Beautiful Lies – Part 2

Beautiful Lies

 

Author             :  Philiar (Lee Shadow)

Main cast        :  Lee Taemin, Lee Shara, Lee Jinki (Onew), Choi Minho, Kim

Jonghyun, Kim Ki Bum (Key)

Type                :  Sequel

Genre              :  Mystery

Rating             :  General

Summary        :  Untuk apa ia kesini?

(Part 2)

Author POV

Taemin terlonjak kaget. Ia begitu ngeri saat melihat seorang namja yang telah dikenalnya begitu lama bersimbah darah di bagian kepalanya saat ini.

“Bawa dia masuk!” Perintah Onew panik setengah berteriak.

Lalu yeoja yang memapahnya tersebut menyeret Key masuk. Dibantu oleh Taemin dan Onew.

“Hey, ada apa ribut-ribut? Suara kodokmu itu terdengar menggelegar sampai ke belakang Onew-hyu…” Minho menghentikan leluconnya saat melihat seorang namja yang terluka itu dibawa ke kamar. Bola matanya melebar.

“Maaf, aku menemukannya di tengah jalan…tubuhnya telah tersungkur sejak awal aku… melihatnya…” Jelas yeoja itu dengan suara gemetar.

“Sebenarnya apa yang ter…” Giliran Taemin yang dibuat dua kali lipat lebih syok saat memandang wajah yeoja itu. “Kau… Shara?”

“Huh? Eh iya, kau yang tadi itu kan…? Mmmm… Taemun?”

“Bukan! Aku Taemin! Kau congek ya?!”

“Mianhae… Aku…” Ia tertunduk takut saat Taemin membentaknya.

“Ah, sekarang itu tidak penting. Maaf ya membuatmu takut.” Ia langsung sadar akan kata-katanya yang kasar barusan. “Apa… yang terjadi dengannya?” Pikirannya sudah tak karuan lagi.

“Mollaayoo… Aku sedang berjalan pulang lalu… aku… menemukan dia tak jauh dari rumahku. Ia telah tersungkur lemas.” Suara Shara terdengar seperti berbisik. Kemudian ia melirik ke arah Key yang sekarang sedang diperban kepalanya oleh Minho.

~~~

“Kau baik-baik saja Key?” Tanya Jonghyun yang sudah berada di sampingnya.

Key mengerjapkan kelopak matanya. Lalu mengangguk pelan.

Wajahnya bercucuran keringat. Keringat dingin.

“Apa yang terjadi padamu?” Onew terlihat khawatir.

“Entahlah… seseorang memukul kepalaku dengan sesuatu yang tajam dari belakang saat aku tengah menunggu taksi lewat.” Cerita Key sambil mengelus tengkuknya.

“Aigo… kau tak melihat wajahnya?” Tanya Minho yang tiba-tiba sudah memakai kacamata sambil memegang catatan kecil dan sebuah pulpen ditangannya. Ia berlagak seperti detektif.

“Kau ini payah sekali! Aku kan sudah bilang ia menyerangku dari belakang! Mataku ini ada didepan, bukan dibelakang! Dasar detektif payah.” Jawab Key ketus.

“Huow, sepertinya Key-Hyung sudah sembuh. Otaknya sudah berjalan.” Celetuk Taemin.

Yang lainnya mengangguk setuju. Sedangkan Key mendelik jutek.

“Mmm… Anu… Aku permisi dulu. Ini sudah larut.” Tiba-tiba suara yeoja itu memecah suasana hingga lima pasang mata tertuju ke arahnya.

“Eh? Baiklah kalau begitu, mianhae, aku tahu dia ini sudah banyak menyusahkanmu. Dan gomawoyo telah membantunya.” Jonghyun membungkuk sekilas.

“Ah, tak apa. Ne, aku pulang dulu…”  Shara tersenyum canggung.

“Ya, Shara! Kau mau ku antar? Bahaya jika seorang yeoja  pulang sendirian malam-malam…” Cegah Taemin saat Shara sudah berada di ambang pintu keluar.

Shara menggeleng mantap. “Aku bisa pulang sendiri kok. Bye.”

Blam. Ia menutup pintu.

Taemin hanya menggaruk-garuk kepala, karena baru kali ini bantuan darinya ditolak seorang yeoja.

“Kau dengar yang barusan? Kata yeoja itu’ tak apa’. Berarti dia memang tegar sekali mengangkat tubuh Key yang seberat badak. HAHAHA” Ledek Onew dengan tawanya yang sesunggukan.

~~~

Onew POV

 

            Minggu pagi ini terasa begitu lembab. Sudah sejak sebelum menjelangnya fajar, hujan turun membasahi bumi. Hembusan angin pun tidak begitu mendukung, terlalu kencang sampai-sampai membuat Key meringkuk lebih lama diatas ranjang.

            Ini gawat. Ia masih punya alasan untuk berlama-lama tidur disitu. Sementara yang lainnya sekarat dengan perut kosong sejak kejadian tadi malam.

            “YA! KEY! Bangunlah dari tempat terkutuk itu dan buatkan sarapan untuk kami!” Pekik Jonghyun dengan tubuh lemas diatas karpet.

            Aku yang menyaksikan semua dongsaengku kelaparan mulai tak tega. Ya, tapi apa daya… aku memang agak sukar untuk memasak. Kalau pesan makanan dari luar, ini masih terlalu pagi. Kalau aku yang memasak untuk mereka, nanti malah pada keracunan. Aaaargh, aku tak punya ide.

            Saat aku sedang mengaduk green tea yang hangat, tiba-tiba si maknae Taemin menghampiriku dengan ekspresi yang tak bisa ditebak.

            “Ada apa? Kau lapar? Mianhae, kau tunggu sampai nanti siang ya. Aku akan memesan makanan juga untuk…”

            “Hyung, tepati janjimu sekarang. Aku sudah terlanjur botak dengan soal ini.” Tagih Taemin sambil mengacak-ngacak rambutnya.

            “Mwo? Ya ampun, aku benar-benar lupa.” Ujarku sambil menepuk jidat. “Memang tinggal berapa soal lagi sih?”

            “17 lagi…” Responnya letih.

            “Oooh itu sih gampang, bisa kuselesaikan dalam waktu setengah jam. Tenang saja…”

            “Dan 5 soal beranak di setiap nomornya.” Sergah Taemin kemudian membuatku tak bernafas sesaat.

            “Apa?! GILA KAU! Sinting sekali guru yang memberimu soal sebanyak ini dan harus diselesaikan selama dua hari! ” Jeritku frustasi. Aku menyesal telah berjanji.

            “Sebenarnya sih… sudah diberikan 3 minggu yang lalu. Aku hanya malas saja mengerjakannya, hehe.”

            “Kau…” Geramku liar.

            “Huwaa, oke kalo begitu, terima kasih hyung atas bantuannya, aku mandi dulu yaaaa!” Ia segera berlari terhuyung-huyung menjauhiku sambil meninggalkan bukunya diatas meja.

~~~

            “Sudah selesai hyung?” Tanya Taemin dengan dagu diatas kedua tangannya yang terlipat diatas meja.

            Aku menggeleng, lalu mendesis.

            5 menit berlalu.

            “Sekarang sudah selesai?” Tanyanya lagi. Ia benar-benar menguji kesabaranku.

            “Belum.”

            3 menit kemudian…

            “Sekarang hyung?”

            “YA! Diamlah kau! Mana bisa aku berpikir jernih jika kau terus menggangguku! Belum lagi dengan keadaan perutku yang kosong! Apakah kau pikir ini semua mudah, hah?!” Bentakku hilang kesabaran.

            Ia langsung menunduk diam. Aku yang tersadar akan perbuatanku barusan langsung menghembuskan nafas pendek.

            “Hhhh… Mianhae maknae, aku cuma sedang lapar saja.”

            “Aku yang minta maaf hyung telah menyusahkanmu,  jeongmal mianhae.” Ujarnya pelan dengan aegyo, semakin membuatku diselimuti perasaan bersalah.

            “Aniyo… Kau tak perlu…”

            “Onew-hyung, Taeminnie, berhentilah kalian. Itu semua tak akan selesai jika kalian masih terus saling meminta maaf. Sekarang pikirkan saja bagaimana cara kita bisa  mendapatkan makanan sore ini. Lihatlah, sudah jam 2 siang! Dan diluar masih terus saja hujan, hhhhh…” Tukas Minho yang sedang mengintip dari balik sofa.

            “Kau juga ikut mikir dong. Jangan suruh kami saja.” Kataku sambil mendelik padanya.

            “Tentu saja, bahkan aku juga sedang berpikir apakah sebenarnya Key-hyung itu benar-benar masih sakit atau hanya pura-pura masih sakit. Lihat saja dia.” Minho menunjuk ke arah Key yang sedang berbaring diatas tempat tidur.

            Saat kulirik ia kedalam kamar dengan pintu terbuka, tiba-tiba aku mendapati dirinya yang sedang menyembunyikan sesuatu di balik bantal.  Sepertinya itu gameboy. Aissssh dia itu memang…

            “Key-ah… Berhentilah bercanda dan laksanakan tugasmu untuk memasak sekarang juga. Kau sudah tertangkap basah.” Ucapku dengan nada sok tegas.

            “Aniyo… Aku masih pusing…” Balasnya sambil memegang kepala. Kemudian ia berpindah posisi membalikkan badannya, memunggungi kami.

            “Lalu… bagaimana ini hyung?” Tanya Jonghyun kemudian agak was-was.

            “Kita hanya bisa menunggu keajaiban…” Kataku pasrah.

            “Ya, kita hanya bisa menunggu hujan chicken jatuh dari langit…” Sambung Taemin polos.

            “Hhhhhhh….” Kami bersama-sama menghembuskan nafas terpasrah.

            Tok. Tok. Tok.

            Suara ketukan pintu ditengah suara hujan.

            “Ya… siapaaaa?” Tanyaku dari dalam sebelum membuka pintu.

            Kubuka kenopnya dan… Mataku terbelalak kaget melihat orang tersebut.

            “Annyeong, aku…” Orang itu terlihat bingung mencari kata-kata yang tepat.

            Kemudian mataku terfokuskan dengan sebuah tas kotak yang ia pegang di sebelah tangan kanannya. Aku rasa itu sebuah… toples? Dan itu berarti… makanan. Yak an?

            Orang itu tersenyum. Sosoknya dihadapanku sekarang adalah sebagai penyelamat. Ya, dialah penyelamat kami. Aku merasa sangat beruntung ia telah datang. Tapi… kenapa dia datang?

To be continued…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


14 thoughts on “Beautiful Lies – Part 2”

  1. Ampuuuuunnn!!
    Knapa ak ga kasian ma Key y??
    Gara Tataem sih!!
    Pngen nangis gaje mlah jdinya ckakakan ampe skit perut..
    Ya!! Kasian bner anak2 SHINee pada kelaparan?! Akakakakk…
    *ngebayangin oJong tepar tk brdaya karna klparan*
    #guling2
    Onew-taem jg!!
    Bkin ak makin guling2 dkasur.
    Yg dteng pasti Shara deh,,
    tp ak pnasaran ma mbak yg ntu.
    Lnjutny dtungguu,,

  2. hahahaha.katakter taemin jadi beda di sini

    *ga tau sebenrnya mw seneng atau sedih*

    😀 hehehehe.

    tpi bgus kok thor. segera lanjutannya biar ga lupa aku 😀

  3. aku ngak jdi nangis …
    aduhh thor…thor…
    ahahah itu key .. ampun deh .. kasian bgt semua org kelaperan .. wah itu shara ya ??
    hwaa kenapa dy dteng ???
    hyaaa …. aku mau tau lanjutannya ..

  4. hahaha 😀
    ngakak waktu taemin bilang “Ya, kita hanya bisa menunggu hujan chicken jatuh dari langit…”
    hahaha… taemin taemin taemin 😀
    apakah itu shara?
    key kan mau bersantai sekali2 dari tugasnya menjadi eomma. ya kan key eomma? key ngangguk2 #abaikan
    ditunggu part 3 nya 🙂

  5. Mwuahahaha.. taemin dan hyungnya kocak banget… XD jadi makin cinta~~~~ wkwkwk.. tapi si taemin pemales banget yah? sama aja kayak key… main mulu XD wkwkwk…

    yeojanya pasti shara..
    terus kayaknya shara itu nyimpen rahasian yang ga diketahui orang lain dan bikin SHInee ga tau tentang apa dan emnimblkan sebuah rahasia besar yang bikin kita nebak rahasia itu yang ngebingungin SHINee (????) *author:maksud nih-__-*

    ayo, ayo.. part 3 nya 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s