My Story

Title                 : My Story

Author             : Park Ha Ki a.k.a Nysa

Main Cast        : Lee Minji (Author), Kim Jonghyun (shinee)

Support Cast   : Appa Minji, Umma Minji

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, Friendship, Life

Rating             : General

Summary         : Cinta dapat menembus jarak yang begitu jauh. Namun jarak dapat mengikis segala  rasa yang ada. (apeee daah… author gak bakat ngarang kalimat-kalimat puitis ^^)

A.N                 : Annyeong Chingudeul!! aku kembaliiiiii…. Semoga gak bosen sama cerita-cerita yang aku buat yaa… FF ini diangkat dan terinspirasi dari kisah nyata. Jadi kalau ceritanya termasuk pasaran ya harap dimaklumin, namanya juga kisah anak remaja. Yaaaaa pasti seputar itu-itu aja sih…  untuk judulnya, aku gak tau mau kasih judul apa. Jadinya aku kasih judul MY STORY aja. Kenapa??? Karena kisah ini adalah kisahku. Jadiiiiiii kalau ada kesamaan dengan kisah-kisah kalian itu hanya kebetulan semata. oke lah kalau begitu… selamat membaca!!!!

MY STORY

Minji (Author) POV

            Aku duduk termenung menatap layar Laptop yang menampilkan foto-foto ku bersamanya dulu. Terkadang aku tersenyum ketika melihat beberapa dari foto itu, jangan kalian fikir aku gila. Tapi karena memang sebagian dari foto itu memiliki moment berharga yang tak bisa aku lupakan. Ya, memang kebiasaanku suka mengabadikan segala hal yang terjadi dalam hidupku kedalam sebuah dokumen berupa foto.

            Aku mengarahkan kursor dan membuka sebuah folder foto yang bertuliskan “Moment”. Aku mengklik dua kali dan muncullah beberapa foto dengan berbagai latar tempat dan waktu yang berbeda-beda. Aku memandangi foto itu satu persatu dan ingatanku kembali melayang kemasa beberapa tahun yang telah  lalu.

Flashback

            Hari ini adalah hari pertama aku kencan bersamanya setelah selama satu bulan kami resmi berpacaran. Terlalu lama bukan? Setelah satu bulan berpacaran baru berkencan. Namun itu bukan masalah karena kencan bukanlah hal yang penting bagiku. Toh setiap hari aku bertemu dengannya disekolah. Meskipun hanya sebentar, tapi bagiku itu sudah cukup.

            Aku memandangi jam tangan berkali-kali, hatiku mulai gelisah. Ia berjanji akan menjemputku pukul 1 siang, tapi jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan dia belum menampakkan batang hidungnya. Kesan yang buruk memang untuk sebuah kencan perdana. Tapi aku yakin kalau ia akan datang.

            “Minji, ada Jonghyun didepan” ucap Umma memberitahuku.

            “Ah, ne Umma. Aku akan pergi bersamanya.” Jawabku kemudian.

            “Baiklah, tapi jangan pulang malam” pesan Umma kepadaku. Aku hanya mengangguk tanda mengerti. Lalu aku menemui Jonghyun yang sudah menungguku didepan rumah. Setelah berpamitan kami pun berangkat.

            Jonghyun membawaku kesebuah mall, rencananya dia ingin mengajakku nonton. Sesampainya disana, kami berjalan menuju studio 21 untuk memesan tiket.  Tapi sepertinya kami kurang beruntung, karena tiket yang tersisa hanya untuk film yang tayang diatas jam 7 malam. Sedangkan aku harus pulang sebelum jam 7 malam. Akhirnya kami hanya menghabiskan waktu kencan singkat kami dengan makan dan bermain game. *apa kencanku aneh???* #abaikan#

Berkali-kali aku melirik jam tangan mungil yang bertengger dipergelangan tangan kiriku. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Aku mulai merasa cemas, kembali terngiang ditelingaku pesan Umma sebelum aku berangkat tadi. “jangan pulang malam”.

            “ada apa?” Tanya Jonghyun yang menyadari sikap anehku.

            “sudah jam 6” aku menjawab pelan.

            “sudah waktunya pulang?” jonghyun bertanya lagi. Aku memberi jawaban dengan mengangguk. Dan syukurlah ia mengerti.

            “Kajja!” ajaknya seraya berdiri. Aku merasa lega karena ia bisa mengerti keadaanku yang agak berbeda dari anak-anak lain. Orangtuaku memperbolehkan aku keluar rumah hanya disiang hari. Mereka melarangku keluar dimalam hari meskipun itu dengan chingu ataupun namjachinguku. Tapi perlahan-lahan perasan lega itu menyusut, karena tanpa aku duga jalanan macet. Sungguh sial sekali nasibku hari itu, aku hanya dapat merutuki kesialanku didalam hati.

            “drrrt…drrrt…” ponselku bergetar. Sebuah panggilan dari Appa ku.

            “Yeobboseo Appa” jawabku sopan.

            “Yeobboseo, kau dimana Minji?” Tanya Appa atnpa berbasa-basi.

            “Masih dijalan Appa, jalanannya macet”

            “Yasudah, jangan mampir kemana-mana lagi ya!”

            “Ne Appa”

            “Klik” suara telepon ditutup.

            Setelah hampir setengah jam kami terjebak macet, akhirnya tepat pukul 7 malam aku sampai dirumah. Jonghyun mengantarkanku sampai depan rumah dan kalian tahu? Appa ku sudah ada diteras rumah. Apa beliau menunggu kepulanganku? Atau mungkin hanya kebetulan saja? Hanya beliau yang tahu.

            “Gomawo Jjong, apa kau mau mampir?” tawarku kepada Jonghyun.

            “Andwae, sudah malam. Aku pulang saja” ujarnya sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum mendengar ucapannya. Dia bilang kepadaku jam 7 sudah malam? padahal ia biasa main bersama temannya dan pulang kerumah lewat jam 9 malam. Aku tau ia tidak mau mampir pasti karena Appa ku. Namun aku maklumi itu, karena aku juga capek dan ingin istirahat. Setelah itu ia berpamitan kepada Appaku dan pulang.

End of Flashback

            Begitulah kisah kencan pertama kami yang memiliki kesan kurang baik. Namun siapa sangka hubungan kami berjalan dengan baik. Bahkan ketika hubungan kami genap 1 tahun, kami membeli sebuah kue tart yang dihiasi sebuah lilin yang berbentuk angka satu. Mungkin aneh, berlebihan atau apalah. Tapi itu hanya sekedar ungkapan rasa senang kami karena berhasil melewati waktu selama 1 tahun bersama-sama.

            Hubungan kami berjalan baik-baik saja bukan berarti kami tidak pernah punya masalah. Seperti hubungan orang lain pada umumnya kami juga pernah punya masalah, namun hanya sebatas masalah sepele yang bisa kami selesaikan tanpa harus mengucapkan kata-kata putus.

            Sekarang aku menatap sebuah foto yang merupakan foto favoritku. Foto apa itu? jawabannya foto perpisahan angkatan kami. Dan kembali aku teringat dengan janji yang kami ucapkan waktu itu.

Flashback on

           

            Aku sedang menyantap sup buah dengan lahap sambil menikmati acara tari-tarian yang dibawakan oleh hoobae-hoobae ku. Aku tidak mempedulikan hiruk-pikuk yang terjadi diruangan itu sampai sebuah suara meyadarkanku.

            “Kau sendirian?” Tanya seseorang disampingku. Aku menoleh sekilas dan ternyata itu Jonghyun.

            “Ne, aku kan menunggumu” Jawabku asal.

            “Jinca?” Tanya-nya memastikan ucapanku.

            “Aku hanya bercanda” jawabku singkat dan Jonghyun memasang wajah cemberut. Aku hanya tersenyum geli melihat tingkahnya yang trkadang seperti anak kecil. Mudah merajuk.

            “ada apa?” aku langsung bertanya kepadanya. Aku tahu ia menghampiriku karena ada yang ingin ia bicarakan.

            “kau bisa membaca fikiranku ya?” ia pura-pura marah kepadaku. aku hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia terdiam sesaat, memandang kearah lain dan kembali menatapku dengan serius.

            “kau sudah tahu kan aku akan melanjutkan kuliah di Jepang?” Tanya-nya kemudian. Aku mengangguk dan mempersiapkan telingaku baik-baik untuk mendengarkan lanjutan dari perkataannya.

            “Kau juga sudah tahu kan kalau aku sudah diterima disalah satu universitas disana?” Tanya-nya lagi. Dan aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya.

            “lalu kau? Apa kau tetap pada keputusanmu untuk tetap melanjutkan kuliah di Korea saja? Bukankah lebih baik jika kau juga kuliah di Jepang supaya kita bisa masih bisa bersama?” kali ini pertanyaannya berisi dengan sebuah harapan. Namun aku menggeleng. Kurasa hanya dengan sebuah gelengan yang aku berikan sudah dapat membuatnya mengerti. Karena jauh-jauh hari sebelumnya aku sudah mengutarakan niatku yang akan tetap melanjutkan kuliah di Korea. Selain itu, orangtuaku memang tidak ingin aku jauh dari mereka.

            “baiklah, lalu bagaimana dengan hubungan kita? Apa masih tetap ingin dilanjutkan atau diakhiri sampai disini?” ia kembali menghujaniku dengan pertanyaan yang lebih mirip interogasi untukku.

            “menurut mu bagaimana?” aku balik bertanya.

            “kalau aku ingin melanjutkan. Tapi itupun kalau kau bersedia” jawabnya mantap.

            “baiklah, tidak ada salahnya kita coba asal kau mau berjanji kepadaku” jawabku kemudian. Ia mengerutkan keningnya.

            “janji apa??”

            “berjanjilah kalau kau akan selalu jujur dan tidak akan pernah bohong kepadaku. Apapun yang terjadi” pintaku seraya mengacungkan jari kelingkingku. Kenudian ia tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya dengn jari kelingkingku.

 

End of flashback

            Tak lama setelah itu, Jonghyun berangkat ke Jepang. Jujur saja sebenarnya aku sangat merasa kehilangan atas kepergiannya. Namun aku tidak mungkin melarangnya dan memilih. Karena itu bukanlah hak ku. Kemudian, kami menjalani hubungan jarak jauh. Cukup berat memang, karena kami menjalin hubungan belum sampai dua tahun dan setelah itu harus menjalin hubungan jarak jauh. Kami hanya berkomunikasi via telpon. Tapi yaah meskipun berat harus dijalani karena itu adalah resiko hubungan jarak jauh.

            Ditahun pertama kami menjalani hubungan jarak jauh aku sempat merasa jenuh, bukan berarti aku mulai kehilangan rasa cinta. Tapi aku jenuh dengan keluhannya yang mengatakan kalau ia merasa iri dengan teman-temannya yang bisa mengunjungi pacarnya kapan pun ketika ada waktu. Berbeda dengannya yang bisa mengunjungiku 6 bulan sekali ketika liburan semester. Selain itu, aku mulai cemburu dengan kedekatannya dengan beberapa yeoja teman sekelasnya. Darimana aku tahu?? Tentu saja dari jejaring sosial miliknya. Tapi aku masih percaya kepadanya, aku yakin hubungn mereka hanya sebatas teman.

            Begitulah, hingga pada akhirnya ketika usia hubungan kami genap 3 tahun aku mulai merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya juga pada diriku. Aku tidak tahu apakah perubahan itu terjadi karena kesibukan kami masing-masing sehingga kami jarang berkomunikasi atau karena kami sudah terbiasa dengan keadaan ini? Aku pun tidak tahu. Hingga pada akhirnya, inilah akhir dari kisah cintaku.

Flashback on

            Aku memandangi layar ponselku brkali-kali berharap ia menghubungiku. Namun sepertinya harapan itu sia-sia karena sudah 3 hari ini ia tidak menghubungiku. Sebenarnya aku mau saja menghubunginya duluan, tapi aku ingat ketika 3 hari yang lalu aku hubungi ia hanya menjawab pertanyaanku sekenanya. Jujur aku jadi sebal dengan sikapnya. Aku tahu mungkin ia kesal denganku karena beberapa hari yang lalu aku menolak ajakannya untuk jalan bersama. Tapi aku menolak ajakannya karena aku memang benar-benar tidak bisa. Sekarang ini aku sedang disibukkan dengan tugas kuliah yang menumpuk serta persiapan untuk ujian akhir semester. Berbeda dengannya yang kini sedang liburan, tentu saja tidak ada kerjaan.

            “drrt…drrrt…” tiba-tiba ponselku bergetar. Sebuah pesan singkat dari Jonghyun untukku.

From : Jjong

Bisakah kau keluar hari ini jagi? Aku jemput 10 menit lagi ya.

 

            Aku membelalakkan mataku ketika membaca pesan darinya. Haisssh anak ini, seenaknya saja. Aku berdecak kesal dan segera berlari menuju kamar untuk menukar pakaianku.

            Tepat 10 menit kemudian Jonghyun sudah sampai didepan rumahku. Setelah berpamitan dengan umma ku kamipun pergi. Ia membawaku kesebuah pantai. Sebenarnya aku kurang suka kepantai dalam cuaca panas seperti ini, tapi mau bagaimana lagi aku menurut saja daripada ia kembali marah kepadaku.

            Sesampainya dipantai, kami hanya duduk dan terdiam. Aku tidak tahu ingin memulai pembicaraan darimana. Dan sepertinya ia pun sedang memikirkan hal yang sama.

            “ada yang ingin kau bicarakan?” suaraku memecah keheningan diantara kami.

            “ng.. ada.. “ ia menggantungkan kalimatnya.

            “kalau begitu, bicaralah” pintaku kemudian.

            “seperti yang kau tahu, akhir-akhir ini hubungan kita berjalan kurang baik. Aku merasa kau sudah mulai sibuuk dan tidak ada lagi waktu untukku” paparnya kepadaku.

            “aniyo… tidak seperti itu. aku sibuk karena ada alasannya. Dan kurasa kau tahu itu. kau merasa seperti itu karena kau sedang tidak ada kegiatan. Sehingga kau merasa kalau aku sesibuk itu” aku menyanggah pernyataannya.

            “ne, tapi kau tahu kan kalau aku sangat menunggu saat-saat seperti ini? Liburan semester yang hanya datang setahun dua kali. Dan aku datang jauh-jauh dari Jepang hanya untuk menemuimu. Tapi apa yang aku dapat? Kau sibuk dengan urusanmu. Aku tahu, mungkin aku egois, aku menginginkan waktumu hanya untukku. Tapi bisakah kau menyisihkan waktumu untukku? Hanya 6 bulan sekali ketika aku liburan ke Korea” jelasnya panjang lebar.

            “aku tahu jagi, aku sudah berusaha menyisihkan waktuku untukmu sebisaku. Tapi kalau bagimu itu belum cukup. Aku minta maaf” ujarku lirih seraya menunduk.

            “hh, jujur saja. Terkadang aku sudah merasa jenuh dengan keadaan kita. Yah, wajarlah resiko menjalin hubungan jarak jauh” keluh Jonghyun seraya menatap lurus kedepan.

            “begitu ya? Apa kau tidak bahagia denganku?” kini aku menatap matanya dalam. Berharap ia menjawab dengan jujur.

            “aniyooo… aku sungguh bahagia denganmu. Jika ditanya apa aku bahagia denganmu? Tentu saja aku bahagia. Jika ditanya apa aku mencintaimu? Tentu aku sangat mencintai dan menyayangimu. Hanya saja aku merasa jenuh dengan keadaan kita” ucapnya kemudian.

            “ya, aku juga merasa begitu. Sepertinya keadaan yang tidak memungkinkan. Lalu, bagaimana? Apa kau mau mengakhiri hubungan kita sampai disini?” tanyaku mantap. “kalau kau mau, aku akan mengabulkannya” ucapku lagi.

            “aniyo… aku tidak mau memutuskan hanya satu pihak. Aku ingin keputusan bersama”

            “baiklah, sejujurnya aku juga merasakan hal yang sama. Jadi jika kau ingin mengakhiri hubungan kita aku tidak masalah”  aku menjawab dengan penuh keyakinan.

            “baiklah” ujarnya singkat.

            “apanya?” aku sedikit menggodanya dengan  pura-pura tidak tahu.

            ‘hubungan kita” jawabnya ragu. Aku tersenyum kecil karena berhasil mengerjainya. Sepertinya ia jadi ragu karena pertanyaanku barusan.

            “baiklah, kalau begitu hari ini hubungan kita resmi berakhir, dan kalau kita berjodoh suatu hari nanti kita akan bertemu dalam keadaan yang lebih baik” aku mencoba berkata bijak *halah*

            “ne” jawabnya singkat.

            “oia, tapi kita tetap berteman kan?”

            “ne, itu sudah pasti. Pertemanan itu abadi” jawabnya dengan keyakinan penuh.

            Setelah itu, hujan turun rintik-rintik dan kami memutuskan untuk segera pulang sebelum hujan jadi semakin deras. Lalu ia memberitahuku kalau besoknya ia akan pulang ke Jepang karena perkuliahan akan mulai beberapa hari lagi. Dan jadilah hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengannya.

End of flashback

            Itulah akhir ceritaku. Sebuah hubungan yang telah dijalin semenjak 3 tahun yang lalu. Tepat ketika aku duduk dibangku kelas XI dan berakhir ketika aku duduk dibangku kuliah akhir semester tiga.

            Sebuah kisah cinta biasa namun dijalani dengan pengorbanan yang luar biasa. Kalau kalian pernah mengalaminya, kalian pasti tahu bagaimana rasanya menahan rindu yang teramat sangat dengan orang yang kalian sayang. Mungkin kisah cintaku bersamanya berakhir sampai disini, tapi pertemanan kami tidak berakhir sampai disini. Dan satu hal yang pasti, dia adalah bagian dari masa laluku. masa lalu cukup disimpan rapat dan dijadikan sebagai pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan kini, aku harus terus berjalan kedepan untuk menggapai masa depanku.

END

P.s : akhirnyaaaaaaaaa selesai jugaaaaa. Aku ngetik dari jam setengah sebelas malam dan baru selesai jam 1 lewat 25 menit dini hari. Maaf ya kalau jelek dan gak sesuai harapan kalian para reader. Aku gak ngerti gimana nyusun kalimat yang bagus. *maklum amatiran*

Tapi bagaimanapun juga, kalau uda baca comment ya… don’t be silent reader please!!!! *Hug semua commentator* ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “My Story”

  1. Yaaaaah,,, kok putus,, jangan sampe situ aja dong thor,,
    balikan lagi kek g2… Hehhe…
    Tapi emang ceritanya sesuai dgn krnyataan, gak smwa org yg thn ma hubngn jarak jauh,, hanya beberp org aja yg bisa *jadi curcol nih*
    ^^

  2. Ceritanya singkat tp penuh makna..
    dan long distance tu emang pnuh cobaan, Tapi keren lah chingu ^^

  3. @Kim ra tae : hehe, emang sampai situ kisahnya.kalau kebanyakan dimodif uda gak asli lagi dong. gomawo ya uda baca and komen.

    @intaney : mau lanjutannya ya?? difikirkan dulu ya

    @vivia : gomawoo

    @elflameshawol : cuman sampai sini aja chingu. gomawo uda baca

  4. ceritanya bagus,
    tp kok mereka putus sih? Balikan aja lg *maunya*
    Buat lanjutanx dong ..
    Ditunggu karya selanjutnya 🙂

  5. Author aku brharap bnget crita ini dlanjutin ,
    mreka ketemu lgi dimana gtu ??
    trus ada konflik
    n akhirnya happy ending
    #ngarepp
    😀

  6. kenapa ceritanya sedih ya menurutku? :/
    kasian author.. sabar aja ya chingu 🙂 *hug
    wah kalo itu bener jonghyun yg pcrn sm chingu, klo aku jadi chingu ga mau dah ninggalin jonghyun. no problem kalo harus hub jarak jauh juga XD #abaikaan

  7. after story dooong~ kan katanya ‘…kalau kita berjodoh suatu hari nanti kita akan bertemu dalam keadaan yang lebih baik’ berarti ntar ketemu lagi dong? yakan? kutunggu after storynya ntar malam yaa 🙂

  8. LDR emang bikin galau, kebanyakan dr temenku pd jd korbannya (aku sih ga -_-”), sedih juga ngeliat mereka kadang stres mikirin yg ga keliatan
    sesuai sama kalimat dlm cerita, semoga kalian ketemu lg dlm keadaan yg jauh lbh baik 🙂
    nice story, semangat 🙂

  9. Hhm…pngalaman pribadi nih.
    Hhe,,
    tp kok putus??
    gpp2, brarti Ojong lg lowong donk?
    Hahhai…
    Ak daftar jd pcar barunya Ojong, ah?!
    #PLAKK

  10. maap gak bisa balas satu-satu. jadi dijamak yaa

    @all: gomawo semuanya uda baca cerita aku yg gak seberapa pantas ini (?)
    cerita ini cuman sekedar untuk berbagi pengalaman aja sih.
    dan untuk soal lanjutan, aku belum bisa atau mungkin gak bisa buat.
    yah, karena ini emang curhatan aku kekekeke
    tapi kita liat aja ya nanti. ^^
    sekali lagi
    TERIMA KASIH BANYAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  11. @Kyungsoon : knp kasian sama aku??? apa aku menyedihkan?????
    tidak-tidak
    itu keputusan bersama.
    jadi, gak ada yg dirugikan kok… ^^

  12. Wahhh…
    Bagus.. bagus.. bagus bgt malah
    Gampang diresapi dan bisa bgt mnarik daya imajinasi ke dlm crita
    Good job! ^^
    sincerely,

    Ji I-el

  13. Apakah ini nyata?
    Klo nyata….mgkin cow nya tu kuliahnya beda kota ya??heheh*sotoy*
    bgus koq thor….ringan tp gak kosong….
    Daebak:)

  14. Bguz bnget kok thor ceritanya..!
    Walo pun masalahnya klise, tp penuh makna.
    Aq tharu dngan usaha mreka mempertahankan hubungan.,walo pd akhrx berakhr dngan putuz.

    Author, ini ksah nyata author y? Apa d ksah nyatax akhr-nya jg seperti ini? ><

  15. Ya allah sumpah bnern aku nangis! Brasa baca kisah sndiri.. Bner2 sama dngn apa yg aku rasain! Huwee.. TT.TT

  16. LDR emang bener2 deh (“–)
    bener deh ngerasain kangen yg sekangen-kangennya itu rada nyesek, apalagi ada kenangan foto, huaaaa..
    dan msih untung ini teknologi udh maju banget *trimaksi teknologi :3
    Nice story 😀
    Smoga diberikan yg terbaik buat klian berdua yaaa ^^

  17. Annyeong Haseyo
    Sepertinya ini curahan hati si author. Tapi gak papalah, toh cerita yang terinspirasi dari kenyataan hidup memang lebih mantab.
    Oh iya SEPATU (SEPAkat dan seTUju) sama perkataan Minji “…kalau kita berjodoh suatu hari nanti kita akan bertemu dalam keadaan yang lebih baik” dan hubungan yang diawali dengan baik harus berakhir dengan baik pula kan? *Sok Bijak.
    Gamsahamnida

  18. Thoor…. Speechless…. Aku juga pernah bgini dak dan cuma brtahan 6 bulan, dy dbdg dan aku dmndoo hiks *curcol*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s