampe key ketangkep *gak rela*
    gmna tuh lnjutannya..
    Aisssh… Gregetan nih jdnya…
    Thor kelanjutannya yg baek2 aja ya untk key,, jgn ampe ktngkep.. *plaaaak*
    ^_^

  12. Oh! No! Kim Kibum. apa yang bakalan terjadi?
    oh iya, ada beberapa istilah komputer dan coding yang aku ga mengerti nih.hhe. sepertinya author anak jurusan IT yaa?
    terus, masukan dariku, sebaiknya nama tokoh cewenya itu diabuat siapa aja, jangan dikosongkan, karena jadi agak bingung pas bacanya ^^v
    oKEY, langsung cuss ke par berikutnya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s