Brother Complex – Part 1

BROTHER COMPLEX – Part 1

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support Cast : Lee Taemin (still hidden)
Length : Sequel
Genre : Romance, Family
Rating : PG-15
A.N: Annyeong readers….  Aduh beneran dipost ga ni?*mupeng* Haha~ ini FF debut ku di SFFI. Gomawo buat admin yg udah ngepostin FF ini. *Hug* Pada dasarnya aku suka FF sequel. Makanya aku seneng banged. Secara, FF disini hanya untuk shawol, n aku juga Shawol #Plakk ga penting.  Oya, Hanya mengingatkan, Cerita ‘Brother Complex’ ini hanya imajenasi author. Ceritanya kaya gimana,, ga akan aku ceritain di part ini. Mungkin kalian akan ngerti FF ini setelah 1 sampai 3 part kenapa author kasih judul ini. So, kalau ada yang aneh jangan dipikirin secara mendalam n Dont try this at home. Ahaha~ Ya udah deh, Happy reading semua… dont be silent readers otte!! LETS CEKIDOT.

+++++

_Minhye POV_

“Hari ini aku free!!” sahutku gembira sambil berdiri menghampiri cermin. Aku fokus melihat wajahku, “AH~ SEJAK KAPAN JERAWAT INI MUNCUL??”

“ANDWEEEEE!!!!” aku pun berteriak.

#Dug.dugg.duggg…..

Suara dentuman tembok yang dipukul terdengar dari kamar sebelah. Seperti biasa, kalau aku berisik pasti saja suara itu yang ku dengar.

“NE, OPPA!!!!!!” ujarku seolah-olah mengerti maksudnya.

Oppaku memang begitu kalau aku berisik. Tidak bicara atau memarahi, tapi memukul tembok. Aku yakin dia adalah oppa yang mengerikan yang pernah aku kenal didunia ini. Bicara sebutuhnya, memarahiku seenaknya, dan melarang-larang aku sesuka hatinya. Benar benar Oppa yang aneh!

Lamunanku sudah berakhir. Aku bercermin lagi. Tetap saja jerawat ini tidak hilang! Rupanya memang benar ada jerawat disitu. Tepat di antara kedua alisku. Wajahku yang mulus kenapa harus dihiasi dengan bintil yang ga puguh gini??

“OEMMA!!!!!” aku pun berteriak lagi.

#Dugg.duggg..dugggg.. suara itu terdengar lagi.

Aku tidak menghiraukan oppaku yang satu itu. Kenapa kamarku harus sebelahan dengannya sih?!!! Arrggghhhhh…..

“OEMMAAAAA!!!!”

#Dugg.duggg..DUG.. Dugg.DUGG… suaranya terdengar makin keras.

Lama-lama aku kesal dengannya! aku pun keluar dan masuk kamar yang ada disebelah kamarku itu tanpa mengetuk dulu. Aku lihat namja itu sedang bersender di tempat tidurnya sambil membaca sesuatu.

“OPPA!!!!  WAE GURAE?? AKU SEDANG KESAL!!”

Oppa ku hanya bertindak sok cool. Kemudian malah mendengus padaku. “Berisik! Hush hush…”

“YAA! DASAR CHOI MINHO!!!!”teriakku sambil keluar dan hampir menutup pintu.

“Minhye Ya! Kau memanggilku apa barusan??” dia langsung bangkit. Begini nih kalau aku sudah memanggil dengan tidak sopan, baru deh dia merespon.

“A-ani Oppa!” kataku pura-pura tidak tahu.

“Tadi aku dengar kau menyebut gamblang namaku!!”

#Pletakkk… sebuah jitakan melayang dikepalaku.

“YAA!!! KAU OPPA YANG JAHAT!” aku langsung tidak mau kalah dan memukulnya dengan tinjuku.

Kami malah jadi bertengkar dikamar itu. Masalah sepele kalau berurusan dengan namja yang bernama Choi Minho pasti seperti ini. Dia memang gak asik!!

Karena kami ribut-ribut.. oemma langsung datang.

“Aigo… kalian sudah besar!” Oemma menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Choi Minhye? Berapa umurmu sekarang?” tanya oemma lantang.

“16 Oemma!”

“Kau harus sopan pada oppamu!” oppaku malah terkekeh.. belum selesai dia tertawa,  “Choi Minho, kau juga!!!” sekarang dia jadi diam karena ikut dibentak oleh oemma.

“Berapa umurmu??”

“Ne, 18 Oemma!”

“Kau kan yang paling besar. Seharunya kau ajari dongsaengmu satu-satunya itu!”

Minhye malah asik mendengus dan mengejek oppanya ketika oppanya mendelik kearahnya, “Ne oemma!” jawab Minho pada akhirnya.

Sial kami malah dimarahi.

Saat oemma sudah selesai memarahi, dia menghilang dari hadapan kami dan kami mulai saling memukul dengan bantal lagi. Sungguh, kami benar-benar kekanak-kanakan.

“Oppa kau akan tau akibatnya!”

“Apa jelek??”

“Ya..Yaa..Yaa!!!”

Dia langsung menjatuhkanku ke tempat tidurnya dan meletekan telapak tangannya dengan penekanan tertentu pada jidatku, hal itu membuat ku meringis karena sakit. “OPPA!!!! SAKIT!!!”

Dia tetap melakukannya. Aku tidak berdaya karena kekuatan Choi Minho itu. Sumpah!

“Oppa!! Itu jerawatku!!!!!” dia lalu melepaskan tangannya dan melihat bintil jerawat yang ada di jidatku.

“Bagus!”

Aku langsung menatap sebal padanya.

#BUKkkk… aku pukul kepalanya dan menjenggut rambut cepaknya,  “Benar benar membuang waktu berurusan dengan kau!”

“Aishhhh~” dia meringis kesakitan sambil memegang kepalanya, “Kau benar benar tidak sopan Minhye!”

Aku pun meninggalkan kamar itu dan menggerutu disepanjang jalan. Kalau ada insiden seperti ini baru deh dia tidak bisu. Biasanya, saat di sekolah, di jalan, bahkan saat kumpul-kumpul dengan keluarga dia tidak pernah mengajakku bicara. Dia bicara sesuka hatinya. Kalau aku yang bertanya saja dia malah tidak menghiraukanku. MENYEBALKAN!!!!

+++++
..Makan siang bersama..

Hari ini hari minggu. Kami sekeluarga biasanya ada dirumah.

“Minhye, Minho, kita makan!” sahut oemma sambil mengetuk kamar kami berdua.

“Ne oemma..” sahutku kemudian.

Sedangkan namja yang bernama Choi Minho tidak balas menyahut dan langsung turun begitu saja. Aku pikir dia punya masalah tenggorokan. Irit sekali dalam berbicara. Heran!

Aku pun bergegas menuju meja makan. Disana sudah ada oppaku yang sudah makan duluan. Selalu begitu jika bertemu makanan. Dia memang suka makan. Aku heran, badannya masih bagus seperti itu. Kurasa makanannya tidak menjadi daging.

“Minhye kau cepat makan!” perintah oemma.

“Ne,,” aku mengambil kursi di depan Choi Minho.

Oppa tidak melirikku sama sekali. Dia memang namja yang aneh. Sedari dulu memang begitu. Sejak pertemuan kami saat usiaku masih 4 tahun. Appa yang membawanya kemari. Waktu itu namja cilik itu baru saja kehilangan ke dua orang tuanya. Jadi, karena Appa sangat berhutang budi pada keluarga itu maka Appa berjanji akan merawatnya sama seperti anaknya sendiri. Oemma dan aku malah senang. Aku kan jadi punya seorang oppa dalam hidupku. Pokoknya, dia sudah ku anggap seperti oppa kandungku.  Tapi,  pemikiranku yang dulu salah sepertinya. Melihat dia yang seperti ini Cih~ lebih baik aku jadi anak tunggal saja.

Dia memang pendiam! Jarang bicara! Bicara seperlunya! Apalagi kepadaku.. dia lebih pendiam dan lebih lebih lebih jarang bicara. Padahal kan aku ini dongsaengnya. Apa dia tidak bisa menerima dongsaeng yang seperti aku?? Hah, salah! harusnya pertanyaan itu ada padanya.. seperti: apa dia tidak bisa menerimaku sebagai oppanya..? #keke.. aku malah membayangkan yang aneh-aneh.

Aku mulai makan. 1..2..3.. Akhirnya oppa melihat kearahku. Dengan delikan mata yang sinis sambil menunjukan jarinya ke jidatnya, “Jelek!” arghhh… dia malah meledekku.

Dia baru saja meledek jerawat yang ada dijidatku ini. Aishh~ namja ini benar menyebalkan. Aku tidak mau menanggapinya!

Sekarang dia malah mengambil sepotong ayam yang hendak ku ambil. Lalu langsung memakannya! Arghhhhh…. AKU INGIN SEKALI BERTERIAK! Benar benar menyebalkan!! Itukan jatah ayamku. Bukannya dia sudah makan bagiannya.. ingin menangis rasanya memiliki oppa yang seperti ini.

ANDWEEEE!!… aku tidak akan menanggapi oppa sinting ini. Sireo Sireo Sireo!! Aku tidak boleh emosi dan sebaiknya harus banyak bersabar.

“Aku sudah selesai..” Ujarnya pada oemma, “Terimakasih untuk makanan yang enak!”

Sekarang dia langsung pergi begitu saja tanpa membawa alat makannya ke tempat cucian. Sudah kuduga.. Pasti aku yang akan mengurusi hal itu.

“OPPA!!!”

Oppa langsung membalik badannya yang baru setengah berjalan itu, ”Waeyo?”

“Kau tidak menaruh alat makanmu ke tempat cucian!” ujarku mengingatkannya.

“Ah ya~ aku lupa. Sekalian ya saengi.” Dia malah pergi naik keatas dan langsung menutup pintu kamarnya. Saengi..saengi…. merasa aku dongsaengnya kalau sedang ada butuhnya. Cih~ Choi Minho benar benar membuatku naik darah.

+++++

Aku duduk di ruang keluarga yang letaknya didepan kamar kami. Aku berbaring santai di sofa itu sambil membaca majalah. Oppaku biasa, seperti mayat didalam kamarnya.

** cold heart baby! cold eyes baby! let’s go!. mannatda banhaetda keunyeo ege banhaetda. cheoeum boneun sexy (keunyeodo nareul bwa) (Shinee – AMIGO)** handphone ku berdering

Kulihat dilayar ponsel tersebut. ^^Cute Taemin^^

Ah~ namja chinguku menelpon. Aku langsung angkat dengan cepat.

“Taeminie…….!!!” sapaku kegirangan.

“Cepat sekali kau angkat?”

“Taemin ah, kau jangan begitu. Ada apa?? Kau rindu padaku??”

#EKHEEMMM..

Tak ku sangka oppa mendengar pembicaraan kami. Dia langsung berdeham dan malah duduk didepanku. Aku jadi canggung berbicara di telpon kalau ada dia disitu. Sebenarnya, cuma dia yang tau kalau aku sedang berpacaran. Kartuku benar benar ada didirinya! Kalau oemma atau appa sampai tau jelas tamatlah aku. Aku tidak boleh berpacaran kan?!

Aku langsung berdiri dan menuju teras atas. “Taeminie.. mian ada oppa ku barusan.”

“Haha… aku tau. Kau langsung beda,”

“Iya, oppaku memang menyebalkan.”

#EKHEMMMMM…. aku langsung mendengar dehaman oppa yang lebih keras.

“Lanjutkan Taeminie.. tak usah hiraukan.”

“Hehe..” Taemin malah terkekeh. “Hari ini kita nonton trus ke karaoke yuk?”

“Ah,, aku mau Taemin!!! Jam berapa?” sahutku girang.

“Malam Jam 8 otte?”

Yah~ aku langsung lemas mendengarnya. Oemma bisa tau donk aku keluar malam-malam. Alasan apa lagi yang harus ku buat kali ini??

“Ne Taeminie, nanti aku kasih kabar lagi.” Belum sempat mengucap salam tiba-tiba oppa merebut handphoneku.

“Kau mau membawa Minhye ke mana??” tanyanya langsung berulah protektif seperti biasa.

“Kau kan tau dia itu seorang yeoja. Kenapa harus pergi larut??”

“Ya sudah kalau begitu!”

Itu yang kudengar dari satu sisi pembicaraan kedua namja itu di telpon.

“Oppa kau kebiasaan!!!”

“Kau tidak boleh pergi Minhye! Apalagi berduaan dengan namja!”

“Kami hanya menonton dan ke karaoke!”

“Karaoke?? menurutmu tempat itu ramai ah?” Ih oppaku mulai. Selalu bertindak sok mengatur. Saat seperti ini baru saja aku merasa dia benar-benar peduli.

“Taeminku tidak akan berbuat macam-macam. dia itu sangat manis oppa, oppa juga tau.”

Aku langsung flasback pada saat kepergok berduaan dengan Taemin di perpustakaan. Tak ku sangka oppaku sedang disitu,,

Namja itu tersipu malu saat menembakku diperpustakaan. Kebetulan perpustakaan itu sedang sepi. Sebenarnya Taemin adalah teman sekelasku. Dia namja yang tidak banyak tingkah tapi juga bukan namja yang pendiam. Dia sangat manis dan imut, membuatku jadi memperhatikannya.

Saat kami baru saja jadian. Taemin mencoba memegang tanganku. Nah~ disitu lah oppa tiba-tiba ada ditempat itu, tempat yang sudah pasti jarang disinggahi olehnya. Dan Taemin dengan sikapnya yang jentlemen itu berbicara dan menjelaskan tentang hubungan kami.

Kekeke~  lamunanku terhenti ketika mendengar namja yang berdiri didepanku ini bicara,

“Itu yang terakhir  aku dengar darimu saat kau bersama dengan namja yang bernama kibum!!”

Aku langsung mengingat-ingat lagi.. namjachingu pertamaku,

Kim kibum sunbae yang beda 2 tahun dariku. Dia seangkatan dengan Minho. Dia orang yang periang yang membuatku jadi tertarik padanya. Dia juga namja yang lumayan agresif menurutku jika dibanding dengan Taemin.

Saat itu aku sedang kencan dengan namjachingu pertamaku kibum. Saat sedang berjalan tidak kusangka ada beberapa yeoja yang menghampiri kami berdua dan membuat kegaduhan. Mereka mencerca kibum saat itu. bilang dia brengsek, playboy dan segala rupa lah yang membuat keadaan ricuh.

Yeoja-yeoja itu benar benar emosi! Ada 3 orang yeoja sepertinya.. sumpah, karena baru mengenal kibum selama 1 minggu, jadi aku belum mengenal betul sifat namjachinguku ini. Tau tau disaat aku ingin menahan amarah para yeoja itu, eh, malah sekarang aku yang dicerca dan di usik oleh mereka. Dibilang perusak hubungan orang lah. Sampai ada juga yang bilang aku murahan.. aku sangat emosi!! Karena menanggapi mereka, suasana jadi semakin panas disitu. Yeoja-yeoja itu malah berusaha memukulku dan mengacak-acak rambutku. Hampir saja aku tidak selamat kalau Minho oppa tidak buru-buru datang dan melihat kejadian itu. Aku pun heran kenapa dia bisa tiba-tiba ada disitu. Tapi, ya sudahlah yang jelas aku selamat!!

“Sudah ingat??” tanya oppa yang menamatkan lamunanku.

“Ne, tapi dia yang berengsek oppa! aku mana tau dia seperti itu.”

“Itu gara-gara kamu juga Minhye. Salah pilih namja!” omelnya,“Aku tau, ku dengar kau suka memancing-mancing namja juga kan?? makanya tidak heran yeoja-yeoja itu mencercamu.”

“OPPA! AKU TIDAK SEBURUK ITU.” Aku langsung marah.

“Kau,, harusnya bersyukur aku mengetahui sifat pacaran backstreetmu. kalau ke dua orang tua kita yang tau bagaimana ah??”

Ah ya benar juga. Dia masih mengunci rapat-rapat rahasiaku dari mereka. Ada juga sisi baiknya.

“Ya sudah,, lalu aku harus bagaimana?”

“Terserah kau.” dia langsung pergi meninggalkanku.

Tuh kan dia memang oppa yang aneh. Terserah aku katanya. Kalau begitu… Bagus!! Aku bisa pergi sepuasnya. Hehe~ semoga saja tidak terjadi apa-apa denganku. Lagi pula Taemin kan namja yang polos. Mana mungkin dia berani macam-macam. Memegang tanganku pun saja malu-malu begitu.

Ah payah~ tapi kelakuannya itu membuatku gemas. Malah aku yang jadi agresif.hehe~ efek berpacaran dengan kibum.

+++++

Sudah jam 6 aku pun bersiap-siap. Aku berikan penampilan yang terbaik untuk Taemin. Aku akan membuatnya mabuk kepayang melihatku. Haha~ aku memakai dress mini yang anggun dan make up ku sempurnakan sesuai dengan temanya. Kurasa namja-namja begitu apa karena diriku yang membuat mereka jadi terpikat ya?? Ah hahaha…apa yang kupikirkan. *narsis gila ni cewek*

Aku pun keluar kamar dan mendapati Choi Minho sudah ada didepan pintuku. Dia melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki, menatapku dengan sinis.

“GANTI!!” perintahnya kemudian.

“Hahh?? Apanya oppa?”

“Pakaianmu selalu begitu. Kau mau kemana saengi?? Clubing?”

Hmmm…. dia berkomentar lagi.

“Ku dengar kau bilang pada oemma mau kerja kelompok?? Apa oemma percaya kalau kau pergi dengan dandanan seperti itu?”

Ah ya~ benar juga. Kadang-kadang dia pintar. Eits bukan berarti aku bodoh ya. Dengan terpaksa, Aku pun mengganti dengan pakaian biasa. Rok jeans mini dan t-shirt. Lalu tidak lupa menyeka makeup yang berlebihan. Akhirnya aku berdandan casual!

Aku keluar dan melihat Choi Minho lagi, “Sudah kan oppa! Aku akan baik-baik saja.”

Dia masih melihatku dengan pandangan aneh, “Aish~ masih saja begitu!” katanya sambil menggeleng-geleng kepala.

“Apa lagi oppa?? Aku sudah berpenampilan senormal mungkin!”

+++++
.Di ruang keluarga di lantai dasar.

“Minhye, kau pulang jam berapa??” tanya oemma.

“Jam 11 malam.”

“Kenapa lama sekali? Memang tugasmu banyak? Kenapa bukan teman-temanmu yang kerjakan disini?”

“Oemma, aku juga ingin mencari suasanan baru!”

“Bukan begitu.. Oemma dan appa akan keluar malam dan baru pulang mungkin besok. Aunti-mu kudengar sedang ada masalah, makanya kami mau kesana.”

Asiikkkk, kataku dalam hati. Berarti aku bisa pulang lebih larut lagi. Yayaya~ langsung lagu T-Ara itu bergema ditelingaku.

“Bagaimana Minhye??”

“Oemma tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja!”

“Bukan begitu, nanti oemma tidak bisa menghubungimu juga. Oemma khawatir. Kau kan tau sendiri disana itu sinyal masih jelek.”

Ah~ itu lebih bagus lagi. Choi Minhye di otakmu hanya ada kebebasan.

“Ya sudah oemma minta no telpon rumah chingumu?”

#Deg aku jadi kaget mendengarnya.

Mwo?? aku mana bisa memberikannya. Kan sebenarnya memang tidak pergi kerumah chingu. Aku pun jadi sulit bicara.

“Oemma mau apa? Teman-teman sudah kumpul disana..”

“Oemma yang akan mengundang teman-temanmu kesini. biar mereka mengerjakan disini saja. masalah itu, Appa bisa menjemput mereka semua. Kau tinggal beri tahu dimana alamatnya.”

Aduduh.hhh. ottokhae????

Situasi malah jadi sulit begini. “Choi Minhye, berapa??” ku lihat oemma sudah siap-siap ingin memencet nomor.

“Oemma tenang lah, aku yang akan menjaganya..” ujar suara namja yang baru turun dari tangga dengan tiba-tiba.

Itu oppaku. Aku pun menunjukan ekpresi heran padanya.

“Aku akan ikut dengannya oemma. Jadi, oemma tenang saja! aku pastikan dia pulang dengan utuh dan selamat.” Dia langsung melihat ke arahku. “Ia kan saengi..??”

Aku langsung menatap sinis..

Mau – tidak? Atau kencanmu akan batal??” bisiknya padaku.

Disituasi sulit begini. Pasti saja! dipikir-pikir benar juga yang dibilang oppa. Ku iya kan saja. “Ne,, baiklah. Oppa akan ikut!”

Oemma langsung menghela nafas tenang, “Yasudah kalau begitu, memang lebih baik kalau ada seorang dari kita yang ikut denganmu.”

Kulihat oppaku nyengir. Dia ini memang ada-ada saja. pasti deh kalau sudah begini kebebesanku di rebut. Arghhhh……… sebalnya! Walaupun aku selamat dan bisa pergi dengan Taeminie. Tetap saja, kalau dia ikut aku tidak bisa berbuat apa-apa.

+++++

Oemma dan appa sudah pergi. Ah ya~ bagaimana kalau kutanyakan pada dia lagi. Jangan-jangan dia memang cuma berakting tadi. Sekarang oemma kan sudah tidak ada, jadi aku bisa pergi sendiri tanpanya. Kan tidak akan ketahuan ini..

Aku melihat oppa yang sedang mengacak-acak isi kulkas. Seperti sedang mencari sesuatu. Sudah pasti makanan. Mimiknya terlihat bahagia saat menemukan sesuatu. Orange cake! Ya tentu saja,, itu cake kesukaannya. Tiap seminggu sekali oemma selalu membuatkannya khusus untuk Choi Minho bukan untukku.

“Oppa..” sapaku dengan manja sambil mendekatinya. “Kau tidak serius ingin ikut kan??”

“Aniyo!”

“Ah Jincayo?” aku bahagia mendengarnya, “oppaku memang baik. Gomawo oppa!”

“Tumben kau berterimakasih karena aku mengganggu acaramu!”

Ha???? Aku jadi bingung!

“Maksudku, aku tidak bercanda Minhye saeng.. Aku ikut denganmu, dasar bodoh!” dia langsung memakai jaket tim baseball kesukaannya. “Kajja!!!! Ini sudah jam 8. Bukannya kau buat janji jam segitu??”

Aishhhh~ benar benar namja yang satu ini. Kalau sudah begini saja sok-sokan menjadi oppa yang peduli.

+++++

Aku berjalan bersamanya. Mimpi buruk! Acara kencanku akan di intili olehnya ah~ itu lebih buruk. Apa kata Taeminie… aku pasti akan ditertawakan.

Choi Minho berjalan disebelahku. Aku tidak berbicara dengannya. Aku hanya fokus dengan arah ku berjalan. Hari gini jalan kaki!!!! Inilah resiko backstreet. Tidak merasakan yang namanya dijemput oleh namja yang disuka. Dan oppaku cih~ mana mau membiarkan motor kesayangannya ditumpangi oleh orang lain. Sekalipun dongsaengnya sendiri. Jangankan aku, dia saja jarang memakainya. Kurasa dia hanya membeli untuk sebuah pajangan.

#HHaaaacimmmm….

Aku malah bersin disaat begini. Cuaca memang sedang tidak bersahabat. Memang dingin sih di luar. Ah, aku ingin cepat sampai dan bertemu dengan namjachinguku dan ku peluk deh…ahaha~ ah ya, mana bisa. Ada dia…

Aku langsung melihat oppa yang berjalan santai disampingku. Jarak diantara kami satu meter. Dia fokus mendengar ipodnya. Dan lagi aku mana boleh menyentuh barang-barangnya. Dia akan marah! Dia sangat apik terhadap setiap barang-barang. Tidak sepertiku.

#HHaaaacimmmm….

#HHaaaacimmmm……….!!!

Aku pun bersin untuk kesekian kalinya. Oppa langsung melihat sebal kearahku. Lalu, membuka earphone yang melekat ditelinganya. “Sudah tau diluar dingin, masih berpakaian seperti itu.” Dia langsung membuka jaket baseballnya itu dan melemparkannya padaku. “Bodoh! Pakai itu!”

Oppa berjalan kembali dan fokus mendengarkan ipodnya. “Niat tidak sih??”

Jika dia tidak berniat memberikan ini aku lebih baik kedinginan sampai bertemu Taemin.

Disepanjang jalan aku menggerutu tentang oppaku. “EErghhhh…dia membuat mudku jelek!”  Haha~ oppa jelas tidak mendengar. Sepanjang jalan aku mengatai-ngatainya.. oppa jelek! oppa sok cool! pokonya sifat jelek semua ada untuk oppaku. Dia langsung berbalik dan melihatku.

“Wae gurae??”

Ah tidak! Dia tidak mungkin mendengar. Aku pun memakai jaket oppa sembari cemberut. “Gomawo oppa!”

_moTHo POV_ (ini author POV ya readers)

Tanpa sepengetahuan Minhye, terlukis senyum tipis dari oppanya. Sebenarnya dari tadi earphone Minho tidak berfungsi. So, Minho memang tidak mendengar apa-apa dari ipodnya. Ahaha~

Sambil berjalan Minho berusaha menggesek-gesek lengannya.. dia terlihat kedinginan.

“AH~ kenapa kuberikan jaket kesayanganku pada dongsaeng seperti dia!”

+++++

Sesampainya di boxoffice,,

“Taeminie…..!!” panggil Minhye dari kejauhan. Dia langsung melihat kearah suara tersebut. Hari itu bioskop tidak terlalu ramai. Ini bagus menurut Minhye.

“Lama tidak?”  tanya Minhye cepat sambil menggapai tangan Taemin.

“Ani! Aku baru sampai juga kok.” Taemin tidak berhenti menatap Minhye. kelihatannya dia kagum dengan yeojachingunya. Hehe..

Minho masuk diantara mereka berdua. Dia hanya berdiri.

“Ah ya~ Taemin pasti kaget. Akan kujelaskan..” pikir Minhye kemudian.

“Taeminie, oppaku ikut tidak apa-apa?”

Dia agak keheranan tapi kemudian mengiyakan permintaan yeojachingunya.

Minho tidak banyak bicara. Dia hanya mengawasi sepasang kekasih itu. takut mereka berbuat macam-macam.

Saat Taemin dan Minhye sedang memilih film. “Kita nonton film action. Transformer 3 3D kurasa bagus. Gimana Minhye chan??” ah~ seorang Taemin memilih film action.

“Taeminie.. kalau kita memilih film itu oppaku pasti senang. dia kan sangat suka film seperti itu. Pasti dia akan mengganggu kita.” Bisik Minhye. Taemin hanya terkekeh pelan.

“Bagaimana kalau kita nonton film yang dia tidak suka?”

“Terserah saja. kau pilih.”

Minhye langsung memilih film yang membuat oppanya muak pastinya. Haha~

“Yogie….” katanya sambil menunjuk film bergenre romantis pada penjual tiket.

Minhye lalu memilih kursi di tengah pojok kiri yang kira-kira tidak banyak orang duduk disana. Hehe~ timbul niat yadong Minhye pada akhirnya.

“Joa.. semoga filmnya bagus.”

Minhye lalu melirik oppanya yang ada dibelakang mereka. “Oppa, kau jangan ganggu kami ya??” bisiknya.

Oppa hanya diam pura-pura tidak tau. Dia benar benar tidak menanggapinya.

+++++
..Didalam theater 1..

Minhye dan Taemin sudah duduk. Sedang menunggu film bergenre romance diputar. dia melirik ke sebelah sebelahnya dan juga kebelakang.

“Akh syukur lah, oppa tidak disini bersamaku. AKU BEBAS!!”

Film sudah diputar. Seorang namja masuk dan  duduk dibelakang sepasang kekasih yang sedang konsen menonton itu.

Namja itu tidak menonton sama sekali. Dia hanya konsen memperhatikan sepasang kekasih yang ada didepannya. Raut mukanya tiba-tiba terlihat sebal karena melihat yeoja yang dikenalnya itu mencuri-curi pandang pada kekasihnya. Kadang-kadang memancing si namja untuk duduk berdekatan.

“Aish~ dongsaengku begini rupanya.” Gumam Minho dalam hati.

Adegan di film itu sedang romantis romantisnya, Minho melihat donsengnya ingin mendekatkan wajahnya pada namjachingunya. “Dia ingin mencium namja itu, aishhh~”

Ketika Minhye hampir mengecup Taemin.. #PLETAKKK …

Sebuah jitakan mendarat dikepalanya “Auchhhh……”

Dia berusaha menangkap orang yang telah menjitak kepalanya di kegelapan itu.

“Oppa!!” ujar Minhye kaget.

Minho hanya melotot pada dongsaengnya. Dan memberi isarat pada dongsaengnya untuk tidak dekat-dekat namja yang ada disebelahnya.

Minhye langsung membalikan badannya dan mengikuti kata oppanya. Kemudian, malah tidak konsen dengan film yang ditonton.

+++++
_Minhye POV_

Minho oppa sungguh memalukan! Aish~ kenapa oppa ada dibelakangku sih? Menyebalkan.. aku benar benar tidak bisa berkutik. Ini kan acara kencanku! Kalau begini jadinya aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Film sudah selesai.. tapi aku benar benar tidak bisa menikmatinya. Apa yang bisa kunikmati coba? Itu film romantis tapi aku dan Taemin benar benar tidak melakukan hal apapun yang romantis. Aishh~ bibirku.. Kapan kau menerima kecupan dari seorang namja??

Padahal malam ini aku ingin sekali merasakan yang namanya dicium oleh namja. Aku iri mendengar teman-teman dikelas yang membicarakan kemesraan mereka dengan namja chingunya. Dicium.. di peluk… Aish~ aku belum pernah merasakannya sama sekali tuh. Paling –paling cuma pegangan tangan. Memang aku ini anak SMP! *Huft…. Taeminie kau memang manis. Tidak seagresif namjachinguku yang dulu. Ah, dia mah brengsek!! Suka mempermainkan yeoja. Ouchh~ aku hampir menjadi yeoja tidak benar dengannya. Dasar Playboy kelas kakap si kibum.

Ahhhh~ aku jadi melantur kemana-mana. Acara karoke ku pun batal, karena situasi canggung yang kami alami. Aku, Taemin dan Minho oppa. Taemin jadi beda dari biasanya. Dia jadi beda karena sikap ketus dari oppaku. Padahal sebelumnya oppaku sudah ku peringati untuk tidak ikut campur. Aku berpegangan tangan saja dia selalu risih dan meminta kami jalan senormal mungkin.

“Mianhe Taeminie… oppaku memang begitu.”

“Ah ne, gwenchana.. aku mengerti.” Dia lalu berbisik padaku. “Tapi, dia agak berlebihan menurutku.”

Aku kaget mendengar pandangan Taemin tentang oppa. Tapi aku hanya menanggapinya dengan tawa. Siapa tau Taemin memang bercanda.haha~

Sambil berjalan pulang kita tiba dikedai eskrim dipinggir pejalan kaki. Taemin mentraktirku es krim.. “Kau mau rasa apa Minhye chan?”

Taemin selalu memanggilku dengan embel-embel ‘chan’.. dia berfikir aku seperti tokoh komik. Dia pecinta komik jepang. Makanya tidak heran dia menganggapku seperti tokoh dikomiknya.

“Emmmm….”aku malah jadi bingung memilih rasanya.

“Vanila stoberi” tiba-tiba oppa bicara. “Iya kan saengi??”

Apasih yang dia pikirkan? Taeminkan menanyakanku bukan dia. Kulihat wajah Taemin jadi sedikit sebal atas kelakuan sunbaenya itu.

“Ne Taeminie.. vanila stoberi” Aku langsung menarik tangan oppa keluar. “Taeminie sebentar ya…”

“Oppa! Kau jangan berlagak sok baik.” oppa tidak mendengarkan dan malah sibuk dengan mendengarkan musik yang sebenarnya sama sekali tidak ada suaranya.

“Oppa!!! Kau berjalan minimal dua meter dariku!” kataku memperingati.

Aku kembali ketempat Taemin. “Wae gurae??”

“Ani.. aku hanya…. akh lupakan saja Taeminie…!” aku langsung mengambil eskrim yang ditraktir Taemin., “Gomawo Taeminku…” kataku sambil tersenyum manis padanya.

“Otte Yeppo!”

Aku jadi tersenyum malu padanya. Dan langsung menggenggam lengan Taemin dan mengajaknya berjalan. “Kajja!!”

++TBC++

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

73 thoughts on “Brother Complex – Part 1”

  1. wuaah minho suka sama minhye ya?

    brother complex ituu, kalau gasalah rasa ‘butuh’ yang berlebihan sama kakak laki-laki kan ya?

    hmmm, lanjuuut, penasaraaaan!

  2. masih belum trlalu keliatan inti masalh’y apa, tp aku suka cerita’y x)
    minho’y bener2 brother complex banget dah ya! haha XD
    eh ya, aku kurang ngerti itu apa mksud’y taemin ngmg otte yeppeo!
    otte itu kan artinya bagaimana. nah trus mksud’y apa ya? hehe.
    lanjutin ya. dtggu x)
    nice ff!

    1. gomawo chingu..
      ia nih minho. cape dewwww~
      Oh otte yeppo.. haha~ otte dsini salah satu kebiasaan author bilang okk jadinya malah otte. bukan bagaimana jadinya. hoho~ mian.
      tunggu lanjutannya ^___^

    1. Kyyaaaa… kasian dedekku. taeminnnie yang imut itu merasa risih dengan abang menong.
      kayanya minho emang usil aja jadi brother. ribet bener.. *naon si mamot*

  3. Aishhhh
    Minho ini mengganggu saja
    Jangan jangan ….
    Minho kaya gitu garaagara di suka sama minhye
    Lagian mereka bukan sodara kandung kaan?
    Lanjuuut

  4. hahahaha aku ngerti kok thor maksud judulnya
    dan minho pasti suka ma minhye kan? *di kejar author
    hahahaha karna baca ff author jadi keingat oppaku
    hampir sama sikapnya dgn minho disini, kecuali yg pacaran dan bukan saudara kandung seperti minhye-minho
    lanjut ya thor! aku tunggu!

    1. see next next part.. bingung sister complex/ brother complex.. 22nya punya peranan..(?)
      hadoooh family complex aja kali yah.. *What?*

      ^___^

  5. hahaha ngakak gila deh baca yg wktu minho mukul minhye gara2 mau cium taemin xD !!

    mau deh punya oppa kyk minho gitu. Cuek tapi jg diem2 perhatian. Abiz na aq g puna oppa sie T_T *curcol

    cpt di publish ya lanjutan na! Jngn lma2 ! Ako tgu^^

  6. haha..
    aq dah baca nih FF.. *wink ke mamoth*
    SUKAAAAA.. BANGETTTTTTTTTTTTT
    ntar usahain bs komen ditiap part disini…
    hohoho
    BROTHER COMPLEX itu artinya rasa sayang yg berlebihan dr sodara cewek ke sodara cowoknya… ntar keliatan kok kejadiannya kyk apa.. nyambung banget kok ma cerita…
    jadi tungguin az lanjutannya ya teman-teman *kok aku ngomen seakan aku si mamuth Lol*

  7. minho protektif bgt sama dongsaeng nya, jgn2 dia naksir, chingu keren ff nya, ditunggu part selanjutnya ya…

  8. hmmm sebenernya minho itu sodara kandung ato bukan??
    wah klu minho yang jadi brother complex sih gapapa *plakkk* wkwkwkwk

    1. HAHAHA.. seperti yang ku bilang di atas,, author bingung. da 22nya sama. mau brother/sister.. samaaa… kk~ tapi liat nanti ya ceritanya. pasti ngerti.
      okk. gomawo ya sudah baca^___^

  9. Cerita’a seru chingu..

    Kesian ngeliat Minhye n Taemin d’gangguin truz..Kayak’a si Minho suka sm Minhye ya? Haha *sok tau saya

    ayo d’lanjut cerita’a..jgn lama2 yaa 🙂

  10. Uwah sumpah pas bca ni ff aq ngersa k sindir bgt. . Hiks. .
    Coz aq kn brother complex. . Ngena bgt jd inget oppa aq, huaah. . d tmbh aq lg galau krna oppa aq mw merit, hiks jd curcol. . Mdah”an minho g sah merit byar minhye g ngersa g rela kya aq skrg, sdih 100%. . Sumpah nangis pas bcany. .

  11. Wktu liat jdul ffny aq k sindir abies. .
    Aq kn brother complex jga, hiks jd tmbah sdih krna inget oppa aq d tmbah hati lg galau krna oppa aq mw married, huah sumpah nangis bcany..
    Mdah”an minho g married yupZ byar minhye g sedih n g ngerasa g rela krna hrus kehlangan oppa yg byasany slalu da bwt qta. . Huaah g tahan. . Sdih bgt sumpah. . Oppaaaa. .

    1. Hwaaa~ ada juga reader yang ngalamin. mian2 membuka luka di hati. eh(?) apaan sih aku..
      kk~
      Minho married.. wah sedih juga yah klo sampai gitu. em, kita lihat nanti jadinya seperti apa.
      gomawo sudah baca^__^

      see next chap.

  12. ternyata minho bukan kakak kandung y minhye, pantes dia suka udah ketawan dr kelakuan y yg ngikut minhye kencan he he he he
    minho ada aja akal y, pake alesan kakak buat gagalin kencan y. . . . .

    1. hahah~ udah ketahuan yah.. yah gagal donk (?)
      itu deh contoh oppa yang usil. pengen ikut campur urusan adenya. nyebelin kan? kk~ ko aku yang napsu.
      gomawo sudah baca ^_^

  13. aigooo~~
    rame. Minhonya cool banget ><
    overprotectiv banget. pas tau trnyata Minho bukan kakak kandungnya, pasti ntr Minhonya suka deh 😀 #soktau
    oke baca next partnya ya thor 😉

    1. gomawo^___^
      minho memang selalu cool kelihatannya..
      iya.. dia step brothernya minhye.kk~
      minho suka??
      lets see in next.. next.. next.. chapter okei?

    1. wahhhhh~ selamat. anda mempunyai oppa sementara aku tidak. *siapa yang nanya lagi*
      Oppamu tidak protektif yang penting sayang padamu! itu sudah cukup. *naon si author*
      gomawo yaaaaaa~ *hug*

  14. weww cerita a seru bgt.
    lg suka bgt ni ama minho, hehe
    pasti minho suka ama minhye bkan sodara kandung ini *sotoy* hehe..
    baca part 2 dlu ahh

  15. lucu ihhhh ><
    ngakak berat pas denger bunyi efek nya kayak '#EKHMM'
    hahah~ kebayang deh itu Minppa galaknya
    lanjut deh bikin ff yg keren2 kyk gini!! ^^

    1. Haiaaaaaa::: saya balik lagi buat balesin komenn~! lol!

      aduhhh kangen BC(Brother Complex)!!
      Em~ suara efek ituuuuu bagus ya.. ahh gekgekk dia mah~!
      makasihhh.. iyaaa.. jadi semangat dibilang gitu!

  16. Lucu deeh ngeliat persaudaraan ini ck
    Eeeeh~ Si mino malah ngikut lagi haha . . . Sabar ya Minhye~ ck
    Lucu deh! Kasian sm Taem jadinya

  17. Waah pas liat judulnya, udah tertarik.. Pas baca part 1nya buat aku ngakak pas si minho jitakin bibirnya minhye wkwkwk minhonya Overprotective bnget lgi hehe beda banget ama oppaku, oppaku itu nyebelin banget >_<.
    Pokoknya daebakk dah FFnya
    10 jempol buat authornya

  18. kayaknya bakaln seru nih cerita selanjutnya….
    jangan2 minho suka nih sama saengnya?? ^^ kan mereka bukan sodara kandung
    lanjut deh ke part berikutnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s