Hey, Can You See My Heart? – Part 4

Title    : Hey, Can you see my heart? Part 4

Cast    : Choi Minho, Kim Jong Eun, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Lee Yoora, Park RaeNa

Genre : Romance

Rate    : PG15

Author: Mutiaadha

 

“Minho Oppa-” kataku sedikit tertahan “kau.. apa yang sedang kau lakukan di depan rumahku?”

Minho oppa tak langsung menjawab, Ia malah mendekatiku dengan tatapan tak kalah tajam dari sebelumnya. Aku jadi bingung melihat sikapnya ini.

“Waeyo?” tanyanya kemudian.

Aku mengerutkan kening “Waeyo? Waeyo apanya?”

“Kenapa kau tidak membalas smsku atau mengangkat telfonku?”

Hah? Sms dan telfon?

Buru-buru kucek handphoneku yang kusimpan dikantong depan tas sekolahku. Dan benar saja aku dapat menemukan 6 sms dan 14 missed call yang semuanya dari Minho oppa.

“Aku.. handphoneku..”

“Nan arraseo, kau melupakanku ketika bersamanya~” Minho oppa memotong kalimatku.

“Ani.. bukan seperti itu, kau salah paham, aku dan Taemin tadi..”

“Sudahlah, aku sedang tidak ingin mendengarkan alasanmu. Aku kesini hanya khawatir padamu karena jam empat tadi kau tak juga datang, padahal kita sudah janjian. Aku pikir terjadi sesuatu padamu, tapi aku tenang sekarang, ternyata kau tidak apa-apa!”

“Oppa tapi tadi aku..”

“Gwaenchana, kau masuklah ini sudah larut malam, aku juga ingin segera pulang” Minho kini tersenyum padaku, tetapi senyumnya tidak seperti senyumnya yang biasa.

“Oppa~”

“Annyeonghi kyeshipshiyo” katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku yang kini masih terus memandanginya sampai Ia benar-benar sudah menghilang dari pandangan mataku.

Apa yang terjadi padanya hari ini? Apa dia cemburu melihat aku dan Taemin? Dan apa juga yang sudah terjadi padaku hari ini? Mengapa aku sampai melupakan janji kami tadi sore dan aku juga tidak memberitaunya tentang kondisi Jonghyun oppa? Apakah benar katanya kalau aku dapat melupakannya ketika sedang bersama Taemin?

Ahhhg!!

Sambil memegangi kepalaku yang mulai sakit aku melangkah masuk kedalam rumah, mencoba membuat segelas susu coklat agar membuat perasaanku lebih baikan. Tetapi sialnya pikiranku tentang Minho oppa tak juga bisa hilang, aku takut kalau Ia benar-benar salah paham.

Kuputuskan untuk membuka handphoneku kembali, mengecek smsnya tadi, membaca satu persatu smsnya secara seksama.

From : my charismaticfrog

Chagi kau dimana? Aku sudah sampai.

From : my charismaticfrog

Aku sama sekali tidak melihatmu, kau ada dimana sekarang?

From : my charismaticfrog

Bisa mengangkat telfonmu sekarang?

From : my charismaticfrog

Ya Kim Jong Eun, jangan membuatku khawatir!!!

From : my charismaticfrog

Kau sungguh tidak datang? Jangan bilang kau lupa?

Ya Tuhan berarti tadi itu Minho Oppa terus menungguku datang? Ahh pabo!

Buru-buru kuketik sms untuknya, aku harus segera minta maaf padanya.

To : my charismaticfrog

Oppa mianhae, tadi Jjong Oppa kecelakaan, aku jadi tidak dapat menemuimu. Maaf juga karna tidak mengabarimu. Jongmal mianhaeyo~

Selang beberapa menit kemudian Minho membalas smsku.

From : my charismaticfrog

Jjong hyung kecelakaan? Jeongmalyo? Lalu bagaimana kondisinya sekarang? Ah gwaenchana, aku dapat mengerti kalau begitu keadaannya 🙂

To : my charismaticfrog

Dia baik-baik saja. Ahh gumawo oppa, aku janji ini yang terakhir, aku tidak akan mengulanginya lagi.

From : my charismaticfrog

Ne. Sudah sana tidur, ini sudah malam. Kalau begitu selamat tidur jagiya, saranghae~

Aku tersenyum membaca smsnya yang satu ini. Ah Minho Oppa memang selalu sukses membuatku tersenyum seperti orang gila.

To : my charismaticfrog

Nado 🙂

Ya sekarang perasaanku lebih baik. Ternyata Minho oppa dapat memahaminya. Ahh senang sekali rasanya memilika namjachingu yang sangat pengertian sepertinya.

***

“Ne Umma, aku akan menjaga Oppa dengan baik. Sepertinya besok juga sudah boleh pulang dari rumah sakit” kataku ketika masih terlibat pembicaraan dengan ummaku ditelfon.

“Ne. Umma dan Appa kapan pulang, aku harap secepatnya ya, aku dan Oppa sudah sangat merindukan kalian. Ya kalau begitu annyeong~”

Klik.

Aku memutuskan hubungan telfonku dengan umma. Ya, ketika mendengar berita tentang kecelakaan yang dialami Jonghyun Oppa, Umma langsung mencoba mengabariku dan menanyakan keadaan Jonghyun Oppa. Sebenarnya Ia ingin sekali kembali ke Korea untuk mengurus Jonghyun Oppa selama dirumah sakit. Tetapi ternyata jadwal Appa tidak memungkinkan untuk itu, mereka tetap harus stay di Australia karena proyek baru bisnis keluargaku sedang dalam tahap pengembangan.

Hari ini setelah pulang sekolah aku kembali berniat datang kerumah sakit, untuk meliat kondisi Jonghyun Oppa. Tetapi sebelumnya aku berniat untuk pergi ketoko buku dulu, aku ingin memberikan beberapa komik kesukaan Minho Oppa, slam dunk sebagai permintaan maafku atas kejadian yang kemarin. Dan Taeminlah yang akan mengantarku, karena kebetulan Ia juga sedang mencari beberap buku.

“Mau pergi sekarang?” tanya Taemin yang ketika itu sudah datang menghampiriku. “tapi aku tidak bawa motor, motorku rusak sekarang  masih di bengkel, kita naik bus saja ya”

Aku mengangguk setuju sambil kemudian pergi bersamanya, tetapi aku masih sempat melambai kearah dua sahabatku, Rae Na dan
Yoora yang saat itu duduk diposisi yang tak begitu jauh dariku.

***

Minho POV

17.46

Hah pelajaran akhirnya selesai juga. Aku segera berlari keluar kelas, menuju lokerku untuk mengambil sesuatu. Tetapi karena terburu-buru aku sampai menabrak Jinki sunbae yang saat itu lewat dihadapanku.

“Wooow, hati-hati Ho!” seru Jinki padaku.

“Hehe Hyung” aku tertawa kecil sambil mengaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

“Kau mau kemana sepertinya buru-buru?”

“Aniyo. Hanya mau ke loker” jawabku tepat ketika aku berhenti didepan loker bertuliskan namaku. Aku kemudian membuka lokerku dan mengambil sekotak box berisi sebuah pizza buatanku.

“Ige mwoya?” tanya Jinki sunbae.

“Pizza” aku membukanya lalu memperlihatkannya pada Jinki sunbae.

Seketika tawa Jinki sunbae meledak, Ia menepuk-nepuk pundaku sambil melontarkan senyum khasnya itu.

“Dasar kau ini sungguh tau caranya membuat yeoja terpesona denganmu, sepertinya aku harus banyak belajar darimu”

“Hyung kau berlebihan, ini hanya sebuah pizza”

“Ya, tapi ini pizza pertama yang kulihat berbentuk love. Ini untuk Jong Eun?”

“Ne”

“Ya kuharap Jong Eun menyukainya”

“Kuharap juga begitu” jawabku kembali melirik jam ditanganku “hyung aku duluan, aku harus mencari Jong Eun sekarang”

“Ne, sukses ya”

Ya aku sengaja membuatkannya pizza karena aku tau kalau Jong Eun itu sangat menyukai pizza. Aku anggap ini sebagai permintaan maafku karena telah salah paham padanya kemarin, ya walaupun aku juga tidak tau apakah rasa pizza buatanku ini enak atau tidak, tapi yang jelas aku sudah berusaha membuatnya sekalipun bentuk lovenya juga tidak sempurna.

Dan senyumku mengembang ketika melihat kedua sahabatnya Yoora dan Rae Na yang sedang duduk disudut koridor, aku pun segera berlari menghampirinya dan menanyakan tentang keberadaan Jong Eun pada mereka.

“Annyeong, apa kalian melihat Jong Eun?”

“Minho Oppa…” sapa Rae Na pelan, aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Kalian tau dimana Jong Eun?” tanyaku sekali lagi.

“Jong Eun, tadi dia.. pergi”

 “Pergi? Kemana?”

“Molla, tetapi tadi Ia dan Taemin pergi setelah sekolah berakhir” sahut Rae Na.

“Taemin?!” aku tersenyum setengah. Lagi lagi Taemin.

“Ani, jangan berpikiran yang aneh-aneh Oppa, mungkin saja mereka mau menjenguk Jonghyun Oppa yang sekarang dirawat dirumah sakit” jelas Yoora kemudian.

Aku mendesah pelan sambil berusaha tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu terimakasih. Aku pergi dulu” aku pergi meninggalkan mereka berdua sambil terus memandangi kotak pizza ditanganku ini.

Seharusnya saat ini kami dapat menikmati pizza ini bersama, menghabiskan waktu bersama, sebagai pengganti waktu yang kemarin. Tapi sepertinya aku salah, Ia kembali melupakan keberadaanku.

Taemin lagi dan lagi.

Apakah Taemin begitu penting untuknya, apakah tidak ada sedikit keinginan dihatinya untuk memintaku yang mengantarkannya kerumah sakit? Apakah Ia benar-benar menganggap aku ini pacarnya?

***

Jong Eun POV

Aku dan Taemin pergi ke sebuah toko buku yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolah.

Begitu sampai aku pun langsung berjalan menuju deretan rak komik dan mencari komik kesukaan Minho Oppa itu.

Sedang Taemin kini sibuk mencari beberapa buku tentang sejarah romawi, entahlah akhir-akhir ini dia sedang sakit atau bagaimana sehingga tertarik dengan hal semacam itu, biasanya Ia hanya tertarik dengan dance dan sebagiannya.

“Jong Eun, kau membeli buku apa?” Taemin datang sudah dengan beberapa buku ditangannya.

“Ani, hanya beberapa komik untuk Minho” aku mengangkat komik ditanganku.

“Oh Minho suka komik?”

“Ne. Aku membelikannya sebagai permintaan maafku”

“Memang kau punya salah apa padanya?”

“Kemarin gara-gara kecelakaan yang dialami Jonghyun Oppa, aku jadi melupakan janjiku dengannya, dia menungguku sampai malam”

Taemin membulatkan mulutnya berbentuk huruf ‘o’ sambil kemudian mengangguk-anggukan kepalanya.

“Kalian sepertinya jodoh ya?”

“Heh maksudmu?”

“Kau juga pernah melakukan hal yang sama kan? Menunggunya sampai malam dan kehujanan di depan rumah Minho”

“Heh kau darimana kau tau?”

Hening sejenak namun tiba-tiba tawa Taemin memecahkan suasana “haha Jonghyun Hyung memberitauku”

“Hah Jjong Oppa sampai masalah ini saja diceritakan, heh Taemin sepertinya kau sangat dekat dengan Oppaku, apa kalian berpacaran?!” ledekku yang dibalas dengan raut wajah kesal dari Taemin.

***

Minho POV

Basket.

Ya selalu basket yang jadi pelampiasan.

Sedih, senang, marah, bahkan kecewa sekalipun selalu kulampiaskan lewat basket.

Seperti sekarang ini, disaat semua teman-teman sekolahku sudah pulang, aku lebih memilih bermain basket untuk mengalihkan pikiranku tentang Jong Eun hari ini.

Aku kacau jika mengingatnya. Dan ternyata hal itu juga berpengaruh pada permainan basketku. Ya, aku sudah berulang kali mencoba memasukan bola kedalam ring tapi sama sekali tak ada yang berhasil.

Aku kesal. Kubanting bola basketku kencang-kencang dan kubiarkan mengelinding entah kemana.

Aku kini duduk dipinggir lapangan basket, meneguk hingga habis air mineralku kemudian mencari handuk kecil untuk mengelap keringatku, tetapi tidak ada.

Ah sial!

Aku lupa membawanya. Aku ingat hari ini tidak ada latihan jadi aku meninggalkannya dirumah.

Namun tiba-tiba seulur tangan menyodorkan handuk kecil kearahku. Aku melihat si pemilik tangan itu dan menemukan Rae Na disana.

“Ayo ambil handuknya Oppa, kau sudah basah keringat sekarang” katanya kemudian.

Mau tak mau aku ambil handuk pemberian Rae Na untuk mengelap keringatku. Rae Na kemudian duduk disebelahku sambil tak melepaskan pandangannya pada kotak pizzaku.

“Ige mwoya?” tanyanya kemudian.

“Pizza”

“Waaaah kebetulan sekali aku lapar Oppa, boleh aku memintanya?”

Aku terdiam untuk beberapa detik. Berpikir sejenak sambil kemudian mengangguk mengiyakan.

Rae Na membuka kotak pizzaku, dan sudah kuduga Ia terkejut melihat bentuknya yang berbeda dari kebanyakan pizza lainnya.

“Kau yang buat Oppa?”

“Ne. Itu untuk Jong Eun, tetapi karena Ia tidak ada, kau boleh menghabiskannya”

“Gureyo? Ahhh gumawo oppa”

Kulihat Raena dengan lahap memakan pizza buatanku. Sedang aku sama sekali tak berniat menyentuhnya apalagi memakannya.

“Bagaimana menurutmu rasanya?”

“Sangat enak, kau pintar memasak juga ya, dan ah bentuknya lucu sekali. Ini pertama kalinya aku memakan pizza berbentuk love”

Senyum getir terukir dibibirku. Itu adalah kata-kata yang kuharapkan keluar dari mulut Jong Eun. Ya sudahlah, semua sudah terlanjur sekarang.

“Oppa.. soal yang kemarin-“ Rae Na mencoa membuka pembicaraan tentang kejadian yang kualami beberapa hari yang lalu bersamanya. Tapi sungguh sejujurnya aku tidak ingin mengingat itu. Ingatan tentang semua yang terjadi antara aku dan Rae Na itu hanya akan membuat perasaanku teriris dalam.

“Kumohon jangan ingat lagi, lupakanlah~”

“MWO?!” seperti yang dapat kutebak Rae Na sangat terkejut “Kau menyuruhku melupakannya?”

“O” aku mengangguk sambil menatap kosong lapangan basket dihadapanku “Aku berterimakasih padamu karena telah mengajakku ke tempat paling indah yang pernah ku temui di Seoul, aku sangat menyukai tempat itu, bahkan Jong Eun juga!”

“Ap-apa kau bilang? Kau mengajak Jong Eun kesana?”

“Ne, aku memberikannya cincin ditempat itu sebagai permohonan maafku”

“OPPA!!!! Kau..”

“Rae Na, mianhae.” Aku kini menunduk menyadari kesalahanku, tidak seharusnya aku mempermainkan perasaan yeoja sebaik Rae Na, tetapi waktu itu akhu khilaf, entah apa yang merasuki pikiranku waktu itu “Maaf atas semuanya, aku benar-benar minta maaf”

“Oppa kau tidak bisa seenaknya mempermainkanku seperti ini!”

“Rae Na, jebal, mengertilah. Waktu itu aku khilaf, aku benar-benar minta maaf kepadamu karena telah menyatakan perasaan suka padamu, memberi harapan yang tidak jelas, tetapi sungguh, saat itu aku hanya sedang jenuh dengan hubunganku dan Jong Eun. Aku tau aku salah, terserah kau jika kau mau menganggapku orang jahat atau bagaimana, waktu itu aku hanya berpikir bahwa Jong Eun telah mengkhianatiku, kupikir ia selingkuh dengan Taemin”

“Ya dia memang selingkuh oppa!!!!”

“Kurasa begitu, tapi kuharap tidak. Kau tahu, pulang dari berkencan denganmu malam itu, saat aku pulang ke rumah, aku menemukan Jong Eun di depan rumahku sedang menungguku pulang. Ia rela kehujanan selama dua jam lebih demi aku. Saat itu aku sadar, aku sudah sangat berasalah padamu, dan juga padanya. Aku tidak bisa melajutkan semua permainan ini, dan sekarang sudah kuputuskan untuk serius dengannya, aku tidak ingin menghianatinya”

“Oppa, kau.. kau tahu, aku mencintaimu lebih daripada Jong Eun, aku mencintaimu sejak lama, sejak setahun yang lalu, tapi mengapa kau memilihnya dari pada aku?” kini kulihat air mata Rae Na sudah mengalir membasahi pipinya.

“Mianhae” kataku samabil mengelap sebagian air matanya dengan ibu jariku “aku juga menyukaimu, tetapi kupikir rasa suka kita berbeda. Aku tidaklah menyukaimu sebagai seorang yeoja, aku menyukaimu sebagai sahabat, sebagai seorang chingu, kumohon kau mengerti Park Rae Na!”

Rae Na tak berkomentar, ia hanya terdiam sambil mencoba menenangkan diri.

“Sudah sore, sebaiknya kita pulang, mau kuantar?”

“Tidak usah, aku bisa sendiri!” Rae Na kemudian bangkit dari duduknya dan kembali menatapku “Oppa, aku terima keputusanmu”

“Jeongmalyo?” aku seperti tidak mempercayai ini, akhirnya satu masalah terselesaikan. Aku kemudian juga bangkit dari dudukku dan menaapnya “Gumawo~”

“Tetapi satu hal yang harusnya kau tahu oppa, kau itu terlalu baik untuk Jong Eun. Kau tidak pantas mendapatkannya. Aku berkata jujur pada kenyataan Oppa, sekarang bukalah matamu dan lihatlah dia. Dimana dia sekarang? Tadi saja ia pergi berasama Taemin tanpa memikirkanmu, kemarin saat oppanya masuk rumah sakit, kau bukanlah orang pertama yang diberitahu, dan sekarang pizza buatanmu juga sia-siakan? Dia itu tidak memperdulikanmu oppa, kumohon sadarlah!”

Minho terdiam. Entah kenapa kata-kata Rae Na barusan benar-benar membuatnya tersugesti. Minho berpikir kalau apa yang dikatakannya adalah benar. Minho dapat merasakan itu semua. Akhir-akir ini Jong Eun memang melupakannya.

Dan sekarang mungkinkah perasaan Minho masih sama?

“AHHHHHHG!” Minho melempar keras botol air mineral ditangannya. “SIAL!”

 TBC

kepanjangan ga? Sebenernya aku stuck di part ini, jadi aku bikin ceritanya malah jadi begini, maaf kalo rada maksa hehe Minho nya jadi galau 😛

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “Hey, Can You See My Heart? – Part 4”

  1. makin jelas konfliknya. Ketahuan kan disini raena sama minho emang ada apa apa. Ya minho oppa jangan selingkuh dong kasian jong eun nya. Lanjuuuuut thor!

  2. Parah parah
    Ih raena ngebetein banget
    Minho juga pake ada sesuatu sama raenaa
    Lagi jongeun nya waduh gimana ya
    Ga bisa ditemenin sama yang lain apa
    Itukan bisa jadi alesan
    Minho mikir jong eun ga suka minho lagi
    Buruan kasih bukunya!!!!!
    Gausah pake mancing mancingg
    Lagian minho juga kan mau tanding basket
    lanjuut

  3. hyaaa emosi … sabar ho .. sabar …
    tenang ajh jong eun tuh cinta ma minho !!!
    jgn ikut bisikan setan ya !! dzikir snoh !! *plakk!!*
    lanjut thor !!

  4. ini rae na’a setan bgt siy. Aq maunya minho sama jong eun ajjah. Ini ada onew asiiiik tapi onew’a cuma dikit, banyakin dong thoor!

  5. AAAAAAAA!!!!! Kenapa tbc?!!!!
    Aduhaduhaduh minho baik banget padahaaaal
    Please minho jangan salah paham
    Dia pergi sama taemin juga niatnya mau beliin komik buat elu minhooooo
    Plisplis jangan sampe minho kemakan omongannya rae na!!!
    Aduh rae na apaan sihhhh
    Jong eun kan sahabat lu, kok gitu sih aisss
    Sumpah nyesek bgt jadi minhoooo:(:(
    Tapi ternyata itu abis pulang kencan sm rae na!!?
    Pas malem2 jong eun nungguin 2 jam pas ujan?
    Aissssss plisplisplissss perasaan minho harus ttp sama
    Jong eun harus tetep sama minho:):)

  6. oyyy raena ga usa banyak bacot napa lo??? Dsar lo, LuCiFeR tao gaaa????? Minho, jgn dengerin omongan mak lampir kyak dia ya… Jong eun setia ama lo, tnang ajaaaaa…… Taetem mah cuma nyelip-nyelip aja koqq….. Jong eun tuh pergi ma taetem cma mw beliin u komik dudut!!!! Jgn slah pahaaaaaaaaaam….!!!! Tu pizza nya knapa di kasih raena???? Mending bwat aku aj!!! Lgi laper neh skarang lumb mkan…. *plakk* *minho: sapa lo?*. Eh ralat… Tungguin jongeun aj napa sih????
    Hehee… Mian author, ngebacot gajelas *plakk*. Daebak ceritanya, konfliknya kerasa banget, next partnya ditunggu!!!!!! XDDD

  7. siaaal~ bnyk cincong lu raena gendenk *kebawa emosii*
    OPPa~ believe her *jong eun* dia kan mau minta maaf ma oppa hohohoho

  8. setelaah baca POV Bang menong, jadiii tau perasaannya k jong eun. ternyataaa tuluuuuuusss 😀
    tapiiii apabangettt itu si Rae Na -___-
    ternytaa yg suka bgt itu rae na bukn menong, rada lega 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s