Married Idol : Jinki – Part 1

Jinki Story of Married Idol (Part 1)

Title : Jinki Story Of Married Idol

Author : Onmithee

Main Cast  : Lee Jinki/ Onew

Support Cast : Han Chae Kyeong, Kim Rumi, SHINee Member. Onew’s Eomma

Length : Sequel Married Idol

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Notes: Ini Married Idol Versi Onew/Jinki… so buat readers yang belum baca Married Idol, disarankan baca tuh FF dulu biar ngerti ma jalan cerita FF ini.. okeeeyyyy ^^b

STORY

Apa yang terjadi jika ditengah makan malam bersama orangtuamu, tiba-tiba ibumu berkata, “Kau sudah cukup mapan, segeralah menikah dan berikan orang tuamu ini cucu!”

Aku menghentikan makanku saat itu dan memandang ibuku dengan penuh tanya.

“Eomma,…aku menikah? Aku bahkan belum 21 tahun!”

“Menikah sekarang atau saat usiamu 30 tahun, sama saja! Intinya kelak kau akan menikah juga. Lakukan saja sekarang, jadi rentang usia antara kau dan anakmu tidak terlampau jauh, kau akan sehat dan segar saat anakmu dewasa kelak,” nasehat ibuku.

Aku benar-benar menghentikan makanku saat ini. Kuletakkan sumpit dan sendok ku, tak selera lagi menyantap makanan rasanya walau menunya merupakan favoritku.

“Jadi ini alasan eomma mengajak ku makan malam? Membicarakan omong kosong ini? Eomma.. kau tau kan profesiku? Mana mungkin aku menikah sekarang! Aku masih ingin melanjutkan karir, masih banyak yang belum kulakukan. Impianku masih sangat banyak dan aku belum menuntaskan semuanya, kumohon mengertilah,” bujukku.

“Jinki-ya, eomma tau hal itu! Eomma hanya berfikir, usia eomma sudah sangat tua sekarang…”

“Eomma tidak tua kok!” putusku

“Tapi seusia eomma sudah banyak yang menimang cucu,” sahut eomma ku lagi. “Jadi, sebaiknya kau pikirkanlah.”

“Aku tidak akan memikirkan omong kosong itu! Aku akan menikah saat aku menginginkannya. Eomma tak usah kuatir, saat ini aku bahkan tak memikirkan seorang wanitapun. Aku hanya ingin bekerja sekarang.”

Kemudian aku bangkit dari kursiku, kuperhatikan ayahku yang diam saja masih menikmati makanannya tanpa terpengaruh pembicaraanku dan eomma. Aku sangat merindukan saat-saat makan malam bersama keluarga ku seperti ini, kami bertiga makan malam di ruangan yang sama di rumah kami. Kupikir orang tua ku juga memikirkan hal yang sama denganku, tapi rupanya mereka mengajak ku makan malam seperti ini ada maksud terselubung. Lebih baik aku kembali ke dorm saja. Aku tidak akan pulang ke rumah sampai ibuku merubah pikirannya untuk menyuruhku menikah.

“Aku tidak jadi menginap malam ini. Aku pergi,” pamitku pada orang tuaku

“Jinki-ya! Kau bilang akan menginap!” seru ibuku.

“Tidak jadi, aku akan ada schedul pagi, annyeong.”

Meninggalkan rumah dengan keadaan seperti ini bukanlah  hal yang ingin kulakukan. Aku sangat merindukan kebersamaan dengan orang tuaku, tapi aku sama sekali tidak nyaman dengan ucapan eomma tadi. Maafkan aku eomma… aboji. Aku memang selalu mengecewakan kalian.

Tapi tiba-tiba aboji meneriakiku sebelum aku sampai ke pintu keluar. Dan aku melihat eomma ku ambruk. Tidak! Jangan bilang eomma pingsan gara-gara aku? Andwee…

+++++++++

“Nyonya Lee mengalami hipertensi, syukur saja tidak sampai terkena serangan stroke, dia harus banyak beristirahat dan menjaga kondisi psikisnya, tidak apa-apa. Biarkan saja dia beristirahat beberapa hari dirumah sakit. Tapi pola makannya juga harus mulai diatur sekarang, baiklah saya pergi dulu,” ujar dokter yang menangani ibuku.

Aku memandang sedih kearah ibuku yang terlihat sangat lemah dan lelah. Ya, dia memang terlihat tua jika lemah seperti itu. Ayahku menggenggam jemari eomma, memberikan semangat. Dia memang pria yang tak banyak bicara tapi aku tau dia sangat menyayangi ibuku.

Saat aku menepuk pundak ayahku untuk memberinya semangat dia berkata, “wujudkan keinginan ibumu, Jinki-ya. Kau bahkan tidak tau kapan ajal bisa menjemput. Dia selalu mendukung dan memenuhi keninginanmu, jadi tak ada salahnya kan menurutinya kali ini?”

Oh tidak. Aku tidak suka keadaan ini di dramatisir. Eomma akan baik-baik saja walaupun aku tak memenuhi keinginannya. Aku yakin itu.

“Aboji, eomma tak akan apa-apa,” sahutku.

“Tak apa-apa?” seru ayahku dengan nada meninggi. “Selemah ini dan kau bilang dia tak apa-apa?”

Aku terdiam melihat ayahku yang sangat emosi. Dia sangat jarang memarahiku, sehingga aku sangat ketakutan ketika mendengar suaranya yang meninggi seperti tadi.

“Mianhe..” sesalku.

“Dia sangat kesepian, harusnya kau tau itu. Kau yang jarang pulang. Kau yang putra kami satu-satunya. Rumah kita sangat sepi sekali, harusnya aku tak perlu menjelaskan hal ini padamu, ‘kan?”

“Tapi.. aboji, aku terikat kontrak… a-aku…”

“Pergilah… bukannya kau bilang tadi kau akan ada schedule pagi nanti. Kembalilah ke dorm dan beristirahat.”

++++++++

Sesampainya di dorm, perkataan ayahku selalu terngiang di telingaku bahkan membuatku tak bisa tidur. Melihat ku yang gelisah membuatMinhobertanya, “Hyung, Gwenchanayo?”

“Gwenchana… ehm,Minho.. kau sudah ngantuk?”

“Belum, wae?”

”Mau mendengarkan curhatan spesial dari ku?”

”Hah.. baiklah. Ayo kita keluar..” dia lalu bangkit dari tempat tidurnya dan ku ikuti.

Kami memutuskan untuk bercerita di dapur, dia memberiku sekaleng cola lalu bertanya, ”ada masalah apa?”

”Orang tuaku menyuruhku menikah..”

Minho yang saat itu sedang meminum colanya tiba-tiba menyemprotku, ”Mwo?! Menikah? Yang benar saja!”

Aku membersihkan wajahku yang terkena semprotannya dengan tissu. Menyebalkan sekali anak ini.. wajahnya tampan tapi sifatnya buruk sekali saat kaget.

”Bagaimana menurutmu?” tanyaku.

”Tentu saja di tolak dong Hyung! Bagaimana karir kita kalau kau menikah!” serunya.

”Tapi.. eomma ku tadi pingsan! Hampir saja di kena strock gara-gara aku tak mengabulkan permintaannya..”

”Yaa.. hyung, tapi bagaimana karir kita kalau kau menikah! Perusahaan juga tak akan menyetujui hal ini!”

”Huaaa~ lalu gimana dong, Ho? Aku DI-LE-MA!”

”Baiklah.. anggap saja, perusahaan setuju.. dan karir kita tak menjadi masalah jika kau menikah.. tapi yang menjadi masalah.. kau akan menikah dengan siapa? Memangnya kau punya pacar?” Aku menggeleng, ”Ah~ MVP diluar pasti akan mengantri untuk kau nikahi.. tapi menikah itu tak boleh sembarangan. Cukup sekali seumur hidup,” aku mengangguk. ”bagaimana kalau menikah dengan Juri-noona?”

Aku meneriakinya, ”Yaa.. Ho! Yang benar saja.. Shiroh!”

”Jisun-noona?” dia tersenyum tampak sekali sedang menggodaku , ” Ahya.. aku tau, pasti Chae Kyeong-noona..”

Wajahku memerah. Ah~ Han Chae Kyeong, dia yeoja yang sangat ku sukai sejak aku belum debut dengan SHINee. Aku berulang kali mengajaknya kencan tapi tak pernah berani mengungkapkan perasaanku. Aku tau dia mengetahui kalau aku menyukainya… tapi, bagaimana aku bisa menyatakan cinta padanya.. saat menyentuh tangannya saja aku sangat gugup.

”Yaa.. wajah Hyung merona..” goda Minho lagi.

”Minho-ya.. jangan meledek ku! Hah, bagaimana caranya aku menyatakan cinta pada Chae Kyeong?”

”Mana ku tahu Hyung. Aku kan sama sepertimu, belum pernah pacaran.. apalagi nembak cewek!” kata Minho santai.

”Yaa.. Ho! Ajarin dong, pasti kau pernah membacanya di buku , ’kan?”

”Tanya sama Jonghyun-hyung saja.. aku ngantuk. Selamat berusaha membahagiakan orang tua mu dan dirimu sendiri ya Hyung..” katanya lalu meninggalkan aku sendirian di dapur.

++++++++++

Aku bertemu Chae Kyeong di ruang artis sebelum perform Juliet di Mubank. Hah, dada ku selalu berdebar kencang saat bertemu dia. Oh Tuhan.. bantu aku… bantu aku agar bisa mendapatkan yeoja ini.

Lalu sebelum aku di rias oleh Chae Kyeong, aku menerima pesan dari ayahku. Katanya ibuku sudah keluar dari rumah sakit, syukurlah. Tapi dia juga menulis kalau pesannya padaku semalam tidak berubah. Aku harus segera mencari istri untuk menemani ibuku di rumah.

Aku lalu berfikir. Istri yang bisa menemani ibuku? Hah, saat itu juga Chae kyeong mulai menata rambutku. Aku bisa merasakan lembut tangannya, membuatku merasa tenang dan nyaman. Chae Kyeong, dia itu sangat mencintai pekerjaannya sebagai hair stylist. Aku tau dia ingin menjadi seorang profesional di bidangnya. Dan bakatnya juga luar biasa… jika aku melamarnya dan menyuruhnya tinggal di rumah saja menemani ibuku. Itu pasti akan menghancurkan impiannya.

”Oppa.. kau sedang memikirkan apa?” tanya Chae Kyeong membuyarkan lamunanku.

”Ani.. a-aku hanya merasa gugup sebelum tampil..”

”Benarkah? Bukannya kau sudah mulai terbiasa seperti ini?”

”Hah.. Kyeong-ah.. tetap saja setiap penampilan itu membawa rasa gugup yang berbeda..” kataku.

Dia tertawa setelah itu. Ah~ tawanya, terdengar renyah di kupingku.. aku dapat melihat dari meja rias pantulan senyum member yang lain saat melihat aku terhanyut karena Chae Kyeong.. ah.. dasar mereka.

+++++++++

Seminggu berlalu, hari ini aku makan siang bersama orang tua ku di rumah kami. Kulihat eomma sudah agak sehat walau terlihat pucat. Aku sangat sedih melihat kondisinya ini.

”Jinki-ya.. kau sudah setuju dengan saran eomma untuk menikah bukan?”

”Eomma… kenapa masih membicarakan itu? Yang terpenting itu kesehatan eomma!”

”Tapi eomma sudah sangat ingin menimang cucu, Jinki…” kata ibuku lagi.

”Ne.. eomma.. baiklah aku setuju. Tapi bagaimana dengan karir ku? Bagaimana dengan pertanggung jawabanku dengan perusahaan?”

”Tenang Jinki-ya.. kita atur saja agar pernikahanmu berjalan rahasia. Eomma sendiri yang akan membicarakan dengan atasanmu. Yang terpenting sekarang, apakah kau sudah memiliki yeoja yang akan kau nikahi?” ibuku terlihat senang saat mengatakan itu.

Aku mengangguk, ”Ne.. aku sudah punya eomma. Aku akan segera melamarnya..”

Senyum cerah mengembang dari wajah kedua orang tuaku saat aku mengatakan itu. Aku juga merasakan yang sama.

Ah~ Chae Kyeong-ah.. aku tak sabar ingin mengatakan perasaanku padamu.

+++++++++

Kami berdua saja saat ini, di ruang artis Studio SBS sebelum filming starking. Aku dapat mendengar bunyi degup jantungku. Aku sangat gugup karena aku akan menyatakan perasaan ku dan sekaligus melamar Chae Kyeong.

Ah~ merasakan sentuhan tangannya di kepalaku saja sudah membuatku sesak nafas. Bagaimana kalau lebih dari itu?

Setelah dia selesai menata rambutku, aku mengajaknya bicara.

”Yaa.. oppa, ada apa? Kau tampak serius sekali?” katanya dengan senyumnya yang manis meriasi wajah imutnya.

”Chae Kyeong.. sebenarnya… a-aku. ” aku lalu berdehem sebentar, karena aku merasa suara ku sedikit serak, ”A-aaku menyukaimu Chae Kyeong-ah..”

YES… akhirnya aku mengatakannya. Mengatakan perasaan yang ku pendam dua tahun ini. Ku lihat dia menutup mulutnya yang terkejut dengan kedua tangannya. Seakan tak percaya dengan ucapanku. Aku lalu menarik tangannya. Menggenggamnya.

”Maukah … maukah kau menikah dengan ku Chae Kyeong?”

Dia masih tak menjawab.. masih terkejut dan berusaha memalingkan wajah.

”Jawab aku Chae Kyeong-ah..” pintaku.

“Oppa.. kau tidak sedang taruhan, kan?”

Aku menggeleng, ”Aku serius Chae Kyeong-ah.”

”Sebenarnya.. a-aku juga menyukai mu oppa… tapi, kita tak mungkin menikah dalam waktu dekat ’kan?”

”Kalau kau juga menyukaiku.. tentu saja kita akan menikah secepatnya…” kataku.

”Ne… oppa, tapi.. bagaimana dengan karir kita?”

”Kita akan menikah diam-diam… ayolah .. Kyeong-ah.. apalagi yang menghalangi kita bersama?” aku masih membujuknya.

”Ta-tapi.. aku baru saja mendapat beasiswa ke Jepang, oppa..”

Seketika itu juga aku merasa tubuhku lemas. Aku sudah tau apa kelanjutan dari perkataannya.

”Mianhae.. kesempatan untuk sekolah disana sangat langka.. lagipula, tak mungkin juga kan untuk menikah di saat karir kita lagi bagus seperti ini…”

”Ne.. aku mengerti,” kataku. ”Lalu, kapan kau akan berangkat?”

”Minggu depan… ku mohon .. mungkin ini kejam.. tapi.. kumohon oppa tetap menungguku..”

Aku mengangguk dan membelai lembut rambutnya. ”Ah, Kyeong.. sepertinya filming akan mulai. Aku ke studio dulu ya..”

Setelah keluar dari ruangan itu, aku merasa sakit di dadaku. Teramat perih… yeoja itu… dia begitu mencintai karirnya… sementara eomma, dia ingin istriku tetap diam di rumah. Walaupun kelak aku dan Chae Kyeong hidup bersama..  itu akan memaksa Chae Kyeong berhenti dari pekerjaannya. Hal itu pasti akan sangat menyakitkan baginya.

Seminggu kemudian, Chae Kyeong pergi ke Jepang. Rasanya hampa sekali ketika tak ada dia yang mendandani kami. Aku merasa gelisah dan tak nyaman.. bahkan saat perform Juliet di Mubank, aku tak berkonsentrasi dan malah terpeleset saat menari. Tak melihat ada genangan air di bawah kakiku.

Sakit sekali rasanya, harus tetap tertawa bersama pengisi acara yang lain di atas panggung padahal hati ini ingin menangis. Dan puncaknya ketika aku turun dari panggung, ketika melihat ada sebuah lampu yang hendak jatuh di dekatku, walau memang tidak terllau dekat juga sih, tapi saat itu aku merasa tubuhku lemas dan kehilangan tenaga. Aku jatuh tak sadarkan diri.

Kejadian itu menjadi insiden yang mungkin tak akan pernah kulupakan dan termasuk tragedi acara musik terburuk. Pihak KBS menyalahkanku.. mengatakan bahwa aku terlalu berlebihan.. menyebutku pengecut karena pingsan melihat lampu jatuh padahal jatuhnya lampu itu tak mengenaiku. Kemudian banyak orang yang membelaku… tapi aku tak butuh pembelaan atau cacian. Yang kubutuhkan hanya ketenangan dan orang-orang berhenti menekanku.

Aku juga membutuhkan Chae Kyeong.. walau sayangnya yeoja itu tak peduli. Dia tak menanyakan kabarku walau tau aku pingsan. Bahkan dia tak pernah menghubungiku. Itukah yang di sebut suka? Aku rasa dia hanya mementingkan ambisinya saja.

+++++++++

”Jinki-ya.. kenapa kau seperti itu saat melihat Yoogeun? Dia lucu sekali.. tapi kau tak bisa menjadi ayah yang baik. Contohlah Minho atau Key.. hah.. mereka harusnya segera menikah..” seru eomma saat aku menemaninya menonton Hello Baby di rumah.

”Eomma.. tapi bagaimanapun juga, Yoogeun itu anakku.. jadi dia juga cucu eomma… dia terlihat menyukaiku kok,” kataku.

”Menyukai karena dia mengingat namamu?” Eomma mencibirku, ”Hah, Aigoo~ lucunya anak itu… melihatnya membuatku ingin menimang Jinki kecil.” kata eomma lagi.

”Kalau begitu.. timang saja aku, eomma,” kataku bergulit manja dipangkuan ibuku.

”Bagaimana.. kau bilang kau akan melamar yeoja yang kau suka. Tapi kenapa sampai sekarang kau belum mengenalkannya pada eomma?” kata eomma mengelus rambutku.

”Dia pergi eomma.. lagipula. Aku tak ingin menghancurkan karirnya karena menikah denganku.. hah, bagaimana kalau eomma mencarikan aku istri saja.. aku akan menerimanya selama dia seorang yeoja..”

”Kuraeyo? Apa tidak menyesal?”

”Tidak eomma.. pilihan eomma pasti baik. Aku percaya…”

”Hah… jangan berkata begitu karena kau sedang patah hati!”

”Eomma.. aku serius. Jika eomma menyuruhku mencari sendiri, semakin lama pula eomma akan menimang cucu… ”

”Baiklah.. eomma mempunyai kenalan.  Dia teman eomma waktu sekolah menegah…”

Aku menyela, ”Yaa.. artinya dia seumuran eomma dong?”

Eomma memukul ku,”Bukan…  tapi teman eomma itu mempunyai seorang anak gadis… dia juga sangat ingin anaknya segera menikah..”

Aku tiba-tiba merasa tertarik, ”Kalau begitu cocok dengan eomma dong..”

”Ne.. kemarin dia menceritakan tentang anaknya. Katanya, anaknya itu fans dari grup-mu..” aku tertawa mendengar itu, ”dia sudah menyelesaikan studinya.. tapi.. dia lebih tua darimu..”

”Kalau eomma ingin aku menikahinya.. artinya tak masalah kan? Dia belum bekerja ’kan?” eomma mengangguk, ”Berarti, dia bisa menemani eomma di rumah, sesuai kriteria tuh.. ya sudah.. kenalkan saja aku dengannya…. jika aku merasa cocok. Silahkan lanjut..”

”Kuraeyo?” eomma tampak bersemangat.

”Ne.. tapi kenalkan nanti saja.. setelah promosi album baru ku selesai, kasihan sekali jika dikenalakan pada saat-saat ini. Aku masih sibuk latihan dance, rekaman, musical dan variety show.. tak akan ada waktu.. jadi kenalkan padaku saat semua kegiatan promosi selesai.. yah.. sekitar akhir oktober saja? Bagaimana?”

”Ne.. ne… baiklah.. semoga saja yeoja itu tak keburu di pikat namja lain…”

”Hah.. itu artinya dia tak beruntung. Ya, eomma atur saja lah.. kalau eomma ingin dia yang menjadi istriku.. artinya eomma harus mengatur agar dia tidak jatuh ke pria lain..”

Eomma tersenyum dan mencubit pipiku gemas, ”Aigoo~ anakku… baiklah, eomma akan menghubungi ibunya.. sekaligus meminta foto yeoja itu. Sekarang kau bersitirahatlah… kau pasti lelah. Aigoo, anakku.. kau makin dewasa saja.. kau bahkan membentuk otot di tanganmu..di perutmu juga.. aigoo~ kau sudah bukan bocah gendut lagi. ”

Aku bangkit dari pangkuan eomma dan tertawa,”Ne.. aku sudah dewasa… tapi aku tetap Lee Jinki, putra kesayangan eomma… selamat malam eomma… ” aku mengecup kening ibuku sebelum akhirnya masuk ke kamarku.

Dan sebelum tidur, aku bergumam, ”Chae Kyeong… mianhe… aku tak akan menunggumu.. ”

+++++++

”Hey.. Jjong, lihat yeoja yang memakai dress pink itu,” kataku berbisik pada Jonghyun saat acara fans sign.

”Wow… yeoppo, kau mengenalnya Hyung? Kenalkan padaku ya?” kata Jonghyun semangat.

Aku menggeleng, ”Shiroh.. dia akan menjadi yeojaku.”

”Mwo?!” Jonghyun membulatkan bibirnya, ”Sudah melupakan Chae Kyeong rupanya? Lalu, siapa nama yeoja itu?”

”Namanya Rumi, Kim Rumi.. dia belum tau kalau ibunya menjodohkannya dengan ku.. haha~”

”Sungguhan yeoja itu yang akan kau nikahi? Aigoo~ betapa sialnya dia.. ckckck..”

Aku kemudian mencubit tangan Jonghyun gemas, ”Heyy.. justru dia beruntung mendapatkanku!”

Jonghyun akan membalas cubitanku sebelum Key berkomentar, ”Berhentilah berisik. Fans akan mulai meminta tanda tangan. Jangan sampai pembicaraan kalian itu terdengar fans!”

Kemudian acara pemberian tanda tangan di mulai. Aku cukup gugup saat yeoja bernama Kim Rumi itu menghampiriku.

”Oppa.. tolong tuliskan kata ’Hwaiting Rumi-sshi’ disamping tanda tanganmu ya,” serunya.

Hah? Oppa? Gak salah tuh? Aku kan lebih muda dari dia.. dasar yeoja ini.. tapi aku menuruti permintaannya sambil tersenyum.

”Gomawoyo.. Onew-sshi,” dia membungkukkan tubuhnya bersemangat.

”Chanmaneyo.. Rumi-ya…” aku menjawabnya dengan suaraku yang paling lembut. Membuat yeoja itu salah tingkah hingga tersandung kakinya sendiri. Oops, untung saja dia tak sampai jatuh.

Saat dia meminta tanda tangan dari member yang lain, dia mengucapkan kata yang sama, meminta mereka menulis ’Hwaiting Rumi-sshi’. Tetapi  saat di hadapan Taemin, dia melakukan hal yang berbeda.

Rumi memberi Taemin Hadiah.. sungguh perlakuan yang beda dibandingkan kepadaku, Jonghyun, Key dan Minho. Terlebih, kata-kata yang dia inginkan untuk di tulis Taemin, dia meminta Maknae kami itu menulis, ’ Saranghae Kim Rumi’ dan tentunya dituruti oleh si polos itu.

Hah, entah kenapa aku tiba-tiba merasa kesal pada Taemin dan juga Yeoja itu.

+++++++++++

Kami sedang mempromosikan single Hello saat terdengar kabar mengejutkan, ’Scandal Cinta Jonghyun-Shin Se Kyung’. Dunia maya, koran-koran heboh dengan munculnya berita ini.

Aku dan rekan-rekan segrup-ku pun sangat terkejut dengan kabar ini. Padahal Jonghyun sedang cedera dan dia juga sibuk untuk rekaman dalam proyek akhir tahun SM. Tapi tiba-tiba ada berita ini. Respon fans juga mengerikan … banyak yang keluar dari fansclub kami. Mencaci maki sahabatku itu.. ah~ ini kejadian paling menyedihkan yang pernah kami alami.

Perusahaan melarang kami memberi komentar jika ada yang bertanya tentang masalah ini. Kami disuruh diam saja dan mengacuhkan semua pemberitaan, menganggap berita itu tak ada.

Dongsaengku itu, yang selalu ceria.. tampak sangat sedih melihat respon orang-orang atas berita itu. Kesedihannya juga merupakan kesedihan kami.. bagaimanapun juga, kami adalah keluarga. Dan aku tak bisa berbuat banyak untuk membantunya.

Seminggu ketika masalah itu berlalu dan tampaknya masyarakat dan fans cukup menerima akan scandal itu. Kami tidak sepenuhnya bisa bernafas lega.. banyak isu yang menyebar diluar sana… mengatakan kalau Jonghyun dijadikan kambing hitam, mengatakan dia akan dikeluarkan dari grup. Hah~ kenapa sih orang-orang suka sekali bergosip? Apa mereka tak punya aktifitas lain selain membicarakan kami? Ini benar-benar menyebalkan dan membuat emosi kami terkuras… tapi, perusahaan memang benar, cara menanggapi semua omongan miring itu hanya dengan diam, tak berkomentar dan pura-pura tak tau.

Lalu, saat kami berlima berkumpul di dorm, seminggu setelah masalah Jonghyun mengemuka, aku memberanikan diri memberi tahu mereka tentang janjiku pada ibuku.

”A-aku tau, sekarang grup kita mengalami sedikit guncangan dan kita sangat sibuk mempersiapkan konser dan aktifitas masing-masing.. tapi, aku ingin mengatakan ini.. karena aku memang sudah berjanji pada ibuku untuk mengatakannya pada kalian semua..”

Aku melihat wajah tegang tiap member yang menatap dan mendengarkan tiap kata yang ku ucapkan.

”A-aku.. berjanji pada eomma akan menemui yeoja yang akan dinikahkannya dengan ku pertengahan oktober ini… a-aku mengatakan ini karena .. aku ingin meminta ijin pada kalian..”

Tiba-tiba Minho menyahut, ” Hyung, bertemu dengan yeoja itu? Kau tidak tau sekarang kita juga menghadapi masalah Jonghyun.. jika media menyium masalahmu juga, SHINee bisa hancur.”

”Ne.. aku setuju dengan Minho. Lupakan saja masalah pernikahan itu. Kau lihat kan reaksi masyarakat saat scandal bocah ini muncul?” kata Key sambil menunjuk Jonghyun, ”itu hanya dibilang ’pacaran’ bagaimana kalau menikah?”

Aku melihat respon negatif dari Key dan Minho sementara Jonghyun dan Taemin diam saja. Yah, aku mengerti dengan sikap tidak setuju dari mereka walau aku sudah membicarakan hal ini lama tapi tetap saja mereka tak berubah. Minho dan Key adalah yang paling vokal menyatakan tak setuju aku menikah dalam waktu dekat.

Tapi kemudian Jonghyun berkata, ”Mian.. hyung. Ini gara-gara aku. Padahal.. ibunya Hyung sudah menantikan pernikahanmu.. mianhae..” dia lalu menangis membuat perasaan kami menjadi semakin tak nyaman.

Hening setelah itu. Aku tau.. aku salah mengatakan ini pada mereka. Tapi aku tak tau lagi harus berkata apa. Aku benar-benar dilema. Ingin mewujudkan keinginan ibuku tapi aku juga tak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku.

”Bukannya Onew-hyung akan menikah diam-diam. Jadi kenapa harus kita larang.. dia melakukan ini demi orang tuanya.. ” perkataan yang muncul dari bibir Taemin itu membuat kami terkejut.. ”a-aku sebenarnya juga tak setuju.. tapi. Onew hyung sudah membicarakan ini berkali-kali pada kita.. dan saat melihat ibunya hyung, aku juga merasa bersalah. Kalian mungkin menganggap ucapanku ini aneh.. karena aku yang termuda. Tapi.. bukannya impian terbesar kita adalah membuat orang tua kita bahagia.. kita tak bisa selama-lamanya egois, bukan?”

”Taeminnie.. masalahnya jika Hyung menikah dan beritanya tersebar luas.. dia akan mendapatkan perlakuan buruk.. kejadian pada Jonghyun sudah menjadi bukti berapa buasnya orang-orang diluar sana!” Hentak Minho.

”Tapi.. kita tak selamanya bisa hidup hanya karena komentar orang ’kan Minho?” Jonghyun memberikan komentarnya, ”Yang menjadi masalah saat ini bukanlah pernikahannya tapi… bagaimana cara kita membuat pernikahan itu berjalan dengan rahasia. Jika rahasia itu bisa dijaga sampai waktunya tiba.. aku rasa, siapapun dari kita yang akan menikah sekarang tak menjadi masalah..”

”Gampang sekali kau mengatakan itu karena kau sedang di mabuk kepayang? Atau kau juga ingin cepat-cepat menikah?” sindir Key.

”Kibum! Bukan itu maksud ku.. tapi, bayangkan saja kalau kau berada di posisi Hyung?” Jonghyun berkata keras pada Key,” aku ingin yang terbaik didapatkan oleh kalian.  Lagipula.. hidup sebagai idola itu tak selamanya ’kan? Lambat laun, fans kita akan berkurang, mereka akan menikah dengan orang yang mereka cintai.. lalu bagaimana dengan kita? Apa kita akan seperti ini selamanya? Hidup sendiri? Tak berkeluarga?”

Key terdiam cukup lama.. dan kemudian dia berkata, ”Baiklah.. aku setuju. Tapi, kumohon.. jangan mempublikasikan pernikahan Hyung sampai waktunya tepat.”

Kemudian member yang lain mengarahkan pandangannya pada Minho sampai dia juga mengangguk.

”Baik aku setuju… hah.. tapi yeoja itu.. belum tentu juga mau menikah dengan mu Hyung. Kenapa kita malah langsung membahas pernikahan? Hah.. kalian ini,” kata Minho dengan senyuman tipis.

”Yaa.. Minho Hyung benar.. kita sudah membicarakan masalah dengan tegang seperti ini.. tau-tau malah Onew-hyung ditolak.. hah, bagaimana sih?” timpal Taemin yang membuat kami semua tertawa.

Hah, entah bagaimana aku harus bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan aku teman-teman sebaik mereka. Mereka harta terindah yang pernah kumiliki… aku tak akan membuat mereka tersakiti lagi karena tindakanku. Aku berjanji.

+++++++

Esoknya, aku memenuhi janjiku pada eomma. Menemui yeoja itu, ini menjadi hari penentuan bagi hidupku. Jika yeoja itu menerima pinangan maka kami akan segera menikah. Tapi jika dia menolak.. ini akan menjadi alasan bagiku untuk menunda pernikahan.. eomma tak akan memaksa ku lagi untuk segera menikah dan aku bisa melanjutkan karirku dengan bebas.. yah.. dan mungkin aku akan menunggu Chae Kyeong karena walau dia meninggalkanku, aku masih sangat menyukainya.

Lalu, aku melihat yeoja yang dipilihkan ibuku berdiri memandangi foto-foto keluarga yang terpajang di meja ruang tamu rumahku. Aku mengamatinya.. ku akui dia sangat manis, seperti yang Jonghyun bilang saat kami melihatnya di fans sign, ’ yeoppo’.. dia lebih cantik dan menarik ketimbang Chae Kyeong.

Kemudian, aku memberanikan diri menunjukkan diriku padanya. Aku berdehem di belakangnya yang sedang asyik melihat fotoku saat SMP. Dia terkejut melihat diriku dan menjatuhkan fotoku (untung saja tak pecah). Yah.. dia pasti tak menyangka kalau ternyata dia sedang dijodohkan denganku.

++++++++

Aku menyadari, yeoja itu tak henti-hentinya menatapku saat kami makan siang bersama ibunya dan ibuku. Tapi aku pura-pura cuek. Menyenangkan sekali melihat ekspresi nya yang terlihat grogi itu.

“Rumi-sshi, saat ini apa saja aktivitasmu? Kudengar kau masih mencari pekerjaan, bukan?” tanya ibuku padanya.

“Ne,” sahutnya terdengar terkejut dan masih memandangiku. “a-aku tidak melakukan apapun selain mencari kerja,”

Lalu ibuku tersenyum padaku, dia terlihat sangat puas karena yeoja itu memang sesuai dengan keinginannya. Masih belum bekerja dan akan diam saja di rumah saat menikah dengan ku kelak “ Jinki-ya, bagaimana menurutmu? Kau tidak berubah pikiran dengan apa yang eomma dan appamu inginkan darimu?”

“Asal eomma bisa mengaturnya. Aku tidak keberatan,” sahutku sambil tetap melahap apa yang ada dipiringku.

“Yeah, berarti kau setuju. Jadi, eonni bagaimana menurutmu?” tanya ibuku pada Ibu yeoja itu, “Apa kau bersedia memberikan putrimu untuk dipersunting anak lelaki ku satu-satunya ini?”

Hah.. kenapa eomma bertanya seperti itu? Memangnya yang akan menikah orang tua kami apa? Aku melihat sekilas ke wajah Yeoja itu. Terlihat makin tegang dan gugup.

“Aigoo~ kau ini. Kau sendiri tau kalau aku sudah sangat ingin mempunyai menantu, tentu saja aku bersedia,” sahut ibu yeoja itu yang membuat sang yeoja saat itu juga menjatuhkan sendoknya ke lantai. Yah, aku yakin dia sangat terkejut.

“Eomma, bagaimana mungkin menyetujui hal ini? Saat ini eomma sedang menyetujui pernikahanku dengan seorang idola? Ini bukan hal sepele eomma! Tidak seperti saat kau meng-iyakan aku dijodohkan dengan pria lain yang hanya orang biasa. Dia ini Lee Jinki! Dia leader dari sebuah boyband yang sangat populer. Tidak mungkin dia dengan gampangnya menikahiku!” kata yeoja itu lantang. Dia memang benar, untuk sampai ke hari ini saja perjuangan ku sangat berat. Bagaimana jika setelah menikah nanti?

“Tentu saja dia bisa menikahimu. Bagaimanapun juga status idola-nya itu hanya sebuah profesi. Kita bisa mengatur agar pernikahan kalian dirahasiakan,” sahut ibuku enteng

Aku tak tau apa yang ada dipikiran yeoja itu saat ini, karena dia hanya bisa terdiam setelah mendengar jawaban dari ibuku.

“Rumi pasti setuju. Dia kan fans berat Jinki,” ujar ibunya. “Aku sering melihat Rumi membeli majalah atau menonton video yang ada Jinki-nya, bukannya kau sering ikut fans meeting dan menonton perform Jinki dan teman-temannya?”

“Sinca,” kataku. Sebetunya aku tak kaget sih.. eomma sudah menceritakannya dan aku sering melihatnya saat aku dan SHINee perform. Tapi aku pura-pura terkejut saja. “Jadi kau shawol?” tanyaku lagi

“Ne,”  sahutnya pendek dan berusaha mengalihkan wajahnya dari pandanganku.

“Benarkah member yang paling kau sukai itu aku?” tanyaku masih berpura-pura tak tau kalau sebenarnya dia Taemints.

“Aku sangat suka OnTae couple,” sahutnya.

“Gomawo,” sahutku dengan senyum terbaik kuberikan padanya.

“Eonnie, itu artinya Rumi setuju. Aigoo~ akhirnya kita bisa jadi besan. Sebaiknya kita tentukan tanggal pernikahan hari ini juga. Jinki, ajak Rumi jalan-jalan keliling rumah. Kau tidak ada schedule hari ini ‘kan? Eomma dan calon mertuamu ini akan berdiskusi dulu,”ujar ibuku riang.

Hah? Aku belum mendengar kalau yeoja itu bilang setuju menikah denganku. Dia hanya bilang kalau dia menyukai ’OnTae couple’. Sudah kuduga.. eomma bertindak seperti ini. Rupanya dia sedang melakukan jurus ’tak bisa menolak pinangan’ *emang ada? ==’*. Dasar eomma ku dia benar-benar tak sabar ingin bermenantu.

Ya sudahlah.. aku akan menuruti harapannya. Tampaknya sudah tak ada alasan lagi untuk menolak pernikahan karena yeoja itu diam saja tak ada menyela. Itu artinya dia setuju menikah denganku.

Aku segera menghabiskan makananku dan setelah selesai, aku menghampiri yeoja itu yang masih begong dan meraih tangannya untuk keluar dari ruang makan, meninggalkan kedua ibu kami yang terlihat sangat berbahagia.

++++++++++

Aku mengajaknya ke taman belakang rumahku. Setelah kami berdua duduk di kursi taman, aku mengajaknya bicara.

“Mana Hp mu?” tanyaku.

“Mwo? untuk apa?” tanyanya balik. Sambil menyerahkan Hp-nya.

Aku tak menjawab dan tersenyum saja sambil menekan tuts Hpnya, memasukkan nomorku. Hah, bahkan walpaper Hp-nya yang dipajang foto Taemin. Yeoja ini benar-benar sudah berkilah. Tapi, bagaimanapun sifatnya.. dia sudah menjadi tunanganku saat ini. Setelah selesai, aku kembalikan Hp-nya sambil berkata, “Jangan sebarkan nomorku,ok.”

”Ne” sahutnya. Saat aku mengembalikan Hp-nya dengan sengaja aku membuat tangan kami bersentuhan. Sekadar ingin melihat responnya dan benar saja.. seketika itu juga wajahnya merah padam.

“Aku memang tidak pernah mengatakannya didepan umum. Tapi, aku yakin suatu saat jodohku itu pasti fans ku. Ternyata menjadi kenyataan,” kataku sambil menatap matanya dalam. aku sengaja melakukan itu padanya, agar membuatnya semakin grogi dan lagi-lagi berhasil.

Walaupun aku tak pernah pacaran, tapi aku ini tetap saja seorang namja. Tentu saja aku bisa membuat yeoja seperti dirinya merasa di atas awan. Merayu itu memang lebih mudah dilakukan jika di hadapan yeoja yang kita tak miliki perasaan apapun padanya.

“Jika kita menikah, lalu bagaimana dengan karirmu?” tanyanya.

Pertanyaan yeoja ini benar-benar bodoh. Tentu saja mempengaruhi karir ku makanya aku akan menikahinya secara diam-diam.

“Tidak ada masalah. Selama pernikahan kita dirahasiakan. Orang tua ku sudah sangat ingin menimang cucu. Jadinya, aku harus memenuhi keinginan mereka, seperti mereka yang selalu memenuhi keinginanku. Untuk ku tidak menjadi masalah, walau memang ada rasa bersalah berbohong dengan publik tapi kita tidak bisa hidup hanya dari mendengar komentar orang lain terhadap kita, pada saatnya tiba kelak kita akan mengumumkan pernikahan kita” jelasku,sedikit mengutip dari perkataan Jonghyun.

Dia terlihat terpukau dengan jawabanku barusan, tapi kemudian dia bertanya lagi, “Apa tidak ada gadis yang kau sukai? Kau tidak menyesal memilihku?”

Aku menggeleng menjawab pertanyaannya ini. Jika aku mau jujur, aku sangat ingin bilang padanya kalau aku masih menyukai Chae Kyeong… entah sampai kapan perasaan itu bisa berubah. Aku sangat menyesal karena aku tidak menunggunya. Tapi aku malah berbohong pada yeoja ini. Semuanya kulakukan demi ibuku.

“Lalu kau? Kudengar, kau juga masih sendiri. Jadi, tidak ada yang akan keberatan saat kita mengucap sumpah nanti ‘kan?” kataku. Mencoba mengendalikan rasa bersalahku padanya.

“Mungkin yang akan keberatan adalah para MVP yang mengetahui pernikahan kita nanti.” jawabnya.

Aku kemudian tertawa.. Aku tertawa bukan karena aku bahagia bersamanya, tapi karena aku menertawakan kebohonganku. Kebohongan pada yeoja ini dan juga pada fans yang selalu mendukungku.

Kemudian ketika yeoja itu pulang dari rumahku, aku memandangi punggungnya sampai dia tak terlihat lagi. Aku merasa bersalah padanya. Dia akan menjalani kehidupan yang akan sangat berat bersamaku, dengan tak ada rasa cinta dariku… ah~ aku benar-benar merasa menjadi pria yang sangat jahat. Tapi yang akan tersiksa bukan hanya dia.. aku juga sama.. ah, aku harus melupakan Chae Kyeong. Jika tidak.. aku hanya akan melukai dirku dan yeoja itu. Mianhe Kim Rumi.. Mianhe.. Chae Kyeong.

To Be ConTinued

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

53 thoughts on “Married Idol : Jinki – Part 1”

  1. ini ff khusus jinki story ya thor??
    hah gak nyangka itu yg ada dipikiran jinki
    aku kira dia polos, tapi kayal gitu ternyata perasaannya
    bagus thor!!
    lanjutkan ffnya

  2. authorr!!! makasih udh buat sequelnya.. lanjutin ya!! jgn lama2 tp di postnya.. ak nungguiin lho author.. seneng banget ak baca sequelnya.. makasih authorr..

  3. Jinkiiiii jinkiiiii
    Teganyaa
    Kasian rumi tauu
    Kenapa ga jujur aja si
    Kalo jujurkan paling nanti rumi nolak
    Terus ibunya ga maksa lagi
    Supaya jinki nikah
    Jadi semuanya baik baik aja
    Tapi ngga juga si
    Kalo ceritanya jinki ditolak
    Ffnya jadi berubah *apadeh* *abaikan*
    Lanjut

    1. haha.. klo kyk gitu mah ..
      gak ada MARRIED IDOL dunkss…
      haha..
      nih FF emang FF SEBAB-AKIBAT
      karena ada ini makanya jd ada itu…
      thanks dah ngikutin yaaaaaa

    1. kayaknya sih bs sepanjang itu.. tp masih belum aq lanjutin nih FF.. tw dah ntar kyk apa..
      ehh.. nih FF emang kykx poikiran cowok..
      tp sumpahh.. aq tuh yeoja tulen lho…*maksudnya ngasih tw?.. Lol*

  4. wahahaha aq udah baca di blog author. wahhh nggak yangka di post di sini juga ^__^

    asyik dahhhhh :DD

    lanjutannya cepet dung thor. udah ga sabar bangetttt -____-

    btw aq juga kaget awalnya ternyata yg ada di pikiran jinki tuh BEGINI! pdhal dulu aq smepet jatuh cinta ama dy wktu di married Idol versi rumi krena aq pikir dy tuh…eng…gimana yah…ya uda bisa nerima rumi sejak awal walo pun ga cinta…n berusaha menyayanginya.

    wah ternyata otak jinki tuh normal juga yah thor? hahaha. otak cowok banget ternyata! tp gapapalah. artinya dy normal..kekekekek

  5. author kalo bikin cerita seru banget sih!!!! jadi iri. aku udah buat ff juga tapi keapus!!! sedih T_T

    1. ntar jangan diapus lagi FF yg kamu buat.. gitu2 buatnya juga kan pake perasaan..
      ayoo semangat…
      banyak baca buku or apapun deh pasti bs bikin FF yang bagus ^^

    1. ya hampir sama sih.. cuman di FF yg ini lebih kearah pikirannya JInki bukannya si Rumi… jd ada kejadian yg Rumi gak tw ada padahal ada begitu deh

  6. Seneng’a ada bgIan ini. .
    Jdi lebIh ngerti lgI gmana perasAaN oNew oppa. . . .
    LanjUtkan auThor aq suka.

  7. Baru aja kemaren kepikiran, kok MI versi Jinki belum di post
    eh sekarang bisa baca. ASEEEEK

    Eh tapi ada sedikit gangguan deh, yang di paragraf awal itu ada aboji-eomma, terus ada ayah-ibu. Agak janggal, mending milih satu aja,

  8. Konbawa author~

    Rara desu 😀

    Ff nya bagus thor,, part selanjutnya jangan lama-lama ya?! Hehehe #maksa #plak ^.^v

  9. Ternyata dari awal jinki oppa bo’ongin rumi ya? jahat >_<
    kasihan rumi, ditipu kyk gt 😦
    aq kecewa ma jinki oppa 😦

    lanjut chingu, pengen tw seberapa banyak kebohongan jinki oppa ma rumi 😦

  10. Thorr tau gak sequel ini aku tunggu2 loh .__. Dari yg married idol part terakhir keluar malah.____.
    Kalo diceritaiinnya seditail ini, pasti partnya ampe belasan deh._. Sama kyk yg rumi POV. Ayo thorr jgn lama2 haha /plak

  11. Wow Jinki Side!!! Sempet kesel ma jinki waktu tau dia ngbohongin Rumi, tapi Rumi jg g jujur kalo dia punya hubungan ma key. Jadi 1 sama. Hehehehe…tapi yg jd pertanyaan…apa bener Onew gak tau hub.Rumi and Key sampe akhir??? Next part ASAP ya thor. Love this ff so much.
    (komen yg ini msuk gak y??)

  12. wahhhh *syok*

    ternyata ada versi jin ki??? kyaaaa *peluk author*

    gilaaa!!! aq sukaaa banget sama married idol. soalnya yg main my yeobo kekekekekek :))

    ahhhh….tapi…ck…sedikit kecewa dah. ternyata ini yg dipikirkan my yeobo waktu awal2 mw nikah T_T

    aq kira dy dah bener2 bisa melupakan si tukang rambut itu!

  13. kyaaaa……jinki~ ini jinki sideny ya. Gk tau nh m0 k0men gmana, 0tak ku lg k0slet. m0 lanz0o0t yg next nya za.

  14. YAY!!
    YAY!!
    ‘Married Idol’ ada sequel nya /^o^/
    versi Onew u.u

    Waduh.
    Trnyata ga nyangka yg wktu itu d blg Onew k Rumi pas bru ktemu itu boong smua ==’
    kirain bneran dia baik hati gtu sdh nerima Rumi u.u

    Next Chapter ny d tungguuuuuuu ^o^)o

  15. oh ini versi dari sisi y onew ya, seru
    waktu yg d MI kan perasaan onew ngak terlalu d buka, skrng da ini jd tau apa yg ada d pikiran onew! Tp onew jahat ya ngeboong gt jd kasian sm rumi. . . .

  16. pas baca MI, ngerasa gimana gt karena bagian jinkinya dikit hahahaha
    trs nemu ini, kyaaaa!!!!!bahagiaaaa… *lebay*
    seneng bisa tau gimana perasaan jinki dari awal, kn di MI rumi trs tuh, cuma di ending doank akhirnya terungkap perasaan jinki yg sebenernya..
    gomawo author, bener-bener seneng bacanya =)

  17. Waah onew oppa nikahnya sama aku aja ok…dijamin 100000000% ga bakal nyesel…hahahahhaa #dibunuh mvp..
    Baguus lanjuuut…

Leave a Reply to Rosa sarang shinee Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s