{SKIP} Chamkkamanyo…? – Part 2 [END]

Title                 : Chamkkamanyo …? (2/2)

Author                         : HanaKimchi aka Hana Eonni

Main Cast        : Choi Min Ho, Kim Hye So, Kim Hye Jin

Support Cast  : Appa-nya Hye So dan Hye Jin

Length                         : Two shot

Genre                          : Romance, Sad, Family

Rating                         : NC-21

Summary         : One man is loved by twins. But that’s man heart turn on Hye So and Hye Jin gives her love to her twin. Who will win finally?

A.N                 : Enjoy reading by yourself it’s better than anything. Broader your knowledge, wider your world and wilder your imagination (*ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ….)

 Yang belum 17 MUNDUR! Gak parah sih, yang penting jangan di hayati yak/plak hohohoho.

***

Hye Jin POV

Dua minggu pun telah berlalu ……

Kini, aku telah berdiri didepan altar dengan Min Ho Oppa. Kami telah selesai mengucapkan janji pernikahan dan mulai besok kami akan hidup sebagai suami istri.

Saatnya kami berciuman, Min Ho oppa terasa aneh dan aku terasing darinya. Bibir kami hanya menempel dan tidak ada ciuman yang sewajarnya dilakukan seperti sepasang pengantin baru. Seakan akan aku adalah orang yang baru ditemuinya kemarin.

Appa menyuruhku untuk tinggal bersama Min Ho oppa di apartemennya karena Appa akan pindah ke kantor cabang baru di Busan. Aku dan Min Ho oppa tidak berhenti kuliah begitu saja, karena semester depan kami akan wisuda.

Selesai acara resepsi, aku segera membawa koperku yang penuh pakaian menuju apartemen oppa di daerah Gangnam. Dengan masih menggunakan gaun pengantin dan asesorisnya aku menyetir mobil oppa. Sedangkan oppa terbaring di kursi belakang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk berat.

Ketika aku sampai, aku segera membantu oppa berdiri dan memapahnya masuk. Ya ampun, …… bagaimana bisa oppa minum sebanyak itu tadi? Teman-temankupun tidak ada yang berani mencegahnya.

Kubaringkan dia disofa sebentar, lalu kutinggalkan untuk berganti pakaian karena badanku bau alkohol dan asap rokok karena pesta tadi. Setelah selesai, aku mencoba membantunya melepaskan sepatunya, jas dan bajunya yang aaakkkkhhhh …… bau alkohol parah!

Setelah selesai melepas kemejanya, kini tugasku masih ada yaitu melepas celana dan menggantinya lalu membaringkan tubuhnya di bed. Aaiiiissssssshhhh, …… mengapa ini jadi hal yang tersulit bagiku. Padahal, oppa telah jadi suamiku sekarang.

Aku mengambil piyama yang ada di almarinya, kemudian berusaha membuka celananya walaupun dengan menutup mataku. Dan ……

Aaaakkkkhhhh, …… akhirnya berhasil juga.

Lalu, bagaimana aku mengangkat tubuhnya yang lumayan tinggi besar itu?

‘HYE JIN-AH …… FIGHTING!’ teriakku pada diriku sendiri.

Aku meraih tangan kanan-nya menempatkannya di pundak kiriku dan tangan kiriku memegang pinggangnya. Aku mulai beringsut untuk berdiri memapahnya ke tempat tidur dan memposisikannya dengan nyaman.

Tiba-tiba, tangan oppa menarik leherku kearahnya dan seketika itu pula diriku yang dalam keadaan membungkuk jatuh tepat diatas tubuhnya. Aku berusaha bangun, melepaskan cengkeraman tangannya dan mencoba berdiri tetapi …… gagal total.

“Hye So-ah, …… bogoshipo” rangkul oppa sambil mulai mengalungkan kedua tangannya di leherku.

HEH? Hye So?

Mengapa oppa bisa memanggil nama Hye So? Padahal aku sekarang yang didepan matanya.

Kemudian, oppa mulai mengelus-elus punggungku sekarang. Matanya setengah terbuka walaupun aku tahu oppa belum sadar dari mabuknya.

Lalu, wajahnya mulai mendekat dan semakin dekat bahkan terlalu dekat dari biasanya. Pelan tapi pasti, bibirku mulai dikecupnya lembut bahkan tak ada perlawanan dariku sama sekali. Lama kelamaan, kecupannya mulai terasa dalam dan liar, dengan perlahan oppa mencium bibirku lagi dan akupun mulai membalas ciumannya yang awalnya biasa saja tapi terasa lain.

Aku mulai merasakan oppa memasukan lidahnya kerongga mulutku menelusuri setiap bagian didalamnya. Kami saling bermain lidah cukup lama hingga nafasku tersengal-sengal karena kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat. Tangan oppa mulai mmulai bergerak menuju ke pantatku, dirabanya dengan lembut dan dengan gemas diremasnya.

“Oppa-aa!” desahku di tengah-tengah ciuman kami. Hingga dapat kurasakan hela nafasnya lalu aku melepaskan ciumanku dan mulai mencoba beringsut melepaskan diri darinya.

Tapi gerakan oppa lebih cepat, dia menarik kedua tanganku dan melemparkan tubuhku diatas bed dan sekarang kami sudah berganti posisi tepatnya aku dibawah kendalinya.

“Hye Jin-ah, …… aku memang mabuk. Tapi aku sadar siapa didepanku sekarang” katanya kemudian.

“Neomu aphu?” pintaku sembari ingin melepaskan cengkeraman tangannya di kedua tanganku

“No, …… nae buiniya?” katanya pelan.

“Kurae?” jawabku masih dengan gemetar.

“Let me do my job as husband” sahutnya singkat.

Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti denganku atau bahkan jika memang harus jadi kenyataan.

Dengan cepat dan tanpa kuduga, tangan oppa sigap melucuti pakaianku bahkan menelanjangi dirinya sendiri. Malam ini …… akan terjadi sesuatu padaku …… bahkan sekarang memang sedang terjadi.

———- SKIP SKIP SKIP ———-

Hye Jin POV

Selesai sekarang.

Selesai dari siksaan yang kurasakan. Sakit dan perih bahkan tangisanku pun tak bisa menghentikkan nafsu oppa terhadapku. Memang aku istrinya yang tidak dicintainya, tapi setidaknya malam ini ingin sekali kurasakan dengan sepenuh hatiku. Bukan dalam keadaan mabuk atau bahkan tidak sadar seperti sekarang.

Saat aku menoleh pada oppa, tangannya masih memeluk tubuhku dan memang kami tidak berpakaian sehelaipun. Kami hanya berselimut tebal dan aku terdiam dan terpaku, tak bergerak sama sekali walaupun aku tetar terjaga.

Pagi telah tiba ……

Min Ho POV

Aakkkkhhhhh, kepalaku sakit sekali rasanya.

Saat aku bangun, aku kaget dengan keadaanku sendiri ketika aku membuka selimut. Tanpa sehelai pakaian pun. Jas dan semua pakaianku juga sudah tidak ada lagi dan ketika kulihat sekeliling, rapi. Apakah tadi malam telah terjadi sesuatu? Yang kuingat, Hye Jin memapahku pulang dan memindahkanku ke bed. Lalu, …… menciumnya dan memanggil namanya atau mungkin ……

Aaaiiiiissssshhhhhhhhhh, …… MOLLA!

Aku segera pergi mandi dan saat selesai berpakaian, aku mencium bau harum ……

Dengan segera aku menuju ruang makan dan disana aku menemukan meja makan tertata rapi dengan makanan yang sudah terhidang sempurna.

Deonjang jjigae, yukgaejang, samgyetang dan kimchi. Tak lupa nasi putih yang tiba tiba dibawa Hye Jin dari dapur.

“O …… oppa. Ireonasoyo?” tanya Hye Jin yang kulihat …… memakai kaus putih transparan dan hot pants hitam sepaha dan masih memakai celemek dibadannya.

Aku tidak bisa menahan tawaku melihatnya, karena badannya yang kecil terlihat hilang dimakan panjang celemek yang dipakainya.

“Oppa, wae geura? Wae usso?” tanyanya heran.

“Ani, darimana kau menemukan celemek itu?” tanyaku sambil mengambil duduk.

“Dari rak dapur sebelah lemari es. Terlalu besar kupakai” katanya.

“Anio, …… sekarang lepaskan dan kita sarapan” pintaku padanya.

“Ne” sahutnya sambil melepas celemeknya.

“Chalmokkaesumnida” kata kami bersamaan.

Aku terpaku dan terkonsentrasi pada sarapanku dan Hye Jin sepertinya sama pula. Tak ada percakapan yang sepertinya bisa mencairkan apa yang ada di kepalaku sekarang.

“Hye Jin-ah ……” panggilku padanya pelan.

“Ehm, waeyo?” sahutnya.

“Apa aku mabuk berat semalam?” tanyaku singkat.

“Ne, aku sampai kesulitan memapah tubuh besar oppa ke bed” jawabnya santai sambil meneruskan makannya.

“HEH? Mianhae?” kataku minta maaf.

“Kwaenchana. Keundae ……” sahutnya.

“Mwo?” kataku heran.

“Apa oppa kangen dengan Hye So?” tanyanya yang membuatku kaget.

“HEH!”
”Oppa sempat menggumam tentangnya semalam” jelasnya kemudian.

“Ehm, ……” selaku ragu.

“Algessoyo oppa. Aku hanya ingin menepati janjiku pada Hye So, oppa tak perlu merasa bersalah pada apa yang oppa lakukan padaku semalam” jelasnya lagi yang membuatku hampir tersedak oleh makananku sendiri.

“Mwo hesoyo, oje pame?” tanyaku heran.

“Things that you do as a husband, itu yang oppa katakan semalam” katanya sambil menuju dapur dan kembali dengan cangkir besar ditangannya. Lalu Hye Jin menyerahkannya padaku dan berkata ……

“Ini kesukaan oppa, teh ginseng hangat dengan cengkeh didalamnya”

“Bagaimana kau tahu?” tanyaku heran.

“Aku yang lebih dulu kenal denganmu oppa, jadi aku tahu semua apa yang suka dan tidak suka. Tapi sayangnya, kau tetap menyamakanku dengan Hye So. Walaupun kami kembar, tapi kami sebenarnya berbeda. Aku tidak mengharapkan oppa mencintaiku tapi setidaknya menjagamu, itulah janji yang ingin kutepati” katanya sambil masuk kamar dan menutupnya pelan.

Aku tertegun, sudah sejauh itukah aku memperkakukannya sebagai Hye So bukan Hye Jin, istriku.

Hye Jin POV

Tak terasa sebulan lebih pernikahan kami tapi aku merasa perlakuan oppa padaku semakin buruk bahkan semakin berani membedakanku dengan Hye So.

Dari mulai memasang wallpaper dinding kamar kami, oppa meminta warna biru kesukaan Hye So. Lalu setiap masakanku selalu diminta sama dengan masakan favorit Hye So. Setiap sore, kami selalu berebut remote TV untuk memilih channel kesukaan kami masing-masing. bahkan saat malam pun, sikap dinginnya selalu membuatku jengah untuk tidur disampingnya. Oppa selalu bercinta denganku saat mabuk dan aku tak bisa menolaknya. Badan oppa terlalu besar untuk kulawan dan aku selalu sabar menghadapi ini. Itu karena janjiku pada Hye So dan …… aku mencintainya.

Suatu pagi ……

Ketika sedang menyiapkan sarapan, mengapa perutku terasa tidak nyaman. Seakan akan kepalaku pun terasa pusing memikirkan acara wisuda nanti. Sudah yang ketiga kalinya aku bolak balik kekamar mandi, membasuh mukaku dan mengeluarkan isi perutku yang memang tak ada isinya.

Saat kulihat dicermin wastafel, pucat dan lesu memang.

“Apa sarapan sudah siap?” tanya oppa tiba-tiba.

“Ne, Chamkkamanyo”

“Palli, aku harus segera ke kampus mengambil toga dan berangkat ijin ke kantor untuk lusa nanti!” katanya setengah berteriak.

Sesegera mungkin aku mengambilkan nasi putihnya dan menghidangkannya. Oppa makan tanpa suara sama sekali bahkan aku tak menyadari kalo sekarang dia berdiri dan mengambil kunci mobil dan segera pergi.

Ya tuhan …… sampai kapan oppa akan seperti ini padaku? Pergi tanpa pamit, bertengkar akan hal yang tak penting, sampai pernah kami diam dan tidak berbicara selama 3 hari berturut-turut.

Acara wisuda akhirnya tiba ……

Setelah berderet menunggu giliran pemindahan pita tanda kelulusan, akhirnya tiba giliran kami diwisuda juga. Saat semua telah selesai, malam harinya disusul dengan pesta yang memang dihadiri oleh semua orangtua para wisudawan. Karena Appa di Busan, jadilah kami berdua saja yang mengikuti acara sampai selesai.

Berbagai hidangan yang telah disiapkan terlihat sangat menarik, apalagi oppa yang memang kelaparan sedari siang tidak makan karena asyik ngobrol dengan beberapa temannya.

Saat aku mencoba memasukkan makanan yang ada dipiringku sekarang, rasanya …… eneg, mual, dan tak berselera.

Huek … huek … rasanya ingin muntah saja. Secepatnya aku berlari ke toilet sebelum orang-orang melihatku sepertin ini.

Dari kejauhan seseorang memperhatikan Hye Jin ……

Min Ho POV

Ini mungkin pengakuanku, pengakuan pada diriku sendiri.

Sebelum menikah, aku masih teringat kata-kata Hye Jin tentang aku yang terus terobsesi pada Hye So. Dari warna kesukaannya, makanan favoritnya bahkan kebiasaannya yang kuketahui. Sebenarnya, aku telah merelakan Hye So pergi bahkan aku berjanji padanya untuk menjaga Hye Jin untuknya.

Walau Hye So sangat tomboy, dia sebenarnya sangat sayang pada Hye Jin. Bahkan saat sakitpun, Hye So tetap memintaku untuk bersedia menikah dengan Hye Jin karena dia tahu kalo Hye Jin sebenarnya mencintaiku.

‘Oppa …… kami tahu perasaan masing-masing. Bahkan yang tak terucapkan oleh kata-katapun. Jika Hye Jin tidak bahagia, akupun akan merasakannya’ itulah pesan terakhirnya padaku.

Kalimat itulah yang terus membuatku bertahan dan terus mencoba melupakan kematian Hye So. Selama sebulan menikah, aku terus berusaha mengembalikan kesadaranku bahwa yang ada hanya Hye Jin bukan Hye So. Itulah sebabnya aku berlaku dingin dan tak perduli tapi sebenarnya aku ingin menguji hingga kapan batas kesabaran Hye Jin jika terus kusamakan dengan Hye So.

Walaupun berlagak tak perduli, tetapi sebenarnya aku terus memperhatikannya. Menatap wajahnya sesaat sebelum dia bangun pagi, melihatnya selesai mandi dan memakai piyama sebelum tidur, menatap punggungnya ketika memasak, memperhatikan ekspresi wajahnya ketika marah bahkan berpikir cara apa yang akan kupakai ketika aku ingin menggodanya. Kekhawatiranku ini sulit dilukiskan dengan kata-kata bahkan akupun tak tahu kapan perasaan itu tumbuh.

Aku melihatnya tak berselera makan walaupun piringnya sudah penuh dengan kue kesukaannya. Memang 3 hari ini Hye Jin telihat sangat malas dan pucat bahkan selera makannya berkurang. Apa dia sakit?

Saat aku melihatnya pergi ke toilet, aku segera membuntutinya. Aku menunggunya sampai nanti terdengar pintu toilet terbuka lalu aku akan segera pergi menjauh. Tapi, …… ini sudah lebih dari 10 menit yang lalu Hye Jin masuk kedalam dan belum keluar.

Tiba-tiba resah menggelanyutiku perlahan karena tidak ada seorang yeojapun masuk ataupun keluar selain Hye Jin. Kuputuskan untuk masuk dan mencarinya, dan ketika tiba disalah satu pojok toilet, terdengar kucuran air kran yang keras dan kuketuk pintunya pelan.

“Hye Jin-ah …… apa kau didalam” tanyaku tapi tidak ada jawaban.

Kuketuk lagi bahkan kali ini lebih keras.

“Mwohanungoya?” teriakku yang tetap tak terjawab. Jangan jangan ……

BRUAKK!

Kulihat gaun pink-nya yang panjang sudah basah, dan …… dia pingsan.

Kubopong dia keluar dari toilet kemudian melewati tempat pesta wisuda kami. Aku sudah tak perduli tatapan orang-orang yang keheranan. Ketika sampai dirumah, aku panggil dokter untuk memeriksanya. Aku tidak menyangka hal ini begitu mengejutkan bagiku bahkan tak pernah terlintas olehku sebelumnya. Tapi, …… bagaimana cara mengatakannya?

Aku masih merasa bersalah karena mengabaikannya akhir-akhir ini. Mungkin hal ini bisa membuatnya memaafkanku dan bahkan membuatku sedikit demi sedikit merubah hatiku.

The next morning ……

Min Ho POV

Aku ingin menebus kesalahanku sekarang dan sebelum Hye Jin bangun, harus sudah siap. Dengan sedikit ketrampilanku yang seenarnya kupaksakan, aku memasak makanan kesukaannya. Kubuatkan pula hot chocolate di cangkir favoritnya dan tak lupa kutambahkan vanilla cream without fat di rak dapur. Sebenarnya aku tahu dimana letak dia menyembunyikannya.

Lalu aku menuju kamar, berusaha membangunkannya karena kelelahan pesta tadi malam, sampai pukul 10 sekarang pun Hye Jin belum bangun.

Kugoncang-goncangkan tubuhnya pelan dan seketika itu pula ……

“Oppa ……” desahnya pelan yang seketika itu bangun.

“Ireona, sudah siang” kataku lalu berdiri dan membuka gorden kamar yang tertutup agan cahaya matahari bisa masuk.

“Mianhae, …… aku akan membuat sarapan. Chamkannmanyo” katanya ketika berdiri.

“Tak perlu, aku sudah memasak. Sarapan sudah siap, ayo?” jawabku dengan tersenyum yang membuatnya terheran-heran.

Ketika duduk di meja makan, Hye Jin kaget dan tiba-tiba melotot.

“Oppa, …… ini kan bukan punyaku tapi li … lingerie siapa?” tanyanya heran.

“Itu punyamu, kubeli 2 minggu yang lalu” kataku santai.

“HEH?”

“Tadi malam kau sempat membuatku khawatir, terus merintih dan menggigaukan Hye So” jelasku padanya.

“Bogoshiposo, …… oppa nado?” katanya.

“Ani” jawabku singkat.

“Mwo?” tanyanya heran.

“Minumlah hot chocolate-mu dulu, nanti kujelaskan”

Kamipun berpindah di ruang keluarga, duduk bersama di satu sofa tapi Hye Jin menjauh dipinggir. Hye Jin masih memegang cangkir hot chocolate-nya sambil duduk dengan memeluk kedua kakinya.

Lalu aku menatapnya ……

“Mianhae, ……” kataku lirih.

“Mwo?” tanyanya heran.

“Aku tahu kau marah padaku selama sebulan pernikahan kita. Aku tidak bermaksud memperlakukanmu dan menyamakanmu dengan Hye So. Aku masih ingat janjiku padanya dan akan kutepati. Walaupun dia tidak memintaku untuk menepatinya, aku akan melakukannya untukmu” jelasku lagi.

“Apa yang Hye So-ah inginkan?” tanyanya penasaran.

“Menjagamu dan mencintaimu” ucapku ringan.

“HEH?” dia melotot.

“Sebulan ini aku merasa hidup dalam kebohongan. Pura pura dingin dan acuh bahkan bersikap kasar saat kita …… aaaiiiissssssshhhhh, apa aku harus mengatakannya juga chagy?” kataku sambil menoleh padanya.

“HEH??? CHAGY?” teriaknya yang hampir membuatnya tersedak.

“Ne, chagy. Malam pertama kita itu bukan kebohongan. Aku bisa melihat raut wajahmu yang kecewa saat aku menggigaukan nama Hye So. Kau pun tidak sadar kalo aku memanggil namamu karena saat itu aku tidak mabuk. Aku sadar sepenuhnya dan aku sangat menikmatinya” jelasku lagi menggodanya.

“Mwo?” dia kembali melotot yang entah keberapa kalinya.

“Aku selalu berlagak mabuk saat aku ingin bercinta denganmu karena dengan cara itu aku bisa memilikimu seutuhnya. Aku ingin menguji kesabaranmu padaku karena aku ingin membuktikan perkataan Hye So dulu. Jika seseorang memperlakukanmu dengan kejam dan kau tetap dengan sabar menghadapinya itu berarti cinta telah tumbuh. Sekarang, …… aku sadar akan hal itu”

Aku menghela nafasku pelan lalu kuteruskan perkataanku.

“Mungkin kau tak pernah menyadarinya, aku selalu menatap wajahmu sesaat sebelum kau bangun pagi, melihatmu selesai mandi dan memakai piyama sebelum tidur, menatap punggungmu ketika memasak, memperhatikan ekspresi wajahmu ketika marah bahkan berpikir cara apa yang akan kupakai ketika aku ingin menggodamu” kataku yang sekarang beringsut mendekatinya.

Hye Jin pun diam terpaku saat tiba tiba kuraih tangannya dan kupegang erat.

“Aku tahu semua tentangmu karena aku mengenalmu lebih dulu sebelum mengenal Hye So. Pink, motif bunga dan kartun, Pororo, samgyetang dan kimchi stew seperti hidangan sarapanmu tadi. Bahkan Hot chocolate dengan vanilla cream without fat yang kau sembunyikan di rak” jelasku lagi.
“Sejauh itukah, oppa?” tanyanya tiba-tiba menoleh padaku dan meletakkan cangkirnya dimeja.

“Ne, satu lagi yang mungkin bisa membuatmu memaafkanku atas semuanya selama ini” kataku sukses membuatnya penasaran.

“Oppa, wae geurae? Malhaebwa?” katanya setengah melonjak dari tempat duduknya sekarang.

“Keurom, malhae hamnikka? ” tanyaku padanya.

“Oppa, …… ppalli! ” pintanya tak sabar dengan setengah berteriak.

“Ppoppo juseyo? ” pintaku sembari menyunggingkan senyum padanya.

“Sirhunde ~ ~!” jawabnya sewot.

“Arasso. Ehm, …… apa jadwal bulananmu sudah datang?” tanyaku yang membuatnya melongo dan tiba-tiba dia berlari menuju kamar dan kembali membawa kalender kecil ditangannya.

Hye Jin-ah menghitung hari di kalender itu dan ……

“Anio, sudah 3 minggu. Seharusnya seminggu setelah pernikahan itu aku ……” katanya yang tiba-tiba menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Chagy? Choketta … ” kataku sambil menyilangkan keduatanganku.

“Chamkkamanyo … oppa, mwoya ige?” tanyanya heran.

“Ehm, …… kau hamil chagy. Anak kita” kataku lirih.

Kurengkuh tubuh kecil yang ber-lingerie pink itu kepelukanku. Tangisannya meledak seketika, kedua tangannya kinipun gantian memelukku erat.

“Oppa, mianhae …… ” katanya lirih sambil terisak pelan.

“Ehm ……apa kau suka lingerie yang kubelikan?” tanyaku menggoda sambil melepas pelukanku.

“Ne, choayo” sahutnya yang tiba tiba mengecup bibirku pelan.

“HEH!!” teriakku kaget.

“Morning kiss” katanya malu-malu.

“Andweeeeee!” kataku berlagak merengut.

“MWO!” teriaknya sambil melotot.

“I want more than a kiss” kataku yang langsung menggedong tubuh kecilnya menuju kamar tidur dan tanpa menutup pintunya.

(*Hana eonni: NEGA MICHOSO!!!!)

Inside the bedroom ……

Terdengar teriakan dari seorang yeoja ……

OPPA!! CHAMKKAMANYO!!

AKU KAN BELUM SIAP!!

CHONCHONI!!

Tidak hanya teriakan yeoja tapi juga namja, ternyata ……

ANDWE!! ANDWE!! YOGISO!!

CHAGY!! PALLI!! PALLI!!

AAAARRRRRGGGGGHHHHHH!!!!!

Author (Hana eonni):

MWOYA IGE?????

HWAAAAAA …… APAAN TUH!!!

HOT HOT HOT!!!

Author (Hana eonni): woke reader … eonni kasih lanjutannya yach ….??? Kuatkan hati kalian terutama FLAMES!!!

Aku menghempaskan tubuhnya yang kecil pelan.

“Let’s start baby” godaku sambil mengerlingkan mataku padanya.

“O … o … oppa, kau tidak mabuk kan?” tanyanya padaku.

“Ani … aku sadar sepenuhnya yeobo …” kataku lagi.

Istriku mulai memejamkan matanya saat bibirku menciumnya, tapi ciumannya kali ini sungguh berbeda, sungguh lembut dan menghanyutkan. Lidahku terus mengecap rongga mulutnya, kini mulai turun ke leher dan menjilati seluruh inchi lehernya yang putih jenjang.

“Oppa … emmpphh … emmmpphhh”  walaupun pelan, tapi aku dapat mendengar istriku mendesah.

Tanganku mulai melepas lingerie yang dipakainya dan mulai merasakan tubuh istriku sudah lemas, berkeringat. Sedangkan istriku mulai berani meraba abs ku dan …

“Oppa … kau berkeringat ya?” tanyanya kemudian sambil tersenyum.

“Ehm … habisnya … kau menggoda sekali sih??” sahutku.

“Salah oppa sendiri … mengapa tergoda??” jawabnya santai.

“Yaaaa … kau??” sewotku yang membuatnya tertawa.

Author: LANJUTTTT  …………. LAGI HOT HOT-NYA NIH …

———- SKIP SKIP SKIP ———-

Aku  mengecup keningnya, lalu merebahkan diriku disampingnya. kututupi tubuhnya dengan selimut dan memeluknya erat.

“Yeobo … kau telah membuatku bahagia malam ini” aku membisikkan kata-kata itu di telinganya.

“Keunyang, neomu aphu oppa …” ucapnya pelan, membuatku gemas ingin mencubit pipinya.

“Ini bukan yang pertama kalinya kan?? Kok masih sakit?” tanyaku menggoda.

“Habis … oppa terlalu bersemangat sih?” sahutnya manja sambil beringsut kedalam pelukanku.

“Saranghae..” bisikku padanya sambil kukecup keningnya.

Istriku hanya tersenyum, sambil memeluk tubuhku lebih erat.

Tak berapa lama kemudian …

“Yeobo, … juniorku sepertinya masih lapar nih … kita main sekali lagi ya??” pintaku padanya.

“MWO??? ANDWE!!!” sahutnya melotot.

END ~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

119 thoughts on “{SKIP} Chamkkamanyo…? – Part 2 [END]”

  1. aigo~ jahat niat minhonya T.T
    tp untung aja kesini2nya dia jd baek. fyuh…

    DAEBAK thor
    twoshot doang,ga perlu panjang2 tp bisa nyampein ceritanya ke reader XD
    suka suka suka
    aku pengen baca yg full ver.nya boleh kah?

  2. astagaaaa missing yg part ini,, akhirnya ketemu jg di library..

    yaaa Choi Minhooooo dirimuuu >,<.. authoor daebak deeh,, mau baca yg full tp gak relaa Minhoo TTTT

    kalau minta PW kesiapa Thor??

  3. uwaduhhh…saya flamers…>,< akhirnyaaaaaaaaaaaa

    keren2 dah….simple..ga panjang ceritanya,,, ^^

    minho nya kerasa (?) bgt..

    author…pgn baca yg gga skip…

    boleh kan?? im 20 ^^

  4. authorrrr…..kereeeeen….so sweettt…..
    haduhhhhhh,, minho,,, napa harus pura2 sih??? hhha..

    eh,, thor,,, pngen yang full ver. nya dong,,,,,gmana caranya???

  5. wkakakakaka ternyata berakhir happy ending hahahah
    ga nyangka minho ternyata ga mabuk hmmmm pura2 lg kekekekek
    hebat juga bs langsung jd.. #plaaaaaak
    hye jin penantian dan pengorbananmu ga sia2 b(^^)d

  6. annyeong, saya reader baru disini =)
    maaf untuk yg part1 gak komen, habis pengen buru-buru baca part2 hahahahaha
    sayang bgt cuma 2shot, coba bs ber-partpart *reader rewel,abaikan*
    author, mau PWnya dong. pengen baca versi komplitnya hohohoho *reader nakal, untung uda cukup umur :b*
    gomawoyoooo 😀

  7. ya ampun, aku kira hyejin bkalan sakit yang sma kyak hyeso..
    tapii, trnyta hamil..
    aku ikut seneng lho.. hahahha.. XD #sarap
    akhirnya minho jdi baik.. heheh..

    author. mnta passwordnya yg no skip dong!!
    hehehe..

  8. Annyeong ^^

    sepertinya saya telat bngt nemu FF ini hahhahahhahahahh ……

    blh jujur ga ,,, awalnya ngenes bngt baca part awal FF nya ,,,, !!!
    abisnya masa saudara kembar mesti rebutan cowo sih .. tp lama kelamaan jadi ikut nangis juga pas Hye so meninggal HIKKKSSSSSSSS>.< …. Tp endingnya Daebaaaakkkkkkkk supriesd bngt lah suka bngt bacanya hehehhehehhehe, selain FF ini bikin FF yang lain juga ga ? boleh minta link2nya ? hehehheheh

    Oh ya salam kenal ,,, semoga komen ku ini ga terlalu telaaaaaaat dan masih bisa di terima ^^

  9. huaaaaaa minho nya dingin dingin perhatian heheheheh😂akhirnya hyejin hamil. aku nemu ff ini telat banget😭😭. aku mau password nya dong eonn mau baca yang full vers nya hihi
    minta kemana ya ini??

  10. huaaaaaa minho nya dingin dingin perhatian heheheheh😂akhirnya hyejin hamil. aku nemu ff ini telat banget😭😭. aku mau password nya dong eonn mau baca yang full vers nya hihi
    minta kemana ya ini??

Leave a Reply to j Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s