The Pancy Stories – Part 2 [End]

The Pancy Stories (Part 2 [End])

Author: Lynda

Cast:

Onew SHINee as Cedric Lee Digory/Lee Jinki, Pancy Lewinsham, Minho SHINee as Choi Minho, Han Heamin, Ahn Sora, Sungje Supernova as Kim Sungje, Theo, Rach, dan Tuan Plummer.

Genre: Fantasy, Mystery, Family, Alternate Universe

Length: Twoshoot

Rating: T

Big Inspired by Pan’s Labirin and The Chronicles of Narnia – the Magician’s Nephew with more editing ^^

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Gadis itu segera melepas sepatu beserta kaus kaki panjangnya, ia lepas juga capenya dan ia letakan disekitar sana. Pancy berjalan masuk kedalam sana, tidak menggubris larangan Cedric sedikitpun tentang bahaya-bahaya yang kemungkinan akan menerjangnya.

“Kau diam disini saja, tunggu sampai aku keluar” Begitulah perintah Pancy, Cedric hanya bisa diam dan memilih menuruti omongan Pancy. Sebenarnya ia  tidak tega juga membiarkan Pancy masuk sendirian kesana, tapi apa dikata phobia akan kegelapannya berhasil menguasai tubuh Cedric hingga ia tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Pancy.

Didalam pohon err— maksudnya sekarang adalah gua, yeah ternyata dibawah pohon itu terdapat gua besar dan dari atas, kau bisa merasakan sedikit cahaya matahari yang masuk dari sela-selanya. Memberikan sedikit penerangan yang agak samar. Gua itu lembap dan kau jangan bertanya padaku bagaimana keadaanya, sudah pasti agak ‘menyeramkan’ dan sialnya, Pancy sekarang berjalan diatas sesuatu yang lengket dan berlendir. Iyuh~ sungguh benar-benar menjijikan.

WEBEK~ *bener nggak nih bunyi kodok? Wuoh maaf ye kalo author salah kekekeke~*

Seekor kodok besar setinggi dua kaki melompat kearah Pancy, dan berusaha menangkapnya. Pancy berusaha menghindar, tapi sayang kodok itu berhasil menangkap Pancy dengan lidahnya dan dengan cepat melilit tubuh gadis itu. Pancy kesulitan bernafas, sepertinya kodok itu berniat menghabisi nyawanya terlebih dahulu sebelum memakannya.

Biarkan dia menangkapmu, lalu serang lidahnya” Pancy teringat akan kata-kata Theo kemarin malam. Dilihatnya  sebuah akar pohon yang menggantung didinding gua, akar itu runcing dan sepertinya cukup kuat untuk melukai kodok itu, sekarang bagaimana caranya agar kodok itu mengarah kesana.  Pancy memutar otaknya, beberapa detik kemudian sudut bibirnya terangkat. Yeah, sepertinya dia sudah menemukan caranya.

Pancy mengeliat-liatkan tubuhnya, saat lilitan lidah kodok besar itu mengendur, Pancy dengan cepat memijakan kakinya ditanah lalu berlari dengan kencang kearah akar pohon itu. Dan JREBB~ Kodok itu mengerang kesakitan, lendir pekat keluar dari lidahnya yang terluka beberapa detik kemudian kodok itu sudah tidak bernyawa. Pancy tersenyum senang, dilihatnya sesuatu yang hitam keluar dari balik mulut sang kodok, Pancy berjalan mendekat, berjongkok mengambilnya lalu segera keluar dari tempat itu.

“Kau berlendir~” Ucap Cedric begitu melihat Pancy keluar dari bawah pohon dengan lendir pekat diseluruh tubuhnya.

“Yeah, bukan masalah. Aku bisa membersihkannya nanti. Ayo pulang”

Pancy dan Cedric berjalan menerobos hutan dalam diam. Cedric memandang tubuh Pancy lekat, ribuan pertanyaan mengalir diotaknya, kenapa Pancy bisa berlendir seperti itu? Atau darimana lendir itu berasal dan yang paling penting apa yang dilakukan Pancy tadi didalam sana?

“Cedric kau teruskan saja, aku ingin kesuatu tempat terlebih dahulu” Ucap Pancy tiba-tiba, awalnya Cedric menolak tapi akhirnya ia menuruti permintaan Pancy. Setelah Cedric pergi, Pancy segera berlari kearah labirin tua menemui Theo dan Rach.

“Sudah mendapatkannya?” Tanya Theo begitu Pancy sampai dilabirin

“Yeah, ini kan” Jawab Pancy sambil menjulurkan benda hitam yang ia dapat tadi kearah Theo. Theo tersenyum senang.

“Aku tahu kau pasti bisa, Nak”

“Dan sekarang, apa yang harus kulakukan lagi” Tanya Pancy

“Kau tidak sabaran” Kekeh Theo “ Nikmati dulu kehidupanmu disini Pancy, kalau saatnya tiba aku akan menemuimu untuk memberitahu tugas selanjutnya, Kau paham!” Lanjutnya

@@

“Ada apa dengan Mom? Apa yang terjadi padanya?” Tanya Pancy kepada salah satu pelayan dirumahnya yang sibuk mondar-mandir keluar masuk kamar ibunya.

“Nyonya sedang sakit Nona~ Didalam sedang ada dokter yang memeriksanya” Jawab pelayan itu kemudian berjalan meninggalkan Pancy yang berdiri mematung didepan pintu kamar ibunya.

Detik berikutnya Tuan Plummer keluar dari kamar itu dia tampak berbincang serius dengan dokter yang tadi memeriksa ibu Pancy. Pancy bergegas masuk kedalam kamar, melihat kondisi ibunya. Wanita itu terlihat lemah wajahnya pun pucat. Pancy berjalan mendekati ibunya, dielusnya puncak kepala ibunya itu.

“Aku takut kondisinya tidak akan membaik~ Hal itu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya”

Samar-sama Pancy mendengar ucapan dokter yang memeriksa ibunya. Pancy kaget, pikirannya mulai dipenuhi hal hal negatif. Tidak.. Tidak.. dia tidak mau itu terjadi. Satu satunya orang yang bisa membantunya sekarang adalah Theo, hal itulah yang muncul dikepala Pancy. Gadis itu segera keluar berlari menuju kelabirin di hutan.

“Theo” Seru Pancy

“Ada apa? Kau tampak ketakutan?” Tanya Theo

“Tolong~ Tolong ibuku~ Dia sedang sakit~ Aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menyembuhkannya”

“Oh~ Tenanglah Pancy, aku pasti akan membantumu” Ucap Theo, ia mengeluarkan sesuatu dari balik saku bajunya, kemudian menyodorkan benda yang ternyata sebuah kapur tulis itu kepada Pancy “Bawa ini dan kembalilah kekamarmu, Tunggu aku tepat jam 12 Malam” Lanjutnya yang diiyakan dengan anggukan kepala oleh Pancy. Setelah ia menerima kapur itu dari Theo, Pancy bergegas pergi dari tempat itu.

Pancy meringkuk diatas tempat tidurnya, matanya tidak henti-hentinya menatap jam yang tergantung dikamarnya. ‘5 menit lagi, jam 12 malam. Sebentar lagi dia pasti datang’ Pikir Pancy. Tangannya menggengam kuat kapur tulis yang diberikan Theo siang tadi padanya.

“Sudah lama menunggu?”

Pancy spontan menoleh kearah sumber suara itu berasal. Dilihatnya orang yang dari tadi ditunggunya, Theo dan tampak disebelahnya Rach terbang rendah. Pancy turun dari ranjangnya kemudian berjalan mendekati Theo.

“Apa yang harus kulakukan?” Tanya Pancy

“Pergilah kedunia kesedihan dan cari akar gangelion”

“Akar gangelion?”

“Ya~ akar gangelion atau akar kehidupan~ Ikuti saja arah teriakannya”

“Baiklah~ Lalu bagaimana caranya aku kesana?” Tanya Pancy lagi

“Kau gambar pintu kecil didinding kamarmu dengan kapur itu” Jawab Theo, Pancy dengan cepat menuruti perkataan Theo. Pancy mendorong sedikit dinding yang dia gambar tadi, dan anehnya dinding itu bergerak. Pancy tersenyum dan segera bersiap memasuki tempat dibalik dinding kamarnya itu, tiba-tiba Theo menyambar kakinya.

“Aku lupa sesuatu, Apapun yang kaulihat disana nanti, betapapun kau menginginkannya jangan pernah memakan ataupun meminum apapun disana. Dan ingat jangan bernafas saat kau melewati penjaganya”

“Ya~ aku mengerti~ Terimakasih Theo”

Pancy berjalan melewati lorong gelap didepannya, sampai ia menemukan sebuah pintu lalu membukanya. Ia terpana melihat begitu banyak makanan dan minuman yang terlihat sangat sangat lezat dan menggiurkan, dan pandangannya terhenti pada suatu kue yang sangat disukainya, Turkish Delight. Pancy meneguk ludahnya sendiri, ia berjalan mendekati tempat Turkish Delight itu, sebelum ia sampai disana sebuah suara yang berasal dari benda jatuh berhasil menghentikan niatnya, ia berpaling dan menatap kearah suara itu berasal. Dilihatnya sebuah patung duduk dengan congkak disalah satu kursi yang ada dimeja makan besar diruangan itu. Patung itu besar, tingginya kira-kira 2 meteran lebih, wajahnya terlihat seperti primata, atau bisa kusebut lebih mirip seperti gorila, badannya berwarna kehitaman. Sementara kedua kakinya terlihat seperti kaki gajah. Pancy memandang ngeri kearah patung itu. Ia teringat pesan Theo, segera saja ia menahan nafasnya.

Pancy merasa ada sebuah suara memilukan yang memanggilnya, tanpa pikir panjang dia mengikuti arah suara tersebut. Pancy menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah lukisan abstrak yang tidak dia mengerti artinya. Dibawahnya terdapat sebuah meja kecil, dan dari bawah meja itu suaranya berasal. Pancy merunduk memastikan dan sekarang bisa dilihatnya tanaman yang bentuknya seperti tubuh manusia *author: gue bingung nih~ pernah liat anime atau baca manga Jigoku Shojo pan? Nggak tau Jigoku Shojo, Jigouku Shojo = Hell Girl. Nah disono pan si Enma bagi-bagi boneka jerami gitu ya~ Bayangin aja bentuknya kayak bentuk boneka itu aja~ Otree #authorbanyakmaunya – .-‘* tanaman itu bergerak-gerak. ‘Mungkin ini yang dimaksud Theo tadi, akar gangelion’ pikir Pancy. Segera dia mengambil salah satu dari banyak akar gangelion yang ada dibawah sana. Dimasukannya kedalam kain yang diberikan Theo sebelum dia pergi kedunia kesedihan. Pancy bergegas keluar dari tempat itu, tapi saat ia melewati ruangan yang penuh dengan makanan tadi, Turkish Delight begitu menggoda perhatiannya. Pancy berjalan mendekati meja yang berisi penuh Turkish Delight, ia memakan salah satu kuenya itu. Rasanya sungguh enak, berbeda sekali dengan Turkish Delight yang pernah ia makan sebelumnya, kue ini jutaan kali lebih enak.

DBRAKK

Pancy reflek menoleh dan ia langsung menjatuhkan Turkish Delight yang dipegangnya saat dia melihat patung yang berada dimeja makan tadi kini telah berubah menjadi ‘hidup’ dan menatap garang kearahnya. Pancy berteriak panik dan segera berlari, namun sialnya makhluk itu mengikutinya, ia mengayunkan kapak besar yang entah dia dapat darimana kearah tubuh Pancy yang berjarak beberapa meter darinya.

“Pancy!! Kearah sini!!! Cepat!!” Teriak Theo dari balik kamarnya.

“Hah~ Itu Portalnya, aku harus segera kesana” Pikir Pancy, dia mempercepat langkah kakinya dan untunglah dia berhasil melompat keluar dari dunia kesedihan diwaktu yang tepat –hampir saja makhluk itu meremukan tubuh Pancy –

“Kenapa Troll itu bisa mengejarmu?” Introgasi Theo begitu Pancy sudah bisa mengatur nafasnya

“Jangan katakan kau melanggar perintahku?” Lanjutnya lagi

“Maaf~ Tadi aku memakan salah satu makanan yang ada disana~ Tapi hanya sepotong”

“Keh~ Bagus sekali~ Aku tidak perduli berapa banyak yang kau makan. Kau tetap saja melanggar perintah Pancy”

“Kumohon maafkan aku~”

“Kau sudah melanggar larangan~ Dan tidak ada kata maaf bagimu~ Kau akan terjebak selamanya didunia ini~ Ayo Rach kita pergi”

“Tunggu!!” Teriak Pancy, tapi sayang Theo dan Rach sudah lenyap dari pandangan gadis kecil itu.

Sekarang Pancy menyedekapkan kakinya dan menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba ia teringat dengan buku pemberian Theo, segera saja diambilnya dan membuka dengan acak satu halaman yang masih kosong. Pancy memecahkan gelas kaca yang berada dikamarnya lalu mengambil salah satu serpihan belingnya dan menggoreskan ketelapak tangannya sendiri. Ia menyapukan darahnya itu keatas halaman buku yang dibukanya tadi. Beberapa kalimat muncul dibaliknya, Pancy tersenyum senang, kini dia tahu cara menyembuhkan ibunya.

@@

Pancy masuk diam-diam kekamar ibunya sambil membawa sebaskom air. Ia menelusup kekolong ranjang tidur ibunya, dan meletakan baskom yang dibawanya kebawah situ. Pancy meletakan akar gangelion kedalam air dibaskom, menetesinya dengan alkohol –pada bagian mulutnya– dan mujarabnya ibu Pancy berangsur-angsur membaik. Pancy selama beberapa hari terus melakukan hal yang sama, tapi pada hari yang ketujuh, Tuan Plummer memergoki Pancy yang sedang menyelundup diam-diam dikamar ibunya. Karena penasaran apa yang disembunyikan Pancy dikolong ranjang  ibunya, Tuan Plummer akhirnya merunduk untuk memastikan benda apa yang disimpan Pancy dan alangkah terkejutnya ia melihat apa yang diletakan Pancy dibawah sana. Tuan Plummer mengira Pancy mengguna-guna janin ibunya. Ia sangat marah dan melempar akar gangelion yang berada didalam baskom tadi keperapian didekat sana.

“ARGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH” Ibu Pancy berteriak kencang sambil memegangi perutnya.

“Ada apa dengannya?”

“Kau yang membuat Mom seperti itu!!”

“Kalau ada yang harus disalahkan, kaulah orangnya Pancy” Ancam Tuan Plummer “ Aku tidak akan mengampunimu kalau sampai terjadi sesuatu dengan bayinya” Lanjut Tuan Plummer lagi

“Slyvan!! Slyvan!!” Teriak Tuan Plummer memanggil-manggil nama kepala pelayan dirumahnya

“Ya tuan—“

“Panggil Dokter Hendrik segera!!”

“Maaf tuan— aku lupa menyampaikan ini, tapi dokter Hendrik sedang pergi dan aku tidak tahu kemana”

“Argghh~ Cepat cari yang lain” Bentaknya kasar

“Yang terdekat cuma Dokter Lee tuan” Ucap Slyvan takut-takut, Ia tahu majikannya itu tidak suka dengan keluarga Lee yang tinggal didekat rumah mereka.

“Digory busuk itu katamu!!” Tuan Plummer mencengkram erat kerah Slyvan, ia hampir menghajarnya kalau saja ia tidak mendengar rintihan istrinya, “Panggil dia segera!”

“Ba..baik tuan” Slyvan segera pergi kerumah Dokter Lee Digory yang jaraknya hanya empat rumah dari rumah majikannya itu. Ia mengetok dengan keras pintu rumah Dokter Lee sambil berteriak khawatir. Beberapa saat kemudian pintu depan terbuka.

“Mana ayahmu nak?” Tanya Slyvan

“Ayah? Ada apa mencarinya?”

“N..Nyonya sedang sakit, dan bila tidak segera ditolong mungkin—“

“Ada apa Cedric? Ada yang mencari ayahmu?” Tanya seorang wanita paru baya yang muncul dari balik tangga besar dirumah itu.

“Oh~ Nyonya Lee~ Untunglah.. Apa tuan ada? M..Majikan saya memintanya untuk memeriksa istrinya yang sedang hamil. Dari tadi dia terus berteriak-teriak, kami takut ada sesuatu yang buruk menimpanya”`Ucap Slyvan

Mendengar itu, Ibu Cedric segera memanggil suaminya dari ruang kerjanya.  Dokter Lee segera menyambar peralatan kerjanya dan bergegas menuju rumah keluarga Plummer  -tentunya Cedric mengekor dibelakang, karena dia tau Pancy pasti sedih karena hal ini-

Sesampainya disana Dokter Lee segera memeriksa keadaan Ibu Pancy. Tuan Plummer tidak henti-hentinya mondar-mandir sementara Pancy terisak kecil dibahu Cedric

“Tenanglah Pancy, aku yakin ibu dan adikmu pasti selamat” Ucap Cedric berusaha menenangkan Pancy

Tiba-tiba dokter Lee keluar dari kamar Ibu Pancy, Tuan Plummer dengan cepat menghampirinya.

“Katakan bagaimana keadaannya?”

“Ibu dan bayinya sama-sama lemah, kalaupun harus ada yg bertahan hidup mungkin hanya satu. Siapa yang ingin anda selamatkan. Ibu atau bayinya?”

“Selamatkan bayinya, aku ingin anakku selamat”

@@

Pancy menangis menatap pusara ibunya. Puluhan orang berkumpul disana untuk memberikan penghormatan terakhir. Langit benar-benar mendung, setelah selesai upacara pemakamannya, Tuan Plummer yang sedang menggendong bayi laki-lakinya, segera pergi dari tempat itu, diikuti oleh tamu-tamu yang lain.

“Pancy~ Ayo kita pergi juga” Ucap Cedric lalu menuntun gadis kecil itu pulang

Pancy mengurung dirinya dikamar, ia begitu sedih dengan kepergian ibunya.  Ia teringat dengan Theo, dengan dirinya yang dikatakan sebagai Princess Arwen, pergi kedunia tengah dan bertemu ‘ayah dan ibu’nya disana tapi itu tidak mungkin lagi, Theo membencinya sekarang dan ia benar-benar ditinggal sendirian disini.

“Pancy” Ucap seseorang

Pancy dengan cepat menoleh kearah sumber suara itu, dan dilihatnya Theo dan Rach berdiri didekat jendela kamarnya, mereka tersenyum ramah pada Pancy.

“Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi” Ucap Theo

“Benarkah? Aku janji kali ini aku tidak akan melanggar perintah” Sahut Pancy

“Oke~ aku tahu~ Sekarang bisakah kau membawa adikmu kelabirin”

“Untuk apa?”

“Kau bisa membawanya bersamamu dan menjadikannya pangeran didunia kita” Pancy tampak berpikir kemudian dia mengangguk menyanggupi permintaan Theo

@@

Pancy mengendap-endap dikamar Tuan Plummer, ia berjalan mendekati ranjang kecil, tempat adiknya berada. Pancy mengangkat perlahan-lahan dan menggendongnya. Saat ia hendak keluar, tiba-tiba Tuan Plummer masuk kekamarnya, cepat-cepat Pancy menyembunyikan dirinya dibalik meja kerja Tuan Plummer.

Tuan Plummer berjalan menuju meja kerjanya, hampir saja ia melihat Pancy andai saja Slyvan tidak datang dan memperingatkan kalau rumah mereka diserang pemberontak. Tuan Plummer segera mengambil revolver yang dia letakan diatas meja lalu bergegas keluar.

Pancy menarik napas lega, dia segera berlari keluar dari rumah tuan Plummer, dia mengendap-endap lewat dapur belakang.

“Hey Pancy— Cepat kemari!” Teriak Cedric, Pancy segera menghampirinya

“Oh~ Syukurlah kau selamat Pancy”

“Yeah~ sekarang apa kau mau membantuku Cedric?”

“Bantu?”

“Bantu aku lari kelabirin” Pinta Pancy

“eh? Baiklah~ Tapi tidak apa-apa membawa dia?” Cedric menunjuk bayi yang Pancy gendong

“Dia adikku, sudah seharusnya dia bersamaku” Jawab Pancy cepat

“Oh~ Oh~ Baiklah~ Aku mengerti.. Ayo!”

Pancy dan Cedric segera berlari menuju kearah labirin dengan melewati rute lain, karena rute yang biasa mereka pakai dipenuhi oleh para pemberontak. Tidak disangka-sangka Tuan Plummer melihat mereka pergi sambil membawa anaknya. Tuan Plummer langsung mengejar Pancy dan Cedric.

“Sial~ Orang tua itu mengikuti kita!” Ucap Cedric

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Begini~ Lepaskan selimut adikmu dan berikan padaku~ Kau lari kearah sana~ Disana labirinnya. Aku akan mengecoh tua bangka itu”

Pancy menuruti saran Cedric, ia segera memberikan selimut adiknya dan segera berlari meninggalkan tempat itu. Cedric dengan cekatan mengisi selimut itu dengan ranting-ranting pohon, saat dikiranya Tuan Plummer dekat, ia segera berlari sambil menyuarakan tangisan bayi. Dan benar saja Tuan Plummer terkecoh, ia mengikuti Cedric.

Cedric terus berlari, tapi sial baginya, kakinya tersandung akar pohon hingga ia jatuh terjerembab ketanah. Selimut yang dibawanya melayang keudara dan menghempas ketanah dengan keras. Tuan Plummer bisa melihat dengan jelas kalau isi dari selimut itu hanya ranting-ranting pohon.

“Sialan kau”

@@

Pancy sampai dilabirin tua, ia dengan jelas melihat Theo dan Rach berdiri disekitar jalan masuk menuju tempat ia pertama kali bertemu Theo.

“Akhirnya kau sampai juga” Ucap Theo

“Sekarang aku harus bagaimana?” Tanya Pancy

“Kalau kau ingin pulang, tumpahkan setes darah segar yang suci kedalam sini” Ucap Theo lagi

“Apa maksudmu? Jangan bilang kau menyuruhku untuk membunuh adikku!”

“Kau ingin tetap disini atau pulang Pancy”

“Aku—?”

“Disini atau Pulang?”Ucap Theo tidak sabaran “Bunuh dia Pancy” Lanjut Theo, Pancy menggeleng kuat, ia berjalan mundur selangkah demi selangkah menjauh dari Theo dan Rach

“Baiklah kalau itu kemauanmu Pancy~ Kami tidak akan mengganggumu lagi”

Theo dan Rach tiba-tiba menghilang, Pancy segera berbalik hendak pergi tapi alangkah terkejutnya ia melihat Tuan Plummer sudah berdiri dihadapannya.

“Serahkan anakku!” Bentaknya

“Cepat Serahkan!!” Bentaknya lagi tapi kali ini lebih keras, Pancy dengan berat hati menyerahkan adiknya kepada Tuan Plummer

“Terimakasih Pancy dan –“ Tuan Plummer menodongkan revolvernya kearah Pancy lalu menembaknya tepat dijantung. “Selamat tinggal” Lanjutnya setelah itu Tuan Plummer pergi dari sana meninggalkan jasad Pancy sendirian.

Tanpa sadar darah Pancy mengalir kedalam tempat yang diminta Theo tadi untuk menumpahkan darah adiknya tapi ditolak mentah-mentah oleh Pancy.

Beberapa menit kemudian Cedric sampai disana, ia kaget melihat keadaan Pancy. Cedric berjalan mendekati gadis kecil itu. Ia berlutut didepan jasad Pancy lalu terisak kecil

“Semoga kau bisa bahagia disana Pancy”

@@@@@@@@

Pancy berjalan menuju sebuah altar kerajaan. Ia disambut dengan suka cita oleh orang-orang dinegerinya. Pancy bisa melihat Theo dan Rach tersenyum kearahnya. Sekarang ia berada ditengah-tengah majelis, dan didepannya ada tiga singgasana, dua telah diisi oleh orang yang benar-benar mirip seperti ayah dan ibu kandungnya didunia bedanya mereka berdua terlihat lebih bijaksana dan satu lagi masih tetap dibiarkan kosong. Pancy yakin kalau mereka berdua adalah King Aragorn dan Queen Eowyn, ayah dan ibunya didunia tengah yang sudah lama menantinya untuk kembali.

“Kenapa? Kenapa aku bisa berada disini? Bukankah aku gagal melakukan tugas?” Tanya Pancy

“Kau berhasil nak, tidak mengorbankan nyawa tak berdosa dan berani mengorbankan nyawamu sendiri. Kau benar-benar telah berhasil dengan baik, Arwen” Ucap King Aragorn, ia tersenyum hangat

Pancy membalas senyumannya, tiba-tiba ia teringat dengan Cedric di dunia nyata, apa yang terjadi dengannya? Pikir Pancy.

“Pancy” Ucap Queen Eowyn, ia tersenyum lalu menyuruh Pancy mendekat kearahnya dan memberikan dua pasang cincin masing-masing berwarna kuning dan hijau pada Pancy. Pancy tau apa artinya, gadis kecil itu tersenyum senang

@@

Di dunia nyata Cedric meminta orang tuanya memakamkan jenasah Pancy dengan layak, kedua orang tuanya menyetujui. Saat Cedric akan meninggalkan makam Pancy angin berhembus pelan ditelinganya seperti membisikan

“Terimakasih Cedric~”

Cedric memandang makam Pancy dan kaget menemukan sebuah kotak kayu kecil diatasnya dia memungutnya dan membuka isinya. Lalu tersenyum.

“Begitulah” Ucap Kakek Lee mengakhiri ceritanya

“Hah!! Segitu saja kek~ Aku kira mereka akan menikah dan hidup bahagia selamanya” Ucap Minho

“Ternyata kau penggemar dongeng sejati ya Minho” Sindir Sora

“Apa kau bilang!!” Minho hampir saja menjambak rambut Sora kalau tidak ditahan oleh Sungje dan Heamin.

“Sudah.. Sudah..” Ucap Kakek Lee berusaha menenangkan anak-anak itu.

Akhirnya Minho terpaksa mengalah, sebenarnya ia anti mengalah kalau saja Heamin tidak mengatakan ‘hanya banci yang berani memukul cewek’.

“Hey~ Hey~ Kalian disini rupanya” Ucap seorang namja yang tiba-tiba masuk tanpa diundang kedalam rumah

“Ya! Minseok hyung~ Mau apa kemari!!” Ucap Minho cepat begitu melihat batang hidung kakak laki-lakinya itu.

Minseok mendekati Minho lalu menjepit leher Minho dengan lengannya, ia menjitak kepala Minho dengan tangannya yang bebas.

“Kau yang sopan dong~” Ucap Minseok

“Hyung mau apa sih? Ganggu aja tau!” Balas Minho, dia berusaha keras melepaskan lengan Minseok dari lehernya.

“Aigo~ sudah sudah~ Minseok, lepaskan adikmu~ Kasihan dia” Ucap Kakek Lee, Minseok sambil cengengesan melepaskan lengannya dari leher adiknya itu.

“Kenapa kau sampai kemari Minseok?” Tanya Kakek Lee lembut

“Aku disuruh Eomma untuk menjemput bayi tua ini Kek, inikan hampir senja~ Dia belum pulang-pulang juga” Jawab Minseok

“Ah~ Jinjja? Sudah Sore ya? Aigo~ Maafkan Kakek ya~ Kalau begitu semuanya ayolah pulang~ Kakek tidak mau kalian semua dimarahi orang tua kalian”

“Nah dengarkan~ Ayo semuanya pulang!!”

Minseok dengan cepat menyeret tubuh adiknya, Minho. Sementara Sungje berjalan dibelakang mereka berdua sambil cekikikan sendiri melihat penderitaan Minho. Begitu juga dengan Sora dia tidak mau ketinggalan menyaksikan penderitaan Minho apalagi gratisan. Tinggal Heamin dan Kakek Lee yang berada didalam sana.

“Gomawo Kek” Ucap Heamin

“Untuk apa?”

“Karena sudah mengisahkan kisah kakek pada kami” Kakek Lee terkekeh kecil, Heamin kemudian tersenyum

“Terimakasih Tuan Cedric Lee Digory atau yang sekarang dipanggil Kakek Lee Jinki”

“Apa kau percaya dengan kisahku?” Tanya Kakek Lee

Heamin tersenyum lalu mengangukan kepalanya “Meskipun terdengar tidak masuk akal, Tapi karena itulah membuatnya jadi nyata” Heamin pamit dan bersiap pulang sebelum kakek Lee memanggilnya lagi.

“Heamin, aku ada sesuatu untukmu, kemarilah nak” Heamin berjalan mendekati kakek Lee, ia menyodorkan sebuah kotak kayu kecil pada Heamin. Heamin menatap kotak itu heran, ia bersiap akan membukanya sebelum kakek Lee mencegah tangannya

“Tunggulah sampai kau dewasa Heamin, maka kotak itu akan terbuka dengan sendirinya” Heamin menatap kakek Lee heran.

“Heamin-ah~ apa kau tidak mau pulang. Kau mau menginap dirumah Kakek Lee?” Teriak Sora dari depan teras sambil berkacak pinggang

“Aku pulang Kek, sampai nanti” Gadis itu berlari keluar menyusul temannya. Mereka berlari menuju rumah mereka masing-masing.

“Pancy, sepertinya aku menemukanmu kembali.. Apa akan ada petualangan lagi? Huh~ Sayangnya aku sudah terlalu tua, apa aku sanggup bertahan selama itu” Kakek Lee tersenyum kemudian dia berdiri dan berjalan kearah pintu depan rumahnya berniat menutupnya sebelum dia melihat bayangan gadis kecil persis seperti teman masa kecilnya Pancy didepan pohon mangga. Gadis itu tersenyum menatap kakek Lee.

“Pancy kau tau aku baru saja mengisahkan tentangmu, Semoga mereka mengingat kisahmu ini Pancy”

~End of the Pancy Stories Part 2 of 2~

Ya.. Ya.. Ya..

Akhirnya Selesai juga~ kekekekekekeke *ngakak autis (?)

Pasti kalau kalian pernah baca FF yang aku buat sebelum ini, gaya bahasanya beda jauh kan? Hahahahaha~ Emang iya kok~ Soalnya aku tuh plin plan~ Dan aku sebelum buat FF ini ngebaca Novelnya Dan Brown, Malaikat dan Iblis *nah lo? Nggak nyambung* Tapi karena terlalu merekontruksi ketuhanan aku berhenti pada halaman ke 100. Karena kalau terus dilanjutin aku bisa mikir yang enggak enggak~ Aigo~ *Istigfar 100x* Nah mulai ganya~ Karena aku habis baca Novel, jadi FF ini rada kayak bahasa Novel gitu~ Tapi itu menurut pendapatku aja~ kkk~ nggak tau yang lain nilainya gimana ya~ Udah segitu aja deh bacotan aku~ Komen komen terserah deh, tapi akan lebih baik kalau kalian komen yaa~ Soalnya, 1 komen dari reader itu bisa buat semangat author FFnya~  Jadi komenlah sesuai hati nurani (?) kkkk~

PS: Aku tulis FF ini sesudah TO terakhir disekolah aku. Satu minggu sebelum UN SMA/SMK T^T Jadi maaf kalau ada yang kurang beres di FF ini kekekeke~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

23 thoughts on “The Pancy Stories – Part 2 [End]”

  1. Huaaaaaa bagus ceritanya! Kirain jinki nya bakal bareng pancy jg -_- ditunggu karya selanjutnya author 😀

  2. huoo… udh end trnyta….
    bagus thor ff nya…. ^o^
    hmmm…. kyk nya, ff chingu bnyk yg fantasy yaa…. 😀

    o ya ,, ditunggu lo chingu, ff brikutnyaa…

  3. hyaaa bgus bgt !!!!
    bener2 kayak film !!!
    wahhhh trus pancynya gmna ?? kok kakek lee ngak sma pancy ?? ya !!! bikin sequelnya dong !!!
    klo ad sequelnya kan jdi ngak membuat penasaran kyk gini ..

  4. Hello..Hello ! 🙂
    Wah imajinasi author nya tinggi sekali..
    mengalahkan imajinasi reader yg satu ini..kekeke *apaan sih? PLAKK//
    Keren lho ceritanya,, fantasy banget..!! 😀

  5. HWAAA…
    Kereeeennn!!
    Seolah-olah ikut hanyut dlam ceritanyaa…
    Ak kira cedric bkalan ikut mati trus ktemu pancy… Hhe…
    Pkoknya keren dah!!
    Tapi kecepeteeeeenn.

  6. HWAAA…
    Kereeeennn!!
    Seolah-olah ikut hanyut dlam ceritanyaa…
    Ak kira cedric bkalan ikut mati trus ktemu pancy… Hhe…
    Pkoknya keren dah!!
    Tapi kecepeteeeeenn.,

  7. ..tapi keren kok thor bahasanya…kaea bhsa novel” fantasi.kekekekeke….sangat kerendd^^
    buat lagi ff yg kaea gini thor!!!!!!!!

  8. Maaf~ Lagi-lagi cuma bisa bales komen dalam satu kotak~
    aku mau terimakasih dulu buat admin yang udah muat ff bulukan dari aku ini~ gomawo~
    buat reader yang udah baca sampai ending juga, gomawo 🙂

    oiya~ maaf aku gg bisa bikin sequelnya~ otak aku udah mampet -.-‘~
    Oh iya, buat blingers (maaf saya tidak tau nama asli anda jadinya gini deh) haha iya, kebanyakan ff aku emang genre fantasy soalnya aku suka sama sesuatu yang berbau fantasy dan mistis makanya aku suka banget semua novel narnia.
    Pokoknya semuanya terima kasih banyak 🙂

  9. Daebak !!

    Keren banget ceritanya ..
    Feel fantasy-nya dapet ..
    Ajarin dong gimana caranya buat FF fantasy yang keren kayak gini ..

    Next Time, buat lagih yg bagus ya chingu ..
    🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s