Passwords and Codes – Part 3 (END)


PASSWORDS AND CODES – part 3

Title               :           Passwords and Codes – part 3

Author           :           dhini91

Cast             :           Key SHINee, _____ (YOU), Jonghyun SHINee Taemin SHINee

Length           :           Sequel

Genre            :           Action(?), Friendship,Romance

Rating           :           PG-13

/*Ini karya ke-2 setelah Just Call Me Angel yang aku publish di SF3SI….mianhe kalau banyak kekurangan *bow* */

*

*

Aku menatap mata ayahku yang menatapku penuh amarah.Sepertinya kali ini dia benar-benar ingin memenggal kepalaku.

“Ki Bum, aku tak menyangka.” ujarnya frustrasi.

“Anda mau dia diapakan?” tanya Kim Jonghyun, salah satu bawahannya yang aku kenal.

“Hukum dia sesuai hukum yang berlaku. Untuk membayar rasa maluku ini.” sahut ayahku. Yucks, bukan ayahku, tapi  Inspektur Kim yang terhormat. Dia beranjak dari tempat duduknya.

“Ki Bum, Ki Bum! Ayahmu selama ini mencari siapa dalang dari pelaku pembobolan bank kemana-mana sampai kelelahan, tapi ternyata pelakunya adalah kau, anaknya sendiri.” ujar Jonghyun sambil menggelengkan kepala.

“Aku bukan anaknya, dan dia bukan ayahku.”

“Aku tahu kau sakit hati dengan sikap kerasnya dalam mendidikmu, tapi bagaimanapun juga dia tetap ayahmu.”

Aku menggeleng cepat. “Jangan bicarakan sesuatu yang tak ada gunanya. Katakan saja hukuman apa yang akan kuterima.”

“Uhmm…. kau harus melewati beberapa persidangan dulu. Baru hasilnya akan kita tahu.”

Dia bangkit juga dari tempat duduknya. Lalu melingkarkan sebuah borgol ditanganku.

“Kuantar ke tempat istirahatmu sekarang.” ujarnya, membuatku meringis membayangkan tempat peristirahatan apa yang akan dia berikan kepadaku.

**

Seminggu sudah aku menghabiskan waktuku di tempat sialan ini. Tempat yang pengap dan tak berwarna. Putih. Aku bukan orang gila, tapi kenapa mereka menempatkanku di ruang yang seperti di rumah sakit jiwa.

Pintu selku terbuka kulihat Jonghyun berjalan masuk diikuti seorang pemuda seumurannya. Dia memakai setelan jas berwarna hitam. Jonghyun kembali melingkarkan borgol kepadaku.

“Apa ini waktunya untuk persidanganku?” tanyaku pada Jonghyun.

“Kau akan tahu nanti. Sekarang ikutlah ke ruang interogasi.” dia menarikku untuk mengikuti langkahnya. Kulirik lelaki yang ada di sampingku. Dia tersenyum ramah. Cih! Aku malah muak saat melihatnya.

*

“Aku Lee Jinki.” lelaki bersetelan hitam itu menjabat tanganku.

“Kau pengacaraku?”

Dia tertawa, dan Jonghyun pun ikut tertawa.

“Bukan. Aku yang membebaskanmu dari hukuman ini.”

“……..”

“Kau bebas Kim Ki Bum-ssi. Tapi dengan satu syarat, kau harus bekerja untuk kami.”

“Kalian? Aku dijadikan polisi?”

“Bukan aku dan dia.” Lelaki yang bernama Jinki itu menunjuk Jonghyun. “Tapi aku dan kawan-kawanku.”

“………”

“Bukan menjadi polisi. Tapi menjadi agen rahasia sepertiku.”

“Sepertimu?”

“Uh-Hum. Kau tahu…. CIA?”

Aku mengangguk.

“Bisa dibilang …. kami seperti itu.”

Aku tertegun. Dia tersenyum lebih lebar, lalu beranjak dari duduknya.

“Aku sudah membaca berkas-berkasmu. Dan….”dia memasang wajahnya tepat di depan wajahku. “It was awesome!”

“Kau cerdas Ki Bum-ssi. Dan kami perlu orang-orang sepertimu.”

“Ini sebuah tawaran atau paksaan?” tanyaku sanksi.

“Tawaran sebenarnya. Tapi kalau melihat keadaanmu sekarang, sepertinya kau tak punya pilihan lain selain menerimanya.”

“Apa keuntungannya untukku?”

“Kau akan bebas dari segala hukuman ini. Kau bisa melakukan apapun sesukamu tapi dibawah pengawasan kami selama kau masih terikat kontrak dengan kami, tapi setelah tugasmu selesai, kau akan benar-benar bebas dari segalanya. Bahkan polisi tak bisa menahanmu lagi karena perbuatanmu di berkas-berkas ini. Kecuali kalau kau melakukan kejahatan lain setelah itu.”

Aku mencerna kata-katanya. Bebas – terikat kontrak – kemudian bebas dengan  benar-benar bebas.

“Tugas apa yang harus aku kerjakan?” tanyaku lagi.

“Kau akan tahu setelah sampai di markas nanti.”

Aku kembali terdiam. Lalu menatapnya yang berusaha meyakinkanku.

“Kalau aku tak bisa menyelesaikan tugasku?”

“Kau akan kembali ke tempat ini. Dan kami akan mencari orang lain.”

“Jadi artinya aku harus berhasil?”

“Ya.Memang harus.”

“Ini kesepakatan yang tidak fair.”

It’s fair. Kau mendapatkan kebebasanmu dan kami mendapatkan otakmu yang cerdas. Asal kau tahu, membayar kebebasanmu ini tidaklah murah.”

Aku melirik Jonghyun. Dia mengangguk membenarkan. Aku akhirnya menghela nafas.

“OK. Aku terima.”

Excellent! Kau membuat keputusan yang benar, Ki Bum-ssi.” Jinki menjabat tanganku lagi, lalu beranjak pergi.

Jonghyun menghampiriku, lalu menyuruhku untuk bangun.

See, ayahmu tidak seburuk dugaanmu. Dia membiarkanmu bebas.”

“Dia benar-benar ayah tak tahu diri. Kalau dia memang mau membunuhku, lebih baik tidak dengan cara perlahan-lahan seperti ini.” rutukku.

Jonghyun tertawa kecil. “Dia sudah mempertimbangkan hal ini selama dua hari tanpa tidur.Jadi tenang saja, aku yakin ini keputusan yang benar.”

**

“Ki Bum-ssi, jadi inilah database kami yang bermasalah itu.” Jinki menunjuk sebuah komputer.

“Kau lihat, disana ada nama-nama buronan kami. Tapi data lengkap mereka tak dapat kami buka seperti biasanya. Seperti ada yang menguncinya.”

“Sudah coba diperbaiki?”

“Kami sudah memanggil semua programmer yang kami punya, tapi tak ada satupun yang berhasil. Kalaupun ada yang berhasil, data itu akan terkunci lagi pada akhirnya.”

Aku memainkan kursor di layar, mengklik yang seharusnya terbuka, tapi tak terbuka.

“Kami kesulitan menangkap para buronan karena lokasi, dan ciri-ciri terakhir mereka tak dapat kami buka. Ini menghambat kerja kami.”

Virus.” gumamku.

“Huh?”

“Ini virus. Virus ini mengunci semua datanya, tapi tidak menghapusnya. Tapi tetap saja bukan virus sembarangan.” ujarku beralih padanya.

“Jadi, apa kau bisa membuat anti-virusnya?” tanya Jinki.

Aku tertegun sejenak. “Sepertinya bisa, tapi aku perlu kembali ke apartmentku karena semua source code yang kubutuhkan ada di sana.”

“Itu juga rencana kami sebenarnya. Kau akan tinggal di apartment-mu sendiri, tapi dengan salah satu pengawas dari kami. Dia juga seorang programmer.”

“Baiklah. Mungkin dia bisa sedikit membantuku.”

**

Lee Taemin, yang menjadi partnerku sekarang, sedang mempelajari kembali virus yang menyerang database bermasalah itu. Aku memperhatikan detail wajahnya yang selalu membuatku tak percaya. Dia bahkan lebih muda dariku, tapi dia menjadi anggota CIA?

“Jangan menatapku seperti itu, hyung.” tegurnya. Aku mengalihkan tatapanku cepat.

“Bagaimana bisa kau menjadi anggota mereka di usia semuda ini?”

Dia tertawa kecil. “Sama sepertimu. Aku tertangkap saat mencoba menembus sistem keamanan sebuah badan pemerintahan.”

“Badan pemerintahan?”

“Iseng. Hehe…”

Cih! Dia benar-benar tak beda denganku.

“Sekarang aku sudah lupa semua kode-kode ini karena terlalu lama membuat program-program sederhana di markas. Kau lebih baik dariku hyung, kau mencatatnya,” dia tersenyum padaku.

“Kalau kulihat bahasa virus ini rumit sekali. Kau ada ide kita harus memulainya dari mana?” tanyaku.

“Aku sudah menemukan beberapa. Mau dimulai sekarang ?” tanyanya.

“OK.” sahutku setuju.

*

“Kau tampak kurus Ki Bum.” ujar _____.

Aku meliriknya sambil terus memasukkan nasi kemulutku.

“Kemana Minho?” tanyaku.

Pertama kali kumenginjakkan kaki ke tempat ini lagi, aku sadar kalau barang-barang Minho telah lenyap.

“Dia memutuskan untuk masuk wajib militer. Untuk membenahi diri katanya.”

Aku tertegun. Cih! Membenahi diri….

“Kau sedih pastinya.” sindirku.

“Ya. Aku sedih sekali. Tak ada dia, tak ada kau. Selama 2 minggu ini.”

“Aku pasti tak termasuk yang membuatmu sedih.”

“Tentu saja termasuk Ki Bum. Kau sahabatku.”

Aku meneguk minumanku sampai habis. Lalu menatapnya.

“Terimakasih telah memasak ini untukku.” ujarku.

“Kau mau kumasakkan setiap hari? Aku sedih melihatmu sekurus ini, Ki Bum.”

“Tak perlu. Aku bisa memesannya kalau aku mau.”

“Oh.Begitu.” kami terdiam. Aku melihatnya yang tertunduk.

“Apa kau sehat-sehat saja? Kau agak pucat.” tanyaku. Dia menggeleng.

“Tidak apa-apa. Aku hanya kelelahan karena tugas kuliah yang menumpuk. Kau tahu kan, kedokteran.”

“Oh, mau kubantu?”

“Tidak usah.” tolaknya. “Oh,iya.Kau belum menceritakan kepadaku bagaimana kau bisa bebas.”

“Uhmm..” aku berusaha mencari kata-kata yang tepat. “Ayahku berbaik hati kali ini. Dan menyuruhku untuk jangan mengulanginya lagi. Tapi dia juga mengosongkan rekeningku. Mengembalikan semuanya.Bahkan uang untuk membayar apartment ini juga dia gantikan.”

“Kau harusnya bersyukur mempunyai ayah seperti itu. Aku iri.”

“Memangnya ayahmu kenapa?”

“Ayahku meninggalkanku dan ibuku dengan wanita lain. Menyedihkan.”

Aku terdiam. Baru kali ini aku mendengar salah satu rahasianya.

“______, kalau kau punya masalah, berbagilah padaku.Tak usah kau pendam. OK!?”

Dia tersenyum.

**

“Yang ini juga tak mempan.” sungut Taemin.

“Coba lagi tambahkan kode yang ini di sini.” tunjukku ke layar.

“Oh,ya. Jinki menghubungiku, katanya ada tugas tambahan untukmu.”

“Apa itu?”

“Kau harus menemukan juga pelaku pembuat virus ini.”

“Ah! Haruskah? Bukankah mereka mempunyai alat yang lebih canggih untuk menangkapnya?”

“Semuanya dalam tahap perbaikan karena virus ini.”

“Jadi bukan hanya database ini saja yang terserang?” tanyaku tak percaya.

“Yups!”

Aku mulai kagum dengan pembuat virus ini. Dia benar-benar canggih.

“Coba lagi Taem!” seruku. Dia semakin bersemangat karena melihat kegeramanku.

“Oh,ya lagi. Kau tidak memberitahukan pada wanita tadi tugasmu sekarang kan!?”

“Tentu saja tidak. Dia tak perlu tahu.”

“Siapa dia? Pacarmu?”

Aku menggeleng.

“Baguslah! Aku punya kesempatan. Dia cantik.”

“Ya!! Awas kalau kau berani macam-macam!” ancamku.

“Katamu dia bukan pacarmu.”

“Ya…di..dia sahabatku. Jadi aku melindunginya dari pemuda ingusan tak tahu aturan semacammu.”

“Ah, bilang saja kau cemburu hyung!”

“Berisik! Sudah lanjutkan!” aku memukul kepalanya.

**

“Dia siapa Ki Bum?” tanya ______ sambil menunjuk Taemin yang sedang menonton TV.

“Oh. Dia sepupuku yang bertugas menjagaku. Kiriman Inspektur Kim.”

______ tertawa. “Panggilan yang aneh sekali untuk ayah sendiri.”

Aku tak menyahut, melanjutkan kembali mengiris bawang. Dan lama kelamaan membuatku menangis.

“Hah! I hate onion!”

“Sini biar kugantikan.” seru ______. Aku bergeser sedikit, sambil mengusap mataku.

“I hate it too!” ujar _____ tak lama kemudian sambil tertawa. Aku tertawa melihatnya yang juga menangis. Aku mengusap air matanya. Dia menatapku.

Aku hanya tersenyum, “Maaf aku membuatmu dan Minho terpisah seperti ini. Kalau tidak dia pasti ikut masak bersamamu di sini.”

“Aku selalu tak mengerti kata-katamu setiap kau menyebut nama kami berdua berurutan.”

“Kau mengerti ______. Tapi kau tak pernah mengakuinya di depanku atau di depannya.”

“Maksudmu…. aku menyukainya?”

“Yups. Apa lagi? Kau selalu mengkhawatirkannya, perhatian padanya. Lebih dari perhatianmu padaku.”

“Kau cemburu?” dia tertawa.

“Tidak juga.”

“Apa aku semudah itu terbaca olehmu?”

“Tentu saja. Kau seperti sebuah source code yang bisa kumengerti begitu saja saat pertama kali membacanya.”

“Ho-oh! Baiklah aku kalah.”

Aku terdiam sejenak.

“Maksudmu, kau memang benar menyukai Minho?”

“Apa salah?”

Aku menggeleng perlahan. Lalu merebut pisau ditangannya, kembali mengiris bawang. Membuatnya tak sadar kalau aku menangis sungguhan kali ini.

**

“Sedikit lagi hyung. Kita bisa membersihkan virus ini.” ujar Taemin senang. Aku tak berkonsentrasi kali ini. Karena lagi-lagi teringat pengakuan _____ tentang perasaannya terhadap Minho. Harusnya tebakanku meleset, tapi dia malah membenarkan.

“Selesai!” seru Taemin. Aku menatap layar tak percaya.

“Kau hebat Taem!”

Dia tertawa. “Ini juga hasil kerja kerasmu hyung!”

“Lalu… sekarang tinggal kita deteksi siapa pembuatnya.” ujarku.

“Kau tak mau memberikan antivirus ini dulu. Kita bisa menemukannya dengan mudah kalau alat di markas sembuh.”

Aku menggeleng. “Tidak usah. Aku tak mau bertemu dengan Si Jinki itu. Aku tak mau diberi tugas tambahan lagi.”

Taemin tertawa lagi. “OK!Aku akan menurut padamu saja hyung.”

**

“Lokasinya, yang jelas di Korea.” Taemin menunjuk garis biru yang perlahan berjalan dari lokasi komputer markas CIA  ke arah yang menjauh darinya.

“Masih di Seoul.” ujarnya lagi. Garis itu terus berjalan. Lalu terhenti.

“LOCATION HAS BEEN DETECTED”

“Perbesar!” seruku. Taemin mengetik kode zoom-in. Lokasinya sekarang tampak terlihat di depan mataku. Wait…..a…..minute…..This……….OH NO!!!

“NO WAY!!!” seketika tubuhku lemas saat melihat lokasinya. Tepat di apartmentku.

Aku mengumpulkan seluruh tenagaku, lalu berlari keluar kamar.

Aku membuka pintu kamar ______ begitu saja. Kulihat dia yang sedang duduk di depan notebook-nya. Dia menoleh saat kupanggil namanya pelan. Lalu dia tersenyum.

“You got it.You got me now!”

“Cih! Bukan kau kan!?”

“Lihat ini!” dia menyuruhku melihat layar notebooknya.

“YOUR LOCATION HAS BEEN DETECTED”

“Bohong. Kau bahkan tidak mengerti komputer sama sekali.” ujarku mencoba membersihkan pikiran negatifku tentangnya.

“Maaf aku membohongimu selama 4 tahun ini. Aku ahli komputer Ki Bum. Sama sepertimu.”

Entah kenapa mataku memanas. “Untuk apa kau melakukannya?”

“Untuk melindungi ayahku. Dia buronan yang dicari CIA. Dia mencuri data dari pemerintah yang sangat rahasia, untuk diberikan ke polisi. Aku tak tahu apa itu, tapi yang jelas bukan sesuatu yang benar. Aku berbohong tentang ayahku itu, Ki Bum.”

“Kenapa kau tak menambah sistem keamananmu? Kau harusnya bisa melakukannya. Harusnya kau tak membiarkanku mendeteksimu.”

“Aku…” dia bangkit, lalu memegang wajahku. “Aku kasihan melihatmu yang tampak kurang tidur. Kau terlihat kurus karena setiap hari hanya berkutat di depan komputer untuk membuat program antivirus itu dengan partnermu. Aku tak mau kau sakit, maka aku mempermudahnya.”

“Bagaimana kau tahu itu?” Aku mulai menangis begitu melihatnya yang juga menangis.

“Aku menaruh kamera pengawas di kamarmu. Aku mendengar apa yang kalian bicarakan. Tadinya aku tak mau menyerah begitu saja. Tapi lama kelamaan….”

“…… aku sadar, kalau aku tak bisa begitu saja melihat orang yang kusukai menderita. Maka kupermudah semuanya, Ki Bum. Untukmu.”

Aku menyadari kata-katanya. “Kau tidak menyukaiku ______.K au menyukai Minho!”

“Aku yang tahu perasaanku sendiri Ki Bum. Bahkan Minho hanya kujadikan sebagai alat untuk membuatmu cemburu. Tapi kau tak juga berkata suka padaku.” serunya gusar. Aku terdiam sejenak.

“Apa… aku harus mengatakannya sekarang?” tanyaku perlahan.

“………”

“Aku menyukaimu. Aku bahkan sepertinya mencintaimu. Kau sama sekali sulit dilenyapkan, sama seperti  virus buatanmu. Menyebar dan enggan pergi.” ujarku sambil mengusap air matanya.

“JANGAN BERGERAK!!!” Kami menoleh, dan kulihat Jinki dan beberapa temannya mengarahkan pistol ke arah kami.

______ tersenyum padaku. Dia membisikanku sesuatu. Lalu dia dibawa begitu saja keluar apartment-nya sendiri. Aku mentertawakan diriku sendiri. Aku baru sadar, kalau aku adalah komputer berprocessor paling lambat yang pernah ada di dunia. Aku tak menyadari kalau _____ juga menyukaiku. Seharusnya aku tahu itu. Tapi aku tak pernah berusaha tahu. Aku bodoh!!!

***

Aku sudah melaksanakan permintaan _____ yang terakhir, yang dulu dibisikkannya padaku.

“Hapus data ayahku dari database mereka. Aku mohon”

Aku telah mengembalikan data-data para buronan, kecuali ayah _____. Dia ada di sebuah kampung sekarang, setelah kembali dari Singapore. Mengasingkan diri dari keramaian. Sedangkan _____ , di dalam sel yang dulu aku, dan Minho tempati. Aku menatap dari jauh lelaki tua yang sedang memakan ramyun di sebuah kedai kecil.

Dia tersadar kalau aku sedang menatapnya. Dia bangkit, lalu menghampiriku.

“Apa kau ada urusan denganku, anak muda?”

“Ya. Aku membawa pesan dari putrimu. ______.”

Dia terbelalak. Setelah membayar, dia mengajakku ke kediamannya di pinggir laut.

*

Ayah _____ memberikanku sebuah chip yang berisi data-data pemerintahan yang katanya di dalamnya terdapat banyak penyelewengan. Dia memutuskan untuk memberikan chip itu padaku setelah mengetahui kalau Inspektur Kim (ayahku) lah yang menjadi pemimpin sekarang. Dia mantan polisi, yang akhirnya dipecat karena dituduh menyebarkan fitnah karena data di chip itu. Dia kalah oleh pemimpinnya saat itu,  yang ternyata ada di pihak pemerintah bermasalah  itu.

Dia sempat menyebut ayahku sebagai salah satu teman terbaiknya saat menjadi polisi muda dulu. Dia bilang ayahku adalah polisi paling idealis dan jujur yang pernah ada. Tapi aku tak mengatakan kalau aku adalah anaknya. Aku terlalu malu mengakui diriku sebagai anak dari polisi hebat seperti dia.

*

Setelah itu aku kembali ke Seoul. Menyerahkan data itu pada ayahku. Dia sempat tercengang saat melihat apa yang kubawa. Apalagi saat menyebut nama ayah _____.

“Inspektur. Bisakah kau lepaskan _____ dari tahanan? Kau sudah mendengar ceritaku, jadi dia dan ayahnya tidak bersalah.”

“Aku harus melihat isinya dulu untuk membuktikan semuanya.”

Aku akhirnya bangkit. Tak ada gunanya kalau aku melanjutkan obrolan alot ini.

“Ki Bum. Kalau kau memanggilku ayah, aku bisa pertimbangkan permintaanmu.”

Aku terdiam di depan pintu, lalu menghela nafas. “Ini kantormu, aku tak bisa memanggilmu ayah begitu saja. Bukankah itu yang kau ajarkan padaku, Inspektur Kim!?”

Aku melangkah keluar ruangan, sebelum dia menghentikanku lagi. Aku tak bisa memanggilnya ayah, tidak bisa. Aku bahkan tak punya keberanian untuk memanggilnya dengan sebutan itu sekarang. Aku malu pada diriku sendiri.

**

Aku memasuki rumah yang hampir setahun ini tak pernah kupijak. Aku melihat ibuku yang sedang merapikan taplak meja, dan begitu melihatku, dia berteriak histeris sambil memelukku.

Dan aku menangis saat menyadari kalau aku juga sangat merindukannya. Sudah lama aku lupa kalau aku masih mempunyai seorang ibu yang menyayangiku.

“Dimana Inspektur?” tanyaku.

“Ayahmu di ruangannya. Umma pinta panggilah dia ‘appa’, Ki Bum. Dia sangat merindukan itu.”

Aku hanya tersenyum, lalu melangkah menuju ruangan ayahku.

Dia tertegun saat melihatku masuk.

“Kau pulang kali ini?”

Aku menggeleng. “Tidak.Aku hanya sedikit ingin berbicara denganmu lagi.”

“Tentang apa?”

“______.”

“Ada apa dengan gadis itu?”

“Aku mohon inspektur…..” Aku mengusap air mataku. Kenapa aku jadi mudah menangis kalau mengingat ______?

“…… aku mohon appa, bebaskanlah dia. Dia tak bersalah.”

Dia terkesiap saat mendengar kata ayah dariku. Dia bangkit lalu memelukku.

“Maafkan aku appa. Aku selalu membantahmu. Aku mohon, kalau memang permohonan maaf bisa membebaskannya, aku akan memohon maaf padamu sebanyak-banyaknya.”

“Ki Bum. Kau memohon maaf padaku karena kau menyayanginya?”

“Disamping karena aku menyayanginya, aku juga….menyayangimu.”

Kudengar tawa kecil darinya. Dia melepaskan pelukannya, lalu menatapku.

“Tenang saja. Dia dan ayahnya akan bebas. Chip itu membongkar semua tindak korupsi di pemerintahan. Sabarlah menunggu semuanya selesai.”

Aku tersenyum mendengar kata-katanya.

“Terimakasih.” kataku dengan formal sambil membungkuk.

“Kau sudah besar Ki Bum. Kau tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Maaf kalau aku tak memperhatikan itu selama ini.” Ujarnya sambil menatapku. “Temanilah ibumu. Dia sering menangis karena merindukanmu.”

Aku mengangguk, lalu beranjak keluar dari ruangannya.

****

6 years later….

“Ki Bum! Sembuhkan notebook-ku!” ujar ______ sambil menaruh notebook-nya di hadapanku.

“Hei pembuat virus! Kau bisa membuatnya tapi tak dapat membersihkannya.” ejekku.

Dia tertawa kecil. “Aku bisa, tapi aku tahu kau lebih hebat dariku. Aku mau menidurkan Junho dulu.” dia mengecup pipiku.

“Salam dariku untuk jagoan kecilku!” seruku.

Aku menyalakan notebooknya. Kini logon screen-nya adalah foto kami bertiga. Aku, ______, dan anak kami , Junho. Aku tersenyum.

“Ya! Kenapa kau memasang password,_____??” teriakku. Tak ada sahutan. Aku berjalan dengan malas ke tangga.

“Ya! Apa password-nya???” teriakku lagi sambil berdiri di tangga paling bawah.

“I LOVE YOU….” sahut ______ dari atas.

Aku kembali ke ruanganku, lalu mengetikkan kalimat itu.

“I love you? Norak sekali!” sungutku.

Tak lama kemudian wallpaper pun muncul. Disana ada fotoku dan dirinya dengan tulisan dibawahnya : I love you, Ki Bum.

Aku tersenyum lagi. “I love you too, ______.”

THE END

/*Thanks sebanyak2-nya untuk sobatku dhe, yang telah menyumbang ide untuk FF ini *walaupun tempat dapet idenya gak banget*….. And thanks wat para admin yang mem-pub FF ini.^^. And for all reader and commentator….^^

 Dan juga…  kunjungi blog-ku di  dhini91 (WP) untuk membaca FF-ku yang lain…^^ (*nih orang promosi banget sih!!*) hiks…hiks…soalnya tuntutan tugas *curcol* */

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

57 thoughts on “Passwords and Codes – Part 3 (END)”

  1. Waaaaa seruuuu
    Jadi ternyata si cewe itu ahli komputer jg tooh
    Yaaaaa minho gak keluar disini hikshiks
    Tapi goodgood
    Akhirnya kibum manggil appa lagi!!!!

  2. Waaaaaah,,, ending yang seru…
    Smwa nya jd fix,, mulai dr hbngan dngn ayahnya, dgn ______ juga slsai.
    Tp si minhonya kasian, dy wamil.. Di part ini pun dy gak ada muncul.. Hehehe..
    Keren thor..

  3. Like this eonn,, 😀
    cuma berhubung aku uda baca, jadi feelnya uda gak sewow pas pertama kali baca,, tapi aku tetep suka,, kerenn,, 😀

  4. Aaaaaaaaaaaa
    Terakhirnya sweeet bangettt
    Ternyata si ____ suka juga sama key
    Untung aja si _____ nyelamatin data ayahnya buat kebaikan
    Aishhh keren (y)

    1. @mira: thanks….^^
      @Nuri: oh….haha…silahkan dibaca dulu……^^
      @nikitaemin: makasih ya….^^
      @chiiia: thanks….^^

  5. waa… akhirnya happy ending ya
    bwt after storynya ya
    hehehehehehe
    tentang si junho, appa & eommanya kan pandai komputer tuh bwt ttg cerita ttg dia jg ya

  6. Sumpaaah ini FF bagus banget!!! endingnya KEREN BANGET!! suka banget sama Key disini! gak nyangka ternyata _____ juga sama hebatnya kayak key!! Daebak author!!! Cinta mati deh ama nih FF!!! XDD

    1. @nysalollipop: thanks…^^
      @Hyejin : thanks yup….^^
      @hyunjialmighty95: waduh…ntar anaknya ditangkep lagi kaya bapaknya…..kakeknya nambah stress aja punya cucu begitu….haha.thanks…..^^
      @IrfirahzalMVP: makasih banyak……^^
      @Nisa : maksih banyak…….*bow* ^^

  7. aigooo , emang KEREN BANGET dari pertama (♥-̮♥) ini FF yg slalu aku tggu , pas udh dpt email klo ni ff udh publish pasti lgsg aku baca 😀 kekeke .
    NICE THOR , tapi hrusnya buat lbh panjang kyak Just Call Me Angel 😉 *byk mau*

    pkoknya , DAEBAK thor :*

  8. wah..!
    ff nya keren banget..!
    dari part pertama smpai ending ceritanya seru,bwt penasaran,ma susah d tebak lagi..
    q ska authornya.!d tnggu karya” selanjutnya.!

  9. Hyaaaa…
    kerenn! kerenn! kerenn!!
    Akhirnya si Kunci tobat juga…
    tp Minho??
    Ga dcritain lg y Minho.ny??
    Hahhay! ad anaknya Key jg.
    in the future Junho ikut2an bpakny ga y??
    #PLAKK

  10. hyaaa kau tau author !! kau tau … aku teriak histeris pas baca akhirnya … hyaaaa author daebbak !!!
    wahhhh….
    iloveu kibum .. hyaaa .. ahahahahah
    keren … bener2 keren .. yah sama ajh tuh si taemin .. ckckkckc….
    iseng2… sama sih .. aku juga iseng2 nge hack fb org ,, hehehe tenang ajh aku blikin lgi kok fb nya ke semula … wkwkwk

  11. keren. .terharu, ternyata ‘aku’ memang ditakdirkan hanya utk key, hahahaha *ditendang author*
    si cewek so sweet bgt sih, rela berkorban buat key, gak nyangka jg kalo dia ahli begituan jg. .hehehe

  12. akhirnya selesai juga thorr ..

    Waaah , bagus banget ni ff , kreatif 😀 yey ! akhirnya kibum sama ___ hidup bahagiaa , punya anak lagiii xD
    Terharu aku bacanyaa !

    Hebat thor ! d^_^b

  13. Sweet~
    yaampun, bener deh suka sama fic ini!
    Key akhirnya sama cewenya, baikan sama orangtuanya lagi! awww~

    Love this lah!
    Author, ditunggu fic lainnya ya ;D

  14. ouuuuuuch~ co cweeeeet~
    wah pekerjaan yg rumit jd seorang hacker.
    Nakal nih si Key, tak apalah yang penting dia selamat

  15. Waaaaahhh..
    daebak author…
    10 jempol deh.. Evenpinjem jempol orang lain..

    daebak..daebak..
    jangan bilang pengalaman pribadi author neh.. Hahaha
    hacker juga ya thor?? Xixixixi

  16. AAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa nice nice nice !! daebak !
    aku sampe disangka orang aneh gara2 senyum2 sendiri krna aku lgi bca ff ini
    ^^
    aku ksih semua jempol ayam g ada didunia ! (?)

  17. Anneyong Haseyo……..
    aku orang baru oenni & oppa semua….. ^^

    iseng-iseng buka library, sequel yang udah completed, nemu ni ff…
    seruu banget…….

    Akhirannya yang pas Key manggil appa sama ayahnya bikin aku hampir nangis……
    Pokoknya aku SUKAAAAA BANGEEET….

    1000 jempol buat oenni

  18. Cuma 2 kata yang bisa aku sebutin it’s Amazing!

    Omona! serius tekewer-kewer! DAEBAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    10000000000000000000000 jempol buat author^^

  19. INI KEREN, SUMPAH. Berasa nonton Mission Impossible, tp ini baca dan imajinasi sendiri! Wow! O.O key pinter ganahan. Sudah kuduga cewe itu *yg kubayangkan sbagai diriku #plak* suka sm key dan dia ngerti komp xD

    tapi tapi Minho engga ada ;A; kan awalnya mereka sahabatn, masa ga diceritain sih penyesalan si key krn prshabatan mrka jd renggang? Kan jd kurang lengkap #banyakminta

    TAPI JINJJA ini keren abis, ga nahan! Biasku lg dua2nya (baca : MinKey) ditambah bias cadangan lainnya (OnJongTae) #digampar

    jenius nih! Hebat *sodorin 100 jempol

  20. Ini FF yang JENIUUUSSSS….!!!!!!!!!!!!!!
    Kak dhini, aku fans-mu loohh….^^

    Lanjutkan karya anda!!!!!! Saya akan tetap menanti……….!!!!!!!!

  21. Wahh………
    Hebat bnget critanx….
    Qu suka bngett
    ngak m’mbosankan qu m’mbacabx….
    Hebat ya kak dhini bikin ff nx qu salut di bagian maslh t’tntng komputernx*he….maklum masich anak ingusan ngk trllu ngrti di bagian itu*
    good….good…qu tunggu karya2 s’lnjutnx:)

  22. Wah, pas bagian Kibum sama Ayahnya itu cukup mengharukan.
    Aku awalnya ngira si pembuat virus itu Minho loh, soalnya dia tetiba wamil ditu dan ga ada kabarnya.hhe. eh, ternyata si cewenya itu.
    Ini ceritanya keren deh, dan endingnya so sweet. cuma menurutku kurang panjang, jadi ada beberapa detil yang terlewatkan.hhe.
    Overall, FF-nya bagus, nice sekali b^^d

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s