It Start With A Blog – Part 2

Title : It start with a blog

Author : Erika Putri Dhiwanti

Main Cast : Lee Jinki a.k.a. Onew,Kim Syera

Support Cast : Park Jungmin,Kim Jonghyun,Kim Kibum,Choi Minho,Lee Taemin,Ayah-Ibu .

Length : Sequel

Genre : Romance,Friendship

Rating :  ini masih general kayaknya.

CHAPTER 2

                “Kerena.. Itu karena.. Mmmmhh karena…”Syera sibuk memutar otak,”Yaa!!! Terserah aku dong! Aku kan hanya menyalurkan bakatku. Seperti kau tidak punya cerita khayalan saja.”jawabnya tak kalah ketus

                “Tentu saja aku punya. Tapi tak se extreme itu untuk ku tulis lalu kusebarkan. Cukup hanya aku saja yang simpan cerita itu di dalam hatiku.”

                “Aigo~ Aigo~ ternyata kau ini juga manusia rupanya. Hahahahaha ”sindir Syera tertawa

                “Aiisshh.. Kau ini Syera! Tentu saja aku ini manusia.”ujar Jung Min mendorong bahu Syera pelan

                “Benarkah? Habis kau ini dingin seperti es. Kau ini kan banyak dikejar-kejar pria karna kau cantik,tapi kau selalu menolak mereka. Mending kalau hanya menolak,tapi kau malah mengancam mereka. Wajahmu juga sedikit sekali ekspresinya,hanya nyengir kuda, merengut,ketawa terbahak dan bersin. Sebenarnya ada apa denganmu,hah?”selidik Syera

                “OMO OMO OMO.. bisa-bisanya kau berkata itu padaku. Kau ini temanku atau bukan?”sebalnya

                “Tentu saja karena aku ini temanmu. Kau kan suka orang yang berkata jujur,aku kan hanya bicara kenyataannya. Ayo cepat katakan padaku.”

                “Katakan apa?”tanyanya balik

                “Tentang sikapmu itu!”titah Syera

                “Aish.. menyebalkan sekali kau ini. Tidak ada yang salah dengan sikap ku. Sudah ya,aku mau pulang. Kita hanya punya satu mata kuliah kan hari ini?”tanya Jung Min bersiap-siap mengambil tas yang di letakkan di sebelahnya

                “APA?!? Hanya satu mata kuliah?”,Syera membelalakkan matanya kemudian tertunduk lesu

                “Kim Syera,kau kenapa? Kenapa dengan ekspresimu itu?”

                “A-Ani.. Aku lupa kalau hari ini hanya ada satu mata kuliah. Andai saja aku ingat lebih baik aku tidak masuk hari ini. Percuma aku masuk hari ini,pelajaran yang tadi saja aku sama sekali tidak mengingatnya.”sahutnya lesu

                “Aaahh kau ini. Payah sekali! Ya sudah kalau begitu,pulang dan istirahatlah. Lain kali akan kuajari materi hari ini.”kata Jung Min sambil berlalu meninggalkan Syera yang tersenyum mendengar perkataan Jung Min tadi.

                “Gomawoyo Jung Min-ah!”teriaknya. Jung Min hanya melambaikan tangan tanpa menoleh kearahnya. Jung Min dan Syera sudah berteman sejak awal kuliah sampai sekarang menginjak semester dua. Sifat serta sikap mereka memang seperti air dan api,bertolak belakang satu sama lain,namun karena hal itulah mereka saling melengkapi. Setelah sekian lama memandangi temannya itu dari jauh Syera memutuskan untuk pulang ke rumah dan istirahat.

                Jam masih menunjukkan pukul sebelas ketika Syera sampai ke rumah. Keadaan rumah sepi sekali,Ibunya pergi entah kemana sementara ayahnya masih bekerja. Tanpa pikir panjang Syera langsung menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya. Sebelum tidur Syera mandi dulu,gatal juga rasanya lama-lama duduk di atas rumput tadi. Setelah selesai mandi ia lalu menaiki tempat tidurnya dan terlelap.

                Langit sudah berwarna kemerahan ketika Syera bangun. Ia lalu melirik jam disamping tempat tidurnya,sudah jam lima lebih empat puluh menit,Eomma nya pasti sudah pulang daritadi. Syera lantas bergegas turun kebawah,dan benar saja dugaannya,Eommanya sedang memasak untuk makan malam di dapur. Appanya juga sudah pulang,ia sedang menonton drama kesukaannya di ruang tengah.

                “Aigo~ Appa,belum habis juga ternyata drama itu. Sudah sampai episode berapa?”tanyanya menghampiri Ayahnya yang sedang menonton itu

                “Sudah sampai episode 60.”jawabnya enteng

                “Uwaaahh.. lama sekali filmnya. Appa tidak bosan ya menontonnya? Aku saja yang melihat appa menonton jadi bosan. Betah sekali.”ejeknya

                “Kau tidak bosan ya berkomentar? Appa saja yang mendengar mu berkomentar jadi bosan. Betah sekali. Sudah sana bantu Eomma mu menyiapkan makan malam!”perintahnya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan dari tv. Syera pun menurut,bibirnya manyun mendengar Appa nya berkata seperti tadi. Tak menyangka omongannya akan ditiru Appa nya itu.

                “Bibir mu kenapa manyun begitu?”tanya Eomma yang melihat anak nya itu merengut

                Syera tidak menjawab pertanyaan Eomma nya justru mengalihkan pembicaraan,”Sini,biar ku bantu Bu.”

                “Ya sudah,cepat siapkan nasi,tuh ambil mangkuknya di atas rak.”perintah Eommanya

                “Bu,nasi untuk ayah seberapa?”tanyanya kemudian

                “Jangan terlalu banyak tapi juga jangan terlalu sedikit.”

                “Jadi yang sedang-sedang saja nih Eomma?”tanyanya terkekeh

                “Iya.”jawabnya singkat

                Makan malam pun di mulai. Hari ini Ibunya memasak sup ikan kesukaan Syera. Ia memakannya lahap sekali. Eomma dan Appa nya heran melihat nafsu makan anaknya yang berlebihan itu.

                “Syera,makannya pelan-pelan saja.”ujar Appanya

                “Aku lapar sekali Appa. Aku lupa makan dari pagi. Hehehe..”jawabnya

                “Hhhh.. Bagaimana kau ini. Masa’ makan saja bisa lupa.”sela Eommanya

                “Kan tadi pagi aku tidak sarapan,lalu di kampus aku mengantuk,jadi waktu sampai rumah aku langsung tidur. Begitu ceritanya.”jelasnya

                “Mmmhh.. Tapi makannya pelan-pelan saja,nanti kau tersedak.”kata Appanya

                “Ne.”jawabnya dengan mulut penuh

                “Oh iya yeobo,bagaimana kalau hari minggu lusa kita pergi piknik. Kau pasti lelah kan bekerja terus. Kau itu juga butuh liburan.”ajak Eomma

                “Baiklah. Aku juga ingin sekali jalan-jalan. Kau tidak ada acara kan hari minggu ini Syera?”tanya Appanya

                “Aishh.. yeobo,Syera tidak usah di ajak.”potong Eommanya

                “Aigo~ tega sekali Eomma padaku. Appa,apa Eomma sedang puber kedua?”bisiknya pada Appa,tapi percuma saja karna bisa di dengar Eommanya

                “Hei hei.. Eomma bisa mendengarnya tau!”ketus Ibunya

                “Jadi hanya kita berdua saja?”tanya Appa memastikan

                “Tentu saja kita berdua saja.”jawabnya yakin

                “Ckckck.. Eomma mengajak Appa kencan rupanya hahahaha..”tawa Syera meledak,”Iya,iya baiklah aku tidak akan ikut. Lagipula aku mau belajar materi tadi.”kata Syera pasrah.

                “Asiiik!! Yeobo,haruskah kita meniru anak muda jaman sekarang? Pakai couple shirt?”seru Eommanya girang

                “Hahahahaha.. apa-apaan Eomma ini,aneh sekali. Membayangkannya saja membuatku merinding.”ejek Syera.

                “Benar kata Syera. Kita ini sudah tua,jadi untuk apa bertingkah seperti itu. Aku tidak mau.”ujar Appa nya setelah pusing mendengar debat anak dan istrinya

                Eomma akhirnya menerima kenyataan,Syera yang geli melihat tingkah Ibunya itu tidak bisa berhenti tertawa. Kekanak-kanakan sekali,batinnya. Appanya malah bingung dengan sikap istrinya barusan. Setelah makan malam selesai dan mencuci piring,Syera kembali ke kamarnya. Bingung juga mau melakukan apa. Tiba-tiba ia teringat akan salah satu FF nya yang belum rampung ia kerjakan. Sepertinya membuat FF sudah kewajibannya setiap hari. Tapi kemudian ia mengambil handphonenya dan menulis sms

To : Cha Jung Min

Jung Min-ah. Kalau hari minggu lusa kau mengajari aku materi tadi bisa tidak? bisa ya-ya-ya..?!? Apa? Bisa..? terima kasih Jung Min-ah.kekekeke.

Lalu tak lama ada balasan

Hah? Apa-apaan kau ini,tanya sendiri juga di jawab sendiri! Shiroh! 😛

To : Cha Jung Min

Ayolaaahhh.. ku mohon padamu.(wajahku sekarang mirip pus in boots di film shrek).

Tapi hari minggu itu saatnya berlibur. Masa’ aku juga harus berkutat dengan buku pada hari itu.

Yaa.. Kau kan sudah janji mau mengajariku tadi! Jangan bilang kalau kau lupa pada janjimu tadi ya?

Aku memang bilang mau mengajarimu,tapi kan aku bilang kapan-kapan.

Hhhh… jebal Jung Min-ah. Kau kan baik,cantik,rajin,tidak sombong. Setelah belajar,kita jalan-jalan ke Myeongdong. Bagaimana?

Huh! Dasar kau ini. Baiklah baiklah. Belajarnya mau dimana?

Di rumah mu.

Kalau begitu tidak jadi saja!

HUUUUU.. dasar pelit. Selalu saja tidak boleh. Aku kan juga mau sekali-sekali main ke rumah mu.

Bukan rumah ku,tapi rumah Bibi ku. aku tidak enak padanya. Kalau kau masih mau berdebat,aku batalkan saja keputusan ku yang tadi!

Weiiitsss.. Tidak bisaaaaa.. yang sudah di putuskan jangan di tarik lagi. Ne.. Dirumah ku saja,orang tuaku juga mau pergi hari itu. Jam sepuluh pagi ya! J

Baiklah terserah kau saja. Jangan lupa sediakan banyak makanan untukku! Kekekeke

                Syera tersenyum membaca kalimat terakhir dari Jung Min. beruntung sekali Syera memiliki teman Jung Min,sudah cantik,baik,popular pula. Kini Syera kembali berkutat dengan laptopnya,memikirkan kira-kira apa yang ingin ia tulis di dalam karya FF nya yang belum selesai. Syera malamun sebentar,namun ia teringat akan kejadian hari ini. Kutulis pun mereka tidak akan tahu.hahaha. batinnya.

@@@@@

TING..TONG..TING..TONG.. terdengar suara bel dari luar,Syera kemudian menuju interphone.

            “Siapa?”tanyanya pura-pura,padahal ia sudah tau siapa yang datang. Jung Min tentunya

            “Kalau tidak di buka,aku pulang saja!”sebalnya

            “Hahahaha… aku kan hanya bercanda. Sudah ku buka tuh,masuklah.”

            “Hhhhh.. panas sekali hari ini.”keluh Jung Min setelah masuk ke rumah

                “Iya. Aku sudah mandi tiga kali hari ini,tapi sepertinya tidak mempan. Tunggu ya aku ambilkan minum. Kau mau minum apa?”

                “Terserah kau,yang penting dingin.”kata Jung Min dari ruang tamu

                Syera mengangguk,ia menuangkan dua gelas jus jeruk dingin serta mengambil beberapa cemilan dari dapur. Kemudian Syera kembali ke ruang tamu dengan membawa banyak sekali cemilan,memang sudah di persiapkan kelihatannya. Dari snack ringan hingga coklat.

                “Waahhh.. sudah mulai!”serunya senang

                “Apa?”tanya Jung Min kaget

                “Music Bank. Shinee akan perform. Aku sudah tak sabar.”kini mata Syera bersinar-sinar

                “Omo.. Anak satu ini. Selalu Shinee yang ada di pikiranmu.”Jung Min melipat kedua tangannya di dada

                “Ssssttt.. Jangan berisik.”perintah Syera. Jung Min jadi geleng-geleng kepala melihat tingkah Syera. Antusias sekali melihat sesuatu dari televisi. Penampilan pertama di buka oleh Super Junior,pakaian mereka boleh di katakan seksi,bagaimana tidak,hampir semuanya menggunakan baju yang berpotongan rendah di bagian dada. Teriakan para fans dari tv terdengar sangat histeris. Setelah acara pembuka,kini saatnya bintang tamu tampil. Yep! Siapa lagi kalau bukan Shinee.

                “Kyaaaaa~… Shinee..Shinee..Shinee.. Saranghae.. Muaaaaaaaahh.”teriak Syera seraya mencium-cium layar tv.

                “Kau benar-benar sudah tidak waras Syera-ya.”ujar Jung Min,”Hei.. bukankah tujuanku kesini untuk mengajarimu? Ini namanya aku sedang menonton kau mengagumi mereka.”lanjutnya kesal

                Tapi kelihatannya Syera tidak peduli sama sekali,”Kyaaaa~ Onew oppa~ Neomu saranghae~.”jeritnya pada idolanya itu

                “Hhhh..”Jung Min hanya mendesah pelan,memaklumi sikap temannya ini,”Andai saja kau tau seperti apa mereka sebenarnya.”lanjutnya pelan

                “Hah? Kau mengatakan sesuatu Jung Min?”kata Syera mendelik

                “Mwo? Ahahaha.. tidak..aku tidak mengatakan apapun.”elaknya heran,kenapa Syera bisa mendengar perkataannya yang pelan tadi sedangkan omongannya yang keras tadi tidak di gubris sama sekali.

                “Yak! Mereka sudah perform. Ayo cepat ajari aku.”kata Syera setelah penampilan Shinee berakhir. Kini ia sudah kembali menghadap Jung Min

                “Dasar kau ini! Oke,sekarang akan ku mulai,jadi perhatikan baik-baik ya. Jangan melihat tv kalau tidak ada Shinee nya!”perintah Jung Min,Syera pun menurut.

                Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang,pantas saja mereka berdua merasa lapar. Berkat bantuan Jung Min kini Syera mengerti meteri tersebut. Sesuai dengan janjinya kemarin,Syera mengajak Jung Min ke Myeongdong. Pertama mereka mengisi perut terlebih dahulu karena di dalam perut mereka seperti ada festival,minta cepat-cepat diisi.

                Syera mengajak Jung Min di tempat favoritnya,meski tempatnya tidak mewah,tapi rasa makanannya justru lebih enak daripada makanan mahal kebanyakan. Bibi pemilik rumah makan itu kenal dengan Syera,jadi saat Syera masuk bibi itu dapat menebak kira-kira apa yang akan di pesannya.

                “Wah.. Syera,makanan disini enak sekali!”ujar Jung Min ketika merasakan makanan yang ada dihadapannya satu persatu.

                “Tentu saja.”Syera menyombong.”Walaupun tempatnya sederhana tapi rasanya nomor satu!”lanjutnya

                “Lalu habis ini kita mau apa?”

                “Apalagi,tentu saja jalan-jalan. Mood ku sedang baik hari ini,jadi jangan merusaknya! Ayah dan Ibuku pergi entah kemana,aku ditinggal sendirian dirumah. Itu kan membosankan.”protesnya

                “Ne,araseo. Aku juga mau jalan-jalan. Pusing kuliah.”ujar Jung Min

                “MWO? Seorang Park Jung Min bisa pusing karna kuliah. Keajaiban Tuhan!”ledek Syera

                “Oh ya sudah kalau begitu. Aku pulang saja. Terima kasih atas traktiranmu.”kata Jung Min sambil bersiap-siap berdiri. Tapi buru-buru Syera mencegahnya

                “Yaaa… kau ini pemarah sekali. Aku kan hanya bercanda. Ayo lanjutkan makanmu. Lagipula kau ini apa-apaan,masa mau keluar masih membawa sendok dan sumpit begitu.hahahaha..”

                “Oh.. Hahahahaha.. Aku lupa. Baiklah akan kuhabiskan ini semua. Makan gratis mana boleh disia-siakan.”girangnya

                “Ckckckck.. Benar-benar aneh. Ya sudah makan semuanya,jangan disisakan. Banyak orang diluar sana yang bahkan harus mati-matian mencari makan!”seru Syera

                “Ne Eomma~.”sahutnya

@@@@

                “Onew hyung kau sedang apa?”tanya Taemin

                Onew yang kaget buru-buru menutup layar laptopnya,”Aissshh~ kau ini mengagetkan saja. Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu!”

                “Aku sudah mengetuk pintu daritadi,tapi hyung tidak menjawab. Ya sudah aku masuk saja. Apa itu tadi yang hyung baca? Artikel porno ya??? Aigo~ hyung…”

                “Yaa.. taemin-ah! Enak saja kau. Untuk apa aku membaca artikel seperti itu?!?”bentaknya pelan

                Taemin mengangguk,“Yaahh.. sayang sekali,padahal aku juga mau lihat.”lanjutnya polos dengan tampang kecewa

                “Mworago?? Coba kau ulangi sekali lagi?!”Onew membelalakkan matanya

                “Ani-Ani.. aku tidak bilang apa-apa tadi. Sudah ya Hyung aku mau main game saja sama Minho hyung.”Taemin bergegas keluar dari kamar Onew,takut sang Hyung nya itu kembali bertanya.

                BLAAAAM!!! Terdengar suara pintu yang ditutup keras tidak sengaja oleh Taemin.

                “Yaaa~ Taemin-ah.. kerjakan tugasmu!! Jangan bermain dengan Minho!”teriaknya dari dalam

                “Aku tidak ada tugas Hyung~. Sudah Hyung lanjutkan saja yang tadi tertunda.”

                “Kalau begitu belajar! Jangan malah main game.”

                “Iya sebentar lagi aku akan belajar. Pusing melihat buku terus.”belanya dari luar

                “Tidak ada sebentar-sebentar. Sekaraaaaaannggg! Atau kusimpan PS nya!”ancam onew

                “Aiisshh~ Hyung. Kenapa malah PS nya yang disimpan? Memang apa salahnya PS ini?”kali ini Minho yang angkat suara membela sang PS

                “Karna dia menghasut Taemin untuk bermain dan bukannya belajar! Kalau Taemin tidak belajar sekarang aku benar-benar akan menyimpannya.”kata Onew sambil membuka pintu kamarnya

                “Aisshhh~. Taemin-ah,sudah belajar lah! Jangan sampai PS ini disimpan oleh Onew hyung.”kali ini Minho juga memaksa Taemin belajar.

                “Kalian berdua benar-benar jahat padaku. Aku kesaaaaaaaallll!!”Taemin merajuk lalu masuk kekamarnya dan membanting pintu.

                Akhirnya Minho lega benda kesayangannya itu tidak jadi disimpan. Ia pun kembali memainkan PS itu dengan sumringah.”Minho kau juga lebih baik belajar! Sebentar lagi ujian masuk universitas.”seru Onew ketika melihat Minho kembali asik dengan PS.

                “Ne Hyung. Habis yang satu ini(*kok kayak iklan ya?). aku selesaikan dulu babak ini,sebentar lagi aku menang!”jawabnya sambil mengepalkan tangan menyamangati dirinya sendiri. Onew geleng-geleng kepala malihat tingkah dongsaeng nya yang satu itu. Kalau sudah bermain game,apalagi bola,ia akan mati-matian berusaha sampai menang,tidak peduli bagaimanapun caranya.

                “Taemin-ah~~!!”teriak Onew dari luar

                “Jangan ganggu aku Hyung! Aku sedang belajar!”jawabnya

                “Baguslah. Lanjutkan saja belajarmu,tidak akan ku ganggu. Minho,ingat setelah menyelesaikan babak itu kau harus langsung belajar juga. Atau ancamanku tadi benar-benar akan terjadi. Kalau ada soal yang sulit kau pecahkan tanya padaku!”

                “Ne~.”jawabnya singkat

                Setelah mendengar jawaban Minho itu,ia kembali masuk ke kamar dan mengunci pintu,takut kepergok lagi. Onew kembali berkutat dengan laptopnya yang belum mati tapi layarnya ia tutup. Ketika laptopnya dibuka ternyata sudah stand by mode. Buru-buru ia mengetikkan password laptopnya itu. Onew kembali membaca tulisan di salah satu blog yang dibukanya itu.

@@@@@

                “Key,palli!!”seru Jonghyun dari kejauhan sambil melambaikan tangan menyeru agar key cepat ketika menuju parkiran sebuah stasiun televisi

                Yang dipanggil malah jalan santai,”Sabar hyung,kaki ku kesemutan. Geli sekali rasanya.”

                “Sudah kubilang kalau duduk lama begitu lurus kan kakimu dulu. Ayolah cepat! Aku ingin segera pulang. Taemin tadi meneleponku,suaranya membuatku khawatir.”kesalnya lagi

                “Hhhh… hyung in benar-benar! Aku ini sedang menderita malah di paksa cepat-cepat. Keterlaluan sekali.”timpalnya

                “Lalu aku harus apa? Menuntunmu? Jalanmu itu seperti kura-kura tahu! Lambat sekali.”

                “Sudahlah Jjong,jangan memaksanya begitu. Kau duluan saja masuk mobil.”seru menejernya itu             “Aaah.. tidak bisa! Ayo Key,daripada kau lama lebih baik kau ku geret saja!”seru Jonghyun sambil menarik paksa Key yang jalannya terseok-seok.

                “Yaaaaaaa~~ Hyuuunngg~ lepaskan aku! Kaki ku! kaki ku! ahahahahaha… geliii~.” Menejer pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berdua.

@@@@@

                “Kami pulang~.”kata Jonghyun semangat ketika memasuki dormnya

                “Onew-ah. Dimana Minho dan Taemin?”tanya Manager

                “Sedang belajar di kamar. Tadinya tidak mau belajar,tapi sudah ku ancam.”jawabnya enteng dan tetap menonton televisi. Setelah mendengar jawaban Onew,sang manager pun masuk ke kamarnya.

                “Hyung ancam apa mereka berdua?”kali ini Key yang bertanya dan mengambil posisi duduk di samping Onew.

                “Itu..”Onew menunjuk PS 2 yang di letakkan di bawah rak TV didepannya

                “Ku ancam saja dengan itu. Akan kusimpan jika siapa saja tidak mau belajar tapi justru main.”ancamnya lagi,kali ini pandangan menuju pada Key

                “Ya-ya.. kenapa ancamanmu mengarah padaku Hyung?”Key mulai kelabakan

                “Karna kau juga malas belajar!”timpal Jonghyun

                “Cciiihh.. yang benar saja! Aku ini pintar. Tidak usah belajar juga otakku sudah encer.”

                “Ya. Kau memang pintar. Tapi semuannya jauh dari bidang akademik!”tambahnya lagi

                “Aiihh.. cukup bertengkarnya.”Onew menengahi. Mereka berdua pun berhenti adu argument.

                “Jadi ini alasan Taemin menelepon ku tadi rupanya.”ceplos Jonghyun

                “MWO??? Taemin meneleponmu tadi? Dasaaaarr..”

                “Sudahlah hyung. Jangan terlalu keras padanya.”bela Key

                “Inilah salah satu alasan kalau Taemin menjadi manja pada kita para hyung nya. Kita selalu saja membantunya. Tapi tidak pernah tegas padanya. dia sendiri kan yang bilang kalau dia benci dibilang imut-imut,dia maunya di bilang dewasa.”tambah Onew kesal

                “Tapi kan hyung~..”protes Jonghyun dan Key bersamaan

                “Tidak ada tapi-tapi! Keputusanku final! Arasso??”seru Onew sambil mengetuk-ngetukan tangannya di meja layaknya sebuah sidang. Mereka berdua mengangguk

                Jonghyun dan Key paham betul dengan sifat Onew,di samping sifatnya seperti tahu yang putih bersih dan baik,tapi jika sudah membuat keputusan,sekeras apapun orang-orang disekitarnya berteriak menolak ia juga akan mentah-mentah menolaknya. Pantas saja SM mengangkatnya sebagai leader.

                “Hhh..”desah Key pelan,”Aku ingin melihat Taemin dulu.”lanjutnya dan berlalu menuju kamar Taemin

                “Aku ikuuut…”ucap Jonghyun mengikuti Key

                “Aiisshh.. mereka berdua ini. Tidak bisa di andalkan!”kata Onew,”Lho? Kenapa aku juga jadi penasaran ya? Hei,berikan tempat untukku mengintip.”susulnya.

                Betapa terkejutnya mereka ketika mengintip dari celah pintu. Taemin tertidur pulas di atas buku-buku pelajarannya di meja belajar. Keningnya di ikat kain putih tipis bertuliskan ‘Aku pasti bisa! Akan kutunjukkan pada hyung! HWAITING!!!’. Taemin tidak sendirian di kamar itu,ada Minho yang entah sejak kapan ada di situ juga,belajar. Minho juga tertidur di atas buku-buku pelajaran SMA nya.

                “Pantas saja sudah tidur. Lihat sudah jam segini rupanya..”ucap Key seraya memperlihatkan jam tangannya yang kini menunjukkan pukul sepuluh malam.

                “Lalu kita apakan mereka? Aku tidak tega melihat mereka berdua tidur dengan posisi begitu.”Onew lirih

                “Mereka pasti sangat lelah belajar. Mmm.. kita gendong saja Taemin ke kasur.”usul Key

                “Minho bagaimana? Apa di gendong juga?”tanya Jonghyun cemas

                “Waahh.. kalau itu kuserahkan pada kalian berdua. Akan kubantu membuka selimutnya saja.”seru Onew sambil melangkah mundur

                “Yaaa hyung~. Tadi kan hyung sendiri yang bertanya mau diapakan mereka,tapi kenapa sekarang hyung tidak mau membantu.”protes Key

                “Hei kalian berdua.. pahamilah kondisi ku sedikit. Aku ini sudah tua. Kalau nanti tulang ku patah semua bagaimana?”

                “Hhh.. hyung ini. Selalu saja memakai alasan yang sama. Umur hyung itu baru 23 tahun. Masa itu sudah di anggap tua?”keluh Jonghyun. Belum sempat Onew melanjutkan kata-katanya,Minho sudah keburu bangun. Ia meregangkan tubuhnya sebentar,lumayan pegal juga tidur dengan posisi seperti tadi rupanya.

                “Kalian bertiga sedang apa disitu?”tanyanya heran ketika melihat Onew,Jonghyun dan Key sadang berdiri di depan pintu kamar Taemin.

                “Oh-ah, Minho-ya kau sudah bangun rupanya. Syukurlah~.”lega Onew

                “Tentu saja aku terbangun. Kanapa hyung malah bersyukur? Berisik sekali. Kapan kalian berdua pulang?”tanya Minho sambil menguap

                “Sudah setengah jam yang lalu.”jawab Key singkat,”Onew hyung,Jonghyun hyung ayo kita gendong Taemin ke kasurnya. Kalau kelamaan tidur seperti itu badannya besok pagi bisa sakit  semua.”titah Key

                “Ku bantu buka selimutnya saja. Sudah ayo kalian berdua lekas gendong dia.”perintah Onew pada Jjong dan Key. Jjong dan Key memanyunkan bibirnya karna kesal dengan sikap Onew. Mereka masih diam ditempat.

                “Sedang meributkan apa sih?”tanya Minho bingung

                “Taemin..”Key dan Jonghyun menjawabnya kompak,”Kami tidak tega melihatnya tidur sambil duduk begitu. Niatnya ingin menggendong Taemin ke kasur,tapi Onew hyung malah tidak mau membantu.”tambah Key

                “Bukannya tidak mau. Tapi tidak kuat!”bantah Onew

                “Sudah tidak usah diributkan. Biar aku saja yang melakukannya. Onew hyung,tolong bukakan ikat kepalanya itu,jangan sampai membuatnya bangun. Jonghyun hyung,tolong ambilkan piyamanya di lemari. Key,tolong kau gantikan bajunya.”

                “Kenapa aku yang menggantikan bajunya?”protes Key

                “Karena kau adalah Eomma dirumah ini.”jawab Jonghyun enteng

                “Ayo cepat key. Ini sudah malam.”tegur Onew

                “Iya-iya baiklah.”

                Tanpa protes lagi,mereka melakukan apa yang di instruksikan Minho tadi. Minho juga langsung menggendong dongsaeng nya itu ke tempat tidurnya. Lumayan berat juga jika dibandingkan berat Taemin setahun yang lalu. Taemin sudah mulai rajin olahraga dan nafsu makannya juga meningkat sekarang. Onew pelan-pelan membuka kain yang diikat dikepala Taemin. Piyama Taemin juga sudah diambil Jonghyun dari lemari. Kini giliran Key yang mangganti baju yang dipakai Taemin dengan piyama.

                Lima menit kemudian Taemin sudah mengenakan piyama. Tidurnya pulas sekali sampai tidak menyadari apa yang hyung-hyungnya lakukan padanya.

                “Kalian bertiga lebih baik tidur juga sekarang. Besok jadwal kita lumayan padat.”perintah Onew pada ketiga dongsaengnya itu

                “Ne hyung.”jawab mereka kompak. Mereka pun menurut dan bergegas menuju kamar masing-masing,meninggalkan Onew.

                “Selamat malam Taemin~.”ucap Onew pelan sambil menutup pintu kamar Taemin.

TBC

Gimana? Gimana? Hohoho.. Mian ya kalo jelek.. ^o^V.. mungkin ada yang ga suka karena ini ga ada pov nya ya? Next chap aku kasi ga yaaaaa?? Kasi ga yaaa????#reader: jangan kelamaan dah! Author: Iya-iya.. maap..# kasi daaahhh..kekekekeke… komen nya jangan lupa lho ya! Aku maksa nih! Semakin banyak yang komen,semakin sering aku ngerjain nih FF,itu berarti banyak yang suka sama FF ku.. hoh!? Pede amat ya saya.. yang udah baca saya kasih ucapan terima kasih deh.. :*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “It Start With A Blog – Part 2”

  1. Cuma perasaanku aja atau memang ceritanya agak gak nyambung sama part 1nya ya author? .____.
    Tapi, lanjut deeeeh

  2. Ni analisis Q..
    Jung min tu sepu2 salah satu member shinee…

    Onew pzt yg komen anonym di ff yg pertama y?
    Pas taem msuk kamar onew lg baca ff y?.?

    Kek’a lum nyampe konflik utama’a…

    Jangan lama2 dong post’a..
    Jadi lupa kan part 1’a..
    Jebaaal…
    Keep writing…
    Dtunggu next part..
    🙂

  3. Hha…
    ternyata si tataem otaknyaa??
    #taem: OTAK APA??
    -me: maap, pak! maap, ^^v
    cari part 1nya dlu y?

  4. part 2nya lama bgt keluarnya, sampe lupa part1nya gimana. hehe
    ih onew kayak kakek2, gt aja ga kuat haha

  5. part yg ini kbykan basa basi ny ==v
    Enakan kan lngsung to the point.xD
    udh penasaran ini ntar jd ny kya mna ==’

    Next chapt. Ny d tungguu ~
    Jgn lma.xD
    Hwaitingg~~

  6. keren eonn… Pnasaran ma critanya, abis blom msuk inti siiihhhh!!!!!!
    Next chapter di panjangin lgi ya, q tau ni udh pnjang tpi kok krang puas ya??? Hohoho…. Itu mah akunya yang klebihan hormon… Wkwkwk…
    Jgn2 yg onew bca it ff nya syera??? Yg komen pke username nobody itu onew??? Iy ga??? Iy ga???
    Ah pkoknya next chapter jgn lma2!!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s