Hyori’s Life Channel – Part 1

Title                 :      Hyori’s Life Channel [part 1]

Author             :      milkyGreen

Main Cast       :      Han Hyori, SHINee’s Taemin, SHINee’s Onew.

Support Cast   :      SHINee’s Key, SHINee’s Jonghyun, Jung Soori, Lee Ji Ae, Park Dongwoon

Legth               :      Sequel

Genre              :      Drama, Life, Romance, (sedikit banget)Humor?

Rating             :      [T], +12 (nggak bisa nge-rating >..<)

A.N                  :      My First FF! Maaf, ya kalo banyak kekurangannya. Jujur, setelah dibaca, SHINee cuma nongol bentar. Nyesel banget…. oh ya, aku berusaha bikin Hyori sebagai tokoh yang sifatnya mirip SHAWOL pd umumnya, jadi sebagai SHAWOL, kalo ada kritik dan saran, silahkan di komen aja… biar jadi masukan. Btw, Semoga menghibur^^

 

Hyori menginjakkan kaki ke salah satu gedung di daerah Seoul, sambil berkata Annyenghaseyo ke semua orang yang ditemuinya. Hari ini, pertama kalinya dia bekerja sebagai salah satu staff statiun TV ternama di Korea. “Soori, aku masih sangat berterima kasih loh. Kamu udah ngasih koneksi biar aku bisa kerja disini.” Ujar Hyori sambil senyum-senyum kepada sahabatnya, Soori, yang dari tadi mengikuti Hyori sambil kesakitan karena tangannya di genggam dengan keras oleh Hyori. “Aish, jangan senyum-senyum terus dong! Malu kan, diliatin staff yang lain! Udahlah, toh kemampuan kamu di bidang ini juga cukup bagus. Sekarang, hadapi yang ada didepanmu aja.” Hyori langsung melihat ke depan. Bagus, aku sudah sampai di ruangan boss baruku. “Nah, aku hanya menemanimu sampai sini aja, ada yang harus aku kerjakan. Oh ya, ruanganku di lantai 5. Kalau kamu sudah selesai, sms aku. Kita makan di restoran ayam goreng yang enak. Annyeong~!!” seru Soori sambil berlari menjauhi Hyori. “Lah, Sooriiii!!! Jangan tinggalin aku dong!!!”

 

Tok! Tok! Diketuknya pintu ruangan atasan Hyori yang baru. Semoga boss-ku yang baru orangnya baik.­ Pikir Hyori. “Annyeonghaseyo…” sapa Hyori ragu, sambil membuka pintu. Dilihatnya si boss barunya sedang melihat dan mencoratcoret menandatangani beberapa dokumen. “Ah, anda pagawai baru itu, ya? Silahkan duduk.” Jawab si boss ramah. Hyori hanya tersenyum simpul, menahan grogi. “Anda yang bernama Han Hyori, kan?” tanya si boss setelah Hyori duduk. “I-iya, Pak…” jawab Hyori gugup. “Perkenalkan, nama saya Park Dongwon. Mulai hari ini, saya atasan anda. Maaf ya, saya pikir anda akan datang pukul 11, ternyata lebih cepat satu jam dari yang saya perkirakan.” Ujar si boss sambil tertawa. “Hehehe, iya pak. Karena ini hari pertama saya bekerja, saya harus masuk lebih awal.” Jawab Hyori tambah gugup. Si boss malah tertawa lebih kencang. “Hahahahaha!!! Anda harusnya memanggil saya Pak Park! Atau anda mau memanggil saya Park Sunbae? Biar lebih akrab lagi? Hahahahaha!!” “Ehh… sepertinya Pak Park lebih cocok untuk bapak. Hehehe..”

Sudah hampir 1 jam Hyori diwawancara dan diberi materi untuk bekerja diruangan Pak Park, si boss baru. Hyori sudah mulai merasa nyaman sekarang. “Nah, karena anda bekerja di dunia pertelevisian, ada yang ingin saya tanyakan…” ujar Pak Park tiba-tiba. Wuah, dia ingin bertanya soal apa, ya? Aku harus bisa menjawabnya dengan benar! Pikir Hyori. Pak Park mengambil nafas panjang. Lalu ia memainkan pulpen yang ada di meja. Memutar-mutarnya, sampai hampir terpental ke arah Hyori. “Ada artis yang sangat kau sukai?” tanya Pak Park serius. Glek! Apa maksudnya nih!? “Ma-maksud bapak…?” tanya Hyori. “Yah, ini dunia televisi. Kita termasuk stasiun tv andalan Korea. Artis mondar-mandir datang ke kantor ini. Ada beberapa pegawai yang sangat mencintai salah seorang artis, dan kalau artis itu perform di kantor kita, terkadang pegawai-pegawai itu jadi tidak konsentrasi bekerja.”

Glek! Benak Hyori bercampur aduk. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia senang ditanya seperti itu, karena sebenarnya dia seorang SHAWOL. Tapi kalo berhubungan dengan kerja, dia tidak berani menceritakannya. “Euhmm… kebetulan saya bukan seorang fan, saya hanya mengagumi beberapa artis…” jawab Hyori pelan. “Oh, kalau seperti itu, sebutkan saja artis-artis yang anda maksud. Contohnya, saya termasuk penggemar berat Orange Caramel, loh! Anda tidak mengiranya, kan? Ba, ba, ba, Bangkok city, i can’t stop!” jawab Pak Park sambil bernyanyi. Hek! Suaranya jelek banget! “Euhmm, saya mengaggumi banyak boyband dan girlband. Terlalu banyak kalau saya ucapkan satu-satu.” Ujar Hyori menghindari Pak Park. Jangan sampai aku terpancing bilang SHINee atau Onew, atau siapapun deh! “Hem, susah juga kalau begitu. Ya sudah. Hari ini, anda lihat pekerjaan para senior anda. Kalau anda sudah merasa sanggup, hubungi saya. Nanti anda akan mendapatkan posisi sebagai asisten PD, seperti yang anda lampirkan di surat lamaran anda.” Setelah sedikit berbincang, Hyori langsung pamit dan keluar dari ruangan si boss. Huh, hampir aja keceplosan… Pikir Hyori.

Hyori bergegas pegi ke studio yang telah diberitahu Pak Park. Disana, ternyata sedang diadakan persiapan acara Talk Show yang lumayan populer. Sebelumnya, Pak Park menyuruh Hyori menyerahkan sebuah surat ke wanita yang dilengannya ada tulisan PD nya. Setelah beberapa saat mencari, dia menemukan wanita yang dimaksud. “Annyeonghaseyo…” sapa Hyori. Wanita itu pun menoleh. Wuah, cantik banget! Masih muda pula.

 

Memang benar yang dipikirkan Hyori. Gadis itu berambut kecoklatan dengan softlense hijau yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih, mulus plus halus. Perawakannya juga tinggi dan langsing, dengan S-line yang perfect. Orang yang belum kenal, pasti mengira dialah artis yang akan shooting.

 

 “Ada apa ya?” jawab si gadis singkat. “Euhmm, apakah anda PD untuk acara ini? Saya pegawai baru, Han Hyori. Pak Park menyuruh saya memberi surat ini kepada anda.” “Oh, anda pegawai baru itu? Hari ini kami tidak butuh asisten PD. Anda boleh pulang.” Jawab si gadis dengan sangat jutek. “Ehm, tapi…” “Sudah saya bilang, anda boleh pulang. Lagipula tidak ada yang bisa anda kerjakan.” Timpal si gadis. Ih, ngeselin banget ini cewek! Ngajak berantem, ya!? Pikir Hyori kesal. “Sa… Saya permisi…” ujar Hyori pelan sambil meninggalkan studio. Hyori langsung berlari keluar gedung, hampir meledak amarahnya. Awas, ya!! Bakal kutunjukin kalau aku tuh, berguna BANGET!

“Ih, ngeselin banget si PD itu!!” teriak Hyori mengadu pada Soori yang dengan muka i-don’t-care melahap ayam goreng di mejanya. “Udah, lah… sekarang kan kita lagi makan, ya makan aja! Nggak usah bawa-bawa si PD itu.” Ujar Soori yang kedengaran memarahi daripada memeberi saran. “Iya sih, tapi ini kan menyangkut karirku di masa depan! Bayangin aja, aku hampir selamanya bakalan kerja sama dia, malah jadi asisten dia, Soori!!” tapi Soori terus makan dan tidak menggubris keluhan Hyori. “Memangnya, kamu datang ke studio berapa?” “Euhmm… kalo tidak salah studio nomor 4.” Jawab Hyori. Seketika Soori membanting ayam gorengnya ke meja, membuat hampir semua pengunjung restoran itu kaget.

“Kenapa, Soori?” tanya Hyori polos. “Dia kan Lee Ji Ae! Dia tuh, primadona kantor kita! Selain cantik, prestasi kerjanya juga bagus. Dulu dia asisten PD kayak kamu. Tapi baru kurang lebih 1 tahun, dia sudah diangkat jadi PD.” Hyori hanya manggut-manggut. “Tapi dia memang jutek. Susah banget bergaul sama dia. Tapi karena dia cantik, walaupun kepribadiannya nggak begitu bagus, banyak pegawai yang naksir sama dia. Soalnya kan dia masih muda, masih bersih. Mana ada cowok yang nggak kecantol? Jadi, kamu harus sabar banget kerja sama dia.” Lanjut Soori. Hyori mulai berpikir. Gimana ya, cara supaya aku bisa akrab sama Lee Ji Ae?

“Oh, ya! Soori, nanti temani aku belanja, ya! Apartemenku kan, masih kosong, aku mau beli peralatan rumah tangga.” Ajak Hyori. “Wah, Mianheyo… Hari ini aku lembur. Begini aja. Sebagai permintaan maaf, makananmu aku bayarin, deh!” Dengan setengah kesal Hyori mengangguk. Lalu, digigitnya ayam goreng yang dari tadi hanya dibiarkannya di meja. Hap! Nyam, nyam… “Eh, Kok ayamnya enak banget, Soori!?” “Memang!” jawab Soori. “Mba, aku minta ayam goreng ini 2 bungkus!” pekik Hyori.

Hari ini SHINee akan perform live di salah satu acara musik. Di ruang make-up, tidak seperti biasanya, Onew tidak melahap ayam goreng kesukaannya. Padahal, giliran SHINee manggung masih setengah jam lagi. Dan Onew hanya duduk-duduk saja di sofa ruang make-up. “Hyung, kau tidak apa-apa?” tanya Taemin cemas. “Euhm, aku tak apa kok. Lebih baik kamu ingat-ingat gerakan dancenya. Kemarin kan kau baru saja selesai ujian, pasti pikiranmu masih campur aduk dengan soal-soal. Kalau kamu lupa gerakannya walaupun sedikit, pasti penonton kecewa.” Ujar Onew. Taemin hanya bisa memandangi hyung-nya dengan tatapan sedih.

“Wuah, tidak biasanya kata-katamu bagus, hyung!” ujar Jonghyun dari balik punggung Taemin. Tapi Onew maupun Taemin hanya diam saja. Jonghyun yang secara nggak langsung ceming, meninggalkan mereka berdua. Ini pasti gara-gara kemarin! Pikir Taemin.

Harusnya kemarin aku tidak usah meminta hyung menjemputku dari sekolah gara-gara hujan. Harusnya aku bawa payung kemarin, jadi kami berdua tidak kehujanan. Aku juga seharusnya tidak meminta dibuatkan susu tengah malam. Harusnya aku buat susu sendiri. Duh, Taemin-ah, neoneun babo ya! Kenapa tadi malam aku nggak ngambil susu pisang di kulkas aja, sih!! Pikir Taemin kesal, kesal akan dirinya sendiri yang sangat manja. Sekarang Onew memang kelihatan agak lemas. “Maaf ya hyung, kamu sakit gara-gara aku.”

“Hah! Siapa yang sakit!?” pekik Key menghampiri Taemin dan Onew. Key langsung menempelkan tangannya ke dahi Taemin untuk mengukur suhunya. “Bukan aku, Hyung. Tapi Onew hyung. Kemarin dia menjemputku dari sekolah sambil hujan-hujanan.” Ujar Taemin sambil melepas tangan Key dari dahinya. “Benarkah, hyung?” tanya Key. “Tidak, aku tidak apa-apa kok. Makan ayam sekali pun aku pasti langsung sehat kembali.” Jawab Onew sambil tersenyum.

“Baiklah!” ujar Taemin tiba-tiba. “Aku akan membeli ayam goreng kesukaanmu, hyung! Tunggu ya!” “Eits! Kamu ini bodoh, ya! Sebentar lagi giliran kita tampil!” bentak Key sambil menarik lengan Taemin. “Aku tau kok restoran ayam dekat sini. Lagi pula, masih 30 menit sebelum kita perform. Aku janji akan datang tepat waktu!” lanjut Taemin sambil berlari keluar dari ruang make-up. “TAEMIN!!” jerit Key.

Di jalanan Seoul, Taemin masih mencari restoran ayam yang enak. Sebenarnya, dia sama sekali tidak tau dimana letak restoran ayam terdekat. Dia hanya berlari-lari mencari sesuatu yang dia bahkan tidak tau wujudnya.

“Huh, berat banget belanjaannya…” keluh Hyori yang sedang berjalan keluar dari supermarket. Tiba-tiba, dia melihat taksi kosong yang sedang lewat di depannya. “Eh! Taksi!!!” jerit Hyori sambil berlari mengejar taksi itu.

Taemin pun melihat jam tangannya. Gawat! Tinggal 15 menit lagi! Dia pun berlari menuju beberapa pertokoan, menanyakan restoran ayam terdekat. “Bapak, tau restoran ayam goreng dekat sini ?!” tanya Taemin ke seorang bapak-bapak tua yang menjaga toko sayuran. “Ah, kamu kan yang sering ada di tv… Siapa ya, namamu…? Aku lupa…” “I-Iya, Aku SHINee Taemin. Jadi, dimana restorannya? Tolong, bisa anda cepat beritahu saya? Saya sedang buru-buru, Pak!” Tanya Taemin lagi. “Euhm, restoran ayam goreng? Yang enak atau yang tidak enak? Kalau yang enak agak jauh, kamu harus naik taksi. Kalau yang tidak enak, agak jauh juga, tapi kamu tidak usah naik taksi.” Jawab si bapak dengan sangat lemotnya. “Yah, yang manapun nggak masalah! Jadi dimana, Pak?!” “Dari sini, kamu melewati satu… dua… oh, sekitar 7 toko sampai ada perempatan. Lalu, kamu belok kanan, melewati 3 toko lagi. Lihat ke sebelah kiri, nah disitu ada restoran ayam yang tidak enak…” “Terima Kasih, Pak!” ujar Taemin cepat sambil berlari kencang menuju restoran yang dimaksud si bapak. Ppali, ppali, ppali!!!

“Taksi!!! Aduh, berat banget sih!” jerit Hyori sambil terus mengejar taksi. Taksi itu pun akhirnya berhenti di perempatan. Saat hendak menghampiri taksi, tiba-tiba Hyori melihat bayangan yang bergerak cepat. “AAWWAAAASS!!!”

GAABRUUUKKK!!!

Belanjaan Hyori jatuh semua, berceceran di hampir seluruh jalan pertokoan. Semua telur Hyori pecah, ramyun instannya remuk. Hampir saja botol cairan pembersih kamar mandinya bocor. Dan si penabrak yang tidak kelihatan mukanya karena terhalang rambut itu, hanya terduduk di jalan sambil kesakitan. Darah Hyori naik.

“YAA!!! Babo, ya!! Kamu nggak tau ini jalanan umum!!? Memangnya perempatan ini punyamu aja!!?? Lain kali jalan pakai mata dong!!! Eh, maksudku, kamu jalan tetap pakai kaki, tapi mata kamu juga digunakan untuk melihat jalan!! Lihat!! Sekarang belanjaanku jatuh semua! Telur-telurku, ramyun-ku! Bahkan aku dilihatin orang-orang sejalanan ini!!” sambil marah-marah dan komat-kamit, Hyori membereskan semua barang belanjaannya yang tercecer. Tiba-tiba, ada satu pasang tangan yang memberinya beberapa barang belanjaannya yang tadi jatuh tercecer.

Hyori menegakkan kepalanya. Di depannya ada Taemin sekarang. “Maaf! Aku sedang buru-buru! Aku hanya bisa membereskan yang ini. Telur yang pecah, nanti aku ganti!” ujar Taemin panik. Hyori yang wajahnya semrawut, langsung berubah 180 derajat.

Hee?? Taemin? SHINee Taemin? Beneran nih Taemin? Dancer SHINee, Taemin? Maknae SHINee, Taemin? Lee Taemin?! TAEMIIINN??!!

“Ka-ka… Kamu… Shyaa-shyaa… shayyinni…” ucap Hyori terbata. “Iya, iya! Aku SHINee Taemin! Sekarang aku sedang buru-buru. Maaf aku tidak bisa memberikan tanda tangan sekarang. Annyonghaseyo!” ujar Taemin sambil berdiri. GREP! Kakinya di genggam kencang oleh Hyori!! “Kamu sedang buru-buru kemana?! Mau aku bantu?” ujar Hyori, refleks. “Ah, aku sedang cari restoran ayam goreng dekat sini. Maaf, aku buru-buru!” lalu Taemin bergegas berdiri. GREP! GREP! Kali ini kaki dan tangan Taemin yang digenggam Hyori!! “Kenapa kamu buru-buru? Kan kita bisa makan ayam goreng bersama! Aku yang traktir, deh!” Ujar Hyori sambil senyum-senyum kayak orang freak.

Dengan setengah jijik, Taemin berdiri. Hyori pun yang masih menggenggam tangan Taemin, ikutan berdiri sambil melepaskan tanggannya dari kaki Taemin dan langsung menggenggam tangan Taemin yang satunya lagi. “Ak-aku harus kembali ke studio di gedung TV-X untuk perform live. Tapi aku harus membeli ayam goreng untuk Onew Hyung, jadi…” “HAH!!?? Untuk Onew SHINee!!??” timpal Hyori. Dia pun langsung mengambil ayam goreng yang tadi dibelinya yang tergeletak di jalan, sambil masih menggenggam tangan Taemin tentunya, karena takut Taemin kabur. “Ini, ini, ambil ini. Aku sudah makan tadi, jadi aku tidak perlu. Lagipula, ayam ini tidak langsung jatuh ke tanah tadi, jadi masih bisa dimakan.”

“Tapi…!” “Sudah, ambil aja! Bilang ke Onew, aku suka banget sama dia. Eh, aku juga suka  sama kamu sih, tapi aku CINTA sama Onew. Eh, sama kamu juga aku cinta sih, tapi rasa cinta aku ke Onew lebih besar. Eh, aku juga cinta sih sama kalian berdua. Tapi, aku juga cinta sih, sama Jonghyun, Key dan Minho. Cuma kalau sama Onew… Ah, pokoknya aku cinta banget sama SHINee deh!!” Hyori langsung mendorong Taemin ke taksi yang dia panggil tadi. Malahan, Hyori membukakan pintu taksi untuk Taemin. “Pak, antar dia ke gedung TV-X ya! Yang cepat! Cepat banget! Walaupun dia artis, bapak pura-pura tidak kenal dia, ya!! Nih uangnya, kembaliannya ambil aja. Cepat banget, ya Pak!” ujar Hyori ke supir taksi, sambil menunjuk-nunjuk wajah si supir. Si supir hanya manggut-manggut saja. “Tapi, uang ayam dan taksinya…!!” ujar Taemin seraya taksi itu menyalakan mesin. “Anggap aja hadiah dariku sebagai SHAWOL!!” teriak Hyori pada Taemin yang mulai menjauh.

Taksi itu mulai menjauh. Tapi tiba-tiba jendela taksi terbuka. “Kamsahamnida!!! Namamu siapa!!?? Nanti aku ganti uangnya!!” teriak Taemin dari jendela taksi sambil melambaikan tangan. “HAN HYORI!!!” jawab Hyori sambil membalas lambaian tangan Taemin.

Hyori memandangi taksi yang ditumpangi Taemin sampai sudah tidak terlihat lagi olehnya. Dia masih tidak percaya kejadian yang baru saja dialaminya!!

Aku… ketemu SHINee Taemin yang imut itu! Beneran maknae SHINee! Nggak bohong! Bukan orang yang mirip, tapi beneran Lee Taemin!! Mana aku pegang tangannya, lagi!! Oh, Tuhan, terima kasih Kau telah memberiku refleks yang sempurna! Mana dia dadah ke aku pula!! Hooh…

Hyori memandangi tangannya. Mengusapkannya ke pipinya yang dingin dan merah padam karena grogi. Pokoknya, tangan ini nggak akan kucuci selamanya! Pikirnya. Dia terus senyum-senyum, mesem-mesem, sampai seluruh orang di jalanan melihatnya. Wajahnya terus berseri-seri walaupun belanjaannya masih tergeletak di tanah. Dibereskannya barang-barangnya, sambil terus tersenyum memikirkan kejadian yang tidak akan dilupaka SHAWOL manapun yang mengalaminya. Wuaah~ Taemiinniie…

Saat Hyori hendak mengambil botol minuman yang letaknya agak jauh dari jangkauan tangannya, ada sebuah tangan lain yang mengambilkannya untuk Hyori. Tangan itu sangat besar dan berbulu lebat, membuat Hyori ketakutan bukan main. Ditegakkannya kepalanya perlahan. “Anda bilang, anda bukan seorang Fan?” ujar si pemilik tangan. Mata Hyori terbelalak. Pak Park!!??!!?

To be continue à Omo, omo!! Ada Pak Park! Gimana sama karir Hyori yang baru aja dimulai!? Apa Hyori bakal di hukum, atau malah di pecat!? Apakah Taemin bener-bener bakalan ngegantiin uang Hyori? Bagaimana dengan hubungan Hyori dan Lee Ji Ae? Sabar ya, it’ll be reveal on Next Part!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


19 thoughts on “Hyori’s Life Channel – Part 1”

  1. wah onnie keren nih ff nya
    eh, aku first ya? ekeke~
    oya, hyori nya jangan di pecat dong, kasian .. 😦
    lanjut onnie, tapi jangan lama lama ya, gasabar baca lanjutannya ..
    hwaiting !! 😀

  2. hyaaa pertanyaanku di borong semua sama authornya !! >,< !!!
    pokoknya aku dah komentar .. *ngambek*
    #plakk!! abaikan

    hyaaaaaaa!! pagimana ceritannya .. aku jdi jiji sendiri liat klakuan hyori sma taemin ..

  3. Nah lohh, hyori,..
    Ketauan oleh pak park!!
    Mangka.a hyori, jgn ska boong #plaak~ abaikan

    d tnggu yah author lnjutan.a

  4. Hehe..lucu bgt,apalagi pas blg tanganny gx bkal dicuci selamanya..huahaha…ditunggu next part

  5. Wuaaah~ banyak yg suka ff-ku… Senangnya~ 😀
    Oh ya aku pake nama deyamonk harusnya, bukan milkyGreen.
    Btw part 2 lg jalan. Doain ya~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s