Brother Complex – Part 4

BROTHER COMPLEX – Part 4

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support Cast : Kwon Yuri, Kim Jonghyun (Still hidden)
Length : Sequel
Genre : Romance, Family
Rating : PG-16

A.N buat para reader yang umurnya kurang dari 16 sangat maaf sekali. Mulai dari sini tulisannya udah mulai aneh. Jadi, disaring baik-baik ya ‘nak. Jangan dipikirin secara mendalam. Bahaya!! Keke ~ Peace ah~ happy reading aja ya semuanya…

+++++

_moTHo POV_

Setelah beberapa hari beristirahat dirumah karena sakit, hari ini Minho sudah bisa masuk kesekolah. Minho dan Minhye berangkat sama-sama tapi tentu saja dengan jarak yang berjauhan. Mereka ini sungguh tidak seperti saudaraan!

Sesampainya digerbang. Sudah ada seorang yeoja yang menyambut kedatangan Minho. yeoja itu ternyata Yuri, yeojachingu Choi Minho. Yuri yang melihat Minho langsung merangkulnya tanpa memperdulikan bahwa dongsaengnya telah melihatnya dibelakang mereka.

“Minho ya~ gwenchana..?” tanyanya dengan manja. lalu melirik ke arah Minhye.. “Anyeong Minhye saeng..” sapanya pada Minhye yang sedari tadi melihat kearah mereka.

Minhye hanya tersenyum pelit. Yuri lalu membawa Minho berjalan masuk ke sekolah. Dia terus merangkulnya. Sementara Minho hanya diam saja.

Minhye yang melihat adegan itu jadi merasa sebal pada oppanya, “AISH~Sungguh menggelikan!” katanya sambil berlalu pergi menuju kelasnya. Oppa apa kau benar benar menyukai orang yang seperti itu?? gumam Minhye.

+++++

** cold heart baby! cold eyes baby! let’s go!. mannatda banhaetda keunyeo ege banhaetda. cheoeum boneun sexy (keunyeodo nareul bwa) (Shinee – AMIGO)** Hp Minhye berdering dengan hebohnya.

“MWO???!!!” Minhye menyahut dengan kaget.

“Yaa!! Kenapa berteriak!” kata suara disana.

“Ya jong!.. kenapa tiba-tiba sih?”

“Ah~ aku sangat rindu padamu Minhye ya~” seru suara itu dengan manja.

“Yaa! Kau tidak boleh ke sekolahku!” tegas Minhye.

“Kenapa sih?? Aku kan cuma menjemputmu.. Aku sudah ada diluar nih..”

“Kau benar benar gila ya.. sudah membuat acara mendadak, tiba-tiba sekarang kau malah ada didepan sekolahku. Itu pemaksaan namanya!”

“Ya Minhye ya~ kau tidak rindu padaku?.. aku benar benar kangennn. Kita sudah 2 hari tidak bertemu..”

“Kupikir itu biasa kan?”

“Yaa! Biasa apanya? Selama itu kau tidak pernah memberi kabar tau.. Aku tidak mau tau. Cepat keluar!” #bip… namja itu menutup telponnya.

Wajah Minhye jadi bimbang. Jong baru saja mengajaknya pergi. Dia mengadakan kencan dadakan.

“Aish~ pake acara menjemput segala lagi. Ini kan wilayah amanku.. Kalau si oppa sampai melihat bagaimana.! Babo!”

Selama ini Minhye memang tidak pernah cerita kalau dia memiliki oppa. Lagi pula Jong tidak pernah mengorek-ngorek mengenai keluarganya. Mereka baru menjalin hubungan juga belum lama. Mungkin sekitar 2 minggu. Dan sekitar 2 minggu juga Minhye berhasil menyembunyikan hubungannya itu.

Minhye berlari keluar kelas.. Kelas memang sudah berakhir. Tapi rencananya ada pelajaran tambahan sampai jam 10 malam. Tapi, setelah Jong menelpon, sepertinya Minhye tidak akan ikut kelas tambahan tersebut.

Tanpa sepengetahuan Minhye, Minho dari dalam kelasnya memandang keluar jendela dan tak sengaja mendapati dongsaengnya sedang berlari keluar sekolah. Dia jadi penasaran dan terus mengamati dongsaengnya itu..

“Mau apa dikeluar jam segini?” tanya Minho pada diri sendiri.

Pandangannya kaget kemudian ketika melihat dongsaengnya sedang berbicara dengan seorang namja diluar sekolah. Namja itu tidak memakai seragam sekolah. Dalam pikiran Minho dia bertanya-tanya tentang siapa namja yang bersama dongsaengnya itu. Karena penasaran dia segera turun ingin menyusul dongsaengnya. Sialnya, di tengah perjalanan turun dia bertemu dengan Yuri.

“Yaa! Chagi kau mau kemana?”

Minho tidak menanggapi yeojachingunya dan terus berjalan menghiraukannya. Yuri malah menggandeng Minho dan mengikuti Minho berjalan.

Setibanya dibawah Minho kaget saat melihat namja itu membawa dongsaengnya dengan bergandengan tangan. Dia membawa masuk dongsaengnya ke mobil yang dikendarainya. Wajah Minho langsung kesal melihat dongsaengnya dibawa pergi oleh seorang namja. Ingin rasanya tidak peduli atau  mencampuri urusan dongsaengnya. Tapi, tetap saja ada sesuatu yang mengganjal dihati seorang Minho.

Tidak lama kemudian Yuri yang memperhatikan namjachingunya itu malah keceplosan bicara.. “AH~ Jong membawa Minhye pergi rupanya,”

“Ge saram Nugu imnika?” tanya Minho.

“Aish~ itu namjachingu dongsaengmu. Kau tidak tau??” dia langsung menutup mulutnya kemudian.. “Ahaha…”

“Mwo?! Dongsaengku punya namjachingu..?!” Minho kaget mendengarnya.

“A..ani..”

Minho jadi lebih serius disitu, “Jawab aku Yuri ya.. Siapa namja tadi?”

“Bukan siapa-siapa.” jawabnya berbohong.

“YURI!!!” bentak Minho kemudian.

“Yaa! KENAPA KAU MEMBENTAKKU!!” bentak Yuri tidak mau kalah.

“Siapa orang itu?”

“Dia namja chingunya! Sudah ya..” Minho lalu menahan Yuri yang sudah mau pergi.

“Sejak kapan??..”

“Mollaseo.. Aku tidak tau!”

“Kapan kau tau itu??”

“Kenapa tanya-tanya sih?? Hal itu kan biasa,, memangnya kau tidak pernah tahu dongsaeng mu memiliki pacar?” perkataan Yuri malah membuat Minho jadi geram.

“Itu bukan hal yang biasa Yuri!! Siapa namja itu?? Kenapa dia membawa saengiku pergi??”

“Yaa!! Kau berlebihan!”

“Jawab!”

Yuri pun akhirnya angkat bicara “Namanya Kim Jonghyun. Dia mahasiswa tingkat dua di Woosong.. dia sunbae dan pernah satu club tenis denganku saat SMP.”

Setelah mendengar Minho lalu pergi meninggalkan Yuri.

“Yaa! Kenapa kau malah meninggalkan ku??”

+++++

Sambil membawa tasnya dan pulang, Minho menghubungi handphone dongsaengnya.. akhirnya Tersambung—

“YAA!KAU DIMANA MINHYE??”

Di dalam mobil Minhye mengangkat telpon ”Di jalan oppa.” Jawabnya singkat.

“DIJALAN MANA?? KAU PERGI KEMANA?”

“Kenapa bentak-bentak aku oppa?? aku akan pergi ke …” belum selesai bicara Jong mengambil HP Minhye dan mematikannya.

“YAA!KENAPA KAU MATIKAN..” teriak Minhye kesal.

“Akh mengganggu saja.. kita kan mau menghabiskan waktu berdua chagi~” *Wekk sejak kapan Jong memanggil kaya itu.

+++++

Ditempat Minho ia malah jadi naik darah mengetahui handphone Minhye mati begitu saja. Dia sekarang mencari Yuri. Lalu bersikap manis pada yeoja itu untuk pertama kalinya.

“Yuri ya~ mianhe..”

“Sekarang kau minta maaf padaku. Untuk apa?”

Aish~ dia malah jual mahal. “Aku ingin bertanya padamu..”

“Tentang apa?”

“Kenapa kau tau dongsaengku pacaran dengan—siapa itu ..” pancing Minho.

“Jonghyun sunbae??”

“Ah ya~” sebenarnya Minho emosi mendengarnya. kalau saja dia tidak butuh informasi tentang namja itu mana mau dia seperti ini.

“em….” Yuri kemudian menceritakannya, “Kemarin aku ikut reunian club tenis dan melihat dongsaengmu disana.. aku tau mereka berpacaran dari situ. Tapi, Minhye yang bilang sendiri padaku agar tidak memberi tahu siapa-siapa.”

Minho langsung memegang kedua bahu Yuri.. “Mwo?! Dia bilang jangan beritahu siapa-siapa??”

“Iya terutama kau Minho!” jawab Yuri santai.

“YAA!!” bentak Minho kesal.

“Kau kenapa sih? Memangnya dongsaeng mu tidak boleh berpacaran?? Kenapa kau sok peduli?”

Minho menghela nafas.. “Dia itu dongsaengku dan aku sangat peduli Yuri!”

“Aish~ kau seperti bukan oppanya. Tindakanmu Sungguh berlebihan tau!”

“Kemana namja itu membawa pergi Minhye??”

“Ah~ kemarin si dia bilang akan pergi ke pusat kota tapi tidak tahu mau kemana.. Katanya sih ingin melakukan sesuatu yang biasa dia lakukan,”

“Maksudmu dia biasa melakukan apa?”

“Ya… seperti namja dewasa lah. Menurutmu??”

“Mwo?!”

“Aishhh~ aku keceplosan lagi,”

“Yuri ya~ jelaskan!!…” tegas Minho padanya.

“Kau kan lihat sendiri Jong itu pria dewasa. Jadi kau pasti mengertikan?? cih~ malah pura-pura tidak tahu.”

“YAA!!! Kau tau Minhye itu masih polos kan?? Kenapa kau biasa saja hah??” Minho pun jadi emosi, “Itu sama saja memberikan dongsaengku ke lubang buaya arra??!!”

Minho pergi meninggalkan Yuri. Dia tidak percaya yang barusan dia dengar.

“MINHO YA!!! Dia itu cuma dongsaengmu!! Kau….”

Minho berbalik padanya.. “Kau apa??”

“A..ani… aku rasa kau lebih sayang padanya dari pada aku!” Yuri pun pergi dengan arah yang berbeda dari Minho..

“Tentu saja!” jawab Minho dalam hati.

Minho langsung menyusul dongsaengnya. Dia hanya tahu mereka akan pergi ke pusat kota. Dia mencari Minhye.. Dia sangat cemas! Sampai lupa padahal namja itu sebenarnya merasa lemas karena kondisi kesehatan yang belum pulih betul.

+++++

Di tempat Minhye dan Jong..

“Kenapa kau membelikan ini untukku?” tanya Minhye yang baru saja mengganti seragamnya dengan dress yang dibelikan Jong.

“Yeppo! Kau sangat pantas memakainya..”

“Gomawo..”

Tidak sadar di luar store itu Minho sedang berjalan mencari dongsaengnya tapi diantara mereka tidak ada yang menyadari hal itu.

“Kajja!!” kata Jong sambil merangkul Minhye..

Mereka masuk ketempat karaoke. Tempat karaoke itu milik temannya jong. Tanpa sepengetahuan Minhye ada niat jahat yang terlintas dipikiran jong. *mav y blingers atas imej jong yang aku buat disini. Keke^^

“Siapa lagi jong??” tanya chingunya Jong.

“Haha.. mangsa baru!”

“Ahh..keliatannya dia terlalu kecil untukmu.”

“Yaa! siapa tau anak SMA lebih bisa memuaskanku!”

“Aish~ kau memang yadong seperti biasa. Dasar kejam! Anak polos masih saja kau embat!

Jong hanya tersenyum licik dan masuk keruang karaoke tipe large itu menyusul Minhye yang sudah lebih dulu masuk.

+++++

Di tempat Minho..

Minho sibuk mencari Minhye disekililing pusat kota. Namja yang masih mengenakan seragam itu jadi pusat perhatian orang-orang.

“Minhye ya.. kau dimana? Kenapa kau tidak bisa dihubungi. Aku sangat cemas!! Aku punya firsat buruk tentang namja itu!”

Kesal dengan itu. Minho langsung menghubungi Yuri..

Telpon Minho tidak diangkat untuk kesekian kalinya. “Aish~ yeoja ini kenapa sih?”

#Bip — tersambung..

“Yoboseo..”

“YURI YA!! Lama sekali!”

“Ah kau masih begitu..” #bip— Yuri menutup telponnya.

Minho menghubungi kembali. Diangkat pada akhirnya..

“YAA… KENAPA DITUTUP?!”

“Ada apa memangnya?”

“Aku minta nomor namjachingunya Minhye..”

“Kenapa memangnya? kau tanya saja pada dongsaengmu sendri..”

“Yaa! Hape nya tidak bisa dihubungi. Aku cemas..”

“Aku tidak menyangka kau bisa menjadi seperti ini karena dongsaengmu ah??.kau memang oppa yang aneh.”

“Palli..palli..”

“Ne.. nanti kukirim.”

Bip— langsung Minho tutup telpon itu. Tidak lama kemudian terkirim kartu nama dari ponselnya.

+++++

Di dalam ruang karaoke..

Awalnya Minhye dan Jong hanya menyanyikan beberapa lagu.

“Ah aku cape.. kau nyanyi saja. aku mau diam.” sahut Minhye sambil duduk.

Jong malah ikut duduk disampingnya dan menuangkan bir di gelasnya. Dia menuangkan juga di gelas Minhye..lalu memberikannya pada Minhye.

“Yaa! Aku masih kecil.. kenapa kau memberikan aku bir?”

“Minumlah.. tidak akan kenapa-apa kok.”

“Sireo!!”

“Yaa~ permintaan namja yang kau sukai saja tidak kau turuti.. come on,,”

“Sireo!! Kau juga masih anak kecil.. aku tidak suka kau minum-minum!”

“Kau masih saja menyebutku anak kecil..” tiba-tiba jong mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Minhye. Minhye sempat merasa heran.. melihat tingkah laku namjachingunya yang sudah mulai ngelantur. Dia jadi merasa takut..

“Yaa! Kenapa kau menghindariku? Akan kubuktikan kalau aku bukan anak kecil chagi..”

“Aishhh~ sempit. Geser disana kan masih lega..” Minhye terus minggir menghindar dari Jong.

Namja itu lalu menahan kedua tangan Minhye disofa itu,, sekarang Jong merapatkan tubuhnya ke Minhye. Sampai-sampai hembusan nafas jong terasa di wajah Minhye.

“YAA! KAU MAU APA??”

“Aku mau kamu chagi ya~” Jong tersenyum licik sekarang.. “Sifat mu yang seperti itu sungguh membuatku tergoda..” katanya sambil mencoba mencium pipi Minhye.

“Yaa!!!” Minhye berusaha menghindar.

Jong lalu menyuruh Minhye minum bir dan memaksa memasukan minuman itu ke mulut Minhye. Pada akhirnya minuman itu tertelan juga.

Beberapa menit kemudian..

“Aishh~ aku jadi pusing..” kata Minhye sambil memegang kepalanya.

“Mulai bereaksi kah?”

Minhye langsung menatap namja itu.. “Ahhh…..” rintih Minhye yang mengeluhkan kepalanya yang pusing. Sekarang sudah klimaks.. “Sebenarnya minuman apa sih yang ku minum? Aku pusing sekali.. semua benda yang ada di ruangan ini berputar..”

Jong mengambil kesempatan dari situasi itu. Mendadak dia membaringkan tubuh yeoja itu disofa..

“YAA!! KAU MAU APA?” teriak Minhye.

Jong memeluk Minhye sekarang.. “Sudah aku bilang. Aku mau kamu!” bisiknya di telinga Minhye yang membuat Minhye jadi menggelinjang.

Jong berusaha mencium Minhye tapi tidak berhasil karena Minhye selalu meracau ga jelas.. sampai akhirnya dia terpaksa mendihi tubuh yeojanya itu.. menahan racauan gadis itu.

Dengan segala kekuatan Minhye pun meronta.. tapi karena kepalanya pusing dan kekuatan namja terlalu besar, dia jadi kurang berdaya untuk melepas diri dari namja itu.

Selagi jong memaksa ingin menciumnya…

**Yok.hae nochyeo.beorin nal yok.hae.. Muneojin nae shimjangeun nal beorijima.. (Shinee – Obssesion)**hp jong berdering.

Jong tidak mengangkatnya. Dia hanya melihat siapa yang menelponnya dan mengacuhkan panggilan itu. Saat terus merayu yeojachingunya tak sengaja handphonenya terjatuh dan tanpa sadar terpencet tombol yang menyambungkan dengan si penelpon itu…

+++++

Di dalam saluran telepon yang Minho dengar..

“KYAAAA!!!!!!!!!” jerit seseorang disana

“Yoboseo??” seru Minho pelan.

“YAA!! Lepaskan aku!!”

Minho akhirnya sadar bahwa jeritan itu milik Minhye disana.. itu jelas membuat Minho khawatir hebat.

“YAA!! Minhye ya kau kenapa?”

“Yoboseo…..Yoboseyo..” tapi tidak terdengar jawaban dari arah sana. Yang ada malah suara racauan dari dongsaengnya itu.

“Aku mohon lepaskan aku!!! Jangan begini!!!”

Tidak lama kemudian “AAAAAAA…” Minhye menjerit hebat.

Minho berlari dan menebak- nebak suara itu berasal dari mana. Dia masih bisa mengontrol emosinya saat itu walaupun hatinya sudah tidak tenang.

Ada apa dengan dongsaengku? kenapa dia menjerit?? Kenapa dia meracau terus?? Sebenarnya dia dimana?? Minho lalu pelan-pelan mendengar suara dari dalam telepon itu, menebak-nebak apa yang bisa dia tangkap tentang dimana dongsaengnya.

Suara musik.. tapi tidak ada suara orang bernyanyi. Kalau seperti ini, sepertinya ini ditempat karaoke pikir Minho.. :p

Dengan cemas ia berlari mencari tempat karaoke disekitar situ.

“HUEEEEEE…EEE…….” kini terdengar tangisan dari telpon itu.

Minho makin lemas mendengar dongsaengnya seperti itu. Dia tiba dibeberapa tempat karaoke dan mencari nama namja atau dongsaengnya sebagai pemesan.

2 tempat karaoke nihil. Sekarang, tempat karaoke yang terakhir.

“Apa ada yang pesan atas nama Jonghyun atau Minhye?”

“Ah~ Jonghyun ssi.. ada.”

“Dimana?”

“Em itu rahasia tuan.. dia pelanggan kami.”

“JAWAB SAJA DI ROOM BERAPA?!!” Tanya Minho sambil membentak.

Penjaga itu diam dan malah kaget dengan perkataan Minho yang meninggi.. karena lama,  Minho langsung mengambil bill ruang karaoke tempat Jong dan Minhye berada. Dengan segera dia pun berjalan mencari ruangan itu. Pengawal dan penjaga tempat karaoke itu kebingungan dan mau menghalangi Minho. Tapi, rupanya Minho sudah sampai di tempat yang dia cari.

+++++

_Minhye POV_

Ada apa ini?? Kenapa dia jadi penuh nafsu begini.. kenapa dia terus memaksaku.. mencoba menciumi leher ku dan terus berusaha membuka risleting dressku. Kenapa?? kenapa namjachinguku ini sangat brengsek??

Aku jadi teringat oppaku.. Aku menyesal backstreet seperti ini, kejadian yang terulang kembali. Sekarang oppa tidak tau apa-apa. Mungkin sekarang statusku lebih menjijikan ketimbang Yuri. Penyesalan terus bergema dipikiranku.. Aku sungguh sudah lemas. Bahkan tidak bisa berteriak lagi. Aku cuma bisa pasrah. Tidak kuat menahan kekuatan namja yang sedang dipenuhi nafsu ini.. aku hanya bisa mengeluarkan air mata dan menangis. Tapi, namjachinguku ini tidak peduli dan malah terus memuaskan nafsunya dengan meraba-raba punggungku sambil menciumi tengkuk leherku. Ini sama saja dengan pemerkosaan!! aku benar benar ingin mati saja!

#BRAAAAKKKK

Pintu ruangan itu terbuka..  Dengan lemas aku melihat kearah tersebut.

Aku tersenyum kemudian saat melihat ada yang masuk dengan sembarangan, “Oppa…”

Oppa tentu saja kaget melihat posisiku yang tidak berdaya dan terkulai lemas, dengan Jong yang berada di atasku itu.

Wajah oppa terlihat seperti mau meledak. Dia langsung menghampiri Jong dan menarik paksa dirinya..

#Bukk.. dia memukul wajah Jong.. “DASAR NAMJA BRENGSEK!!”

Dia terus memukuli namjachinguku yang brengsek itu. Aku terus menangis..  aku merasa bahagia oppa datang walau terlambat. Aku juga menangis karena menyesal.. suasana ditempat itu benar benar kacau.

Penjaga kemudian masuk dan melerai Minho oppa dan Jong yang sudah mulai tonjok-tonjokan.

“YAA! KAU SIAPA AH?? MENGGANGGU DAN MEMUKULKU..” teriak Jong tidak terima karena tiba-tiba dipukul oleh oppaku.

Oppaku sangat emosi,  aku lihat itu dari matanya. Belum pernah aku lihat oppa seperti itu. Dia tetap terus berusaha memukuli namja itu walau sudah dilerai seakan dia tidak puas memberinya pelajaran..

“DASAR BRENGSEK!! KAU YANG SIAPA?? BERANI-BERANI MENGHANCURKAN MASA DEPAN DONGSAENGKU??”

Jong terlihat kaget mendengar ucapan Minho oppa. Lalu menatap kearahku.

Aku tetap saja menangis, “Oppa,sudahlah…!” kataku sambil memeluk diriku sendiri karena takut dengan insiden yang ku alami. Juga takut melihat oppa yang mendadak terlihat seperti orang lain..

Minho oppa lalu menghampiriku dan membantuku bangun yang sedari tadi terkulai lemas karena efek minuman. Dia menuntunku berdiri dan membawaku berjalan pelan keluar dari tempat itu.

“Kau benar benar brengsek.. Namja jahat!” kataku tepat saat melewati namjachinguku.

Jong yang tidak tau diri itu malah mengejarku dan menahanku. Oppa hampir saja melempar tinju lagi. “Oppa…” kataku menahannya.

Aku melepaskan tangan Jong yang memegangku.. “Pergi!!! Aku tidak mau berurusan denganmu namja mesum!”

“Minhye ya??”

Aku pergi dari tempat itu melewati beberapa penjaga karaoke.. “Dia ini oppaku!” kataku kemudian pada Jong.

+++++

Aku masih lemas.. aku berjalan gontai dengan dituntun oppa.. bajuku seperti sudah tidak layak pakai. Risleting belakang dressku benar benar rusak karena paksaan tadi. Dan sudah pasti riasan wajahku hancur berantakan.

Aku lihat setelah keluar tempat ini oppa diam saja. Dia tidak bicara ataupun mengeluarkan sepatah kata. Oppa kemudian mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Almamater sekolah kami. Dia memakaikannya padaku. Aku jadi sedih atas perlakuan oppa yang tidak banyak bicara ini..

Tiba-tiba saja aku sesegukan mengingat kejadian tadi..

_moTHo POV_

Mendengar dongsaengnya yang mulai menangis dan sesegukan. Minho berjalan kemudian. Berjalan sendiri didepan Minhye beberapa langkah.

“Sudah jangan kau ingat-ingat lagi saengi~” katanya sambil berlalu.

Minhye yang mendengar oppanya itu langsung berlari dan memeluk oppanya dari belakang,  “Mianhe oppa… jongmal mianhe,,,” katanya sambil menangis.

Dia memeluk oppanya dengan sangat erat. sambil terus menangis dipunggung oppanya itu, “Kenapa badan oppa sangat panas?” pikir Minhye, “Mianhae oppa..padahal kau belum sembuh betul aku malah menyusahkanmu. Mianhe….” kata nya dalam hati sambil terus memeluk oppanya

Tanpa sepengetahuan Minhye, Minho pun menitikan airmata pertama untuk dongsaengnya itu. Dia juga ikut sedih atas kejadian yang menimpa dongsaengnya. Apa yang akan terjadi pada dongsaengnya kalau dia sedikit terlambat lagi.. dia juga turut menyesal tidak bisa menjaga Minhye dengan baik.

Minho lalu membalikan badannya. Dia menatap dongsaengnya sekarang. Matanya yang masih basah karena airmata itu membuat Minhye kaget.

“Minhye ya~ kau jangan melakukan hal itu lagi. Jebal.. Jangan berbohong lagi padaku.” Minho langsung memeluk dongsaengnya.

Di jalanan itu tidak peduli ada beberapa pasang mata yang melihat kearah mereka. Minhye terus menangis dan Minho masih memeluknya berusaha menenangkan dongsaengnya.*Hue pengen di peluk Minho.

“Sudahlah..” Minho melepaskan pelukannya.. kini mereka berhadapan. Minhye malu sekali untuk menatap oppanya. Dia menyesal telah membohongi oppanya sendiri. Dia terus menunduk sampai akhirnya,,

Chu~  (back song: F(x) CHU~) doit..do it..chu~ its true true true is u..

Minho mencium kening dongsaengnya tiba-tiba yang membuat Minhye jadi menatapnya.

“Sudah lah tidak apa-apa. Kau masih selamat saengi~”

Minhye langsung memeluk oppanya dan menangis hebat,”Oppa gomawo…. mianhe oppa aku benar benar tidak berguna.”

Lama kelamaan tubuh Minhye jadi lemas dan akhirnya hampir jatuh. Untung saja Minho bisa menopang tubuh yang hampir jatuh itu..

“Aku pusing oppa….”

Minho lalu berbalik dan membukukkan badannya..“Naiklah kepunggungku Minhye.. aku akan menggendongmu.”

“Oppa…..”

“Pallie.. tidak akan ada pengulangan..”

Minhye pun dengan canggung naik kepunggung oppanya. Sekarang Minho berjalan sambil menggendong dongsaengnya. Minhye merasa malu tapi menurut saja. Minhye menyenderkan kepalanya di punggung oppanya saat merasa nyaman dengan situasi pada akhirnya..

“Gomawo oppa!!” ujar Minhye sampai akhirnya ia tertidur di punggung oppanya.

Minho hanya menunjukan ekspresi sedih sesaat. Dia terus memikirkan dongsaengnya. Dan memikirkan situasi saat ini..

+++++

Sampai di rumah..

Minho yang baru saja tiba sambil menggendong tubuh dongsaengnya langsung membaringkannya ditempat tidur.

“AisH~ tulang punggungku seperti mau remuk saja..”

Minho mulai melepas sepatu yang dikenakan dongsaengnya. Dongsaengnya masih tertidur pulas tidak terusik sedikitpun. Wajah dongsaengnya sungguh berantakan. Matanya yang sembab membuat Minho jadi iba..

Kenapa namja chingumu tidak ada yang beres sih? kesal Minho begumam pelan pada diri sendiri.

Dia lalu membenarkan posisi tidur dongsaengnya dan kemudian menyelimutinya. Minho duduk pinggir tempat tidur sambil menatap dongsaengnya..*omomomo mau apa tuh Minho.

“Ah~ dia selalu membersihkan wajahnya kalau mau tidur!”

Dengan inisiatif Minho mencari pembersih wajah yang sering digunakan Minhye dan berniat membersihkan wajah Minhye dengan kapas..

“Kalau timbul jerawat bisa bahaya.. dia akan stress minta ampun dan teriak-teriak ga puguh..” Minho mulai membersihkan wajah Minhye.. “Benar benar kucel!”

Minhye merasa tidak nyaman dengan sentuhan yang dia rasa diwajahnya. Sambil masih tertidur dia pun berbalik arah. Karena dia berbalik rambutnya yang terurai kini tidak menutupi bahu dan sebagian punggungnya. Hal itu membuat Minho menatap baik-baik bahu dongsaengnya. Kemudian malah pemandangan yang tidak enak yang dilihatnya.

“Aiishhh~ kiss mark,,”

Yap, Kiss mark yang dibuat namja bernama Jong terlihat jelas disana. Warnanya sangat merah.. membuat Minho jadi kesal bukan main. Dia lalu mengelus-ngelus rambut dongsaengnya dan merasa kasihan padanya..

“Minhye ya~ aku sungguh merasa bersalah.”

Minho pergi dari kamar Minhye untuk mengambil sesuatu. Dia kembali kekamar beberapa saat kemudian dan mendapati posisi Minhye yang masih sama seperti sebelumnya. Sekarang dia duduk di pinggir ranjang dengan membawa antiseptik, perban, betadin, dan plesternya.

Dia terus memandangi kissmark yang mengganggu penglihatannya itu.. dia membalikan tidur Minhye agar telentang.

“Benar benar namja yang menjijikan. Harus dibersihkan dengan segera.” Entah apa tujuannya,, Minho lalu meneteskan cairan antiseptik ke kapas dan kemudian kapas itu diusapkan pelan-pelan ke kissmark yang ada di bawah leher dongsaengnya. Setelah dibersihkan dia menatap lagi kearah kissmark tersebut. Kali ini tatapan yang berbeda dengan sebelumnya. Bukan tatapan marah atau kesal..

Minho kemudian membungkukan badannya berusaha menggapai kissmark itu. Dan..

Chup~ dia mencium dengan lembut kiss mark bekas namja tadi. *JIAH kacrut si Minho.

Sadar akan perbuatannya.. cepat-cepat Minho mengambil perban , memberinya betadin lalu ditempelkannya itu untuk menutupi bekas kissmark tersebut.

“Selesai… dia tidak akan pernah melihat kissmark dari namja brengsek itu!”

Setelah selesai Minho berjalan keluar kamar dan mematikan lampu kamar Minhye…lalu menutup kamar itu.

Dia berdiri didepan kamar itu. Menyender ke dinding sambil memegang dadanya yang mulai berdegup kencang.. membayangkan apa yang baru saja dia lakukan.

“Aku dalam masalah besar!” kata Minho kemudian.

++TBC++

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

103 thoughts on “Brother Complex – Part 4”

  1. Huuueee jjong kenapa imagemu jdi yadong gini *timpukin author xD

    dooh minho perhatian banget ama donsaengnya, mau dong diperhatiin juga #Plakk

  2. kyaaaaa yeoboo kmu d dzalimi authoorr sabaaar nee *d hajar author
    minho sma Jjong ciuman gak langsung dong hahha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s