Sometime – Part 5

Sometime

(Part 5)

Main Cast        : Lee Jinki, Lee Taemin, Lee Sanghyun (IC)

Support Cast   : Other SHINee members

Genre              : Romance, Family, Humor/Comedy (dikit)

Length             : Sequel/Continue

Rating             : G/PG

Author             : Mira a.k.a Mira~Hyuga

A/N                 : Aku harap reader sekalian gak pada bosen, ya…! T__T Check it out!

>>><<< 

PART 5

Sanghyun menghentikan langkahnya di depan sebuah cafe dengan papan nama “Shining Cafe” di depannya, dengan tulisan ‘CLOSED’ juga terpampang di jendelanya. Sepi, tentu saja. Mengingat apa penyebabnya, Sanghyun sedikit mengepalkan tangan untuk menahan air mata yang sudah hampir menyeruak keluar dari sudut matanya.

Choi Minho-ssi… apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu padaku selama ini? Aku bahkan tidak tahu dimana alamat rumahmu, ataupun tempat kau dikebumikan. Tidak ada yang bisa kulakukan saat ini… Aku memang menyedihkan, tidak berguna.

Setetes air mata jatuh di pipi Sanghyun yang langsung menyekanya dengan punggung tangannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa hari sudah hampir gelap, dan untuk yang terakhir kali dia memperhatikan cafe itu, lalu mengayunkan langkahnya pergi ke arah tempat kerjanya ‘yang lain’.

>>><<<

Setelah ‘Si Tangan Kasar’ itu menyeretnya beberapa langkah ke belakang, Taemin bisa melihat salah satu dari orang-orang yang mencarinya berlari melewati tempat Taemin bersembunyi tadi. Tanpa sadar Taemin menahan napas selama itu, hingga akhirnya dia bisa bernapas lega saat orang itu sudah tidak tampak lagi.

Ingat bahwa dia masih dibekap seseorang, Taemin segera melepaskan tangan itu, buru-buru berbalik dan mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. Ternyata orang—yang bisa dikatakan juga sebagai ‘penyelamatnya’—itu adalah seorang pria berpenampilan kumal, wajahnya agak sangar, rambutnya terlihat tidak terurus, matanya sayu dan merah. Selain itu, Taemin juga bisa mencium bau alkohol yang cukup menyengat dari pria yang bertubuh agak tambun itu.

“Sepertinya aku tidak pernah melihatmu di daerah ini.” kata pria itu dengan suara yang parau.

“Uh~ ya, maybe.” Sahut Taemin, mencoba bersikap sebiasa mungkin, meskipun sebenarnya dia tetap waspada.

“Emm~ kurasa aku sudah menyelamatkanmu.”

And then? pikir Taemin agak sakras.

“Kau bawa sesuatu? Ah~ apa itu?” kata pria itu lagi, seolah mengerti apa yang Taemin pikirkan, kali ini sembari menunjuk iPod yang berada di genggaman tangan Taemin.

Taemin menunjukkan iPod itu, “Ini?”

 “Sepertinya itu barang mahal. Untukku saja!”

“Young master!”

“Gosh~” desis Taemin sambil memperhatikan pria di depannya yang kini sedang meneliti iPod Taemin yang baru saja direbutnya. Sementara suara-suara yang memanggilnya itu kembali terdengar dan sepertinya semakin mendekat, “Eh~ bisakah Anda menolongku sekali lagi?”

Pria itu menatap Taemin dengan mata sayunya, cegukan sejenak sambil memperhatikan Taemin dari ujung kaki hingga ujung kepala, dan kemudian menggumam tak jelas.

“Please?”

“Baiklah, ikut aku!”

Pria itu mulai berlari kecil (dengan agak oleng) entah menuju ke mana. Taemin hanya bisa mengikutinya sembari sekali-kali memperhatikan sekeliling, kalau-kalau ada yang melihatnya. Dan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan luas namun tampak kurang terurus, dan kemudian masuk ke sana. Begitu sampai di pintu masuk, Taemin harus berkali-kali mengibaskan tangannya di depan hidung atau menahan napas karena bau alkohol yang lebih menyengat tercium oleh indera penciumannya. Taemin bisa melihat botol minuman yang pecah dan berserakan di mana-mana di lantai.

“Kurasa di sini kau akan aman.” ujar pria tadi, membuat Taemin sedikit terlonjak kaget.

“Ah~ yes, thank you so much…” Taemin membungkukkan badannya. Bagaimanapun dia harus berterimakasih karena lagi-lagi pria ini sudah menyelamatkannya.

Pria itu mengangguk dengan tak kentara dan cegukan lagi, namun sebuah senyuman miring tersungging di bibirnya. “Kau terlihat kelelahan. Kau bisa beristirahat dulu di sini jika kau mau. Ada beberapa kamar, dan kau bisa gunakan salah satunya.”

“Yes, sir. Thank you.”

Pria itu kembali keluar meninggalkan Taemin yang mondar-mandir tak jelas di ruangan itu. Setelah merasa bosan, akhirnya Taemin memutuskan untuk beristirahat sebentar. Dia memasuki sebuah kamar dengan hati-hati. Kamar yang didominasi dengan warna biru, sehingga menciptakan nuansa lautan.

Taemin duduk di lantai kayu yang memang menjadi dasar seluruh rumah ini, mengatur napas sebentar, dan kemudian tiduran. Dia masih bingung dengan bagaimana caranya pengawal-pengawalnya di Kanada itu tahu bahwa dia berada di Seoul? Padahal dia pergi dengan diam-diam, juga dia yakin bahwa di Seoul tidak akan ada orang yang memberitahukan hal ini ke Kanada sana. Kecuali kalau mereka mempunyai pemikiran sendiri, dan… Jinki.

Seolah teringat sesuatu, Taemin langsung terperanjat bangun dari tidurannya, “Jangan-jangan…” gumamnya tak jelas. “Jangan-jangan orang menyebalkan itu yang memberitahu mereka! Aaah~ dia memang tidak bisa diandalkan!” Taemin menendang-nendangkan kakinya ke meja belajar yang berada di sampingnya. Akibatnya, sebuah buku yang lumayan tebal jatuh dan mengenai kepalanya sendiri.

Taemin mengaduh sejenak, mengambil buku itu dan menelitinya beberapa saat, “Ah~ diary?”

“Lee Sang…” Taemin membaca halaman awal buku itu. “Lee Sanghyun?” katanya menebak sendiri, sambil tertawa kecil. Sebenarnya tulisan itu hanya terlihat bagian ‘Lee Sang’-nya saja, karena sebagiannya lagi tampak luntur dan tidak bisa dibaca. Dan karena tebakan asalnya sendiri itulah Taemin kembali ingat pada Sanghyun, dan tanpa sadar dia tersenyum sendiri.

Karena rasa penasarannya, Taemin membuka halaman buku itu satu-persatu, dan sampai di sebuah halaman yang menarik perhatiannya.

Oktober, 23

Aku belum pernah menceritakan ini sebelumnya. Padahal aku sangat ingin mengungkapkan ini sejak dulu. Haha~

Tentangku…

Belasan tahun yang lalu, aku hanyalah seorang gadis kecil berumur 6 tahun yang baru mengerti arti dari kasih sayang dan perhatian. Kenapa aku bercerita dari saat aku berumur 6 tahun? Karena aku hanya bisa mengingat semuanya saat itu. Kekeke~

Sejak saat itu, karena aku sudah mengerti, aku bisa merasakan bahwa aku kurang mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang tua maupun orang lain, bahkan bisa dikatakan tidak sama sekali. Eomma dan appa selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Bahkan mereka seolah tidak menganggapku ada, dan itu terus berlanjut hingga aku menginjak umur 14 tahun, saat dimana eomma meninggalkan kami untuk selamanya.

“Hmm~” Taemin bergumam kecil sembari membuka lembaran berikutnya dan melanjutkan membaca. Dia juga bisa merasakan bagaimana perasaan penulis ini.

Appa… dia tentu saja sangat terpukul dengan kepergian eomma. Dia terlihat sangat depresi, atau bahkan putus asa. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun, dan aku sadar bahwa aku tidak berguna.

Beberapa hari kemudian, aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi ada orang-orang yang mengusir kami dari rumah kami sendiri. Appa sudah memohon-mohon pada orang-orang itu, namun mereka tidak sedikitpun menggubrisnya, hingga pada akhirnya kami terpaksa keluar dari sana. Setelah berkali-kali menginap di tempat penginapan, akhirnya kami menemukan rumah yang sekarang kutempati dan menyewanya. Setelah itu, entah kenapa  sifat appa berubah sangat drastis. Dia jadi sering mabuk-mabukan dan memarahi bahkan memukulku, menyuruhku bekerja demi mendapatkan uang untuk membayar sewa rumah dan untuknya bersenang-senang.

Kurasa memang beginilah takdir yang sudah digariskan Tuhan untukku. Tidak akan ada orang yang mempedulikan apalagi menyayangiku. Orang tuaku saja terlihat membenciku, apalagi orang lain.

“Hah~ what’s this?! Seharusnya dia tidak boleh berpikiran seperti itu. Pasti ada yang menyayanginya di dunia ini! Gosh! Orang seperti apa sih dia ini?!” umpat Taemin kesal sendiri. Saking kesalnya, dia juga membanting buku diary itu ke lantai(-____-). Tapi kemudian dia terdiam, memikirkan sesuatu.

“Sering mabuk-mabukan? Apa ayahnya itu pria yang tadi? Eeeergh~ I wanna kill him!”

>>><<<

…SHINee Dormitory, 6:50 pm…

Jinki baru saja mendengar suara nada sambung saat menghubungi Taemin begitu didengarnya juga suara ringtone handphone dari kamar. Dia segera memasuki kamar dan menemukan sebuah handphone yang tengah bergetar-getar di atas meja dan layarnya menampakkan kontak ID ‘Jinki’. Taemin meninggalkan handphone’nya di sana.

“Aisshh~pabo…!” gumam Jinki datar sambil menekan tombol berwarna merah di handphonenya sendiri.

Jinki mengambil jaketnya dan kemudian beranjak keluar kamar. “Key, Jjong, aku pergi sebentar.” pamitnya pada Jonghyun dan Key yang asyik bermalasan.

“Neee…” jawab mereka kompak.

“Jangan lupa isi bensin, Hyung…!” Key menambahkan.

“Mworago? Seingatku kemarin masih full…”

“Sebenarnya tadi kami memakainya jalan-jalan sebentar sambil membeli persediaan makanan. Hehe~”

Jinki mendengus sesaat sebelum akhirnya membuka knop pintu dan keluar.

Begitu duduk di depan kemudi, Jinki memperhatikan dashboard mobilnya dan menggelengkan kepalanya pelan karena… benar saja, bensin yang sudah diisinya sampai full kemarin, sekarang sudah hampir habis. “Untung aku orang yang sabar.” Gumamnya pelan sembari mengendarai mobilnya keluar dari lapangan parkir itu.

Dia berhenti di sebuah pom bensin yang jaraknya tidak begitu jauh dari dorm, menunggu beberapa saat hingga seorang wanita mendekat ke arahnya.

“Isi penuh.” ujar Jinki tanpa ditanya. Wanita itu mengangguk dan berbalik untuk mengatur mesin pengisi bensin di belakangnya, dan kemudian mendekati mobil Jinki lagi untuk mengisi bensinnya.

Jinki memperhatikan gadis itu dari kaca spion sebelah kiri mobilnya. Entah kapan dan dimana, dia merasa pernah melihat wanita itu. Fangirl kah? Tapi jika memang fangirl seharusnya dia berteriak, salah tingkah atau bagaimana saat melihatnya barusan. Teman lama? Entahlah. Atau salah satu dari banyak kenalannya? Mungkin saja. Kenalan? Tapi… siapa nama wanita itu?

“Ah~ne.” Jinki tersadar karena merasa seseorang menepuk pelan lengannya. Dilihatnya wanita itu sudah berada tepat di samping mobilnya, tersenyum ke arahnya. Jinki segera mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya pada wanita itu. “Gamsahamnida…”

Wanita itu menerima uangnya dengan dua tangan dan sedikit membungkuk.

Jinki menginjak pedal gas dan mobil pun perlahan melaju meninggalkan tempat itu. Tapi di dalam hati dia masih merasa penasaran dengan wanita itu.

***

Jinki kembali melangkahkan kakinya keluar dari gedung rumah sakit itu, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekspresi bingung. Begitu sampai di sini, dia langsung menuju kamar yang ditempati Sanghyun kemarin, namun tidak menemukan siapapun di sana. Dan akhirnya seorang perawat memberitahunya bahwa Sanghyun sudah pulang.

Yang membuat Jinki bingung saat ini adalah Taemin. Jika Sanghyun memang sudah pulang, seharusnya anak itu juga tidak ada di rumah sakit ini dan pulang ke dorm mereka. Tapi kenyataannya?

“Apa mungkin Taemin tersesat? (-__-)a” gumam Jinki sambil memasuki mobilnya dan kembali duduk di belakang kemudi. “Lagipula kenapa yeoja itu sudah pulang? Sepertinya kemarin keadaannya buruk… AH~! YEOJA ITU!!” teriaknya tiba-tiba karena teringat sesuatu.

Tanpa buang waktu lagi, Jinki segera menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal rem, melajukan mobilnya ke arah darimana dia datang tadi. Dia baru ingat bahwa wanita di pom bensin tadi adalah wanita yang sama dengan yang dibawanya dan Taemin ke rumah sakit kemarin.

Tidak lama kemudian, dia sampai di tempatnya mengisi bensin mobilnya tadi. Turun dari mobilnya dan berlari mencari wanita tadi, namun tidak menemukannya di sana. Setelah bertanya pada beberapa pekerja di sana, dia kembali memasuki mobilnya dan memutuskan untuk mencari Sanghyun di sekitar wilayah ini.

“Benar-benar menyusahkan.”

Sembari menyapukan pandangannya ke setiap tempat untuk mencari Sanghyun, Jinki menghubungi Jonghyun untuk sekedar memastikan, siapa tahu Taemin sudah sampai di apartemen mereka.

“Ne, Jinki hyung?”

“Jjong-ah, apa Taemin di sana?”

“Aniyo. Ada apa?”

“Aku tidak tahu dia dimana.”

“Bukannya di rumah sakit, menemani yeoja yang kemarin kau ceritakan itu?”

“Ne, tapi untuk apa dia masih di rumah sakit kalau yeoja itu saja sudah pulang?”

“Mwo? Apa mungkin dia lupa jalan pulang?”

“Entahlah. Ah~tunggu, tunggu! Aku melihatnya! Aku lihat dia!”

“Nugu?”

“Yeoja itu.” kata Jinki sembari memutus sambungan telepon.

Jinki segera meminggirkan mobilnya ke bahu jalan dimana dia melihat Sanghyun tengah berjalan menyusuri trotoar. Dia lalu turun dan berlari menghampiri yeoja itu tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya terlebih dahulu. Begitu sudah cukup dekat, Jinki menepuk pundak Sanghyun dan menegurnya, “Jogiyo…”

Sanghyun memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Jinki, mendapati namja itu tengah tersenyum padanya, walau jadi agak buram karena penglihatannya yang mulai kabur. Dia merasa pernah melihat namja ini.

“Kau… yeoja kemarin, kan?” kata Jinki, membuat Sanghyun berjengit tak mengerti.

“Aku… mungkin kau kenal Lee Taemin?” kata Jinki lagi, dan Sanghyun mengangguk pelan karena kali ini kepalanya terasa amat berat. “Lee Jinki-imnida…” lanjut Jinki sambil sedikit membungkuk.

Sanghyun terlihat sedikit membelalak, namun tersenyum dan kemudian membungkuk dalam, melupakan rasa pening yang kembali menderanya untuk sejenak. (Terimakasih atas pertolonganmu kemarin…)

“Eeeh~aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu.” ujar Jinki setelah Sanghyun kembali meluruskan tubuhnya. “Taemin… apa dia sempat bersamamu hari ini?”

Dengan wajah yang mulai memucat, Sanghyun mengangguk, dan kemudian memberikan pandangan bertanya. (Ada apa?)

“Apa kau tahu kemana dia setelah menemanimu? Dia belum pulang hingga sekarang. Aku khawatir dia tersesat, karena… ya… dia mungkin masih merasa asing dengan Seoul. Siapa tahu dia sempat memberitahumu-”

Jinki tidak bisa meneruskan kalimatnya lagi, karena lawan bicaranya itu tiba-tiba saja oleng dan Jinki harus menahan tubuhnya agar tidak membentur tanah.

“Ah! Agasshi, gwaenchana?” dia mengguncang-guncang bahu Sanghyun yang ternyata sudah tak sadarkan diri, “Agasshi! Kumohon bangunlah, hey!”

Setelah dirasa usahanya membangunkan Sanghyun akan sia-sia, Jinki mengedarkan pandangan ke sekitarnya untuk mencari seseorang yang bisa dimintainya bantuan. Tapi dia tak menemukan siapapun, karena di tempat itu ternyata hanya ada dirinya dan seorang gadis yang berada dalam dekapannya itu.

“Aisssh~ benar-benar merepotkan!” umpat Jinki, namun kemudian menggendong Sanghyun masuk ke dalam mobilnya. Setelah membaringkan Sanghyun di kursi penumpang, Jinki sendiri segera duduk di kursi pengemudi dan mulai menyalakan mesin. Dia menoleh beberapa detik ke arah Sanghyun, dan kemudian kembali mengalihkan wajahnya ke depan, lalu menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya kembali ke dormnya.

“Haisssh~ hari sialkuuu~”

***

Setelah sampai di lapangan parkir apartemen’nya, Jinki mencoba menghubungi Key atau siapapun agar membantunya membawa Sanghyun ke dalam. Tapi berkali-kali mencoba, telfonnya tidak diangkat. Akhirnya Jinki hanya bisa mendengus malas dan menatap Sanghyun sambil mencibir, “Lain kali lihat kondisi dulu sebelum pingsan!”

Beberapa menit kemudian, setelah merasa bahwa lingkungan apartemennya itu sepi, dan beberapa kali mencoba kembali menghubungi yang lain tapi tidak juga berhasil, Jinki akhirnya membawa Sanghyun masuk dengan menggendongnya sendiri. Tubuh Sanghyun memang enteng, jadi Jinki tidak merasa kewalahan, meskipun dia harus berkali-kali memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya menggendong seorang wanita, dan dia bisa bernapas lega karena keadaan sekelilingnya benar-benar sedang sepi.

***

Setelah memasuki dorm, Jinki membaringkan Sanghyun di sofa ruang tengah. Dia duduk di sofa yang berseberangan, dan memperhatikan Sanghyun dengan lekat dan menghela napas panjang, “Aku hanya ingin menanyakanmu tentang Taemin, tapi aku malah harus susah payah dulu membawamu ke sini? Aigoo~ konyol sekali.”

“Ya! Kau sudah pulang? Bicara dengan-”

Jinki langsung menoleh ke sumber suara dan melihat manager Kim sedang menatapnya dan Sanghyun bergantian dengan ekspresi terkejut. Seketika Jinki menghampiri managernya itu dan memasang wajah memelas.

“Hyung…”

“Ya! Siapa itu, heh?”

“Aku tidak tahu dia siapa. Tapi aku memang sudah bertemu dengannya sebelum ini.”

“Lalu kenapa kau bawa ke sini?”

“Aku tidak tahu harus membawanya kemana lagi, hyung.”

“Ah~ jamkkan, jamkkan!” manager Kim mendekati sofa tempat Sanghyun berbaring, memperhatikan wajah Sanghyun dengan intens, dan kemudian menutup matanya, seolah mengingat-ingat sesuatu.

Jinki ikut mendekat dan berkata, “Ne, dia orang yang kemarin…”

“AAAH~! Itu dia! Pantas saja aku merasa pernah melihatnya. Ternyata kau…” manager Kim menunjuk Jinki dengan jari telunjuknya.

“Aku kenapa?”

“Ya! Jelaskan apa yang terjadi!”

>>><<<

…Tomorrow morning, 06.22 am…

Sanghyun membuka matanya perlahan, tatapannya langsung terarah ke langit-langit ruangan yang terasa asing baginya. Dia melepas handuk kecil yang entah sejak kapan berada di atas dahinya, dan melihat tubuhnya tertutupi selimut tebal, terbaring di atas sofa di sebuah ruangan yang lagi-lagi sangat asing baginya.

Sanghyun langsung terduduk dan matanya membelalak kaget begitu dia melihat seorang laki-laki yang masih tidur di sofa seberangnya. Dia berusaha mengingat-ingat apa yang sudah terjadi sebelumnya, hingga dia bisa berada di sini. Apalagi laki-laki itu tertidur dengan hanya mengenakan singlet dan celana jeans panjang.

Sanghyun mengamati seluruh tubuhnya sendiri. Tapi untunglah tidak ada yang berubah, kecuali jaket hitam yang sekarang dikenakannya. Namun meskipun begitu, tetap saja dia masih merasa bingung sekaligus takut dengan semua ketiba-tibaan ini.

“Hoaaahm~” Key yang baru bangun dan keluar dari kamarnya sambil menguap, menghentikan tangannya di udara dan mulutnya dibiarkan terbuka. Mungkin karena dia terkejut melihat seorang wanita yang tidak dikenal berada di dorm mereka, dengan Jinki yang tertidur di dekatnya.

Sanghyun sendiri hanya bisa memaksakan segaris senyuman di bibirnya dan sedikit menganggukkan kepala pada Key yang masih kelihatan bingung.

“N-nugu… seyo?” tanya Key akhirnya, dengan nada ragu.

“Waeyo?” tanya Jonghyun yang juga keluar dari kamarnya. Reaksinya saat melihat Sanghyun juga sama dengan reaksi Key sebelumnya. Jonghyun berkali-kali mengucek matanya untuk memastikan penglihatannya sendiri.

Sanghyun yang menyadari keadaan mulai agak kaku, segera berdiri dan membungkuk dalam. (Annyeonghaseyo…)

Jonghyun dan Key saling bertukar pandang, namun kemudian balas membungkuk sedikit. Sejurus kemudian perhatian mereka semua beralih pada Jinki yang menggeliat di sofa, dan kemudian terbangun.

“Aigoo~” Jinki malah sibuk meregangkan otot-otot tubuhnya, tidak menyadari bahwa saat ini dia jadi pusat perhatian. “Selamat pagi…” sapanya dengan senyumannya seperti biasa, dan malah bersiap untuk beranjak dari sofa.

“Eeeh~ jamkkanman, hyung! Jelaskan dulu ada apa ini sebenarnya?” cegah Key dan Jonghyun bersamaan.

“Maksud kalian?”

Jonghyun menunjuk Sanghyun dengan dagunya, dan Jinki menoleh ke arah yang dimaksud, “Oh~ nanti saja kujelaskan. Sekarang aku ingin mandi dulu.” Katanya acuh tak acuh.

***

Begitu selesai mandi dan baru saja keluar, Jinki yang berencana langsung ke kamarnya dicegah oleh Key yang datang dari dapur.

“Hyung, sebenarnya dia siapamu?” tanya Key penasaran, dengan suara agak berbisik. Sejak tadi dia dan Jonghyun sudah menanyai Sanghyun (atau lebih tepatnya menginterogasinya) tentang hubungannya dengan Jinki.

Jinki mengerutkan alis tebalnya, “Yeoja yang kemarin.”

“Jinjja?! Kukira pacarmu. Ah~ tapi ternyata dia bisu, ya? Sayang sekali. Padahal dia cantik.”

“MWO?!”

“Aissh~ apa sih, hyung?!”

“Mworago?”

“Apanya?”

“Kau bilang dia… dia…?”

“Bisu? Memangnya kau belum tahu?”

Jinki menggeleng pelan, membuat Key menepuk dahinya sendiri dengan ekspresi kenapa-aku-bisa-menemukan-orang-seperti-ini. (-____-“) “Eh~ tapi hyung… apa yang kau lakukan padanya tadi malam?” (O.o)

***

Setelah tahu bahwa Sanghyun (juga kedua temannya) kebingungan dengan semua yang terjadi padanya, Jinki menjelaskan bagaimana gadis itu bisa sampai di sini. Tidak lupa, dia juga menceritakan bagaimana repot dan lelahnya dia merawat Sanghyun yang semalaman terserang demam tinggi, sampai Jinki ketiduran di sofa.

Sanghyun yang mendengarkan penjelasan Jinki—yang menurutnya agak emosional itu—tentu saja jadi merasa bersalah, meskipun dengan penjelasan itu kebingungannya sudah terjawab. Dan kini dia hanya bisa diam menunduk di hadapan tiga orang laki-laki yang terus memperhatikannya itu. Sanghyun tahu dirinya memang sudah seharusnya merasa bersalah. Tapi… hey, bisakah mereka tidak menatapnya seperti itu? Dia ini bukan orang yang aneh, kan? Well, mungkin kebisuannyalah yang membuatnya dianggap aneh. Tapi tetap saja… ah~ sudahlah…

“Jadi? Bagaimana sekarang?” tanya Jonghyun memecah keheningan.

Mendengar itu, Sanghyun segera menuliskan sesuatu di buku catatan yang tadi digunakan Jonghyun dan Key untuk ‘menginterogasinya’. (-___-“)

Jinki, Jonghyun dan Key memperhatikan Sanghyun dengan heran, tapi juga penasaran dengan apa yang dituliskan gadis itu.

Setelah selesai, Sanghyun mendekatkan buku catatan itu ke hadapan Jinki yang juga langsung membacanya, “Hmm~ tulisanmu jelek sekali.” Komentar Jinki datar. Jonghyun dan Key langsung mendaratkan jitakan di kepala leader mereka itu.

“Jinki-ssi, terimakasih banyak atas bantuanmu, dan maaf kalau aku membuatmu kesusahan. Dengan yang kali ini, terhitung sudah dua kali kau membantuku. Neomu kamsahamnida…!” begitulah kira-kira kalimat yang dituliskan Sanghyun tadi.

Jinki mengangguk-angguk mengerti, dan kemudian menatap Sanghyun, “Arasso.” Katanya singkat dan datar.

Teringat sesuatu, Sanghyun segera berdiri dan membungkuk beberapa kali di depan ketiga namja itu. (Maaf, aku harus segera pulang. Terimakasih banyak atas bantuannya.”

“Wae?” tanya Key tak mengerti, sekaligus mewakili yang lain yang juga terlihat tidak mengerti. “Igeo. Tuliskan saja!” lanjutnya sembari menyerahkan buku catatan tadi pada Sanghyun.

Gadis itu menurut dan menuliskan kalimat tadi dengan agak terburu-buru, kemudian segera menunjukkannya pada Key.

“Oh~ kau akan pulang? Kenapa terburu-buru? Tidak ikut sarapan dulu bersama kami?” ucap Key, yang langsung dijawab Sanghyun dengan gelengan kepala.

Kemudian Sanghyun menatap Jinki yang masih duduk diam di tempatnya, lalu membungkuk sekali lagi. (Sekali lagi, terimakasih banyak). Setelah itu, dia juga membungkuk lagi setelah menatap Key dan Jonghyun. (Annyeonghi gaseyo).

“Oo~” sahut Jonghyun dan Key, “Annyeong.. Hati-hati di jalan…”

Sanghyun tersenyum simpul, sebelum akhirnya berbalik dan menghilang di balik pintu dorm.

“Yaaa~ jinjja! Dia gadis terunik yang pernah aku temui…” kata Jonghyun heboh sendiri.

“Dan juga gadis ter-merepotkan yang pernah aku temui.” Celetuk Jinki acuh sambil menelungkupkan badannya di atas sofa. “Aigoo~ badanku rasanya sakit semua. Ada yang bersedia memijat bahuku?”

“Tapi aku masih menyesalkan sesuatu. Dia cantik, tapi… tidak bisa bersuara.” Ucap Key seraya terkekeh kecil, tidak mempedulikan permintaan Jinki barusan.

“Ppajo!” tanggap Jonghyun menyetujui.

Hening sejenak setelah itu, sebelum Jinki tiba-tiba saja terduduk dan berseru nyaring, “YA! AISSSH~!”

“Ah~ wae~?!” protes Jonghyun dan Key kesal, karena suara Jinki berhasil membuat mereka jantungan.

 “Aissh~ padahal sebenarnya tujuanku menemui yeoja itu untuk menanyakan Taemin.” Rutuk Jinki sembari berlari masuk ke kamarnya, dan beberapa detik kemudian keluar lagi dengan sweater tipis membalut tubuhnya, “Aku harus mengejar yeoja itu sebelum dia sudah semakin jauh dari sini.”

“Keurae…” sahut Jonghyun santai (lebih tepatnya agak mencibir).

“Ck~ aku tidak butuh tanggapanmu, aku hanya bicara pada diriku sendiri.” decak Jinki seraya membuka pintu dorm setelah sebelumnya menutupi kepalanya dengan topi hitam miliknya. Namun belum juga selangkah keluar dari dorm, Jinki berhenti di tempat karena di depannya sudah berdiri tiga orang pria asing berbadan tegap.

“Oh~ nuguseyo?” tanya Jinki hati-hati.

“Lee Jinki?” tanya balik salah satu pria itu dengan suaranya yang berat.

“Ne. waeyo?”

“We guard your little brother, young master.” Mereka membungkuk bersamaan, membuat Jinki juga refleks ikut membungkuk.

“Lalu?” tanya Jinki kemudian. *dari sini, anggap aja mereka ngomong pake English, ya! ^^v*

“Oh~ ya… kami… khawatir karena beberapa hari yang lalu tuan muda Taemin meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kami. Karena Anda tinggal di Seoul, kami berinisiatif mencarinya sampai ke sini, dan  kemarin kami memang sempat melihatnya dan berencana mencoba membujuknya untuk kembali. Tapi tuan muda Taemin malah terus menghindari kami dan terus bersembunyi. Karena kami tidak menemukannya lagi, kami kira tuan muda kemari.” Tutur pengawal itu panjang lebar.

Mendengar itu, tentu saja Jinki terkejut. Namun dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan tetap memasang ekspresi datar, “Apakah kalian kemari karena ada perintah?” tanyanya.

“Tidak, kami di sini karena inisiatif kami sendiri. Nyonya dan tuan sepertinya belum tahu apapun.”

Jinki menghela napas sejenak, menoleh ke dalam dorm, dan mendapati Jonghyun dan Key sedang memperhatikannya dari sofa, dan kemudian Jinki kembali menatap pria-pria di depannya, “Kalian salah, aku sudah memberitahu Mom sebelumnya.”

“Pardon?”

“Dan kurasa Taemin lebih ingin tinggal di sini bersamaku. Kalian pulanglah…! Dan katakan pada ‘mereka’ bahwa Taemin akan lebih baik bersamaku.”

“Tapi… tuan-”

“Dia.akan.lebih.baik.denganku. Got it? Aku majikanmu juga, jadi lakukan saja apa kataku..!”

>>><<<

To Be Continue

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “Sometime – Part 5”

  1. Gak tau kenapa aku mesem-mes pas liat scene jinki yg cuma pake singlet aja nemenin Sanghyun… Hehehehe…
    .
    KebAyang dEh gimana muka innocentnya dia waktU sanghyun pingsan… Apalagi pas tahu sangHyun bisu… Ckckck *dibejek MVP*
    .
    Di sini Jongkey juga parah aBis… *apadEh!*
    .
    Hmm… Diary yg dibaca Taem diarynya Sanghyun, ya?
    Appanya kok nyeremin bgt…
    PeruTku langsung mual begitU dia cekukan + bAu alkohol..
    Hiiyy…
    .
    Ayo lanjuT, Mira…
    Kayaknya makin seru niH…
    Hwaiting!!

    1. Aelah mesem-mesem mikirin apa, eonn? *natap dengan curiga/plakk*
      Wahaha~ benerrrr… Jongkey parah di sini… Wakakakakak~ #sarap

      Hmm… Lanjutannya ditunggu aja ya, eonn. ^^ Hehe~ Makasih udah baca+comment, eonn… *bow*
      Hwaitting! ^.^

  2. Itu diarynya sanghyun, ya?
    Kayaknya dia udah putus asa banget…
    Hmm…
    Xixixi.. Gak tau kenapa aku suka scene Jinki bawa sanghyun ke dormnya.. Kebayang deh gimana dia clingakclinguk ngawasin biar gak ada orang…
    Hehehe…

    Ayo lanjut, Mira!!

    1. Diarynya Sanghyun bukan, ya? *aelah sok misterius==’*
      Kkkk~ iya, aku jga cekakak-cekikik(?) sendiri bayanginnya… XD Hahay~

      Mkasih ya, Riska eonn, udah baca+komen… 😀 Lanjutannya tinggal nunggu antrian, kok… 😀 Hehe~

  3. Makin menarik nih…
    Wah sanghyun masih sakit gitu udah kerja di pom bensin…
    Tapi dia sukses bikin aku iri,…
    Bisa ke dorm SHINee….
    Huwaa…. >.<

    ayo lanjut.. Aku penasaran nih gimana pas sanghyun ma taem ketemu..

    1. Iya kah? Syukur deh kalo emang makin menarik… *shy*

      Ck~ Sanghyun emang bandel, eonn.. =3= *digeplak*

      Oke, tunggu aja ya lanjutannya… Hehe~
      Mkasih Rina eonn… ^.^

  4. Mau donk dijagain jinki semaleman… Hwehehehe….
    Wah.. Taem ditolongin ayah sanghyun, kah?
    Hmm…
    Makin penasaran nih..
    Ayo part selanjutnya..

  5. hyaa taemin terancam bahaya !
    sanghyun … gadis mandiri .. minho dah ngak ada … jinki .. ?? kira aku dy orgnya baik tampa mengeluh …
    ayo..ayo.. ap taem bklan ketemu .???

    1. Lah? Kok terancam bahaya? (.___.)a

      Yap, Sanghyun mandiri banget… Haha~ Jinki emangnya kenapa? *pura-pura bego*
      Iya, ayo, ayo(?)… Kkk~

      Mkasih ya… 😀

  6. Wah…
    ItU Taem di rumah sangHyun ya? Appanya nyeremin amat.. ==
    apa kali ini sangHyun sama Taem bAkal ketemu?
    Ayo lanjuT part 6 nya…

  7. Seperti biasa… FFmu ringan dan enak dibaca, Mira..
    Lucu juga scenenya Jinki yg innocent ngeliat sanghyun pingsan.. Ckckck..
    Wah.. Taem sama ayahnya Sanghyun, ya? Kayaknya bakalan seru nih…

    1. O.o Masa?! Berlebihan deh, Evy eonn nih… *nutup muka* Tapi makasih, ya…! XD *diketekin Evy eonn*
      Kkkk~ lucu? Emang… *bugh!*

      Mkasih, Evy eonn… ^^ *hug*

  8. Enaknya bisa tidur di dorm Shinee…
    Syukur sanghyun gak diapa-apain sama Jinki.. *apasih?*
    kok rasanya ayahnya sanghyun matre, yah? Pakai minta IPOD segala.. *plakK*
    ITu ayahnya sanghyun, kan?
    Iya gak, ya?
    *reader gaje*

    1. Wahaha~ pada mikir ke sana, ya? *DUAGH*

      Iya, loh… Itu iPodnya Taemin mau dijual biar dapet uang… O.O
      Ayahnya Sanghyun bukan, ya? .___.a

      Haha~ aku juga gaje, kok… Tenang aja(?)… Hehe~ Mkasih, ya…! ^^

  9. Jjong ma key di sini emang saraph atau cuma perasaan aku aja, yah? Paki introgasi Sanghyun segala
    *plakk*

    itu appa sanghyun kah?
    Rumahnya dipenuhin pecahan botol minuman keras?
    Hiyy…

    Ayo lanjut part 6!

    1. Akakakakakak~ mereka emang sarap kayaknya, eonn kalo sampe ngeinterogasi gitu… *blingers+lockets ngasah clurit*

      Appanya Sanghyun bukan, ya? *di-detgler-in readers*
      Pokoke tunggu aja ya, eonn… Makasih banget udah baca+comment… 😀

  10. Wah itu Taem diselamatin ayahnya sanghyun?
    Aku kira yg ngebekap mulutnya para bodyguardnya…
    Hmm……
    Mata merah, bau alkohol, jalan oleng…
    Waduh parah banget.. Tapi kayaknya aku ngerti dah gimana perasaan appanya sanghyun setelah ditinggal istrinya…
    Ayo lanjut!

    1. Haha~ bodyguardnya gak tau apa-apa padahal… XD

      Masa? Parah ya, eonn? .___.a
      Bneran ngerti, eonn prasaan appanya Sanghyun? O.o Emang eonni udah beristri? *BAK! BUK! DHUARR!*

      Siip… yuk… tungguin ya, lanjutannya… XD Mkasih, Yuriska eonn… 😀

  11. ‘tulisanmu jelek sekali’
    hahaha…
    Kok kayaknya Jinki sensian sama Sanghyun?
    Terus bisa Kebayang deh gimana kagetnya Jongkey begitu liat sanghyun di dorm mereka ditemenin Jinki pula.. Ckckck..
    Lanjut!

  12. Ukh, nyesek pas scene sanghyun di depan tokonya Minho.. Kasian..

    Sanghyun masih sakit udah jualan bensin..
    Tp keren juga bisa ketemu Jinki…

    Jongkey jail amat deh ngabisin bensin buat shopping.. Ckckck

    ‘Aku majikanmu juga, jadi lakukan saja perintahku’ uwow.. Kayaknya Jinki serius banget bilang itu.. Hmm.. Makin menarik nih.. Ntar taem ketemu sanghyun, ga?
    Dia lg sama ayahnya sanghyun, kan?
    Iya gak, ya?
    *asal nebAk*
    #plakK aBaikan#
    ayo lanjuT part 6!
    Jgn lama-lama, ya..!!
    Hwaiting!

    1. Beneran, nih? Wah~ syukur deh kalo ikutan nyesek, berarti feelnya udah ada, ya? .___. #dilempar ke dorm SHINee

      Kok ketemu Jinki keren? Hahay~ tapi emang, sih… #ditoyor

      Hehe~ syukur deh kamu ngerti kemana maksud aku.. tungguin aja part 6 nya, ya… ^^ Gomawoyo… 😀
      Hwaitting! >,<

  13. Perasaanku aja apa Jinki emang sensian di sini?
    ==ll
    gimana rasanya dijagain Jinki semaleman?
    Jadi iri sama sanghyun nih…
    Part selanjutnya ASAP yah..

  14. Ya!!! Kenapa kasih tau!!!!!!
    Tapi gapapa sih kalo ujung ujungnya dibantuin
    Itu sanghyun!!!!
    Masih sakit jangan kerja dulu
    Demi bapaknya nih
    Mana taemin dirumahnya lagi
    Oh iya nanti ketemu dong??
    Lanjutt

    1. Kasih tau apanya? .__.a Dibantuin apa? #author pelupa akut

      Hayo! Kita marahin Sanghyun gara2 dia bandel! *??* Bapaknya juga! >0<

      Yoook~ lanjuuut… Makasih, ya… ^.^

  15. sanghyun pingsan y pas sama onew mulu lagi. . . .
    Knp aku ngerasa onew d sini KEREN bgt ya! Kesan Sifat2 gaje n sangtae y ilang gt malah jd kakak yg baik. . . .
    Aku ngak tau knp suka bgt sama ff ini, yg bikin beda sanghyun y bisu jd ada ketertarikan yg lebih buat baca ff ini!
    Jgn2 lama2 dong d publish y udah ngak sabar. . . . .

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s