It Start With a Blog – Part 3

Title : It start with a blog

Author : Erika Putri Dhiwanti

Main Cast : Lee Jinki a.k.a. Onew,Kim Syera

Support Cast : Park Jungmin,Kim Jonghyun,Kim Kibum,Choi Minho,Lee Taemin,Ibu Jinki .

Length : Sequel

Genre : Romance,Friendship

Rating :  ini masih general kayaknya.

 

 

PART 3

                “Jungmin-ah. Wajahmu lucu sekali. Seperti bebek,manyun begitu.”kata Syera ketika menunjukkan hasil jepretan kameranya ketika di Myeongdong kemarin pada Jungmin di taman kampus

                “Kemarin kan kau yang bilang kalau kita pasang wajah jelek waktu di foto itu. Kau curang. Wajahku saja yang manyun begitu,sedangkan wajahmu tersenyum! Tidak adiillll~.”

                “Hahaha.. aku hanya mengerjaimu. Mudah sekali ternyata membohongimu.”

                “Cepat hapus!”titah Jungmin pada Syera yang masih menertawakan salah satu foto mereka.

                “Tidak mau. Tidak boleh. Tidak bisa. Ini bagus..”tolaknya

                “Tega sekali kau padaku.”ucap Jungmin sambil mencabut rumput dan melemparkannya pada Syera

                “Hyaaa~.. hentikan. Bajuku jadi kotor tahu! Fotonya kan hanya satu,ini untuk kenang-kenangan. Lihat yang satu ini.”Syera menunjukkan foto-foto yang lain pada Jungmin.

                “Naahh.. kalau yang ini aku baru terlihat cantik. Tapi Ahjusshi yang berdiri di belakangku itu agak mengganggu ya. Hahahaha..”

                “Mana? Coba kulihat,”Syera merebut kamera yang di pegang Jungmin,”HUAHAHAHAHAHA..”tawanya meledak seketika.

                “Sudah kuduga kau akan merespon begitu.”desahnya pelan

                “Hahahaha.. kapan paman itu ada di belakangmu? Aku sama sekali tidak menyadarinya. Ada apa dengan mukanya itu? Kenapa mulutnya menganga lebar,coba lihat… tidak ada giginya!”tawa Syera makin meledak.

                “Sssstt.. jangan tertawa keras-keras. Orang-orang daritadi melihat kita tahu!”Jungmin menyenggol pelan lengan Syera,menyuruhnya agar berhenti tertawa. Tapi Syera sama sekali tidak peduli,dia tetap memerhatikan foto yang di pegangnya.

                “Aha! Ara~.. jungmin-ah,perhatikan foto ini benar-benar.”Syera menyerahkan kemeranya pada Jungmin. Setelah diperhatikan,mereka tahu kenapa paman itu ada di foto. Sepertinya tidak sengaja terfoto. Paman itu hampir jatuh karena tersandung kakinya sendiri. Ternyata gigi palsu yang dia pakai terlepas ke jalan. Wajah panic karena hampir jatuh dan tangannya berusaha untuk mengambil gigi palsunya itu. Tawa mereka berhenti karena suara ponsel Jungmin,Jungmin tidak melihat siapa yang meneleponnya dan langsung mengangkatnya.

                “Yeobseyo.”sapanya

                “Yeobseyo. Jungmin-ah,kau lagi dimana?”tanya orang dari seberang. Jungmin yang sadar akan suara itu buru-buru pergi menjauh dari Syera.

                “Oppa.. kau mengagetkan saja.”

                “Apanya yang mengagetkan? Aku kan sudah sering meneleponmu. Di mana kau sekarang?”tanyanya lagi

                “Tentu saja dikampus. Memangnya mau dimana lagi?”

                “Aigooo~~ ketus sekali kau padaku. Kau marah ya?”

                “Ya! Aku marah pada oppa. Biasanya oppa meneleponku setiap hari,tapi sudah dua hari oppa tidak meneleponku.”kesalnya

                “Mianhae.. bukannya aku sengaja melakukannya. Aku sangat sibuk belakangan ini. Jadwalku padat sekali. Punya waktu tidur enam jam saja aku sudah bersyukur.”jelas orang itu

                “Setidaknya oppa kan bisa mengirim sms padaku.”tambah Jungmin

                “Jeongmal mianhae.. Ayolah jangan marah lagi padaku ya.. lain kali tidak akan kuulangi.”

                “Baiklah ku maafkan.”

                “Hhhh… syukurlah.”

                “Tapi aku masih kesal.”

                “MWO? Masih kesal? Aiihhh.. kenapa lagi?”tanya orang itu

                “Karena oppa jarang pulang sekarang.”jawabnya singkat

                “Hahaha.. siapa bilang. Aku ada di rumah sekarang.”

                “MWO?? Sinja? Tidak bercanda kan?”tanya Jungmin memastikan

                “Jungmin-ah~ kau sedang apa di sana? Lama sekali kau menjawab telepon. Aku merasa aneh duduk dibawah pohon besar begini sendirian. Cepat kemari!”teriak Syera dari jauh

                Jungmin menoleh kearah Syera yang duduk dibawah sebuah pohon besar. Memang aneh kalau dipikir-pikir,tapi kemudian ia berkata,”Hahaha… iya sebentar lagi aku kesana. Syera-ah,bisakah tolong kau masukkan semua foto-foto kita tadi di laptop ku? ambil saja di dalam tas.”jawabnya dari kejauhan

                “Baiklah~.. tapi cepat kemari!”

                “Iya sebentar lagi.”

                “Kau bicara dengan siapa?”tanya orang dari seberang

                “Ehh.. Mian oppa.. itu tadi temanku yang pernah kuceritakan padamu.”kini ia kembali bicara pada sang penelepon

                “Siapa?”tanya sang penelepon dari seberang memastikan,sebenarnya dia mendengar kalau Jungmin meneriaki nama temannya.

                “Syera.”

                “Ooohh… Bukankah kau bilang dia penggemarku?”suaranya terdengar kikuk.

                “Ne. Seorang fansmu. Pasti oppa senang sekali sekarang.”tuduh Jungmin

                “Tidak kok. Biasa saja.”

                “Oppa tidak bisa membohongiku. Suara mu itu terdengar sangat senang.”

                “Jungmin-ah. Sudah kumasukkan semuanya~. Kau masih menelepon ya?”teriak Syera lagi.

                “Oh baiklah,aku kesana sebentar lagi.”teriak Jungmin pada Syera. Syera mengangguk,tapi wajahnya terlihat kesal.

                “Jadi?”tanya Jungmin

                “Jadi apanya?”tanyanya balik

                “Suara mu tadi. Apa oppa senang kalau sahabat ku adalah fans mu?”selidiknya

                “Aiiisshh~.. Berhentilah bertanya padaku. Kau pulang sekarang tidak?”

                “Kenapa memangnya?”

                “Akan kuhitung sampai tiga,kalau kau masih berada disana aku akan kembali saja ke dorm. Satuuu..”

                “Tidak adiiilll…!!”

                “Duaaaaaa…..”

                “Tapi Oppa.. Aku mau..”

                “Tiiiiiig……”

                “Ya-ya-ya baiklah. Aku pulang sekarang.”serunya. Setelah itu Jungmin menutup flap ponselnya. Ia berlari mendekati Syera yang menunggunya dibawah pohon. Syera memasang wajah kesal,tapi wajahnya berubah ketika melihat Jungmin menghampirinya dengan berlari dan tergesa-gesa.

                “Jungmin-ah,kau kenapa?”tanyanya panic

                “Laptop ku.. laptop ku.. sudah dimatikan kan?”tanyanya tergesa-gesa

                Syera juga ikut panic melihat Jungmin betingkah seperti itu. “Kau kenapa? Siapa yang tadi meneleponmu? Kenapa terburu-buru begini.”

                “Kapan-kapan kuberitahu.  Ayo cepat berikan laptop ku. aku harus pulang sekarang.”kata Jungmin meminta laptopnya

                “Ini..ini..”

                “Sudah ya aku pulang dulu! Terima kasih fotonya~..”serunya melambaikan tangan sambil berlari menjauhi Syera yang masih diam di bawah pohon,menatap bingung temannya yang satu itu.

                “Hyaaaa~~ Jungmin-ah. Awas kau ya!!!!”teriaknya kesal. Tapi Jungmin tetap berlari menembus kerumunan orang yang berlalu lalang disekitar taman, menabrak siapa pun yang menghalangi larinya,menyetop sebuah taksi lalu menaikinya.

@@@@@

                BRAKKK!!

                Terdengar suara keras pintu yang di buka. Seorang gadis muncul dari balik pintu itu dengan sedikit keringat menghiasi wajah cantiknya. Namja yang sedang menonton di ruang tv pun kaget mendengar sekaligus melihat siapa gadis tersebut.

                “Hei.. Jungmin-ya. Ada apa denganmu?”tanya namja itu

                Jungmin tidak  menjawab pertanyaan namja itu. Nafasnya masih tersengal-sengal.

                “Hhh…Hhh…Hhh… Opphh…a..”Jungmin sebisa mungkin bicara dengan nafasnya yang terputus-putus itu.

                Namja itu menghampiri Jungmin yang masih terdiam di pintu,”Kau baik-baik saja?”tanyanya

                “Bagaimana mungkin aku baik-baik saja?! Aku lari dari jalan di depan! Ada kecelakaan!”kata gadis itu ketika nafasnya sudah mulai teratur.

                “Mworago? Lari jalan di depan? Kau gila ya? Itukan jauh sekali.”

                “Tentu saja itu jauh! Hhh..Hhh..”nafas yeoja itu kembali tersendat.”Aku haus..”kata yeoja itu

                Namja yang bingung melihat yeoja itu kemudian menuntunnya menuju dapur rumah lalu menuangkan air kedalam sebuah gelas.”Ini.. Minumlah.”

                Gadis itu meneguk air yang diberikan tadi sampai habis,”Aaaaahhhh… Leganya..”gadis itu memberikan gelas kosong tersebut pada namja yang masih menatap heran pada dirinya.

                “Katakan padaku,kenapa kau sampai seperti ini? Lari dari sana kan jauh sekali. Kau gila ya?”

                “Ini semua gara-gara oppa tau tidak?!”sahutnya ketus

                “Lho? Kenapa kau malah menyalahkan ku? memangnya aku salah apa?”tanyanya polos

                “Hah? Oppa tanya apa salah oppa?”

                “Ne.”

                “Apa benar-benar tidak tau?”

                “Tidak.”

                “Aiiiisssshhh.. Tadi kan di telepon oppa bilang kalau aku harus pulang dalam hitungan ketiga,kalau tidak oppa kembali ke dorm lagi.”

                “MWO?? Jadi karna itu kau lari-lari begini?”tanya sang namja. Jungmin mengangguk pasti menjawab pertanyaan tadi.

                “Gadis bodoh~,”ujar sang namja sambil memukul pelan kepala Jungmin

                “Hyaa!! Kenapa aku di pukul?”

                “Aku tidak serius mengatakannya. Mana mungkin aku kembali ke dorm secepat itu. Kami di beri hari libur tiga hari.”

                Jungmin lemas mendengar perkataan namja itu barusan.”Ternyata aku di bohongi..”ujarnya

                “Memang itulah dirimu. Walau pintar tapi sangat mudah di bohongi. Parpaduan yang unik.”kekeh namja itu

                Ingin sekali rasanya Jungmin menghajar namja itu karna membohonginya,namun niat itu di urungkannya. Namja itulah yang selalu menemaninya dari kecil. Kapanpun Jungmin ingin bercerita,minta nasihat bahkan butuh bantuan namja itu akan selalu ada untuknya. Akan tetapi keadaan sekarang sudah tak seperti dulu,namja itu sangat sibuk dengan jadwalnya yang padat. Untuk sekedar bertukar pikiran pun terkadang sang namja sudah tidak bisa.

                “Oh ya oppa,dimana ahjumma? Kenapa rumah sepi?”tanya Jungmin

                “Ibu ke supermarket sebentar. Katanya mau masak masakan istimewa hari ini setelah tahu aku akan pulang.”jawabnya santai

                “Hah? Ahjumma tahu kalau oppa mau pulang hari ini?”

                “Tentu saja.”

                “Aaahh.. menyebalkan! Kenapa ahjumma tidak bilang padaku?”kata Jungmin merengut

                “Bukan kejutan namanya jika kau sudah tau! Lebih baik ganti bajumu dulu. Keringatmu bau sekali.”ejeknya

                “Enak saja~. Salah siapa aku jadi keringatan begini? Tidak merasa bersalah rupanya oppa ku ini.”

                “Baiklah kalau kau membantahku. Sini.. aku saja yang menggantikan bajumu.”goda sang namja

                “ANDWAE!!!”serunya menjauh dari sang namja.

                Namja itu tersenyum melihat tingkah Jungmin,lucu juga melihatnya ketakutan begitu,”Memangnya kenapa? Dulu juga kalau tidak ada eomma mu, aku yang memandikanmu. Dulu kau selalu meminta ku memakaikan bajumu. Lantas kenapa sekarang tidak mau?”goda sang namja lagi

                “Shiroh!!!! Itu kan dulu oppa. Waktu aku masih kecil. Sekarang aku ini sudah besar. Kalau oppa melakukannya itu namanya pelecehan tahu?!”

                “Apanya yang pelecehan? Kau itu tidak menarik! Mana ada gadis yang galak seperti kau itu. Sudah sana ganti bajumu! Kalau masih menolak juga aku benar-benar akan mengganti bajumu.”kini sang namja berlari mengejar Jungmin yang ketakutan. mereka berlari mengitari meja makan yang daritadi mereka duduki. Jungmin berlari mengindar sedangkan sang namja berusaha untuk menangkapnya.

                “Aiihh.. Arraseo..Arraseo.. aku akan ganti baju.. sudah jangan mengejarku lagi oppa.. aku capek.”kali ini Jungmin kalah. Tenaganya terkuras gara-gara lari.

                “Baguuss.. itu baru namanya adik sepupuku tercinta. Menurut apa kata oppanya. Lekas lah ganti bajumu.”namja itu tersenyum senang,sementara Jungmin yang kelelahan tidak menggubris komentar oppanya. Dengan langkah gontai Jungmin menuju kamarnya yang terletak di lantai atas. Namun langkahnya menaiki tangga terhenti setelah pintu rumah terbuka.

                “Jungmin-ya.. Jinki-ya… Eomma sudah pulang…”kata seorang wanita itu.

@@@@@

                Syera pulang dengan perasaan yang buruk. Bagaimana tidak,sikap Jungmin tadi membuatnya terabaikan,menunggu di bawah pohon besar behasil membuatnya  terlihat aneh sekaligus menyeramkan bagi siapapun yang melihat. Menyebalkan sekali,batinnya dalam hati. Cuaca sangat cerah hari ini,jadi sebelum pulang Syera menyempatkan diri mampir ke sebuah toko yang terletak tak jauh dari rumahnya. Syera masuk ke dalam  toko tersebut dan berputar-putar mengelilingi rak makanan.

                “Mmmm.. Aku bingung mau beli apa.”ujarnya pelan. Setelah berkutat cukup lama dengan rak-rak yang daritadi hanya diputarinya,akhirnya Syera memutuskan untuk membeli tiga kantong snack,empat batang coklat,permen tangkai,dua buah botol jus buah dan tak ketinggalan es krim*waktu nulis ini perut ku jadi laper..T_T*. kini keranjang yang tadinya kosong menjadi penuh terisi dengan berbagai jenis cemilan. Syera lantas segera membayar belanjaannya itu ke kasir.

                “Omo~.. tak kusangka sebanyak ini belanjaanku.”kata Syera setelah penjaga kasir membungkus barang belanjaan yang sudah dibayarnya itu dan memberikannya pada Syera.

@@@@@

                “Yeobo,hari ini kau makan siang dimana?”tanya Eomma Syera lewat telepon

                “Sepertinya hari ini aku makan di luar. Rekan bisnis ku datang dari Jepang.”jawabnya

“Yaahh.. Sayang sekalli,padahal aku masak banyak sekali hari ini. Bagaimana kalau rekan bisnis mu itu makan dirumah kita saja?”ajak Eomma

                “Kau yakin yeobo?”

                “Tentu saja aku yakin! Masakanku kan tidak pernah mengecewakan. Sudah ajak saja rekan bisnis mu itu makan di rumah kita.”kata Eomma tegas

                Setelah mempertimbangkan usul dari istrinya akhirnya sang suami menyetujuinya.

                “… Baiklah,akan ku ajak dia makan di rumah kita.”lalu Appa Syera memutuskan sambungan telepon terlebih dahulu.

@@@@@

                “Aku pulang…”seru Syera nyaring dari pintu masuk. Tapi tidak ada tanggapan sama sekali dari Eomma nya. Sayup-sayup Syera mendengar ada suara dari arah ruang makan yang letaknya dekat dapur. Ragu-ragu Syera mendekati tempat itu,takut kalau itu adalah suara orang yang mau merampok rumahnya.  Namun ketakutan Syera sirna dan berubah menjadi bingung ketika mendapati Appa dan Eommanya makan dengan seseorang pria paruh baya dan beberapa pria berumur empat puluh tahunan  yang lain.

                “Oooohh.. Syera-ya.. kau sudah pulang rupanya. Ayo kemarilah.”ajak Appa.

                “Kemarilah nak,perkenalkan dirimu.”tambah Eommanya. Mau-tak-mau Syera mendekat dan memperkenalkan dirinya

                “Annyeonghaseyo.. chonun Kim Syera imnida..”katanya sambil membungkukkan badan

                Syera memberi salam dan memperkenalkan dirinya,tapi ekspresi para pria-pria itu tampak bingung. “Syera.. mereka ini rekan bisnis ayah dari jepang,mana mereka tahu bahasa korea! Pakai bahasa Inggris saja.”seru Eomma. Aiishh.. kenapa tidak bilang daritadi sih! Aku kan malu,batinnya.

                “How are you? My name is Kim Syera,I am their children. It is nice to see you.”katanya tak lupa membungkukkan badannya lagi.

                “Ooohh.. so you are the one!”seru seorang pria yang ternyata adalah presiden direktur sebuah perusahaan besar di jepang

                “Pardon me?”tanya Syera tak mengerti

                “Mr. Kim talked about his daughter very often. He said that her daughter was a nice and lovely girl.”puji pria itu. Mendengar pujian pria itu pipi Syera bersemu merah,makanya dia menunduk.

                “T-T-Thank you ve-very much.”katanya terbata-bata

                “Hei.. kenapa wajahmu merah begitu Syera?”tanya Eomma nya sedikit berbisik

                Syera yang masih menunduk berkata pelan,”Aku malu Eomma,ternyata selama ini appa memujiku di depan rekan bisnisnya.”

                “Huuu~.. dasar kau ini! Sudah sana ganti bajumu lalu makan bersama kami.”suruh Eommanya

                “Ne.. baiklah Eomma.”kata Syera kemudian,setelah itu dia permisi pada para tamu appanya dan naik ke kamarnya untuk berganti pakaian.

@@@@@@

                Dua jam berlalu sejak makan siang tadi. Suasana makan siang yang hangat dan juga ringan. Kabanyakan yang di bahas saat makan siang tadu memang urusan bisnis ayahnya,tapi tak sedikit juga membahas topic jauh dari urusan bisnis. Rekan bisnis ayahnya pun sudah pulang. Kini dirumah hanya seperti biasa,Syera,Eomma dan Appanya saja. sepi memang,tapi mau diapakan lagi. akhirnya setelah Syera membantu Eomma nya mencuci piring,ia naik kembali ke kamarnya.

                “Fiuuuh.. aku lelah sekali.”desahnya saat berada kembali di kamar. Syera mendudukkan dirinya ke tempat tidurnya yang berbalut bed cover ungu itu. Diambilnya ponsel dari dalam tasnya lalu mencari-cari nama seseorang yang ingin di teleponnya,setelah menemukan nama orang itu,Syera menekannya dan telepon pun tersambung. Tanpa tunggu lama,orang di seberang sudah mengangkat telepon dari Syera.

                “Yeobseyo..”

                “Jungmin-ah~..”seru Syera

                “Ne~,waeyo Syera? Tumben siang-siang begini kau meneleponku.”

                “Aah.. Ani… aku hanya ingin bicara denganmu saja. kau sedang apa?”tanya Syera

                “Aku baru selesai makan siang. Perutku kenyang sekali!”

                “Aku juga baru selesai makan,tadi rekan bisnis ayahku dari jepang makan dirumah.”

                “Memangnya aku bertanya padamu?”canda Jungmin

                Syera kesal dengan respon dari Jungmin,”YAA!! Kau ini! Aku kan Cuma mau cerita. Tega sekali!”

                “Hahahaha.. iya aku hanya bercanda kok.”

                “Tidak mau minta maaf?”

                Agak lama Jungmin menjawab,”Untuk apa?”

                “Mwo? Tidak sadarkah kau?”tanya Syera tak percaya

                “Aku lupa! Sudah jangan berputar-putar.”

                “Tadi kau menginggalkanku di bawah pohon besar lama sekali tahu!”

                Terdengar suara tertawa dari Jungmin ,”Hmmmphh.. Mianhae Syera-ah..”katanya sambil menahan tawanya

                “Malah tertawa! Siapa yang meneleponmu tadi? Tidak biasanya aku menjauh dariku seperti tadi.  Apa itu kekasihmu? Ya-ya-ya!!! Kenapa kau rahasiakan ini dariku,hah?”omel Syera

                “Hei,hei,hei.. jangan sembarangan! Itu bukan kekasihku! Enak saja..”

                “Lalu kalau bukan kekasihmu,itu siapa?”Syera kali ini penasaran

                “TIDAK AKAN KUBERITAHU!”jawab Jungmin. Setelah mengatakan itu,sambungan telepon terputus. Jungmin mematikan terlebih dahulu sambungan tetepon sebelum Syera bertanya lebih jauh lagi. Ini adalah sebuah rahasia yang tidak akan Jungmin ceritakan pada Syera sahabatnya.

                Syera manatap kesal ponselnya. Perasaannya masih kesal pada Jungmin. Benar-benar tidak punya hati!,batinnya. Dengan perasaan yang kesal,Syera menatap Kokeshi(sejenis patung dari jepang) pemberian rekan bisnis ayahnya tadi. Ada dua patung kokeshi di tangan Syera,yang satu ingin diberikannya pada Jungmin,makanya tadi Syera meneleponnya. Tapi bukannya mengatakan maksud yang sebenarnya,Syera malah memancing Jungmin marah.

                “Kenapa ya dengan sikap Jungmin hari ini? Tidak biasanya dia bersikap seperti ini. Aneh sekali! Aaaarrggghh….”kesalnya

                “Syera-ya… kenapa kau berteriak-teriak begitu?”seru Eommanya dari bawah

                “Aaah.. A-Ani Eomma.. Gwencana..”serunya dari kamar.

Jungmin POV

                “hhhh..”desahku ketika mematikan telepon dari Syera,”Anak itu penasaran sekali sih! Lama-lama aku akan kehabisan alasan.”

                Tiba-tiba pintu kamar Jungmin diketuk oleh seseorang

                “Siapa?”tanyaku sambil menoleh kearah pintu

                “Ini aku. Boleh aku masuk?”

                “Ooohh.. Oppa rupanya,masuklah oppa,pintunya tidak dikunci.”

                Oppa ku ini aneh sekali sih,bukannya masuk tapi malah menyembulkan kepalanya dari pintu.

                “Gadis galak,sedang apa kau?”tanyanya masih dari balik pintu. Sepertinya Onew sangtaenya keluar lagi -__-a.

                “Enak saja aku dibilang gadis galak!”seru ku,enak saja mengataiku begitu,”Di kampus, aku ini terkenal ramah,tau tidak.”lanjutku lagi. namun bukannya menaggapi,dia malah tertawa terbahak-bahak. Memang apa yang lucu?

                “HUAHAHAHAHA.. yang benar saja kau! Hei..hei.. sudah berapa lama aku mengenalmu? Jangan bohong.”katanya sambil tetap menahan tawanya

                Aku mamanyunkan mulutku tanda kesal padanya,punya waktu luang yang langka seperti ini bukannya dimanfaatkan baik-baik malah mengetaiku! Dasar!

                Mungkin karena melihatku cemberut bagitu dia yang entah sejak kapan mulai ada dihadapan ku memasang muka memelas.

                “Apa?!”tanyaku ketus

                “Kau marah ya?”katanya lembut. Aku tidak menjawabnya,wajahku masih kupasang cemberut seperti ini. Hahaha.. menyenangkan sekali mengerjainya,Oppa..Oppa.. ternyata kau juga mudah di tipu! Yeeesss!!!! Batinku.

                “Lalu mengapa wajahmu cemberut begitu?”

                “Terserah aku! Oppa kan bilang aku gadis galak. Wajarkan kalau wajah gadis galak begini?”pertanyaan ku sukses membuatnya tertunduk lesu.

                “Mian… aku kan hanya bercanda.”ujarnya pelan

                “Untuk apa oppa minta maaf? Memangnya oppa punya salah padaku?”aku mencoba menggodanya

                “Karna tadi aku mengataimu gadis galak. Mianhae..”

                “Lalu?”

                “Lalu apanya?”oppa ku kini mangangkat wajahnya heran

                “Aku mau  memaafkan oppa, asal oppa mau melakukan sesuatu untukku.”

                “Baiklah!”serunya girang. Aigo~.. oppa tercinta ku ini benar-benar polos. Tidak sadar rupanya dia daritadi kukerjai,”Apa itu?”lanjutnya lagi

                “Aku mau besok oppa mengantarku ke kampus!!!”titahku

                “MWO?!”ia membulatkan mulutnya. Lucu sekali.

                “Ya sudah kalau begitu tidak jadi ku maafkan!”aku pura-pura ngembek lagi

                “A-Arraseo… aku akan mengantarmu ke kampus. Tapi kalau teman-teman kampusmu atau orang lain melihat kita bagaimana? Kau akan menjadi sasaran empuk mereka,itu kan yang kau bilang padaku.”onew oppa mulai mengkhawatirkanku. Yaah.. memang inilah salah satu alasanku tidak pernah mau di antar onew oppa ke manapun aku pergi,aku takut orang lain akan mengajakku berteman untuk memanfaatkanku hanya karna aku adalah sepupu Onew,Leader sebuah boy band ternama di korea selatan dan Negara asia lainnya.

                Cukup lama aku menimbang permintaan ku tadi,tapi keputusanku sudah bulat! Entah mengapa aku ingin sekali onew oppa mengantarku besok.”Tidak mau tahu! Besok oppa turunkan saja aku di halte dekat kampus. Lagipula kaca mobil oppa kan gelap,jadi aman.”

                Dia mengangguk tanda setuju, pasti dia merasa kaget dengan permintaanku. Dulu selalu dia yang ingin mengantarku kemanapun aku pergi,walau itu ke mini market di dekat rumah dan aku selalu menolaknya. Bagaimana kalau ada shawol yang melihat kami lalu menghajarku? Bagaimana kalau mereka menganggap aku ada hubungan khusus dengan sepupu dubu ku ini? Itu yang selalu menghantuiku sejak dia debut.

                “Ya sudah kalau kau memaksa. Aku senang akhirnya aku bisa mengantarmu ke kampus. Hahaha.. besok jam berapa aku mengantarmu?”wajahnya berseri gembira

                “Jam Sembilan saja.”kataku

                “Mmm.. baiklah! Jam Sembilan. Kalau begitu aku keluar dulu. Tadinya aku mau mengajakmu nonton dvd yang baru ku pinjam dari Jjong,tapi kulihat kau sibuk belajar. Lanjutkan belajarmu saja!”ujarnya sambil menuju keluar dari kamarku,namun kulihat dia berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadapku,”Bukan kah besok tanggal merah?”

                “Iya,tapi besok itu kuliah pengganti. Dosen yang mengajar materi ini kemarin pergi ke Busan. Dia itu paling di hormati di kampus ku,jadi kapanpun dia mengganti kelasnya akan kuhadiri!”

                “Ne~… aku bangga kau semangat belajar begini! Jungmin-ah.. Saranghae~.”serunya,dia membentuk hati dengan kedua tangan nya di atas kepala. Aku tersenyum melihatnya. Kemudian ia mulai beranjak pergi.

                “Aaahh.. oppa.. hati-hati ya,aku sedikit curiga dengan film yang oppa pinjam dari Jjong oppa.”

                Dia terheran mendengarku berkata begitu,”Kenapa memangnya?”

                “Ahh.. Ani.. lupakan saja! selamat menonton oppa!”kataku. Kali ini dia benar-benar sudah keluar dari kamarku,tadi kulihat sekilas dia memiringkan kepalanya,mungkin dia masih memikirkan kata-kata ku barusan. Terakhir kali aku dan onew oppa menonton film yang dia pinjam dari Jjong oppa sangat membuat aku jengah,bagaimana tidak,itu film untuk orang yang amat-sangat-dewasa. Kau pasti mengerti maksudku kan?! Oppa ku tak kalah jengahnya. Mukanya mendadak merah padam dan badannya jadi kaku. Kurasa dia shock melihat adegan film itu. Hahaha..

                Kini aku mulai kembali focus pada buku tebal yang ada di hadapanku,baru separuh halaman yang kubaca. Tak lama berselang kudengar onew oppa berteriak dari kamarnya.

                “Kyaaaaaa~.. KIM JONGHYUN!!!! AWAS KAU YA!!! FILM APA INI!?!?!?!”teriaknya dari kamar. Aku tertawa mendengar teriakannya itu. Benar kan dugaanku!

 Ayo ayo ayo~.. di komen di komen di komen~.. hihihihihi.. gimana ceritanya? Bagus kah? Buruk kah? Aigo~.. aku stress mikirnnya.. betewe.. Gomawo ya yang udah mau baca FF ini.. 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

16 thoughts on “It Start With a Blog – Part 3”

  1. wah,first reader?? Kereen.. ^o^
    Jungmin itu yeoja y? Kirain Park Jung Min ss501 -_-a *author: reader pabbo*
    Asyik bgt Jungmin,jd sepupu’y jinki…
    Daebak,lanjut saeng ^.^

  2. Wakakakakakkaka
    Dikerjain sama jjong
    Lagian minjem dvd ke jjong
    Gitu deh jadinya
    Hmmm…
    Kirakira kapan ya syera tau kalo jinki itu sepupunya jungmin?
    Apa jangan jangan nanti pas dianter ke kampus ketemu?
    Wahhh penasaran
    Lanjuuut

  3. hahaha, film apa sih yang di tonton ampe” onew oppa teriak,,?? 🙂
    wah jong oppa berbahaya nih *di tabok blingers >_<*
    hehe, sru on, lanjutannya jangan lama" ya

  4. PARAAAHH!!
    JJONG MESUM!
    PASTI ONEW DIKASIH -tuut-…
    Ak tertipu!! ternyata Jungmin cewe,
    ak kirain temen cowo.nya Syera,,
    lnjut2…

  5. Waa….
    Kereen, masih blum nyambung dg judulnya,,
    jgn2 nobody itu onew ya,,
    aq bener kan..??
    lanjuuuuuttt..

  6. ahahahha aku kira itu tuh oppanya jjong ..
    taunya jinki .. ckckkc
    terakhirnya seru ahahahha ….
    dasar dubu ..
    wahh jjong malah mengotori si dubu yg putih .. ahahahhaha kocak .. pendek …
    nih … huahahahahah tapi tak apa2.. di tunggu lanjutannya ..

  7. aaaa jadi si jinki sodaranya jung min?pantesan si jungmin jauh2 pas angkat telpon ^^

    kira2 si jinki tau g ya kalo yg nulis ff yg dia dibikin id death itu syera temennya jungmin,hihihi penasaran gimana reaksinya kalo mereka ketemu….

    i’ll wait fr next chaop thor..hwaiting 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s