I, you, She, and He but I Love You!!

Tittle : I, You, She, and He but I Love You !!

Author : Dewi Febrianti ( Dewi Song Ji )

Main cast : Lee Jinki, Jiyoung

Support cast : SHINee member, Lee Joon, Seohyun

Length : 4, 701

Genre : romance, friendship

Rating : PG-14

A.N : Annyeong. . .ini FF pertamaku yang kukirim, dan ini FF pertama yang bergenre romance, hehe. Biasanya FF yang ku bikin bergenre comedy. Jadi harap maklum jika ada kesalahan kata, kalimat,suasana, bahasa, desain, gaya ( apa sih ? haha ). Mohon kerjasamanya, tolong kasih kritik dan saran anda demi pembangunan Negara ( mulai kambuh ). Ah ! sebaiknya selama membaca ini anda sekalian dimohon mendengarkan lagu Yoseob-cherish that person, oke ? bukannya untuk menghipnotis ! tapi anda akan berasa  terbawa suasana ( kata-kata aneh ). Oke selamat membaca !!

 

Lee Jinki’s POV

“tangkap hyung !” Taemin berkata sambil melemparkan bola basket ke arahku. Hamp ! aku menangkapnya, aku melirik Minho, dongsaengku yang jago main basket. “aku akan mengalahkanmu Minho !” kulihat Minho tersenyum sambil terus menghalangiku mendrible bola. Aku berhasil mengelabuinya dan terus memantulkan bola menuju ring basket. “hyung !” aku memanggil Lee Joon, sahabatku sekaligus kuanggap kakakku. Joon hyung selalu memberikan arti kehidupan bagiku, dia benar-benar namja yang dewasa. Dan sunbaenim yang sangat ku hormati. Aku melemparkan bola basket ke arah Joon hyung, dia menangkapnya dan mendrible bola ke ring. Aku menahan nafas berdoa semoga bola itu masuk. Tapi. . .”aish !!” gagal !! “horeee!!” jonghyun, minho, dan Kibum bersorak gembira. Mereka memang satu tim. Sedangkan aku satu tim dengan Taemin, dan Joon hyung.  Taemin terlihat cemberut, “Taemin-ah~” aku mengacak rambut Taemin.  Taemin menatapku sambil memonyongkan bibirnya, “Taeminie, jelek kalo gitu. Haha” bukannya senang dia malah makin cemberut. “ayo-ayo lanjutin mainnya”  aku berlari-lari kecil berharap Taemin mengikutiku di belakang untuk melanjutkan permainan basket kami. Ternyata TIDAK! Dia tetap bertahan dengan muka manyunnya berdiri di tempat tadi. Huh ! dasar maknae, umpatku dalam hati. Aku berjongkok, dan lompat-lompat dengan gaya kodok ke arahnya, dan berputar-putar dan menjadikan tanganku sebagai sayap “aku kelelawar ! ahahaha” tapi dia hanya tetap manyun. SIAL ! aku sama sekali tidak dihiraukan. Kasian sekali aku, udah tua, stress, sama sekali gak dihormatin sebagai hyung lagi, oh hidupku kenapa jadi begini ??, aku berkata di dalam hati. “huuuh” aku menghembuskan nafas, mendekati Taemin dan mencubit pipinya “Taeminie. .ini hanya permainan kenapa kau begitu serius ha ??” aku mencubitnya dengan gemas. Tiba-tiba dia tersenyum, senyumnya yang khas. Aku sedikit terpana. Aigo ini namja beneran cowok gak sih ? kok cantik ?. “aigoo aku suka lihat Jinki hyung seperti itu, membuat hyung seperti orang bodoh. Kau terlihat sangat cute hyung. Saranghae. .”  Taemin berlari mendekati Jonghyun, Lee Joon, Kibum, dan Minho. “apa ? bukankah aku memang babo ?? aaah dasar Taeminie !!” aku memaki diri sendiri yang sudah dibodohi si Taeminie. “Jinki hyung ayo lanjutin permainan basket” Jonghyun memanggilku. Aku segera berlari mendekati mereka. Tiba-tiba seorang yeoja terlihat di ujung lapangan. Aku bisa mengenali gadis cantik itu. “Seohyun” bibirku mengucapkan nama gadis itu tanpa bisa ku control. Dia tersenyum, aku juga membalas senyumnya. Lee Joon mendekati Seohyun dan aku sadar senyum Seohyun bukan untukku melainkan untuk Joon hyung. Kulihat Seohyun memberikan sebotol air mineral kepada Lee Joon sambil tersenyum. Dia sangat manis, pikirku. Kibum menepuk pundakku “bukankah mereka terlihat sangat serasi ?” “ya” aku mengangguk. “tapi kita lebih serasi, iya kan yeobo ?”. Kibum menoleh padaku dan melotot “tidak ada yang lebih serasi daripada kita” aku tersenyum padanya “kau lebih manis dan lebih lucu dibanding Seohyun” aku mencoba mengajaknya bercanda. “ya. .tidak ada yang bisa menandingiku hyung hahaha” dia tertawa dengan senyum penuh kegembiraan. Kibum menarik kerah belakang bajuku, “ayo kita lanjut main basketnya” ucapnya. Aku hanya pasrah ditarik oleh Kibum, pandanganku tidak bisa lepas dari mereka Seohyun dan. . .Joon hyung. Apa yang ku lakukan ? apa yang terjadi pada diriku ? sial !! aku mengumpat diriku sendiri.

***

Kibum’s POV

Jinki mendekati kami. Tapi permainan break sebentar karena kami sudah sangat lelah. Aku mengambil sebotol air mineral di dalam tasku. Huaaah segar rasanya, air yang ku minum membasahi tenggorokanku yang kering. Seorang yeoja terlihat di ujung lapangan. Mengamati. Aku mengerutkan keningku, mencoba untuk memperjelaskan pandanganku. Aish, mataku agak kabur, mungkin karena kelelahan, pikirku. Aku melirik ke arah tempat Jonghyun, Lee Joon, Jinki, Minho dan Taemin berkumpul. Tapi Jinki menjadi perhatianku. Dia tidak ikut berbincang dengan yang lain, tapi menatap wanita yang sedang berdiri di ujung lapangan. Ya, wanita yang kulihat tadi.  Tunggu sebentar. . .aku sangat kenal tatapan itu. Tatapan itu selalu ku lihat jika Jinki melihaaat Seohyun ! SEOHYUN ??. aku melihat lagi ke arah yeoja itu. Aaaah benar dugaanku, itu Seohyun. Aku mendekati Lee Joon dan menepuk pundaknya. Lee Joon menoleh “Seohyun, dia datang kesini”. Seohyun tersenyum pada Lee Joon. Joon membalas senyumnya dan langsung berlari kecil mendekati yeoja berparas cantik itu.  Aku menatap punggung Jinki, karena aku berdiri di belakangnya. Walaupun wajahnya tidak terlihat, tapi aku yakin pasti tersirat kekecewaan di wajah imutnya. Aaah sepertinya aku harus menghibur hyungku. aku menepuk pundaknya “bukankah mereka terlihat sangat serasi ?”aku ingin mengajaknya berbicara, semoga bisa membuat mengalihkan pandangannya dari Seohyun dan Lee Joon.” Ya” jawabnya. “tapi kita lebih serasi, iya kan yeobo ?”ucapnya sambil tersenyum. Aku  menoleh padanya dan melotot “tidak ada yang lebih serasi daripada kita” Jinki tersenyum padaku. Walaupun terlihat jelas dia tersenyum, tapi itu bukan senyuman Jinki yang selama ini ku kenal. “kau lebih manis dan lebih lucu dibanding Seohyun” jinki  mencoba mengajakku bercanda. Jinki sangat pintar memendam perasaannya, dia selalu berusaha ceria pada orang lain walaupun hatinya sakit. Tapi aku sangat mengenal dia, itu bukan candaan kebahagiaan, tapi hanya sekedar kedok untuk menutupi perasaannya. “ya. .tidak ada yang bisa menandingiku hyung hahaha” aku tertawa, mencoba tertawa dengan senyum penuh kegembiraan. Berharap Jinki bisa mengalihkan pandangannya, tapi tetap saja tidak berhasil. Aku  menarik kerah belakang bajunya, “ayo kita lanjut main basketnya” ucapku. Aku tidak tega melihat ekspresi hyung ku seperti itu. Rasanya aku juga merasakan kekecewaan yang dia rasakan.

***

Author’s POV

“oppa. . .” Jiyoung berlari-lari menuju Lee Joon dan Jinki. “adikku yang manis” kata Lee Joon senang sambil membuka lebar tangannya, berharap adik kandung kesayangannya itu memeluknya. Tapi Jiyoung malah mendekati Jinki. Joon hanya bisa menganga melihat tingkah adiknya itu. “oppa bagaimana keadaanmu ? sudah seminggu aku tidak melihatmu. Kau sudah jarang ke rumah. Apa Joon oppa melarangmu ?” Jiyoung berkata sambil membelakakan matanya, dia terlihat serius. Jinki tersenyum. “tidak akhir-akhir ini aku memang sedang sibuk dengan urusan kuliah. Kalau memang benar Joon hyung melarangku ke rumah kalian memangnya kenapa ?” tanyanya. “aku akan mengacungkan pisau kepada Joon oppa supaya kau diperbolehkan” jawab Jiyoung sambil mengacung-acungkankan jari telunjuknya ke wajah Joon yang berada disebelahnya Jinki, tapi tatapan Jiyoung masih menatap Jinki, atau yang sering dipanggilnya Onew oppa. Joon hanya bengong, “Jiyoung ! kamu apa-apaan sih ?” Joon mencoba berbicara karena sedari tadi dia dicuekin. Jiyoung menatapnya. “mwo oppa ?” “sedang apa kau disini ? tidak sekolah ? padahal sudah pakai seragam. Joon oppa dan Jinki sudah mau masuk kelas”tanya Joon sambil melotot, bibirnya juga terlihat dower karena ngomong cepat, trus cenat-cenut kayak marmut. “anio, aku sekolah kok. Aku hanya emm rindu ma Joon oppa. Bogoshipda oppa” Jiyoung tersenyum manja. “rindu ? ada lagunya kan tuh ? rindu-rindu di taman jangan kau merayuuu”, Joon mulai ngawur. Jinki menatap Joon bingung, “hyung bukankah lagunya seperti ini ? kumbang-kumbang di tamaaaan jangan kaaauuu merayuuu” gitu, kata Jinki sambil monyong-monyong karena dia tidak bisa nyanyi dangdut. Joon malah joget, tapi melihat Jiyoung yang menatapnya dengan wajah bengong dia langsung memasang wajah serius lagi. “kalau kamu memang kangen sama oppamu yang ganteng ini, kenapa malah mendekati Jinki terlebih dahulu, ayo sini peluk oppamu ?” ucap Joon sambil membentangkan tangannya. “gak mau. Aku  bohong kok buat apa kangen sama oppa ? kan tiap hari ketemu weeeeek” ejek Jiyoung. “eh kamu dasar yah berani sama oppamu, cepat ke sekolah sana ” kata Joon sambil mengacak rambut adiknya. Umur  Lee Joon dan jiyoung berbeda  6 tahun jadi Jiyoung merasa nyaman kalau bercanda sama kakak lelaki yang sangat dikaguminya itu. Bagaimana tidak kagum ? Lee Joon punya wajah yang ganteng, penampilan yang keren, dan jago ngedance, ada satu hal lagi, Joon mempunyai pacar secantik Seohyun.  Tentu saja Jiyoung sangat membanggakannya. “ne oppa~Onew oppa, jaga kesehatanmu yah. Kuliah yang rajin biar entar dapat pekerjaan dan melamar Jiyoung, oke ? Fighting oppa !” Jiyoung mengepalkan tangannya menyemangati Jinki, Joon yang melihat kelakuan adiknya itu hanya bisa memonyong-monyongkan bibirnya, mengangkat-angkat alisnya, mengedip-mengedipkan matanya, menggelembungkan pipinya, wajahnya sudah tidak karuan karena dia sudah sangat cemburu. Padahal aku kakak kandungnya !, umpat Joon dalam hati. Jinki hanya senyum-senyum senang, bagaimana tidak ? seorang gadis manis menyuruhnya untuk melamar. “aish ! tidak pergi juga ? ayo sana, sana” perintah Joon sambil mendorong-dorong bahu adiknya. “iya iya oppa, Onew oppa aku ke sekolah dulu yah” Jiyoung membungkukan badannya dan tersenyum lalu berlari ke sekolahnya yang tidak terlalu jauh dari tempat kuliah Joon dan Jinki. “titip salam buat Seohyun yah, tolong bilangin juga Seohyun I love u so much, you will be the last for me !!” teriak Joon, Jinki sempat terkejut dan memandang Joon sebentar lalu dia menundukan kepalanya. “ne~kalau aku ketemu unnie di sekolah yah “ jawab Jiyoung sambil berteriak juga.

***

 

Jiyoung’s POV

Hwaaah senang rasanya bisa melihat Onew oppa pagi ini, kataku dalam hati. Aku merasa jantungku berdegup kencang saat melihat senyumannya. Aaaah aku bahagia sekali. Berjalan sambil senyam-senyum sendiri membuatku tidak sadar bahwa aku sudah berada di depan pagar sekolahku. “rasanya aku ingin kembali saja ke tempat kuliah Joon oppa”. Aku masuk ke sekolah dengan langkah lesu, kepala menunduk, aaaah aku ingin Onew oppa sekolah disini supaya aku bisa bertemu dia setiap hari. Aku. . aku sangat menyukainya, aku merasa tentram di sampingnya. “melamun ?” sebuah suara mengagetkanku. “eh” aku rifleks dan langsung melihat ke pemilik suara. “Seohyun unnie ? sedang apa disini ?”, dia mengerutkan keningnya. “seharusnya aku yang bertanya sama kamu sedang apa kamu disini ? duduk sendirian di bawah pohon sambil senyum-senyum ?”. aku tersenyum “anio~unnie, disini sejuk, aku langsung berasa seperti memainkan sebuah iklan penyegar ruangan makanya sambil senyum-senyum, hahaha”. “haha, kamu ini, sedang  jatuh cinta yah ? hemm ?” tanya Seohyun unnie padaku. Entah kenapa mendengar pertanyaan itu darahku mengalir sampai ke otak, pipiku terasa panas. “hah?” aku terkejut. “hemm. . .benar nih, wajahmu saja sampai merah seperti itu. Hihi” Seohyun unnie tertawa senang. Lagi lagi aku hanya bisa tersenyum. Tersenyum malu. “unnie tadi Joon oppa nitip salam buat unnie, trus katanya Seohyun I love u so much !! you will be the last for me !!, gitu katanya”. Kulihat unnie tersenyum senang, sangat terlihat wajahnya berbinar. Hoah. . .aku senang melihat kekasih oppa ku itu bahagia, mereka benar-benar saling mencintai. Aku ikut tersenyum “lebih baik unnie kirim pesan ke Joon oppa, kasih dia semangat untuk kuliahnya hari ini” aku memberi saran, dia tersenyum dan mengangguk. “emm. . .aku akan menelponnya, aku pergi dulu yah” kata Seohyun unnie. Aku mengangguk, kulihat sunbaenimku sekaligus. . .calon kakak iparku, ups ! Joon oppa pasti senang kalau aku menyebut Seohyun unnie dengan panggilan calon kakak ipar, hehehe. Baiklah untuk menyenangkan oppa, aku akan mengganti unnie dengan “calon kakak ipar”. Ehm, kulihat calon kakak iparku berjalan menjauhiku dan mengambil handponenya. Sepertinya dia akan mencari tempat yang tidak terlalu ramai dilingkungan sekolah ini untuk menelpon kekasihnya. Aku tersenyum, again !, akhir-akhir ini aku memang sering tersenyum.

***

“hah ?? apa !!” aku kaget setengah mati mendengar pembicaraan oppa-oppaku, Joon, Jinki, Minho, Jonghyun, Taemin dan Kibum  yang sedang berada di kamar Joon oppa. Aku memang sengaja menguping pembicaraan mereka, karena aku penasaran. Biasanya kalau F5+T oppa ( flower 5 + taemin, katanya karena mereka paling ganteng di kuliah mereka, except : taemin yang masih SMA sekelas sama Seohyun unnie ) ke rumah, mereka bergosip pasti di ruang tamu, di ruang keluarga, atau menonton DVD di kamarku !! dan mengganggu waktu belajarku. “hoah, kami ke kamarmu yah. Pengen nonton DVD nih ada film baru.” pinta Joon oppa padaku. “gak maaauuu ! aku mau belajar oppa, nonton di kamar oppa aja sana, hush hush”usirku. “gimana sih kamu ini, kamu kan tau DVD di kamar oppa udah dijual umma”, “itukan gara-gara oppa nonton DVD mulu sampai gak belajar lagi, padahal kan oppa masih kuliah”. “yiah tega banget sih kamu, ada film baru nih. Kamu tega liat oppa ? udah merengek-rengek kayak gini tapi tetap gak dibolehin ?” akhirnya hatiku luluh juga. Kasian juga sih oppa kalo udah merengek-rengek mukanya manyun-manyun, matanya sayu, aish pokoknya cocok banget jadi pengemis, lagian ada Onew oppa juga kan aku jadi bisa semangat belajar, hihi, pikirku. Tapi sore ini mereka lain banget, waktu datang ke rumah langsung masuk ke kamar Joon oppa. Aku pikir Joon oppa udah beli DVD baru tapi mereka hanya mengobrol. Aku langsung shock setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Onew oppa. “aku akan kuliah ke Amerika” aku menahan nafas, aku menyerap kata-katanya. “kenapa ?” terdengar suara Taemin oppa yang lembut dan manis, aku suka mendengar suaranya tapi tidak terlalu berwibawa seperti suara Minho oppa. “Jinki mau menjual daging di toko appanya disana supaya penjualannya merambah hingga ke manca Negara, hahaha” itu suara Kibum oppa ! dia selalu bisa menghidupkan suasana, sampai suasana sedih seperti ini pun !! jadi jangan heran kalau diantara mereka berenam aku paling dekat dengan Kibum, atau emm biasa ku panggil Key oppa. “anio. . .jangan-jangan Jinki punya pacar yah disana ??” tanya Joon oppa. Mataku terbelalak, tidak mungkin pikirku. Dasar Joon oppa, bicara sembarangan. “anio hyung, aku hanya ingin memperdalam pengetahuanku tentang berbisnis, aku tidak punya tunangan, pacarpun tidak ada”. Hosh ! aku bernafas lega. “berapa lama ?” tanya Jonghyun, “emm, kira-kira 3 tahun”. Apa ?? 3 tahun ? itu bukan waktu yang sebentar. Aargh aku bisa gila jika tidak bertemu Onew oppa. “kapan berangkat ?” terdengar suara Joon oppa. “besok”. Aku semakin sesak nafas, lagu Miss A-breath berdendang di otakku. I cant breath !!. “kenapa baru saja memberitahu kami ?” tanya Minho, “haha aku hanya tidak ingin kalian melarang rencana kepergianku, kalau aku sudah punya tiket pesawat dan paspor kalian mau apa ? kalian tidak bisa melarangku. Haha” Onew oppa tertawa senang. Aku merasa sesuatu yang panas mengalir di pipiku. Basah. Aku menangis !! aku segera berlari ke kamarku sebelum tangisku pecah. Aku sesenggukan sendiri. Aku seharusnya tidak begini, Onew oppa ke Amerika bukankah untuk belajar ? itu baik untuknya. Tapi aku tidak suka karena aku tidak bisa melihatnya lagi setiap pagi jika aku lewat di depan rumahnya, yang tidak jauh dari rumahku. Aku egois !!! . Setelah sudah bisa mengontrol emosi, aku hanya diam, tetap dikamar. Kemudian Joon oppa  masuk ke kamarku dan menceritakan rencana Onew oppa ke Amerika. Aku hanya diam. Aku sudah tahu oppa, kataku dalam hati. Besoknya aku dengan F5+T pergi ke bandara, untuk apa ? tentu saja untuk mengantar Onew oppa. Dengan bercucuran airmata, aku mendekati Onew. “jangan lupa untuk telepon ke sini yah” kataku. “ya, adikku yang manis” Onew oppa tersenyum dan mengacak rambutku. Hoah itu suara Onew oppa yang terakhirku dengar secara langsung.

***

3 tahun kemudian . . .

Masih mimpi rasanya melihat Onew oppa pulang. Masih mimpi rasanya melihat wajahnya yang imut. Masih mimpi rasanya dia duduk di sebelahku, menangis. Mungkin hatinya sangat tersayat seperti hatiku saat ini. Tapi masih mimpi rasanya mendengar berita duka. . .Joon oppa. 2 hari sebelum kepulangan Onew oppa, Joon dan Seohyun mengalami kecelakaan mobil.  Remnya macet, sehingga Joon oppa tidak bisa menghindar saat truk tepat di depannya. Aku seperti berada di dunia antah-berantah saat mendengar berita itu, nyawaku terbang entah kemana. Pikiranku kalut. Apalagi melihat umma yang pingsan di pelukan appa. Hatiku sangat sakit, aku tidak sanggup lagi menangis karena hatiku sudah menangis, menangis, dan menangis hingga rasanya tangisan hatiku sudah kering. Saat menelpon Onew oppa, tangisanku pecah juga. Aku tidak sanggup, aku tidak sanggup menutupi rasa sedihku saat mendengar suara orang yang ku cintai namun jauh. “maapkan aku Joon” . aku menoleh ke arah Onew oppa, suaranya bergetar. Kami sedang mengunjungi makam Joon oppa. “maafkan aku yang tidak bisa datang saat pemakamanmu, karena penerbangan pesawatku harus ditunda” kata Onew oppa sambil menangis. Aku melihatnya iba. Aku mencoba untuk menyentuh bahunya tapi aku mengurungkan niatku.  Sepi. Diantara kami tidak ada yang berbicara. Hanyut dalam lamunan masing-masing. 3 tahun tidak bertemu sepertinya membuat kami canggung untuk saling bicara. Apalagi dia pulang saat suasana duka. Hanya gemuruh angin yang terdengar di telingaku, dan . . .senggukan oppa. Dia terus memegang nisan. Aaah aku bisa memahami perasaannya sekarang, dia sama sedihnya denganku. Berteman dengan Joon oppa selama 10 tahun adalah waktu yang lama. Onew oppa sudah menganggap Joon seperti kakaknya sendiri dan. . .menganggap aku seperti adiknya. “apa kita bisa mengunjungi Seohyun ??” kata Onew oppa. aku terkejut dan rifleks berkata “hah ?” “apa kita bisa mengunjungi Seohyun ?” dia mengulanginya, tapi kali ini dia sambil menatapku. Aku tidak sanggup melihat matanya yang merah karena habis menangis, tapi bukan itu alasan yang sebenarnya, aku. . .jantungku berdegup kencang. Perasaan dimana dulu aku pertama kali bertemu Onew oppa 10 tahun yang lalu masih sama sampai sekarang. Aku merasa susah bernafas kalau melihatnya.

Flashback. . .

10 tahun yang lalu.

Jiyoung yang berumur 10 tahun sedang bermain boneka di teras rumahnya, dia punya banyak boneka. Barbie, teddy bear, dan boneka-boneka hewan lainnya. “oppa. . .”dia memanggil seorang namja berumur 16 tahun yang baru datang dari lapangan bola yang tidak jauh dari rumahnya. “Jiyoung. . .mana umma ?” tanyanya kepada Jiyoung adik kandungnya. “ada di dalam” jawab gadis manis itu. Terlihat seorang wanita berumur sekitar 35 tahun keluar dari rumah sambil mengusir seekor kucing yang kotor. “hush ! dasar kucing kotor, pergi sana. Hush !” kata wanita itu sambil mengusir kucing itu pakai sapu. “umma, kan kucingnya kasian” protes Jiyoung. “bolehkan aku memeliharanya umma?” tanya Jiyoung dengan wajah polosnya. “tidak Jiyoung kucing ini kotor”, “tapi bukankah kita bisa memandikannya ?” saran Jiyoung. “lebih baik kita membeli kucing yang lebih bagus” kata wanita itu. “bukankah nanti malam dia akan kedinginan dan kelaparan ?” terdengar suara seorang namja. “Jinki !” kata Joon oppa agak berteriak. Jiyoung melihat ke arah lelaki remaja itu, dia sedang menunduk  dan membelai kepala kucing yang diusir ummanya tadi. “terus ? mau kamu apakan kucing itu ?” tanya Lee Joon sambil berjalan mendekati lelaki yang bernama Jinki itu. “aku akan memeliharanya di rumah” jawabnya sambil tersenyum. Jiyoung terkejut dan merasa sangat kagum dengan Lee Jinki atas perbuatannya itu. “oiya, itu Jiyoung adikku dan itu ummaku” kata Lee Joon sambil menunjuk Jiyoung dan ummanya yang sedang berada di teras. “oh, annyeonghaseyo saya Lee Jinki. Saya dan keluarga saya baru pindah ke daerah sini” kata Jinki sambil membungkukan badan 90o. “kami bertemu saat sama-sama main bola di lapangan, besok dia akan bersekolah di sekolah yang sama, tapi aku adalah sunbae nya. Hehe” Lee Joon ngoceh, tapi Jiyoung dan ummanya tidak memperhatikan omongan Lee Joon. Melihat hal itu Joon diselimutin awan gelap karena malu. “oh, sering-sering datang ke rumah yah. Kasian Lee joon tiap hari selalu bermain boneka dengan Jiyoung. Takutnya entar Lee Joon berubah jadi gemulai. Hehe” canda wanita itu. “ne, gamsahamnida” jawab Jinki sambil tersenyum. Dia benar-benar sangat ramah, kata Jiyoung dalam hati. “daripada kita berdiri lebih baik kita duduk di teras sambil hancurin boneka nya Jiyoung, haha” kata Lee Joon. Jiyoung merengut “Joon, jangan gitu. Oiya umma ke dapur dulu yah takutnya ikan yang dimasak tadi gosong”. Katanya, sambil berlari masuk ke dalam rumah. Jinki tersenyum kepada Jiyoung, senyuman Jinki membuat Jiyoung agak malu. “Jinki, Lee Jinki” katanya sambil mengulurkan tangan. “oh, Jinki oppa. Jiyoung imnida” kata Jiyoung membalas uluran tangan Jinki. “panggil saja Onew oppa”, “Onew oppa ??” Jiyoung terlihat bingung. “ne, kamu panggil Onew oppa saja” kata Jinki.

***

“Onew oppa ?” aku memanggil Onew oppa yang sedari tadi diam. Untuk beberapa menit kami hanya memandang rumah Seohyun unnie karena Onew oppa sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri untuk masuk ke dalam. Dia memang bilang ingin menjenguk Seohyun unnie. Dalam kecelakaan itu Seohyun unnie hanya mengalami luka dan memar tapi cukup parah, tapi Joon oppa. . .tidak bisa diselamatkan karena di otaknya mengalami pendarahan. “oh, apa Jiyoung ?” kata Onew oppa dengan nada terkejut seakan baru tersadar dari lamunannya. “apakah oppa baik-baik saja ?, kalau sakit lebih baik pulang, besok baru kita jenguk Seohyun unnie lagi” ucapku. “oh, tidak sepertinya besok aku mau istirahat saja” katanya dengan suara parau habis menangis. Aku menatap Onew oppa, wajahnya pucat apa dia baik-baik saja ?. pintu rumah terbuka saat Onew oppa mengetuknya. Terlihat Seohyun unnie yang tidak kalah pucatnya membukakan pintu. Semua orang yang sangat mencintai Joon oppa benar-benar sedang berduka sekarang. Jinki tersenyum pada Seohyun “annyeong”. “Jinki oppa, Jiyoung, silakan masuk. “ ucap Seohyun unnie. Kami duduk di kursi tamu, sedangkan Seohyun unnie pergi menuju dapur, tidak lama kemudian dia datang sambil membawakan teh dan kue kering. Sepi. Untuk beberapa saat kami bertiga hanya terdiam. Sepertinya Seohyun unnie dan Onew oppa sedang canggung karena sudah lama tidak bertemu. “bagaimana keadaanmu ?” Onew oppa membuka pembicaraan. “emm ? baik oppa” kata Seohyun unnie. “apa kau sudah wisuda ?”, “ya” jawab Onew oppa singkat. Sepi. Lagi. Aku tidak tahu harus bicara apa. Aku melamun. Pikiranku  kemana-mana. Kibum oppa, atau emm sering ku panggil Key oppa tadi malam menelponku. Katanya dia menemukan buku harian Joon oppa di tas yang dia kenakan pada saat kejadian. Dia memintaku untuk menemuinya di taman. “diminum dulu teh nya” suara Seohyun unnie membuyarkan lamunanku. “oh, ne~” jawabku dan Onew oppa bersamaan.

***

Kibum

Aku membolak-balikan buku bersampul coklat ini berulangkali. Kenapa Jiyoung lama sekali ? ucapku dalam hati. Buku ini. . .adalah buku harian Lee Joon, aku sangat kenal sampulnya. Lee Joon pernah menunjukannya padaku, dia juga mengizinkan aku membacanya karena memang dia selalu bercerita tentang kisahnya bersama Seohyun padaku. Sekarang. . .aku ingin mengembalikannya pada Jiyoung. Tidak berapa lama kemudian Jiyoung muncul, dia langsung duduk di sampingku. “Key oppa memilih kursi taman yang nyaman” katanya sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya. “apa kau sudah bilang ?” tanyaku, “hemm ? bilang apa ? sama siapa ?” jawabnya dengan wajah bingung.  “Jinki” saat ku sebut nama Jinki hyung, raut wajahnya berubah merah. Kemudian dia menunduk. “bukankah kau menyukainya ?”, “bagaimana kalau dia hanya menganggapku sebagai adik ?” dia tetap menunduk. Yang ku tahu, dia menyukai Seohyun, tapi aku tidak tahu apa-apa tentang perasaan Jinki, dia lumayan menutup diri kalau berbicara mengenai CINTA. “belum tentu kan Jiyoung ?? kenapa patah semangat begini ? biasanya kamu sangat bersemangat kalau curhat mengenai Jinki, hueem ??”. Jiyoung tetap menunduk, tapi kemudian dia tersenyum dan mengangkat kepalanya “Key oppa benar, aku harus semangat !! hehe” katanya sambil menatapku. “aigooo imut sekali kamu” kataku sambil mengacak-acakan rambutnya yang panjang. “nih” aku memberikan buku harian Joon padanya. Walaupun agak sedikit bingung, dia menerimanya. “Bacalah buku itu”, “ini buku apa oppa ?” tanyanya. “buku harian Lee Joon” kulihat Jiyoung agak terkejut. “apakah aku boleh membacanya ??”. aku mengangkat bahu, “entahlah, tapi catatan di buku ini akan mengungkapkan sesuatu”. Jiyoung menatap buku itu, “baiklah aku akan segera membacanya”.

***

Lee Jinki

Matahari pagi ini sangat menyilaukan. Sepertinya hari ini cerah. Aku ingin bertemu Jiyoung, mengajaknya jalan-jalan dan makan siang mumpung libur kerja hari ini. Kenapa mesti Jiyoung ? kenapa tidak Seohyun saja? Karena Seohyun hanya masa lalu ku. 3 tahun tidak bertemu dengannya membuat ku sadar bahwa aku hanya mengaguminya. “Jinki, ada tamu” terdengar suara umma berteriak. Tamu ? siapa pagi-pagi begini sudah datang bertamu ?. Aku keluar kamar untuk menemui tamuku, tamuku ? entah siapakah itu. Aku terkejut, ternyata yang datang adalah Jiyoung. “Jiyoung ? aku baru saja ingin menelponmu untuk mengajakmu per. .” belum selesai aku berbicara tapi Jiyoung sudah berdiri dan memberikan sebuah buku bersampul coklat padaku. Aku mengambilnya. “apa ini ?” tanyaku. “bacalah, aku. . .aku pergi dulu”. Jiyoung bergegas ingin meninggalkan rumahku lewat pintu depan tapi ku pegang tangannya. Jiyoung terdiam. “apa kau baik-baik saja?” tanyaku. “kenapa ? apa kau khawatir. . .oppa ?” jawabnya sambil masih diam dan berdiri membelakangiku. “tentu saja, kau terlihat pucat, dan matamu . . .apa kau menangis ?”. Jiyoung terdiam. “apakah. . .aku sama sekali tidak ada di hatimu ?” tanyanya. “apa ? apa maksudmu?” tanya ku bingung. Dia berbalik dan menatapku. Sekarang aku bisa melihat jelas wajahnya, dia sama sekali tidak memakai make-up, wajahnya pucat, matanya juga merah. Tidak ada lagi senyum kebahagiaan dan ketulusan di wajahnya. Yang terlihat hanya tatapan. . .tatapan dendam, tatapan tidak suka. “Jiyoung”, “kenapa ? oppa seakan memberikan harapan padaku padahal kamu tidak suka ? kenapa oppa biarkan aku menunggu ?” katanya sambil menangis. Aku menatapnya dengan wajah bingung. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia bicarakan. “Jiyoung” kataku sambil menatapnya. Aku tidak tega melihat airmatanya yang terus mengalir. Setelah memperlihatkan wajah kekesalannya dia pun pergi. Aku hanya bisa terdiam di tempat. Kuamati buku bersampul coklat itu.

***

Sedari tadi aku hanya membolak-balik buku yang kupegang. Sebenarnya buku apa ini ?. Perlahan aku membuka buku itu, halaman demi halaman, akhirnya aku sadar, ini adalah buku harian. Di bagian belakang tertulis nama Lee Joon. Aku terkejut, apa aku boleh membaca buku harian ini ?. aku terdiam sejenak. Kubuka lembar pertama. Tulisan Lee Joon tertulis dengan rapi di situ.

 

“hari ini aku memperkenalkan kekasihku, Seohyun kepada sahabatku. . .Jinki. mungkin ini pertama kalinya Jinki melihat Seohyun karena selama ini aku hanya menceritakan semua tentang Seohyun, tapi tidak pernah mempertemukannya. Mereka berdua terlihat canggung, tapi kuusir perasaan ini. Jinki tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan membuatku marah. Seohyun adalah kakak kelas adikku. Aku jatuh cinta padanya saat Jiyoung memperkenalkanku dengannya”

Dibawah catatan itu, terdapat sebuah foto aku, Lee Joon dan Seohyun. Lee joon berada ditengah-tengah kami. Aku ingat ini foto kami di tepi pantai. Aku menarik nafas panjang. Kubuka lembar kedua.

 

“sepertinya buku catatan ini hanya untuk mengisahkan kehidupanku, Seohyun, dan Lee Jinki. Well, banyak rahasia yang tidak bisa ku simpan di otakku mengenai mereka jadi sepertinya aku harus menulis disini”

Aku menarik nafas untuk menghilangkan rasa gugupku. Aku terus membuka lembar demi lembar.

 

“aku shock mendengar kenyataan ini, ternyata. . .Seohyun adalah mantan pacar Jinki. Mereka berpacaran sebelum Jinki kembali ke Seoul. Padahal dulu mereka sama-sama tinggal dan bersekolah di Jepang. Apakah Seohyun kembali ke Seoul hanya untuk menemui Jinki ? setelah lama berpisah ?”

 

 “hari ini aku bertengkar dengan Seohyun, saat ku tanya apakah dia masih mencintai Jinki. Dia bersikeras berkata tidak. Aku mengenal tatapan Jinki pada Seohyun. Tatapan cinta. Tapi aku tidak mungkin melepaskan Seohyun karena aku sangat mencintainya. Apalagi Jiyoung sangat menyukai Jinki, dia tidak akan rela Jinki kembali pada Seohyun begitu pula aku”

 

“Jiyoung sangat senang saat Jinki berkata sangat merindukannya. Dia bercerita padaku dengan penuh semangat. Dia bilang “oppa, kau tau ? tadi Onew oppa menelponku. Dia bilang dia sangat merindukkanku dan menyuruhnya untuk menunggunya. Aku akan menunggunya oppa” aku sangat senang melihat adikku bahagia seperti itu”

adikku sepertinya memang menunggu Jinki, dia menolak semua laki-laki yang menyukainya.

 

“aku harap Onew oppa tidak hanya memberi harapan tapi juga kenyataan” katanya suatu hari padaku. Aku tersenyum padanya dan bilang “tenanglah, Jinki tidak punya pacar disana jadi berhentilah meratap, dia akan pulang dengan membawakan cincin pertunangan untukmu”

Aku tersentak. CINCIN ! mana cincin itu ? itu untuk Jiyoung. Aku lupa memberikannya karena aku terlalu larut dalam kedukaan. Aku mengambil koper di atas lemari dengan tergesa-gesa sampai isinya berhamburan jatuh. Dapat ! masih tersimpan di koperku. Aku segera berlari untuk menemui Jiyoung. Tapi dimana dia sekarang ? mungkinkah. . . Aku segera berlari menuju pinggir pantai. Kami sering kesana, berdua. “oppa ? kenapa ? kau terlihat sedih”. Itulah ucapan Jiyoung saat melihatku sedih, walaupun dia tidak tau aku sedih karena perasaan yang berkecamuk karena Seohyun, tapi dia menarik tanganku “ayo ikut denganku, ke pinggir pantai, aku selalu pergi ke situ saat aku sedih “ aku hanya menurutinya berjalan ke pinggir pantai. “setiap kau sedih, panggilah aku dalam hatimu dan aku akan datang untuk mengajakmu ke sini lagi” ucapnya sambil tersenyum senang. Ah ! aku masih ingat hari itu. Sedihku benar-benar lenyap bersama deburan ombak laut. Saat aku sudah mulai melupakan Seohyun. Aku sangat nyaman bersama Jiyoung dia yang selalu memberiku semangat. Senyuman yang penuh ketulusannya selalu aku rindukan. Aku berlari dan terus berlari hingga aku melihatnya. Aku melihat Jiyoung berdiri menatap pantai. Aku mendekatinya. Mungkin dia merasakan kehadiranku sehingga dia menoleh padaku. Aku mendekatinya perlahan, dan memeluknya. “aku mencintaimu” ucapku. “kau bohong” katanya sambil menangis. Bisa kurasakan jas dinginku basah karena airmatanya. “kau masih mencintai Seohyun, harapan yang selama ini kau berikan semuanya hanya kebohongan” katanya lagi dan melepaskan pelukanku. Bisa kulihat matanya merah, “kau harus pergi dari hadapanku aku tidak mau bertemu pembohong sepertimu, pergi ! pergi !” katanya sambil mendorong-dorongku. “aku bukan pembohong !” aku berteriak. Jiyoung terdiam. “aku bukan pembohong Jiyoung, aku memberikan harapan padamu karena aku mencintaimu ! lebih dari cinta yang pernah kuberikan pada Seohyun. Jika aku bersamamu aku bisa sejenak melupakan Seohyun, karena tawamu, senyummu. Tapi itu dulu! sekarang aku benar-benar sudah melupakan Seohyun, aku menyadari bahwa kau lah masa depanku. Aku mencintaimu”. Aku mengambil cincin di dalam kantong jas dinginku “menikahlah denganku” . Jiyoung menatapku dan cincin secara bergantian, wajahnya terlihat kaget. Lalu dia tersenyum dan mengangguk. Deburan ombak pantai, kicau burung dan desiran angin menjadi saksi cinta kami.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “I, you, She, and He but I Love You!!”

    1. Hehehe, gomawo chingu udh ninggalin jejak. iya endingnya agak maksa coz udh gak sbar pengen ngirim. hihi.

    1. emm. .kamu pengennya Seohyun ma sp ? hehe.
      hoah kamu MVP yah ? sama kayak akuuu !! hihi.

      Gomawo udh bc en ninggalin jejak 🙂

  1. Huweeeee so sweeeet T^T
    Ralat deh, too sweet T^T
    Seohyun pada akhirnya bernasib tragis, tapi Onew sama Jiyoung happy end 😀
    Ah udah deh, bingung mau comment apa lagi. Ceritanya bagus ! T^T
    Oiya, lain kali kalau bikin cerita paragrafnya agak dirapikan ya thor 😀
    Kalo gabung semua gini jadi agak bingung waktu baca 🙂

    1. Jinjja ? Gomawo ! Jeongmal Gomawo 🙂

      oh, iya kalimatnya sambung menyambung menjadi satu yah chingu hihi.
      Gomawo 😀

    1. Gomawo 😀
      sequelnya ? emm. . .emm . .entar mikir2 dulu. hihi.

      Gomawo chingu udah comment.

  2. Yang ad gw kyak orng sedeng bca neh epep
    senyam senyum->manyung->nangis->senyum lagi…
    Daebak chingu 🙂

    1. Haha iya Joon meninggal karena aku tidak sanggup kalo bikin cerita Jinkinya yang meninggal. hehe.

      Kibum ? akhirnya menikah dengan author FF ne. hoahaha.

      Onew : chagya ! kau selingkuh dengan Kibum ha ?
      me : ti. .tidak yeobo

      *author mulai ngawur

      Jeongmal Gomawo commentnya chingu 😀

  3. umm..ideny bgus..hny kurng nyamn dg pnulisnny..cb pish or ksh spasi antr paragrf..
    Endingny agk trkesan mnda2k..cb dpnjangn..
    Hwaitng cingu,keep writng..

    1. Jinnja ? jeongmal Gomawo 😀
      *nunduk

      Sarannya ? maksih sarannya. hehe ini FF emang cepet-cepet bikinnya udah gak sbar mau dikirim, makanya endingnya kurang , trus paragrafnya kucel. hahaha 😀

  4. Aaaaaaaa
    Mau nangiss
    Jinki sweet
    Tapi terakhirnya aga kecepetan
    Tapi bagus. Keren daebak
    Jinkinyaa kucik banget
    Uwaaaa (y)

  5. hyaaa kaget … shok !!!
    huwaaa …. kenapa joon meninggal .. ngak enak.. terus si seohyun ??
    huwaa happy end buat jiyoung sma jinki … prok..prok..prok..
    oh iya … tulisannya di rapiin ya thor .. heheh aku pusing bacanya …
    jdi ada paragraf2 lain dlama satu pov ..
    klo jdi satu .. hoalah … mumet .. heheheh
    ok maaf klo ada yg kurang berkenang di hati .. *bow*

    1. Hihi, kenapa schok chingu ?

      oh, Ne. mianhe chingu. hehe. tp JEONGMAL GOMAWO !! 😀 walaupun paragrafnya seru bgd pd ngerumpi bikin FF nya makin kacau tp msh ttep bc. Gomawo ^^

  6. salam kenal,aku new readers..
    waktu liat main castnya udah tertarik tuk baca,stlah baca ff’nya ternyta emang bagus.nice story..
    kirain bakal ada triangle love antara taemin jjing n jinki,salah tebak hehe
    buat ff yg main cast’nya jiyoung lagi yah,hehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s