Crazy For Dash Girl – Part 1

 

Crazy for Dash Girl? ~Part 1~

 

Crazy for Dash Girl? ~Part 1~

 

Author : Grace a.k.a joongieloverss

Main Cast : Yoon Hye Na, Kim Key Bum

Support Cast : SHINee’s member, Choi Hee Won, Park Chae Jin, and other

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Sequel

Rating : Mmm.. tergantung yg baca?

Summary : Yoon Hye Na adalah penerus salah satu perusahaan konglomerat di Korea, Yoon Group. Hidup bergelimang harta bak putri raja membuat Hye Na tumbuh menjadi gadis yang manja dan sombong. Sifat keras kepala dan egois Hye Na muncul setelah kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Usai kejadian itu dia hidup bersama sang kakek dan tidak pernah merasakkan arti kebahagiaan keluarga. Tapi siapa yang sangka dibalik sikap angkuhnya dia hanyalah seorang gadis polos yang kesepian dan takut akan cinta?

 

 

PART 1

 

@ Incheon Internasional Airport

 

            Seorang gadis berambut cokelat panjang menyeret kopernya dengan santai. Sesantai penampilanya hari itu ; loose top putih, hot pants abu-abu, serta hoodie berwarna biru tua yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Dia membetulkan letak sunglasses yang bertengger di hidungnya, lalu mengamati sekelilingnya. Tak lama kemudian seulas senyum tersungging di bibirnya.

            Yes! batin gadis itu senang. Dia mengecek jam yang telah menunjukkan pukul 5 sore di pergelangan tangannya lalu bergegas menyeret kopernya dengan langkah cepat dan terburu-buru. Tapi belum sempat dia berjalan terlalu jauh, sebuah tangan menepuk bahunya.

            ”Yoon Hye Na agasshi?”

            Gadis yang dipanggil Hye Na itu langsung berhenti di tempat. Sial! umpatnya dalam hati. Dia menghela nafas dan berusaha mengatur wajahnya agar terlihat biasa saja sebelum akhirnya menoleh.

            ”Ne?”

            Seorang namja dengan kemeja putih dibalut jas dan celana serta dasi serba hitam yang tampak formal langsung membungkuk memberi hormat.

            ”Saya diperintahkan sajangnim untuk menjemput agasshi,” kata namja itu sopan. ”Mari ikut saya,” tambahnya lalu mulai berjalan. Hye Na menghela nafas kesal dan kembali mengumpat, tapi toh akhirnya mau tak mau mengikutinya juga.

            Sesampainya di tempat parkir, namja itu segera membukakan pintu sebuah sedan putih dan mempersilahkan Hye Na masuk.

            Hye Na berhenti sejenak dan menatap namja itu dengan kening berkerut. Baru sekarang dia melihat dengan jelas wajah namja itu. Wajahnya tampak asing, bukan seperti pengawal-pengawal yang selama ini dilihatnya, bukan juga tuan Han, pengawal pribadinya sebelum dia pergi ke Perancis setahun lalu. Sebelum berbagai pikiran negatif mulai merasuki otaknya, Hye Na membuka mulutnya.

            ”Sepertinya aku tidak pernah melihatmu. Kau anak baru?” tanyanya dengan nada tidak peduli.

            ”Ah.. cheosonghamnida, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Lee Jin Ki, tapi biasa dipanggil Onew. Mulai hari ini saya yang akan menjadi pengawal pribadi agasshi menggatikan tuan Han. Mohon bantuannya,” namja bernama Onew itu kembali membungkukkan badannya.

            Hye Na melepas sunglassesnya dan mengangkat kedua alisnya. ”Aku tidak menanyakan namamu,” ujarnya cuek lalu memasuki mobil.

            Onew yang masih membungkuk dan ternyata dicuekkin itu langsung menegakkan badannya. Dia mendesah kesal sambil mengusap-usap dadanya lalu dengan sekali hembusan nafas dia bergegas memasuki mobil.

            Sepanjang perjalanan Hye Na tampak gelisah. Ia duduk tak tenang di jok belakang mobilnya sementara otaknya memikirkan bagaimana caranya kabur dari sini. Hye Na mengedarkan pandangannya ke luar jendela saat matanya tak sengaja menangkap sebuah minimarket di pinggir jalan. Ia tersenyum.

            ”Berhenti,” perintahnya.

            Seketika itu juga mobil langsung berhenti. Onew melirik melalui kaca mobil.

            ”Ada apa, agasshi?”

            ”Aku haus, belikan aku minuman dingin. Jangan lupa cemilan juga, aku ingin makan.”

            Onew terdiam sebentar, kemudian mengangguk.

            ”Ne, algesseumnida agasshi. Mohon tunggu sebentar,” Onew mematikan mesin mobil, melepaskan sealtbet, lalu beranjak keluar menuju minimarket yang terletak persis di seberang jalan. Hye Na menyunggingkan senyum mengejek di wajahnya.

            ”Dasar bodoh,” gumamnya. Dengan cepat Hye Na memakai kembali sunglassesnya serta menutupi kepalanya dengan hoodie. Dia mengangkat kopernya dan bergegas keluar dari mobil. Dia berjalan agak jauh sebelum akhirnya menyetop sebuah taksi kosong yang lewat dan pergi dari tempat itu.

=====

            Onew keluar dari minimarket dengan tangan menenteng sekantong plastik penuh belanjaan berisikan minuman dan makanan pesanan Hye Na. Dia mendesah panjang.

            ”Benar-benar yeoja itu… tidak pernah diajari sopan santun apa? Memang susah ya bilang tolong atau bisakah kalau meminta sesuatu? Ckck.. dasar orang kaya,” gerutunya sambil menyebrang jalan. Onew menghampiri mobil yang masih terparkir dan membuka pintu belakang.

            ”Maaf menunggu lama agasshi. Ini pesanan an….” kalimat Onew terhenti begitu mendapati jok mobil yang kosong. Dia memutar-mutar kepalanya memeriksa isi mobil.

            ”Agasshi? Agasshi, anda dimana? Halooooo?”

            Tidak ada jawaban. Mobil benar-benar kosong. Onew mulai panik.

            ”Aish, yeoja itu!”

            Dengan cepat Onew mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi sebuah nomor.

            ”Yeoboseyo?”

”Yeoboseyo manajer Jung?

            ”Ne, ada apa Jin Ki-ssi?”

            ”Ng… anu, ada mmm, masalah,” Onew menggaruk-garuk kepalanya gelisah. Bingung, bagaimana mungkin hari pertama bekerja sudah membuat masalah?

            ”Ada apa? Kau sudah menjemput agasshi kan? Usahakan cepat sampai, Presdir sedang menunggunya.”

            Onew mulai menggigit jarinya.

            ”Justru itu…” gumamnya.

            ”Wae?”

            ”Anu manajer, mmm.. agasshi.. ng.. dia kabur.”

            ”MWO??!!!”

            Onew segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Hampir saja gendang telinganya pecah mendengar teriakan 13 oktaf sang manajer barusan.

            ”Aish, anak itu memang tidak pernah berubah, suka sekali kabur! Aku kira dengan membiarkannya sekolah di Perancis bisa sedikit mengubah perilakunya, tapi baru satu tahun malah sudah minta keluar. Benar-benar anak itu…”

            ”Cheosonghamnida, seharusnya tadi saya tidak lalai. Saya tidak tahu dia akan kabur, sekali lagi maafkan saya sajangnim.”

            ”Haah.. apa boleh buat. Cepat cari dia! Aku akan memerintahkan pengawal yang lain untuk membantu mencarinya.”

            “Ne, algesseumnida sajangnim.”

            Onew menutup flip ponsel dan segera memacu mobilnya.

=====

            Hye Na menatap sebuah pintu apertemen di depannya dengan berdebar-debar. Sesekali ia tersenyum sendiri, sementara tangannya sudah siap dalam posisi menekan kode pengaman pintu.

            Hwaiting Yoon Hye Na! Ini akan menjadi surprise! serunya dalam hati. Dengan sedikit ragu, dia mulai memasukkan kode pengaman, berharap kodenya belum diganti. Dan…. berhasil!

            Hye Na menghela nafas lega. Hatinya benar-benar sudah tak sabar ingin melihat wajah yang selama ini sangat dirindukannya. Dia meraih gagang pintu dan membukanya, lalu dengan perlahan menutupnya kembali agar sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

            Hye Na mengedarkan pandangannya ke setiap sudut apartemen itu. Sepi, sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan penghuninya. Hye Na meletakkan kopernya di sebelah sofa dan berjalan menuju sebuah pintu.

            ”Sedang tidurkah?” gumamnya lirih. Tiba-tiba evil smile menghiasi wajahnya. ”Kukerjai sedikit sepertinya seru.”

            ”Aaahhh….”

            Hye Na langsung terdiam. Suara apa itu? Tanpa basa-basi dia langsung membuka pintu di depannya.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

            Hye Na mematung bak manekin. Matanya membulat tak percaya. APA… APA-APAAN INI..???!!!!

            ”YA! PARK YOO CHUN APA YANG KAU LAKUKAN, HAH???!!!!”

            Sepasang manusia berlainan kelamin yang tengah bergerumul di ranjang king size itu tersentak. Terutama sang laki-laki.

            ”Hye.. Hye Na..” wajah laki-laki itu langsung memucat.

            ”Ng? Siapa dia, oppa?” tanya wanita yang tengah bergelayut di badan laki-laki itu sok polos. Tidak bereaksi sama sekali. Padahal jelas-jelas Hye Na mendapati mereka tengah telanjang. Dasar tidak tahu malu!!!

            ”Hye Na.. tu-tunggu dulu, i-ini bukan seperti yang kau lihat. A-aku…”

            Hye Na mengepalkan tangannya geram. Dia melemaskan otot-otot kedua tangannya, tanda bahwa dia mengajak perang. Dia berjalan mendekat.

            ”Ya.. Hye Na, apa yang akan kau lakukan..” Yoo Chun menarik selimut dan memundurkan tubuhnya sampai menyentuh dinding ranjang. Begitu pula dengan wanita di sampingnya yang sepertinya sudah sadar sikon.

            ”Kalian…. AKAN KU HABISI KALIAN!!!!”

            Peduli setan dengan semuanya Hye Na menjabak rambut wanita itu. Wanita itu menjerit kesakitan.

            ”Ya! Apa yang kau lakukan, hah!?”

            ”Harusnya aku yang bertanya seperti itu, cewek murahan!!”

            ”Mwo?! Awas kau!”

            ”Dasar cewek brengsek!!!”

            Terjadilah jambak-menjambak diantara kedua wanita itu. Hye Na menarik-narik rambut wanita di depannya kencang dan sesekali mencakar wajah dan tubuh yang tak terbalut apapun itu dengan kukunya yang panjang, bahkan dirinya sampai ikut naik ke ranjang. Sementara itu Yoo Chun hanya memandang ngeri pergerumulan di hadapannya, tanpa berniat membantu sama sekali. -___-

            ”Rasakan ini!”

            ”Ya! Apa yang kau lakukan?!”

”Wanita tidak tahu malu! Berani-beraninya tidur dengan pacar orang, hah?!”

”Pacar orang kau bilang?! Dia pacarku!”

”Mwo?! Ya! Dia itu pacarku!”

”Pacarku!”

”Kau!”

”Kyaaaa rambutku! Ya! Bantu aku, bodoh! Ahhh!”

            Dengan enggan Yoo Chun mencoba melerai. Dia mendekat dan berusaha memisahkan mereka.

“Ya, Na-ya sudahlah.. kau juga Seo Hyun, jangan bertingkah seperti anak kecil. Kalian ini benar-benar….”

Mereka tidak mengindahkan kata-kata Yoo Chun, atau lebih tepatnya tidak mendengarkan karena volume suara Yoo Chun yang kalah pamor ketimbang jeritan histeris mereka.

”Sebegitu tampannya kah aku sampai kalian memperebutkan aku, huh? Aish, jinja.. kalian berdua sudahlah, ini bisa dibicarakan baik-baik kan.”

Mereka masih tetap cuek, membuat Yoo Chun keki setengah mati.

”YA! CUKUP KALIAN BERDUA BERHENTI!!!”

Teriakan Yoo Chun sontak membuat Hye Na dan Seo Hyun berhenti, walaupun masih dengan posisi perang mereka. Nafas keduanya tersengal-sengal, dan tatapan keduanya masih memancarkan api membara. Sedetik kemudian Hye Na menoleh ke arah Yoo Chun dengan mata yang langsung membuat Yoo Chun menciut.

”KAU JUGA SAMA SAJA, DASAR BRENGSEK!!!!”

Hye Na memukuli Yoo Chun seperti orang kesetanan. Kekuatannya saat sedang marah memang mengerikan, belum lagi dia menguasai Judo dan Taekwondo.

Yoo Chun mengaduh kesakitan dan berusaha menghindar. Sementara di belakang Hye Na, Seo Hyun tengah menarik-menarik hoodie gadis itu sekuat tenaga bermaksud menjauhkannya dari Yoo Chun. Tapi yang terjadi malah hoodienya robek dan terlepas dari tubuh Hye Na membuat Seo Hyun otomatis terjengkal jatuh ke lantai.

”Arrghhh!”

”Seo Hyun-a!” Yoo Chun berhasil menghentikan kedua tangan Hye Na. Dia meraih piyama dan memakainya asal kemudian langsung menghampiri Seo Hyun yang tengah meringis sambil mengelus-elus pantatnya.

”Oppa….”

”Gwenchanayo chagi?” Yoo Chun membantu Seo Hyun berdiri.

”Chagi kau bilang?” Hye Na mendekati mereka seraya menatap tak percaya Yoo Chun. Yoo Chun memalingkan wajahnya ke arah pintu.

            ”Mianhae..”

            ”Wae?” suara Hye Na mulai bergetar, lirih dan hampir tak terdengar.

            Yoo Chun menghela nafas dan kembali memalingkan wajahnya. Kali ini ke arah lemari di pojok kiri kamar.

            ”Aku lelah Na-ya..”

            Hye Na menatap Yoo Chun nanar. ”Maksudmu, kau tidak..”

            ”Aku masih mencintaimu Na-ya, sungguh!” sergah Yoo Chun cepat. Akhirnya dia mengalihkan matanya pada Hye Na. Bisa Hye Na lihat mata Yoo Chun yang berubah menjadi sendu.

            ”Yoo Chun….”

            ”Kau tau kan kakekmu sama sekali tidak menyukaiku. Dia selalu mempersulit posisiku! Kita terpaksa backstreet, ditambah dengan kehadiran pengawal-pengawalmu yang membuat kita sulit bertemu. Awalnya aku yakin aku bisa bertahan karena kita memang saling mencintai. Tapi ternyata aku salah, aku tidak sanggup Na-ya. Apalagi kau memutuskan untuk pergi ke Perancis. Aku.. aku merasa hampa dan putus asa, tidakkah kau tahu itu?”

            Hye Na terdiam, bisa dirasakannya sekarang matanya memanas. Jadi seperti itu yang dirasakan Yoo Chun selama ini? Dia tidak pernah memikirkannya..

            ”Chunnie-ya, aku…”

            ”Mianhae Na-ya, aku rasa hubungan kita sampai disini saja. Ada banyak namja di luar sana yang bahkan lebih dari bersedia untuk menjadi pacarmu. Dan pastinya.. yang sesuai dengan kriteria kakekmu.” Yoo Chun menyambar sebuah kemeja yang tergeletak di lantai dan memakaikannya pada Seo Hyun.

            ”Jadi, bisakah kau pergi sekarang? Kau membuat Seo Hyun ketakutan,” tambahnya seraya membukakan pintu kamar. Wajahnya datar, entah hilang kemana wajah sendunya tadi.

            Tanpa sadar Hye Na mendengus. Air mata yang tadi sudah hampir menggenangi pelupuk matanya sirna seketika. Nice acting, Chunnie… tapi sayang kau tak bisa menipuku, setidaknya sekarang.

            ”Begitu? Kau mengusirku?” tanya Hye Na dengan nada sedikit sinis. ”Ya! Berani sekali kau mempermainkanku?! Dasar brengsek!!” Hye Na kembali menyerang Yoo Chun, memukuli dan menendang bagian tubuh mana saja yang sempat disentuhnya. Yoo Chun yang tak siap  langsung kewalahan.

            “Chagi, bantu aku!”

            Seo Hyun mengangguk dan dengan sigap langsung menangkap kedua tangan Hye Na dari belakang.

            ”Ya! Lepaskan tanganku!”

            Yoo Chun dan Seo Hyun tidak menghiraukan seruan Hye Na. Seo Hyun terus mengunci kedua tangan Hye Na dan dengan dibantu Yoo Chun mereka mendorong gadis itu hingga ke pintu keluar apartemen.

            ”Lepaskaaaannnnn!!”

            Tepat ketika Yoo Chun hendak membuka pintu, Hye Na dengan sadis menginjak kaki polos tak beralas Yoo Chun dengan highheels lancip miliknya.

            ”Adawwww!!!!” Yoo Chun langsung menjerit dan jejingkrakan sambil mengangkat kakinya yang baru saja terinjak *author ga isa bayangin rasanya sumpah -_- map ya chun*

            ”Rasakan ini!!”

            Memanfaatkan kesempatan, Hye Na bermaksud menyerang Yoo Chun lagi. Tapi sayang dengan cepat Seo Hyun berhasil mendorong tubuh Hye Na hingga gadis itu terjungkal keluar dari apertemen. Disusul kemudian koper hitam miliknya yang dilempar sembarangan oleh Seo Hyun

            ”Ya!!”

            Hye Na segera bangkit dan berusaha menerobos masuk. Tapi terlambat karena pintu sudah tertutup.

            ”Ya! Buka pintunya!!!” Hye Na mengedor-gedor pintu keras seperti orang kesetanan. Berulang kali dia berusaha membukanya, tapi nihil. Tak kehilangan akal, Hye Na dengan cepat memasukan kode pengaman dan mencoba membukanya lagi. Tapi sama sekali tidak berhasil. Mereka mengunci pintu secara manual.

            ”BRENGSEK!! BUKA PINTUNYA!!! BERANI SEKALI KAU MENIPUKU?!! AWAS KAU!!!”

            Hye Na terus menggedor pintu dengan keras, menyebabkan beberapa penghuni apartemen yang lain melongokkan kepalanya dari pintu mereka. Merasa penasaran sekaligus terganggu. Tapi nampaknya tidak ada yang berani bersuara untuk menghentikannya begitu melihat sosok Hye Na yang agak.. umm, menyedihkan.

            Akhirnya alih-alih memprotes, satu-persatu dari mereka kembali menutup pintu dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Membiarkan Hye Na berteriak sepuasnya.

            ”KAU TIDAK TAHU BERAPA BESAR PENGORBANANKU KARENA MEMILIHMU, HAH?! DASAR KURANG AJAR!!”

            Lama. Masih tidak ada respon. Hye Na menggeram kesal.

            ”APA BAGUSNYA YEOJA MURAHAN ITU, HUH?! SUDAH KURUS, BOKONG KEMPIS, DADANYA BAHKAN LEBIH KECIL DARIKU!! BENAR-BENAR SELERA RENDAH!!”

            Hye Na terengah-engah, efek kebanyakan berteriak. Dia berhenti mendobrak, dan berusaha mengatur nafasnya. Setelah merasa mendingan dia berbalik menyandarkan tubuhnya ke pintu, dan terus menggelosor hingga akhirnya ia terduduk. Tangannya bergerak meraba dada kirinya. Sakit. Tapi entah kenapa tidak ada air mata yang keluar.

”Penipu…” ucapnya lirih. Matanya menerawang ke atas. Hal yang dari dulu berusaha dihindari sekaligus sangat dibencinya, kini kembali dialaminya. Penipu… yah, dia paling benci dengan penipu..

Hye Na menghela nafas panjang, nafas yang penuh beban. Dia bangkit berdiri. Ditatapnya pintu itu penuh kebencian, kemudian ditendangnya dengan sekuat tenaga.

            ”BRENGSEK!”

=====

            Jong Hyun merebahkan diri di sofa dan meluruskan kakinya, di bawahnya Ye Sung duduk di lantai sambil menyalakan laptop dan memasang flashdisk, sementara si tuan rumah sendiri langsung melesat ke dapur mengambil minuman.

            “Haahh.. benar-benar hari menyebalkan. Sejak kapan di Seoul tidak ada bengkel?! Ku sumpahi mereka agar cepat bangkrut!” kutuk Jjong emosi. Ye Sung mendesah mendengar perkataan Jong Hyun.

            ”Mungkin memang lagi sialnya kita Jjong,” ujarnya bijak(?), sementara matanya lagi mupeng-mupengnya dengan ’pemandangan’ di layar laptopnya, hasil ketularan yadongnya Eun Hyuk, teman kampusnya.

            ”Kau enak hyung, cuma numpang nempel tangan doang! Si kunci juga sama saja. Aku nih yang beneran ndorong mobilnya! Lihat, tanganku sampai kaku!” protes Jjong menatap prihatin kedua telapak tangannya yang memerah.

            ”Memangnya siapa yang jarang servis dan pelit beli asuransi sampai mobilnya sendiri mogok dan tidak ada yang ngurus, huh?”

            Key keluar dari dapur sambil membawa 3 kaleng minuman dingin dan sepiring kue cemilan. Ucapannya sukses membuat Jong Hyun tertohok dan memanyunkan bibirnya.

            ”Ya, bukannya pelit, aku-”

            ”BRENGSEK!! BUKA PINTUNYA!!! BERANI SEKALI KAU MENIPUKU?!! AWAS KAU!!!”

            Terdengar suara gedoran pintu yang keras. Ketiganya langsung terdiam, kemudian saling berpandangan. Key mengangkat bahunya.

            ”Yeoja gila,” ucapnya cuek. Dia mengambil minumannya dan meletakkan 2 kaleng lain beserta cemilan di atas meja lalu ikut merebahkan diri di sofa seberang Jong Hyun.

            ”Mmmm,” gumam Ye Sung mengiyakan. Dia meraih kaleng minumannya dan kembali menekuni video di depannya.

            ”KAU TIDAK TAHU BERAPA BESAR PENGORBANANKU KARENA MEMILIHMU, HAH?! DASAR KURANG AJAR!!”

            ”Aish, berisik sekali yeoja itu!” keluh Key mulai terganggu.

            ”Sepertinya apartemen sebelah,” Ye Sung mengambil kue seraya mengalihkan matanya dari laptop dan menatap kedua temannya itu bergantian.

            ”Maksudmu Soo Young noona?” tanya Jong Hyun tolol. Dia membuka kaleng miliknya dan mulai meneguknya.

            ”Bodoh! Tentu saja bukan. Maksudku Yoo-”

            ”APA BAGUSNYA YEOJA MURAHAN ITU, HUH?! SUDAH KURUS, BOKONG KEMPIS, DADANYA BAHKAN LEBIH KECIL DARIKU!! BENAR-BENAR SELERA RENDAH!!”

            Ye Sung yang sedang memakan kue tiba-tiba tersedak dan tangannya yang hendak menekan open malah beralih ke delete kemudian yes, sementara Jong Hyun yang tengah meneguk minuman langsung menyemburkannya hingga mengenai wajah Key, membuat Key kaget dan menatapnya kesal.

            ”Jong Hyun..” geram Key.

            Jong Hyun cuek, pandangannya menerawang ke depan.

            ”Dada dia bilang… dada…”

            ”Huwaaaaa~ fileku! Aku belum nonton, katanya ini yang paling seru! Hiks..”

            Key mengelap wajahnya yang basah dengan lengan bajunya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah autis sahabat-sahabatnya itu.

            ”Ya! Jjong! Kau mau kemana?” tanya Key begitu melihat Jong Hyun beranjak dari sofa. Dia berdiri dan segera mengikutinya, begitu pula dengan Ye Sung yang masih meratapi kepergian video yadongnya. T^T

            ”Aku mau lihat!”

            ”Mwo?” Key menempeleng kepala Jong Hyun. ”Lihat apa?!”

            ”Aish, pikiranmu itu! Aku hanya penasaran dengan orangnya saja,” jawab Jong Hyun santai seraya membuka pintu.

            ”BRENGSEK!”

            Ketiganya terlonjak dan saling berebutan mengintip.

            Seorang yeoja dengan hot pants dan loose top tengah berdiri di depan pintu apartemen sebelah kanan apartemen Key. Penampilannya berantakan. Loose top yang dikenakannya sedikit terangkat hingga menampakan pinggang dan perut ratanya yang putih mulus, begitu pula dengan lengan singletnya yang turun dan memperlihatkan bahu sekaligus tali bh hitamnya. Hoodienya robek di bagian belakang dan hampir terlepas dari tubuhnya -tinggal lengan hoodie bagian bawah yang masih menggantung-, rambut cokelatnya tampak kusut dan acak-acakkan, ditambah lagi dengan wajahnya yang juga tampak mengerikan.

            Jong Hyun dan Ye Sung meneguk air liurnya melihat pemandangan itu, sementara Key hanya geleng-geleng meski tak bisa dipungkiri matanya juga ikut terpaku seperti dua orang di sebelahnya.

            Yeoja itu sepertinya menyadari ada tiga namja cakep yang tengah memperhatikannya. Dia menoleh dan menatap mereka sangar.

            ”APA KALIAN LIHAT-LIHAT?!!!” bentaknya galak.

            Ketiganya kembali terlonjak dan langsung salah tingkah.

            ”Ah.. ngg.. ka-kami..” mereka memasang pose gugup+bingung+ketakutan dengan sedikit muka innocent. Key menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal, Ye Sung komat-kamit gaje sendiri, sementara Jong Hyun meremas-remas bahu Ye Sung nerveous sambil mencari akal.

            ”Ah! Ka-kami melihat hoodiemu robek, ka-kau pasti kedinginan. Jadi a-aku ingin meminjamimu hoodieku, ngg.. be-begitu,” Jong Hyun gagap mendadak. Di sebelahnya, Ye Sung melempar tatapan tajam sipit –yang sama sekali tidak menakutkan- andalannya.

            ”Kau tidak memakai hoodie, dasar bodoh!” desisnya. Jong Hyun sontak melotot lalu menunduk memperhatikan pakaiannya yang ternyata hanya sebuah t-shirt dan jins. Dia mendongak dan menatap Ye Sung dengan senyum garing.

            Yeoja itu menaikkan sebelah alisnya melihat kelakuan mereka berdua. Dia berjalan mendekat, membuat Jong Hyun dan Ye Sung ketakutan. Sementara itu Key hanya mendesah dengan tingkah laku dua anak autis bin ajaib itu. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak peduli dengan sikon di depannya.

            ”Oh ya? mana?” yeoja itu bertanya dengan nada sinis.

            Jong Hyun gelagapan dan langsung menatap Ye Sung bermaksud meminta bantuan, tapi yang ditatap malah tengah membelakanginya sambil berpura-pura mengangkat telepon.

            “Sekarang? Ah, aku sedang sibuk.. biasa latihan drama.. bagaimana kalau besok? Umh.. ne, ne, terserah kau sajalah.. ne? Aku keren katamu? Aigoo, kau pandai sekali merayu Hee Won-ssi.. apa? Tampan dan juga imut? Aih, kau membuatku jadi malu..”

            Jong Hyun pengin muntah saat itu juga. Dia menatap Ye Sung keki sebelum akhirnya beralih ke Key. Matanya langsung ijo bagai melihat uang begitu menyadari Key yang tengah cuek bebek itu ternyata mengenakan sebuah hoodie. Dengan cepat Jong Hyun menarik Key dan menghadapkannya ke arah yeoja itu.

            ”Ya! Apa-apaan kau, huh?!”

            Jong Hyun pura-pura tidak mendengar. Dia tersenyum manis pada yeoja itu.

            ”Ah, mian tadi aku salah bicara. Maksudku tadi bukan punyaku, tapi punya temanku ini.”

            ”Mwo?! Ya! Jangan bercanda kau! Ini hoodie fav-”

            Jong Hyun langsung memotongnya. ”Boleh kan Key?” tanyanya dengan suara dikeraskan. ”Jangan mempermalukanku kau. Kutraktir deh!” tambahnya seraya berbisik.

            Key berbalik dan menatap tajam Jong Hyun. ”Kalau sampai tidak kembali, kubunuh kau!” desisnya. Jong Hyun buru-buru mengangguk. Akhirnya dengan terpaksa Key melepas hoodienya dan menyerahkannya pada yeoja itu.

            Yeoja itu menerimanya dengan kasar. Dia melepaskan hoodie miliknya dan melemparnya begitu saja hingga mengenai Key yang spontan langsung menangkapnya. Key menahan geram sementara si yeoja tetap cuek sambil memakai hoodie Key. Setelah selesai dia menarik kopernya dan tanpa berkata-kata langsung pergi dari tempat itu, membuat ketiga namja itu terpaku tak percaya.

            ”Omo.. omo.. ckckck..” Ye Sung bersuara.

            ”Woah.. I like this type!” Jong Hyun masih mengawasi kepergian yeoja itu dengan mupeng. Key menoyor kepalanya.

            ”Tipe gila dan tidak tahu terimakasih seperti itu?! Huh!” Key mencibir kesal lalu masuk ke dalam. “Jangan lupa ucapanku tadi Jjong! Aku serius mengatakan akan membunuhmu!”

            ”Ne, ne,” Jong Hyun menyahut malas.

            ”Memangnya kau mengenal yeoja itu?” tanya Ye Sung mengangkat sebelah alisnya.

            Jong Hyun langsung memasang pose cool. ”Bukan Jong Hyun namanya kalau mencari tahu seorang yeoja saja tidak bisa, Sungie hyung.”

            Ye Sung ikut-ikutan mencibir lalu menyusul Key masuk ke dalam.

            Jong Hyun cemberut, tapi kemudian tersenyum jahil. ”By the way, tadi Hee Won siapa yaa? Perasaan aku baru dengar,” sindirnya keras.

            ”Pembantu!” sahut Ye Sung cuek tak kalah kerasnya. Jong Hyun terkekeh puas sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam dan menutup pintu.

=====

            Suara hingar bingar, lampu disko yang berkelap-kelip, serta alunan musik yang menghentak keras mewaranai suasana salah satu klab malam di daerah Apgujeong-dong, salah satu kawasan paling trendy di Seoul.

Hye Na meneguk sebotol bir untuk kesekian kalinya. Pikirannya benar-benar kacau dan berantakan, karenanya dia ingin melupakannya walau hanya semalam saja. Setidaknya itu alasan yang sering didengarnya jika seseorang minum-minum. Melupakan masalah.

”Na-ya!”

Seorang yeoja berambut hitam pendek menghampiri Hye Na dengan tergesa-gesa.

”Aish, jinja! Kau ini..” yeoja itu langsung merebut botol bir yang tengah diteguk Hye Na dan meletakannya dengan kasar di meja. Hye Na menoleh.

”Siapa kau? Hiks..” Hye Na cegukan dan menatap yeoja di depannya linglung.

            ”Mwo?! Ya! Ada apa denganmu? Tadi suruhan-suruhan kakekmu datang ke rumahku mencarimu dan barusan kau meneleponku untuk menemanimu mabuk disini?! Aku bingung, aku kira kau masih di Perancis! Kenapa kau pulang tidak mengabariku, huh?!”

            Hye Na tambah linglung. ”Perancis? Tempat hiks apa itu?” dia meraih kembali botol birnya dan meneguknya.

            “Ya!”

            Yeoja itu merebutnya lagi, membuat sebagian isinya tumpah. Dia memperhatikan meja di depannya dan matanya langsung terbelalak mendapati empat botol bir kosong tergeletak tak beraturan di meja.

            “Ka-kau.. kau meminum ini semua?!” pekiknya.

            Hye Na terkekeh. ”Tentu saja, hehe.. aku hiks hebat kan.”

            Yeoja itu menatap Hye Na tak percaya. Dia mendekat dan menempelkan kedua telapak tangannya ke pipi Hye Na yang sudah memerah.

            ”Kau hiks sedang apa?”

            ”Ini benar-benar kau? Aigoo, kau yang bahkan tidak pernah minum sekalipun kuat menghabiskan ini semua? Aish, tak heran kau sampai mabuk seperti ini! Dan- omo! Kenapa rambutmu berantakan sekali?! Ya! Sebenarnya ada apa ini?!”

            Hye Na menyingkirkan tangan yeoja itu, kepalanya terkulai di meja dan matanya mulai menerawang.

            ”Yoo Chun.. hiks..” ucapnya lirih.

            Mata yeoja itu langsung membulat. ”Yoo Chun?” dia terdiam sebentar dan kemudian mendadak paham. ”Aish, sudah kuduga akan seperti ini!”

            Yeoja itu mendesah dan mencoba mengusap-usap kepala Hye Na, tapi dengan cepat Hye Na menepisnya.

            ”Wae, Chunnie-ya..? WAE??!!”

            Yeoja itu menatap Hye Na prihatin. Dia mengangkat kepala Hye Na yang masih terkulai dan menatapnya lembut.

            ”Ada apa dengan Yoo Chun?”

            Hye Na balik menatapnya. Suaranya mulai bergetar. ”Dia.. dia menipuku! Hiks, dia menipuku!”

            Hye Na langsung memeluk yeoja di depannya itu. Pertahanan yang selama ini dibangunnya dengan susah payah runtuh seketika. Dia yang bahkan tak pernah menangisi apapun apalagi seorang namja, kini mengeluarkan air matanya hanya demi seorang Park Yoo Chun. Namja beruntung yang telah mencuri hatinya, dan sekaligus menghancurkannya.

=====

            ”Cewek!”

            Jong Hyun bersiul ketika seorang yeoja dengan pakaian seksi melewati tempat duduknya. Yeoja itu menoleh dan tersenyum manis kemudian melanjutkan langkahnya.

            ”Hentikan kebiasaanmu itu!” Key menempeleng kepala Jong Hyun *hobi bgt ni orang -_-*. Jong Hyun merengut.

            ”Datang kesini kalau tidak merayu yeoja sama saja percuma, tuan kunci!” jelas Jong Hyun sambil mengusap-usap kepalanya. Key mendengus lalu menyenderkan tubuhnya ke sofa, sementara Ye Sung hanya geleng-geleng. Entah karena mendengar ucapan Jong Hyun atau memang karena tengah mengikuti irama musik yang menghentak keras di klab malam tempat mereka bersarang malam ini.

            ”Oh, come on guys! Kita kesini untuk refresing kan?” Jong Hyun menatap Key dan Ye Sung bergantian. Ye Sung menggumam tidak jelas sedang Key memasang wajah masam. “Ya, Key! Bukannya kau yang mengajak kita keluar gara-gara kesal dengan yeoja tadi?” tuntut Jong Hyun.

            “Tapi bukan kesini, bodoh! Aish.. tempat ini membuatku tambah pusing!” Key beranjak dari duduknya.

            “Mau kemana kau?” tanya Jong Hyun.

            ”Toilet,” jawab Key singkat lalu segera menghilang di balik kerumunan orang-orang yang tengah berdugem ria.

            Jong Hyun berdecak dan menatap Ye Sung yang tengah meneguk segelas kecil wine. ”Lets dance guys!” dengan cepat dia meraih tangan Ye Sung dan menariknya ke lantai dansa.

            Sementara itu di toilet Key tengah menyalakan air keran dan membasuh wajahnya. Dia mendongak. Ditatapnya bayangan dirinya di cermin dan kemudian tersenyum simpul.

            ”Ck, aku tampan juga ternyata,” ujarnya narsis sambil merapikan beberapa helai poni rambut hitamnya. Tak lama ia berhenti dan menghela nafas sejenak.

            ”Kenapa tadi aku jadi marah sendiri ya? Aish, padahal kan cuma dirampas dan dilempari hoodie? Ckck..” Key menggeleng-gelengkan kepalanya. ”Calm down, Key.. calm down..”

            Usai berkata begitu Key meraih handuk kecil yang disediakan lalu mengelap wajahnya. Dia menatap bayangannya di cermin sekali lagi sebelum akhirnya beranjak keluar dari toilet. Tapi tinggal beberapa langkah lagi menuju tempatnya, tanpa sengaja dia menabrak seseorang. Key terjatuh, begitu pula dengan orang itu. Ah, anii.. lebih tepatnya orang-orang itu.

            “Aish…” Key meringis sambil mencoba berdiri.

            “Ah, cheosonghamnida.. saya tidak seng- omo, Hye Na!” yeoja yang menabrak Key tadi segera membantu berdiri seorang yeoja lagi yang sepertinya juga ikut terjatuh. Dia mengangkat yeoja itu tetapi badan yeoja itu limbung sehingga keduanya tak ayal terjatuh.

            ”Aish, jinja!”

            Key memandang aneh kedua yeoja itu. Ingin tertawa tapi rasanya tidak sopan.

            “Maaf, apa yang terjadi dengan temanmu ini?” tanya Key akhirnya.

            “Eh?” Yeoja itu mendongak sambil masih berusaha mengangkat teman yeojanya itu. “Oh, mianhae, dia mabuk dan aku tidak kuat membawanya. Makanya tadi aku tidak lihat-lihat jalan. Cheosonghamnida,” yeoja itu sedikit membungkuk.

            Key tersenyum. “Gwenchana.. mari kubantu,” Key berjongkok dan membantu mengangkat teman yeoja itu. Tapi seketika itu juga senyumnya hilang dan matanya sedikit membelalak begitu melihat hoodie bermotif belang abu-abu hitam yang dikenakan teman yeoja itu. Key segera mengamati wajahnya.

            “Aish! Yeoja ini…”

To Be Continued….

 

            Gimana? Gimana? Gajekah? Jelekkah? Huhu… ni ff perdanaku disini, mian kalo ada yang kurang gereget dengan ceritanya.. atau mungkin ceritanya mbosenin? Ya mian juga ya.. namanya juga manusia(?)

            Karena itu diminta kritik dan sarannya ya! Kalo kurang jelas tanyain aja! ^^ *deep bow*

joongieloverss

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “Crazy For Dash Girl – Part 1”

  1. wuaaaahhh…. bakal seru nih…
    lanjut! lanjut!
    btw, boleh knalan ma authornya ga?
    biar tau gmna manggilnya…

  2. Awal ny q mikir..ide crita ny ud cukup umum.ce kya yg ortu ny mninggal truz jd mnja en smbong,,tinggal ama kakek ny yg tajir abiz,,truz punya pngawal pribadi yg ckep.emm kya drama korea oh my ladiez ta apa gt.?lupa. Mungkin hanya kbetulan. eh eh Pi ternyata paz d bca q tertarik bgt bwt bca lnjutan ny!! bner de.ngakak bgt ama tingkah 3 co it..hha..seruu..lnjut thor!

  3. asiiiik kayanya seru nih. tapiii…. mana Minho ama Taemin? apakah tidak ada? huhuhuh.
    kayanya cerita ini agak mirip Take Care of Young Lady ya, tapi…. who knows? lanjutkan authoooor!

  4. Kyaaaaa #teriak2 gaje#~ seru…seru…rame, crtanya menarik nh.
    0m0…~ Ada Yesung 0ppa >///< Jinki nya jdi b0dyguard ya !!
    Yesung ma jj0ng, ckckck #gleng2 kpala*plakk# eman Key yg pling n0rmal. Y0ochun…ampun dh kau bnar2 jahat #plakk#

    Pnasaran nh, pnasaran…d tnggu lnz0o0tannya. Jngan lma2 jeballl.

  5. hyaaaaa aku kira sma ajh .. tenyata bukan sma pengawal nya toh ..
    hyaa tuh 3 namja itu . ckkckkc aneh ..
    slh deh 2 namja itu aneh .. *key tidak termasuk*
    ahahahah lanjutannya .. key mau bantuin ap ngak ??

  6. Kereeenn!!
    Ampe nahan2 ktawa ni tkut dmarahin!!
    Ampooonn…
    Selaaaalu saja si Ojong sikapny ga jauh2 dr hal2 itu!!
    Ckckck…*geleng2*
    Jjong, jjooong!
    Akakakakk!!
    Yesung MESUUM!!
    kasian bener video yadongnya kehapus..
    Gpp lah, sung.
    Besok copas dr punya Eunhyuk aja!
    Kekeke…
    Hhm.. Awas Key! Ati2!
    Itu yeoja gila yg pinjem hoodie.mu,,
    banyak2in do’a biar slamet!!

  7. huwaaaaa . . DAEBAK thor . . bgs bgt . . lnjtan na cptan yaw, jgn lma2 yaw yaw yaw . . q tggu low . . XD

  8. awalny kirain ky my fair lady, jadi ma butlernya a.k.a jinki, eh trnyata ama ayang aku a.k.a abang konci

  9. Sumpah ya si yoochun apa bgt sih jd gemes (¬_¬)–o(✗_✗) aku penasaran author ditunggu lanjutannya yaaaaaaaa

  10. keren author!
    berasa lagi nonton k-drama gitu..
    lucu banget pas yesung lagi nelpon itu hahaha..
    suka keynya, berkesan ‘normal’ sendiri diantara jjong sama yesung #plak

    ayo lanjut author! fighting ^^

  11. ini cewe galak banget ya, kasian tuh si key di lempar hoodie, yesung knp kau doyan yadong sih TT__TT

  12. suka suka… suka ceritanya sm suka key nya^^… oh key ny keren, ga ikutan sm duo yadong^^*euhyuk ngerengek pengen ikutan, bikin trio yadong*. saya kira hye na bakal sm si jinki jkd ceritanya ky my fair lady … ooh lanjut, kmnakah taem sm minho??

  13. karakter yoochun dsni jelek bgt.
    Untung cma ff doank.
    Jalan critax blm greget c.
    Tp dah bgz kok.
    D tnggu next partx!
    Fighting!

  14. yaaa.. Kayakny seru deh ni ff.. Ada keynya *ff yg ada key ny gw suka* hehe..
    Kasian bgt hye na ny di khianati.. Ckckck
    lanjut thor..

  15. Kyaaa !!!!
    author jgan lama2 updatenya
    kalu bsa 2 minggu sekali
    atau kalu perlu sehari sekali hahahhahaha
    sumpah gk sabr nggunya

  16. kekekekey…..bgus thor!! Daebak!!

    Yesung oppa da” ja dech…
    thor…Jjong sm Key jgn ampek brantem ya gara” hye na…
    *reader bnyk nuntut…plakk*

  17. Annyeong. Author, crita’a daebak!!
    aq penasaran gmn kelanjutan’a.
    hwaiting!! 🙂
    d tnggu ya next part’a.an gmn kelanjutan’a.
    hwaiting!! 🙂
    d tnggu ya next part’a.

  18. okelah….. ditunggu sekali… 🙂
    saya doakan laptopnya cepat sembuh…. *sembuh???*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s