Just Can’t Get Enough Of You – Part 1

Just Can’t Get Enough Of You – Part 1

Author : Sagita

Main Cast : Park Riekha, Choi Minho

Support Cast : Shin Min Ra, Shinee member.

Length : Sequel #padahal pengennya twoshots

Genre : Friendship, Romance

Rating : General / PG-13

Summary : “Hhei, kenapa kau menutup matamu? Kau tidak perlu bersusah payah Riekha, aku tidak menyukai Krystal. Jadi kau bisa dengan bebas mendekatiku tanpa harus melakukan hal bodoh seperti tadi.” Wajah Minho semakin dekat, Riekha bahkan bisa merasakan hangat nafas Minho, begitu pula Minho. Kalau saja suasananya tidak seperti ini, pasti Riekha sudah melontarkan caciannya untuk membalas Minho. Tapi kali ini, otaknya benar-benar kosong,

Disclaimer : Pengennya semua punyaku. Kekeke, #di sekap shawol, disiram minyak tanah, dibakar deh#. Yang punyaku cuma ide crita, Park Riekha, sama Shin Min Ra. Selebihnya milik kita bersama. 😀

 

“Jadi, seongsanim sudah menyetujui usul konyolmu tentang study tour ke Tokyo University?”

PLETAKK! Jonghyun meringis sambil mengusap kepalanya.

“Itu bukan ide konyol, Babo! Seharusnya kau bersyukur punya teman seperti aku. Jadi kita bisa bersenang-senang di Jepang dengan izin ‘resmi’ dari sekolah?” Riekha member sedikit tekanan pada kata resmi.

“Bersenang-senang dengan izin resmi? Menurutmu mengunjungi Tokyo University bisa disebut bersenang-senang? Lagipula saat kita kembali pasti seongsanim akan menagih berbagai macam  laporan. Hh, jadi bagian mana yang kau sebut bersenang-senang?” Jonghyun mengacungkan jempolnya ke Key, senang ada yang mendukungnya.

“Kau pikir kita ke Jepang hanya untuk Tokyo University? Tentu saja tidak. Aku juga tidak sebabo kalian berdua.” Key yang sedang minum langsung tersedak, Jonghyun yang sedang makan pun langsung berhenti mengunyah. Mata keduanya hampir meloncat keluar. Sementara Jinki, Minho, dan Min Ra hanya tertawa. Dan Riekha melanjutkan omongannya seolah tak peduli. “Tokyo University hanya kujadikan alasan agar seongsanim mengizinkan kita. Tentu saja kita akan bersenang-senang di sana seolah liburan sungguhan.”

“Tapi, bukankah kita bisa liburan ke Jepang sendiri. Tanpa harus mendapat izin dari sekolah dan menggunakan alasan study tour?” Ucap Min Ra mengaduk orange jusnya. Yah, yang dikatakan Min Ra memang ada benarnya. Toh rang tua mereka semua cukup –atau bahkan terlalu- kaya. Memberangkatkan anak-anaknya ke Jepang bukanlah apa-apa.

“Ap _ _”. “Begini,” Jinki memotong kalimat Riekha. “Maksud Riekha, kalau kita menggunakan alasan study tour, kita bisa pergi ke Jepang tanpa bolos sekolah dan tanpa harus menunggu liburan. Lebih tepatnya kita bisa berangkat di bulan April.” Riekha menjetikkan jarinya dan tersenyum lebar dengan tatapan –nah-itu- maksudku-.

“Kenapa harus April?” Riekha membuka mulutnya ingin bicara, tapi Minho berpikir lebih cepat. “Bunga Sakura.” Yah, Riekha memang sangat terobsesi dengan bunga Sakura. Hanya saja dia tidak pernah bisa untu melihat langsung saat Bunga Sakura bermekaran, karena kesibukannya sekolah. Minho kembali menyruput jusnya, setelah sebelumnya menghela nafas dan memutar bola matanya.

“Jadi karna itu kau begitu ngotot ke Jepang? Oh God, Seharusnya aku sadar. Tapi, sepertinya idemu memang lumayan, baiklah aku setuju.” Min Ra tersenyum, sekarang dia melirik Minho, Jonghyun, dan Key.

“Mwo? Kau setuju Jagi?”

“Lalu apa untungnya untuk kita? Dan bagaimana dengan laporan yang pasti akan dimita seongsanim sekembalinya kita dari Jepang?” Jonghyun dan Key masih belum bisa menyetujui usul ini.

“Kalau aku terserah kalian, asalkan semuanya beres dan kita benar-benar bersenang-senang.” Seperti biasa, Minho hanya akan mengatakan terserah –asal semua beres.

Tapi, pada akhirnya semuanya setuju dengan usul Riekha. Jonghyun dan Key pun tidak punya alasan untuk menolak kerena Riekha sudah menyusun semuanya dengan sangat teliti. Dia sudah menyiapkan siapa saja yang akan berangkat ke Jepang. Selain mereka ber-6, akan ada 4 sunbae mereka dari kelas 3, merekalah yang bertanggung jawab atas laporan pertanggung jawaban yang harus diserahkan pada seongsanim nantinya.

Bisa dipastikan Riekha cs hanya perlu mengurus masalah transport, penginapan, serta hal-hal lain yang membutuhkan banyak uang, akan ditangani oleh Key dibantu Jonghyun –yang tentu saja paling kaya diantara mereka, rencananya mereka akan mengenap di hotel Key, di daerah Tokyo-. Koordinasi dengan pihak Tokyo University -yang akan diurus Jinki dan Minho-. Serta masalah proposal yang harus dikumpulkan dua minggu sebelum keberangkatan sebagai formalitas, izin tidak masuk sekolah, surat pemberitahuan untuk orang tua –hanya 4 lembar untuk para sunbae mereka, toh orang tua mereka ber-6 sudah pasti mengizinkan-, dan bagian ini akan ditangani oleh Riekha dan Min Ra.

><><><

“Kya, apa yang kau lakukan? Aku sedang menyelesaikan proposal kita pabo!” Notebook yang tadinya tidak lepas dari pandangan Riekha kini telah berpindah ke tangan Minho.

“Hei, aku sedang berbicara padamu.” Riekha mengekor Minho, yang bahkan tidak sedikitpun menghiraukannya dan terus  melangkahkan kakinya. “Dan aku sangat tidak suka diacuhkan saat sedang berbicara!” Nada bicara Riekha mulai meninggi, sementara Minho hanya melirik makhluk yang kini sudah berada didepannya sekilas.

“Yang ku tahu aku sangat berhak untuk mengambil barangku sendiri. Lagipula kenapa harus notebookku?” Sahut Minho sambil tetap melangkahkan kakinya melewati Riekha. ‘MINHO BABO, Sudah berapa lama kau tidak membersihkan telingamu? berapa kali aku harus mengatakan kalau notebookku ketinggalan di rumah?’ Sayangnya Riekha hanya bisa memaki Minho dalam hati.

 “Yang ku tau proposal itu tanggung jawabmu. Lagipula ini kan idemu. Tau artinya tanggung jawab kan?” Tanggung jawab? Apalagi artinya kalau bukan ‘aku-tidak-mau-tau, itu tugasmu dan kau harus menyelesaikannya tidak peduli bagaimanapun caranya. Aku mau semuanya beres.’ Setidaknya itulah penafsiran Minho. Riekha hanya bisa memutar bola matanya.

“Lagipula, “ Riekha hampir menabrak Minho yang secara mendadak berhenti dan berbalik, kini mereka berhadapan. Rikha mengutuk dirinya sendiri yang entah mengapa malah mengekor Minho. “Kenapa kau masih mengikutiku. Kau bisa menunggu Min Ra atau meminjam notebooknya Jinki kan? Atau kau hanya mau mencari perhatianku.” Minho menatap Riekha sambil tersenyum lebar. Riekha melongo, belum sempat dia protes, Minho sudah melangkah pergi ke depan TV–masih dengan senyum kemenangan-.

“Hh, Whatever.” Dan akhirnya Riekha melangkahkan kakinya untuk  ke kamar Jinki, penyejuknya (?).

 “Aku Pulang!” “Riekha nuuna, kau dimana?” Suara itu, siapa lagi kalau bukan Lee Taemin, adik Lee Jinki.

“Taemin-ah, latihan dancemu sudah selesai? Kenapa tidak bareng Key, Jonghyun, dan Min Ra?” Riekha yang hampir masuk ke kamar Jinki, melongok ke bawah.

“Jonghyun hyung masih rapat dengan anak-anak paduan suara, Key hyung lagi PDKT sama Krystal, Min Ra nuuna juga masih di ruang Jurnal. Karena mereka sibuk sendiri, jadi aku pulang duluan.”

Riekha manggut-manggut, mereka bertiga memang hampir tak terpisahkan. Jonghyun dan Key yang sudah seperti saudara, sama-sama eksis di sekolah. Bahkan Min Ra, yeojachingunya Jonghyun, kadang lebih sering bercanda bersama Key, mengakibatkan pertengkaran kecil antara keduanya yang diiringi tawa Min Ra.

Riekha kembali melihat kearah Taemin, tampak jelas bocah itu kelelahan, harus diakui kakak-beradik ini memang hebat. Jinki, ketua OSIS sekaligus ketua club science sering menjuarai lomba science, pintar main piano dan suaranya juga merdu. Taemin, dia sudah menjadi ketua club dance meskipun dia masih kelas 1, dia juga pintar dalam hal akademis seperti Jinki.

Riekha mengalihkan pandangannya kearah Minho, dia masih kesal dengan cowok itu. Harus diakui dia memang tampan dan keren, dia juga ketua club basket. Hanya saja, dia sangat menyebalkan, dan bermuka dua –menurut Riekha- berlagak cool saat di sekolah namun sangat cuek, menyebalkan dan narsis –terutama saat sedang bersamanya-. Tiba-tiba terlintas di otaknya sebuah ide untuk mengerjain Minho, simple tapi setidaknya akan sedikit menghiburnya. Riekha menuruni tangga, membisikkan sesuatu ke Taemin dan kembali melangkah ke lantai atas.

 “Hyung, Lagi ngapain sih Hyung?” Taemin menjajari Minho dan mengikuti pandangan Minho. “Ke kamarku yuk hyung” Taemin menarik-narik kaos Minho sambil memasang puppy eyesnya.

“Ehm, bentar Taem, nanggung nih”

“Ah hyung. Daripada maen di situ, mending maen sama aku di kamar. Lebih enak. Ayyo” belum sempat Minho mengangguk , Taemin sudah menarik tangannya.

“Bentar Taem, belum di pause tuh gameku. Notebooknya juga belum dimatiin.”

“Udah, gak usah. Ntar kalo’ kalah maen lagi aja. Paling ntar kalo’ Key hyung datang juga bakalan dimatiin.” Taemin tetap narik Minho ke kamarnya, gak peduli Minho ngomong apa.

Riekha kembali turun ke bawah, tersenyum penuh kemenangan. Mengutak-atik notebook itu. ‘Sial, harusnya aku sadar kalau dia pasti memasang passwords.’ Riekha akhirnya kembali naik ke atas setelah sadar dia belum bisa membalas Minho.

><><><

“Kami datang!” suara langkah kaki Min Ra, Jonghyun, dan Key, ditambah lagi teriakan Min Ra memecah keheningan di rumah itu.

“Sepi banget sih? Kemana semua orang?” Jonghyun langsung membanting tubuhnya di sofa ruang tamu.

Min Ra bangkit berjalan mendahului Key ke kamar Taemin, dan benar saja Minho dan Taemin sedang bermain Winning Eleven seperti biasa. Mereka bahkan tidak sadar saat pintu terbuka, sampai akhirnya Taemin bangkit hendak mengambil minum.

“Lhoh Hyung? Nuuna? Kapan masuk.” Tanya si magnae saat melihat Key dan Min Ra di depan pintu dengan tangan dilipat di dada.

“Baru sadar kalau kami ada?”

“Ah, mianhae hyung, aku tidak dengar. Aku kan lagi konsen main. Min Ra nuuna, Jonghyun hyung mana?”

“Duduk di ruang tamu, mana Jinki dan Riekha?” Taemin mengangkat bahunya. “Di atas mungkin nuuna. Ah, aku ambil minum dulu ya.”

“Aku ikut, Taeminnie.” Taemin pergi ke dapur diikuti Key.

Seperginya Taemin dan Key, Minho masih berkutat dengan gamenya. Min Ra harus berdiri di depan layar  untuk menghentikan Minho.

“Oh god, is all the things on your mind is only ‘bout game? Kurangilah sikap cuekmu Minho!”

Minho pun akhirnya berdiri mengekor Min Ra menuju kamar Jinki. Sesampainya di atas, mereka sangat kaget dengan apa yang mereka lihat begitu masuk kamar Jinki. Pintu menuju balkon terbuka, dan disanalah Riekha dan Jinki. Kepala Riekha bersandar di bahu Jinki, sekalipun dari belakang terlihat jelas bahwa Riekha tertidur cukup pulas.

“Jinki. Riekha!” Jinki menoleh, mencoba memberi isyarat agar mereka tidak berisik. Tapi, terlambat.

Riekha mengucek mata-matanya, butuh beberapa saat sampai akhirnya dia sadar sepenuhnya. “Omo! Aku ketiduran! Huwaa, Jinki maafkan aku!” Riekha segera menarik kepalanya dari bahu Jinki, dia panic begitu sadar dia telah tertidur di bahu Jinki.

“Sebenarnya itu bukan masalah untukku, tapi . . .” Jinki hanya tersenyum dan menoleh ke arah pintu. Riekha kaget mendapati Min Ra dan Minho beridiri di sana. Pipinya langsung memerah. Sementara Min Ra tertawa geli, dia tahu benar bagaimana Riekha mengidolakan Jinki. Dan Minho hanya bengong, tapi toh itu hanya sesaat, selanjutnya dia sudah pergi meninggalkan keduanya, diikuti Min Ra yang menahan tawa.

Sesaat kemudian Jinki dan Riekha ikut turun. Sesampainya di bawah 5 pasang mata, ralat hanya 4, Minho sedang sibuk dengan notebooknya, menatap mereka. Min Ra masih menahan tawa, begitu juga dengan Jonghyun dan Key, Min Ra pasti sudah memberitahu mereka. Sementara Taemin menatap bingung kearah Jinki-Riekha dan Key-Min Ra-Jonghyun secara bergantian meminta penjelasan.

“Berhentilah menatapku seperti itu! Aku hanya ketiduran dan aku benar-benar tak sadar.” Riekha memanyunkan bibirnya.

“Oh, sepertinya sahabatmu ini, akan segera mengakhiri masa jomblonya dan mengikuti jejak kita.” Jonghyun merangkul bahu Min Ra.

“Oh, Hyun-Ra, kalian sangat serasi.” Ujar Key, dia tertawa lebar tapi tatapannya mengarah ke Riekha dan Jinki dan jelas itu sindiran untuk Riekha.

BUKK, bantal yang dilemparkan Riekha kearah Key meleset dan akhirnya jatuh ke lantai. Tawa Key semakin lebar, begitu pula Jonghyun dan Min Ra.

“Sudahlah Riekha, mereka hanya menggodamu. Lagipula apa salahnya kalau dongsaengku sendiri secara tidak sengaja tidur di bahuku?” Jinki mengacak rambut Riekha. Blush! Pipi Riekha memerah. Kalau saja Jinki tahu betapa Riekha mengaguminya. Dan betapa senangnya dia saat Jinki mengatakan ‘dongsaengku’. Omo, menjadi dongsaengnya Jinki, siapa yang tak mau? #Huwaa, mau, pengen banget malah. Mupeng nih.

“Mwo? Sejak kapan Riekha nuuna menjadi dongsaengmu Hyung?” Taemin yang sejak tadi kebingungan kini mengeluarkan suaranya.

“Kau kan sudah menganggapnya sebagai nuunamu, jadi secara tidak langsung dia juga menjadi dongsaengku.” Mulut Taemin membentuk huruf O.

“Hanya dongsaeng? Wah, sayang sekali.”

“Padahal kalian sangat serasi.”

“Taeminnie, kau lebih senang kalau Riekha nuuna menjadi dongsaeng Jinki hyung atau menjadi yeojachingunya?” Kembali tawa Key-Jonghyun-Min Ra meledak.

“Mwo? Memangnya Jinki hyung dan Riekha nuuna saling menyukai?”

“Jangan dengarkan mereka, Taem. Tentu saja tidak, Hyung sudah menganggap Riekha sebagai dongsaeng.”

“Hyungmu benar  Taem, nuuna juga sudah menganggap Jinki sebagai oppa. Dan kalian bertiga, berhenti tertawa atau kali ini bukan hanya bantal yang akan kulempar!”

“Baiklah, baiklah.” Tawa ketiga makhluk itu akhirnya mereda, lebih tepatnya mereka hanya mengecilkan volume suara mereka bukan menghentikan tawanya.

“Sudah selesaikah acara kalian? Aku ngantuk.” Minho yang sedari tadi diam di depan notebooknya kini bersuara.

“Aku sudah menyelesaikan proposalnya, tapi kalian harus melihatnya siapa tahu ada yang salah. Setelah itu, tinggal diprint dan diberikan ke seongsanim besok.” Suasana kembali tenang.

“Proposal? Proposal apa hyung?” Taemin memandang wajah-wajah yang sudah dianggap sebagai hyung dan nuunanya satu-persatu meminta jawaban.

Jinki akhirnya menceritakan rencana keberangkatan mereka ke Jepang. Begitu mendengarnya, Taemin merengek minta ikut. Jinki mencoba membujuknya karena Riekha sudah mengusulkan ke seongsanim kalau hanya 10 orang yang ikut. Minho, Jonghyun, dan Riekha, mereka semua selain pengurus OSIS juga mewakili club Basket, Paduan suara, juga Teater -3 club yang paling populer di Seoul High School-. Jinki dan Key yang merupakan Ketua dan Wakil ketua OSIS juga Min Ra sebagai Sekretaris OSIS. Juga 4 sunbae mereka. Tapi, Taemin tetap merengek. Demi menghentikan rengekan Taemin, Riekha akhirnya mengatakan kalau dia akan membicarakannya lagi dengan seongsanim siapa tahu Taemin bisa ikut.

Setelah Taemin diam, mereka kembali focus membenahi proposal yang telah disusun Riekha. Sejam kemudian, tepatnya jam 7 malam, mereka makan bersama. Key dan Min Ra memasak Ramyun, sesekali terdengar teriakan dari dapur karena Jonghyun tidak mau berhenti merecoki mereka berdua. Inilah kebiasaan mereka, menghabiskan waktu bertujuh, layaknya keluarga. Toh, mereka di rumah juga sendirian. Orang tua mereka semua tinggal di luar negri. Kebetulankah? Sebenarnya tidak.

Mereka berenam, minus Taemin, sudah akrab semenjak kelas 1. Saat itu, Seoul High School punya satu kelas unggulan. Isinya, tak lain adalah anak-anak yang pandai, berbakat, good looking dan juga kaya, yeah almost pefect. Setiap ada perlombaan baik akademis maupun non-akademis selalu dijuarai oleh wakil dari Seoul High School yang berasal dari kelas unggulan tersebut. Hampir semua orang tua  siswa kelas tersebut sibuk berbisnis. Baik di dalam maupun luar negri.

Karenanya, sekolah  menyediakan asrama khusus untuk kelas tersebut. Tak heran siswa kelas ini begitu akrab. Sayangnya, tahun ini kelas Unggulan ditiadakan. Kelas Unggulan menyebabkan kesenjangan dan kecemburuan dari siswa kelas lain. Akibatnya semenjak naik ke kelas 2, siswa unggulan di pisah agar bisa berbaur dan menularkan bakat mereka ke siswa lain. Namun, ikatan yang terjalin terlalu kuat, dan itu bertahan sampai sekarang.

“Ah, aku kenyang.” Taemin bangkit dari duduknya.

“Kya, mau kemana kau? Cuci piringmu Taem, atau kau tidak dapat jatah Ayam besok!” Jinki mengancam. Taemin berbalik, pipinya menggembung.

“Sudahlah, biar aku yang mencuci piringnya.” Riekha berdiri dan membereskan piring-piring temannya. “Gomawo nuuna.” Taemin segera masuk ke kamarnya sebelum Jinki meneriakinya.

“Jinki, kami pulang dulu. Key dan Jonghyun sepertinya sudah sangat ngantuk. Riekha, maaf tak bisa membantu.” Key dan Jonghyun hanya melambaikan tangan. Riekha tersenyum dan membawa piring-piring ke dapur.

Minho mengambil kunci motornya bersiap pulang. “Kau tidak akan pulang tanpa Rikha. Rumah kalian searah kan?” Jinki mencegat Minho.

“Ah, kenapa tidak kau saja yang mengantarnya? Lagipula aku harus melewati rumah Krystal kalau mengantar Riekha. Dan aku tak mau dia melihatku membonceng Riekha.”

“Mwo? Krystal? Bukankah Key sedang PDKT dengannya? Kau tidak berniat merebutnya dari Key kan?”

“Tenanglah, Key sudah tahu soal ini. Aku hanya taruhan dengannya kalau auranya tidak ada apa-apanya dibandingkan karismaku. Dan bisa dipastikan aku yang akan mendapatkan Krystal.” Minho tersenyum lebar. “Terserahlah, yang jelas kau harus mengantar Riekha. Karna aku tidak mungkin meninggalkan Taemin. Aku tidak mau tahu.” Jinki masuk ke kamarnya, kadang dia bisa jadi sangat otoriter.

“What? Kalian menjadikan Krystal sebagai taruhan? Kalian pikir kalian sekeren itu. Asal tahu saja Krystal tak mudah ditaklukkan, kalian juga tahu kan seberapa banyak sunbae kita yang mengejarnya. Bisa-bisa kalian yang terjebak pesonanya.” Tau-tau Riekha sudah berdiri di samping Minho.

“Aku dan Key? Key mungkin iya, dia memang menyukai Krystal. Tapi aku? Tentu saja tidak, aku hanya menganggap ini sebagai tantangan. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya bersaing untuk mendapatkan seorang yeoja. Selama ini aku selalu dikejar-kejar, bahkan mungkin kau salah satu dari mereka.” Minho memasang tampang sok keren, yang membuat Riekha ingin  muntah, meski harus diakui Minho memang keren.

“Mwo? Menurutmu kau sekeren itu? Kau terlalu PD, Choi Minho.” Riekha hanya bisa geleng-geleng,  dan mencoba menepis anggapannya tentang kerannya Minho. “Jinki, aku pulang!” teriak Riekha sebelum benar-benar keluar mendahului Minho. “Ne, hati-hati. Minho, pastikan dongsaengku selamat sampai di rumah.” Jinki menyembulkan kepalanya di pintu kamar.

“Jadi, aku harus mengantarmu pulang?”

“Menurutmu? Cepatlah Minho, ini sudah malam.”

Minho hanya bisa mendengus dan dengan terpaksa dia mengantar Riekha pulang.

><><><

 “Nanti sore kita kumpul di rumah Jinki lagi?” Seperti biasa, saat istirahat mereka ber-5, bersama Taemin berkumpul di kantin, tapi kali ini tanpa Jinki dan Key. Mereka sedang ada urusan.

“Yeah, aku sudah memberikan proposal kita ke seongsanim. Dia sudah menandatanganinya, jadi kita tinggal mengurus hal-hal lainnya. Aku juga sudah membicarakan masalah Taemin ke seongsanim.”

“Lalu, apa keputusannya nuuna? Aku boleh ikut kan?”

“Dengan syarat, seongsanim memintamu untuk menulis essay tentang salah satu budaya khas Jepang, untuk kemudian dikirim dalam perlombaan Korean Essay Competition.”

“Yah nuuna, itu tidak adil. Jadi, kalian akan bersenang-senang sementara aku harus mendapat tugas untuk menulis essay.” Taemin mengerucutkan bibirnya, tampak jelas dia kecewa.

“Tidak ada pilihan lain Taeminni.” Riekha memasang wajah menyesal mencoba menghibur Taeminni.

“Kami akan membantumu. Hwaiting!” Min Ra mengangkat tangannya memberikan semangat. Jonghyun terlihat akan protes, karena tentu saja itu akan merusak acara bersenang-senangnya, tapi dia mengurungkan niatnya saat Min Ra melotot ke arahnya.

“Kau bisa menulis essay tentang bunga Sakura. Aku yakin Riekha dengan senang hati akan membantumu.” Mata Jonghyun langsung berbinar begitu mendengar usul Minho, ‘dan aku akan bersenang-senang’ pikir Jonghyun.

><><><

Usai mendiskusikan masalah keberangkatan mereka, Minho segera mengambil tas dan jaketnya dan berlari keluar setelah pamit pulang. Dan entah kenapa Riekha mengejarnya.

“Minho, aku mau pulang denganmu.”

“Mwo? Tidak bisa, aku tidak mau. Aku tau kau suka denganku, tapi untuk kali ini aku tak bisa.” Minho memakai helmnya.

Riekha ingin membantah, tapi tidak jadi karena kali ini dia memang ingin pulang bareng Minho. Bukan, karena dia suka Minho, tapi justru karena dia ingin membalas Minho. Motor Minho sudah menghadap jalan, bersiap untuk melesat. Tapi Riekha cukup cekatan, dia segera berdiri dengan kedua tangan terbuka menghadang Minho. Dan tanpa memberi kesempatan Minho untuk bicara dia naik ke motor Minho.

“Aku tak peduli. Aku mau pulang denganmu, dan ini sama sekali tak ada hubungannya dengan anggapan konyolmu kalau aku menyukaimu.”

Persis seperti kemarin, Minho mendengus kesal. Dan sudah terlambat untuk melarang Riekha. Karena sepertinya yeoja itu sudah sangat nyaman dengan posisinya. Akhirnya Minho melajukan motornya. BRUMM! Motor Minho melesat, tubuh Riekha terdorong ke belakang karena dia belum siap, beruntung refleksnya cepat. Tangan Riekha segera mencengkram pinggang Minho, labih tepatnya kaos Minho. Minho bisa mendengar Riekha menggerutu, tapi dia tak peduli. Dia malah melesatkan motornya makin cepat, ‘kau mau pulang denganku? baiklah’ hati Minho bersorak senang. WUSH!

Sepanjang jalan Riekha memejamkan matanya, Minho melaju sangat cepat. Sebenarnya Riekha type yeoja yang cukup suka di ajak ngebut, tapi cara ngebut Minho tentu saja bukan seleranya. Mereka berkali-kali menerobos lampu marah, dan yang ada di telinganya hanyalah suara klakson kendaraan lain, serta makian pengendaranya. Beruntung kini Minho sudah memelankan lajunya. Karena beberapa rumah lagi mereka akan melewati rumah Krystal. Minho celingukan berharap gadis itu tak ada di rumah , atu setidaknya sedang sibuk di kamarnya jad tak melihatnya. Riekha tau betul alasan Minho memelankan lajunya, dan inilah yang ditunggunya. ‘Time for Revenge’.

Tiba-tiba Riekha meletakkan tangannya di pinggang Minho, padahal selama perjalanan tadi mati-matian dia berusaha agar tak harus berpegangan pada Minho. Tentu saja Minho kaget, apalagi  dia melihat Krystal di depan rumahnya sedang bermain dengan kelincinya.

“Kya Minho pelankan motormu! Baiklah, baiklah, aku pegangan. Puas kau sekarang?” Kekagetan Minho bertambah saat mendengar teriakan Riekha barusan. ‘mwo?’ Ciiiiitttt! Minho menghentikan motornya.

“Auw, dan sekarang kau ngerem mendadak. Kau benar-benar seperti anak kecil. Aku kan sudah pegangan Minho-ya!” Harus diakui acting Riekha sangat sempurna, gelarnya sebagai ketua teater tak perlu diragukan. Dia sengaja mengeraskan suaranya, dan memasang tampang kesal seolah Minho memang memaksanya untuk pegangan.

‘Aish, Yeoja ini benar-benar gila. Seharusnya aku sudah menangkap glagat anehnya saat minta pulang denganku. Awas kau Park Riekha!’ Sekarang Minholah yang memaki Riekha dalam hatinya. Minho melirik Krystal sekilas, yeoja itu tertawa, Minho hanya tersentum kikuk saat pandangan mereka bertemu. Meskipun dia tidak suka dengan krystal, tapi untuk seorang Choi Minho, ngebut demi memaksa seorang yeoja untuk pegangan padanya adalah hal memalukan. Yah, -M.E.M.A.L.U.K.A.N-, mau taruh di mana muka seorang Choi Minho?

“Gomawo Minho.” Riekha langsung turun dan memasang senyum termanisnya seolah tidak terjadi apa-apa. Buru-buru dia membuka pagar rumah dan masuk sebelum Minho mencak-mencak (?). Sayangnya, Minho terlalu gesit. Minho menarik tangan Riekha dari belakang, membuat tubuh yeoja itu berbalik menghadapnya. Minho semakin melangkah maju, sementara Riekha sudah tidak bisa melangkah mundur karena punggungnya sudah menyentuh pintu. Yeoja itu terhimpit.

“Menurutumu itu lucu, Park Riekha?” And here we go, Minho menatap Riekha tajam tepat di matanya, memperpendek jaraknya dan Riekha, membuat yeoja itu menutup matanya.

“Hhei, kenapa kau menutup matamu?. Kau tidak perlu bersusah payah Riekha, aku tidak menyukai Krystal. Jadi kau bisa dengan bebas mendekatiku tanpa harus melakukan hal bodoh seperti tadi.” Wajah Minho semakin dekat, Riekha bahkan bisa merasakan hangat nafas Minho, begitu pula Minho. Kalau saja suasananya tidak seperti ini, pasti Riekha sudah melontarkan caciannya untuk membalas Minho. Tapi kali ini, otaknya benar-benar kosong, Jantungnya berdetak sangat cepat seolah dia baru saja lari Marathon 1000 km, eh tapi kayaknya kejauhan, 1000 m aja deh.

Minho berhenti mendekatkan wajahnya, dia memperhatikan wajah yeoja di depannya. Dan senyum tipis terukir di wajah Minho. Melihat wajah Riekha yang ketakutan, semua amarahnya menguap, dia ingin tertawa, tapi tentu saja di tahan demi berlanjutnya adegan ini.

Lama Riekha menunggu, tak ada suara. Sebenarnya dia tak yakin, karena Riekha masih bisa merasakan nafas Minho. Tapi, dia memberanikan diri untuk membuka matanya. “Kyaaaa!” Riekha begitu kaget saat melihat wajah Minho berjarak sekitar 5cm dari wajahnya. Refleks dia memalingkan wajahnya ke samping.

“Hahhahha, Yeoja Babo. Kau pikir aku akan menciummu hah? Hahhaha.” Minho menarik wajahnya, tawanya meledak. “Itu hanya peringatan kecil. Jangan pernah melakukan hal bodoh lagi hanya untuk mendekatiku. Ara?” Wajah Minho terlihat sangat puas.

Begitu Minho pergi, Riekha langsung mendapat kekuatan untuk berteriak. “Aarhg! Cowok gila! Awas kau!”

TBC

Gimana? Gimana? Gimana kesan anda setelah membaca FF ini? #emang ada yang baca? Bodo ah,#. Terlalu berbelit-belitkah? Bahasanya jelek kah? Penulisannya berantakan kah? Alurnya gak jelas kah? Huwaa, sory banget, seamatirnya amatiran yang paling amatir nih.  #bow. Kritik, saran, komentar, belas kasihan, bahkan sumbangan (?) pun akan di trima. Need your comment so, 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

49 thoughts on “Just Can’t Get Enough Of You – Part 1”

  1. hahaha gak apa-apa kok author, walaupun berbelit-belit aku ngerti kok
    koreksi pertama kenapa min dan ranya gak di gabung aja. kasian spasinya. jadi minra, gimana lebih simpel dari min ra, kan?
    keduan ada typo sedikit thor
    itu aja kok, lanjut ya thor!!
    aku tunggu loh!!

    1. mauku sih emang Minra gitu, next part entar di buat gitu,, 🙂
      Iya, Sory banyak typo, padahal uda ku review #pas lagi ngantuk,,
      Thanks vo comment, 🙂

  2. bagus kok yaaah walaupun bhs.a aga berbelit tp ak ngerti kok….
    Choi Minho selalu memberikan kejutan dlm setiap ff yg diperani.a…
    Chingu lanjutin yaaa ff.a qlu perlu secepat.a penasaran bngt nihh….

  3. keren chingue!

    Aduh Minho, usil amat sih! hahahaha

    lanjut ya chingue,
    penasaran, apa riekha bakal naksir mingo, *ada sinyal*

  4. ahahahah ngakak !! minho keren … riekha nya juga !!!
    *bener ngak tuh nma?*
    ahahm pinter akting .. aku suka di tunggu lanjutannya ya ..
    oh iya .. haduh bhsany amuter2 untung otak lgi nyambung .. ahahha …

    1. He’emh,, kan emang ketua club teater,, 🙂
      Hihhi, agak muter-muter? sory ya, next part diperbaiki kok,,
      Makasi, 🙂

  5. Huuwwwaaa keren ff’a..

    Si Riekha beruntung bgt yaa..d’anggap dongsaeng sm Jinki *aku jg mw T.T
    Tu Minho bner2 PD abiz ya? Haduh klo aku jd Riekha,si Minho aku pukul kepala’a..se’enak’a za jd org,huh (lho kok jd aku yg kesel?)
    Tpi kyak’a si Minho suka sm Riekha ya,tp dy gak mw ngaku za.. *mulai sok tau

    pnasaran gmn lanjutan’a,klo gtu cpet d’lanjut ya part 2 nya..hehe

    1. Aku juga mau jadi adiknya Onew,m tapi gak mungkin banget,, 😦
      Haha, maunya gitu, tapi ntar malah dipukuli ganti sami Flames,,
      Okey, diusahain cepet lanjutannya, makasih, 🙂

  6. Huwaaa~ seruuu nie seru thor 🙂

    hahaha dasar orang berduit.. Mau ke jepang ajee.. Pake ‘alesan’ study tour.. Hahaha,, suka suka 🙂

    huwaaa~ mau dong tidur dibahu nya Jinki.. Tp ga mau jd dongsaeng nya… Mau ny jd yeojachinguny #ngelunjak

    aiiish~ minho tuh emang bner2 yaaa… Bikin jantung komat-kamit (?)

    aaah~ seru thor ..
    Di tunggu next part nya 🙂

    1. Waduhh, siapa yang gak mau sama Jinki??
      iya tuh si Minho, tp ntar part 2 jantungnya Minho juga ikut komat-kamit kok,,
      Makasih komen sama likenya,, 🙂

  7. lanjut thor… Bgus kok, alurnya mengerti :)) hehe.. Penasaran riekha jadian kh ma Minho atau onew? Ditunggu……..

  8. Aaaaaaa minho kayaknya jeles tuh sama jinki
    Ululululu:3:3
    Aihhh keren nih ektingnya
    Wkwkkwkw lanjuuut

  9. Ini crita ga pake ujug2 thor.
    Ngerti ga?
    Mksudx ga ada angn-hujan-pengenalan,tau2 langsung aja gtu.
    Hehe
    But i like this

    1. Iya sih, tapi emang dibuat gitu,, gak papa kan?? #mo gak boleh gimana? udah publish juga’, :D#
      Makasih ya,, 🙂

  10. hahaha not to bad,,
    tapi kyaknya kebanyakan perannya riekha am minho ….
    py gx pp,, I like it….
    next thor….
    gx sbar ……………….!!!

    1. Wah, padahal next partnya malah Riekha-Minho lebih banyak, ya ntar diusahain biar seimbang deh,,
      Okey, makasih ya,, 🙂

    1. Huwaa, makasih uda suka,,
      Hehe, tapi PDnya sesuai kok,, (baca : Minho kan emang ganteng dan keren),,
      Okeh, makasih,, 🙂

  11. wah! si minho jdi org PD amat sih? ckck
    itu riekha jg sbenernya ska pa ga ma si mimin?
    agak ga ngerti jg sih gmna hubungan mreka itu… si tetaem kelas brp… trus napa bisa akrab bgt… aq rada bingung… maklum aq orgnya rada lola, oke! bener2 lola… kta tmen2 aq sih gitu… *curcol*

    ni ffnya bagus kok thor… pilihan ktanya jg tepat… tpi satu! pengaturan paragrafnya…
    klo da kalimat dri dua org yg berbeda tpi ditulis dlm satu paragraf, aq ska jdi bingung… hehe…

    segitu aja deh komenku…
    lanjutannya ditunggu! 🙂

    1. Sory banget baru bales,,
      Hahha, PDnya Minho emang uda stadium akhir,,
      Perasaannya Riekha?? Hm, gimana ya?? liat ntar aja,, 🙂
      Jadi Riekha, Minra, OnJongKeyMin itu sekarang kelas 2, dulu sekelas pas kelas 1 jadinya mereka akrab banget,, udah kayak keluarga malah,, nah berhubung si Taemin itu adiknya Jinki dan mereka semua anak tunggal jadi Taemin uda kayak adik mereka gitu,, Taeminnya sekarang kelas 1,,
      Sebenernya aku juga bingung pas mau jelasin bagian itu,, jadi wajar banget kalo readernya bingung, #authornya aja bingung, PLAKk

      Makasih buat sarannya,, ntar coba diperbaiki,,
      Okey, tunggu ya,, #promosi,, 😀

    1. Gak nyangka FF ini masih ada yang komen,,
      Daebakk?? HUWAAA!! makasih, #bow
      next part on progress,,
      Makasih uda baca,, 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s