Who Are You?

Who are you?

Author : Ririe 

Cast :

~Via (YOU)

~Choi Minho a.k.a Minho

Genre : Romance, Sad, Fantasy

Rating : PG 13

Support Cast : Tiffany

n/b : Mencoba membuat

***

Via Pov

Rasanya aneh melihat ada sebuah kotak besar di meja belajarku. Seperti sebuah kado lebih tepatnya. Tapi buat apa? Dan untuk siapa? Sekarangkan bukan hari ulang tahunku.

“Umma!!! Adakah yang mengirimi aku paket??” teriaku pada Umma yang sedang sibuk memasak di dapur.

“Tidak… memangnya ada apa?” jawabnya.

“Nothing…” ucapku pelan. Mungkin masih kedengaran sampai kebawah. Karena Ummaku tidak bertanya apa-apa lagi. Aku berdeham sebentar, rasa penasaranku berpusat pada kotak tersebut.

Apakah aku harus membukanya? Aku berpikir sejenak. Menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan.

Aku mencoba mengambil kotak tersebut. Membolak balikan kotak tersebut dengan pelan. Tida ada satupun tulisan yang menyatakan kotak ini untuk siapa. Bolehkah aku membukanya? Aku penasaran sekali.

Tanpa berpikir lagi. Aku langsung membuak kotak tersebut. Pita demi pita yang menghiasi kotak tersebut aku buka perlahan. Sesekali terseobek karena aku kesal pita itu tidak terlepas juga.

Aku mengerutkan keningku. Bagaimana bisa di abad modern seperti ini masih ada lampu antik seperti ini. Mirip lampu Alladin tapi sedikit berbeda dari warna dan segi fisiknya. Mengapa warnanya merah dan berkilauan? Aneh..

Mengingat filem Alladin, aku jadi ingin menggosoknya. Tapi kalau keluar yang aneh-aneh bagaimana? Kalau kecoa??

Tanpa sengaja aku melempar benda tersebut ke lantai. Membuat suara keras seperti piring kaca yang menghantam lantai.

Diriku tersengang dan takut melihat asap ungu yang keluar dari mutu lampu tersebut. Asap yang membentuk sosok laki-laki tinggi dengan mata besar dan rambut panjang yang membuatnya sangat manis.

“Ini dimana?” tanyanya polos sambil menatapku yang sedang ketakutan melihatnya.

“Rumah..ku” ucap dengan bibir bergetar.

“Apakah kau yang mengeluarkanku?” tanyanya padaku. Aku menarik nafas panjang untuk menjawabnya. Tapi nafas itu tidak di gunakan, aku hanya mengangguk pelan.

“Kalau begitu kita sekarang berteman..”sekarang ia mengulurkan tanganya padaku. Apa aku harus membalasnya juga?

“Via…” onnie ku masuk tanpa mengetok pintu. Melihat diriku yang meringkuk di kasur dengan wajah setengah ketakutan.

“Mengapa dengan dirimu?” tanyanya. “Apakah kau sedang berakting?”

Jangan-jangan onniku tidak bisa melihat sosok lelaki ini? Apakah ini bagus atau buruk? Rasanya ingin mati saja…

“Hm.. tidak, ada apa?” tanyaku mulai melepaskan ketakutanku dengan menganggap bahwa tidak ada dia dia depanku.

“Makan tuh… udah jadi,” aku menggigit sedikit ujung bibirku,

“Tiffany… ayo kesini bantu Umma..!!” terdengar suara Ummaku memanggil onnieku yang masih menatapku heran.

“Onnie duluan saja, aku mau beberes kamar dulu.”

“Hm.. ya udah, nanti makan yah.” Aku mengangguk sambil tersenyum berat melihat onnieku yang menutup kamar dengan pelan dan meninggalkanku dengan sesosok makhluk aneh yang keluar dari botol lampu.

***

“Apakah aku menganggumu?” sekarang ia bertanya padaku lagi.

“Hm.. tidak, hanya saja…” sekarang ia menatapku sambil menunjukan wajah meminta jawab dariku.

“Hanya saja… aku belum terbiasa dengan keadaanmu disini,” bagaimana aku bisa terbiasa!! Dengan orang yang muncul tiba-tiba…

“Aku memang mucul tiba-tiba karena kau memunculkanku.”ucapnya lagi.

“Aku tau, sekarang bagaimana?” tanyaku balik. Aku juga bingung harus berbuat apa?

“Kau boleh meminta beberapa pertanyaan padaku?”

“Mungkin untuk saat ini aku belum ada permintaan untuk aku minta,” sebenarnya aku ingin dia pergi dulu… aku masih dilanda ketakutan.

“Kalau itu maumu aku akan pergi meninggalkanmu untuk beberapa saat?”

“Maksudmu?” belum sempat aku menatapnya kembali. Ia sudah menghilang di saat yang sama, aku tidak mengerti dirinya..

****

Minho Pov

Meratapi nasibku saat ini. Aku bukan manusia seperti dulu, jadi aku memang sudah terbiasa melihat ekspresi seseorang yang melihatku muncul dengan tiba-tiba. Tapi mengapa harus denganorang itu?

Aku sangat merasa bersalah melihat dirinya yang ketakutan saat aku muncul. Sepertinya akan sulit menjalani kehidupan bersamanya. Dia juga kelihatan tidak menerimaku. Kalau begini lebih baik aku kembali kedalam lampu. Dan menunggu seseorang mendapatkanku kembali untuk muncul. Tapi sayangnya itu tidak mungkin. Selama perempuan itu tidak minta permintaan yang terlontar dari mulutnya sendiri aku tidak bisa pergi.

“Dimana dia?” terdengar ada yang memanggilku. Aku memang bisa membaca pikiranya dan mendengar hatinya. Sepertiya dia membutuhkanku.

“Dari mana saja kau?” ucapnya yang melihatku muncul tepat dihadapanya.

“Hm.. aku..”

“Aku minta maaf telah mengusirmu, untuk saat ini aku akan coba menerimamu,” potonya sambil tersenyum manis kearahku. Yah untuk saat ini memang senyum itu yang aku tunggu-tunggu.

“Kau sudah mandi?” tanyaku yang melihatnya sudah rapih dan memakai benda hitam dengan tali putuh untuk mengencangkan di kakinya.

“Ya, karena aku akan sekolah..” ucapnya sambil mengambil sebuah tas kecil.

“Bolehkah aku ikut denganmu?” rasanya formal bicara seperti ini.

“Tentu. Umma!! Via berangkat!!”

****

Via Pov

Untuk saat ini aku akan mencoba menerimanya. Dan itu berjalan mulus. Aku sangat nyaman berada di dekatnya. Dia yang selalu menggandeng tanganku lembut. Dan hanya aku yang bisa merasakan itu.

“Via, sedang apa?” ucapnya sambil medekat kearahku. Sepertinya wajahnya dan wajahku hanya berajarak kurang dari lima centi meter.

“Mengerjakan PR.”

“Yang ini isinya sekian…” ucapnya sambil memegangi tanganku unruk menulis jawaban yang benar.

“Bagaimana bisa?” aku membalikan wajahku kearahnya dengan sangat cepat. Sekarang aku sedang menatap lurus kematanya yang sengat jernih tersebut dan juga menatapku. Bayanganku tampak di mata tersebut. Rasanya wajahnya mulai mendekat kearahku…

Dan sesaat aku rasakan bibirku basah…

***

Minho Pov

Bodoh! Apa yang kulakukan?? Aku hanya seorang Genie, bukan seseorang di dekatnya. Dan lebih jelasnya bukan manusia… Mengapa aku bisa melakukan hal tersebut. Merengutciumanya. Ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana aku Genie yang tida pernah merasakan cinta berbuat seperti itu?

“Keluar..” terdengar pelan seperti ingin menangis terdengar dari bibirnya yang lembut.

“Ma….af.” ucapku,

“Keluar…” rasanya ia tidak akan menerimaku lagi,

“Bagaimana bisa? Kau mengucapkan maaf saat itu telah terjadi,” ucapnya lagi yang masih menunduk dan sepertinya ia benar-benar menangis.

“Maafkan aku,”

“Keluar!!!” bentaknya. Aku menarik nafas panjang dan berjalan pergi meninggalkanya yang masih menangis.

****

Via Pov

Bagaimana bisa ia meminta maaf atas semua yang ia lakukan. Menciumku dengan tiba-tiba. Merengut nya dariku. Ah…

“Via, boleh onnie masuk.” Terdengar suara lembut onnieku, membuatku cepat-cepat mengelap semua air mata yang keluar dari mataku.

“Ya..” ucapku dengan suara sedikit serak. Menyuruh onnieku masuk,

“Ada apa denganmu? Terdengar tadi sepertinya kau menagis?” aku menggeleng cepat sambil mencoba tersenyum.

“Jangan pura-pura kuat. Terlihat di matamu kau habis menangiskan,”

“Tidak.. tadi kelilipan,” ucapku mencoba mengubah topik. Tapi itu sangat sulit onnie ku selalu tau kalau aku berbohong atau tidak.

“Maukah kau bercerita kepadaku?”

***

“Hm..onnie baru tau kalau kau punya genie, hehehe”

“Onnie,, bukan waktunya untuk tertawa… ayo jawab pertanyaanku??”

“Ya ya ya.. menurut onnie, kau seharusnya tidak mengusirnya. Mungkin ia juga lepas control dan menciumu..” jawab Tiffany onnie,

“Jadi aku ini bodoh ya onn?”

“Yah bisa di bilang begitu,,,…”

“Ah onnie bukanya mendukungku…”

“Hahahaha… terserah, menurut onnie kamu salah mengusirnya.”

“Hm… coba nanti aku pikirkan.”

“Kalau begitu onnie mau tidur dulu yah… dadah saengku..” ucap onnieku sambil mencium keningku dan keluar pergi.

Rasanya lebih lega tidak menyimpan rahasia ini sendirian. Tapi? Aku belum pernah tau nama Genie ku itu… tapi mengapa ia tau namaku?

****

Minho Pov

Sudah malam… apakah dia sudah tidur?hm, biasanya jam segini aku dan dia bertengkar saat mau tidur. Karena ia tidak mau dilihat saat tidur. Tapi itu tidak mungkin sekarang, karena ia benar-benar mengusirku.

 

“Aku akan melihatnya sebentar.”  Gumamku,

Sampai di kamarnya. Ia sudah terbaring tidur dengan sangat manis. Mengapa ia melarangku untuk melihatnya saat tidur? Aku mendekatinya dan duduk pelan di atas tempat tidurnya.

Tampak di meja kecil dekat kasur ada sebuah kertas.

‘Siapasih namamu Genie?? Mengapa kau bisa tau namaku??’ aku tertawa pelan melihat isi kertas tersebut. Aku mengambil pulpen dan menuliskan jawaban disana.

Sekarang aku sedang melihatnya. Aku membaringkan badanku dan tidur di sebelahnya, kutaruh salah satu tanganku di bawah kepalanya sebagai pengganti bantalnya. Lalu menaruh sisa tanganku di kasur tepat dekat pinggangnya. Dan menyerongkan tubuhku kearahnya.

Kutatap wajahnya yang sedang lelap tertidur. Aku hanya bisa memangdangnya saat tertidur. Dan sebelum ia bangun. Aku harus meninggalkanya. Aku berdeham sebentar dan memejamkan mataku.

***

Lama waktu aku selalu melakukan hal ini setiap malam. Tidur sambil berbaring mengahadap dirinya yang juga lelap tertidur sampai…

“Sudah berapa lama hal ini terjadi…”

Akhir-akhir ini aku selalu lupa bangun, dan hampir selalu saja ketahuan… Tapi saat ini,

“Berapa lama??”

****

Via Pov

Aku terbangun tengah malam. Dan mendapati dia tengah tidur di sebelahku dengan posisi memeluk. Tanganya yang hampir saja masuk kedalam bajuku membuatku geli.

“Sudah berapalama hal ini terjadi??” ucapku yang melihat dirinya ikut terbangun juga.

“Berapa lama??” lanjutku lagi.

“Setiap malam…” ucapnya. Sekarang aku tidak merasa bersalah mengusirnya. Dia telah melakukan hal ini padaku?

“Bagaimana bisa? Kau genie!” ucapku lagi.

“Entahlah,” jawabnya pendek. Sepertinya ia sama sekali tidak di bebani rasa bersalah.

“Minho! Itu namamu kan?”

“Ya…”

“Kalau begitu, sebagai permintaanku yang pertama dan terakhir aku ingin kau pergi dari sini dan jangan pernah kembali dan memunculkan sosokmu lagi!”

“Kalau begitu yang kau mau. Aku akan menurutinya… walau aku sama sekali tidak mau meninggalkanmu,” ucapnya dan langsung menghilang pergi meninggalkanku dengan sekejap saja.

***

Prolog :

(8 bulan berlalu)

Aku selalu di luputi rasa bersalah dan kesedihan. Aku sangat bodoh! Aku malah mengusirnya kembali saat ia sudah berada disisiku. Bukanya aku tidak menyukainya melakukan hal tersebut. Aku refleks mengusirnya dalam kondisi seperti itu.

Padahal akhir-akhir ini aku selalu merasa nyaman itu karenanya. Dia yang selalu berada disisiku saat tidur membuatku selalu mimpi indah. Dan rasanya hangat bila ada aromanya disana.

Tapi itu tidak mungkin. Ia tidak akan kembali, tidak akan kembali dan menemaniku disini setiap malam.

Segala cara aku lakukan, aku terus menggosok lampunya dan berharap ia kembali. Tapi itu hanya jadi kegagalan yang menumpuk.

“Apakah aku ini perempuan terbodoh di dunia!!!!” teriaku dari balkon rumah yang menjurus kesebuah padang rumput yang sangat luas.

“Tidak! Kau tidak bodoh…” terdengar suara seorang lelaki dari bawah. Aku melihatnya yang tersenyum kearahku.

“Ayo sekolah, Via!!” ucapnya sambil melambai kearahku.

 

Terimakasih..

Sekarang kebahagiaanku tergantikan oleh dia…

Lelaki yang sama rupanya dengan Genieku.

Namanya yang sama membuatku merasa mereka memang orang yang sama,

Dia … dia lelaki yang bernama Choi Minho teman baru di kelasku,

Yang baru pindah baru pindah dari kota.

Dan menjadi tetanggaku

 

“Tunggu Genie!!!” teriaku padanya. Aku langsung mengambil langkah seribu dan turun kebawah.

Dia mengampiriku dan mengacak-ngacak rambutku.

“Jangan panggil aku Genie… aku Minho,, bukan Jin mu…” ucapnya sambil tertawa pelan. Dan aku pun tersenyum mendengar itu semua..

FIN

*Bagaimana Reader? Komentarmu sangat berharga!!*

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

31 thoughts on “Who Are You?”

  1. Kalo aku sih punya Genie kayak Minho gitu malah kesenengan banget kali ..
    gak bakal ak usir sumpah dehh .. ckckc ,,

  2. Kalo punya genie seganteng minho mah sayang diusir, mending dinikahin. hahaha /plaaakk

    nice ff thor! ^^

  3. Haha nama’x panggilan qw sehari2 Via..
    Haha lucu and seru crita..

  4. Daebak!!!
    Kalo aku punya genie minho, aku bakal bilang: ‘aku mau kamu jd manusia, trus bawa aku ke KUA.’ gyahaha! *dibantai flames*

  5. Authooor
    Ini mah daebak
    Semuaaaanyaaaa Ffnya daebak
    Fotonya jugaaa T_T sampe terharu bacanya
    Ternyata ada tetangga baru namanya minnho jugaa
    Aishhhh kece banget lagi tidur dipeluk
    Ga kebayang mimpi indah tiap malem
    Mana pas bangun tau taunya pertanyaannya udah dijawab semua ehehehe

  6. Hloh??
    kok yg akhir ada prolognya?
    Ak binguung =_=a
    Jgan2 gara2 d.usir Via Minho Jin diangkat jd Minho manusia ma Raja Jin,,
    #hhe ngasal!

  7. Aaaa~ bagus bagus ceritanya. Ngakak ngebayangin Minho jadi Jin! hahah lucu kali yaa Jin seganteng itu. Well, akhirnya happy ending juga. Daebak author 🙂

  8. hwoohohohohoh, awalnyaaq kira jin yg kluar bentuknya gendut.

    pas kebawah2 aku baca namanya Choi Minho,oallaaa..aku langsung syok 😀
    ternyata choi minho toh!

    gila…kalo aq sih gapapa didatengin Jin, asal itu choi Minho xixixixixix

    endingnya bagus juga. nemu pengganti choi Minho 😀

    btw thor kalo boleh saranin sih, author tambahin deskripsi gitu. deskripsi cast-nya

  9. mau ngeritik dulu ahhhh *ditampol author*.

    boleh kan ya author?? pliss… hehehhee,

    gini author, ceritanya ngalir banget kok.Jd bukan ceritanya mw saya kritik. cuma awal ceritanya agak ‘ujug-ujug’. author ngerti gak ? ujug ujug tuh maksudnya tiba2 lgsg begitu. tiba2 lgsg nyerocos. tiba2 aja, ibarat kata nggak ada perkenalan atau pendeskripsian agar pembaca lebih rinci soal tokoh.. dan karena bukan nge gantung, jadilah semakin ujug2.

    jd tau2 langsung cerita aja.makanya saya sempet bayangin jin-nya tuh jin gendut. karena biasanya bentuk jin gitu. Dan pas tahu namanya choi minho,baru aq tw lw jinnya itu jin namja yg ganteng 😀 #PLAK

    jd author harusnya deskripsiin sejakawal kalo jin yg keluar itu adalah sesosok namja yang bermata besar,tinggil…n bla.bla.bla *pokoke yg choi minhog gitu*

    itu aja sih thor saran-kritik saya ^_^

    but ceritanya seru kok. xD

  10. aku ketawa ketiwi wkt baca minho ngeliat via pake sepatu.wkwkw..
    pasti minho sayang bgt ama via..
    autho~or mau nanya…. itu prolog maksudnya narasi atau auhor’s pov gitu,ya?

  11. Romantis!!!!!!
    Huwaaaa Minho diusir muncul Choi Minho~ Lagian Via kenapa ngusir sih kan kesian ;~;
    Minhonya disini romantis bgttt ah….
    *langsung berharap nemu lampu di meja belajar*
    kkkkk~ *Thumbs up* ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s