TENGGARING – Part 8

TENGGARING – Part 8

Author             : yen

Main Cast        : Ara, SHINee

Support Cast    : Ayah Ara, Bunda Ara, April, Galang, Yoora, dll

Length : Sequel (8/9)

Rating              : General

Genre              : Friendship, Supernatural

Inspired           : Bioskop Indonesia TransTV : Aku Cinta Dia ( tayang 15 Februari 2011) dan  semua novel Tere-Liye

“HUAAA…. DINGIN!!!” Teriakku kaget.

“Ngapain bengong di kamarku? Kangen ya?” Goda Kak Jinki sembari melepas pelukannya.

“Kak Jinki! Udah dibilang berapa kali, jangan suka ngagetin, ntar Ara mati jantungan ni. Dasar hantu!” semburku setelah sadar bahwa tadi Kak Jinki memelukku dari belakang. Kak Jinki hanya tersenyum. Cakep…. Apalah….

“Kok Kakak…?” Aku bingung bagaimana cara menanyakannya. Kenapa dia masih berwujud seperti ini? Kenapa dia balik lagi ke sini?

“Iya. Aku sudah coba masuk ke badan aku, tapi nggak berhasil. Padahal setiap aku tidur, rasanya aku masuk ke dalam badan aku. Sayangnya pas bangun, badannya ketinggalan, nggak nempel.” Kak Jinki menjelaskan dengan ringan.

“Oh… gitu. Jadi sekarang nggak kebangun di kamar ini lagi ya?” Tanyaku memastikan. Kak Jinki tersenyum, mengiyakan.

“Trus, kok bisa ke sini? Jauh banget kan? Teleportasi?” Tanyaku antusias. Kak Jinki menjawabnya dengan mengangguk dan tersenyum.

“Kakak kok pucet sih?” Ujarku khawatir. Teringat kata-kata Taemin tentang kondisi Kak Jinki.

“Capek mungkin. Teleportasi nyebrang lautan lumayan juga, nguras energi,” jawab Kak Jinki lemah.

“Ya ampun, Kakak! Kalau gitu ngapain maksa ke sini? Nanti kondisi Kakak malah memburuk. Kapan sembuhnya kalau gitu?” Semburku kesal.

“Kangen kamu. Eh, kata Taemin, lagi ujian akhir semester ya?” Tanya Kak Jinki, bersandar di balkon, menghadap kearahku yang sedari tadi berdiri di pinggir balkon kamarnya (yang sudah ku sulap menjadi perpustakaan mini) menatap bintang utara.

“Hmmm…. Besok pagi hari terakhir, Biologi,” jawabku singkat, menunjukkan buku yang sedang ku pegang. Berusaha menyembunyikan ekspresi wajahku, yang entah seperti apa. Kangen? Hehehe….

“Buku kok ditenteng-tenteng doang, bukannya dibaca,” protes Kak Jinki dengan gaya marah yang kelihatan sekali dibuat-buat.

“Hehehe…. Soalnya waktu belajar soal protonema yang diinget malah Kak Jinki sih. Kangen. Sekarang Ara nggak ada temen belajar. Bosen banget.” Aku mencengir lebar. Kak Jinki lagi-lagi tersenyum. Huaaaaa…. Cakep! Apalah….

“Ya udah. Sini aku temenin belajarnya. Maaf ya dek, kmaren-kmaren nggak nemenin kamu. Padahal selama ini, Ara udah banyak mbantu dan nemenin Kakak,” sahut Kak Jinki manis. Huaaaa….

“Mana yang belum ngerti?” Tanyanya sembari melirik ke buku biologiku.

“Glikolisis, siklus kreb, transfer elektron. Ribet!” Seruku frustasi.

“Sini!” Kak Jinki berusaha menarik tanganku, maksudnya agar aku lebih mendekat, tapi….

“DINGIN!” Seruku marah.

“Hehehe…. Maaf, lupa! Galak banget adek manis yang satu ini,” sahut Kak Jinki, iseng menjawil pipiku.

“KAK! Dingin tau! Ntar kalo Ara masuk angin gimana?” Semburku marah. Kak Jinki justru menyeringai dan merentangkan tangan, seolah-olah mau memelukku. Aku menatapnya waspada.

“Jadi ngajarin nggak nih? Kalau nggak jadi, pulang aja sana!” Usirku sadis, memberengut.

“ Iya…iya…. Jangan galak-galak dong. Tapi bayarannya apa?” Tanya Kak Jinki jahil.

“ Hmmmm… jalan-jalan ke Tanjung Puting. Lusa,” sahutku mantap. Beberapa hari ini aku bingung gimana cara ngajak Kak Jinki ke Tanjung Puting, nggak nyangka dia malah muncul tiba-tiba seperti tadi.

“Tanjung Puting? Berdua? Ngajak kencan nih ye….” Ampun deh ni orang, kalau lagi kumat, suka usil dan ke-pede-an nggak jelas.

“Yap. Berdua. Berdua puluh sekian, hehehe…. Bareng temen-temen sekelas, Key dan Kak Minho juga ikut,” jawabku.

“Eh, bukannya lusa hari ulang tahun aku ya?” Ujar Kak Jinki ragu-ragu. Aku tersenyum, mengangguk.

“Lho? Kakak inget kalau lusa ulang tahun?” Bukannya dia hilang ingatan ya?

“Enggak. Kemarin denger waktu Umma ngomong sama Taemin. Wah….tu bocah kecil, manja banget. Masih aja suka ngiri sama hyung-nya sendiri. Padahal hyung-nya aja nggak bisa ngapa-ngapain. Mendingan juga kamu kemana-mana, walaupun suka semrawut, tapi kadang-kadang bijak juga. Inget waktu aku protes? Kenapa aku harus ngalami hal kayak gini, hidup tanpa jasad, hilang ingatan pula. Waktu itu kamu yang bikin aku sadar, bahwa hidup itu adalah sebab-akibat. Segala yang terjadi dalam kehidupan bukanlah hal yang sia-sia. Pasti ada hikmah yang bisa diambil. Hmmm… kamu tahu nggak? Setiap ngobrol sama kamu, aku selalu ngerasa kalau segala urusan itu sebenarnya sederhana asalkan kita mau melihatnya dari sudut yang paling sederhana juga,” urai Kak Jinki panjang lebar.

Emang bener aku kayak gitu? Kok aku bijaksana banget ya? Ah, paling-paling itu perasaan Kak Jinki aja. Dia yang bijak, bukan aku. “Oh, jadi sekarang malah curhat nih? Kapan belajarnya?” sahutku, pura-pura ngambek.

Kak Jinki tersenyum lebar. Kemudian mulai menjelaskan soal glikolisis dengan perlahan. Aku justru merasa, kalau Kak Jinki-lah yang selalu berhasil membuat pelajaran serumit apapun, menjadi sederhana. Aku menatapnya dengan perasaan… kagum, mungkin. Entahlah, apa ya kata yang tepat?

***

Hari ini kami akan ke Tanjung Puting, melepas stress setelah seminggu berkutat dengan ujian akhir semester. Perjalanan pembuka, sebelum seluruh sekolah bubar, berlibur ke entah dimana sesuai keinginan masing-masing. Sepertinya sebagian besar ke Korea, Eropa atau negara antah berantah lainnya.

Aku? Tentu saja, ke Yogyakarta. Aku sudah menyusun jadwal perjalanan. Cukup padat, mulai dari Kraton, Sendratari Ramayana di pelataran Candi Prambanan, Jazz Mben Senen di pelataran Bentara Budaya, berkunjung ke Institut Seni Indonesia di Sewon, Bantul (sekalian menengok penyu di Pantai Samas). Ah… masih banyak lagi.

“Minho! Key mana?” Seru Kak April dari pintu bis.

“ Itu!” Tunjuk Kak Minho ke arah kamar kecil, Key terlihat baru keluar.

“Buruan Key! Kita sudah mau berangkat!” Panggil Kak April pada Key yang langsung berlari menghampiri bis.

Key celingak celinguk begitu masuk ke dalam bis. Semua kursi terisi, entah oleh manusia, gitar, backpack, setumpuk cemilan atau apapun itu. Kecuali….

Bruk!

Key menghempaskan diri di kursi sebelahku. Aku terbelalak menatapnya, sedikit berjengit. Yah… bagaimanapun, tetap aneh rasanya melihat Kak Jinki ditimpa begitu saja oleh Key, walaupun, tentu saja, tembus.

“Kenapa?” Tanya Key, balik menatapku heran.

“Eh… a-anu… itu… ehmmmm…,” aku bingung bagaimana harus menjelaskannya.

“Deket-deket kamu auranya emang nggak enak,” ucap Key sembari menarik ritsleting jaket-nya.

“Eh… soalnya kamu….” Duh, bagamanailah…. Key menatapku curiga.

“Ehmmm…. Kamu nimpa Kak Jinki,” bisikku pelan, melihat ke sekitar, memastikan tidak ada yang sedang memperhatikan.

“HA??” Key terlonjak dari tempat duduknya, memandang gamang kursi yang tadi dia tempati. Menatapku lurus-lurus, mendesah berat. Aku balik menatapnya, bingung melihat reaksinya. Key tidak mengatakan apapun, berlalu begitu saja, bergabung dengan gerombolan Kak Galang and The Gank di bagian tengah bis. Hemmm… akhirnya aku bisa tenang, ngobrol berbisik-bisik dengan Kak Jinki, di kursi paling belakang ini.

***

“Ara, ayo!” Kak Jonghyun menarik tanganku. Refleks aku memegang lengan Key yang kebetulan berdiri disampingku.

“Nggak mau! Aku mau ikut Kak Minho aja,” seruku menolak. Kakak kelas yang satu ini memang nggak pernah mau ketinggalan kalau ada acara jalan-jalan. Dia dan beberapa temannya dari kelas XII menyusul rombongan kami di dermaga, tanpa basa basi ikut naik ke klotok yang kami sewa. Dan sekarang memaksaku ikut rombongan mereka. Kami sudah sampai di Camp Laekey, Tanjung Puting dan mulai membentuk kelompok-kelompok kecil, hendak menjelajah hutan.


“Ikut aku tapi malah gandeng Key,” sahut Kak Minho memberengut.

“Kalian pasti barengan kan?” Aku menatap Key dan Kak Minho bergantian. Memohon, akan lebih mudah urusan Kak Jinki kalau aku satu kelompok dengan Kak Minho dan Key, kan mereka sudah tahu perkara Kak Jinki.

“Nggak, hari ini lagi musuhan,” jawab Key ketus. WHAT?? Musuhan? Nggak mungkin!

“Nggak peduli lagi musuhan, marahan atau udah cerai sekalipun. Aku bareng kalian!” Seruku ngotot, menarik lengan Key, meraih lengan Kak Minho dengan tanganku yang satunya lagi.

Tentu saja aku berhasil membajak kedua orang itu. Urusanku dengan Kak Minho dan Key memang selalu berhasil kan? Hehehe….

Kami berkumpul lagi saat jam makan siang. Semua kembali dengan membawa tanda mata hasil melanglang buana-nya.


“Sayang nggak boleh di petik. Cantik banget!” Seru Kak April bangga sembari memperlihatkan foto-foto anggrek hutan di DSLR-nya.

Kak Galang and The Gank yang membawa asam jayau dan kantung semar. Kak Joo Won dan Kak Shi Won dengan foto segala macam binatang keren. Mulai dari kancil, uwa-uwa, burung sindang lawe sampai buaya sinyong supit. Kelompokku membawa hasil interview dengan Ibu Birute – Profesor Birute Mary Galdikas, buah petiti, dan khusus Key, dia membawa carut panjang di lengan kirinya, bekas dicakar orang utan. Hehehe… ini gara-gara keisenganku juga sih. Duh, jadi merasa bersalah.

Tapi yang paling keren adalah kelompok Kak Jonghyun, mereka tidak membawa benda apapun. Tapi ceritanya luar biasa seru, tentang mengejar dan dikejar babi hutan. Wuahhhhh… sungguh hari yang luar biasa.

Selesai makan siang, kami kembali menyusuri sungai dengan klotok. Ke Rimba Logde, Tanjung Harapan, tempat ini tadi sengaja kami lewati. Kata Kak April ~Nanti saat perjalanan pulang, baru kita mampir kesini~, dia bertukar pandang dengan beberapa teman sekelasku dengan ekspresi sedikit ganjil, ada bau-bau mencurigakan. Entahlah, abaikan saja.

“Ini enak Kak. Manis” Aku menyodorkan buah petiti ke arah Kak Jonghyun yang duduk menjuntai di atap Klotok. Tentu saja dia menatapku curiga, mungkin teringat insiden buah rambai.

Kak Jonghyun menerima buah petiti dengan ragu-ragu, sangat ragu-ragu memasukkannya ke dalam mulut, luar biasa ragu-ragu mengunyahnya.

“Hmmmm… lumayan,” ucapnya sembari memasukkan buah petiti yang kedua kedalam mulutnya. Aku tersenyum lebar. Mengulurkan asam jayau yang sudah dikupas setengah. Kak Jonghyun menatapnya ragu. Aku mengangguk mantap sembari tersenyum, meyakinkan. Kak Jongyun meraih asam jayau ditanganku.

“ARA!!” Teriakkan Kak Jonghyun bahkan membuat seekor uwa-uwa yang sedang berayun di cabang pohon terkejut, semoga uwa-uwa itu tidak sampai jatuh berdebam ke tanah, kasihan. Aku segera mengambil langkah seribu, berlindung di balik Kak Yoora, menghindari Kak Jonghyun yang melempariku dengan asam jayau, buah yang berkali lipat lebih masam dari rambai. Hehehe….

“Saengil chukhahae Minho-ah!” Seru teman-teman Korea-ku, mendorong Kak Minho kedalam kolam yang terletak di depan Rimba Lodge. Bukan kolam sih, lebih tepatnya sungai yang dipagari dengan papan kayu, supaya aman dari buaya. Sukses! Kak Minho dengan sebal berenang di air sungai yang bening berwarna coklat teh itu. Aku hanya menatapnya prihatin, tidak ikut-ikutan menceburkannya, tentu juga tidak mencegah teman-teman yang lain.

“Ya! Ulang tahunku sudah seminggu yang lalu,” protes Kak Minho dari tengah kolam.

Aku melirik Key yang mendekatiku dari belakang. Eh? Ada apa ini? Key tiba-tiba tersenyum jahat, ujung bibirnya naik sebelah. Oh… tidak! Tanda bahaya….

“WAAA…!” Teriakku panik, terlambat untuk menghindar. Key sudah menangkap pinggangku, mengangkat dan….

Byurrrr….

Sukses menceburkanku ke dalam kolam, bergabung dengan Kak Minho yang tergelak puas melihatku basah kuyup.

“Selamat ulang tahun Ara!” Seru teman-temanku yang lain.

KEY!! Awas kau ya! Ulang tahunku masih 3 minggu lagi. Lihat saja, kau pasti menyesali perbuatanmu ini!

Aku memukul-mukul panik air disekitarku….

To be continued

Footnote :

Klotok : perahu bermotor tradisional, biasanya digunakan di sungai terutama di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

Catatan Penulis :

Terus terang, aku nggak punya ide untuk cerita secara detail tentang Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) pada kalian. Jadi, buat yang berminat untuk tahu lebih detailnya, aku cantumkan beberapa link, silahkan dicoba. Terima kasih.

http://kalimantanku.blogspot.com/2010/07/tanjung-puting-negeri-damai-bagi-orang.html

http://www.ms-starship.com/sciencenew/orangutans.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Tanjung_Puting

http://www.indobackpacker.com/2008/02/04/jalan-jalan-ke-tanjung-puting/

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_puting.htm

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

32 thoughts on “TENGGARING – Part 8”

  1. AAAAH KEBAYANG DEH RAMENYA JALAN-JALAN BARENG MINHO KEY JJONG AAAAAH *capslock jebol*
    sumpah ff ini keren banget, bikin aku senyam senyum sendiri, serasa aku sendiri deh yang jadi ara! *digetok author*
    ff ini bener2 beda dr yang laen!

    ketawa-ketawa pas minho sama ara diceburin; trs pas key bilang lg musuhan sm minho, aduh aku ngakak!

    ayo part akhirnya ditunggu thor!

    1. Duh… seneng deh dah bisa bikin mya senyum & ngakak.
      Mya cantik deh klo lg senyum, hehehe…. *PLAK*
      Yep, yep, part 9 = akhir yg awal. Kekeke…

  2. Aaahh slalu d tunggu de ni ff!.aaah tau ahh bingung mau komen apa?pokok ny suka..pi terlalu pendek de author?tambahin lgi donk part slanjut ny.hehehe..

    1. Aaahh… ga percaya deh klo ada yg nunggu FF kacau begini.
      pendek ya? Maaf, padahal dah 11 halaman A4 lho, hiks3.
      Makasih Yoora…

  3. Waahh ., keren part ini ..
    Itu ara bisa berenang gx ?
    Tkutnya mlah tenggelam ..
    Keke ., gila , ultah 3 minggu lg , mlah d ceburin skarang ..
    Ckckck ..

  4. T^T hiks…hiks c0men 1 gk kmuat, bkin lg dh.
    Gmana nh Jinki bl0n blik lg k bdannya ? Kbyang rme nya mrka lg jalan2, ksian yg ulang thun @~@
    Gk tau msti c0ment p lg, D tnggu next partnya

  5. Iya! iya! tau! Jinki cakep. Jinki manis. *cemburu tanpa alasan* hakakak

    sebab-akibat y? 🙂
    udah lama g denger philosophy itu..

    well,what can say i? cool! *peluk Yen* ^^

  6. Yen.. Yenniii?!
    DINGIIIIINN!!-pdhl panass bgt-
    #Ara mode on
    hadeh2…
    Jinki ngapain balik lg??
    Eh, Ara kirim Jinki k.rmahku donk biar bisa liat senyumnya yg cakep ituu…
    #ngarep
    Hloh? emg bleh y ambil2 tnaman d.TNTP??
    Sumpah! Ak ngakak pas bc Ojong dkejar babi. Akakakakk…
    Eh, mau ending y??
    kok cpet bgt,,
    trus nasib hantu Jinki gmana donk??

    1. Ara : rumah Loela dimana? Sini gih alamatnya, ntar Jinki ku paketin pake kilat khusus tercatat deh *PLAK*
      Ya enggak boleh dong Loela, namanya aja Taman Nasional. Makanya April dkk cuma ambil fotonya doang.
      Klo Galang dkk, kan cuma ngambil buahnya doang, ga diambil tanemannya, jd boleh (asal ga ketauan petugas, hehehe…)
      Iya nih, mau END, tapi blum FIN *abaikan*
      Makasih Loela, besok mampir lagi ya…

  7. hyaaaa kenapa aku suka ff ini .. aku jdi merasa pergi ke tempatnya … kayak ikut merasakan petualangan .. eh
    yaa di tanjung puting jinkinya ngak keliatan …
    hwaa terus .. gmna dong tuh si jinki ?? hyaaaa besok part terakhir ya ??? hyaaa buru2 mau baca part terakhirnya .. !!!!

  8. Cie Ara udah mulai suka sama Jinki..
    Ara gx bisa berenang yah? Trus ditolong Minho kah? #readersotoy
    next part, last part ya onn? Aku tunggu 😉

  9. Wahh..ini bnetar lagi tamat ya..?? 😥
    Jinki cepet bangun..!!! jangan jadi hantu terus..
    A-Yo Jinki semangat..!!! 😀

  10. wow enak banget jalan-jalan bareng jjong,key,minho, onew *walaupun ga keliatan* haha
    aku suka banget ff ini karena meninjolkan Indonesia banget, dan penjelasan tempat wisatanya keren

  11. Waah waah,,
    Jinki, Ara.. Suitwiiiw! 😀
    Ketauan deh Jinki suka.
    Iya kan iya? Heheh..
    Ayo dong Jinki-nya sembuh, trus ntar ke Indo lagi nemuin Ara, kayaknya sweet deh ntar. 🙂
    Ayo ayo! Tinggal 1 part lagi kan? Yang cepet dipostingnya ya min.. 🙂

  12. Waaaaaaa
    Kasian amat grupnya jong wwkwkwkkw
    Pengalaman tak terlupakan
    Oh iya pas liburannya itu ga di jelasin tentang jinkinya ya
    Kupikir banyak jinkinya disini
    Lanjuutt

  13. Aish,, aura charmin Onew kerasa bangeet… Bkin aku sampek merinding*?
    Huwaa! Mau dong nyu, dipanggil adek!!#gigitin permen mintz#apadah
    hahaha!! Jjong apes bget ya?? Ngakak abis deh pas baca dia makan asam… Ahahah… XD

  14. kira2 knpa jinki gk bisa balik ktubuhnya ya?
    jngan2 karna ada keinginannya yg belum terpenuhi?
    jadi nebak2 kn… langsung tancap ke part 9 ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s