I’m Your Secret Admirer – Part 1

Title                 : I’m Your Secret Admirer part 1

Author             : getadwisaf

Main cast         : Min Hyo Rin, Kim Kibum (Key), Hyun Jai, Kim Yoora

Support cast    : Hyena, Hyun Ji, Shinee

Length             : Chapter

Genre              : Romance, Humor, Friendship

Rating             :  General

I’m your secret admirer part 1

-HYO RIN POV

            Masih saja kupandangi poster poster  SHINee  yang terpampang lebar di setiap sudut kamarku. Disana ada cowok manja yang imut Taemin, si flaming charisma Minho , Mister Dubu alias Onew, si Bling-bling Jong Hyun, dan Sang Almighty Key yang sangat aku kagumi. “Huff,  andai saja aku bisa bertemu dan dekat dengan mereka semua, sungguh bahagianya hidupku ini!” ucapku ber andai-andai dan menghempaskan tubuhku di atas kasur yang empuk. “Yaah, kalau saja aku mengenal mereka sebelum mereka memiliki banyak fans,  mungkin aku akan ikut terkenal, haha”, sahut Hyena dengan khayalan yang lebih tinggi daripadaku. Ya, Hyena adalah sahabatku yang slalu setia menjadi shawol sama seperti diriku.

*  * * * * *

            “Hey Hyo Rin!!”, teriak Hyena sambil melambaikan tangannya dan berlari menujuku. “Hey! Ada apa?”, tanyaku ketika dia bergegas duduk di kursi kantin yang kosong tepat sebelahku. Kemudian dengan asal langsung ia seruput minuman yang baru saja aku pesan. Keterlaluan sekali. “Kau tahu? Lihatlah ini! SM mengadakan lomba menarik loh sebagai perayaan ulang tahunnya”, jawabnya tanpa rasa bersalah karena telah menghabiskan setengah gelas minumanku  (-_-“). “Memangnya lomba apa sih? Sepertinya kau heboh sekali”, tanyaku lagi  dengan santai karena cukup kesal dengannya. “SM mengadakan lomba membuat puisi terbaik yang bisa menarik perhatian artis-artisnya”, jelas Hyena padaku. “oh hanya itu, paling hadiahnya hanya uang, aku tidak minat, lagi pula aku tak pandai membuat puisi”, sahutku dengan cuek. “Oh Hyo Rin, hadiahnya sangat menarik. Ayolah ikut!!”, paksanya. “Lihat ini! Hadiahnya berlibur bersama artis SM yang kau inginkan!”, lanjut Hyena sambil menunjukan sebuah majalah padaku. “MWO??? Kau serius? Berarti aku bisa berlibur bersama SHINee doong! Aku harus ikut! HARUS!”, aku begitu kaget mendengarnya. Ya, membuat ekspresiku berubah 180 derajat menjadi sangat bahagia. “Tentu Hyo Rin akupun akan mengirimkan puisiku. Mudah mudahan saja kita berdua bisa terpilih, karena untuk SHINee hanya terpilih 5 orang dan itu member member SHINee sendiri yang memilih” jelas Hyena padaku. “Baiklah, aku harus mencari ahli puisi yang bisa membantuku membuat puisi itu. Pokoknya aku dan kamu harus terpilih Hyena! Kita harus terpilih! TITIK!!!” kataku meyakinkan diriku sendiri bahwa pasti aku dan Hyena akan terpilih.

* * * * * *

“Jadi kau mau kan membantuku? PLEASE!!!”, pintaku pada Hyun Jai. Dia memang sangat ahli dalam membuat puisi, aku jadi ingat kejadian 2 tahun lalu saat dia mengirimkan sebuah puisi cinta untukku, ah! Sudahlah tak usah diingat ingat lagi hal itu! “Baiklah, aku akan membantumu membuatkan puisi, tapi kau dulu yang membuat awal puisinya, yaa minimal satu bait saja nanti biar aku lanjutkan. Bagaimana?” jawabnya. “Oh Hyun Jai!! Kamu memang temanku yang paling baik. Aku sangat setuju!!”, sahutku padanya. “Ya Hyo Rin besok serahkan saja padaku puisi buatanmu! Oh iya, harus ada bayarannya yaa!!” jelasnya padaku dengan ekspresi yang meyakinkan. “Memang kau ingin dibayar berapa? Akan kusiapkan”, kataku asal. “Tenanglah Hyo Rin, aku tak akan meminta uang padamu”, jelasnya lagi. Dia tidak meminta bayaran uang? Lalu apa? Oh god! Jangan jangan dia menginginkan sebuah kecupan dariku atau bermalam denganku. Tidaaaaak!! Aku ini bukan wanita murahan, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku tahu Hyun Jai pernah mencintaiku, bahkan menyatakan perasaanya berkali kali, oleh karena itu aku sangat khawatir kalau dia meminta hal itu. Tapi, sepertinya Hyun Jai bukanlah orang seperti itu, jadi aku yakin dia tak akan meminta hal yang tidak tidak. “Lalu kau ingin bayaran apa?”, tanyaku penasaran. “Haha, mukamu panik sekali! Aku hanya ingin berkencan denganmu”, jawab Hyun Jai dan membuat jantungku berdetak cepat sekarang. Kencan? Dia ingin kencan denganku? Untuk apa? Apa dia masih belum bisa melupakan perasaannya itu? “Hey! Kau kenapa? Kaget yaa? Haha. Hyo Rin aku hanya ingin berkencan pura-pura denganmu. Santailah! Aku sudah melupakan hal yang pernah terjadi diantara kita, jadi bagaimana?”, syukurlah ternyata hanya kencan pura-pura yang Hyun Jai maksud. “Mwo? Untuk apa?”, aku jadi bingung dengannya.  “Hyung-ku mengajak untuk double date. Dia ingin melihat kekasihku katanya, apakah sudah cantik dan pantas untukku atau belum. Jadi aku harus menerima ajakannya itu”, Hyun Jai menjawab pertanyaanku itu. “Yasudah ajak saja yeoja-mu!”, kataku. “Oh Hyo Rin!! Sejak kapan aku memiliki yeoja? Tidak pernah. Aku sudah terlanjur bohong berkata memiliki kekasih cantik pada Hyung-ku. Tidak disangka, ternyata itu membuatnya penasaran, lagi pula kurasa tampangmu itu lumayan. Jadi, kau mau kan?”, pintanya sambil mengacak rambutku. “Baiklah.  Tapi cantik itu relative tahu! Mungkin menurutmu aku ini memang cantik *melayang* ,tapi bagaimana di mata hyung-mu? Aku tak tahu!”, jawabku menerima permohonannya. “Sudahlah aku tak memikirkan hal itu, yang penting kau sudah mau kan!”, ucapnya asal dan langsung pergi dari hadapanku.

* * * * * *

“Ini sudah kubuatkan awal puisinya! Silahkan kau lanjutkan yaa! Ingat, harus yang bisa menarik perhatian para member SHINee!!”, aku menyerahkan sebagian puisi kepada Hyun Jai. “OKE”, dia hanya menjawabku santai.

(Author tampilkan sebagian puisi yang dibuat Hyo Rin)

YOU’RE THE BEST, SHINee

 

Kulewati malam dengan semua khayalan

Kugoreskan pena diatas selembar kertas putih yang bersih

Dengan penuh rasa cinta dan bahagia,

Telah kutuangkan semua isi hatiku ini hanya untukmu

 

SHINee,

Sungguh, cahayamu telah menerangi duniaku

Membuat hati terasa hangat bagaikan mentari di pagi hari

 

“Wow! Puisimu lumayan juga”,  katanya memujiku. “Gomawo! Yasudah, lanjutkan yaa! Besok berikan padaku lagi karena akan segera kukirimkan!”,sahutku senang.

            “Hyo Rin!”, Hyun Jai memanggilku yang sedang duduk di kantin. Ada apa lagi? “Wae?”, tanyaku langsung. “Ini, sudah selesai kubuat dan telah kusalinkan juga semuanya, jadi kau bisa langsung mengirimnya”, jawab Hyun Jai sambil menyerahkan sebuah amplop coklat kepadaku. “Mwo? Cepat sekali. Kalau begitu terima kasih banyak Hyun Jai, aku akan langsung mengirimkannya sekarang”, aku menyampaikan perasaan terima kasihku padanya. “Ne, kau tidak ingin melihatnya dulu?”, Tanya Hyun Jai. “Tidak usah, aku percaya padamu, pasti kau telah membuatkan puisi yang bagus dan menarik”, jawabku yakin.

* * * * * *

            Aku masih duduk termenung ragu menatap hp ku, berharap ada telpon dari SM dan mengabarkan bahwa puisiku terpilih. Tapi tiba tiba konsentrasiku terjaga karena dikagetkan oleh dua makhluk aneh yang berteriak-teriak datang menghapiriku. Ya, mereka adalah Hyena dan Hyun Jai. “Hyo Rin, Hyo Rin! Aku sangat bangga padamu!”, teriak Hyena sambil mencium  pipiku dan memelukku. Anak ini memang selalu berkelakuan aneh. “Hoy! Kalian ini berisik sekali!”, omelku pada mereke berdua. “Hyo Rin, ini semua berkatku, jadi kau harus berterima kasih banyak padaku, karena puisimu terpilih Hyo Rin!”, ucap Hyun Jai dengan tampang kegirangan. “Benarkah? Memang kalian berdua tau dari mana?”, tanyaku heran dengan ekspresi menggelegar. “Ini Hyo Rin, namamu terpampang di antara 4 nama yang berhasil untuk berlibur bersama SHINee”, jelas Hyo Rin bangga dan menunjukan namaku di sebuah majalah. “Oh!!! Thank you so much GOD! Hyun Jai, gomawo gomawo!!”, aku berteriak senang dan tanpa sadar Hyun Jai telah berada di pelukanku. “Aku jadi penasaran dengan puisi buatanmu. Di majalah ini ditampilin kan? Coba sini!”, kataku penasaran sambil menarik majalah yang ada di tangan Hyena. “Emm, sebaiknya kau tidak usah melihatnya! Puisiku sangat jelek”, ucap Hyun Jai sambil menutupi puisiku yang ada di dalam majalah dengan telapak tangannya. ”Sudahlah Hyun Jai, aku yakin puisi tambahan mu itu dibuat sebagus mungkin, makanya aku terpilih”, bantahku sambil menarik tangannya yang menutupi puisiku itu. “Oh Hyo Rin!”, dia hanya mengeluh. “WHATSSSSS?? Kau membuat puisi seperti ini Hyun Jai? Membuat ku malu saja!”, teriakku kaget ketika membaca puisinya. “Hehe, minhae Hyo Rin. Tapi menurutku itu unik makanya terpilih”, aku melihat muka Hyun Jai memerah karena malu. Tapi puisinya benar benar menggelikan, dan yang membaca itu kan member SHINee, mau taruh dimana mukaku ini?

(author tampilkan puisi lanjutan Hyun Jai)

YOU’RE THE BEST, SHINee

 

Kulewati malam dengan semua khayalan

Kugoreskan pena diatas selembar kertas putih yang bersih

Dengan penuh rasa cinta dan bahagia,

Telah kutuangkan semua isi hatiku ini hanya untukmu

 

SHINee,

Sungguh, cahayamu telah menerangi duniaku

Membuat hati terasa hangat bagaikan mentari di pagi hari

 

Oh SHINee,

Akankah kita bertemu?

Rasa kagumku ini begitu luas, seluas samudera di dunia

Rasa cintaku ini begitu tinggi, setinggi langit yang biru

Dan,

Perasaanku untuk bertemu kalian,

Benar benar tak bisa kutahan

Rasanya,

Bagaikan aku ingin buang hajat

 

            “Hahahahaha, tapi yasudahlah Hyo Rin, yang penting kau sudah terpilih”, ucap Hyena tiba-tiba. “Sayangnya kita tidak bisa bertemu SHINee bersama. Aku tidak seberuntung kau, puisiku tidak terpilih”, tambahnya dengan wajah yang murung. Kemudian aku merangkulnya, berusaha mengerti apa yang dirasakan oleh sahabatku yang satu ini. “Aku akan sangat sedih karena tidak bisa kesana bersamamu. Tapi mungkin ini memang belum menjadi keberuntunganmu. Tenang saja Hyena, nanti akan kusalamkan pada mereka dan berusaha mengenalkanmu pada sang magnae”, sahutku pada Hyena berusaha membuat wajahnya kembali ceria lagi. “Kau memang sahabatku yang segala-galanya di dunia ini Hyo Rin!”, jawab Hyena tersenyum, dan akupun berhasil.

* * * * * *

 

            Aku berdiri di balcon kamarku, menikmati dinginnya udara malam. Kupandangi langit yang terlihat gelap, tapi bintang dan bulan berusaha meneranginya. Kulihat bintang bintang kecil itu menaburi langit malam dan membuatnya terlihat indah. Disana kubayangkan ada wajah Taemin tersenyum manis padaku, Key yang sangat sangat tampan, Onew dengan muka imutnya itu, Minho bersama flaming charismanya berhasil membuatku melayang-layang di udara, dan juga Jong Hyun yang mentapku begitu tajam. Hmmm… ternyata impianku untuk bertemu mereka semua sudah ada di depan mata. Sebentar lagi aku akan bertemu bahkan menghabiskan waktu besama SHINee, betapa senangnya! Tapi, hanya satu impianku yang belum bisa kuwujudkan, menjadi seorang designer terkenal dan memiliki butik ternama yang dikenal oleh seluruh dunia. Tak bisa kubayangkan, jika nanti banyak sekali orang orang yang memakai model model bajuku. Ya.. tahun ini aku harus menyelesaikan studi, umurku juga sudah menginjak 21 tahun. Tiba tiba lamunanku melayang karena hp ku berdering, dan ternyata itu telpon dari Hyun Jai. “Yoboseyo?”, aku langsung mengangkatnya. “Hey Hyo Rin, kau belum tidur kan?” jawabnya dan menanyakan hal yang tidak penting menurutku. “Ye, wae?”, aku bertanya cuek. “Aku hanya ingin mengingatkan, jangan lupa yaa besok kau harus menepati janjimu! Jadi bersiaplah pukul sepuluh pagi karena aku akan menjemputmu! Ingat yaa! Baiklah sampai ketemu besok! Daaah!!!”, Hyun Jai langsung mematikan telponnya, tanpa menungguku berbicara lagi, keterlaluan sekali dia.

* * * * * *

            Jam wekerku sudah berdering keras membangunkan tidurku yang lelap. Kulihat ternyata sudah menunjukan pukul 09.00 pagi. Aku berusaha mengumpulkan nyawa dan kemudian teringat janjiku dengan Hyun Jai.  Segera aku menuju kamar mandi dan dalam waktu empat puluh menit, aku pun telah siap. Sepuluh menit berlalu, tak lama kemudian Hyun Jai datang menjemputku. Dia langsung mengajakku ke sebuah butik dan memilihkan baju yang menurutnya cocok untukku. Setelah itu, dia membawaku ke sebuah salon. Aku tak mengerti apa yang diinginkannya, mungkin dia hanya ingin aku terlihat lebih cantik di hadapan Hyung nya itu. Baiklah kuturuti saja apa keinginanya, lagi pula dia juga telah mewujudkan salah satu impianku.

            Hampir satu jam aku berada di salon, dan sekarang pun telah kulalui make over nya. Aku menatap cermin lebar yang ada dihadapanku. Disana kulihat seorang yeoja yang sangat cantik. Kuperhatikan dari sepatu, gaun, hingga tatanan rambutnya yang begitu indah, dan make-up nya membuat wajah yeoja itu terlihat benar benar indah. Ternyata itu adalah diriku. Tak pernah kusangka aku bisa secantik ini, Hyun Jai merubahku 180 derajat dalam waktu sekejap.

* * * * * *

Sekarang di hadapanku sudah berdiri seorang namja yang menggandeng yeoja cantik. “Annyeong haseyo! Aku Min Hyo Rin, senang bisa bertemu dengan kalian!”, sapaku dengan senyuman kepada sepasang kekasih itu. “Annyeong, aku Hyun Ji, senang juga bisa bertemu denganmu!”, jawab namja itu dan dia adalah Hyung nya Hyun Jai. “Aku Kim Yoora, senang juga bertemu denganmu. Kau terlihat cantik Hyo Rin”, ucap seorang yeoja cantik itu. Aku jadi ingin terbang dibilang cantik olehnya. “Hyo Rin, jadi sudah berapa lama kau pacaran dengan adikku?”, tanya Hyun Ji yang sedang melirik adiknya. “Kami sudah hampir satu tahun pacaran, Hyung”, jawab Hyun Jai tiba tiba yang sedang berdiri di sebelahku. Huh! Untung saja kita tidak menjawab bersamaan, kalau jawaban kita berdua berbeda, akan bagaimana? “Oh baguslah”, sahut Hyun Ji santai.

* * * * * *

            Semuanya sudah aku cek, sepertinya tidak ada yang tertinggal. Baiklah, pagi ini aku akan berangkat menuju SM building untuk melakukan meeting sebelum berlibur bersama SHINee. Dan baru setelah melakukan meeting aku menuju suatu tempat yang masih dirahasiakan SM. “Hyo Rin! Sudah siap kan semuanya? Ingat ya! Kabari eomma slalu keadaanmu disana. Walaupun hanya satu minggu, tetap saja eomma khawatir”, eomma mengingatkanku sambil menyiapkan sarapan pagi. “Ne eomma”, jawabku. Ketika sudah akan berangkat, Hyena dan Hyun Jai datang, aku berpamitan pada mereka.

* * * * * *

            Akhirnya meeting bersama SM selesai. Sekarang aku berjalan menuju sebuah mobil pribadi bersama 4 orang shawol lain untuk menuju lokasi berlibur. “Hey! Perkenalkan namaku Min Hyo Rin”, sapaku kepada setiap shawol yang terplih. Lalu mereka pun memperkenalkan nama mereka masing masing padaku. Tak terasa ternyata perjalanannya hanya menghabiskan waktu selama 2 jam, dan selama perjalanan pun aku hanya tertidur pulas. Saat ini aku sudah berada di suatu pulau dengan pantai yang amat indah, sepi dan tenang. Aku tak melihat satupun reporter TV. Sekarang aku tahu kenapa SM merahasiakan tempat ini, mungkin agar reporter ataupun paparazzi tidak mengganggu kami. Kurasakan jantungku mulai berdebar debar ketika manager SM mempersilahkan diriku untuk masuk bertemu member SHINee di dalam sebuah ruangan khusus. Aku hanya bisa memejamkan mata dan mengintip sedikit-sedikit ketika masuk ke ruangan itu. Perlahan aku mencoba membuka mata, di hadapanku sudah berdiri namja namja tampan yang kemudian menyapaku. “Halo, aku Min Hyo Rin, senang sekali bisa bertemu denganmu!”, ucapku gugup pada Taemin dan langsung menggapai tangannya yang sudah dijulurkan sedari tadi. “Aku Taemin, waah tanganmu dingin sekali”, ejek Taemin sambil menyunggingkan senyumnya dan sedikit terdengar tawa dari mulutnya. “Minhae, aku terlalu grogi”, jelasku berusaha menutupi ekspresi yang tak karuan. Setelah itu aku juga bersalaman dengan Onew, Jong Hyun, Minho, dan terakhir Key. “Hey Key! Senang sekali bertemu denganmu!”, ucapku senang padanya. “Ya, aku juga senang bertemu denganmu!”, Key menatapku dalam. Bisa kulihat bola matanya berkaca-kaca, seperti ingin menangis, tapi untuk apa? Tiba tiba dia tersenyum manis padaku dan pergi begitu saja meninggalkan aku dan member SHINee lain. Dia kenapa? Aneh.

            Inilah saatnya aku menerima surat dari manager SHINee. Entah isinya apa, tapi aku akan langsung membukanya. “Min Hyo Rin, selamat selama liburan bersama SHINee ini, kamu akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Kim Ki Bum!!”, itulah isinya.  Aigoo, aku tak menyangka kalau Key yang akan menghabiskan banyak waktu denganku daripada shawol lain yang terpilih. Aaah.. begitu indah duniaku saat ini.

* * * * * *

            “Maukah berjalan-jalan denganku?”, ajak Key tiba tiba dan berhasil membuat aku salting. “Tentu mau”, jawabku girang. Sepanjang pejalanan mengitari pantai, dia terus mengajakku mengobrol, tapi aku hanya ternganga melihatnya. Dia menggunakan sweater hitam dengan kupluk dibelakangnya, rambutnya hitam kecoklatan dengan poni miring yang membuatnya terlihat sangat tampan.  Aigoo, tampan sekali namja ini, hingga membuatku tak berkutip sama sekali ^_^.  “Namamu Min Hyo Rin kan?”, tanyanya. “Ne, memang kenapa?”, aku bertanya balik. “Nama yang bagus”, pujinya. “Gomawo Key”, jawabku dan membungkukan setengah badan. “Oh iya, tadi kau kenapa pergi setelah bertemuku?”, tanyaku hati hati. “Oh tidak ada apa-apa. Hyo Rin, puisimu itu unik sekali”, ucapnya mengalihkan pembicaraan membahas soal puisiku, dan kulihat dia ingin sekali tertawa. “Gomawo, itu aku sengaja membuatnya unik, mungkin saja bisa terpilih”, jelasku dengan muka merah. Oh ini semua ulah Hyun Jai yang telah membuat puisi seperti itu, sungguh membuat aku malu saja di depan sang Almighty. “Haha, kau berhasil! Kau tahu, yang memilih puisimu itu adalah aku. Aku benar benar geli membacanya, tapi itu memang sangat menarik Hyo Rin, oleh karena itu aku memilih puisimu!”, sekarang Key benar benar membuatku malu setengah mati, apalagi setelah mendengar bahwa dialah yang  memilih puisiku itu. “Tak usah jadi malu begitu Hyo Rin, aku malah suka dengan puisimu”, yakinnya padaku. “Ne”, darahku masih terasa meyebar di wajah, dan pasti membuat wajahku terlihat merah. “Oh iya Hyo Rin, aku bisa membacamu. Mau mencoba?”, tawarnya padaku. “Baiklah aku mau”, jawabku santai. “Kalau begitu aku pinjam telapak tanganmu, dan tolong pejamkan mata yaa!!”, pinta Key dan aku hanya menurut. Aku merasakan tangannya menyentuh tanganku, dan mebuat seluruh tubuhku  menjadi hangat. “Kau adalah seorang yeoja yang sangat ahli dalam men-design sebuah baju. Warna kesukaanmu adalah pink. Kau memiliki impian untuk menjadi seorang designer terkenal dan juga memilki butik ternama di dunia. Suatu saat nanti impianmu ini akan tercapai. Apakah aku benar?”, jelas Key dengan sangat antusias. Dia benar benar bisa membacaku, hebat sekali. Aigoo, manisnya dia, benar-benar tampan. Untung saja dia tak tahu bahwa aku terus mengintipnya sedikit-sedikit melalui celah celah bulu mataku yang lentik, dan aku juga melihat Key terus mamandangi wajahku saat aku memejamkan mata. “Kau memang hebat Key! Pantas saja kau disebut Almighty!”, candaku. “Haha, kau ini!”, sahutnya sambil mengelus kepalaku, itu membuatku benar beenar nyaman. Sepertinya dia juga nyaman berada di dekatku, PD sekali aku. “Aaah Key! Kau ternyata sangatlah baik dari yang aku pikirkan”, aku tersenyum manis padanya. “Gomawo Hyo Rin, aku hanya merasa nyaman berada di dekatmu”, dia membalas senyumanku. Oh Tuhan! Ternyata feeling ku benar, kekeke.. “Apakah member lain akan sepertimu?”, tanyaku penasaran. “Ya, mereka tak jauh beda denganku”, dia kembali menyunggingkan senyuman manis di bibirnya. “Sepertinya sudah mulai gelap, kita harus kembali ke kamar”, tambahnya. “Iya, annyeong Key!”, ucapku padanya dan kemudian kami berpisah.

* * * * * *

-KEY POV

            Aku begitu terpaku melihatnya. Masih berusaha menyadari kalau itu memang benar benar dia, wanita yang ternyata masih aku cintai. Kurasakan mataku sudah mulai tergenang air karena bahagia bertemu dengannya lagi, dan akhirnya aku harus pergi untuk menutupi air mata itu sebelum jatuh di pipiku saat kami berkenalan. Untunglah saat itu aku menemukan puisi buatannya yang dia kirimkan ke SM, jadi aku bisa memilih Hyo Rin untuk berlibur bersama SHINee. Aku masih mengingat saat saat 6 tahun yang lalu, jatuh cinta kepada seorang yeoja yang tak mengenaliku. Aigoo, sekarang dia terlihat  lebih cantik, membuat rasa cintaku mulai bermekaran kembali. Aku benar benar senang saat menyentuh tangannya dan melihat wajahnya jelas saat ia memejamkan mata.  Itulah yang selalu aku harapkan sejak dulu. Walaupun tadi aku harus berbohong berpura-pura bisa membacanya, padahal aku tahu itu semua sudah sejak lama, sejak aku SMA, tapi itu mebuatku sangatlah puas. Andai saja dia tahu, bahwa saat SMA dulu aku sangat mengagumi dirinya. Aku sering sekali memperhatikan dia, mengikuti, mencari tahu namanya, berusaha mengenal sifatnya, dan aku tahu dia tak pernah menyadari hal itu. Dia tak tahu bahwa aku sering memperhatikannya, bahkan dia tidak mengetahui bahwa aku satu sekolah dengannya. Hobinya adalah pergi ke perpustakaan, melihat-lihat buku fashion dan kemudian menggoreskan pensilnya diatas sebuah kertas untuk membuat sebuah design baju. Di setiap lembar buku design yang ia buat, selalu kulihat  tulisan “aku adalah seorang designer terkenal dan pemilik butik ternama di masa depan”. Aku selalu meyelipkan kartu ucapan dengan tulisan “Saranghe” di dalam bukunya, megirimkan surat cinta, dan memberikannya sebuah jam tangan pink yang kutaruh di loker mejanya saat ia berulang tahun. Setiap barang yang ia miliki rata-rata berwarna pink, jadi aku bisa menarik kesimpulan kalau dia menyukai warna pink, dan semenjak saat itulah aku jadi menyukai warna yang juga ia suka. “Min Hyo Rin, sarangheyoo!!”, ucapku pelan dengan senyuman lebar. Tiba tiba Onew datang menghampiriku. “Bagaimana tadi? Sepertinya kau terlihat senang sekali hari ini”, tanyanya heran padaku. “Tentu saja, aku benar benar puas dengan hari ini”, jawabku santai. “Sudah, aku ingin tidur”, tambahku dan segera menarik selimut. “Baiklah, tapi besok ajak aku berkenalan dengannya yaa yeobo!!”, aku masih mendengar Onew menggerutu. “Ne”, jawabku pelan.

* * * * * *

            “Huaaah”, aku melihat Onew berusaha mengumpulkan nyawanya setelah terbangun dari tidur. Padahal sudah dari 15 menit yang lalu aku mambangunkannya, tapi dia baru melek sekarang. “Ayo Key!!”, ajaknya setelah benar benar bangun. “Mau kemana?”, tanyaku bingung. “Kau katanya akan mengenalkan ku dengan Hyo Rin. Ayooo!!”, ajaknya lagi dan mulai menarik tanganku. “Oh Hyung!”, aku segera menarik jaketku yang ada di kursi dan pergi mengikuti Hyungku keluar kamar. “Huuuh!! Udara paginya begitu sejuk yaa Hyung”, kataku sambil melihat sekeliling pantai, dan diujung sana kulihat seorang yeoja yang sedang asik menelpon. Tiba- tiba Onew hyung menarikku lagi menuju yeoja itu. “Annyeong haseyo Hyo Rin!”, sapanya pada yeoja itu yang ternyata adalah Hyo Rin. Waah anak ini sok akrab sekali, padahal kenal saja belum. Aku tahu, sepertinya Hyo Rin langsung shock melihat Onew karena baru saja ia disapa langsung oleh sang leader SHINee. “Annyeong”, jawabnya kaku.  “Annyeonghi jumusyeotseumnikka!”, sapaku kemudian. “Ne, annyeong Key!”, sahut Hyo Rin dengan senyuman. “Minhae, aku telah mengganggumu, lanjutkan dulu saja telponnya!”, akhirnya onew hyung sadar juga kalau dia telah mengganggu pujaan hatiku ini. Kulihat Hyo Rin mengangkat telponnya kembali, dan tiba tiba mematikannya. “Ne, tapi telponnya sudah terputus”, jawab Hyo Rin. “Hey Hyo Rin, katanya Onew hyung ingin mengobrol denganmu, mungkin sekarang dia ingin menggebet fansnya! Haha”, candaku pada Hyo Rin dan membuat hyung ku terlihat jengkel. “Hey, apa-apaan kau ini?! Bukankah semalam kau yang terus membayangkan wajahnya, membanggakannya, bahkan bilang kalau kau sangat menyukainya, ya kaaaaaan??”, ejek hyungku dengan tertawa puas, dan Hyo Rin juga terlihat menertawakanku. “Mwo?? Mengapa kau mengatakan hal itu hyung?!”, rasanya muka ku sudah mulai merah bagaikan kepiting rebus, aaah.. aku malu sekali dengan Hyo Rin.

* * * * * *

-HYO RIN POV

            Kaget setengah mati aku, ketika mendengar Onew menyapaku tiba tiba. Aigoo, masih tak menyangka kalau tadi aku mengobrol dengan Onew oppa. God! Thank you so much, I’m so happy. Tapi tadi pembicaraanku dengan Hyun Jai terputus karena ulah si leader aneh itu, padahal aku belum menceritakan semua hal yang terjadi denganku, termasuk dengan Key.  Tapi dia malah langsung mematika teleponnya. Fyuuh!! Tak tahu kenapa akhir-akhir ini aku menjadi dekat dengan Hyun Jai mungkin karena dia telah membantuku. Semoga saja dia sudah tidak ada perasaan apapun denganku. Wow, aku begitu senang mendengar Onew mengatakan bahwa Key membayangkan wajahku, dan bahkan sangat menyukaiku. Aku hanya bisa tertawa kecil mendengar itu, pasti Onew oppa hanya mengada-ngada ucapannya. “Aaww!!”, terdengar suara yang mengagetkanku. Aku bergegas keluar kamar, dan di tepi pantai sana kulihat Taemin yang sedang merengek kesakitan seorang diri. Lalu kuhampiri saja dia dan bertanya padanya “Hey, kau tidak apa-apa?”, Taemin malah menatapku kaget. Kulihat dengan jelas kakinya terluka, sepertinya tergores karang-karang pantai. “Lihatlah noona, kakiku terluka dan aku tidak bisa jalan”, sahutnya. “Baiklah, tunggu disini yaa aku akan mengambilkan perban dan obat merah di kamarku!”, pintaku padanya. “Lukanya cukup dalam Taemin”, aku mengobati lukanya itu dengan obat merah, dan sesekali kudengar dia meringis kesakitan. “Sini biar aku perban dulu”, ucapku. “Tidak usah noona, sepertinya luka seperti ini tak perlu di perban”, kulihat Taemin berusaha berdiri. “Oh, baiklah kalau begitu”, kataku. “Gamsahamnida, untung saja ada noona”, ucapnya lagi. “Sama-sama Taemin, aku senang sekali bisa membantumu. Aku Hyo Rin”, aku berusaha mengenalkan namaku lagi. “Ya noona, aku masih mengingat namamu. Kau sepertinya sudah sangat dekat dengan Key hyung, bukan begitu?”, tanya Taemin penasaran. “Baru saja kemarin aku dekat dengannya”, jawabku. “Baiklah noona, aku harus kembali ke kamarku”, sekarang dia berusaha berjalan. “Ne, kau bisa berjalan kan?”, tanyaku khawatir. “Tenanglah”, dia menjawab. Tapi tiba-tiba kulihat Taemin terjatuh, “Aw, kakiku masih terasa sangat perih”, keluhnya. “Baiklah Taemin, kalau begitu aku akan mengantarmu”, aku segera merangkul pundaknya. “Noona kamarku cukup jauh dengan kamarmu, tidak apa-apa?”, tanyanya. “Tidak apa-apa ko”, aku menjawab santai. Tak sampai 10 menit, kami pun sampai. Kulihat Onew, Key, Jonghyun dan Minho yang sedang asik mengobrol. Kehadiranku membuat suasana menjadi tak nyaman, karena aku datang bersama Taemin dengan kondisi kakinya yang terluka walau tidak terlalu parah. “Hyo Rin!”, teriak Key tiba tiba. “Taemin, kakimu berdarah banyak sekali, aku tak berani melihatnya, kau kenapa?”, sambung Onew kaget sambil menutup kedua matanya. “Hyung, kakiku hanya tergores batu karang, tidak terlalu parah ko, dan yang kau lihat ini bukanlah darah tapi obat merah, tadi aku terlalu banyak menggunakannya”, jelas Taemin. “Minhae, tadi aku menemukan Taemin di pinggir pantai kakinya terluka, jadi aku berusaha mengobatinya dengan obat merah”, aku menjelaskan pada mereka. “Ya, dia telah membantuku hyung! Tadi aku tidak bisa berjalan, jadi dia mengantarku kesini”, Taemin menambahkan. “Terima kasih banyak, Hy-o Ri-n?”, ucap Minho sambil berusaha mengingat-ingat namaku. “Ne, sekarang aku kan kembali ke kamarku!”, pamitku pada mereka semua. “Hey, tunggulah! Kau bisa bergabung dulu sebentar dengan kami. Jarang-jarang loh seperti ini!”, ajak Jonghyun. “Benarkah?”, tanyaku bingung. “Ya, kau bisa mencicipi kopi buatanku, Hyo Rin!” sambung Onew cepat. Akhirnya aku menerima tawaran mereka semua. Kulihat Key hanya  tersenyum manis padaku. “Nah, ini dia kopinya”, kata Onew yang datang dan telah membawa 5 cangkir kopi di atas nampan. “Hyung! Kenapa hanya ada 5 cangkir? Disini kita kan ber-6”, protes Taemin.  “Ya memang benar, ini hanya untukku, Hyo Rin, Jong Hyun, Key, dan Minho”, jawabnya santai. “Loh? Untukku mana?”, Taemin kembali memprotes. “Haha, kau ini masih kecil, tak pantas minum kopi!”, jelas Onew sambil mengacak rambut jamur Taemin. “Tapi kan aku hanya berbeda 2 tahun dengan Key hyung dan juga Minho hyung!”, Taemin mulai kesal. “Sudahlah, jangan banyak protes! Kau minum ini saja yaa!!”, sambung Key dan kulihat dia melemparkan satu kotak susu pada Taemin, semua hanya tertawa. “Aaah hyung!!”, ambek sang magnae. Begitu indah suasana ini, mereka semua bisa mengenalku, dan aku bisa melihat mereka bercanda gurau tepat di depan mataku. Andai disini ada Hyena, pasti dia sudah meloncat kegirangan sepertiku.

* * * * * *

            Tak terasa, aku sudah menghabiskan 5 hari bersama Shinee. Rasanya bahagia sekali. Aku juga telah menyampaikan salam Hyena pada semua member SHINee, terutama Taemin. Pasti dia akan senang mendengarnya. “Hyo Rin!”, terdengar suara memanggilku. “Hey Key!”, aku menyahut. “Kau sudah makan siang? Pasti belum kan? Ayo ikut denganku!”, lanjutnya dan menarik tanganku. “Hmmm, besok liburan kita habis. Kau akan pulang, begitu juga aku. Mungkin aku akan sangat merindukanmu Hyo Rin, begitupun yang lainnya. Sebelum kita berpisah, bolehkan aku meminta nomer handphone mu?”, pinta Key tiba tiba. Dia berkata akan merindukanku meminta nomer handphone ku yang akan disimpan olehnya, tentu saja aku akan kasih. “Ne, aku juga akan sangat merindukanmu Key!”, sahutku. Tiba-tiba Key beranjak dari kursinya, dia berdiri, dan tanpa kusadari Key mengecup keningku. Aku ingin pingsan merasakannya, aigoo Key! Ini benar kau kan? Aah aku ingin menjerit.  “Minhae, tapi itu sepertinya bisa mengenangku untukmu”, katanya lembut setelah itu. Aku hanya bisa terpaku menatapnya, tercengang melihat dia memberikanku senyum yang benar benar menawan. Untung saja disini tak ada orang lain selain aku dan key, jadi tak ada yang melihat kejadian tadi. “Key, benar-benar aku sangat mengagumimu!”, kataku memeluknya. “Sama, aku benar benar kagum setelah mengenalmu!”, jawabnya. “Aku berharap kita bisa bertemu lagi, sangat mengharapkannya”, tambah Key.

* * * * * *

            HP ku berdering, sepertinya itu sms. Dan benar itu sms dari Hyena. Dia memintaku untuk mengambil foto setiap member SHINee langsung dari kameraku. Baiklah akan kuturuti.

            Permintaan Hyena sudah ku kabulkan, sekarang saatnya aku mengucapkan salam perpisahan kepada SHINee. Di depanku saat ini sudah berdiri ke-5 member boy band itu dan mereka menatapku serius. “Noona!! Aku akan merindukanmu! Kau benar benar sangat baik noona, kau adalah penolongku!ingatlah aku slalu yaa!!”, kata Taemin dan segera memelukku. “Tentu Taemin, tidak akan aku melupakanmu”, pastilah aku tidak akan melupakan anak manja ini, di kamarku sudah terpampang besar posternya, jadi tak mungkin aku melupakannya. “Ayo noona kita foto berdua, aku akan menyimpan foto ini di dalam dompetku”, candanya. Akupun menurut, setelah itu Onew oppa berteriak “Ingatlah aku juga!! Aku sudah membuatkanmu kopi loh!”, paksanya. Aku jadi bingung, seharusnya kan aku yang mengucapkan selamat tinggal pada mereka, tapi malah sebaliknya. “Aku juga yaa!!”, sambung  Minho. “Jangan juga melupakan aku, karena aku sudah menyanyikanmu sebuah lagu, ya kan?”, Jonghyun memaksa. Ya semuanya memintaku untuk tidak melupakan mereka                       , padahal aku ini kan fansnya jadi tak mungkin aku lupakan, lucu sekali mereka. “Terutama aku Hyo Rin! Jangan lupakan aku! Janji!”, ucap Key cepat dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku, kemudian dia memelukku erat . “Aku akan sangat merindukanmu!”, bisiknya pelan. “Hey Key! Sepertinya kau memakan ucapanmu sendiri!”,  ejek Onew dengan tertawa puas. “Omongan apa hyung?”, tanyanya keheranan. “ Menggebet fansmu sendiri!”, lanjut Onew. “Hyung!! Kau menyebalkan!”, balas Key sambil meninju dada hyungnya pelan. “Baiklah, sekarang kita sudah harus pergi Hyo Rin! Jangan lupakan pesan kita yaa!! Terutama pesan Key-mu itu!” ledek Jonghyun padaku. Bisa kulihat Key sudah naik pitam, dan akupun hanya tersenyum malu, berharap Key benar benar suka padaku, kemudian menjadikanku kekasihnya. Oh itu semua hanya mimpi belaka.

* * * * * *

“Eomma, aku pulang! Aku kangen sekali denganmu !”, teriakku pada eomma sesampainya di rumah. “Aku juga sangat kangen padamu Hyo Rin!” teriak Hyun Jai tiba tiba yang sudah duduk di dalam rumahku. Anak ini sungguh luar biasa aneh. “He? Kenapa kau disini?”, tanyaku kaget. “Kan aku sudah bilang kangen padamu, makanya aku kesini”, jawabnya. “Hyo Rin aku ingin membicarakan sesuatu padamu, ayo ikut!”, ajaknya. “Mau kemana? Aku masih capek”, keluhku. “Sudahlah, aku hanya sebentar”, paksanya. “Baiklah sekarang apa yang ingin kau katakana?”, tanyaku heran setelah membiarkan diriku dibawa olehnya. “Aku..”, aku melihat Hyun Jai seperti  mencari sesuatu di kantong celananya. “Hyo Rin, ini untukmu!”, dia mengeluarkan kotak kecil berisi cincin dan diberikan padaku. “Aku masih mencintaimu Hyo Rin! Aku belum bisa melupakanmu! Aku tahu, mungkin waktu itu kau belum bisa menerimaku, tapi kuharap kali ini kau mau menerimaku, aku benar benar mencintaimu!”, ucapnya yang membuatku tak bisa berkata apapun. “Aku tak bisa!”, aku langsung pergi meninggalkannya dan mengembalikan cicin yang ada di genggaman tanganku.

            Kenapa dia harus berkata seperti ini? Ku kira selama ini dia sudah tidak mencintaiku lagi, tapi ternyata feeling ku salah. Maafkan aku Hyun Jai, tapi aku tidak ada rasa cinta padamu, aku masih sama seperti dulu. Terdengar suara HP ku berbunyi, panggilan dari nomer tak dikenal lalu aku angkat. “Yoboseyo?”, jawabku. “Annyeong haseyo!!  Jal jinae syeosseoyo?”, tanyanya. “Jal jinae, siapa ini?”, aku balik bertanya. “Oh Hyo Rin kau tidak mengenali suaraku yang lembut ini? Ini aku K-E-Y”, jelasnya. Key? Aku ditelpon sang Almighty? Ooh aku melayang. “Mian Key, ada apa menelponku?”, aku bertanya lagi. “Aku hanya ingin bertemu denganmu, bisa kan?”, dia ingin bertemu denganku? Untuk apa? Atau mungkin dia kangen padaku? Hahaha, baru saja tadi pagi kita berpisah. “Ne, aku akan kesana”, jawabku setelah ia memberi tahu tempat kami bertemu. Untunglah tempatnya tidak jauh, tapi dimana key? Aku tak melihatnya. Tiba tiba kurasakan pandanganku gelap, ada yang menutup mataku.

* * * * * *

-KEY POV

            Setelah 15 menit aku menunggu, akhirnya dia pun datang. Tidak tahu kenapa , aku sangat merindukannya, padahal, tadi pagi saja kami masih bertemu. Aku melihat dia sedang mencari-cariku, jadi aku menghampirinya dan menutup kdua matanya dengan telapak tanganku. Mungkin dia sedikit kaget karena setelah dia membuka mata, aku segera memeluknya. “Jadi, untuk apa aku kesini?”, tanyanya. “Ya tentu saja untuk bertemu denganku”, jawabku pede. “Uuh!! Kau ini!”, katanya kesal sambil menjitak kepalaku. “Hyo Rin, Taemin titip salam untukmu, katanya dia ingin dikenalkan dengan temanmu itu”, kusampaikan pesan Taemin padanya. Sebenernya aku tak suka dengan tingkah Taemin kepada Hyo Rin, apalagi saat mereka foto bersama, itu sangat membuatku jengkel. “Ya, sampaikan salam balikku padanya dan aku pasti akan mengenalkannya”, jawab Hyo Rin bangga.  “Ne, selesaikan studimu, kau kan ingin menjadi designer terkenal, nanti aku akan mambantumu membuat butik. Jadi jika butiknya sudah jadi, namakan HoKey yaa!! Itu namamu dan namaku”, candaku pada Hyo Rin.

* * * * * *

-HYO RIN POV

            Fokus, fokus, fokus!! Aku sedang fokus pada studiku, dan sebentar lagi aku akan menyelesaikannya. Tidak bisa kubayangkan jika aku menjadi seorang designer nanti, aku memiliki butik, memperkenalkan design design yang aku buat ke seluruh penjuru dunia, dan melihat orang orang menggunakan baju yang kubuat itu. Wow! Khayalanku tinggi sekali. Tiba tiba aku teringat Key. Sejak saat aku dekat dengannya, aku merasa dia memberi perhatian yang lebih padaku, atau itu memang hanya perasaanku saja? Entahlah.tapi untunglah, setiap Key mengajakku bertemu, dia slalu membawaku ke tempat tempat sepi yang tidak ada reporter ataupun paparazzi berkeliaran disana, jadi tidak ada gossip gossip aneh. Oh iya, lalu bagaimana dengan Hyun Jai? Kasihan dia, sudah berkali kali cintanya aku tolak  bahkan sejak SMA dulu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini kan soal hati, kalau saja aku mencintainya, mungkin sekarang aku sudah menjadi istrinya. Sayang aku hanya menganggap dia sahabat. Di hatiku saat ini hanya ada satu orang dan satu nama, dan itulah Key. Mungkin dulu aku memang hanya mengaguminya, aku juga hanya bisa melihat wajahnya dalam poster. Dan sekarang semua itu berubah. Aku bisa lebih mengenal Key, memandangi wajahnya hanya dengan jarak 20 senti, bercanda dengannya, itu semua membuat aku benar benar jatuh cinta, bukan hanya sekedar mengaguminya. Aku selalu berharap perasaan Key sama denganku.

* * * * * *

            Akhirnya setelah 4 bulan aku berusaha dan didorong dengan semangat Key, akupun dapat menyelesaikan studiku. “Terima kasih banyak Tuhan!”, ucapku. Bersamaan dengan kelulusan kemarin, umurku sekarang sudah genap 22 tahun. Lalu kulihat HPku yang ada di atas kasur, ternyata sudah ada 3 sms dari Key. Dia meminta untuk menemuinya di taman dekat rumahku, jadi aku bergegas pergi kesana. Sepertinya dia sudah mulai jengkel karena menungguku lama. “Minhae Key, aku baru saja membaca sms mu”, ucapku pada Key. “Ne.. tak apa, sekarang masuklah kedalam mobilku!”, suruhnya padaku. “Loh? Mau kemana?”, tanyaku bingung.

* * * * * *

-KEY POV

            Hatiku rasanya bahagia sekali, karena setelah berbulan bulan, aku menjadi lebih dekat dengan Hyo Rin. Kira kira dia memiliki perasaan yang sama sepertiku tidak yaa? Andai saja dia tahu apa yang telah terjadi. Karena sejak SMA dulu, aku telah mencintainya. Hasratku benar benar ingin memliki hatinya. Tuhan, yakinkanlah dia untuk jatuh cinta hanya padaku!. HPku berdering, telepon dari Yoora, sepupuku. “Halo Key!”, sapanya. “Ya, ada apa noona?”, tanyaku. “Nanti aku akan mangunjungi rumahmu, dan menginap selama satu minggu disana. Jadi tolong yaa siapkan semuanya!”, jelasnya padaku. Enak sekali dia menyuruhku. “Ne, tenang saja. Oh iya noona, aku ingin sedikit bercerita tentang yeoja yang aku cintai itu”, pintaku. Selama ini aku slalu menceritakan rasa cintaku pada Hyo Rin kepadanya, jadi dia juga slalu menasihatiku. “baik, kudengarkan”, jawabnya. “Noona, aku sudah semakin dekat dengannya. Aku benar benar mencintainya noona, bahkan sejak SMA dulu, kau tahu kan”, jelasku. “Sudahlah Key, nyatakan perasaanmu! Nyalimu kecil sekali, menyatakan hal seperti itu saja tidak berani. Kalau kau tidak melakukannya sekarang, nanti dia malah memilih lelaki lain! Ingatlah pesanku!!”, omelnya dan malah mematikan telepon, huff.. dia ini!. Oh ya, aku harus menelpon Hyo Rin, aku telah membelikannya hadiah,  dan harus kuberikan sekarang. Sepertinya lebih baik langsung menjemputnya. Setelah sampai, aku segera mengirimkan sms kepada Hyo Rin untuk menemuiku di taman. Sudah  hampir setengah jam aku menunggu, dan dia baru datang, oh lama sekali! “sekarang masuklah kedalam mobilku”, paksaku setelah dia meminta maaf karena membuatku menunggu lama, dia hanya bertanya keheranan. “Perjalanan kami hanya memakan waktu 15 menit. “Kita sampai!”, kataku. “Loh? Ini dimana?”, tanya Hyo Rin. “Rumahku, ayo ikut!”, aku langsung menarik tangannya. “Kau tunggu disini yaa! Aku ingin membuat minum”, kataku menyuruhnya menunggu di ruang tamu. “Ne, cepat ya!”, jawabnya. Tanpa menghabiskan waktu yang lama, aku kembali dengan 2 cangkir teh hangat di tangan. Tapi, kulihat Hyo Rin sedang mengobrol asik dengan Yoora, ternyata dia sudah datang. “Ehem..”, gangguku pada mereka. “Hey Key, aku sangat rindu, lama tak berjumpa!”, kata Yoora dan langsung memelukku. “Ya, sama noona”, aku menjawab. “Baiklah, dimana aku bisa menaruh koper koper ini?”, tanyanya. “Di kamar, sebelah kamarku, istirahatlah sana!”, aku mengusirnya. Untunglah dia tak tahu kalau Hyo Rin itu adalah yeoja yang sering aku ceritakan padanya. Kalau saja dia tahu, pasti mulutnya itu sudah membeberkan semua rahasiaku pada Hyo Rin saat mengobrol dengannya tadi. “Hyo Rin! Selamat ya atas kelulusanmu!”, ucapku. “Hey Key! Kau mengajakku ke rumahmu hanya untuk mengucapkan selamat atas kelulusanku? Oh ribet sekali kau ini!”, bentaknya. Aku hanya bisa tertawa kecil  melihat mukanya yang begitu kesal. “Tentu tidak, aku juga akan memberikanmu ini sebagai hadiahnya”, jelasku sambil menunjukan kotak kecil kepadanya. “Apa ini?”,tanyanya bingung. “Bukalah!”, aku menyuruh dan dia pun menurut. “Wow! Indah sekali. Kalung dengan inisial H, dan ditaburi berlian pink di tengahnya. Gomawo Key! Gomawo!”, ucapnya dan langsung memelukku. “Tapi, aku tak bisa memakainya”, lanjutnya tiba tiba dan membuatku kaget. “Memang kenapa? Apa kau tidak menyukainya?”, tanyaku panik. “Bukan itu maksudku. Tapi, aku tidak bisa menggunakannya”, ucapnya lagi. “Kenapa? Kenapa tidak bisa Hyo Rin?”, aku semakin penasaran. “Key, aku tidak bisa mengaitkannya di leherku, ini pekerjaan yang sulit menurutku” jawabnya tiba tiba dan hampir membuatku mati berdiri. “Astaga!! Kukira kau tidak mau memakainya. Sini, biar aku bantu”, aku mengambil kalung itu dari tangan Hyo Rin dan kukaitkan di lehernya. “Hyo Rin, happy birthday!”, bisikku pelan tepat di kupingnya. “Mwo? Kau tahu dari mana aku berulang tahun?”, dia mulai kebingungan. “Kau tak perlu tahu”, aku menjawabnya sambil merapikan kalung di lehernya itu. “Kau terlihat cantik Hyo Rin dengan kalung itu”, aku memujinya dan bisa kulihat wajahnya langsung memerah. “Gomawo key”, dia menjawab malu. “Ayo sekarang aku antar  pulang!”, kataku.

* * * * * *

            “Hey key! Sombong sekali kau denganku!”, omel Yoora yang tiba tiba saja masuk ke dalam kamar tanpa izin. “Noona, kau ini benar benar sopan yaa, masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu  dulu!”, balasku. “Untuk apa? Itukan sebagai balasan karena kau sombong padaku!” protesnya. “Ya, baiklah noona, aku minta maaf. Tadi aku sangat sibuk hingga aku kelelahan, jadi tak sempat mengobrol denganmu!”, akhirnya aku mengalah.  “Ya aku maafkan. Key, tadi itu temanmu kan?”, tanyanya penasaran. Bagaimana ini, apa aku harus bilang bahwa Hyo Rin itu gadis yang sering aku ceritakan padanya? Tapi pasti nanti dia akan macam macam. “Ya, dia temanku. Kelihatannya tadi kau akrab sekali”, jawabku bohong. “Tentu saja. Dunia ini memang sempit, Key!”, ucapnya. “Mwo? Apa maksudmu?”, aku tak mengerti apa maksudnya. “Dia Hyo Rin kan? Min Hyo Rin?”, tanyanya lagi. Dari mana dia tahu nama Hyo Rin, aku semakin bingung. Atau mereka tadi berkenalan? Rajin sekali. Setahuku Yoora tak pernah mau berkenalan dengan orang lain sebelum ia diajak kenalan duluan. Lalu? “He? Dari mana kau tahu namanya? Berkenalan?”, aku malah bertanya balik. “Aku memang sudah mengenal Hyo Rin sebelumnya. Dan aku kaget sekali kalau ternyata dia itu temanmu, makanya aku bilang dunia itu sempit, benarkan?”, jelas Yoora. “Memang berkenalan dimana?”, tanyaku lagi. “Di apartemen Hyun Ji, pacarku. Waktu itu ada Hyun Jai, adiknya dan dia membawa kekasihnya itu, Hyo Rin. Mereka berpacaran kan? Bahkan katanya sudah hampir setahun”, jawab Yoora. Ha? Hyun Jai? Hyo Rin telah meiliki kekasih? Tapi dia tak pernah bercerita padaku. Mana mungkin dia berbohong. “Ya, sepertinya begitu!”, kataku cuek dan langsung mengusirnya keluar dari kamarku, karena sekarang hatiku rasanya hancur berkeping-keping. “Yoora aku ingin istirahat, jadi kumohon keluar dari kamarku sekarang!”, pintaku dan langsung mengunci pintu.

            Apa benar yang Yoora katakan? Hyo Rin telah memiliki kekasih? Dan kekasihnya adalah Hyun Jai? Sahabatku dulu. Aku mengingat-ingat ketika kita selalu bersama dalam belajar, bercerita, bahkan wanita yang kita sukai itu sama sama Hyo Rin.Kita sama sama menyukainya. Aku dan Hyun Jai sering sekali mengikutinya, memperhatikannya, mengumpat bila Hyo Rin hendak melihat kita. Itu semua kita lakukan bersama. Tapi kita slalu berjanji tidak akan berpisah hanya karena seorang yeoja. Kita berdua hanya mempunyai prinsip “siapa cepat, dia dapat” untuk mendapatkan Hyo Rin. Jadi siapa yang berani mengungkapkan perasaannya lebih dulu kepada Hyo Rin, dialah yang pantas mendapatkannya. Saat itu nyaliku terlalu kecil, jadi aku tak berani mengungkapkannya. Hingga suatu saat kudengar Hyun Jai telah menembak Hyo Rin, dan akupun bisa menerima itu semua, walau ternyata cintanya ditolak. Aku sangat mengenal Hyun Jai. Walau cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi dia akan terus mengejar dan menunggu Hyo Rin sampai kapan pun. Nyalinya memang besar, beda sekali dengan nyaliku yang amat kecil. Jadi, aku pun memilih mundur, dan mencoba untuk melupakan Hyo Rin, walau usahaku sia-sia. Sejak saat Hyun Jai menyatakan perasaannya, dia  slalu berusaha mengejar pujaan hatinya itu, dia tak pernah lagi dekat denganku, waktunya hanya untuk Hyo Rin. Hingga akhirnya persahabatan kami pun renggang dan janji kami runtuh. Sampai setelah lulus SMA, aku tak pernah mengetahui lagi kabarnya. Ternyata usaha dia selama ini berhasil, dia sukses mengambil hati Hyo Rin. Aku salut padanya, walau hatiku terasa sangatlah perih. Yoora memang benar, seharusnya aku menyatakan perasaanku ini sejak awal aku menyukai Hyo Rin. Tapi sekarang aku terlambat, Hyo Rin telah memiliki seorang namja. “Aku memang pengecut!”, air mataku mengalir tak karuan. Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri.

* * * * * *

            Mataku sembap, mungkin karena semalam aku menangis terlalu lama dan tidak memikirkan efeknya. Setelah mandi, kulihat mataku lagi di cermin, sipit sekali, benar benar sipit. Akhirnya kutemukan obat tetes mata di task u, dan meneteskannya sedikit demi sedikit pada bola mataku. “Yaah, mulai mendingan daripada tadi”, bisikku pelan. Untung saja seminggu ini tidak ada jadwal, jadi aku bisa menghabiskan waktu di rumah, dan anak anak SHINee tidak akan menertawakan mataku. Ternyata, hanya berdiam diri di rumah rasanya sangat membosankan. Aku jadi merasa kangen dengan Hyo Rin, tapi tak mungkin aku menemuinya, dia kan sudah punya namja, dan aku akan merasa tersakiti jika melihatnya. Masalahnya hanya tersakiti, soal dia sudah punya namja, itu tidak masalah, karena aku kan sering jalan dengannya. Jadi, apa boleh buat?  Aku harus mengobati rasa kangenku ini. Kulihat lagi mataku sebelum mengajak  Hyo Rin bertemu, syukurlah sudah kembali normal. “Hyo Rin! Kutunggu kau ditaman! Cepat yaa!!”, ucapku dan langsung mematikan telepon tanpa mendengar jawabannya. “Tak lama, akupun sampai, dan aku melihat Hyo Rin sedang menungguku. Langsung saja kutarik ia masuk kedalam mobilku. “Aku lapar, jadi kita makan siang yaa!!”, ajakku. “Ne”, jawabnya. Aku telah memesan tempat makan khusus, jadi tidak akan orang lain yang melihat kami. Sesampainya disana aku langsung memulai perbincangan “Kenapa kau tak pernah memperkenalkan kekasihmu padaku?”, tanyaku dengan bodohnya karena menanyakan hal seperti itu. “Mwo?” kulihat dia begitu kaget. “Iya Hyo Rin pacarmu itu Hyun Jai bukan? “ kataku semakin bodoh. “He? Kau tahu darimana?”, mukanya terlihat begitu panik. “Dari Yoora”, aku menjawab santai. “Ne, akan kukenalkan padamu kapan-kapan”, sahutnya sambil senyam senyum. Kurasakan air mataku mulai menggenang, sakit sekali rasanya.  to be continue…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


20 thoughts on “I’m Your Secret Admirer – Part 1”

  1. hyaaaa…… cepet lanjutannya !!!
    cepet !! itu hyorin bener2 pacaran sma hyun jai ??!! siake!!!
    terus key ?? yaudah key sma aku ajah ..
    *plakkk*
    hyaaaaaa lanjutannya !!!!
    aku nunggu loh ya !!!

  2. Huwaaa…seru2 !! Ya ampun… ngakakkk abiz #guling2 d ksur# pas bca puisinya #bkin sakit perut# ckckck hyun jai, mimpi ape nlis kyak gt0~

    Aig0o0~ bruntung skli jdi hy0rin, meltinggg… ngbayangin mimpiny >///< Bsa ktmu ma SHINee, 0m0o0….mau~
    Hbat jga hyun jai, bner2 sbar bwat dpetin htinya hy0rin.
    Key kau slah pham, jngan smpe…. ay0 nyatain prasaan mu~ #sma aku jga bleh *plakk…#
    Pnasaran nh, d tnggu next partnya ASAP ya !!!

  3. enak banget kalo sm ada event kaya gitu
    aku jadi malah ngebayangin kalo itu aku sama minho haha

  4. Ampuuuun!!
    Hyo rin! Knapa msti bohoong??
    keenakan Hyun Jai donk!
    Hadduhh, key!!
    Sabar ya, Key ya??
    Kalo hyorin ga mau, aku siap mnampungmu kok..
    #stress malem2

  5. waaahh… penasaran nih…
    tpi thor! boleh saran ga?
    klo bisa bkin narasinya jgn trlalu panjang… lngsung cenat cenut aku liat narasi panjang kyk gini… jdi rada males bca…
    ok thor?! 😉
    ditunggu lanjutnya…

  6. Yaaaaaaaaaaaa hyorinnnn
    Kenapa bilang begituuuuu
    Jujur kenapa
    Kasian keynya
    Udah nangis semaleman sampe matanya tambah sipit
    Aigoooo
    Key makanya cepetan nyatain perasaan dia
    Cerita semuanyaa pasti nanti hyorin bilang
    Kalo dia sama hyunjai itu purapura doangg
    Lanjutt

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s