Married Idol : Key Confession – Part 2

Married Idol- Key Confession[2.2]

Title : Married Idol- Key Confession

Author : Onmithee

Main Cast  : Key/Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Rumi

Support Cast : Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Han Chae Kyeong, Jung Kyung Ho, Jung Jin Rin

Length : 2 Part

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Notes: Nih FF side story dari married Idol versi Key sekaligus menjadi after story. Soo… buat readers yang belum baca Married Idol, disarankan baca tuh ff dulu supaya ngerti ma jalan cerita ff ini, Okey ^^b

Story

”Kau datang..” kataku pada Chae Kyeong saat kami bertemu di pesta pernikahan Onew-hyung dengan Rumi.

”Seperti kau lihat..” sahutnya tersenyum. Dia lalu memelukku dan berbisik, ”Kibum-ah.. gomawo. Karena kau, aku bisa sekuat ini untuk hadir disini. Memberikan restu atas pernikahan Jinki ini.. gomawo.”

Aku menepuk punggungnya, ” aku yang harusnya berterima kasih.”

Dia lalu melepaskan pelukannya dan memamerkan tangan kanannya dimana di jari manisnya melingkar sebuah cincin.

”Sudah menemukan orang lain rupanya, pantas..” kataku. ”Apa aku mengenalnya, noona?”

Dia menggeleng,”Kenalanku saat di Jepang dulu. Tapi, aku pasti akan mengenalkannya padamu.”

”Baguslah, ”sahutku. Kemudian dia bersama Baek Soo Jin, seorang hair stylist yang sudah lama ku kenal, memasuki ruangan pesta. Sementara aku masih menunggu Taemin yang masih belum tiba di gedung resepsi.

Sambil menunggu Taemin, aku berdiri di depan pintu sambil menyambut tamu-tamu yang datang bersama Jonghyun dan Minho. Tapi, mataku kemudian terpaku ketika melihat empat orang yeoja yang baru masuk ke dalam gedung.

Aku mengenali salah seorang dari mereka. Yeoja itu adalah yeoja yang meminjamkan sapu tangannya padaku ketika aku menangis di rumah sakit setelah menjenguk Chae kyeong.

Dia lalu tersenyum padaku, begitu juga teman-temannya. Mereka bergegas mendatangi aku yang berdiri bersisian dengan Jonghyun dan Minho.

”SHINee Jjang..” seru keempat yeoja itu. Membuat tetamu yang lain memandang ke arah kami.

”Yaa.. aku ingat kalian…” seru Jonghyun riang. ”Kalian teman-teman Rumi-noona kan? Shawol yang waktu itu menitipkan kado padaku untuk Minho?!”

”Kyaaa… Jonghyun-ah… kau hebat sekali masih ingat dengan kami padahal itu sudah lama sekali..” seru seorang yeoja sambil mengeluarkan camera digitalnya.

”Seera-ya… kau mau jadi stalker disini ya?” kata yeoja lain yang selalu melirik-lirik pada Minho.

”Shim Chaesa..  ssttt..” kata yeoja bernama Seera itu sambil menempelkan telunjuknya ke bibir.

”Yaa.. bersenang-senanglah kalian disini, karena kalian akan mendapatkan banyak pose pic yang bagus dari kami… asal, jangan di sebar luaskan ya..” pesan Jonghyun tertawa.

”Tentu saja,… sebagai stalker sejatimu. Aku akan memanfaatkan kesempatan ini. tenang, kebanyakan foto yang kudapat hanya untuk konsumsi pribadi kok..” sahut si Seera itu.

”Ohya? Kalau begitu, bagaimana sekalian saja kita berbicara secara pribadi..” Jonghyun mengatakannya sambil merangkulkan tangannya di pundak yeoja itu.

Aku dan Minho cepat-cepat menurunkan tangan Jonghyun dari pundak yeoja itu. Terlihat jelas kekecewaan di wajah yeoja itu, sementara Jonghyun masih senyam senyum tak jelas.

”Yeobo… kau mencoba selingkuh di depan mataku?” seruku pura-pura merajuk.

Kami semua lalu tertawa, kemudian seorang dari mereka lagi berseru, ”Aku masuk duluan ya.. tadi ku lihat Henry-oppa dan rombongan Super Junior sudah di dalam.”

”Ki Young-ah… ikut..” seru yeoja bernama Seera dan Chaesa masuk ke dalam ruang pesta. Sementara yeoja yang meminjami sapu tangannya padaku masih berdiri di dekatku.

Aku lalu memandangnya. ’apakah dia mengenaliku sebagai ahjusshi yang menangis?’, batinku.

Tapi kemudian dengan cepat dia mengeluarkan sebuah album foto dari dalam tasnya dan menyodorkan padaku.

”Key… bisakah kau memberikan tanda tanganmu di album ini..” pintanya dengan wajah bersemu merah.

Yaa… rupanya dia tak mengenaliku. Syukurlah…

Aku mengangguk dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan pesta. Kami lalu duduk berdampingan dan aku membubuhkan tanda tanganku di album foto itu yang merupakan fanmade lockets sehingga wajar saja seluruh foto di album itu adalah fotoku. Hah.. rupanya dia fans ku, aku jadi ingin tertawa saat ini.

”Kamsahamnida…” katanya membungkukkan tubuhnya saat aku mengembalikan albumnya.

”Chanmaneyo..” sahutku.

”Mwo?” dia tampak heran.

”Siapa namamu?” tanyaku.

”Jung Jin Rin,” sahutnya.

”Jadilah dokter yang hebat dan selamatkan nyawa lebih banyak lagi, arasseo?”

”Mwo.. ba-bagaimana kau..? Ah, Ne.. arasseoyo…” sahutnya dengan ekspresi wajah campur aduk antara bingung dan senang.

Aku lalu pamit permisi untuk kembali ke posisi semula, menyambut tamu yang masih banyak berdatangan.

++++++

”Yaa.. Lee Taemin!” seruku saat melihatnya datang bersama seorang yeoja. Dia langsung menghampiriku bersama yeoja itu.

”Hyung, waeyo? Acaranya belum mulai kan?” katanya celingukan.

Aku melirik yeoja disampingnya, tak tahu siapa yeoja yang di bawanya ke pesta pernikahan Onew-hyung ini. Lalu aku menunjuk yeoja itu sambil bertanya pada Taemin, ”Nugu imnika?”

”Ah.. dia Park Chaeri.. haha. Temanku di kampus…” kata Taemin gugup lalu menyenggol bahu yeoja itu, ”Chaeri-ya.. kenalkan, dia hyung terbaik ku… hahaa..”

”Annyeong oppa..” kata yeoja itu membungkukkan tubuhnya.

”Teman?” tanyaku penuh selidik. ”Oh ya… annyeong Chaeri-sshi.” tak lupa aku membalas salam yeoja itu

”Ne, hyung! Teman.. haha..” sahut mereka berdua sementara aku masih memandang curiga.

”Hah.. sudahlah, lupakan!” kataku mengibaskan tangan. Lalu aku berkata pada Yeoja itu, ”Chaeri-sshi, silahkan masuk duluan. Ada yang mau ku bicarakan dulu dengan anak ini,” tunjukku pada Taemin, lalu menyeretnya untuk mengikutiku.

Aku lalu menghentikan langkahku di dekat toilet pria.

”Ada apa hyung?” tanya Taemin.

”Kau nanti wakilkan aku memberi sambutan..” sahutku.

”Mwo?! Waeyo?”

”ck..” aku lalu mengambil selembar kertas dari kantung jas ku. Lalu menyerahkan pada Taemin. ”Kau bacakan saja. Tak usah banyak tanya, arasseo?”

”Andwe! Hyung saja yang baca sendiri.”

”Yaa!” seruku dengan mata melotot.

”Oke..oke. baik, aku lakukan,” sahutnya cemberut, dia lalu membaca catatan yang kuberikan dan berjengit. Hendak protes tapi diurungkan, lalu dia meninggalkanku.

Aku lalu menyandarkan diri ke tembok kemudian beringsut hingga menjongkok.

Aku tak ingin berada disini. Di pesta yang menyakitkan ini. Tapi sebagai sahabat, aku harus datang memberikan restu. Walau hati ini sesak sekali.

”Kibum-ah.. kau kenapa? Sakit?” tegur seseorang.

 Aku mendongakkan wajahku, orang itu Minho. Dia lalu duduk disampingku.

”Kalau kau tak kuat. Lebih baik pulang saja. Aku akan memberikan alasan pada Onew-hyung karena ketidakhadiranmu. Jangan memaksakan diri…”

“Aku tak apa, Minho…”

Dia lalu memijat pundak ku.

“Apa rasanya terlalu sakit?”

“Ne.. lebih sakit ketimbang terkena ttak bam Onew-hyung,” sahutku tersenyum getir sambil memegang dadaku.

Minho lalu tertawa pelan, ”Aku harap rasa sakit itu tak berlarut-larut.”

”Minho-ya…” kataku, ”Terima kasih karena malam itu kau datang. Terima kasih kau telah menasehati Rumi untuk melepaskan aku dan Onew-hyung. Jika kau tak mengatakan itu, mungkin pernikahan mereka tak akan terlaksana. Aku sadar dan melepaskan Rumi karena mendengar ucapanmu waktu itu.”

Aku kemudian mendesah menarik nafas dalam sementara Minho masih menunggu kelanjutan perkataanku.

”Jika aku tak melepaskannya, mungkin yang merasakan rasa sakit ini tak hanya aku sendiri. Rasa ini sangat menyakitkan dan aku tak tega jika Rumi yang merasakannya…”

Tak terasa air mataku mulai menetes lagi, padahal aku sudah berharap bisa bersikap tegar hari ini.

”Kau sudah melakukan hal yang sangat baik. Hentikanlah tangisanmu dan berikan mereka senyuman. Rumi-noona akan sangat sedih jika melihatmu terpuruk seperti ini. ini hari bahagianya, jangan kau tangisi…”

Aku mengusap air mataku. ”Kau benar..”

Minho tersenyum kemudian dia mengajakku berdiri.

“Acaranya akan dimulai, ayo kita segera kesana…” ajaknya sambil menarikku masuk ke ruang tempat acara.

Kemudian acara pernikahan itu berlangsung lancar dan meriah. Jonghyun menyanyikan lagu spesial yang dikarangnya sendiri sebagai kado pernikahan untuk Onew-hyung. Aku menahan tangisanku ketika mendengar lirik lagu itu.

Selalu mencoba menguatkan hati disepanjang acara, walau mataku tak bisa lepas dari Rumi yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin putih yang dia kenakan.

Aku menggenggam erat kado yang ku siapkan untuknya dengan menahan rasa iri dan sakit hati ketika melihatnya tersenyum disamping Onew-hyung.

Aku memang seharusnya tak datang ke tempat ini…

++++++

Aku menumpahkan tangisanku di toilet. Aku menangis dalam senyap, tak bersuara. Dengan nafas tersengal, air mataku semakin deras mengalir.

Babo! Babo!

Aku mengutuk diriku yang masih belum bisa tegar menerima ini. Aku bisa menasihati Chae Kyeong untuk melupakan perasaannya pada Onew-hyung tapi aku tak bisa menerapkannya pada diriku sendiri.

Rumi-ya… aku masih menginginkanmu…

Aku lalu membuka kado yang akan ku berikan padanya.

Aku bodoh! Kenapa aku malah ingin memberikannya cincin yang dulu ku gunakan untuk melamarnya. Kenapa aku sebodoh ini?

Kenapa aku malah ingin menunjukkan padanya kalau aku masih mencintainya?! Padahal aku sudah bertekat untuk melepaskannya.

Aku lalu membuka tutup kloset dan membuang cincin itu disana.

Mianhae… Rumi-ya, aku hampir menyakitimu lagi dengan perasaanku ini.

Aku lalu keluar dari bilik toilet dan membasuh wajahku di wastafel.

”Yaa.. Key.”

Aku menoleh untuk melihat orang yang memanggil namaku. ”Oh.. kau..” orang yang menyapaku itu ada Jung Kyung Ho, sunbae Rumi di kantor dan dulu aku sempat cemburu padanya karena mengira Rumi berkencan dengannya.

”Neo gwenchanayo?”

”Ne, gwanchana,” sahutku sambil merapikan rambutku.

”Ah..” dia terlihat gugup lalu menepuk bahuku. ”Kau hebat.”

Aku meliriknya kemudian melipat tanganku di dada, ”Hebat dalam artian apa?”

”Rumi sempat cerita tentang hubungan kalian padaku dulu.. hehe,” sahutnya nyengir.

”Karena itu kau berpura-pura menjadi kekasihnya dan mengelabuiku?”

”Saat itu aku masih belum tahu kalau aku harus mengelabuimu. Mianhae..”

”Tak apa itu masa lalu,” sahutku kembali menatap cermin dan merapikan diri.

”Suatu saat kau pasti akan menemukan yeoja yang lebih baik dari Rumi. Aku percaya itu karena kau orang baik yang rela berkorban…” katanya.

Aku tersenyum padanya, lalu kami berjabatan tangan. Dia menepuk pundakku.

”Kim Kibum Jjang..” serunya mengepalkan tangan. ”ah, boleh aku bilang kalau aku fans mu?”

Aku tertawa mendengar ucapannya. ”Kamsahamnida, Kyung ho-hyung. aku merasa tersanjung.”

Kami kemudian mengambil gambar berdua dan bertukaran nomer ponsel. Aku pikir, aku bukan hanya mendapat seorang fanboy tapi mendapat seorang teman lagi.

Lalu kami keluar dari toilet bersama dan dia berkata padaku, ”Hey, tidak kah kau berpikir kalau kisah pernikahan  Rumi ini seperti kisah di drama sassy girl chunyang?”

”Tunjukkan letak hubungannya?” kataku.

Ku lihat Kyung Ho berpikir tapi kemudian dia menggelangkan kepala, ”ternyata tak mirip. Hah, aku bingung akan menyampaikan apa di sambutan nanti. Rumi memaksaku untuk menyampaikan pesan sambutan di pernikahannya ini. Tapi aku tak punya ide..”

Tiba-tiba aku tersenyum dan memetikkan jari ku. Aku menepuk punggung Kyung Ho-hyung.

”Gomawoyo, hyung. Kau memberiku ide…” kataku.

”Mwo? Lalu aku? Yaa… Key, kau mau kemana?” tanyanya melihat aku yang bergegas pergi meninggalkan gedung resepsi.

++++++

Yakk… aku mendapatkan kado yang tepat untuk pernikahan Rumi. Yeah, mungkin ini juga untuk membalas sedikit kekesalanku pada mereka. Biar Rumi tahu rasa.. dia pasti akan dimarahi ibunya setelah acara selesai karena melihat kado dariku.

Aku lalu tersenyum melihat kado ku ini, sepasang sepatu bayi berwarna pink. Kyung Ho-hyung sebetulnya benar. Ada kemiripan antara kisah pernikahan Rumi ini dengan drama Sassy Girl Chunyang. Rumi menikah dengan seorang idol dalam keadaan hamil duluan, persis seperti kisah pernikahan sahabat Chunyang.. hahaha.

Dan aku akan membuat kisah mereka semakin mirip karena kadoku ini.

Aigoo…  kenapa saat ini aku ingin tertawa membayangkan wajah bete mereka?

Setelah pesta pernikahan usai dan hanya tinggal acara foto-foto, saat itu aku menghampiri pasangan yang berbahagia itu, kebetulan saat itu orang tua mereka juga ada. Ini moment yang tepat untuk memberikan kadoku.

Yaa.. Onew-hyung. Paling tidak aku tak buruk-buruk banget karena membongkar scandalmu dan Rumi di akhir pesta kalian, di saat wartawan sudah banyak pergi.

Aku hanya membongkarnya di hadapan keluargamu dan SMTown Family yang masih berada di ruangan pesta ini.

”Onew-hyung. chukkae… aku sebenarnya menyiapkan sebuah kado spesial untuk pernikahan kalian…” kataku tersenyum.

”Mwo? Cepat berikan..” dia bersemangat menerima kado dariku.

”Ini… bukalah. Kuharap kau dan Rumi-Noona suka..”

Onew-hyung yang sangat bersemangat segera membuka kado dariku. Rumi juga tak kalah antusias, tapi kemudian mereka merengangkan bahu lemas, sementara orang tua mereka terheran-heran melihat kado itu.

”Sepatu bayi?” kata Ibunya Onew-hyung menatap Rumi dan Onew-hyung bergantian.

”Yah.. kuharap kalian suka. Memang sih, aku memilihkan warnanya pink padahal jenis kelamin anak itu belum diketahui…” kataku sudah tak sanggup menahan tawa.

”Tunggu Key..” sergah ibunya Rumi, ”..Hey kado ini terlalu cepat.”

“Terlalu cepat? Bukannya sekarang Rumi-noona sedang hamil ya?” kataku masih bisa menahan tawa memajang tampang tak berdosa

”Yaa! Key!” Jerit Rumi dan Onew-hyung bersamaan.

”Mwo? Pengantin wanitanya sedang hamil?” seru tetamu yang tersisa.

”Yaa… Kim Rumi! Lee Jinki astaga….” seru ibunya Rumi dengan pandangan marah.

”Kyaa~ akhirnya kita dapat cucu ..” kata orang tua Onew-hyung.

Daebakk. Kadoku sukses. Aku kemudian tertawa melihat Rumi dan Onew-hyung di tarik paksa ibunya Rumi ke ruang lain.

Hah.. aku sudah sangat paham dengan sifat ibunya Rumi, dia pasti sedang marah besar.

Aku kemudian menghentikan tawaku, memperhatikan Rumi yang semakin menjauh.

Honey, paling tidak aku tak menyakitimu bukan? Aku hanya bisa mengeluarkan kekesalanku dengan cara ini. Setelah ini, aku melepaskanmu dan tak mengharapkan mu lagi. Aku akan sungguh-sungguh melupakan cintaku. Jadi, mulai kini berbahagialah dengan Onew-hyung. Bangunlah rumah tangga yang bahagia selamanya. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu.

Rumi sayangku…. Chukkae…

++++++

Onew-hyung sudah tak tinggal di dorm lagi setelah dia menikah. Dia dan Rumi tinggal bersama orang tuanya. Terkadang, aku dan member lain mengunjunginya karena rumahnya tak jauh dari gedung SM.

Aku melihat Rumi yang semakin sehat dan bahagia dari hari ke hari. Kehamilannya juga semakin membesar. Dia semakin cantik di mataku. Tapi aku tak pernah memujinya langsung.

Kami pernah berbincang saat dia sedang mengandung 5 bulan.

”Key.. kira-kira nama anak ku bagusnya apa ya?” tanyanya.

Aku tertawa saat dia menanyakan itu padaku. Saat itu aku sedang mengunjunginya bersama dengan Jonghyun, Minho dan Taemin. Onew-hyung juga ada disana.

Aku tertawa karena dia menyakan itu padaku. Bukannya pada yang lain.

”Memangnya kau sudah tahu jenis kelamin anak mu?” aku bertanya balik.

”Belum…” yang menyahut malah Onew-hyung. ”Itu akan menjadi kejutan nanti, makanya kami belum ingin tahu.” tambahnya.

”Menurutmu dia akan apa? Yeoja atau namja?” Rumi kembali bertanya padaku.

”Yeoja.” sahutku.

”Mwo? Hyung mencoba meramal,” seru Taemin di belakangku.

”Aku hanya menebak,” lirik ku pada Taemin.

”Yaa… aku juga menebaknya begitu,” sahut Rumi tersenyum. ”Kalau begitu, kau tahu nama yang tepat untuk anak ini?” tanyanya sambil mengelus perutnya yang membuncit.

Aku ingin meletakkan tanganku di perutnya juga. Tapi ku urungkan ketika melihat Onew-hyung duduk disamping Rumi dan mengecup keningnya.

”Yeobo.. kenapa kau malah minta pendapat pada bocah ini?” kata Hyung menunjuk ku.

”Karena aku ingin, Key yang menjadi saksi saat kita mendaftarkan nama anak ini nanti,” sahut Rumi tersenyum padaku.

”Mwo?! Lalu kami?” Seru Minho, Jonghyun dan Taemin bersamaan.

Aku mengabaikan mereka, ”Gomawoyo noona, aku akan memikirkan nama yang tepat untuk bayimu ini…” kataku.

++++++

Kemudian bayi cantik bernama Lee Sora itu lahir. Rumi, dia menamai anaknya sesuai saranku. Nama Sora sendiri kudapat setelah seminggu berpikir sejak Rumi menyuruhku mencarikan nama yang indah untuk anaknya.

Sora disini berarti langit dalam bahasa Jepang. Sebenarnya nama itu menunjukan perasaanku pada Rumi. Cinta yang tak pernah dapat kusentuh bagaikan manusia yang tak bisa menyentuh langit yang luas. Dan Sora menjadi bukti bahwa cintaku pada Rumi tak akan pernah terwujud.

Tapi, karena Rumi sama sekali tak pernah menanyakan makna nama itu padaku. Maka aku tak perlu menjelaskan padanya.

Menurutku, Sora terlalu banyak mengambil gen dari Onew-hyung. Dia tak punya double-eyelid seperti ibunya. Mata Sora persis seperti ayahnya. Aku harap setelah dewasa kelak Sora tak mewarisi ’kegaringan’ ayahnya. Hahaha…

Aku tak bisa membendung kebahagiaanku saat melihat kemunculan Sora.

Aku begitu menyayangi Sora. Aku selalu mengunjunginya setiap hari sejak dia dilahirkan. Memperhatikan perkembangannya.

Lalu pada suatu hari saat Sora sudah mulai bisa berjalan, usianya sekitar 11 bulan saat itu. Aku bersama dengan Taemin mengajaknya berjalan-jalan di taman bermain bersama Rumi tentunya.

Mungkin ini yang disebut kebetulan. Atau justru adalah takdir. Saat itu Rumi lupa membawa tissu untuk anaknya sementara wajah Sora berlepotan kue coklat yang dibelikan Taemin.

Saat itu aku memberikan sapu tangan yang selalu ku bawa dalam tas ku.

Selembar sapu tangan putih yang pernah seseorang berikan padaku untuk menghapus air mataku.

Rumi menerima sapu tangan itu dan menggunakannya untuk membersihkan wajah Sora. Tapi kemudian kulihat tangan Rumi berhenti membersihkan wajah anaknya ketika dia melihat tulisan nama pemilik sapu tangan itu.

Jin Rin_Jung,” Rumi membaca nama itu sementara aku mengernyitkan dahi.

”Oh.. itu memang miliknya. A-ku belum sempat mengembalikannya,” kataku agar dia tak salah paham.

”Yaa.. Key, katakan padaku. Kau dan Jin Rin ada hubungan apa?” Rumi bertanya dengan senyum penuh arti.

”Tak ada. Cepat bersihkan wajah Sora. Kasihan dia celemotan seperti itu,” seruku.

”Yaa Key…” Rumi masih mengindahkanku.

”Wae.. wae?” Taemin nimbrung.

”Hyung mu rupanya sudah punya pacar tanpa bilang-bilang kita,” sahut Rumi seenaknya menarik kesimpulan dan membuat Taemin berdecak girang.

”Hyung… Chukkae…”serunya memelukku.

”Yaa… Kim Rumi. Jangan seenaknya bikin gosip!” pekiku dengan kasar melepaskan pelukan Taemin.

”Mwo? Jangan mengelak Key. Ini buktinya sapu tangan ini!” Rumi mengibas-kibaskan sapu tangan itu. ”Ini sapu tangan yeoja. Kenapa bisa ada denganmu kalau kalian tak punya hubungan apa-apa? Haha…” dia masih mengejek.

”Yaa… ” aku merampas sapu tangan itu dan kemudian mengambil alih membersihkan wajah Sora. Sementara Taemin dan Rumi senyum-senyum girang. ”Ibumu menyebalkan sekali, Sora-ya..” kataku sambil menarik Sora dari pangkuan Rumi untuk ku asuh.

”Apa kalian dekat sejak pesta pernikahan ku? Aku lihat kalian berbicara akrab saat itu,” Rumi kembali menginterogasi sementara Taemin bersemangat mendengar ceritaku.

”Sudah kubilang. Aku dan dia tak ada hubungan apa-apa..” sahutku jengah.

”Key, aku senang…” kata Rumi lagi. ”Kau ingat, dulu aku pernah ingin mengenalkannya padamu tapi kau menolak dengan alasan kau tak ingin berhubungan dengan orang kesehatan terlebih dia fansmu.”

Aku lalu teringat pernah mengatakan itu saat menemani Rumi ke rumah sakit untuk terapi. (Cek MI part 7.. hehehe). Pantas saja saat aku melihat nama Jin Rin, aku merasa tak asing. Rupanya, aku pernah mendengarnya dari Rumi.

”Key… kau tidak ingin mencoba berhubungan dengannya?”

”Huh, kau mencoba menjodohkan ku,” dengusku.

”Hyung.. coba saja,” bujuk Taemin.

”Hal.. me..oni..” tiba-tiba terdengar suara lain. Suara anak kecil.

Aku, Taemin dan Rumi tercengang mengetahui sumber suara itu.

Itu suara Sora. Ini pertama kalinya dia berbicara. Dan kata yang pertama kali dia ucapkan adalah….

”Halmeoni!” pekik ku, Taemin dan Rumi bersamaan.

”Siapa yang disebutnya ’halmeoni’, ” seruku melirik tajam pada Rumi dan Taemin.

”Molla…” sahut mereka berdua.

”Hal.. me.. oni…” Sora mengatakannya sambil menoleh padaku sambil memukul-mukulkan tangannya ke wajahku.

”Yaa… Sora Andwee…” pekikku. Jangan bilang yang disebutnya ’halmeoni’ itu aku! Ah.. andwee..

”Yaa.. Kim Rumi! Kau mengajari anakmu mengucapkan kata itu ya?!” tuduhku.

”Mianhae Key… kebiasaan,” katanya dengan wajah memelas. Tapi kemudian kulihat dia menelpon.

”Yeobo… Sora kita sudah bisa bicara..” serunya pada orang yang di telponnya dan aku yakin itu pasti Onew-hyung. “Ne? Kau ingin dengar dia bicara apa.. okee..” lanjut Rumi lagi.

“Ayoo Sora, bicara pada appamu..” Rumi menempelkan ponselnya pada Sora.

“Hal.. me.. oni…” Sora masih mengatakan hal yang sama.

”Kau dengarkan yeobo?” kata Rumi lagi pada Onew-hyung lewat telpon. Kemudian, ”Key.. Jinki ingin bicara dengan mu..” Rumi menyodorkan ponselnya.

”Yeobose..” aku menjauhkan ponsel itu dari kupingku saat mendengar suara teriakan orang disebrang sana.

”YAA… KEY! KENAPA SORA MALAH MEMANGGIL MU DULUAN?”

”Bukan salahku! Salahkan istrimu yang selalu menyuruh anakmu memanggilku ’halmeoni’! Dan lagi dia tak memanggil namaku! Tapi dia menyebutku ’halmeoni’!” pekikku pada Onew-hyung lewat ponsel.

”Yaa.. Sora-ya… kau pintar..” seru Taemin mengambil Sora dari pangkuanku dan mengajaknya menjauh sementara aku mengembalikan ponsel Rumi.

”Hahaha..” Rumi hanya tertawa setelah itu.

Aku membalikkan tubuh darinya. Merajuk.

”Rumi-ya.. gomawo karena sudah menghadirkan Sora ke dunia itu…” kataku lirih.

”Itu semua berkat kau ’kan?”

Aku mendengus, memperhatikan Taemin dan Sora yang bermain berdua.

”Key, apa kau tak iri padaku? Kenapa kau tak mencoba berhubungan dengan yeoja lagi? Ketika kau menikah nanti, kau juga akan memiliki anak yang bisa jadi lebih lucu dari Sora…”

”Yaa…maksudmu?” seruku.

”Hubungi Jin Rin, ya…” bujuknya.

”Shiroe!” sahutku.

”Dia belum punya pacar kok… ayolah, hubungi dia, ya…”

“Shiroe!” aku bangkit dari duduk.

Tapi kemudian Sora yang sedang asyik bermain dengan Taemin berjalan dengan perlahan kearahku dan setelah sampai di depan kakiku dia berkata, “Hal.. me.. oni..”

Aku bisa melihat Taemin tertawa hingga terjungkal sementara Rumi loncat-loncat riang.

“Oke.. Kim Rumi! Berikan aku nomer ponsel Jin Rin dan kumohon.. ajari Sora untuk mengucapkan kata lain.. arasseo!” seruku.

“Arasseo halmeoni…” sahut Rumi dan Taemin semakin terbahak-bahak.

Kyaaa! Dasar mereka kurang ajar!

++++++

Hey.. apa aku harus melanjutkan pengakuan ku?

Apa kalian masih ingin mendengar cerita tentang ku?

Aku tak akan mengumpatkan kata ’Babo’ lagi untuk menutup kisah ini seperti yang kulakukan diawal.

Aku ingin menutup kisah ini dengan manis… semanis kehidupan rumah tangga Onew-hyung dengan wanita yang pernah sangat kucintai, Kim Rumi.

Rumi pernah berkata padaku ’Kau akan mendapat yeoja baik. Bahkan sebelum kehidupan akan datang itu ada’.

Rumi benar akan hal itu…

Aku mendapatkan pendamping hidup yang kucintai yang tentunya tak sebodoh Rumi.

Pastinya itulah yang kalian harapkan sebagai penutup kisahku, bukan?

Yah… aku yakin suatu saat hal itu akan terjadi. Aku akan menghabiskan hidupku dengan membangun kehidupan rumah tangga dengan yeoja yang kucintai, melebihi cintaku pada Rumi.

Aku harap suatu saat aku akan mendapatkan kebahagiaan itu. Dan aku tak akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaan lagi…

Lalu.. kau ’kah yeoja yang menjadi pendampingku itu?

_The End_

#Ya.. itu aku Key… hahaha…

OKey.. thank Kyu readers udah menyempatkan baca FF ini. After storynya kurang memuaskan ya? Haha…

Tapi untuk kisah ini, cukup sampai disini saja ya ^^v

Untuk dengan siapa Key akan mendapatkan kebahagiaannya, aku putuskan untuk membiarkan Key mencarinya sendiri. Hehehe…

Gak ada after story yang laen, sisanya cuman Married idol versi Jinki.

Sooo…. Kamsahamnida buat semuanya yang udah ngikutin ff ini dari awal. Terima kasih pujian, saran dan kritiknya… hahaha

Silahkan memberikan komentarnya lagi untuk side+afstor ini ^^/

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “Married Idol : Key Confession – Part 2”

  1. Huwa!! padahal aku mau tau siapa pasangan key nanti
    tapi karna author yg kejam*di gorok author* aku akan merelakannya(?)
    campur aduk emosinya thor!!!
    Daebak!! *bawa banner*
    aku dapat pesan-pesan dari sini
    good job author
    tapi satu yg mau aku bilang, maaf jika aku salah
    kenapa hal…me…oni bukannya hal…meo…ni
    soalnya eo itu di baca o, kan?
    itu aja kok koreksi aku, tapi yah gak tau salah atau gak*sok tau*
    selebihnya daebak thor

    1. g0mawo koreksinya hahahaha…
      aq emang ngawur bikinnya.. maklum gak bs hangul ==’
      jd yg bener hal-meo-ni ?
      Oke deh.. ntar suruh si Sora ngomong yg bener.. dasar tuh anak kecil2 udah evil ==’

      aq bkin Key gak ketahuan pasangannya karena emang akunya yang galau…
      udah si Jinki punya Rumi.. si Tetem ma ceweknya… gak ikhlas dah bikin Key dpt pasangan juga…. *egois*

  2. Yah aku bukan yg pertama huuuuu eonni tolong percepat FF MI versi Jinki ya, aku mau baca. FF nya bagus aku sampe nangis bacanya *lebaytapibeneran* Hwaiting eonni!!!! 🙂

  3. Aaaaa key tetep daebak lah!!!!!!
    Key itu baik banget aigooooooo
    Pasti sebenernya dia nyesek bgt pas pernikahan
    Tapi ttp dateng terus bisa ketawaa aaaa
    Emang akau dukung jinki&rumi
    Tapi ttp gak tega sama keyyyy
    Sebenernya aku berharap after story ini dikasih tau key sama siapa hehehehe
    Tak apa tak apa~
    Married idol daebakkkk

  4. Aaaaaaaaa key halmonie wkwk bagus author, ditunggu married idol versi ounyu dan FF lainnya yaaaaaaa 😀

  5. Huwah, awalnya sempat protes kenapa ada 2 versi MI yang di publish ^^

    Tapi begitu liat udah ending yang Key, kok malah sebel ya? kenapa mesti cuma 2 chapt sih?? kependekan atuh.
    Ya deh, ga apa-apa, berarti yang versi Jinki agak panjang ya ^^

  6. astaagggaaa !!
    Greget bgt sm FF ini (≧o≦)/
    Aiigooo !
    Kata” KEY dalem bgt.
    Ngahahahaha.
    Author bsa aja.xD

    pokoknya daebak ! Daebak ! XD

    D tunggu karya FF yg lain nyaaaa (≧o≦)b

  7. Key………..akau padamu Key, luph u

    tapi kadonya bener2 daebak, hahaha
    g da after story lagi ya? wah padahal kan seru kalo ada lagi, tapi fokus ama Key..haha*maunya*

    over all, aku suka suka suka.. \(^0^)/

  8. DAEBAK!!! Like it so much authooor.
    Key emang almighty key deh, tegar banget di after storynya. aku jadi terharu :””)
    selamat ya author edisi MI udah kelar. hehehe 😀

  9. author jebal terusin cerita Key sama Jung Jin Rin doooongg,,
    ayoolaaaah,, jebaaaal,, *puppy eyes*

  10. Waaaaah akhirnya keluar juga ffnya!! Sebenernya aku penggemar MI loh.. *terus kenapa* hehe
    Akhirnya gantung niiih, tp ggp sih key sama aku aja ;;) *dibakar lockets* hahaha
    Author daebak!!

  11. yah, udahan ini? yaampun key-nya pasrah banget ya wkwk. aku tunggu yang part jinki-nya yah eon 😀

  12. Yaaa….
    Aku pikir bakalan diceritain gimana cara dia dapetin ceweknya, yahhh, ternyata nggak…
    Luar biasalah ada orang kayak Key gitu, mendengar curhatan hatinya membuat pasangan Onew-Rumi nampak sangat jahat. Yahhh, pasangan yang jadi terlihat sangat jahat bagi orang yang ditinggalkan, hahaha…
    Padahal kalo Onew-Rumi nggak jadi aku juga bakalan mengkal2, hehehe..
    Daebak Onmithee-sshi!!!

  13. knpa ga dtrusin??trus gmna klnjutan hub key sm jin rin??

    mianhae ya thor….q jdi silent reader slma nie,, pas bca yg key confession part 1…q ska,,trus q baca cmua part MI,,krena bias q Key…jdiny q jrng ksih coment kalo bkan key yg jdi pmeran utamany…hehe

    untunglah thor…qmu bkin key dsni baik,,wlopun awalny q ga ska pas qmu bkin krakter key jdi ga enk…q ga ska kalo bnyak yg mnghujat key pas key dket sm rumi…*reader lebay*

    knpa ga dlnjutin thor??jdi MI Key vers…gnti bkan onew lgi,,skali lgi mianhae ya thor…q bru smpet ksih coment

  14. suka sama ending y pas, d kasi reader buat menghayal pendamping key siapa. . . .
    Tapi tetep ada rasa menyesakkan sama kisah cinta key, yg ada d pikiran cuma “key cinta y sampe segitu y “

  15. ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ akhirnya tuntas tas membacanya, maaf aku baru komen disini, karena benar-benar ingin menuntaskan semuanya.

    Sebenarnya aku baca ini cuma ingin memperdalam sifat-sifat anak-anak SHINee sumpah aku sudah hiatus 1 setenga taun dari korea-korean ga tau update-updatean lagi, saking asiknya baca MI , aku baru sadar Lumina (?) Yg jadi head wordpress ini adalah season baru SHINee ya ampun, dan aku baru menyadari saat aku membaca MI part 9 , astagaaaa jauh banget kan?! Gawat aku ini
    Okee sekarang aku sudah mengerti Onew-ku, tapi ga kuanggap ampe serius amat kok, siapa tahu dari baca ini bisa mancing ff dari otakku ya
    Dan cerita ini SANGATLAH DAEBAK !!!
    (>̯͡.̮̯͡.̮<̯͡) kukira Minho yang akan menyukai Rumi taunya bukan , malah Key astaga uri Omma~
    Jjong di MI tidak terlalu di munculkan ya? Tapi berguna banget saat di MI versi Onew #digorengjjong
    Onnie~ sekali lagi aku minta maaf komennya disini , ga ditiap part , oh ya, itu MI versi Onew masih harus lanjut bukan sih? Kayaknya gantung tuh? Tapi ini benar-benar DAEBAK!!! Huuuu (ʃƪ˘3˘) ~♥

    1. Oh ya tambahan, melihat penggambaran Taemin di bioskop… Sumpah aku jadi merinding sendiri ~ ( *`ω´) uri dongsaeng bisa seperti itu sekarang? Beneran? Ya ampuuuuuuun astagaaaaaa oh tidaaaak (ʃ_⌣̀ )/|

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s