Kim Brothers

Kim Brothers

 

Title: Kim Brothers

Author : dhedingdong

Main Cast: Kim Jonghyun, Kim KEY Bum

Support Cast: Park Hye Sung (nama ngawur :p)

Length : Oneshoot

Genre: Family, Romance, Angst

Rating : PG-13

Summary : Judul terinspirasi oleh fansite Jongkey==’v, cerita terinspirasi oleh banyak hal.. XD

 

“lepaskan tembakannya! Jangan biarkan dia lolos!”

“blokir semua pintu, yang menghubungkan pintu keluar! CEPAT!!”

“segera siapkan satu pleton tim anti teror!”

“CEPAT!! CEPAT!!”

* * *

Hidup. Aku tak tahu apa arti hidup itu sebenarnya. Yang aku tahu adalah saat kita mati dan meninggalkan semuanya di dunia ini. Benar begitu bukan?

Setiap orang takut pada kematian. Namun TIDAK bagiku. Bahkan setiap saat aku bergelut pada pekerjaan yang mengharuskanku untuk menantang kematian. Dan aku telah siap, jika kematian tersebut akan mengincarku sewaktu-waktu.

“Hey, hyung! Bagaimana caranya agar kita lolos dari sini? Mereka telah mengepung kita!” kulihat sirat wajahnya yang sangat cemas.

Aku hanya dapat tersenyum simpul saat melihat dongsaengku yang merangkap sebagai partner kerjaku terlihat sangat khawatir dengan ancaman yang ada didepan matanya sekarang.

“percaya padaku, kau akan selamat dongsaeng!”

 

“kawanan tikus mendekat, siapkan senjata! Kawanan tikus mendekat, siapkan senjata!”  kudengar suara kepanikan yang berasal dari pusat pengontrol yang kupasang pada telinga kananku.

“Pakai ini! Kau sangat mahir dalam ketrampilan menembak menggunakan 2 tangan sekaligus, bukan?” kusodorkan 2 buah pistol jenis FN yang telah kusiapkan dari awal.

“Bagaimana denganmu hyung?”

“bawa saja seluruh barang yang kita dapat, aku akan menyusulmu nanti! Cepat, tak ada waktu lagi!” kutendangkan sebuah bola hasil temuanku di gudang ini ke atas balkon, hingga balkon tersebut berlubang cukup besar.

“naiklah ke atas bahuku, dan lompatlah ke atas! Disana terdapat jalan tersembunyi untuk keluar dari sini!” tanpa basa-basi, ia naik ke atas bahuku dan berhasil melompat ke atas balkon.

Kini tinggallah aku yang terjebak di sebuah gedung dengan penjagaan ratusan polisi beserta tim anti teror.

“Tunjukkan kehebatanmu sekarang, Kim Jonghyun!” kupasang kacamata hitamku agar dapat menyamarkan wajah.

“hati-hati, kawanan tikus berada di balik batu. Hati-hati, kawanan tikus berada di balik batu.”

Kali ini, 2 buah senjata jenis AK-56lah yang menjadi teman setiaku untuk menyerang kawanan orang-orang bodoh disana. Kupasang rompi anti peluru ditubuhku, sehingga memudahkanku untuk menjalankan semua misi yang telah terencana.

“Diam ditempat atau kau akan kami tembak mati!”

Tanpa berpikir panjang lagi, kutembakkan senjata bawaanku ke arah pintu ruangan. Dan sekarang, hanya gedung inilah yang menjadi saksi pertumpahan darah para orang-orang sialan seperti mereka. Sudah berjam-jam aku melayani tembakan-tembakan mereka. Dan entahlah, sudah berapa puluh korban yang telah berserakan di lantai.

“Aku tak mau menyia-nyiakan waktuku hanya untuk melayani kalian! Jadi, terpaksa aku menggunakan cara ini!” kuambil sebuah granat yang berukuran cukup besar, buatan profesor Lee yang menurutku cukup untuk membuat gedung ini luluh lantah. Bahkan bangunan-bangunan disekitarnya pun ikut terkena dampaknya.

Kupanjat balkon yang sama dengan dongsaengku gunakan untuk kabur beberapa saat yang lalu, dan tak berfikir bagaimana nasibku selanjutnya. Aku mengalihkan perhatian mereka pada senjata AK-56 yang kutinggalkan di dalam gedung.

Setelah kurasa aman, aku memanjat tembok yang kira-kira berukuran 5 meter yang mengitari gedung itu. Sepertinya itu sulit untuk ukuran orang normal, namun bagiku itu adalah hal yang sangat sepele. Tepat aku berdiri di atas tembok yang cukup tinggi tersebut,  ku keluarkan granat dan sesegera mungkin untuk membuka pin.

Kulihat banyak orang menunjuk-nunjuk keberadaanku dengan tatapan panik, namun aku tak akan mempermasalahkannya. Karena mereka tak akan dapat berbuat macam-macam lagi. Dalam hitungan detik, kulemparkan granat tersebut ke arah gedung. Dan apa yang terjadi? Hahaha, Kim Jonghyun! Kau menang lagi!!

HOT NEWS

KIM BROTHERS berulah kembali. Mengambil seluruh lukisan kuno yang bernilai milyaran won. Serta kali ini dengan jumlah korban yang lebih besar dari sebelumnya. Meluluh lantahkan Art Museum, dan telah menghilangkan lebih dari 200 nyawa. Juga membuat lebih dari 50 orang terluka berat. Polisipun tak dapat melacak keberadaannya! Hanya waktu yang dapat mengungkap siapa sebenarnya mereka, dan apa motif dari seluruh perbuatannya!

 

 

 

“kerja yang bagus!”

“hhh~ apa yang akan kau bayarkan atas keberhasilan kami??” kurebahkan tubuhku di atas sofa yang empuk pada ruangan Profesor Lee.

“untuk kali ini, 500 juta won! Bagaimana?”

“Hhh~ sedikit itukah? Aku telah berhasil mengambil barang senilai lebih dari 3,5 miliar won!”

“1 miliar won! Hanya khusus untuk Kim Brothers!” kata Profesor Lee sambil melempar minuman kaleng ke arahku.

“Apa boleh buat?” aku mengangkat kedua bahuku.

***

Kurebahkan tubuh lelahku ini diatas rerumputan di taman kecil yang terletak pada belakang laboratorium milik Profesor Lee bersama Key. Aku memandang langit-langit yang cerah ditemani bintang-bintang yang bertebaran. Aku yakin, di antara ribuan bintang terdapat satu bintang yang paling indah. Umma. Aku sangat rindu dengannya. Jika ia tak meninggalkanku, aku sangat yakin! Aku tak akan menjadi seorang yang seperti ini. Aku telah RUSAK!! Akupun tak memikirkan lagi bagaimana keadaanku selanjutnya.

“dapatkah kita menjadi seorang manusia seutuhnya tanpa harus melakukan pekerjaan ini hyung?” tanya Key yang membuyarkan lamunanku.

“Kurasa tidak”

“lantas, apakah kau tak merasa berdosa telah menghilangkan nyawa manusia sebegitu banyaknya?”

“tidak, karena itu semua resiko pekerjaan kita!”

“apakah kau tak menyesal telah masuk pada pekerjaan dibidang seperti ini?”

“kau yang akan dapat menjawab pertanyaan ini sendiri!” aku mengacak-acak rambutnya.

Key adalah dongsaengku semata wayang. Jarak umur kami hanya terpaut 1,5 tahun.  Aku telah memutuskan untuk bergabung dan bekerja sama dengan Profesor Lee, hingga akhirnya kami berdua juga menjadi partner kerja. Dan kini kami berdua telah di kenal hingga ke kawasan ASIA dengan julukan Kim Brothers. Dua orang namja bermarga Kim yang memiliki banyak nyawa serta keberanian yang luar biasa untuk melakukan tindak kriminal di kelas paling tinggi.

“aku lelah hyung…” kulihat wajah Key yang sangat lesu dengan bulir-bulir air mata membasahi kedua pipinya.

“kau sakit?” tidak, itu tidak mungkin. Setiap hari Profesor Lee menyuntikkan sistem kekebalan ke tubuh kami. Jadi akan sangat sulit jika virus penyakit menyerang tubuh kami berdua.

“aku ingin keluar dari semua ini..” ia menyenderkan kepalanya ke atas bahuku.

“aku tahu apa yang kau rasakan sekarang, aku tahu jika kau ingin menjadi namja normal yang tak harus berkejar-kejaran dengan pihak berwajib, ataupun harus menerima berbagai suntikan setiap harinya dari Profesor Lee. Namun apa yang bisa kita lakukan sekarang? Kita telah terlanjur untuk masuk ke lubang neraka! Kita yang memulai, jadi kita juga yang akan mengakhirinya!” jelasku panjang lebar.

“ne hyung,ini semua sudah menjadi resiko kita! Dan untuk selamanyalah, kita akan menjadi seperti ini! Kim Brothers yang memiliki banyak nyawa dan keberanian luar biasa!” kata Key kepadaku dengan senyum tulusnya.

 “mianhae, jika aku telah lancang mengajakmu ke lubang neraka ini tanpa harus meminta izin kepadamu terlebih dahulu!” memang, rasa penyesalan selalu datang di saat akhir. Yang saat ini telah melanda pada diriku.

“gwenchana hyung! Aku tahu, ini semua demi kebaikan kita!” lagi-lagi, Key menampilkan senyuman manisnya ke arahku.

Apakah kalian bertanya-tanya, apa hubungan kami dengan Profesor Lee? Dan mengapa pula Profesor Lee harus ikut campur pada tindak kriminal dengan tingkat kelas Asia?

Kini, Profesor Lee telah kami anggap sebagai Orang Tua kedua setelah Orang Tua kandung kami meninggal 12 tahun yang lalu. Ia yang menghidupi kami hingga umur kami berdua hampir mencapai 20 tahun seperti sekarang ini. Ditengah merawat kami seperti merawat anak beliau sendiri, ia membekali kami dengan berbagai keahlian kriminal. Mungkin bisa dibilang pelatihan ini layaknya untuk militer. Sebagai contohnya seperti berlatih menembak, memanjat, ataupun bela diri. Itu semua adalah hal sepele bagi kami. Tak tanggung-tanggung, kami bisa menaklukkan tembok yang setinggi 8 meter tanpa bantuan alat apapun. Hanya bertumpu pada kekuatan kedua kaki. Menembak dengan menggunakan kedua tangan juga adalah hal biasa yang kami lakukan saat beraksi.

Entahlah, aku juga tak mengerti mengapa kami selalu lolos dari lingkaran maut yang terus mengincar kami. Banyak masyarakat umum yang berpendapat jika kami berdua bukanlah manusia sesungguhnya. Karena kami selalu lolos dari pengejaran ataupun tembakan-tembakan mati. Aku sempat berfikir jika ini semua adalah benar-benar sesuatu yang konyol!

Sejak pertama tinggal disini, setiap hari kami selalu diberi bermacam-macam suntikan dari ramuan yang dibuat oleh Profesor. Entah apa yang diinginkannya, namun ia selalu berkata jika itu untuk kekebalan tubuh kami agar tak dapat terserang penyakit yang disebabkan oleh virus. Namun seperti adanya rasa suatu kecanduan, setiap salah satu dari kami terlambat menyuntikkan vaksin tersebut tubuh kami terasa sangat lemah dan seperti mayat hidup yang tak dapat melakukan aktivitas apapun.

“hey hyung, lagi-lagi kau melamun!”

“haha, mian! Lekaslah tidur, esok pagi kita harus melaksanakan misi selanjutnya!” jawabku sambil bergegas bangun dari atas rerumputan.

* * *

“apa yang harus kami kerjakan sekarang?” tanyaku pada Profesor Lee yang masih saja bergelut pada meja kerjanya.

“cukup mudah, sandera yeoja yang bernama Park Hye Sung! Anak satu-satunya dari pengusaha berlian Internasional yang sangat terkenal, Park Corp!” jawab Profesor Lee sambil memutar kursi kerjanya menghadap ke arahku.

“hanya itu saja?” tanya Key enteng.

“ne, tapi berhati-hatilah! Kemampuan bodyguard yang menjaganya berada satu tingkat di bawah kalian!” kata Profesor Lee yang aku pikir wajahnya menunjukkan kekhawatiran.

“bisa di atur!” Tanpa banyak pikir, aku bersama Key meninggalkan Profesor dan segera bergegas ke mobil sport berwarna putih yang telah dilengkapi sistem anti peluru serta semacamnya.

“kau siap?” tanyaku pada Key sambil mengenakan kaca mata hitam kesayanganku.

“apa yang harus perlu di tunggu?? Kajja!”

Ku tancap gas mobil dan kulajukan mobil sport ini hingga kecepatan lebih dari 125km/jam. Tak menunggu berapa lama, akhirnya kami telah sampai di tempat tujuan. Seperti layaknya pengunjung yang hendak membeli berlian, kami tak menunjukkan gelagat aneh ataupun mencurigakan. Dengan langkah pasti, kaki kami terus melaju di setiap ruangan hanya untuk mencari yeoja tersebut.

Dengan berandalkan kelebihan pada mata kami bak mata seekor elang, kami berdua tak putus asa untuk mencari. Hingga mataku tertuju pada seorang yeoja yang tengah duduk di sebuah bangku cafetaria yang letaknya tak jauh dari kami berdiri.

“Ini saatnya, siapkan senjata untuk ancaman!” kataku pada Key sambil memberi aba-aba untuk memulai aksi kami berdua.

“ne” jawab Key yang sedari tadi telah mempersiapkan senjata dan telah diletakkannya di balik jaket yang ia kenakan.

Sembari menunggu keadaan aman, kami terus berjalan mendekati yeoja tersebut tanpa harus menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Dengan langkah hati-hati namun pasti, kami telah berhasil berdiri tepat di belakang kursi yang Park Hye Sung gunakan.

“Ingat dan jalankan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya, arra?” bisikku ke arah telinga Key.

Kulihat Key mengacungkan ibu jarinya sambil menganggukkan kepala tanda mengerti.

Tanpa harus berpikir terlalu lama,, sambil melihat keadaan sekitar yang tengah lengah, aku langsung menempelkan sebuah sapu tangan yang telah kuberi obat bius kadar tertinggi tepat di hidungnya. Aku segera membopongnya pergi ke luar ruangan hanya dengan satu tangan tepatnya pada tangan kiriku, sedangkan tangan kananku harus kugunakan untuk menyerang dengan senjata andalanku.

Kuserahkan semua keadaan ini pada Key, yang sejak tadi telah menembakkan puluhan pelurunya ke seluruh orang yang hendak menolong Park Hye Sung tanpa terkecuali para bodyguard yang menjaganya. Sesekali kutembakkan senjataku pada orang-orang yang menghalangi jalanku untuk menuju mobil. Tugasku sekarang hanyalah membawa gadis ini pada Profesor Lee tanpa harus membunuhnya.

Kugeletakkan tubuh lemah yeoja ini di jok mobil belakang. Namun ntah mengapa,, saat aku melihat wajahnya lebih dalam, ada sesuatu yang berbeda pada diriku. Ah, apa yang aku pikirkan? Tak ada waktu lagi! Kami harus segera menyelesaikan misi ini!

“hyung.. cepat tinggalkan tempat ini!” kata Key yang berusaha masuk mobil, dan duduk berada di jok depan. Wajahnya sangat pucat, dengan peluh yang bercucuran. Ia terlihat sangat susah untuk bernafas. Kulihat ia kerap merema- remas baju yang ia kenakan tepat pada dadanya. Matanya juga telah berubah menjadi kemerah-merahan.

“Damn! Kau tak menyuntikkannya lagi? Kau ingin mati, hah?” di saat terdesak seperti ini, Key mengalami ‘anfal’ yang aku pikir tidak tepat pada waktunya.

Tak perduli keselamatanku sekarang, kukendarai mobil ini hingga kecepatan lebih dari 200km/jam. Terserah lagi, dengan umpatan-umpatan yang orang berikan akibat ulahku saat ini. Yang jelas, aku tak dapat melihat Key dengan keadaan mengenaskan seperti itu.

Kulihat spion mobil, dan apa yang aku pikirkan benar terjadi! para polisi berhasil mengikuti kami, dan apa yang harus aku lakukan?

“Shit! Aku tak dapat membiarkan mereka menemukan laboratorium milik Profesor Lee! Aku harus mengalihkan perhatian mereka! Tapi bagaimana mungkin? Key harus segera mendapatkan pertolongan sekarang! Jika tidak, 1 jam lagi nyawanya akan melayang!! So shitty now!”

Aku terus memutar otak lebih keras lagi, dan jalan satu-satunya ialah menambah kecepatan mobil. Mati-matian usahaku untuk lolos dari kejaran orang-orang brengsek disana. Namun akhirnya mereka tertinggal cukup jauh.

“Hah, Kim Ki Bum! You’re so stupid! Sigh!”

aku tahu,ia sengaja tidak menyuntikkan benda itu hanya karena ia ingin tak mau ketergantungan pada suntikan tersebut. Aku mengerti jika ia ingin hidup layaknya seorang namja seumuran dengannya, namun tidak begini caranya. Ini sama saja jika ia ingin membunuh dirinya sendiri!

Setelah sampai di laboratorium milik Profesor Lee, aku tidak langsung menyerahkan yeoja tersebut padanya. Kali ini aku lebih mengutamakan keselamatan dongsaengku daripada bayaran untuk misi ini.

“mana yeoja itu?” sepertinya Profesor Lee dapat mengerti apa yang aku pikirkan.

“bukan saatnya untuk yeoja itu, tapi tolonglah! Key sedang dalam keadaan bahaya!” jujur saja, aku panik. Aku terus menunjuk-nunjuk mobil yang aku gunakan baru saja. Ya, selain yeoja tersebut terdapat pula Key dalam keadaan diambang kematian.

“kau masih kuat membawa Key ke tempat kerjaku? Masalah yeoja itu, biar suruhanku saja yang membawanya!” dan sekarang wajah Profesor Lee tak kalah paniknya denganku.

“ne” aku hanya dapat mengangguk saat mendengarkan instruksi Profesor.

* * *

“bawa ia kemari..” Profesor Lee menunjukkan sebuah ruangan yang banyak terdapat tabung-tabung besar beserta ramuan-ramuan buatannya.

“tempat apa ini?” tanyaku dengan penuh keheranan. Jujur saja selama lebih dari 12 tahun aku tinggal disini, namun baru sekaranglah aku menginjakkan kaki pada ruangan ini.

“tak perlu banyak tanya, bawalah Key dan masukkan ke dalam tabung itu!”

Yang aku lihat sekarang, tangan Profesor Lee dengan lihainya memencet beraneka tombol yang berada di sisi kanan tabung.

Bak seorang yang terhipnotis, aku langsung saja menuruti kata-kata Profesor. Ku masukkan tubuh Key ke dalam tabung tersebut, dan secara otomatis tubuhnya terangkat keatas hingga terlihat ia seperti melayang-layang di dalam tabung tersebut. Semakin lama tubuhnya semakin dipenuhi dengan asap tebal hingga tubuhnya nyaris tak terlihat.

“Apa yang kau lakukan pada dongsaengku?” aku merasa benar-benar termakan emosi saat ini. Karena ketergantungan kami pada suntikannya lah yang membuat kami dapat mati sewaktu-waktu. Memang aku tak mempermasalahkan tentang kematian yang bisa saja menghantui kami kapan saja, namun aku tak mau ini terjadi pada dongsaengku KEY!

“aku hanya ingin membuat Key selamat!” Profesor Lee membela diri.

“hh~ apa yang kau bicarakan? Bukankah kami berdua hanya menjadi kelinci percobaanmu saja?” akhirnya, setelah beberapa lama kuberanikan diri untuk berbicara seperti ini.

“kelinci percobaan? Apa maksud—“

Aku berjalan perlahan mendekat ke arah Profesor Lee, dan kutarik kerah bajunya.

“brengsek! kau kira aku tak tahu dengan kelicikan selama ini hah? Aku dan Key hanya menjadi kelinci percobaan atas ramuan-ramuan yang kau buat! Jika menurutmu ramuan yang kau buat berhasil, kau akan menjualnya pada mafia kelas dunia dengan harga yang sangat tinggi! Dan untuk memanfaatkan keunggulan ramuanmu lah, dengan diam-diam kau memutuskan untuk membentuk Kim Brothers! Karena dengan ini, kau berfikir jika keuntungan yang kau dapat berlipat-lipat ganda! Namun ternyata ramuan-ramuan mu itu berefek samping ketergantungan bagi para penggunanya, dan itu terjadi pada kami berdua. Bukankah begitu? Jawab aku, Lee Hyu Bin!!” kepalan tanganku mendarat tepat pada pipi kanannya.

“ternyata kau cukup pintar, Kim Jonghyun!” ia tersenyum simpul sambil berusaha mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.

“Key, cepatlah bangun! Kita akan segera keluar dari neraka ini! Key, dengarkan aku!!” dengan sisa tenaga yang aku miliki, aku menggedor-gedor tabung kaca dimana Key berada. Berharap ia akan segera bangun dan pergi bersamaku keluar dari sini.

“Percuma saja, ia telah dibawah kendaliku Jonghyun-ah!” sungguh, senyum yang ia tampilkan kearahku penuh dengan kelicikan.

“shit! Dasar kau Profesor sialan! Kau apakan tubuh dongsaengku hah? Kembalikan ia seperti semula!” kedua tanganku terasa gatal, hingga tanpa sadar aku berhasil membuat Profesor Lee babak belur.

“sudah puaskah kau dengan perbuatanmu sekarang? Percuma, ia tak akan dapat kembali seperti semula! Setelah keluar dari tabung tersebut, ia sudah tak menjadi manusia normal sepertimu seutuhnya! Jadi relakan saja dongsaengmu untuk menjadi bahan percobaanku seterusnya!”

Kulihat Profesor Lee merangkak ke arah tombol-tombol tersebut, dan memencet tombol paling besar berwarna merah. Benar saja, sosok manusia dengan tatapan kosong tapi tajam keluar dari tabung kaca tersebut. Wajahnya sangat pucat, dapat dikatakan bak mayat yang hidup. Ia berjalan cukup pelan namun pasti, layaknya sebuah robot yang menunggu perintah dari majikannya.

Aku dapat mengenalinya, ya dia dongsaengku!

“Key!” aku memanggilnya karena kegirangan. Akhirnya ia dapat bangun kembali.

Namun, apa yang terjadi? Ia terus saja berjalan melewatiku ke arah Profesor Lee, tanpa merespon panggilanku tadi. Hanya berselang beberapa jam saja, Key yang awalnya masih normal kini berubah menjadi sosok yang menakutkan. Bukan karena penampilannya, ia tetaplah tampan. Namun menakutkan karena sorot matanya yang tajam dengan warna yang semakin merah dan wajah yang tanpa ekspresi.

“bagaimana? Sangat hebat bukan, ramuan yang telah aku buat?” lagi-lagi, Profesor Lee membuat darahku naik hingga ke ubun-ubun.

“kembalikan dongsaengku seperti semula, atau kau akan ku—“

“hajar dia habis-habisan! Kalau perlu, bunuh dia!” Profesor Lee langsung saja memotong pembicaraanku tanpa adanya rasa basa-basi lagi.

Dan yang telah aku takutkan benar-benar terjadi. Dengan begitu saja, Key menjalankan apa yang diperintahkan oleh Profesor Lee.

“Mian dongsaeng! karena kau sedang terkena pengaruh jadi apa boleh buat, aku yang akan menghajarmu!” semua yang aku pikirkan salah besar! Ntah apa yang terjadi padanya, kekuatan tubuh Key yang awalnya sangat jauh dibawahku kini menjadi sangat hebat bahkan kini kekuatan tubuhkulah yang berada jauh dibawahnya.

“sial! Aku tak kuat lagi!” tubuhku sudah penuh dengan peluh yang meluncur deras. Keyakinanku semakin bertambah, jika ia sudah tak akan bisa kukalahkan.

Dengan sekuat tenaga, aku mulai melayangkan pukulan-pukulan kerasku kearahnya. Namun tetap saja ia dapat menghindari ataupun menangkisnya. Saat aku lengahlah, peluang serangannya ia manfaatkan. Dengan bertubi-tubi ia menyerangku, memukul-mukul perut dan kepalaku secara puluhan kali. Dan kini kepasrahan saja yang meliputi diriku. Yang sangat tak ku percaya, ia mengambil pisau besar yang kebetulan berada di belakangnya. Akupun hanya menutup kedua mataku erat-erat.

“Jika itu yang kau mau, bunuhlah aku!” air mataku mulai menetes secara perlahan.

Dengan cepat ia mengayunkan pisau tersebut ke arah jantungku. Wajah bringasnya saat mengayunkan pisau itulah yang membuat hatiku semakin sakit.

Namun hingga beberapa saat kutunggu, aku tak merasakan hal-hal aneh pada diriku. Apakah aku telah berada di alam lain?

Kuberanikan diri untuk membuka sedikit mataku. Tetapi apa yang terjadi? Key menusukkan pisau tersebut berulang kali tepat pada jantung Profesor Lee. Kulihat Profesor Lee tewas seketika dengan berbagai tusukan pisau yang berada di tubuhnya. Akhirnya, aku dapat bernafas lega.

“kini giliranmu…” Key berbicara ke arahku dengan irama suara yang begitu datar.

“tidak.. jangan lakukan ini Key!” aku merangkak mundur secara perlahan.

Namun ia semakin tak mendengar perkataanku. Ia terus saja berjalan ke arahku sambil memegang pisau yang ia gunakan tadi. Semakin lama, wajahnya terlihat semakin bringas dan seram.

“aku menyerah, kau boleh membunuhku sekarang!” rasa pasrah itulah, yang membuatku berani berbicara seperti ini.

Hanya dengan jarak beberapa senti meter, jantungku semakin terpacu. Aku benar-benar merasakan bahwa aku tak mau mati sekarang! Ia berjongkok tepat di depanku, namun aku masih tak mau menatapnya.

“hey hyung, aku tak akan mungkin membunuhmu!”

‘deg!’ suara itu? Kulihat senyuman itu kembali pada diri Key sekarang.

“dongsaeng! Kau sudah sadar?” kupeluk dirinya seerat mungkin. Aku cukup terheran dengan perubahan drastis yang dialami dongsaengku ini dalam waktu singkat.

“sejak tadipun aku telah sadar hyung, dan perlu kau tahu! Aku sama sekali tidak di bawah pengaruh Profesor Lee! Itu semua hanya akting!”

“akting?” aku sama sekali semakin tak mengerti dengan perkataan Key.

Kulihat ia mengangguk pelan, “mungkin ia lupa memencet tombol untuk membuatku terpengaruh dengan perkataannya sewaktu aku berada di tabung kaca tadi!”

“lalu mengapa kau benar-benar memukulku?” tanyaku lagi.

“Babo-ya! Agar Profesor Lee menganggapku benar-benar dibawah pengaruhnya!” aku sangat senang, akhirnya aku dapat mendengar dengusan dan omelan-omelan Key lagi.

* * *

Kini, Kim Brothers kembali beraksi. Namun tidak dengan bantuan Profesor Lee. Kami hanya mengandalkan keahlian yang dimiliki. Dan aku percaya, sangatlah mungkin jika kami akan tertangkap jika tanpa bantuan Profesor Lee. Yah, bagaimana lagi? Kami tak dapat membiarkan Profesor gila itu hidup lebih lama lagi di dunia ini. Dan yang terpenting, kami telah berhasil menstabilkan tubuh kami akibat efek samping ramuan-ramuan Profesor. Jadi kami tak perlu khawatir akan ketergantungan kami pada suntikan-suntikan tersebut.

“kau siap untuk misi kali ini, Key?” tanyaku penuh rasa kemenangan.

“Tentu saja hyung!” jawab Key enteng.

Mungkin saat inilah, aku melakukan misi untuk terakhir kalinya.

Saat aku sedang asyiknya mengambil barang-barang tujuanku di sebuah bank terbesar di Korea Selatan, aku mendengar sebuah dentuman cukup keras berasal dari pintu ruangan. Dan kedua bola mataku menangkap luncuran sebuah benda kecil dan mengenai..

KEPALA KEY!

Aku benar-benar terkejut. Tubuh Key tergeletak tak bernyawa tepat di hadapanku dengan darah segar yang menggenang di sekitarnya. Pandanganku kuedarkan ke seluruh penjuru ruangan, dan kulihat beberapa polisi dan tim anti teror lengkap dengan senjatanya telah berdiri tegap di depan pintu ruangan.

Dengan segera, aku menghampiri Key. Namun sesaat sebelum menghampirinya kudengar suara dentuman lebih keras lagi. Dan kini kepalaku terasa sakit yang luar biasa, lambat laun penglihatanku menjadi buram. Hingga aku ambruk, tak dapat menopang tubuh.

kematian.. kini di depan mataku! Kisah Kim Brothers akan segera berakhir!

HOT NEWS!

KIM BROTHERS berhasil ditembak mati oleh tim anti teror tanpa adanya perlawanan yang berarti. Sangat jauh dari perkiraan, ternyata mereka ialah 2 orang namja yang berumur sekitar 19 tahun. Benar-benar menjadi buah bibir masyarakat seASIA karena kelihaiannya untuk melakukan misi-misi tersebut yang dikemas secara apik hingga menjadi buronan dalam beberapa tahun terakhir!! Sungguh, kemampuan lebih yang dimilikinya digunakan untuk merugikan orang lain! Sangat disayangkan..

==FIN==

P.S anda bingung? authornya semakin bingung==’V

mian jelek yo.. :p :p belum berpengalaman bikin FF kayak gini==’v

tolong komennya doooongg.. 😀 😀 *kedip2

gomawooooooooooo~ 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

43 thoughts on “Kim Brothers”

  1. menurutku alur ceritanya agak terlalu cepet ya #mian biasanya kalo cerita action lebih fokus ke plot daripada ke monolog-nya *hanya saran, aku sendiri belum berpengalaman dan cukup pengetahuan untuk cerita action begini*
    tapi over all nice ff 🙂

  2. Haaaa
    Sedihhh
    Aku pikir awalnya si jong bakal jatuh cinta sama cewe yang dia culik terus dia tobat
    Eh ternyata jauh dari pikiran
    Kerennnnn (y)

  3. aku ngerti ceritanya kok, imagenya cocok sama mereka berdua 😀
    kirain disuntikin narkotik, ternyata bukan ya? :d
    aku sih kurang puas sama endingnya, matinya tanpa perlawanan T.T, tp keseluruhan BAGUS kok 😀
    share more yaa 😀

    1. ne^^

      yaaah, mungkin semacam narkotik ==’a
      *kalo ga di suntikin tiap hari, nagih soalnya
      tapi kalo lebi tepatnya mah, ramuan prof.Lee (tanpa d ketahui nama pasti ramuannya)
      hahahaha XD

      ooohh~
      ya, oke^_^
      bakal d perbaikin buat kedepannya 😉

      gomawo^_^

      ne, aku udah ngirim cerita kesini lagi 2shots 😀
      tunggu publish aja, hihihihi^^v

  4. wow keren
    aku kira awalnya profesor lee itu lee jinki ternyata bukan haha
    key bsama jonghyun disini kompak banget
    jonghyun juga sayang banget sama key

  5. keren!
    tp sayang alurnya kecepetan, actionnya kurang panjang euy.
    terus rada kecewa pas bagian akhirnya, jong ama key mati tanpa perlawanan gt.

    overall keren banget kok, ditunggu ya ff lainnya!

  6. Kerenn!
    Bikin ak cemburuuu…!!
    CEM-BU-RU!!
    Ternyata Jjong emg bwt Key seorang.
    Key mati, Jjong pun ikut juga.
    Sukurin prof.Lee!!
    Mati dah!

  7. hyaaa mian bru komentar n baca … banyak bgt ff yg masih blom aku baca .. hiks..hiks..
    hyaaa keren !! kenapa harus mati !!
    akhirnya bhgia kek .. huhuhuhuhu ..
    good job thor .. action yg keren !!!

  8. iya onnie ! bingung ……………… “_”
    hehe
    tpi koq gk da romancenya on!
    cwek yang diculik itu mana ?

    tpi feelny dapet koq on ! fighting yea .. tunggu next ff -nya

  9. aigoo~, akhirnya mereka mati toh! Kasihan, terus yeoja yang disekap itu gimana nasibnya? Udah selamat kah? Kayaknya Jjong bakal ngelakuin apapun buat Key yak? Hihi, nice ff~!!

  10. Huoo keren Thor!
    Seru XD
    Tapi.. kenapa akhirnya jadi tragis gitu..
    Tapi di mana-mana kejahatan emang selalu kalah! *yee reader yang plin-plan -__-*

    Cakep Thor, Kereen b^O^d

  11. whuaaa
    profesor jahat>~<
    pi keren ff nya thor^^
    coba aj klaw kim brothers tu ngga mati tpi ngilang n jdi legenda(?) untuk seeelamanyaaa(¿) (kedip")
    hehe
    » reader baru bnyak maunya«

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s