I’m Not Your Dongsaeng (Again!) – Part 3

I’m Not Your Dongsaeng (again) !!

Part3

 

Tittle               :           I’m Not Your Dongsaeng (again) !!

Author                        :           Hyo Ra TaeMVP a.k.a Ifa

Main cast        :           Lee Jinki, Lee Taemin, Sung Hyun Yoo

Support cast  :           Others SHINee’s member, Lee Sonsaengnim, Sung Ji Kyung (appa Hyun Yoo), Sung Rae Ki (umma Hyun Yoo), Han Rae Soo, Shin Ha Kyo

Length                        :           Sequel

Genre              :           Humor, Friendship, Family, Sad (maybe)

Rating             :           General

A.N                  :           Annyeong^^. Ini ff pertama aku. Jadi mian kalo ga sesuai selera. Mian juga kalo ada Korean language nya yg salah. Harap maklum, baru 2 bulan jadi shawol. Sekali lagi mian kl pada gasuka. Dimohon k.omennya. Aku butuh saran buat lanjutin ff ini. Oiya, ini semuanya cuman pemain khayalan aku, kecuali SHINee nya. Maap kl ceritanya geje.

Gamsahamnida ^^

Ahh, ganyangka bakal dapet banyak sambutan. Abis aku lama ga buka SF3I gara22 frustasi ff ku enggak d post. Maaf, katanya d part 1 banyak yg bingung ya huhu T.T aku kira uda feeling gitu. Mohon dimaklumin ya. FF debut soalnya. Makasiih bangeet buat semua saran onnie semuaa. Aku seneng banget ada yg nanggepin ff aku. Awalnya aku pengen berhenti nyampe part 2 aja. Eh, tapi uda keburu d post :DD Halaah, uda deh ngomong mulu aku mah. Enjoy ! Hope u like it.

=~=~=~=~=~=~=~

 

Author  POV

 

“Jam 05.30 pm.”

“Huaa, aku bisa dimarahi umma !! Kalau dalam 15 menit aku tidak sampai rumah, bisa mati aku. Kau bisa mengantarku tidak ?”

“Eh, aku tidak membawa kendaraan.”

“ANDWAEE ! Bagaimana ini ? Aku pulang dulu deh. Annyeong Lee Taemin !”

“Ya ! Bagaimana ini, aku bisa dimarahi umma.” gumam Hyun Yoo sambil mempercepat langkahnya.

Sementara itu…

“Huh, dasar Hyun Yoo – ya. Masa aku ditinggal begitu saja. Lebih baik aku ke ruangan appa saja.” Ujar Taemin sambil bergegas

“Annyeong  sonsaengnim..” sapa Taemin

“Eh, annyeong Taemin. Ada apa ?”

“Hmm, appa masih banyak tugas ya ?”

“Lihat saja. Memangnya kenapa ?” tunjuk Lee sonsaengnim kea rah tumpukan berkasnya.

“Aigoo. Kalau tugas appa masih banyak, aku pulang sendiri saja.”

“Ne. Tidak apa apa kan ? Mianhae, tugas appa.. uhh, bisa kau liat sendiri kan ??”

“Ne appa. Gwaenchanayo.”

“Annyeong appaa.” Ujar Taemin yg kemudian berjalan kea rah pintu

“Ne annyeong. Hati hati Taemin.”

“Ne appa.”

Langkah Taemin terhenti saat melihat secarik kertas tergeletak di lantai. Ia segera mengambilnya dan melihat data apa yang tercatat di kertas tersebut. Bibirnya merekah membentuk sebuah simpul(?). Diraihnya ponsel yang ia simpan di saku bajunya dan mencatat hal yg sepatutnya dicatat(??). Kemudian mengembalikan kertas tersebut ke meja kerja tanpa sepengetahuan appanya. Ia pun segera keluar dr ruangan itu. Bibirnya tak henti hentinya memamerkan senyum bahagianya.

>>>>>Flashback End>>>>>

Sung Hyun Yoo POV

Kira kira begitu ceritanya. Aneh bukan ? Aku sebenarnya masih bingung kenapa Taemin bersikap dingin saat bertemu denganku waktu itu. Dasar namja aneh-.-“

“Hyun Yoo – yaa ~.”

“Kau sudah selesai ? Kajja, kita ke kelas.” Kataku sambil berjalan

“Ne.” Kulihat Taemin mengekor (?) di belakangku. Sepertinya dia tidak mau kugandeng lagi. Haha

“Wah, aku sudah tidak sabar menunggu drama akhir tahun. Apalagi kabarnya akan ada guru baru. Kyaa !” kata seorang yeoja kpd temannya.

Aku menoleh ke arah Taemin. Seakan meminta jawaban.

“Waeyo ?” tanya Taemin dg muka innocent nya. Aigoo, kyeoptaa !!

“Ya ! Taemin, berhenti memasang muka innocent mu ! Atau aku akan mengawetkanmu dan memajangmu di kamarku *kejem aja yaa=_=*.”

“Kyaa ! Apa maksudmu ?” ekspresinya berubah total. Kekeke

“Nah, begitu lebih baik.”

“Kau ini ngomong apasih ?” tanya Taemin yg masih tidak mengerti.

“Ani. Lupakan saja. Kau dengar tidak percakapan yeoja tadi ?”

“Anniyo. Memangnya kenapa ?”

“Mereka membicarakan drama akhir tahun.”

“Oh itu. Kau tertarik ?” tanya Taemin seraya tersenyum simpul

“Sepertinya..”

“Arasseo, drama akhir tahun itu merupakan drama penutup semester genap di sekolah ini. Sekaligus merupakan tanda perpisahan dr adik kelas kpd anak anak kelas 9.” Jelas Taemin

“Jinjja ? Sepertinya seru. Kau bilang tadi drama penutup semester genap ?”

Kulihat dia hanya menganggukkan kepalanya.

“Ya ! Aku menyesal ikut menjenguk halmony tahun lalu. Kenapa kau tidak memberi tau aku kalau ada drama akhir tahun ??” sesalku. Ne, semester genap tahun lalu, saat aku masih kelas 7, aku ikut kedua orangtuaku mengunjungi halmony di kota lain setelah ulangan akhir. Kupikir tidak akan ada acara apa apa. Eeh, tidak tahunya aku malah ketinggalan drama tahun lalu-,-“”

“Eh ? Mianhae, jeongmal mianhae. Aku lupa Hyun Yoo – ya.”

“Huh, menyebalkan sekali kau Lee Taemin !” kataku sambil bergegas meninggalkannya.

“Ya! Hyun Yoo – ya, tunggu akuu~.” Kulihat dia mengejarku di belakang.

“Ani ! Kau menyebalkan !” balasku sambil berlari agar Taemin makin tertinggal. Hahahaha *evilaugh*

<skip> *anggep uda pulang sekolah yaa ;)*

“Hyun Yoo – ya, masa gara gara aku lupa memberi tahu mu ttg drama akhir tahun lalu saja kau seperti ini sih. Lagipula, dulu kan sudah lewat. Ayolah, mianhae Hyun Yoo. Jebal, jeongmal mianhae.” Katanya saat aku keluar kelas

“Aku akan memaafkanmu, jika kau mau menerima syaratku.”

“Jinjja ? Apa itu ?”

“Belikan aku satu scop eskrim tiramisu dan dua scop eskrim vanilla di kedai eskrim dekat sekolah.”

“….” Tak ada jawaban. Ia menundukkan kepalanya. Sepertinya dia tidak berminat, yasudah.

“Kau tidak mau ? Baiklah, aku pergi duluan. Annyeong.” Aku berjalan di depannya. Ku tolehkan kepalaku sedikit agar bisa melihat Taemin. Eh ? Waeyo ? Dia menangis ? MWO ?!!

“Ya ! Taemin kau kenapa ?”

“….” Dia masih belum menyahutiku.

“Taemin ! Jebal, kau kenapa ?” seru ku sambil mencari wajahnya yg disembunyikan itu

“A..Ani Hyun Yoo – ya.” Katanya sambil mengangkat kepalanya.

 

Lee Taemin POV

“Belikan aku satu scop eskrim tiramisu dan dua scop eskrim vanilla di kedai eskrim dekat sekolah.”

“….” MWO ?? Apa dia serius e.. eskrim tiramisu katanya ?

“Kau tidak mau ? Baiklah, aku pergi duluan. Annyeong.”

TESS

Ani ! Aku tidak boleh menangis. Apa apaan ini, hanya karena eskrim tiramisu saja.

Sebenarnya, eskrim tiramisu itu merupakan eskrim favorit orang yang sangat kusayangi. Aku pun tak tau dia dimana sekarang. Yang pasti, aku selalu sedih saat orang lain menyebutkan nama makanan favoritnya. Itu membuat aku tak bisa melupakannya..

“Ya ! Taemin kau kenapa ?”

“….” Aku masih diam. Malu mengangkat kepalaku yg kini terdapat bulir air mata.

“Taemin ! Jebal, kau kenapa ?” serunya seraya mencoba melihat ke arahku

“A..Ani Hyun Yoo – ya.” Ujarku pada akhirnya.

“Kau.. menangis Taemin ?” sudah kuduga. Pasti itu pertanyaan yg keluar dr mulutnya.

Kubalas perkataanya dg senyum yg kupaksakan. Memalukan sekali. Seorang namja menangis di depan yeoja yg… Apa ini ?? Akh, sudahlah.

“Jebal Taeminie, jangan menangis. Uljimaa Taeminie.” Katanya menenangkanku. Saputangan biru nya kini mendarat di sekitar wajahku. Dia, Hyun Yoo – ya, baik sekali padaku.

“Ne, Hyun Yoo noona.” Aku tersenyum ke arahnya. Kini aku merasakan kehangatan dr seorang kakak yg sebelumnya telah hilang. Ya, aku menganggap Hyun Yoo seperti noona ku. Walau mungkin ini pertama kalinya ia bersikap begitu lembut padaku, tapi aku bisa melihat kasih sayangnya lewat kecemasan yg selama ini ia berikan padaku.

“Kajja, kita ke lab.bahasa. Lupakan saja masalah eskrim tadi.” Katanya sambil menggandeng tangan ku.

“Ne. Eh, ani. Aku akan tetap mentraktirmu eskrim sesuai syarat mu tadi.”

“Aish, dasar keras kepala=.=”

“Biar saja noona.”

“Berhenti memanggilku noona, Taemin.” Ucap Hyun Yoo – ya sambil menatapku dingin

“Waeyo ?? Kau memang sudah seperti noona ku kan ?”

“Terserah lah.” katanya sambil menarik tanganku menuju lab bahasa

“Appo noona !” seruku

“Biarkan saja, habis kau menyebalkan sih jadi saeng.” Mwo ? Dia memanggilku saeng ?? Kekeke

Di lab bahasa…

“Annyeong Hyun Yoo – ssi, Taemin – ssi.” sapa seorang yeoja yg tidak kukenal

“Annyeong..” jawabku ragu

“Pasti kau belum kenal denganku. Shin Ha Kyo inmida. Baru bergabung dg klub drama seminggu yg lalu. Mohon bantuannya.” Ucapnya seraya membungkukkan badan.

“Eh, ne Ha Kyo – ssi. Sung Hyun Yoo inmida.” Balas Hyun Yoo noona *skrg manggilnya pk noona nih B)*

“Ne. Lee Taemin inmida.”

“Kami cari bangku dulu Ha Kyo – ssi. Annyeong.”

“Ne. Annyeong.”

“Taemin ! Silahkan duduk disini.” Kulihat seorang yeoja menyediakan satu tempat duduk di sebelahnya. Tapi hanya satu, bukan dua.

“Mana yg satu lagi ?” tanyaku padanya

“Wae ? Untuk siapa ?” Aku melirik kea rah Hyun Yoo noona. Eh, dia tidak mau melihat ku ? Waeyo ?

“Oh. Untuknya. Anniyo, tidak ada lagi. Cari saja tempat duduk lain.” Cibirnya

“Ya ! Rae Soo – ssi, apa maksudmu bicara begitu ?”

“Kau ini kenapa ? Masa hanya karena tidak ada tempat duduk untuk yeoja tak penting ini kau marah.”

“AKu tidak marah dan siapa yg kau bilang tak penting Rae Soo ?!”

“Tentu saja yeoja disamping mu itu. Cih, aku tak sudi menyebutkan namanya.” Arrghh, yeoja ini memancing emosi ku saja. Tanganku tergerak untuk menamparnya. Tapi…

“Ani, Taemin. Jangan seperti itu kalau kau..” Hyun Yoo noona menghentikan kalimatnya. Kulihat Rae Soo menatapnya tajam

“Ah, sudahlah. Duduk saja disitu kalau kau mau.” Ujarnya meninggalkanku

“Tunggu, noona.” Kataku sambil mengikutinya.

“Cih, yeoja murahan.” Aku masih bisa mendengar gumaman Rae Soo. Aku ingin sekali menamparnya. Tapi Hyun Yoo noona lebih penting bagiku.

Aku segera mengambil tempat duduk disampingnya. Kulihat wajah Hyun Yoo noona lesu. Dia kenapa sih

? Masa karena Rae Soo saja jadi seperti ini.

“Noona, gwaenchanayo ?” tanyaku khawatir

“Ne gwaenchana. Gomawo Taemin.” Jawabnya sambil tersenyum tipis

“Kau bisa menceritakannya padaku.”

“Sekali lagi, gomawo. Tapi ini bukan saat yg tepat, menurutku.”

“Ne. It’s okay.”

“Sonsaengnim dataangg !” seru seorang namja

Aku segera memperbaiki posisi duduk ku. Sebelumnya ku arahkan pandanganku ke Hyun Yoo noona. Masih sama. Wajahnya masih murung.

KRIEETT..

Appa berjalan bersama seorang namja. Pasti itu guru yg akan menggantikan appa nanti. Aku melirik ke arah noona, wajahnya masih menunduk. Semoga saja dia tidak kena semprot appa.

“Annyeoong haseyoo ~”

“Annyeong..”

“Hari ini kita kedatangan warga baru di klub drama. Dia adalah guru yg akan menggantikanku setelah aku pensiun nanti. Padahal aku berharap tidak akan pernah pensiun.” Ya ! Appa, kau ini bicara apasih ?-___-

“Woooo ~”

“Ani. Aku hanya bercanda. Nah, anak muda silahkan perkenalkan dirimu.”

“Ne sonsaengnim. Gamsahamnida.”

Author POV

 

“Ne sonsaengnim. Gamsahamnida.” Dia melihat kea rah sekeliling. Menatap muridnya satu persatu. Tatapannya berhenti pada Hyun Yoo yg kini menundukkan kepalanya. Wajahnya bertanya tanya (?). Ia melirik ke arah Taemin yg ada di sebelahnya. Taemin balas menatapnya dg tatapan dia-sedang-tidak-enak-badan *gimana tuh ??* Guru baru itu menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.

“Annyeong ~ Lee Jinki inmida. Selama 2 minggu ini, aku akan membantu Lee sonsaengnim mengajar kalian. Selama itu, kalian boleh memanggil ku Jinki – ssi. Mohon bantuannya.”

“Ne. Kalian sudah dengar kan ? Nah, mari sekarang kita bahas ttg drama akhir tahun yg akan kita adakan.”

Anggota klub drama bersorak senang. Bagi mereka, inilah drama yg paling ditunggu pengadaannya.

“Eh, tunggu dulu. Lee Taemin, dia kenapa ?” tunjuk Lee sonsaengnim ke arah Hyun Yoo.

“Ah, dia sedang tidak enak badan sonsaengnim.”

“Jinjja ? Kenapa tidak kau bawa ke SH2U saja ?”

“Ehm, baik sonsaengnim.” Kata Taemin sambil berdiri dr tempat duduknya. Kemudian merangkul Hyun Yoo.

“Eh ?”

“Sst, diam saja noona.” Kata Taemin pelan setelah mendengar ekspresi kaget noona nya.

“Biar kubantu.” kata Jinki

“Ne gamsahamnida Jinki – ssi.”

“Kami permisi dulu sonsaengnim.” pamit Jinki

“Ne..”

“Cih, benarbenar yeoja murahan. “cibir Rae Soo

Di SH2U…

“Gwaenchanayo, umm..”

“Sung Hyun Yoo inmida. Ne, gwenchana sonsaengnim.”

“Kenapa dia bisa seperti ini ? Umm, Ta.. Taemin ?”

“Ne, dia baru saja bertengkar dg salah seorang yeoja di ruangan tadi.” Jawab Taemin sambil mencari obat di lemari SH2U

“Anniyo Lee Taemin. Aku tidak bertengkar. Jangan dengarkan dia sonsaengnim.” Bantah Hyun Yoo

“Lalu kau ini kenapa noona ? Aku sendiri bingung dg sikapmu terhadap Rae Soo tadi.

 Jinki tampak bingung mengamati perang kata (?) antara Hyun Yoo dg Taemin.

“Noona ? Jadi ini noona mu ?”

“Ne.” jawab Taemin sambil mengangguk mantap

“Aishh, tapi kau bukan saengku.”

“Ya ! Kau ini bicara apasih noona. Aku saja memanggilmu noona, tentu saja aku saengmu.” Seru Taemin

“Lagian, kau ini menyebalkan. Sudah kubilang, aku tidak bertengkar dg Rae Soo.” Gerutu Hyun Yoo

“Lalu kau kenapa ?” tanya Jinki akhirnya

“Eh, ani sonsaengnim. Aku hanya sedikit pusing.”

“Jangan bohong noona.” Seru Taemin sambil terus mencari obat

“Berisik kau Taemin !”

“Jadi ?”

“Ya ! Jangan memaksaku sonsaengnim.”

“Arraseo. Tapi kau jangan sungkan untuk bercerita padaku, otte ?”

“Hhh, terserah kau saja.”

“Ya ! Apa apaan ini, masa obat pusing saja tidak ada. Gembel sekali sekolah ini-____-“ seru Taemin

“Sepertinya SH2U ini memang tidak terurus deh. Saat aku mengobati seorang sunbaenim saja tidak ada kapas. Terpaksa kugunakan saputanganku.” Kata Hyun Yoo, teringat kembali dg Ji Soo sunbae.

“Ah, Ji Soo sunbae ne ?”

Hyun Yoo menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, biar kucarikan obatnya di ruang guru. Kalian tunggu disini saja.” Kata Jinki memotong pembicaraan

“Ne sonsaengnim.” Jawab keduanya

Sementara itu …

“Hyun Yoo, Lee Taemin… rasanya dulu aku sering sekali mendengar nama nama itu. Sebenarnya mereka siapa ?”

Tanpa sadar Jinki masuk ke ruang guru tanpa mengucapkan salam. Alhasil, di ditegur oleh salah satu guru disana.

“Babo !! Aissh, memperburuk citra ku sebagai calon guru saja ! Pasti aku dianggap tidak sopan oleh mereka.” Gerutunya

“Eheem.”

“Eh, ne sonsaengnim ?” tanya Jinki kaget

“Kau sedang mencari apa ? Dari tadi ku lihat kau hanya mengacak22 meja Mr.Lee.” ujar guru itu

“Ani sonsaengnim. Aku sedang mencari obat pusing. Apa kau punya ?” tanya Jinki sopan

“Memangnya kenapa dengan Mr. Lee ?”

“Emm, bukan Lee sonsaengnim yang sakit. Tapi salah seorang muridnya.”

“Nugu ? Lee Taemin kah ?” kata guru itu sambil mencari obat pusing untuk Jinki

“Anniyo sonsaengnim. Kalau tidak salah teman dekatnya.”

“Hmm, arra. Ini obatnya.” Ujar guru itu sambil menyerahkan obatnya

“Kamsahamnida sonsaengnim. Saya permisi dulu. Annyeong~”

“Ne. Cheonmaeyo.”

Jinki segera bergegas menuju SH2U. Dua calon muridnya sedang menunggu disana.

“Annyeong~”

“Annyeong. Kau kembali sonsaengnim. Mana obatnya ?” kata Taemin sambil menghampiri Jinki

Jinki menyerahkan obat itu kepada Taemin dan Taemin memberikan obatnya pada Hyun Yoo *kaya estafet-_-*

“Silahkan diminum noona.”

“Ne. Gomawo Jinki – ssi. Kau juga Taemin.” Kata Hyun Yoo sambil mengambil obat dan meminumnya.

“Kau sudah baikan ?” tanya Jinki

“Ne. Lumayanlah.”

“Mau kembali ke lab.bahasa atau disini saja ?” tanya Jinki lagi

“Ehm, kurasa aku disini saja bersama Taemin. Aku sedang tidak mood mendengar penjelasan Lee sonsaengnim-__-“

“Ara. Kutinggal dulu yaa. Annyeong~ Taemin, tolong jaga Hyun Yoo – ssi.”

Taemin dan Hyun Yoo langsung tercengang dengan pikiran yang sama.

‘Kenapa dia berbicara seperti itu ??’

Sementara Jinki teringat akan insiden di ruang guru tadi.

‘Hmm, sonsaengnim tadi baik sekali. Siapa ya namanya ? Tapi, kenapa dia langsung menebak Taemin yang sakit ya ? Aneh. Apa Taemin termasuk murid berprestasi ??’

 

Onew terus bertanya-tanya dalam hatinya. Tanpa sadar *lagi-_-* ia menabrak seorang yeoja yang sedang berlari-lari di koridor.

“YA !” seru keduanya

“Mianhae jeongmal mianhae, aku sedang terburu buru. Aku permisi dulu. Annyeong~”

“….” Jinki hanya bengong ditinggal oleh yeoja yg barusan ditabraknya

“Jinki babo. Kau ini senang sekali sih berjalan sambil melamun.” Rutuk Jinki pada dirinya sendiri.

Sekian yaa dr part 3^^ Mian kalo aneh, banyak yg ga dimengerti dan kesalahan kesalahan lainnya. Aku butuh banget saran kalian semua. Kamsa ~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “I’m Not Your Dongsaeng (Again!) – Part 3”

  1. hyaaaa kurang ngerti……
    part 4 part 4 !! aku mau langsung loncat ke part 4 … tapi kemana ?? #plakk#
    ahahahah bgus….
    itu kenapa sih si reso wong deso itu !!! ahahahahah emng bener taem pukul ajh !!! huhhh !!!
    kesel aku !!!

  2. whooooaaaaa……..*0*
    lanjutin!!!! saya suka fic ini!!!!(karna ada Taeminnie oppa). jangan lama-lama publish part 4-nya~
    saya seneng banget bacanya, keren!!!! Hwaiting!

  3. whooooaaaaa……..*0*
    lanjutin!!!! saya suka fic ini!!!!(karna ada Taeminnie oppa)
    saya seneng banget bacanya, keren!!!! Hwaiting!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s