He’s Gone

Title                 : His gone

Author             : Park Ha Ki a.k.a Nysa

Main Cast        : Song Yoora (imaginary cast)

Support Cast   : Kim Kibum SHINee, Choi Minho SHINee, Park Raena(imaginary cast).

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, Friendship, Life

Rating             : General

Summary         : Yoora dan Kibum selalu berlomba untuk jadi yang pertama. Mereka merupakan lawan tanding yang seimbang. Suatu ketika timbul benih-benih cinta dihati Yoora, tapi disaat yang bersamaan muncullah Raena yang mengaku sebagai yeojachingunya Kibum. Nah lho? Kibum pilih siapa?? Lalu, bagaimana dengan Minho yang ternyata selama ini menyimpan perasaan cinta kepada Yoora??

A.N                 : Annyeong, ini FF Oneshoot pertama yang aku buat. Ceritanya sih terinspirasi dari sebuah film yang pernah aku tonton. Tapi lupa nama filmnya. Selamat membaca dan jangan lupa dikomentarin. DON’T BE SILENT READER!!

HIS GONE

 

Author POV

 

            “ARRRGH…” Yoora mengacak rambutnya frustasi. Bagaimana tidak? batas pengiriman lomba photography tinggal 3 hari lagi. Sedangkan ia belum mendapatkan objek yang bagus untuk difoto. Sebenarnya sejak kemarin ia terus-terusan berkeliling sekolah setiap jam istirahat untuk mencari objek foto yang bagus. Tapi pada kenyataannya hasilnya NIHIL. “Hhhhhh….” Yoora menghela nafas panjang.

            “Kenapa? Belum dapat objek foto yang bagus ya?” Tanya seorang namja yang sedari tadi memperhatikan Yoora dengan seksama. Yoora menoleh sekilas.

            “Bukan urusanmu!” Jawab Yoora ketus.

            “Tentu saja urusanku. Kau kan Rival terberatku, kalau sampai kau tidak mengikuti lomba itu percuma saja aku ikut. Karena aku pasti akan menang” namja itu membanggakan dirinya.

            “Hoho, jadi kau mau bilang kalau kau belum tentu menang jika aku mengikuti lomba itu? Wah terima kasih Kibum, ternyata kau menganggapku sehebat itu” Tukas Yoora tak kalah bangga.

            “kalau begitu, tunjukkan padaku. Karena aku juga tidak akan kalah darimu” ujar Kibum seraya berlalu meninggalkan Yoora.

            Sepeninggalan Kibum, Yoora kembali termenung. Tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya. Lalu iapun mengambil kamera dari dalam tasnya dan pergi menuju aula klub tennis.

Sesampainya di aula klub tennis….

            “Annyeong….” Sapa Yoora ramah kepada hoobae-nya yang sedang bermain tennis.

            “Annyeong Yoora noona” jawab kedua hoobae-nya serempak.

            “Begini, aku ingin menjadikan kalian objek foto ku. Jadi, mohon kerjasamanya.” Pinta Yoora tanpa berbasa-basi. Lalu ia pun mulai mencari angle yang bagus untuk memotret. Beberapa kali Yoora memotret tetapi hasilnya kurang bagus. Hal ini dikarenakan objek yang dipotretnya terlihat kurang alami. Yah sepertinya sang hoobae yang menjadi objek pemotretan merasa kikuk.

            “YA! BISA TIDAK KALIAN BERMAIN SAJA SEPERTI BIASA?” Yoora berbicara dengan lantang.

            “Mian Yoora noona, tapi kami bingung kamera mana yang akan memotret kami” jawab hoobae yang berambut cepak.

            “tentu saja punyaku, apa kalian melihat ada orang lain selain aku?” Tanya Yoora sedikit kesal.

            “bagaimana dengan sunbae yang disitu?” Tunjuk hoobae yang mengenakan topi kearah belakang Yoora. Yoora pun mengarahkan matanya kearah yang ditunjukkan sang hoobae.

            “YA KIBUM! KAU MENGIKUTIKU?” tuduh Yoora kepada Kibum.

            “Ani! Aku hanya ingin memotret mereka!” sanggah Kibum seraya berjalan mendekati Yoora. Yoora yang tak terima karena Kibum ikut-ikutan mengambil objek foto yang sama dengannya pun mengomeli Kibum tanpa jeda. Akhirnya terjadilah adu mulut yang tidak bisa dihindarkan.

10 menit kemudian..

            “Sudah! Aku malas meladenimu” Yoora menyudahi omelannya yang berkepanjangan.

            “Nah lho? Kemana hoobae-hoobae tadi?” Yoora celingukan kesana-kemari mencari sosok 2 orang hoobae-nya yang menghilang.

            “Mereka sudah pergi” Kibum menjawab pertanyaan Yoora.

            “Haisssh… gara-gara kau!” Yoora mendengus kesal lalu pergi meninggalkan Kibum.

            Yoora berjalan dengan cepat tak tentu arah. Yang pasti ia sedang merasa kesal sekarang ini. Betapa tidak? objek foto yang sudah ia dapatkan hilang begitu saja karena kedatangan rival sejatinya. Sepanjang jalan Yoora masih terus mengumpat tiada henti, hingga suara seseorang menyapanya dan menghentikan omelannya.

            “Ah, Minho?” Yoora terkejut melihat sosok Minho sudah ada dihadapannya.

            “Yoora, aku punya tiket nonton! Nanti sore jam 15.00 kau bisa kan?” Tanya Minho tanpa basa-basi.

            “Ng? bukankah nanti sore Jonghyun dan Onew ada les tambahan? Memangnya kau sudah bilang sama mereka?”

            “andwae, mereka tidak ikut. Hanya kita berdua.”

            Yoora berfikir sesaat, sebenarnya dari awal ia sudah tahu maksud dari ajakan Minho. Pertanyaan nya tentang Jonghyun dan Onew hanya sekedar kamuflase. Ia tidak ingin Minho menyadari kalau ia sudah tahu tentang perasaan Minho kepadanya. Tapi bagaimanapun juga Yoora tidak punya alasan untuk menolak ajakan Minho, karena mereka sudah berteman semenjak SMP. Tetapi kalau Yoora menyanggupi ajakan Minho, ia takut Minho menjadi salah paham dengannya. Ya Tuhan.. kirimkan malaikat penolong untukku.. do’a Yoora dalam hati.

            “Annyeong Yoora~~’ sapa Kibum ramah seraya menepuk punggung Yoora. Yoora yang merasa aneh dengan sikap Kibum yang “tidak biasa” mencoba menyentuh punggungnya. Benar saja, ia menyentuh sesuatu dari punggungnya dan mencoba mengambil. Ternyata itu adalah sebuah kertas yang bertuliskan “Yoora Pabo”.

            “YA KIM KIBUM! APA YANG KAU LAKUKAN?” Yoora berteriak keras dan berlari mengejar Kibum. Sementara Kibum yang merasa aksinya ketahuan pun berlari mencoba menghindar dari amukan Yoora. Sedangkan Minho, hanya menatap kepergian Yoora dengan nanar.

            “Kena kau!” Yoora meraih tangan Kibum dan memukul bahu namja itu.

            “Ya! Apa yang kau lakukan? Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah menyelamatkanmu” omel Kibum yang tak terima bahunya dipikuli Yoora.

            “Menyelamatkanku?” Yoora mengulang perkataan Kibum.

            “Ne, aku tahu kau tidak mau diajak namja jangkung itu pergi kencan kan? Makanya aku sengaja menjahilimu agar kau bisa lepas darinya” jelas Kibum panjang lebar.

            “begitu ya, ternyata kau baik juga. Gomawo-yo Kibum ^^” ucap Yoora smabil tersenyum lebar.    “Sebagai ucapan terima kasih, aku akan memberitahumu tempat yang bagus untuk dijadikan objek foto” ucap Yoora kemudian. Lalu ia pun membisikkan sesuatu ketelinga Kibum. Dan Kibum pun mengangguk tanda mengerti.

            “baiklah, sampai jumpa besok. Aku pastikan akulah orang pertama yang bisa mendapatkan objek itu” ujar Yoora dengan bangga dan berlalu meninggalkan Kibum.

            “Tentu saja aku yang akan mendapatkannya”

            Esoknya, pagi-pagi sekali Yoora sudah bersiap-siap. Ia tak mau ketinggalan dari Kibum, oleh sebab itu ia berangkat pagi-pagi sekali menuju bukit dibelakang sekolahnya sebelum matahari terbit. Ia terkikik geli membayangkan wajah Kibum yang kesal karena kalah cepat darinya. Namun, sesampainya diatas bukit Yoora hanya dapat memasang wajah kecut. Betapa tidak, ternyata Kibum sudah sampai duluan darinya.

            “Ya! Kau curang! Kau datang sebelum jam 6” tuding Yoora kepada Kibum.

            “Eh? Bukankah sekarang baru jam setengah 6? Berarti kau juga bermaksud untuk berbuat curang kan? Hehehe” Kibum terkekeh geli menjawab tudingan Yoora.

            “Ah sudah, matahari terbit sebentar lagi. Lebih baik kita focus saja” ucap Yoora bermaksud menghentikan tawa Kibum. Lalu, 5 menit kemudian mereka hanya menunggu dalam diam. Tapi, sebelum matahari terbit ternyata hujan telah turun terlebih dahulu. Bergegas Yoora mengambil kameranya dan berlari menuju pohon besar terdekat untuk berteduh. Begitu pula dengan Kibum. Dengan sedikit berdesakan, mereka berdua berteduh dibawah pohon.

            “Hah, karena mengajakmu aku jadi kena sial” omel Yoora.

            “Mwo?? Bukannya kau itu yang dikutuk oleh dewa? Makanya selalu sial” balas Kibum asal. Setelah menunggu hampir satu jam hujan tak kunjung reda, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan melanjutkannya besok.

                Hari ini Yoora bersiap lebih awal. Ia tak mau kalah cepat dari Kibum. Oleh sebab itu ia berangkat pukul 03.00 pagi menuju bukit belakang sekolah. Sepanjang jalan Yoora hanya bersenandung riang. Dan sesampainya dibukit belakang sekolah, Yoora terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat sosok Kibum yang sedang duduk disebuah kursi sambil menikmati minuman hangat.

            “Ya Kibum! Jam berapa kau datang?” Tanya Yoora penasaran.

            “Hhehe, kaget ya?? Aku menginap” jawab Kibum enteng.

            “Mwo? Menginap? di bukit ini?” Tanya Yoora tak percaya.

            “Ne, kau bisa lihat sendiri kan persiapanku yang matang?” ucap Kibum kemudian. Yoora hanya berdecak kagum melihat barang-barang bawaan Kibum. Ada kursi lipat, meja kecil, jaket tebal, mantel, selimut bahkan beberapa bungkus makanan ringan juga ada lengkap dengan minumannya.

            “sampai kapan kau mau menjadi patung disitu?” pertanyaan Kibum membuyarkan lamunan Yoora. Lalu yeoja itu berjalan mengambil posisi tak jauh dari Kibum. Ia mengeluarkan sebuah kursi lipat yang sengaja ia bawa dari rumah. Kemudian ia duduk menghadap ketimur menunggu matahari terbit. Namun, baru satu jam menunggu rasa kantuk menyerang Yoora. Hingga iapun tertidur dengan pulas. Melihat Yoora sudah tertidur pulas, Kibum berjalan perlahan mendekati Yoora dan duduk tepat disamping Yoora. Kemudian ia meletakkan kepala Yoora dibahunya.

            Tepat pukul 06.00 matahari mulai muncul kepermukaan, sinarnya yang kuning keemasan menghangatkan bumi. Kibum terjaga dari tidurnya. Ia terkikik geli melihat Yoora masih tertidur dengan pulas. Lalu Kibum beranjak dan meraih kameranya bersiap hendak memotret matahari terbit. Sementara itu, selang beberapa menit kemudian Yoora pun tersadar dari mimpinya. Melihat rival sejatinya sudah siap menunggu matahahari terbit, Yoora yang tak mau kalah pun segera meraih kameranya dan berdiri disebelah kanan Kibum dan “KLIKK..” mereka berhasil memotret matahari terbit.

            Tiga hari kemudian, pengumuman pemenang lomba Photography diumumkan dan hasilnya diluar dugaan. Yoora dan Kibum sama-sama menjadi pemenang pertama. Karena hasil foto yang mereka kirimkan keperlombaan sama-sama bagus. Bedanya, Yoora mengambil objek secara portrait sedangkan Kibum mengambil objek secara landscape. Pihak panitia yang tidak memprediksikan hal ini pun sempat bingung. akhirnya jadilah Yoora dan Kibum berdiri dipanggung kehormatan berdampingan dan memegang sebuah thropy bersama.

            “Bagaimana ini? Tidak mungkin Thropy-nya dibagi dua” bisik Yoora lirih diatas panggung.

            “Setiap senin sampai rabu thropy ini dirumahku, lalu hari kamis sampai sabtu dirumahmu” Kibum memberikan solusi.

            “bagaimana dengan hari minggu?” Tanya Yoora kemudian.

            “hari minggu pagi sampai sore dirumahku dan hari minggu malam hingga pagi dirumahmu” jawab Kibum sambil mempertahankan senyumnya karena panitia dan beberapa siswa mengambil foto mereka sebagai pemenang.

            “Aku tidak mau, pagi sampai sore dirumahku. Malamnya baru dirumahmu” tawar Yoora seraya menarik thropy tersebut. Kibum yang tak terima dengan sikap Yoora pun balas menarik thropy itu. akhirnya terjadilah aksi tarik-menarik(?) thropy diatas panggung.

            Tiga bulan semenjak perlombaan photography itu hubungan Yoora dan Kibum sedikit membaik. Setidaknya mereka tak lagi menjadi rival, sebaliknya mereka malah menjadi partner hampir dalam segala hal. Bahkan kini, Kibum juga ikut masuk dalam anggota klub photograpy yang didirikan Yoora bersama 3 orang sahabatnya Minho, Onew dan Jonghyun.

Tak terasa, kini mereka sudah melewati ujian akhir dan besok adalah hari perayaan kelulusan. Itu berarti, kebersamaan mereka dimasa-masa SMA akan segera berakhir.

“Yoora!” panggil Kibum kepada Yoora yang sedang duduk termenung diperpustakaan. Yoora menoleh sekilas dan memberikan sebuah senyuman kepada Kibum. Lalu Kibum berjalan mendekati Yoora dan duduk disisi Yoora.

“Besok upacara kelulusan. Apa kau akan datang?” Tanya Kibum kemudian. Yoora memandang Kibum sesaat dan mengerutkan keningnya.

“tentu saja aku datang. Besok kan hari terakhir bertemu teman-teman dan guru” jawab Yoora.

“baiklah, kalau begitu setelah acara kelulusan selesai aku harap kau datang kekantin sekolah jam 15.00 dan dandan lah secantik mungkin karena ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan” ucap Kibum sambil tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya.

            “Annyeong Yoora. Sampai jumpa besok” ucap Kibum lagi dan berlalu dari hadapan Yoora. Sementara Yoora hanya menatap kepergian Kibum dengan kening yang berkerut.

Esoknya, setelah acara kelulusan selesai. Yoora segera berganti baju dan menuju kantin sekolah. Hari ini ia berusaha tampil secantik mungkin. Ia tak ingin mengecewakan Kibum. Karena bagaimanapun juga, Yoora yakin kalau ajakan Kibum itu bukanlah ajakan biasa. Bahkan dirumah Yoora sudah mempersiapkan diri kalau-kalau nanti Kibum akan menyatakan cintanya kepada Yoora. Sesekali Yoora tersenyum geli dengan fikirannya yang berlebihan.

Sesampainya didepan kantin, Kibum segera menghampiri Yoora dan menggandeng tangan yeoja itu. Yoora pun tampak tak keberatan atas perlakuan Kibum kepadanya.

“Yoora, kau cantik sekali hari ini” bisik Kibum tepat ditelinga Yoora. Sejujurnya Yoora merasa tersanjung dengan ucapan Kibum barusan. Namun ia masih tetap berusaha menjaga image-nya.

“berarti selama ini aku jelek ya?” jawab Yoora ketus.

“ani… maksudku hari ini lebih cantik dari biasanya” jawaban Kibum benar-benar membuat pipi Yoora memanas.

Sesampainya didalam kantin, Yoora tertegun melihat seisi kantin. Karena kantin sekolah kini telah disulap menjadi sebuah kafe kecil yang indah. Tampak hiasan kertas warna-warni dan balon didinding serta langit-langit kantin. Bahkan dimeja-meja tampak tersusun rapi berbagai jenis makanan dan minuman. Ditambah lagi suara indah dari biola yang mengalun indah diruangan itu.

“Kau tunggulah disini sebentar. Ada yang ingin aku tunjukkan” pinta Kibum kemudian. Yoora mengangguk tanda mengerti. Tak lama sepeninggalan Kibum, seorang yeoja menghampiri Yoora.

“Annyeong.. apa kau Yoora? “ Tanya yeoja itu kepada Yoora.

“Ne, nugu?” Yoora balik bertanya.

            “perkenalkan, aku Raena. Ternyata benar yang dibilang Kibum. Kau sangat cantik. Kibum sering menceritakan tentangmu kepadaku” tutur Yeoja itu. “oia, apakah hubunganmu dekat dengan Kibum?” Tanya raena penuh selidik.

            “ne, kami berteman cukup akrab” jawab Yoora singkat.

            “Hhh, sepertinya aku akan kehilangan uang seratus ribu won karena kehadiranmu” ucap Raena dengan tampang yang sedikit kesal.

            “maksudmu?” Tanya Yoora tak mengerti. Perlahan, Raena mendekatkan mulutnya ketelinga Yoora.

            “kau tahu? Aku dan Kibum taruhan. Kibum bilang ia akan membawamu kemari hari ini. Tapi aku tak percaya. Dan aku menjanjikannya uang seratus ribu won jika ia berhasil membawamu kemari. Dan sepertinya aku harus menyerahkan uangku kepadanya” bisik Raena dengan nada sedikit mengejek.

            “Kau? Apa maksudmu?” Yoora mulai kesal dengan arah pembicaraan Raena.

            “apa kau belum tahu? Aku ini yeojachingu-nya Kibum. Dan hari ini adalah hari ulangtahun Kibum. Kami merayakannya disini sekalian untuk merayakan acara perpisahan. Karena setelah ini aku dan Kibum akan ke Canada untuk kuliah disana.” jelas Raena panjang lebar. Mendengar penjelasan Raena, Yoora merasa hatinya ditusuk-tusuk oleh ribuan pisau yang tajam. Bagaimana mungkin Kibum tega melakukan ini kepadanya. Oke soal ia mempunyai yeojachingu dan akan kuliah di Canada bukan urusan Yoora. Tapi setidaknya, kenapa Kibum tega menjadikannya sebagai bahan taruhan. Bahkan kini Yoora merasa harga dirinya terinjak-injak dibawah kaki Kibum dan Raena.

            “Yoora!” panggil Kibum dari jauh. Lalu ia menghampiri Yoora dan Raena.

            “Oppa~~” panggil Raena manja seraya merangkul tangan Kibum. Kibum hanya tersenyum menanggapi sikap Raena yang manja.

            “kau sudah berkenalan dengan Raena?” Tanya Kibum kepada Yoora. Tapi bukannya menjawab, Yoora malah menampar Kibum. Hatinya sudah terlanjur sakit dengan penjelasan Raena barusan. Kibum yang tak tahu-menahu dengan apa yang terjadi tersulut emosinya dengan perlakuan Yoora kepadanya.

            “APA YANG KAU LAKUKAN?” Tanya Kibum lantang sehingga menarik perhatian seisi kantin. Kini semua mata memandang kearah mereka bertiga.

            “SUDAH PUASKAH KAU MENJADIKANKU SEBAGAI MAINANMU KIBUM? AKU BENCI PADAMU!!” Teriak Yoora tak kalah lantang. Lalu ia berbalik hendak pergi dari ruangan itu. ia benar-benar merasa ingin keluar dari ruangan itu sekarang juga. Namun sungguh sial nasibnya hari itu. ketika ia berbalik, tepat didepannya ada seorang pelayan yang sedang membawa kue tart. Alhasil merekapun bertabrakan dan jadilah baju Yoora berlumuran krim dari kue tart. Kini ia benar-benar merasa tidak punya muka lagi. Ia berharap agar bisa lenyap dari ruangan itu sekarang juga. Untunglah tiba-tiba sebuah tangan menariknya kedalam pelukan. Yoora yang kini berada dalam pelukan seseorang mulai menitikkan air matanya. Paling tidak, tidak ada orang yang melihatnya menangis saat itu.

            “ada apa?” suara berat orang yang memeluk Yoora menghentikan aktifitasnya menangis. Perlahan Yoora mendongakkan kepalanya untuk memastikan kalau yang menolongnya adalah Minho.

            “Bawa aku pergi dari sini” pinta Yoora memelas. Minho mengangguk tanda mengerti.

            “Kibum, sebaiknya jangan ganggu Yoora lagi” Pinta Minho kepada Kibum yang berdiri tepat dihadapannya. Kibum tak menjawab, ia mengeluarkan sebuah kotak dari balik jas yang dikenakannya. Ia membanting kotak itu dan menginjak-injak kotak tersebut dengan kasar lalu menarik tangan Raena dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.

            Sesampainya dirumah, Yoora mengurung dirinya dikamar. Ia tak mau makan dan minum. Tentu saja hal ini membuat orang tuanya khawatir. Bahkan ketika Minho datang menjenguk pun ia enggan menemui. Pada akhirnya, Minho menitipkan sebuah kotak yang sudah rusak kepada orang tua Yoora untuk diberikan kepada Yoora . Yoora yang sudah terlanjur sakit hati membuang kotak tersebut tanpa melihat isinya.

            Bebrapa hari kemudian, perasaan Yoora sudah sedikit tenang. Ia mulai mampu menerima perlakuan Kibum kepadanya. Yoora berjalan mendekati tong sampah tempat ia membuang kotak yang diberikan Minho, karena sebenarnya ia juga penasaran dengan isi kotak tersebut. Perlahan ia membuka kotak itu dan menemukan hampir 30 lembar fotonya yang diambil dari berbagai sudut. Yoora tersenyum sendiri melihat foto-foto itu. ternyata selama ini Kibum memotret tanpa sepengetahuannya. Hingga pada lembar terakhir, Yoora menemukan sepucuk surat dari Kibum yang ditujukan untuknya.

Annyeong Yoora.. ^^

Sebelumnya aku mau minta maaf karena selama ini selalu menyusahkanmu.

Tapi kalau aku boleh jujur sebenarnya aku sangat menyukaimu.

Entah mengapa ketika melihat ekspresi kesal dan marahmu itu aku merasa senang, dan semenjak beberapa bulan terkhir ini aku rasa aku mulai jatuh cinta kepadamu.

Oia, bersama surat ini aku menyertakan foto-foto mu yang aku ambil secara diam-diam. Maafkan aku karena selama ini menyimpannya, tapi karena sekarang aku akan pergi jauh aku serahkan foto ini kepadamu. Aku juga ingin minta maaf karena tidak memberitahumu tentang kepindahanku ke Canada. Tapi aku janji ketika liburan aku akan mengunjungimu. Aku harap ketika kita bertemu nanti kau sudah menyiapkan jawaban atas ungkapan cintaku ini, hehehe..^^

Tunggu aku yaa Yoora~~^^.

Saranghae….

 

-Kim Kibum-

 

            Yoora menghela nafas panjang. Dadanya kembali sesak. Ternyata Kibum juga memiliki perasaan yang sama kepada Yoora. Andai saja waktu itu ia mau bertanya dulu kepada Kibum, mungkin tidak begini jadinya. Tapi jika diingat-ingat lagi, Yoora jadi semakin bingung. kalau Kibum benar mencintainya, lalu bagaimana dengan Raena yang katanya adalah yeojachingu-nya Kibum? Yoora benar-benar merasa bingung dengan semua masalah yang dihadapinya. Ia kembali melirik surat dan foto-fota pemberian Kibum. Ia meraihnya dan meletakkan kembali kedalam kotaknya lalu membungkusnya dengan plastic dan meletakkannya digudang.

            “bagaimanapun juga, semuanya sudah terlambat. Kibum sudah membenciku dan semua surat beserta foto ini tak ada gunanya lagi” bisik Yoora lirih seraya menutup pintu gudang. Dan pada akhirnya kisah cinta Yoora berakhir sebelum dimulai.

End of Author POV

END

 

N.b: ceritanya aku akhiri sampai sini. Adakah yang mau lanjutannya? Kalau ada tar aku buatin lanjutannya yang mungkin berupa oneshoot juga. Tapi kalau gak ada yang mau, ya aku tetap buat juga. Hahaha…  Oke, makasih buat semua reader yang uda bersedia baca FF gaje aku. Semoga bagi yang membaca akan mendapat pahala dari Tuhan (?) hehe *bow*

Comment!! Comment!!

DON’T BE SILENT READER!!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

75 thoughts on “He’s Gone”

  1. Endingnya mengecewakan masa, ini tandanya mesti kudu dilanjutin..haha
    itu raena ngeselin bgt ya, liat ja ntar bkn dia hancur.. haha
    #garangbanget -,-

  2. Hyahaa…
    kerenn! kerenn! kerenn!
    tp kok ga djelasin mreka jdian ato ga?
    #pdhl dijudul dah jelas.
    Ayo dlanjutiinn!
    Lnjutin! lnjutin! lnjutin!
    tp lnjutanny mnguak*??* siapa Raena yg sbenernya y??
    +Raena djadiin ma Minho, Okey??
    #maaf bnyak prmintaan

  3. aku kira paling engga yoora sama minho, aduh, sayang banget
    yoora jgn nyerah gitu aja dong, gregetan jdnya
    ayo lanjut 😉

  4. Endingx ngegantung nih.
    Eh, raena tuh sapa yaa? Bneran yeojachingux kibum?
    Penasaran sm lanjutanx.
    Ayo lanjut lanjut ..
    Ditunggu lanjutanx 🙂
    -lanjutanx jngn lama2 yaa-

  5. huwaa…tu Raena Raena itu sapa sih????pengacau!-_-”
    minta sekuel.a!!!! 😀 ..
    pokoknya yoora harus jadi ama key*biar minho bisa sama aq*#abaikan
    inget yah thor!! awas ajj kalo gg ama key *ngancem pake golok**author: sapa elu??*
    yg pasti pada intinya aq minta sekuel.a dan harus happy ending..hahaha,,

  6. wiiiih penasaran tingkat akut haduh yoora sama key aja yach raena dibuang aja lah minho sabar yach!

  7. wiih penasaran banget ama ceritanya cepet ya thor yoora sama key aja raena di buang aja minho sabar orang sabar di sayang lee hyo ra

  8. @Minchan : gomawo uda baca. ntar malem???? dikirim aja belon. aku kan nunggu respon dari reader nya dulu. kalau ada yg mau cerita ini dilanjutkan. akan aku buat lanjutannya. makanya endingnya gantung. hehe

    @aiyu : hehe, endingnya ituuuuuuuuuu, gak seneng juga gak sedih (?) *author digorok reader

    @vivia: hehe, mengecewakan ya??? hehe, raena emang nyabelin disini

  9. @Loela : hehe, gomawo,, Raena ama minho??? akan difikirkan. ia, lanjutannya akan menguak siapa raena sebenarnya.

    @pororo : ne, gomawo… ^^

    @irfi : oke irvi, gomawo uda baca and komen. aku jadi inget ama irfi karena uda komen2 di ff aku. hehe

    @rindri ; oke rindri. gomawo uda baca and komen

  10. @amele: hehe, ditunggu aja lanjutannya.

    @ekha: hehe, ia.. gomawo ya uda baca n komen

    @yoora ; hehe, yg ini oneshoot. mungkin lanjutannya yg bakal jadi twoshoot.gomawo *bow

    @vany : hehe,jangan kaget dgn apa yg bakal terjadi ya. *senyum evil*

    @leehyora ; hmm, gomawoo

    @jongie : hehe, kita liat aja entar

  11. aigooo… jangan sampe kisah cinta yoora n key berakhir di tu gudang..
    btw siapa sih raena si pengganggu tuh? munculnya sebentar tapi merusak segalanya *ceileeh*
    okey thor, di tunggu lanjutannya,,,

  12. yaa, sad endinq, bikin after story atau apa-lah, tp yq happy endinq..
    *mohon2 am author

    raena onnie sapa sich..??
    Gara2 raena onnie, yoora onnie marah2 ndaa jelaz am key oppa
    –”
    *darting tingkat akut

  13. ksah yg lucu, critanya ringan tpi brkesan. Key kau r0mantis sekale~#guling_guling d kasur# kesal pas Key m0 nyatain prasaan ma Y0o0na eh dteng rhena ngrusak sgalanya. Key gk cba ngsih kjelasan, gmezzz. Pk0nya hrus ad lanz0o0tannya, bkalan ktemu lgi gak mreka #ngancem auth0r pke sapu# HWAITING !_!

  14. @parkyounggun : gomawo ^^

    @Kim ra tae: tidak.. tenang aja

    @Kim rye ah : kayak yg udah aku bilang diatas *nunjuk2 keatas* kelanjutannya baru dikasih tau sapa itu raena

    @michelle : ya, makanya jgn kayak gitu ya *apaan sih???*

    @ellajuli: akhirnya komen juga si ella. uda ditungguin komennya dari tadi kekeke *author gombal

    @amelia : begitukah?? gomawooo………..

  15. keren. lanjut dong jangan ngegantung… kalo blh usul mereka ktemu lg di future (?) haha sorry sotoy amat gw.

  16. Annyeong Chingu,aku readers baru…
    Bangapseumnida 🙂

    Aku sering nonton filmnya ini….
    Film China kan???

    Kasian Yoora,di tinggalkan Kibum ke Canada T.T

    Di lanjutin dong chingu….

  17. Aduhaduhaduh ini kenapa fin nya beginiiiii
    Jadi akhirnya gimanaaaa
    Aaaaa harus ada lanjutannya dooong
    Penasarann
    Minhonya gimana hayooo

  18. gomawo semuanya
    hehe, rupanya ada yang pernah liat film nya juga..
    maaf gak bisa balas satu-satu.
    aku jamak aja ya.
    berhubung banyak yang pengen lanjut, aku bakal buat lanjutannya.
    ditunggu aja yaa……*bow

  19. Mwoya???? nanggung nanggung… Lanjutkan… Ini sangat perlu dilanjutkan..
    Minho sama aku ajah.. Raena kejam..

  20. keren critax~
    bwt lnjutanx donk.. ceritax udah bagus begini, sayang klo endingx sedih..
    aku pengen Yoora sm key…
    plisss lnjut ya~ ku tungguin lho~ >,^

  21. @all ; iaaa makasih semuanyaaaaa
    aku uda buat lanjutannya kok, tapi masih proses.
    aku senang kalau kalian mau komen di ff aku.
    sekali lagi makasih uda baca and komen ^^
    LUV U ALL >>>>>>>>

    NB : author girang karena gak nyangka ni cerita lumayan lah yg komen. soalnya ff author yg laen komennya gak sebanyak ini *curcol

  22. Aaa…kayaknya pernah nonton nich..tapi lupa judulnya.
    ummm…sad ending y filmnya? Cowoknya meninggal ya? Aaahhh..lupa! Lupa! Lupa!

  23. -__-

    YAA, AUTHOR!

    Tega-teganya bikin ending seperti ini???

    *mulut maju lima senti*

    Aisssh, jinjja…

    Author harus btanggung jwb. Seenakx aja author nulis kata END dsaat masalahx belum kelar dan jelas -__-

    Ayo! Author hruz nuliz lanjutanx! Haruz bwat kibum jadi ma yoora! ><

    Raena thu ditendang aja ke laut jawa sono,thor!

    Ayo dipost lanjutanx author! Ya ya ya? *nyogok author pake beling*

    Pliz…hehe. Ntar aq bkinkan partai special bwat author dc lw mw lanjutin. XD

  24. Ah..chingu,buat lanjutannya dunk..aq penasaran ni…endingnya nggantung,aq pngn tau raena tu siapa…trus nasibnya key ma yoora gimana..?tp ni dah bagus koq..

  25. Awal.a pngen ktawa, akhir.a pngen nangis..

    Aku pling suka moment yg Key sma Yoora.a tarik2an tropi di pnggung -__- Byangin.a pngen ngakak.. Haha.. 😀

    End.a agak gntung, yak? -_-a Kalo Key emg suka sma Yoora, trus Raena itu siapa.a? Kabar.a Minho gmana? *bnyak tanya*

    Ayo! Sngat mndukung ada.a sequel! >0<

  26. Awal.a pngen ktawa, akhir.a pngen nangis..

    Aku pling suka moment yg Key sma Yoora.a tarik2an tropi di pnggung -__- Byangin.a pngen ngakak.. Haha.. 😀

    End.a agak gntung, yak? -_-a Kalo Key emg suka sma Yoora, trus Raena itu siapa.a? Kabar.a Minho gmana? *bnyak tanya*

    Ayo! Sngat mndukung ada.a sequel! >0<

  27. Annyeong…
    Chanz imnida.
    Aku reader baru

    N lgsng jtuh cinta dg ff ini.

    Ne, bkin sequel.y dunk.
    Pnasaran ma hub. kibum dg Yoora slnjt.y

    Gamsahe…^^

  28. kasian amat nasib yoora…
    coba aja dia tanya ma key, pasti udah jadian mereka….
    kenapa ke canada? pasti key dapat gebetan baru disana, bule lagi (siapa nolak)….
    hehehehehe….

    yaa lanjut aja, aku malas liat ending kayak gitu ….
    semoga nasib yoora gak seperti aku, menyedihkan ahahahahaha…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s