I Have To Be Dying [1.2]

I have to be dying [1 0f 2]

Author                  : violet

Main cast             : Han Sheila, Kim Kibum (Key), Daddy sheila

Genre                   : family, romance, sad

Length                  : twoshot. Chapter 1

Support cast       : Ny. Jung, Mommy Sheila, Shinee member

Summary             : I have to be dying to get his attention, haven’t I?. I’m sick of this all.

Theme song       : simple plan-perfect (*really old song)

Sheila POV———————-

Ku buka pintu depan rumahku, diikuti dengan lampu yang menyala secara otomatis di ruang tamu. Aku melangkah dengan gontai menaiki tangga ke lantai 2. Aku mulai tinggal di rumah ini 1 bulan lalu bersama suamiku, pantaskah aku menyebutnya seperti itu, karena pernikahan kami hanya berlandaskan atas bisnis dan nama besar.

Aku lelah hari ini. Rutinitas harian di kantor Daddy-ku membuat badanku serasa remuk. Yah, aku memanggil Appaku dengan ‘Daddy’ bukan ‘Appa’ karena sudah menjadi kebiasaanku semenjak tinggal di Indonesia (reader: eh,bukannya di Indonesia harusnya ‘ayah’ thor?…*author:au’ah gelap) . Ketika sampai di depan pintu kamarku, ku terhenti sejenak, kemudian membalikkan badanku , menatap pintu kamar suamiku, dan bergumam, “Dia tidak di rumah rupanya”.

Ya, walaupun kami sudah menikah, tapi kami memutuskan untuk berbeda kamar.  Aku masuk ke kamarku kemudian berendam air hangat agak lama. Beberapa menit berlalu. Krukkk..krukkk…“Oh my gosh, I’m really hungry.”

Serta merta, aku turun ke ruang makan, dan sudah tersedia beberapa masakan untuk kusantap. Daddyku masih berbaik hati mengizinkan seorang pelayan datang ke rumahku untuk membersihkan rumah dan memasakkan makanan. Sejujurnya, aku ingin dia (pelayan)tinggal di sini karena aku sudah menyanyanginya seperti Mommy ku sendiri yang telah meninggal 3 tahun lalu, tapi Daddy melarangnya, dengan alasan memberikan privacy dan agar aku serta suamiku mandiri. Aku hanya kecewa karena tidak bisa hidup seatap dan merasakan kasih sayang seorang umma dari Ny. Jung. Huhh…

“oh, I hate eating alone”…”but, my stomach didn’t want to cooperative”…”really hungry”. Ku santapmakan malamku dalam kesunyian. Setelah selesai, ku bereskan piring-piringnya dan menaruhnya di bak cuci piring. Sekilas ku lihat sebuat note tertempel di kulkas,

Sheila, I have a performance in Singapore for 3 days.

Your husband-The almighty Key- ^^,)

Aku hanya mendengus setelah membacanya. Beginikah cara suami dan istri berkomunikasi, melalui note di kulkas. Tidak bisakah dia sekedar menelponku, atau menemuiku sekedar untuk pamit. Dan sifat keartisannya selalu muncul, “ ’your husband, the almighty Key’ , huhh, what the hell !!” seruku, sambil menyobek note tersebut.

Key POV—————————–

In Singapore

Sudah jam 10 malam waktu Singapore. Korea dan Singapore hanya terpaut satu jam saja. Dia pasti sudah pulang. Tidurkah? atau masih berkutat dengan pekerjaannya?. Aku mengenang kembali masa-masa bersama Sheila.

Flashback

Kala itu aku diterpa gossip hubunganku dengan Nicole, salah satu anggota girlband. Appa sangat marah  karena dia sudah berencana menjodohkanku dengan anak salah satu koleganya. Kata Appa, pernikahanku akan membuat kerja sama perusahaan Appa lebih sukses. Selain itu, fansku (mungkin?) akan menerima pernikahanku sebab yoeja yang dijodohkan denganku adalah putri tunggal pemilik perusahaan elektronik terbesar di Korea. Perjodohan itu menyelesaikan gossipku, namun memunculkan masalah baru. Bagaimana aku hidup dengan yoeja yang baru saja kukenal?

Kesan pertama saat melihatnya, manis dan terlihat sebagai seorang perempuan cerdas. Dari wajahnya, aku tahu dia bukan keturunan Korea asli. Aku diberikan waktu 1 bulan untuk mengenalnya lebih jauh. Dan benar saja, Han Sheila berbeda dengan yoeja yang kukenal selama ini. Selain rupawan, dia cerdas, perfectsionis, pekerja keras, dan tegar. Yang kutahu waktu itu adalah aku mengaguminya.

Aku dengan mantap mengikrarkan janji pernikahan kami. Dengan keyakinan, suatu saat, rasa kagumku akan berubah menjadi cinta.

End flashback

Dan mungkin sekarang itulah yang kurasakan, tapi kurasa tidak dengan Sheila. Dia sampai sekarang pun tetap bersikap dingin padaku. “Han Sheila, oh bukan kau Kim Sheila sekarang, kau harus bertanggung jawab membalas perasaanku”.

Sheila POV—————————–

In Seoul

Aku merasa ada yang kurang ketika Key tidak di rumah. Rasanya, benar-benar kosong. Biasanya dia selalu mengomel padaku karena hal-hal yang menurutku tidak penting. Hari-hari kami juga diwarnai dengan pertengkaran kecil untuk masalah sepele.

Aku tersenyum sendiri, mengingat kejahilannya. “Huhh, this home is empty without you”…”I’m longing our fight, Mr. Kim Kibum”…”I’ll kill you when you back home, later”.

Author POV——————————

3 hari kemudian

Pagi yang cerah ketika Sheila sudah siap untuk berangkat bekerja. Dia hanya sarapan dengan cepat dan menyambar kunci mobilnya. Dan setelah mengunci pintu rumah dengan tergesa, dan berbalik..

BRUKKK…

Sheila agak terpental dan terjatuh karena menabrak sesorang. “Could you more careful miss half blood?”. Sheila mendongak dan mendapati tangan suaminya terulur untuk membantunya berdiri. Namun, dia menepisnya dan berkata  “I can stand by myself and I careful enough, mr. vampire”. Key hanya menyeringai dan bergumam “Ok”. Kemudian berlalu memasuki rumah.

Sheila POV————————–

Aku masih kesal karena rasa nyeri akibat jatuh tadi. Dan yang membuatku semakin kesal adalah dia memanggilku ‘miss half blood’.

Memang benar aku separuh berdarah korea karena aku blasteran indo-korea. Daddyku orang korea dan Mommyku orang Indonesia. Aku mewarisi wajah Mommyku yaitu mata bulat indah –setidaknya itulah yang selalu Mommy puji dariku-. Dari Daddyku aku mewarisi karakteristiknya, egois dan perfecsionist. Aku menggunakan bahasa Indonesia dan inggris, dannnn korea namun tak begitu fasih. (*halahhh..authornya pinter ngeles, karena gak banyak tau kata2 dalam bhs korea)

Aku bergegas melajukan mobilku agar tidak terlambat memimpin meeting hari ini. Sebagai direktur salah satu perusahaan ternama, aku harus menjadi contoh untuk disiplin dalam kerja.

Key POV——————————-

Setelah 3 hari tak berjumpa dengannya, kepulanganku dari Singapore malah disambut dengan sikap dinginya. Aku masuk ke rumah, menutup pintu, dan bersandar sejenak di daun pintu untuk mendengarkan langkah Sheila.

’mr. vampire’, dia memanggilku demikian karena kulitku yang putih pucat, tidak seperti kulitnya yang kuning langsat (seperti itulah orang Indonesia menyebutnya). Aku hanya selalu tersenyum ketika dia memanggilku demikian. Dapat melihat binar indah matanya lagi membuat hatiku berdesir.

Hei Dad, looked me, think back and talk to me did I grow up according to plan. Do you think I’m wasting my time, doing things I wanna do but its hurt when you disapprove all along.

Sheila POV—————————-

Di Kantor

Selesai meeting, aku masih disibukkan dengan memeriksa beberapa laporan dan dokumen. Tiba-tiba kudengar pintu ruangan diketuk

Tok..tok..

“Yes, come in” ujarku. Sekretarisku masuk membawa sebuah map, dia berkata “Miss, this’s a fax from USA”…”and there was a message from prime-director, he said that you should call him, after you read this fax”. Aku memiringkan kepalaku, Daddy memintaku menelponnya?. “Thanks”, ucapku. Sekretarisku membungkuk dan meninggalkan ruanganku.

Aku mulai membuka map dan membaca isi faxnya. Aku hanya bisa tertegun membacanya. Haruskah bersedih atau bergembira?. Kenapa dokumen ini harus datang saat ini. Rasanya kepalaku malah berdenyut. Pikirku melayang ke 6 bulan lalu

Flashback

(6 bulan lalu)

Aku yang tadinya tinggal di Indonesia, kala itu baru tiba di Korea, namun bukan Daddy yang kudapati menyambut kedatanganku. Hanya sopir yang menjemputku di bandara dan beberapa pelayan setibaku di rumah. Parahnya lagi, esok harinya, aku disambut oleh assisten pribadi Daddy yang mulai menerangkan tugas yang akan kutangani di kantor nanti. Ketika kutanyakan keberadaan Daddy, assistennya hanya menjawab kalau direktur utama berada di USA. Tak ada yang bisa kulakukan, kecuali berusaha yang terbaik untuk ikut mengelola bisnis keluarga. Aku berharap suatu saat nanti Daddy akan terpukau dengan usahaku dan menemuiku.

(Empat bulan setelah itu)

Aku sangat letih dengan semua pekerjaan hari ini, tetapi ada telpon yang membuatku berjingkrak melupakan penatku. Dari Daddy tentunya. Dia menungguku untuk makan malam di rumah. Aku bergegas pulang dengan semangat juang ‘45 (eh???).

Setiba di rumah, kudapati Daddy sedang berbincang dengan tamu-tamunya, seorang pria sebaya dengan Daddy, wanita yang ku tebak adalah istri pria tadi, dan seorang namja yang pasti anak dari pria itu, menilik dari kemiripan mereka. Senyumku merekah menatap Daddy yang kurindukan. Dia mengisyaratkan padaku untuk duduk. Belum sempat aku duduk, dia (daddy) malah berkata pada tamunya “Ini adalah putriku Han Sheila, dia berpendidikan s2, salah satu direktur handal, dan cantik bukan? Tentunya akan sangat cocok bersanding dengan putramu Kim Kibum”.

JEDERRR

Bagai halilintar menyambarku, aku sedikit limbung karena kaget dan letihku. Beruntungnya, sebab itu aku ada alasan untuk meninggalkan mereka yang melihatku dengan khawatir. Aku hanya berucap, “Joengmal mianhamida, Daddy, ahjussi, and ahjuma, I’m not mean to being unpolite, but I’m not felling well, so I’m leaving first.”

Aku berlari ke kamarku dan membanting pintu. Jadi perjodohan ini adalah alasan utama Daddy pulang. Daddy kembali bukan karena ingin menemuiku. Hatiku sakit. Aku hanya bisa terisak menangis.

End Flashback

Aku mendesah pelan. Sesaat kemudian,aku menelpon Daddy untuk mengkonfirmasi fax tersebut. Aku tidak bersemangat setelahnya.

Author POV————————–

Malam itu, Ny. Jung akan memasakkan makan malam untuk Sheila dan suaminya. Tapi Key, malah menyuruhnya membantunya saja. Key menyiapkan dinner special untuk Sheila. Ny.Kim hanya tersenyum menandakan dia setuju. Dua makhluk itu (ehh???) kemudian sibuk menyiapkan makan malam special untuk Sheila.

“I’m home” terdengar suara Sheila memasuki rumah. Sheila melewati ruang makan dan mendapati pelayannya sedang menyiapkan sesuatu.

“Ummaaa…” teriaknya. Sheila memeluknya erat. Ny.Jung itu hanya berucap “Nona muda….”. Sheila tidak memperdulikan, dia semakin mengeratkan pelukkannya sembari berkata “jangan panggil aku nona muda, aku sudah menganggap engkau sebagai umma keduaku, bisakah engkau menganggapku sebagai anak?”. Ny. Jung itu kemudian membelai rambut Sheila dan membisikkan “Saengil chukae, tengoklah ke balkon kamarmu, kau akan temukan hadiahmu”

Key POV———————————–

Aku putuskan menyatakan perasaanku padanya. Tak peduli apakah dia membalas tau tidak. Aku mendengar suara Sheila. OMO! Dia sudah datang. Aku melihat dari lantai 2, dia memeluk Ny. Jung dan Ny. Jung membelai rambut Sheila perlahan. Tiba-tiba Sheila melepas pelukannya dan berucap “Is this my birthday?”.

“miss half blood, kau benar-benar aneh. Sesibuk itukah kau sampai melupakan hari lahirmu, huhh?”

Sheila POV——————————-

Aku menaikki tangga menuju balkon kamarku, menuruti perkataan ummaku. Aku sangat penasaran.

Ketika ku buka pintu kaca balkon kamarku,

Jreengggg (ada soundefectnya lho…*plak)

Sebuket aster warna ungu berada tepat di hadapku. Ku raih buket bunga itu dengan senyum, bunga aster adalah favoritku apalagi yang warna ungu. Ku tengok ke samping. Key?. Key memelukku, dan berucap “Happy birthday, my lovely ‘miss half blood’ ”. Dia mengecup keningku cukup lama. Aku ingin meneriakinya, tapi mood bertengkarku sedang tidak baik (halahh bahasanya…).

Aku memandangi makan malam di hadapku. A candle light dinner, really touching. “Did you prepare, this dinner  for me?” tanyaku. Key mengangguk dan tersenyum. Deg..jantungku, senyum itu, kenapa semakin membuatku terikat padanya. Selama makan malam, Key menceritakan cerita lucu yang praktis membuatku tersenyum dan terkekeh. Makan malam yang indah. Key memegangi kotak biru safir dan menyodorkan padaku. Aku membukanya

“A necklace. It’s so beautifull, Key-ssi” kataku.

Keymenghampiriku dan mengambil kalung –bewarna keperakan berbandul bintang yang bertahta berlian ungu kecil ditengahnya- dan memakaikannya padaku. “I hope you always be a star in my heart” ucapnya. Tangannya mengelus pipiku kemudian mengangkat daguku. Dia menatapku dalam. Perlahan, mendekatkan wajahnya padaku hingga kurasakan hangat nafasnya di pipiku. Dalam keadaan biasa, aku pasti sudah menghajarnya karena kelakuannya ini. Namun malam ini, aku membiarkannya. Key mencium bibirku lembut, cukup lama, dan aku membalasnya. Dia melepas ciumannya, menatapku dan berkata “I Love you, miss half blood”. Aku kaget dengan pernyataan cintanya dan hanya tersenyum. Lalu memelukknya, agar dia tak  melihatku menangis, menahan perih hatiku.

Key POV——————————

Aku mengambil kalung pemberianku dan memakaikan pada Sheila. Jantungku berdetak tak karuan ketika berada sedekat ini dengannya. Tanganku mengelus pipinya dan mengangkat dagunya. Kutatap binar matanya. Sangat cantik. Perlahan aku menciumnya. Kali ini dia tidak memberontak, bahkan membalas ciumanku.

Aku melepas ciumanku, menatapnya, dan berucap “I love you, miss half blood”. Dari ekspresinya, aku tahu kalau dia agak kaget. Dia tidak membalas pernyataanku dan hanya memelukku. “It’s OK, miss half blood. Someday I’ll make you say that you love me too” batinku.

Author POV————————–

Walaupun Key telah menyatakan perasaannya pada Sheila, namun kehidupan rumah tangga mereka sama sekali tidak berubah. Key masih sibuk dengan seabrek kegiatan entertainnya, sedangkan Sheila sibuk dengan urusan kantornya. Waktu untuk mereka berdua sangat jarang. Kalaupun mereka berpapasan, pasti pertengkaran yang akan terjadi.

Satu bulan hari kemudian

Key POV——————————-

Aku baru pulang dari shooting untuk reality show. Satu bulan ini aku sangat disibukkan dengan kegiatanku. Aku merindukan Sheila. Kudapati rumah dalam keadaan gelap. Aku berjalan menuju dapur untuk minum. Agak terasa aneh pikirku, ada yang ganjil. Kutengokkan kepalaku ke arah taman, Ah, lampu taman yang bersebelahan dengan dapur ini  tidak menyala. Pantas terasa agak gelap.

Kutekan saklar untuk menyalakan lampu taman. OMO! Sheila di sana, duduk di ayunan. Dia terlihat agak kaget karna lampu yang menyala tiba-tiba. Kuperhatikan wajahnya, Sheila sedang menagis. Ya, seperti itulah istriku. Dia selalu menahan kepedihannya sendiri. Sejak tinggal bersamanya, beberapa kali aku memergokinya menangis sendiri. Ketika kudekati, dia pasti akan bersegera mengusap air matanya dan selalu berucap “Could you leave me alone, please. I’m OK. Gwencana”. Aku selalu menurutinya dan hanya mampu memandangnya dari belakang.

Kali ini tidak lagi, hatiku miris melihatnya seperti itu. Dari cerita Ny. Jung, Sheila sering bersedih sebab Daddy nya. Aku berjalan mendekatinya, duduk di sampingnya, serta mengusap air matanya. Dia memandangku sejenak. Kubimbing kepalanya ke dalam dekapanku. Dia hanya menurut dan menangis lagi. “Sssttt…everything will be OK, uljima”.

Sheila menangis sampai tertidur di pelukku. Aku membopong ke kamarnya, menidurkannya, dan menyelimutinya. Kubersihkan sisa-sisa air mata di pipinya, tetapi dalam tidurnya pun air matanya tetap menderai. Kubaringkan tubuhku didekatnya, kerengkuh dia dalam pelukku lagi.

Sheila POV————————–

Aku sedikit tersentak karena lampu yang menyala. Key mendatangiku, mengusap air mataku, dan menenggelamkan kepalaku di dadanya. Aku sedang tidak ingin memberontak. Kurasakan hangat peluknya yang membuatku kian menangis. Tahukah dia, kali ini aku menangis bukan karna Daddy, tapi karna dirinya. Hatiku yang terikat merasakan perihnya karena harus meninggalkannya. Aku menangis sepuasnya sampai tertidur.

Sheila POV—————————

Pagi harinya

Aku mulai membuka mataku, menggeliat, tanganku menabrak sesuatu. Kutengok sebelahku. OMG! Sejak kapan dia berada di kamarku. “Key, what’re you doing here. This’s my room”, teriakku. Key mulai menggeliat dan mengerjapkan matanya, “Kau ini ribut sekali, aku sangat mengantuk”. Dia tidak mempedullikan omelan-omelanku dan malah menarik selimut untuk melanjutkan tidur. Huhh…

Selesai aku mandi, Key masih tertidur di bed-ku. Aku tak mempedulikannya karena jam dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 07.15. Aku bersiap-siap dengan tergesa-gesa,mengacak meja riasku untuk menemukan arloji kesayanganku. “Oh, where’re you my lovely watch?”. Mataku tertuju pada meja kecil di samping bed. “Ah, there you are”. Aku mengambilnya. Tiba-tiba aku terhenti sejenak. Baru pertama kali ini aku melihanya tidur. Tak terasa tanganku merapikan poni yang menutupi wajahnya. Ternyata sungguh tampan suamiku ini (*author dijikaki reader).

Key POV———————————

Aku memang tidur, tapi kurasakan seseorang menyapukan tangannya di poniku, pasti Sheila. Aku membuka mataku, “Whether my handsome face mesmerize you, miss?”. Senyum licik terukir di wajahku. Kulihat dia terkesiap, “Huhh…”, Sheila terlihat kesal kemudian memanyunkan bibirnya. Sangat cantik, batinkku. Aku bermaksud menggodanya, “Ya, Sheila, you really messy, is there toothpaste on your cheek?”. Aku mengusap pipinya dan dengan kilas kucium pipinya. Kemudian dengan cepat ku tarik selimutku untuk membentengi diri dari amuknya. Hahaha =D. Dia memukulku, hanya perlahan sembari berucap, “hey, little jerk”.

Bebarapa menit kemudian, aku benar-benar sudah terbangun. Sheila sudah berangkat ke kantornya. Aku bermaksud turun untuk sarapan. Saat melewati ruang kerja Sheila, aku sedikit tertarik dengan pintunya yang setengah terbuka. Kulangkankan kakiku masuk ke ruang kerjanya. Ada foto besar pernikahanku dan Sheila yang terpajang di dinding. Aku tersenyum sendiri. Ku lihat ada map di meja Sheila, “Ah, dia benar-benar ceroboh, ini pasti tertinggal”. Kubuka map dan kubaca isi dokumennya. Seketika senyumku menghilang.

And now I try hard to make it. I just want to make you proud. I’m never gonna be good enough for you. I can’t stand that I’m allright. And you can’t changes me.

Sheila POV——————————

Aku sudah memutuskkan dan akan memberitahu Key tentang ini. Siang ini aku akan menemuinya. Aku tahu pasti dia sekarang berada di SM, jadi sengaja aku tidak memberitahu kedatanganku. Aku melajukan mobilku ke SM.

Setibanya di sana, ku parkirkan mobilku dan berjalan menuju loby gedung SM. Beruntungnya aku bertemu Taemin, “Hi Taeminnie, have you seen Key-ssi?”. Bukannya menjawab pertanyaanku, Taemin malah berlari dan memelukku, “Noona, I miss you so much”. Aku dan taemin sangat akrab sejak pertama bertemu, entah kenapa, aku merasa dia imuuut (reader:..kite juga tauuu). Aku sudah menganggapnya sebagai young-brother ku. Aku membalas pelukannya, “So do I, taeminnie. My dongsaeng, could you tell me where my husband is?”. Taemin menatapkku, “umm,..i saw Key hyung in cafeteria some minutes ago”. Aku mencubit pipi taemin, “Thank you my cutest brother.”

 Aku mencari kafetaria di gedung SM sendiri. Taemin tidak bisa mengantarku karena ada jadwal. Saat memasuki kafetaria,kuedarkan pandanganku mencari sosok Key. Dan sangat terkejut melihatnya di sana, dengan Nicole bergelayut manja di lengannya dan menciumnya, oh. Mataku mulai berkaca-kaca, aku sempat beradu pandang dengannya sebelum kubalikkan badanku kemudian berlari. Aku mempercepat langkahku karena Key mengejarku.

Key POV———————————

Aku sangat suntuk. Isi dokumen milik Sheila yang ku baca tadi pagi berhasil membuat moodku menjadi sangat sangat buruk. Nicole mendekatiku, bergelayut di lenganku. Aku membiarkannya saja karena sedang jengkel. Nicole menciumku. Aku sedikit kaget, tapi kubiarkan saja. Kubiarkan diriku menikmati waktu bersama Nicole,sampai mataku menatap baying… SHEILA. OMO! Apa yang dilakukan di sini?. Dia menatapku, matanya sudah berkaca-kaca. Dengan segera kutepiskan tangan Nicole dan berlari mengejarnya.

Dia memasuki mobilnya, siap melajukannya. Ku gedor kaca mobilnya, “Sheila, wait, I can explain what happen”, tapi dia tidak perduli dan terus melajukan mobilnya. Aku segera masuk ke mobilku mengejarnya, “Sheila, are you crazy enough to do that”. Aku terus mengumpat melihat cara istriku menyetir dengan kecepatan tinggi dan melakukan zig-zag untuk menyalip kendaraan (Fuih..Sheila you’re so cool …*plak), “Damn it” umpatku. Beberapa kendaraan membuat mobilku terpisah agak jauh dari mobil Sheila. Namun, tiba-tiba terdengar dentuman serta suara berdecit sangat keras. Seketika itu juga jatungku serasa terhenti, napasku tertahan

“ANDWEEE, SHEILAAA…..”

 TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “I Have To Be Dying [1.2]”

  1. Wohoo, sheila nya pake b indo aja,tp crtanya ntu pake b korea, ak ga tau bbrapa kata soalnya, tp gpp si,intinya ak tau apa yg dia omongin..
    tu sheila kcelakaan kah? ya ampun.. tu two shoot kan? jgn lama2 ya ^^

  2. Andwaeeeeeeeee
    Nicole apa apaansii
    Sheila kasian
    Udah dipaksa terus sama daddynyaa
    Huaaaaaa
    Plisplis
    Jangan sheila yang kecelakaan
    Plisplis huaaaaa takut X_X eomaaaaa…
    Authorrr
    Lanjut

  3. sukaaa sangad..
    Jgn blg sheila kecelakaan.. Aigoo…
    1 lg emang sheila mo pergi kmna sih??
    Lanjut thor..

  4. itu itu itu! apa itu terakhirnya? kecelakaan?!
    yah, jangan doong.. biarin key jelasin dulu itu D;

    suka deh fic ini ><!
    key udah suka sheila-nya, jadi ga sabar gimana sheila suka key-nya aaah!
    tapi dari judulnya itu…. apa endingnya ada yang mati?
    yah! ga mau!! buat happy ending aja ya thor.. yaah??

    ok., ayo lanjut lanjut! hwaiting author! ^^

  5. Wah…sheila knp thor?jgn mati dulu dunk..crtny keren nih,sad-romanticny dpt,aplg chemstriny kerasa pas bc,mana aq bc sambil dngrn quasimodo’ny shinee+rainy days’ny b2st,huaa..jd pngn nangis..daebak thor!ditunggu lnjutanny,jgn kelamaan..ok

  6. aigo..jangan bilang si sheila kecelakaan??btw,,isi dokumennya tu apa yah???penasaran,,>.<,,
    pokoknya next part.a jangan lama lama yah,,#maksa
    critanya keren!!aq suka,, 😀
    aq tgu next part.a..^^

  7. omo… omo…. omo…..
    jangan bilang itu entar kecelakaan…..
    Haduh,,,… gawat… nicole u tuh ngerusak suasana bget sih???? pengen w bejek-bejek tw ga????
    Sheila… please clam down… it’s just a little misunderstanding okay??? *jiahhh sok inggriss*
    aihh kau key!!! ndas mu itu di taro dmna sihh??? ngebiarin si nicole berbuat tak senonoh kyk gitu??? Nicole, dsar freak…
    Pokoknya si sheila mesti sama key….. harusss!!!!
    lanjutyannyaaaaa… ditungguuuuu~~~~
    ^_^

  8. hyaaa !!! pas sheila tertabrak kok jantung ku juga berhenti sesaat ya .. huwaa kaget !!! waww cara nyetir sheila harus di contoh #plakk!!
    yaa di tunggu end nya …
    kira aku yg bakal tertabrak si key ! ya si nicole pengganggu ! di setiap ff kenapa jdi pengganggu mulu ya .. ahahahhaha nasib kau nicole :p !!

  9. oohhh x_x
    andwaeee, jangan bilang sheila nya kecelakaan… jangan ya author(?)
    dan itu nicole nya…. mengganggu sekali -.-v
    btw, dokumen yg dibaca key apasih? .___.

    lanjutannya ditungguuuu~~~

  10. ah~~~ nicole slalu saja mengganggu key >.<
    sheila kenapa? jangan2 kecelakaan… omo, jngan sampe deh -_-
    lanjut 🙂 ditunggu lanjutannya^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s