ellegirl3

She’s My (Ex)Wife – Part 29

She’s My Ex-Wife

Part 29

Author : Zika

Main Cast : Key, Hyeo So, Minho

Support Cast : SHINee, Super Junior

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

Credit Song : Train – Marry Me

“Oppa mau pulang kapan? Ini udah 3 minggu loh, kerjaan oppa gimana?”

“Nanti aja, aku masih mau nemenin kamu di sini.” Jawab Eunhyuk sambil menuangkan kopi ke cangkirnya. “Heeemm, I smell something fishy. Pasti bukan karena aku, karena si Lanny kan?” goda Hyeo So. “Hell, yes. Hahahah, no! yaaa setengah-setengah sih hahaha.”

I knew it, oppa!” keduanya terkekeh. “Jadi, hubungan kamu sama si Ho gimana?” Hyeo So mengerutkan alis. “Apaan sih oppa?! Jangan bilang oppa udah terkontaminasi sama mereka ya?! Dia cuma temen ku kok.”

“Hyeo, aku kenal kamu udah berapa tahun sih? Aku tahu kamu ada perasaan sama dia. Jujur deh, kenapa kamu gak mau ngaku atau setidaknya sedikit berharap dia juga suka kamu?” Eunhyuk beranjak dari kursi menuju sofa tempat Hyeo So duduk. “Berhenti berfikir pesimis. Tidak semua laki-laki di dunia ini malu atau tidak ingin menyukai gadis yang tidak sempurna, tidak cantik, tidak kaya, dan tidak luar biasa. Hyeo So ku cantik kok, baik, sukses, ramah, pintar, pekerja keras, kekurangannya hanya tidak bisa melihat. Then, apa masalahnya? Aku mau kok jadi cowok kamu kalau kita ketemu sebagai orang yang gak saling kenal.” Eunhyuk menepuk kepala Hyeo So pelan.

“Ini apa yang geter?” Tanya Eunhyuk sambil mencari sesuatu yang bergetar itu. “Hp ku hehehe, sebentar ya oppa. So speaking, who is this?”

“Ini aku, Ho. Apa malam ini kamu ada rencana Hyeo? Aku mau ngajak kamu diner bareng.”

“Ok, dimana?”

“Engh… apa Eunhyuk ada di sebelahmu? Kalau ada berikan ponselmu padanya.” Dengan bingung Hyeo So memberikan ponslenya pada Eunhyuk. “Oh? Yes… tonight? Maybe… oh, I know. Near right? Yes! Oh… ok ok. See ya!”

“Kenapa?” Hyeo So mengerutkan alisnya. “Dia minta tolong aku buat nganterin kamu ke café nya. Ayo kita siap-siap!” Eunhyuk menarik Hyeo So agar segera berdiri. “Mau ngapain? Emang dinner nya jam berapa?” Hyeo So menahan Eunhyuk. “2 jam lagi sih, but tonight will be the night that I will fall for you over again. Ok konyol, itu lagu lamanya Secondhand hahaha. Udah lah, kamu ikutin aja apa kata aku.” Eunhyuk tetap bersikeras menarik Hyeo So dan membawanya ke sebuah toko gaun. Dengan beberapa kali mencoba keduanya sudah mendapatkan gaun malam yang pas, lalu heels, dompet, dan selesai.

“Gak mau tau pokoknya aku gak mau bayar buat semuanya, ini namanya pemborosan!” protes Hyeo So. “Iya iya, aku yang tanggung. Kan aku cowok yang baik hati dan tidak sombong, eh udah mau sampai. Siap-siap, Hyeo.”

“Emang kenapa sih, pake harus pake dress gini segala? Aku biasanya makan malem sama Ho santai aja kok, oppa berlebihan nih kayaknya.” Ucap Hyeo So sambil memasang sepatunya. “Enggak! Udah ayo cepetan.”

“Aduh oppa pilih sepatunya gimana sih? Aku susah masangnya nih!” keluh Hyeo So masih berusaha memasang heels kanan nya. “Udah ayo cepetan, pasangnya di sana aja.” Tanpa banyak bicara lagi Eunhyuk menarik Hyeo So turun dari mobil dan segera masuk ke dalam restoran tersebut.

Forever can never be long enough for me
Feel like I’ve had long enough with you
Forget the world now we won’t let them see
But there’s one thing left to do

Now that the weight has lifted
Love has surely shifted my way
Marry Me
Today and every day
Marry Me
If I ever get the nerve to say
Hello in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Say you will
Mm-hmm

Together can never be close enough for me
Feel like I am close enough to you
You wear white and I’ll wear out the words I love
And you’re beautiful
Now that the wait is over
And love and has finally shown her my way
Marry me

Selebihnya pikiran Hyeo So melayang entah kemana. Bukan lagi pertanyaan siapa yang menyanyikan lagu ini, kenapa lagu lama ini bisa di nyanyikan di sini, kenapa harus lagu favorite nya, bukan lagi pertanyaan seperti itu yang mengiang di kepala Hyeo So. Tapi kini semua kenangan Hyeo So di tahun pertamanya tinggal di LA, membangun hidupnya dari nol bersama dengan pak Jung, hari-hari di mana Hyeo So melakukan perjuangan sekeras mungkin untuk melupakan orang-orang yang ia cintai, semuanya terputar lagi seolah Hyeo So sedang menyaksikan film documenter tentang dirinya dan beberapa perjuangan yang di lakukan.

Hyeo So mengerjap begitu seseorang menyentuh tangannya dan mengambil heels kanan nya yang masih ia jinjing. Orang yang Hyeo So yakini Ho itu memasangkan heelsnya dan mengakhiri lagunya lebih seperti meminta.

I know this is a cheesy style, but I try my best to sing this song. In fact, I can’t sing. Eunhyuk told me you would say yes if I purpose you this way, so please Hyeo say yes! Or at least say you will?

I… barely know you Ho.”

“Andwae!!!” seru Eunhyuk. “Oppa?! Oppa masih di sini?” Ho memegang kedua pundak Hyeo So. “Focus.” Hyeo menarik nafas dalam-dalam, kalau boleh jujur walaupun Hyeo So sudah berstatus ‘janda’ tapi ini pertama kalinya ia di lamar dengan cara yang ‘semestinya’. “What if I’m a widow?” cengkraman Ho di pundak Hyeo So agak melonggar.

Well, it’s hard to believe. But it’s ok. At least you’re still beautiful and look so virgin.” Hyeo So memukul pundak Ho kesal. “Ok, sorry! But I’m serious. I’ll still marry you even though you’re not virgin, or you’re a widow instead. You’re beautiful, nice, light-hearted, friendly, hard worker and lovely. I just want you to be my children’s mom and my life’s partners until our child see us dead. I mean until death do us part, ugh that’s lame.”

What’s the matter with you? It’s fine, and it’s sweet by the way. But i… we even not go on date!” Hyeo So sedikit mendorong Ho menjauh. “Should us?! Why it’s so important? Dating tidak selamanya menjamin sebuah pasangan bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan kan?” keduanya menghela nafas. “Just give me a time, to consider. Will you?” Ho berfikir sejenak. “Selama kita masih bisa makan siang bersama, ok. But please, make it fast.”

Kay, as soon as possible.”

Should we have our first kiss now?”

What? I’m going to kill you!”

&&&

Morning Mr.Choi!” Ho tersenyum. “So, how’s the purpose last night? Did you get rejected or accepted?” Ho diam sebentar pura-pura berfikir. “Not yet answered, kekeke. So from today I want to make her sure about her answer soon.” Jawab Ho sambil mengambil satu ikat bunga mawar merah.

Sure about her answer? About rejecting you?” ledek penjaga toko. “Are you kidding?! She will accept me instead! I know she loves me hahaha. Well, I gotta go. We’re going to have a lunch together as usual, see ya Donny!”

I hope she will say yes for you!”

Me either! Bye!” entah kenapa siang ini Ho merasa lebih bersemangat mengunjungi Hyeo So, mungkin karena semalam baru saja melamar? Entahlah, yang pasti sekarang Ho merasa senang sekaligus lega bisa menjemput calonnya sambil membawakan bunga mawar segar.

“Hey, Ho?”

“Hey, Deb! Is Hyeo coming today?” Tanya Ho sambil mengintip ke dalam toko. “I don’t know, just ask Lanny. I didn’t see her yet today, I came late.” Ho mengangguk lalu berjalan ke toko sebelah. “Lanny, did you see Hyeo.. I mean Mss. So?”

Actually I don’t know about this clearly, but this morning when I pass her house there’s a taxi. Mss.So, Eunhyuk, and her servant look very busy. They pack their luggage to the cab, looks like they would go for a very long time. I get a bit confused so I came closer to ask one of them. Mss.So just told me to take care of the shop, she said ‘I have to go, please take care of my shop. If you need something just contact me, I love ya! Tell Deb too okay?’ then they get in the cab.”

‘Apa aku harus merasakannya 2 kali? Di tinggalkan orang yang aku cintai?’

***

1 bulan kemudian

***

“Oh, hey. Are you looking for someone? ‘Cause I don’t think we know each other.”

Ah yes, please. I’m looking for Ho.”

“Ohhh, we hope you’re his up-coming-wife. I’m Nikel.” Ucap laki-laki tersebut. “Nice name. But what do you mean ‘we hope you’re his up-coming-wife’. And what’s we refer to?” ucap gadis yang kini melepas sepatunya. “Me and others, Ho closer friends. No, I mean he’s so freakin out when he knew that his wife-will-be is gone. Just the day after he purposing! She’s a fool if she reject Ho, but she totally airhead cause she running out from him!”

You don’t know her, right? So don’t judge someone that badly. Everybody has a reason to do something. So why you hope that I’m the girl?” Ucap gadis tersebut. “Ho said, if until today she really not showed up herself he will comeback to Korea and promise himself that he will never fall in love again. So i hope the girl is you.”

What? He’s nuts! I’ll talk to him, so where do I wait? In here?” Nikel berfikir sebentar. “Nah, you can wait in his room. He will be back in 5 minute.” Gadis tersebut tersenyum lalu menaiki tangga menuju kamar Ho, dan membuat Nikel sukses mengerutkan alis. “Do I tell her Ho’s room already? Whatever.” Ujar Nikel pada dirinya sendiri.

Gadis itu memasuki kamar ho dan mulai berkeliling di kamar rapih dan wangi milik sahabatnya Ho. Ia tidak menyangka ada laki-laki yang bisa serapih ini, kamarnya besar, banyak buku, dan beberapa peralatan foto atau syuting seperti tripod, lensa kamera, dolly track, dan buku seputar perfilman atau buku kuliah jurusan film tertata di atas meja.

What?! Who? … Hey! I don’t have any… stop pushing me! Yaish! You’re going to dead!” terdengar suara yang agak keras dari luar sebelum secara tiba-tiba pintu kamar menjeblak terbuka. “Hyeo?!” gadis itu menoleh dan tersenyum menyambut Ho, tapi senyum itu tidak berlangsung lama. Sesaat begitu ia menyadari sesuatu semuanya berbalik, seharusnya ia mengejutkan Ho bukannya justru balik terkejut. Semestinya ia senang bukannya justru menjadi kecewa bercampur sedih, semestinya ia bisa menerima semua apa adanya tapi ini semua hanya sulit di terima saat ini sebagaimana adanya.

Is it a drama or what?! Selama ini kamu pura-pura? Sialan!”

***

Seoul, South Korea.

“Teukie hyeong!!”

“Waaahh kalian sudah datang? Ayo ayo kita masuk!! Aaahh aku merindukan kalian, sangat sangat merindukan kalian. Sudah lama aku tidak di panggil Teukkie.” Leeteuk memeluk ke-12 adiknya dulu di Super Junior. “Kami juga hyeong, tdak menyangka kita bisa berkumpul lagi di hari pernikahanmu!” ucap Ryeowook riang. “Kalian masuk duluan ya, aku masih harus menyambut yang lain. Calon istri ku ada di sana, kekeke.” Mereka saling menyeringai lalu segera masuk ke dalam gedung yang di penuhi beberapa teman sang mempelai wanita, anggota keluarga keduanya, dan banyak sekali artis lama maupun baru yang datang. Leeteuk menahan tangan Eunhyuk yang berjalan paling akhir.

“Bagaimana? Kamu berhasil ketemu Hyeo So?” Tanya Leeteuk sedikit berbisik dengan nada agak khawatir. “Berhasil hyeong, tapi untuk beberapa alasan aku tidak bisa cerita. Dan aku kurang tahu Hyeo So akan datang ke sini atau tidak, waktu itu saat dia kembali untuk operasi dia bilang dia akan datang ke pernikahanmu hyeong.”

“Operasi?! Dia sempet ke Korea? Kenapa kamu gak bilang?” tuding Leeteuk. “Kan aku udah bilang ada beberapa alasan kenapa aku gak bisa cerita. Yang pasti waktu itu Hyeo So kembali ke Korea untuk operasi mata, aku berhasil dapet pendonor mata.” Baru saja Leeteuk akan kembali mengoceh, seseorang memanggil namanya.

“Ya Jinki-ah!” seru Leeteuk girang. “Waahh kalian juga datang bersama, jadi ini calon-calon kalian?” goda Leeteuk. “Kenalkan hyeong, ini tunangan ku namanya Nana. Itu pacar Taemin namanya Cho Hana.” Onew memperkenalkan pada kedua seniornya. “Kok tunanganku sama Key gak di kenalin sih?” perotes Jonghyun. “Siapa sih yang gak kenal sama tunangan kalian berdua?” sahut Eunhyuk. “Jadi, mana gadis yang hyeong ceritakan? Siapa namanya? Lanny ya?” goda Jonghyun. “Dia, harusnya datang. Mungkin di jalan?”

“Minho mana? Dia tidak datang?” Leeteuk baru sadar ada yang kurang. “Harusnya sih dia datang. Terakhir tadi aku menghubunginya, katanya Minho hyeong akan datang bersama calon istrinya? Tidak tahu lah, katanya kejutan.” Diam-diam Eunhyuk berdoa dalam hati agar dugaannya benar. “Calon istri? Wow! Jadi selama dia magang di LA dia dapet calon istri? Secepat itu kah?” sambung Onew kagum yang justru tidak tahu apa-apa. Belakangan ini Onew sibuk dengan karirnya dan sedikit kehilangan hubungan dengan para teman-temannya maupun adik-adiknya di SHINee.

“Hyeong!” seluruhnya, Leeteuk, Eunhyuk maupun member SHINee yang lain berserta para gadisnya menoleh. Seluruhnya membelalakan mata begitu mendapati sosok Minho berjalan dengan gagah, senyum yang masih sangat mempesona, mata khasnya, terlihat jelas dari caranya berpakaian bahwa kini Minho benar-benar sudah sukses. Tapi bukan itu yang membuat semuanya terbelalak, melainkan gadis yang di bilang calon istri Minho itu lah yang sangat mengejutkan. Begitu cantik, menawan, berwibawa, lembut, dan terlihat tenang dengan tubuh di balut gaun elegan berwarna biru senada dengan dasi dan kerah Minho.

“Itu calon istri Minho?” ujar Onew tidak percaya. “No way!”

“NUNA!!!” jeritan riang Taemin membuat semuanya jelas dan yakin bahwa gadis tersebut benar-benar Kim Hyeo So, gadis yang mereka kenal dekat dan terkenal sebagai istri –ralat – mantan istri Key. “She’s … my ex-wife?

~ ~ ~

“Pasti agak aneh ya?” Tanya Hyeo So sambil menuangkan teh ke dalam cangkir. “Ya sedikit, aku ngerasa aneh karena aku baru sadar kalau Shina merindukan sosok Hyeo So. Dan sebenernya aku juga agak kangen masa-masa itu, walaupun agak menyebalkan juga.” Keduanya terkekeh. “Gimana hubungan kalian?” Shina berfikir sejenak. “Bisa di bilang sangat baik, awalnya agak susah karena nama kamu masih terngiang di otaknya. Aku juga gak bisa maksa dia buat ngeluapain kamu, justru aku gak mau ada yang ngelupain kamu.”

“Hahah, oh ya?” Shina mengangguk yakin. “Hampir kayak film sebenernya kisah kita hahaha. Awal kamu pergi dia sering nyebut nama kamu pas tidur dan sering salah panggil. Kebiasaan yang kamu lakuin di rumah ini waktu itu bikin Key agak tertekan juga awalnya, seperti bersih-bersih, beli bahan makanan dan semua yang biasa kamu lakuin. Dia sering ngerasa kamu masih ada di rumah ini dan ngelakuin kegiatan itu.”

Sekarang Hyeo So benar-benar merasa bersalah, di saat seluruh orang yang ia sakiti tidak bisa melupakan dan merasa tersiksa ia justru dengan mudah membuka lembaran baru dan meninggalkan mereka di belakang. Awalnya berat juga bagi Hyeo So tapi sepertinya tidak impas.

“Kamu deket sama Hana, Nana eonnie, dan Sekyung eonnie?” Tanya Hyeo So lagi. “Heemm lumayan lah. Hana sama Taemin itu sangat sangat cocok, pasangan paling damai. Jinki oppa sama Nana eonnie? Huuuu~ Jinki oppa itu kalau lagi capek galak, Nana eon cuma bisa pasrah kalau dia lagi marah-marah. Jonghyun oppa sama Sekyung eon, gimana ya? Agak-agak too drama deh kayaknya hahaha, tahu sendiri lah Jjong oppa gimana? Tapi sejauh ini pasangan yang paling sering bertengkar ya aku sama Key, walaupun kayaknya pertengkaran antara kamu sama Key dulu lebih wow hahaha.” Keduanya berjalan bersama menuju ruang keluarga membawa minuman dan 2 piring apel yang sudah di potong.

“Kami pulang!” seru Nana di susul Hana dan Sekyung yang langsung di sambut Hyeo So juga Shina. “Lanny! Can you help me?” Tanya Hyeo So agak berteriak sambil menenteng belanjaan ke dapur. Selagi para laki-laki asik mengobrol dan bermain, para wanita sibuk di dapur menyiapkan makanan dan segala macamnya. “Sure, I’m done with the fish.”

“Please put this stuff on freezer.” Lanny mengangguk dan membawa satu kantong. “Jadi apa member SHINee masih tinggal di rumah ini?” Tanya Hyeo So lagi sambil mencuci sayuran. “Satu bulan pertama iya, tapi setelah itu mereka tidak tahan karena katanya masih terus teringat sosok Hyeo So. Key menjadikan rumah ini tempat untuk berkumpul saja, dan katanya ‘Suatu saat nanti, saat pada akhirnya aku bertemu Hyeo So. Aku akan memberikan rumah ini padanya, sebagai kenang-kenangan terakhir kami dan permohonan maaf ku karena tidak mengucapkan sampai jumpa.’ Yaaa Key jadi sedikit drama saat kau tinggal.”

“Hahaha, aku jadi merasa bersalah. Jadi Hana, bagaimana kamu sama Taemin bisa jadi seperti sekarang?” Hyeo So mengalihkan topic pembicaraan. “Shina eonnie yang mengenalkan Taemin padaku.” Jawab Hana sambil tersenyum. “Oh wow, Shina sekarang jadi biro perjodohan? Hahahha, dan gak ada yang cerita kalau Hana ini sama imutnya sama Taemin.” Hyeo So mencubit pipi Hana gemas. “Eonnie, aku kan sudah besar jangan memperlakukan aku seperti bayi.”

“Itu lah kenapa kita tidak membahas soal itu.” Sambung Nana sedikit meledek. “Hahaha, sepertinya akan menyenangkan kalau kita berlima bisa terus kumpul seperti ini.” Tambah Sekyung lalu mengelus kepala Hyeo So. “Kalau gitu kita bersepuluh bisa tinggal di sini kan kalau sudah menikah?”

“Yah! Kim Hyeo So, aku kira tinggal di LA berulang dari nol bisa membuat otak mu itu jadi sedikit lebih normal.” Shina menjitak Hyeo So. “Hah apa? Aku kan cuma kasih saran.” Elak Hyeo So tidak terima. “Saran tidak masuk akal, tapi bisa di terima.” Potong Nana di sambut juluran lidah dari Hyeo So pada Shina. “Hey, kita bukan remaja lagi. Berhenti bersikap seperti anak kecil ya.” Sekyung mengingatkan. Kalau di pikir-pikir perkelahian Hyeo So dan Minho di LA ada gunanya juga. Kalau Hyeo So tidak menurut dan datang ke Korea mungkin ia tidak akan bisa merasakan suasana kekeluargaan yang dulu menemani hidupnya.

Walaupun tetap ia tidak bisa menerima Minho yang berpura-pura jadi si tuan Ho yang seolah tidak saling mengenal apalagi dengan Eunhyuk. Menjadi sosok laki-laki idaman yang menerima gadis apa adanya, rasanya Hyeo So ingin sekali memukul Minho kalau ingat kejadiannya selama di LA. Andaikan itu bukan Minho pasti Hyeo So akan sangat tersanjung, tapi sayang ternyata laki-laki yang selama ini pangeran baginya ya memang sang pangeran pertamanya yang hingga saat ini tidak bisa di lupakan.

***

“So, how’s today?” Tanya Minho sambil memberikan secangkir coklat panas. “In guilty roads.” Jawab Hyeo So lesu. “Stop doing that, Ho!” Minho mengerutkan alisnya. “Doing what?”

“That thing! Touching my head, stop it!” ujar Hyeo So kesal. “Why? I know you love it when I’m doing that…-“ Hyeo So memotong kalimat Minho dengan tatapan matanya yang menyipit dan tajam. “I know I love that, so stop it! Aku makin merasa bersalah, apa pergi ke LA itu cara yang baik atau buruk.”

“Semuanya udah berlalu So.”

“Stop calling me So! You remind me of Key! In fact, you never call me So before. You always call me Hyeo.”

“Okay, sorry. Tapi kenapa setelah 5 tahun gak ketemu kita justru sering berantem sih? Dulu, selama 2 tahun kita pacaran kita gak pernah berantem kan?” Hyeo So merebahkan kepalanya di sandaran kursi taman. “Jadi istri Key itu membawa kebiasaan baru, dan kebiasaan itu adalah hal paling susah di rubah kan? Aku pernah berfikir, waktu aku tinggal di LA aku membuat teori sepihak kalau saat aku tinggal pergi Key akan bikin pesta dan balikan sama Shina dengan mudah. Kamu ngelupain aku dengan mudah bahkan tidak membaca surat terakhir yang agak berlebihan itu.”

“Siapa bilang? Kamu sadar kalau kamu ngingkarin janji lagi? Kamu bilang tidak akan melupakanku, tapi rajutan mu sendiri saja lupa.” Hyeo So menoleh takjub, ia baru sadar kalau rajutan pertama dan terakhirnya masih di simpan Minho. “Topi ini pemberian kamu kan? Aku bahkan masih simpan surat ini, dan sms terakhir kamu.” Entah harus menangis, tertawa atau marah, Hyeo So hanya terlalu terkesan dengan semua yang Minho lakukan padanya.

“Ternyata doa mu kembali pada dirimu sendiri kan? Aku mendapatkan gadis yang terbaik, yang sekarang sedang duduk di sampingku. Kalaupun kamu gak bisa lihat aku tetep akan bahagia nikah sama kamu. Walaupun ternyata aku jauh lebih senang pas tahu kalau kamu bisa lihat lagi, tapi setidaknya aku siap terima kamu gimanapun keadaannya. Aku sukses karena kamu, dari kamu, untuk kamu. Key bilang perjanjian itu bikin kamu kehilangan harta, jadi setidaknya aku lebih kaya dari kamu sekarang. Hahaha.”

“Gak lucu!”

“Sorry. Tapi aku udah buktiin kan kalau dari pertama ketemu kamu sampai sekarang perasaanku gak berubah sedikitpun?” Hyeo So mengangguk malu-malu. “Harusnya kamu gak pura-pura jadi tuan Ho yang gak aku kenal!” hardik Hyeo So masih tidak terima. “Aduh Hyeo So! Ibaratnya kimchi tanpa bumbu, mana enak! Kalau aku gak tampil sebagai si Ho yang tidak di kenal endingnya gak akan seru tahu! Aku tuh ngebayanginnya reaksi kamu lebih dramatis gitu, tiba-tiba pingsan pas ngeliat aku di depan kamu yang ternyata si laki-laki misterius.”

“Kayaknya kamu harus berhenti memproduksi drama deh, gak kebayang kalau kita nikah nanti kamu bakalan bikin hidup aku sedramatis apa. Ampuuunn deh.” Minho cengengesan. “Eh ya, aku belum ketemu sama appa. Besok kita ke sana ya?”

“Ok, sekalian minta izin buat nikahin kamu.”

“Apa?! Gak sekarang kali Ho!!”

***

TBC

P.S : Maaf ya kalau bahasa Inggris ku ngaco hwuehehehe, maklum namanya juga belajar. Ini sekalian latihan tuh waktu mau UN kekeke~

©2010 SF3SI, Zika

This post/FF has written by Zika, and has claim by Zika signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

112 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 29

  1. eonnie~~~~
    nanti endingnya Hyeo So sama Key ato Minho ??
    aku pusing mikirin ff ini sampe minum bodrex 3 tablet *plaaakk*
    pokoknya DAEBAAAAKKK eon !!
    Ditunggu ya eon~~~

  2. aaaaaa bener kaannn ternyata si Ho itu Minho !
    apalagi waktu dipanggil Mr.Choi, tambah yakin!
    ahaha *mian reader sok tau*
    DAEBAKK !!!
    suka banget ff ini dari part 1🙂

    Taemin diambil Hana T.T
    yaudah kalo gitu aku sama eunhyuk aja deh😀
    haha
    lanjut …..

  3. Tuh..
    Eonnie mah gitu deh..😦
    kok hyeoso balikan lg sm minho? Aku tuh ga suka minho loh *yakin?*
    maaf y zika eonnie..aku baru sempet komen di part ini. Tp yg penting komen kan? Aku tetep suka SMEW, kalo hyeo nya ama key! *ngancem*

    eumm, kalo bener katanya sampe part 30, berarti 1 part lg dong? Ato molor lg, nambah panjang? Ga papaa..aku tetep bacaaa….

  4. TBC ????????
    Yeay !!!! #joged.RDD
    Aku kira bakal tamat , coz dilihat dari bahasa & ceritanya yang mulai mengarah ke happy ending , aku kira ini last part ..
    Ternyata bukan???
    Asiiiik , di tunggu part selanjutnya ^^

  5. wah … story yang satu ini selalu bisa buat penasaran …
    plot bagus … dialog gak berbelit …
    idenya menarik …
    apa hye so bakalan happy ending ma minho ya??
    good job …

  6. inggrisx bnyag bgt.. aq ga ngrti artix apa.. jd aq skipp bgian inggris.. dugaanx bner bgt.. minho jd tuan ho.. smuax pny pzangan mzing2.. hehe..

    endingx dtnggu loh.❤

  7. Maaf ya un..dl jadi sider ff un.tp un,suer deh!aku suka banget ama ff un..abis waktu itu pg-15 skarang kan dah general..hye so nya ma key atau minho..bingung banget kekeke

  8. omo… hyeo so jadi ama minho ???
    aku gak setuju… gak setuju…
    lalu key’y gimana dong ???
    masa sama shina ???
    huwaa.. author, hyeo so ama key ajja eaa ??? *nampang muka melas
    #terserah author iya gak ??
    aigo… lanjut-lanjutt…

  9. Hahaha , b.inggrisnya banyak yg salah,kekeke*
    Tp gag pa2 lah,yg penting tetep bagus!!!kenapa si hyeoso gag sama key??padahal Q kepingin hyeoso ama key,trus minho ama shina,hehe^^
    Mudah-mudahan endingnya hyeoso ama key!!!*Amiiiiin. . .*

  10. Nah, aku udah berapa tahun nih gak komen?
    Wkwk~
    Maap yek eon.. kiss you ah pwuahahha
    Eh buset… niat banget belajar bahasa inggris nye =.=’
    INI INI YAAAA PART 30 AKU UDAH BACA DONG!!!!!
    HWUAHAHAHAHHAAHA~
    POKOKNYA BIKIN PROLOG GAK MAU TAHU!!!!!

  11. thor jangan tega tega dong..
    hyoe so harus sama key thor..
    jgn sampek ama minho..!!!
    jebal jebal jebal
    T-T
    unni udah bikin saya suka sama pasangan key-hyeo so bukan hyeo so-minho
    gara2 so ama minho saya ama temen2 sekelas jadi histeris kayak orang gila
    ayo jebal bikin hyeo so ama key!!!!!!!!
    jebal jebal jebal jebal jebal jebal

  12. sumpah , ni ff bisa bikin aku mati suri + kejang2 (?) ceritanya susah banget ditebak , tapi hyeo so sama key yaa , please (?) minho gak usah dianggep aja #plaaak . key sama hyeo so yaa thor u,u. btw aku readers lama yg baru komen .-.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s