July’s Yeoja

Author             : Storm

Casts               : Lee Taemin, July

Length             : One Shot

Genre              : Friendship, Life

Rating             : General

Summary         : “BERHENTI BERSIKAP SEPERTI SEORANG LESBIAN!!!”

Inspired by      : Rhiema, I’m in love, (eh?) – written by Ulsky.

 

July’s Yeoja

Drrttt…Drrrttt

1 message received.
Read now?
Yes

From: Ryuji
Taemin, aku tau pertanyaanku ini akan mengagetkanmu.
Tapi apa benar July itu..ehm..a lesbian?
Miann..hanya bertanya. Kau tau kan aku menyukainya. Jadiii…

Tsk! Apaan sih? Gosip murahan!!

To: Ryuji
Sekali lagi kau bertanya seperti itu,
JANGAN PERNAH MENYUKAI JULY! ARA?!

***

“Annyeong Taemin sunbae.”

“Oh.. Kau? Annyeong.. ^^”

“Sudah pulang dari Singapore?”

“Ah.. Ne. Ehm.. Chae Kyeong ssi, maaf aku buru-buru. Aku harus bertemu July,” Ujarku agak tergesa dan mempercepat langkahku. Meninggalkan hoobae itu seorang diri.

“July? Maksudnya July Sunbae? Hmm.. Apa dia belum tau bahwa gadisnya itu seorang penyuka sesama?” MWO? Dia bilang apa? Sontak kuputar kembali arah langkahku menuju Chae Kyeong.

“KAU BILANG APA? JULY KENAPA??” Kutanyakan itu dengan wajah gusar. Cha Kyeong terlihat kaget dengan tindakanku. Perduli setan dengan ketakutannya itu. Tidak ada seorangpun yang boleh menjelek-jelekkan July. Tidak ada! “JAWAB! JULY KENAPA?”

“I-itu. I-itu July sunbae kan?” Chae Kyeong tidak menjawabnya tapi justru menunjuk sesuatu di belakangku dengan telunjuknya. Ku arahkan mataku mengikuti arah telunjuknya.

*PRANG

Tempat kalung yang terbuat dari kaca yang akan kuberikan pada July sebagai cendera mata pecah. Aku kaget dengan pemandangan sedang kulihat di depanku. Seorang gadis sedang tertawa lepas dengan temannya. Tidak apa jika ia tertawa dengan laki-laki lain. Sungguh tidak apa. Tapi jangan berikan aku kenyataan seperti ini. Aku tidak suka kau tertawa lepas dan menggelendot mesra padanya. TIDAK SUKA!!

***

“JUU..lllyyy?” Panggilan ku untuknya, yang tadi bersemangat langsung menjadi panggilan lemas. Aku yang dari tadi tidak sabar untuk menunggu datangnya waktu istirahat langsung dan bertemu dengannya langsung diam terpaku di depan kelasnya. Menatap sahabatku itu dari pintu kelas ini sudah cukup menyakitkan dan membuatku kecewa. Sekali lagi aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Ryuji benar. SMS dari Ryuji itu benar. Hah.. Aku tidak percaya ini.

“Ji Eun, ice creamnya tuh berantakan. Kau ini seperti Taemin saja.” Tangannya kemudian menyeka sisa ice cream di bibir gadis bernama Ji Eun itu. Membuat gadis di depannya tersenyum .

“Kau tidak makan ice cream?” Kulihat July menggelengkan kepalanya. “Taemin tidak suka aku makan ice cream ^^” Miris. Aku mendengarnya miris. Kau masih mengingatku July? Ku kira kau sudah lupa padaku. Biasanya kau langsung menggelendot manja padaku sehabis aku pulang dari concert ku. Tapi kenapa harus kuucapkan namaku dihadapannya? Di hadapan gadis itu? Kekasihmu kah?

“Kenapa tidak suka?”

“Ia takut aku tambah gendut,” jawab July sambil terkekeh. “Aishhh!! Jinjja! Ia kan hanya sahabatmu July.. Ia bahkan bukan kekasihmu. Kenapa harus perduli dengannya? Makanlah ini.” July tampak terdiam mendengar perkataan Ji Eun.

“Ini, makanlah, ” ujar Ji Eun seraya menyodorkan ice cream nya. Kumohon jangan ambil ice cream itu July. Jangan ambil. Kau hanya boleh mengambil ice cream ku. Bukan dia. Kumohon. Aku benci kau menyeka sisa ice cream di bibirnya. Aku benci kau menjilati ice creamnya. AKU BENCI MELIHATNYA! BENCI!! Aku lebih suka kau menyeka ice cream di bibir seorang namja. Bukan bibir seorang yeoja. BUKAN!!

***

“We’re almost there
I’m feelin’ it bad and I can’t explain
My soul is bare
My hips are movin’ at a rapid pace…..”

Seorang gadis dengan rambut terjepit ke belakang terlihat sedang menari dengan lincahnya, dengan semangatnya, dan dengan seductive-nya. Bagaimana tidak seductive jika sekarang tangannya sudah berada di leher partnernya, sedangkan tangan partnernya itu sedang memegang pinggang gadis itu. Pinggulnya yang terus bergerak semakin menguatkan tangan sang partner pada pinggang gadis itu. Belum lagi kaos hijau kebesaran yang gadis itu pakai terkadang memamerkan bahunya yang putih dan tali tank-top abu-abunya.

“TSK! Apa yang anak ini pikirkan? Kenapa ia menggerakkan pinggulnya seperti itu? Tidakkah ia mengerti bahwa apa yang ia lakukan itu justru menarik mata para lelaki untuk melahapnya buas?? Tapi apakah ia perduli akan laki-laki? Kurasa tidak.”


“Baby feel it burn
From the tip of my toes, runnin’ through my veins
And now’s your turn….”

“Dan apa-apaan July ini??? Kenapa ia menempelkan tubuhnya dekat sekali dengan..dengan.. DIA!! Dan…dan..apa itu? Kenapa wajahnya dekat sekali dengan wajah DIA!!”


Let me see what you’ve got. Don’t hesitate.

I’m up ag–”

Kumatikan musik yang sedang mengalun dengan cepatnya. CUKUP SUDAH. CUKUP! Aku sudah hilang kesabaran. Melihatnya menari seperti orang kesurupan seperti itu. Seperti tidak ada yang menonton. Seperti tidak khawatir akan apapun kata orang tentang tarian yang sedang ia lakukan. Dan gadis yang sedang menari itu langsung mengarahkan pandangannya pada orang yang baru saja mematikan musiknya, yaitu aku.

“Ya!! Lee Taemin!! Apa yang kau lakukan? Hah? Kenapa kau matikan musiknya?? Mainkan lagi!!” July yang tadi menari dengan penuh semangatnya langsung berteriak padaku. Cih! Anak ini! Tidak taukah ia bahwa ia sekarang sedang menjadi trending topic di sekolah?

“Ada apa denganmu?” Tanya July sambil berjalan ke arah ku untuk menyalakan lagi lagu ‘Me Against The Music’ milik Madonna dan Britney Spears. Ya. Benar lagu itu. Lagu yang di MV-nya dua penyanyi itu melakukan kissing. Dia mau meniru dua artist besar itu? Beradegan kissing? TSK! KETERLALUAN!!

“Kau yang kenapa July?”

“Kenapa denganku?? Aku merasa tidak melakukan apapun.” Dengan langkah terengah-engah, July –sahabat sedarah sepenanggunganku- semakin berjalan ke arahku dan menatapku dengan geram.

“Ada apa denganmu? Katakan padaku. Kenapa kau jadi menyebalkan sekali? Datang dari Singapore kenapa kau tiba-tiba jadi menyebalkan seperti ini?” Tanya July dengan keringat di seluruh wajah, leher, dan lengannya, setidaknya itu yang kulihat.

“Kenapa kau melakukan itu dengannya?” Mataku menunjuk orang yang menjadi partner menarinya. “Kau mau jadi bahan pembicaraan? Iya?”

“Melakukan apa?? Taemin aku benar-benar tidak mengerti. Aku hanya menari dengan Ji Eun!!” July bukannya minta maaf atau apa, ia malah menaikkan nada suaranya.

“Ji Eun?? Pulang! Ikut denganku! Dan berhenti bermain dengan gadis itu!” Kutarik tangannya seketika. Kupikir menarik tangannya akan sangat mudah seperti yang biasa kulakukan. Tapi kurasa tidak untuk kali ini.

“Lepas!” July berontak. Tangannya mencoba menghempas tanganku. Tapi tidak berhasil. “Lee Taemin LEPAS!!” Kali ini tangan kirinya mencoba melepas cengkraman tanganku di pergelangan tangan kanannya. Tapi seperti yang kau tau, tidak mungkin bagi seorang gadis melawan tenaga seorang pria kan? Terlebih jika pria itu sedang emosi.

“LEE TAE-”

“Berhenti berontak July! Aku tidak akan melepasmu sampai kau berhenti bersi-”

“Berhenti apa?” Dengan tatapan kesalnya July langsung menanyakan hal yang akan membuatku melepasnya.

“BERHENTI BERSIKAP SEPERTI SEORANG LESBIAN!!!”

*PLAK

***

*BRUK

“Jadi July menamparmu?” Aku mengangguk lemas menjawab pertanyaan dari Key hyung.

“Oh..jadi karena itu kau langsung menjatuhkan tubuhmu lemas di sofa?” Kuhela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Jonghyun hyung dengan singkat, “O!”

“Memangnya kenapa sampai July menamparmu?” Kali ini Minho hyung yang bertanya sambil tetap memainkan games di depan matanya.

“Dia yang aneh hyung. Aku tidak salah.”

“Itu bukan jawaban Taemin. Sekarang jawab kenapa dia menamparmu?” Timpal Onew hyung yang juga sedang main games bersama Minho hyung.

“Tsk! Dia yang salah. Aku ti-”

“Taeminn.. Kenapa?” Sekali lagi Onew hyung menanyakan hal yang sama.

“Karena aku memintanya untuk tidak bersikap seperti seorang lesbian.”

“MWOOOO????” Keempat hyungku serempak mengatakan kata itu dengan kencangnya. Kenapa dengan mereka? Kenapa kaget seperti itu?

“Les-bian? Taemin…That’s so rude..” Key hyung langsung mengomentari ku. “Tidak heran jika ia menamparmu.” Lanjutnya lagi.

“Tapi dia benar-benar berting-”

“Kepalamu terbentur sesuatu? Ayo kuantar ke dokter.” Belum selesai aku menjelaskan, Jonghyun hyung sudah memainkan tangannya di wajahku. Menggerakkannya ke kiri dan ke kanan. Benar-benar memeriksa apakah aku terbentur atau tidak.

“Tapi di-”

“Memangnya kenapa kau berkata seperti itu padanya? Kau ini seperti tidak tau July saja.” Kali ini Minho hyung yang memotong ucapanku.

“YAAA!!” Teriakku kesal. “Dengarkan makanya! Jangan diputus terus! Aggghhhh!!”

***

“Ehm..hanya karena ia selalu bersama teman wanitanya, tidak lantas menjadikan ia seorang lesbian Taem.” Komentar pertama dari Key hyung setelah mendengar cerita ku tentang July.

“Tapi hyung.. July tidak pernah bertingkah seperti itu sebelumnya. Ia selalu bersamaku. Tapi sekarang ia lebih memilih untuk bersama Ji Eun, teman wanitanya itu.”

“Ah..kau cemburu rupanya.” Komentar kedua dari Jonghyun hyung yang kurasa sangat tidak penting.

“Aku tidak akan cemburu pada seorang gadis hyung. Eh.. Eh.. apa aku carikan ia pacar saja ya?”

“Atau kau jadikan saja ia pacarmu.” Komentar ketiga dari Minho hyung yang langsung membuatku membulatkan kedua mataku.

“Dia sahabatku hyung.. Tidak mungkin kujadikan ia kekasihku. Kau ini bagaimana?” Protestku pada Minho hyung. Kulirik Jinki hyung yang kembali bermain dengan gamesnya. Hahh.. kenapa jadi tertukar seperti ini? Biasanya kan Minho hyung yang keranjingan games, kenapa jadi Jinki hyung? Minho hyung saja menghentikan games-nya untuk mendengarkan ceritaku. Heuh.. -_-!

“Jika kau sahabatnya. Seharusnya apapun keadaan dirinya. Kau harus bisa menerimanya bukan? Dan kau tidak usah susah-susah mencarikannya pacar.” Ujar Key hyung dengan nada bertanya.

“Seharusnya seperti itu. Tapi aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah seorang lesbian. Tidak bisa!” Membayangkannya saja aku tidak sanggup. Apalagi harus menerima kenyataan aneh ini.

“Kenapa tidak bisa?”

“Karena ini berlawanan dengan norma hyung. Tidak ada ceritanya sesama jenis saling mencintai. ITU SALAH BESAR!!”

“Aku tau ini bertentangan dengan norma. Tapi masalahnya bukan apakah bertentangan dengan norma atau tidak Taem. Masalah kali ini dilihat dari sudut pandang kau sebagai temannya. Apakah kau mau menerima keadaan dirinya atau tidak? Masalah norma biar diurus oleh masyarakat. Kau bukan dalam tahapan itu.” Key hyung ini aneh. Kenapa ia seolah baik-baik saja dengan semua ini. Ini masalah crucial loh. Masalah GAY! LESBIAN!

“Taemin benar Key, ini salah. July sudah menabrak batas yang ada.” Minho hyung mengangguk mendengar perkataan Jonghyun hyung.

 “Aku tau ia sudah melanggar batas. Aku tau itu. Yang aku katakan adalah, posisi Taemin sebagai temannya. Kalau iya July memang seorang lesbian, apa Taemin akan meninggalkannya? Atau justru tetap mendukungnya sebagai seorang teman? Dan ka-”

“Sebenarnya masalah ini tidak usah dibesarkan. Toh July belum tentu seorang lesbian kan? Itukan baru praduga saja.” Akhirnya Jinki hyung menorehkan suaranya dalam diskusi setengah ringan setengah berat ini.

“Bagaimana kalau ternyata memang iya?” Tanyaku pada semua hyungku.

“Karena itu kubilang bahwa ini bukan masalah norma. Ini masalah apakah Taemin akan tetap menerima July sebagai teman atau tidak? Itu. Kenapa susah sekali kalian mengerti?”

“Hyung..” Aku melirih pada tiga hyung ku yang lain setelah mendengarkan Key hyung. Entahlah. Aku tidak begitu sreg dengan Key hyung.

“Bicaralah dulu padanya. Tanyakan kebenaran dirinya. Tanyakan sebagai sahabatnya. Bukan sebagai masyarakat yang menghakimi. Mengerti?” Aku mengangguk mengerti.

***

“July maaf kemarin aku berkata kurang sopan.” Akhirnya aku memutuskan untuk bicara dengannya. Bertanya langsung akan kebenaran dirinya seperti yang disarankan Jinki hyung.

“Hahaha sudahlah tidak apa-apa. Kan sudah ditraktir latte, nanti aku tambah espresso ya hehe ^^” Aku tertawa mendengarnya. Aigo anak ini tetap tidak berubah.

“Jadi kenapa kemarin berkata seperti itu?” Tanya July setelah meneguk latte dingin pertamanya.

“Ehm..karena..ehm..karena kau benar-benar terlihat seperti lesbian. Dan July tolong katakan kau bukan lesbian. Kau bukan pencinta sesama jenis. Kumohon.” Sesaat July terdiam. Ia tidak menjawabnya. Ia hanya memandangku sebentar dan kembali meneguk latte-nya dan menghela nafas.

“Lee Taemin, sudah berapa lama kita berteman?” July bertanya padaku sambil menggerakkan sedotan di Latte dinginnya. Membuat bongkahan es persegi kecil di dalam latte itu ikut bergerak.

“Ehm.. 2 tahun. Kenapa? Kau mau memutuskan persahabatan kita?”

“Anni..hanya berfikir bahwa selama ini kita berteman tanpa mengetahui apapun tentang diri kita. Aku tidak tau kau. Kau juga tidak tau aku. Yang kita tau hanya penampilan luar kita saja. Yang aku tau tentang dirimu hanya Lee Taemin yang mempunyai dua profesi sekaligus dalam satu waktu, artist dan pelajar. Selebihnya aku tidak tau. Dan aku yakin begitu juga kau, kau tidak tau tentangku kan?” Aku mencoba mencerna maksud pembicaraan ini.

“Maksud mu? Aku tau kau luar dalam.”

“Benarkah? Kalau begitu apa yang kau tau tentang diriku?”

“Teman terbaikku. Teman yang paling mengerti diriku dan kesibukanku. Teman yang selalu bekerja di waktu malamnya untuk mencari uang saku tambahan. Teman yang selalu mengatakan aku bodoh jika nilai ulanganku dapat 70 ke bawah. Dan teman yang selama ini memarahiku tanpa ragu jika tau aku melakukan kesalahan.”

“Itu bukan jawaban yang kumaksud Lee Taemin. Maksudku, apakah kau tau sifat-sifatku? Apakah kau tau apa yang membuatku marah? Apa yang membuatku menjerit bahagia? Apa yang membuatku menangis? Apa yang membuatku tersipu?”

“Ehmm..itu..aku..ehm..aku..ehm..” July tersenyum mendengarnya.

You don’t know me by heart, do you?” Tanya July sebelum akhirnya menyedot habis latte dinginnya. “Dan karena kau tidak tau itulah, makanya kau juga ikut menyangka aku sebagai seorang lesbian. Am I right?”

“Annii.. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku.. Ehm.. Aku hanya khawatir padamu. Segala tindak tandukmu mengarahkanku pada kesimpulan seperti itu. Sekarang pikir, apa reaksimu jika kau lihat dua orang gadis berjalan bergandengan tangan? Atau mereka tertawa dengan lepasnya sambil merangkul satu sama lain setelah saling memuji. Atau salah satu dari mereka menyeka sisa ice cream di bibir teman wanitanya. Atau mereka me-”

“Sekarang katakan padaku, apa yang orang-orang fikir tentang 2Min? Apa yang orang-orang fikir ketika Minho oppa merangkulmu? Ketika kau membisikkan sesuatu pada Minho oppa? Ketika kalian berdua tertawa dengan akrabnya? Tell me, what did they say?” Aku tertawa mendengarnya. Pertanyaan macam apa itu?

“Yaaaa!! Itu berbeda Julyyyy… Orang-orang di luar sana tidak akan berfikiran kami itu saling mencintai sebagai seorang kekasihh..”

“Apanya yang berbeda? Kau dan Minho oppa. Lalu aku dan Ji Eun. Apa yang berbeda? Kenapa mereka OK dengan 2Min. Tetapi mereka tidak OK dengan ku dan Ji Eun? Kenapa mereka tidak menyangka kalian gay? Tetapi mereka menyangka kami lesbian?” Aku tersentak mendengarnya.

“Dengar Lee Taemin. Aku dan Ji Eun sama seperti kau dan Minho oppa. Jadi jangan berlebihan. Mengerti?” Pertanyaan July tadi benar-benar menyentakku. Menyentak semua fikiran jelekku tentangnya. Dia benar. Jika mereka okay dengan 2Min, kenapa mereka tidak okay dengan July dan Ji Eun? Kenapa mereka memandang kami berbeda?

“Lee Taemin. Mengerti??”

“Jadi, kau dan Ji Eun tidak..ehm..maksudku..ehm..You guys are not a couple, aren’t you?” Seharusnya aku harus yakin bahwa kesimpulan dari perkataan July tadi adalah ia seorang yang normal. Maksudku normal seperti layaknya seorang gadis yang preferensi sex-nya adalah seorang lawan jenisnya bukan sesama jenisnya. Tapi tidak ada salahnya kan kalau aku bertanya lagi, hanya untuk memastikan bahwa kesimpulan yang aku buat benar.

“Kalaupun kenyataannya adalah aku dan Ji Eun sepasang kekasih, bukankah kau sebagai temanku harusnya tetap menerima ku apa adanya?” Mataku reflek melotot mendengarnya berbicara seperti itu.

“Ya! July!! Kenapa kau membuatku semakin bingung? Tadi kau bilang kau sama sepertiku dan Minho hyung. Lalu sekarang??” Tanganku menggebrak pelan meja di depan kami. Membuatnya menatapku dengan kening mengkerut. “SEBENARNYA APA HUBUNGANMU DENGANNYA?? APA??”

July tampak mengambil nafas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya pelan dan berkata, “Aku hanya mengagumi Ji Eun. Aku mengagumi dirinya yang dekat dengan Tuhan. Aku mengagumi kecerdasan otaknya. Dan aku mengagumi kedewasaan pikirannya.” Kuberikan July tatapan bingung. Aku masih tidak mengerti akan semua ini.

“Menurutmu Ji Eun cantik?” Aku mengangguk. “Ia manis kan?” Aku mengangguk lagi. “Dan kau tau dibalik semua kesempurnaan akan fisiknya itu, ia masih dekat dengan Tuhan? Kau tau ia selalu ke gereja setiap minggu pagi? Ia memang tidak selalu membawa kitab di tangannya. Tapi ia selalu mengingat isi kitab itu di hati dan pikirannya. Sekarang bandingkan denganku. Fisik pas-pas-an. Otak apalagi. Keimanan? NOL. Dan di saat aku tidak perduli bahwa Tuhan itu ada, sosok Ji Eun datang di hadapanku. Dan aku mulai mengaguminya. Aku mulai menjadi temannya. Dan ia membawaku ke arah yang lebih baik.” July tampak mengambil nafas sebentar.

“Dan kalau kedekatanku dengan Ji Eun membuatku dicemooh, membuatku menjadi gossip utama di sekolah, aku tidak perduli. I don’t give a damn about it! They know nothing about me, about us! So, why should I care?” July berucap sambil memutar pundaknya yang benar-benar menunjukkan bahwa ia tidak perduli.

“Jul-”

“Dan setelah semua yang aku jelaskan padamu sekarang, masihkah kau berfikir aku seorang lesbian?”

“Maaf July.. Aku yang salah. Maaf..” Ucapku sambil menunduk. Aku benar-benar menyesal telah bertanya seperti itu. Key hyung benar. Seharusnya, apapun kondisi July, sebagai temannya, aku harus bisa menerimanya. Tidak lantas marah-marah. Tidak lantas membencinya.

“Taemin..”

“Ya?”

“Espresso satu ya?” Manja. July memintaku dengan manja.

“GAAA!! Kafein jelek untuk kecantikan! Kau tau?”

“Dasar artist pelit!” Ujarnya sambil menaikkan satu sudut bibirnya. “Ice cream then?” Pintanya lagi kali ini dengan merajuk dan menekan-nekan lenganku dengan telunjuknya.

“Peluk dulu baru kutraktir ice cream favourite mu.”

“Dasar artist kurang kasih sayang!” July berdecak kesal.

No hugs, no ice cream,” ujarku santai.

No ice cream, no hugs,” Aish! Ia sudah berani membalas rupanya.

“Kau!” Ujarku dan itu membuatku melihat juluran lidahnya dengan mata yang hampir tidak terlihat.

Wae?”

“Jangan menjulurkan lidah seperti itu.”

Waeee?” Ujarnya sambil tetap menjulurkan lidahnya. Aish! Anak ini!

“Aish! Stop doing that. You look so cute when you that.”

“YE?????”

“Oops! Keceplosan >//<”

***

 FIN

***

Storm POV

A boy and a girl
A boy and a boy
A girl and a girl
A Lesbian? A gay?
So what?!
I make friends with anybody.
And I don’t check my friends’ sex preferences.
Never give a shit about what people saying.
You guys are still my friends.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

74 thoughts on “July’s Yeoja”

  1. Hehehe… 🙂
    Bentar ya, aku senyum-senyum dulu….

    OK, cukup. Skrg komentarnya (tetep sambil mengulum senyum), ceritanya asyik, ringan, deket ama kehidupan sehari-hari. Tetep, ada nilai yg bisa diambil.
    KEY!! Aku ngaku deh, aku nge-fans sama kamu, hehehe….

    Jd penasaran, kira-kira apa ya tanggapan Taemin klo ngeliat temenku (cewek, si Aurum) yg suka bgt meluk-meluk sambil nyiumin pipi aku?? (nyium dalam arti kata sebenarnya, bukan cuma pipi ketemu pipi, tapi bibir ketemu pipi. Hahakakkk, untung aja dia gak nyium bibir).
    Aurum!! Kangen…. Apa kabar Aussie dgn Monash-mu itu??

    1. Kirain ngefans sama aku Yen -_-!
      Ehh sama Key ekekeke

      Monash emang belum libur Yen? Curtin udah libur tau Yen. Sepupuku lagi liburan nih. Baru Jum’at kemarin sih datangnya.
      Coba aja Aurum nya ditelp. Siapa tau udah pulang. Jadi kan bisa saling mencium lagi ekekeke..

      Thank you sudah meninggalkan jejakkkk ^^

  2. waahhh…
    ceritanya keren..!!!!! 😀
    Kirain,,kirain..kiraiiinn *ah sudahlah..!
    Good job author~~

  3. Setuju! Aku suka banget ff ini 🙂 kadang aku heran, emg nyium temen cewek kaga bole ya? Aku punya hobi suka nyium+meluk temen cewekku, tapi temen2ku yang lain pada protes. Padahal itu kan cuma bentuk ksh syg aq ama temenku. But i dont give a damn bout it! They dont know me at all. Daebak ff-nya! Tetaplah berkarya 😀

    1. Nahhhhhh..aku aja sampe dibilang gini sama temen cowok ku Chae Rin, ‘you are normal, arent you?’ aku udah kasih tampang gini aja sama dia -________-!

      makasih chaerinnnnnnn.. ayo kamu juga tetap berkarya.. ^^

  4. Coba ajaaa aku juga punya sahabat kayak taem (?) waaaa senangnyaa persahabatan yg indah plus cerita yg ringan ^^

  5. ih ceritanya bagus bagus ^^
    so sweet sekali apalagi pas taem minta dipeluk 😀
    dan khusus untuk bag ini : “Tapi seperti yang kau tau, tidak mungkin bagi seorang gadis melawan tenaga seorang pria kan? Terlebih jika pria itu sedang emosi” <– ciee tumben jantan banget say :O
    pokoknya good job bagus bagus idenya mantap ^^b

  6. Wakakakakak.. Aku senyum2 bayangin ekspresi Taem wktu ngomong ‘Oops! Keceplosan!’
    Kyaaa.. Imut2 gimana gitu.. >//<

    Bner bnget, tuh.. Emg kalo temenan gk usah pilih2.. Aku jga sring kok kyak July sma tmen cwek.. Hehe~
    Suka ff.a! 😀
    Ada pesan moral.a.. Hehe..

    1. Iya. Aku juga sering begitu sama temen cwek ku.
      Ehhh..masa temen cowok ku langsung blg gini, ‘you are normal, arent you?’ -_-!

      Makasih Miraaaaaaaa sudah berkunjunggggg ^^

  7. Iyaya key bener juga
    Mau gimanapun kalo july temennya harus tetep terima
    Jadi sebenernya taemin suka gak sih sm july?
    Apa sebatas sahabat? Kekekek
    Itu terakhirnya taemnya!!! Ajahaahaha
    Kucik:3:3

    1. Nah! Itu masih kupikirin Byeol! Mau kujadiin temen aja atau sekalian pacaran ya? hmmm… menurutmu?

      eehehe..aku juga suka sama trakhirnya kekeke..

      makasih suel byeollll sudah mampirrrrrr ^^

    1. ehehe..makasih vanyaaaaaaa ^^

      Sequel Ji eun sama taem? maksudnya July sama Taem mungkin?
      hmm..nanti ya..aku lagi setelah tgl 24 baru bisa kubuat hehe..
      ditunggu aja ya..

      Makasih vanyaaa sudah mampirrrrrrr ^^

  8. huaaaaa keren banget,ngangkat kisah yg ga biasa Good Job author 😀
    cerita ini ngebuka pikiran aku,ternyata emang ga selamanya keakraban sesama jenis itu bisa dibilang PENYUKA sesama jenis ya *manggut-manggut*

    pokoknya ampe abis deh nih jempol ngangkat buat authornya bd

  9. waaaah persahabatan yang indah (?)
    ff nya daebak! keren~
    bener-bener ngebahas tentang kepercayaan antar teman. huaaaaa daebak daebak!!

  10. iiiiiiiiiih aku suka banget sama ffnyaaaa….
    aku kira bakalan geje2 gimna gitu eeeh taunya ngga hihihi

  11. Suka ff nya, keren!!
    Ide ff nya unik dan belum pernah ada ygg bikin kayak gini.
    Ceritanya seru dan gak ngebosenin, bahasanya juga santai, gak terlalu formal. 😀

    Keep writing! =)

  12. setuju!!!!! tapi saya normal lo yah
    ga’ pernah ngebayangin ada ff kaya’ gini, nyaa~
    aku pengen konfliknya lebih panjang lagi T^T tapi karna udah selesai jadi …
    DAEBAK!!!! hwaiting, author! ^0^/
    keep writing other awesome ff ^^

    1. Ehehehe..maybe next time ya konfliknya kupanjangin..
      FF yang ini cukup sampai di sini dulu konfliknya.

      sip! sip! I will!

      gomawo ya Taehyunnieee ^^

  13. wah, telat bacanya nih,,,
    keren banget sumpah..
    key oppa bener tuh, kita harus terima temen kita apa adanya!!

  14. Wuahahaha! Ceritanya bagus eonn! 😀
    KEY, AKU MAKIN CINTA SAMA KAMUUUU :* *digebukin para lockets*
    Hahaha

    Kata-kata yang di Author POVnya asik abis, haha aku suka x)
    Daebak! ^^

  15. lagi-lagi karya author satu ini membuatku tercengang(?)
    LIKE THIS!!
    apalagi di kata2 akhirnya… MANTAPP!!
    aigooo~~

    thor, 2 kata buat mu : SUPER DAEBAK~!!!

    >_<

    Aku suka… ❤

  16. Awesome! Epic! Superb! A beautifully written story. And moral value to complement. 😀

    Menurutku nanya orientasi seseorang itu lebih kasar daripada nanya agamanya apa. #plak Same problem here. Aku dikira suka temenku gara2 aku nempel2 dia terus kayak perangko. Bahkan waktu kami ‘perang dingin’ temenku yg lain dengan entengnya nanya, “kamu udah putus sama dia ya?” Hell no! Pacaran aja nggak. #hasratcurcoltakterbendungbakbanjirbandang

    Indeed. Straight, gay, lesbian, bi, or trans, no probs. (^o^)

    1. NAH! Itu dia poinnya.. Ituuuuuu!!
      Lebih kasar kan??

      Yang penting, temenan sih temenan aja. Urusan dia gay atau lesbian, itu masalah mereka. Kita? Cukup menjadi teman baiknya. Ya ga? *angkat2alis*

      Wmahaha, kalo disangka pacaran sih, itu urusan lain Jongki..
      Saranku, tabah aja hakakak

      Anyway, thank you for leaving me comment ya.. ^^
      *nice to meet you here =)

  17. Taemin sik, lagian kan di Korea cowo sama cowo sahabatan sampe rangkul2an dan selca bareng itu biasa aja. masa sik cewe yang notabene lebih wajar melakukan hal begitu akrab langsung dianggap lesbi? .kekekek.
    tapi, tapi setuju sih sma note-mu itu. Aku pun mengalami hal yang serupa.

    No matter what my friends sex orientation are.
    They are still my friends.

    Nice one 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s