Firework

Author : Sagita

Main Cast : Park Min Tae, Park Riekha,

Support Cast : Nicole, Krystal, Siwon, Shinee member.

Length : Oneshoot

Genre : Songfic, Romance, Life #mungkin.

Rating : General

Summary :  There must be a reason why all the doors are closed.

So you could open one that leads you to the perfect road

 A.N : POVnya pake’ POVnya Park Riekha semua. Atau kalau mau, bisa direplace sama nama kalian sendiri. . . 😀

FIREWORK

Do you ever feel like a plastic bag? Drifting through the wind, Wanting to start again.

“Min Tae, sampai kapan kau mau mengurung diri seperti ini? Keluarlah.” Hh, ini sudah hari kedua Min Tae berdiam diri di kamarnya. Dan ini semua gara-gara cowok sialan itu, Kim Kibum, Key, the almighty, apalah itu. Yang  jelas dia sudah menyakiti sahabatku.

Flashback

‘Riekha, kau tahu. Dia memintaku menjadi yeojachingunya. Dia, Key the almighty. Oh my god, how lucky am i?’

‘Yah, yah, kau memang beruntung.  Tapi, menurutku justru dia yang beruntung. Secara, cowok babo seperti dia bisa jadi pacarmu, yang bahkan tidak pernah mendapatkan nilai di bawah 8.’

‘Ah, Riekha. Berhentilah mencelanya, aku yakin dia tidak babo. Mungkin dia hanya malas belajar. Lagipula, dari kelima namja itu kurasa dia yang paling baik.’

‘Kau yakin?’ Hh, menurutku di antara kelima cowok terpopuler di sekolah kami, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Choi Minho, Dia, dan Lee Taemin, justru si Key itulah yang paling tidak pantas untuk mendapatkanmu, Park Min Tae.

‘Tentu saja. Dan kau tahu, aku yakin Key akan tetap mencintaiku dengan penampilanku yang biasa seperti ini. Sekalipun puluhan yeoja lain mencelaku habis-habisan.’

Flashback end

Dia terlihat begitu sumringah saat itu. Entahlah, aku heran apa yang dimiliki Key, sampai sahabatku ini begitu senang saat menjadi yeojachingunya. Aku belum sepenuhnya rela kalau Key mendapatkan sahabatku. Ku yakin dia punya maksud tertentu. Tapi, melihat sinar kebahagiaan di mata Min Tae aku jadi tidak tega. Akhirnya, aku membiarkannya menjalin hubungan dengan Key.

Tapi, ternyata kekhawatiranku benar. Key hanya memanfaatkannya, menyuruhnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Dan kemarin, aku melihat Min Tae keluar dari ruang seongsanim sambil menangis. Seongsanim memperingatkannya karena nilainya banyak yang turun. Yang aku yakin gara-gara Key. Aku sudah menyuruhnya untuk meninggalkan cowok itu. Tapi, dia menolak. Sampai akhirnya, Keylah yang meninggalkannya. Dan dengan entengnya, dia mengatakan mereka sudah tidak cocok dan dia telah menemukan pengganti Min Tae. Shit! Rasanya aku ingin menonjoknya.

Okay, balik ke Min Tae. “Min Tae, keluarlah, sudah dua hari ini kau tidak makan. Apa kata Ummamu kalau dia tahu kau seperti ini?” Kali ini aku sengaja membawa nama ummanya, mungkin akan berhasil membuatnya keluar.

CKLEK, ternyata dugaanku benar.

“Riekha, aku benar-benar bodoh, hiks, harusnya aku sadar, hiks. Harusnya aku mendengarkanmu, sekarang aku merasa benar-benar tak berguna. Ummaku mati-matian bekerja agar aku bisa meraih impianku, hiks, dan aku, aku, hiks malah menghancurkan diriku sendiri. Nilai-nilaiku turun drastis hanya karena seorang namja yang bahkan tak peduli sedikitpun dengan keadaanku sekarang. Hiks.”

Begitu keluar dari kamarnya, dia langsung menangis dalam pelukanku. Rambutnya berantakan, matanya bengkak, Oh God, Min Tae sudah berapa lama kau menangis? Aku hanya bisa mengusap punggungnya, mencoba menenangkannya.

“Sudahlah, yang penting kau sudah sadar kan? Cowok itu memang tak pantas untukmu. Berhentilah menangis. Aku sendiri juga tidak akan bangga kalau bisa mengalahkan nilaimu dalam keadaanmu yang seperti ini.”

“Hiks, hiks, andai aku bisa mengulang semua dari awal.  Kenapa aku harus mencintai namja sepertinya. Hiks”

“Semuanya sudah terjadi, Min Tae-ah. Sekarang sebaiknya kau makan. Besok kau harus pergi ke sekolah untuk membangun kembali mimpimu. Jangan biarkan bayangan si Key jelek itu menghalangimu, Ara?”

“Aku akan berusaha, Gomawo Riekha-ah.”

 Do you ever feel, feel so paper thin? Like a house of cards. One blow from caving in

Hari ini, Min Tae pergi ke sekolah. Semua anak-anak langsung menyambutnya dengan puluhan pertanyaan, tentu saja, satu minggu terakhir ini nilainya anjlik. Padahal biasanya dia adalah saingan terberatku untuk menjadi yang terbaik di kelas. Dia pasti bingung untuk menjawabnya, mana mungkin dia membeberkan masalahnya dengan Key.

“Min Tae hanya kelelahan, jadi nilai-nilainya turun. Iya kan?” Akhirnya aku yang mengambil alih menjawab pertanyaan mereka. Ku lihat dia hanya mengangguk sambil tersenyum.

Begitu istirahat aku mengajaknya ke kantin, tapi dia tidak mau. Oh God, sampai kapan kau bertahan dengan ‘proses penyendirian’ mu ini Min Tae?

“Ayolah, Min Tae. Kalau kau begini, Key akan semakin besar kepala. Dia pasti akan sangat bangga telah berhasil membuat seorang park Min Tae menjadi pendiam seperti ini.”

“Ini bukan masalah Key, riekha. Aku hanya ingin belajar untuk membenahi nilaku. Aku tidak akan membiarkanmu menggantikan posisiku sebagai juara kelas.” Min Tae tersenyum, dipaksakan jelas. Hh, menurutumu kau bisa membohongiku?

“Kau kan bisa belajar di rumah. Lagipula, tidak semudah itu untukku bisa menggantikan posisimu. Sekarang saatnya belajar untuk membela dirimu. Kau tidak boleh terlihat lemah. Kau harus tunjukkan padanya kalau kau baik-baik saja tanpa si Key babo itu. Ayo.” Aku tidak peduli dia mau atau tidak. Yang jelas aku akan membantunya untuk tampak kuat dihadapan Key.

@ Canteen.

“Jagi, ayo suapi aku.” Astaga suara ini, aku menoleh ke belakang dan benar saja di sana ada Key dengan pacar barunya. Nicole, ‘the queen’. Aku mulai khawatir dengan Min Tae, dan benar saja wajahnya pucat, matanya kembali berkaca-kaca.

“Riekha, aku ingin ke kelas sekarang.” Dia bangkit, aku hendak mencegahnya, pergi seperti ini hanya membuatnya terlihat begitu lemah. Dan aku tidak mau Key dan Nicole merasa menang.

“Key, sepertinya mantan pacarmu cemburu.” Yang ini pasti Jessica, cewek genit yang mengejar-ngejar Jinki. Padahal jelas-jelas Jinki risih dengan keberadaannya. Ku lihat Nicole mengikuti pandangan Jessica kea rah Min tae. Dan sekarang dia menuju ke arah kami diikuti Key.

“Jagi, jadi ini mantan pacarmu?” Nicole memperhatikan Min Tae dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan menghina. Aku segera berdiri di depan Min Tae, tubuhnya mulai bergetar, aku menggenggam tanggannya erat.

“Mantan pacar? Aku bahkan tidak sudi menyebutnya sebagai mantan pacarku. Kau tidak berpikir kalau aku benar-benar mencintainya kan. Aku hanya memanfaatkan otaknya untuk meningkatkan nilaiku. Karena tentu saja dia bukan levelku. Yang pantas bersanding denganku tentu saja gadis sepertimu.” Key merangkul Nicole.

“Tentu saja Jagi, memangnya apa yang membuatnya pantas untuk jadi yeojachingumu? Hanya otak? Heh” Lagi, Nicole memandang meremehkan. Well, it’s more than enough. Aku tidak tahan.

“Kau pikir kau siapa hah? Kalian pikir kalian seperfect itu? Memangnya apa yang kalian punya? Asal kau tahu Otak Min Tae bahkan jauh lebih mahal harganya daripada seluruh tubuhmu! Kalian juga tidak setampan dan secantik yang kalian pikir. Asal kalian tahu, kalian bahkan lebih menyedihkan. Memanfaatkan kekayaan orang tuamu untuk berdandan dan bergaya habis-habisan agar terlihat keren dan dianggap populer.  Cih. Kau tahu ‘menyedihkan’.”

Nicole dan Jessica terlihat kaget mendegar ucapanku. Tapi, aku tak peduli. Mereka keterlaluan.

“Key, kurasa sebaiknya kau pergi.” Teriakan Jinki menghentikan Key yang  hendak membalas perkataanku. Aku sadar, seisi kantin sedang memandang ke arah kami dan Jinki takut Key memperburuk keadaan. Sesaat pandangan kami bertemu, Jinki tersenyum. ‘Omo, manis sekali.’ Oh God, Riekha sadar! Ini bukan saatnya babo!

“Kajja Hyung.” Taemin menarik tangan Key dan membawanya pergi dari hadapanku sambil tersenyum seolah minta maaf. “Kali ini kau kelewatan, Key.” Mereka berlima pergi meninggalkan kantin, tapi aku bisa mendengar  suara Choi Minho dan Kim Jonghyun, yang menggumam di belakang Key.

Dan yang tersisa dihadapanku sekarang adalah Nicole. Dia terlihat hendak melayangkan tangannya tapi Jessica segera datang dan menahannya. “Jaga omonganmu, Park Riekha. Berani sekali kau berkata seperti itu! Tapi, sepertinya kau membela orang yang salah. Kau pikir sahabatmu lebih baik dariku, hah? Asal kau tahu, otak nya mungkin lebih encer dari otakku. Tapi, dia terlalu bodoh untuk bisa menggunakannya. Dan untuk membuktikan omonganku, datanglah ke Prom minggu depan. Suruh sahabatmu yang ‘sangat memprihatinkan’ itu untuk tampil sebaik mungkin.”

“Aku akan meminta maaf di depan semua orang, kalau sahabatmu itu berani datang dan berhasil menggantikan posisiku sebagai ‘The Queen’. Kalau tidak, dia harus siap menjadi budakku sampai lulus nanti.” Dia  menyeringai. “Oh ya, tapi kalau dia takut kusarankan untuk tidak datang.”

Tanganku pasti sudah menjambak rambutnya sekarang kalau saja Min Tae tidak menahannya. Min Tae? Oh, aku gara-gara pasangan jelek itu aku hampir melupakannnya. Aku segera berbalik. Astaga, pundaknya bergetar hebat, pasti dia sangat terpukul. Aku segera menariknya dari kantin, beruntung kantin cukup sepi. Rombongan anak yang tadinya menggerombol sudah pergi satu-persatu begitu Nicole pergi.

“Hiks, aku tidak bisa, aku belum bisa, aku begitu lemah, hiks. Aku begitu lemah Riekha, Aku tidak bisa membela diriku sendiri. Bahkan melihatnya dengan Nicole saja aku tidak sanggup, hatiku rasanya sangat sakit. Hiks, aku bahkan seperti rumah dari tumpukan kartu, yang langsung roboh begitu tertiup angin. Aku lemah Riekha, hiks. Apalagi mendengar perkataannya, hatiku sakit, hiks. hiks”

Omo! Dia menangis sesenggukan lagi. Key dan Nicole benar-benar sialan. Aish, sekarang apa yang harus ku lakukan aku tidak pandai menenangkan orang.

“Kau tidak lemah Min Tae, kau hanya belum siap untuk melawan. Tapi aku janji, aku akan selalu ada di sampingmu dan membantumu untuk membalas perlakuan mereka. Aku yakin kau bisa, kau hanya belum siap. Min Tae, sahabatku, bukan orang yang lemah.” Yeah, that’s all I could do. Menyemangatinya, dan menemaninya.

Do you ever feel already buried deep, Six feet under scream, But no one seems to hear a thing

“Min Tae, kau harus semangat. Kau ingat janjimu kan? kau akan membangun lagi mimpimu demi Ummamu. Dan kau tidak akan membiarkan bayangan Key menghalangimu. Kau ingat kan?” Dia hanya menatapku kosong, lalu tersenyum, senyumnya hampa.

Sejak, kejadian tiga hari lalu Min Tae kembali melanjutkan ‘proses penyendiriannya’. Hanya saja kali ini dia tidak mengurung diri, dia masih melakukan aktivitas, sekolah, belajar, makan, meski seperti robot. Hanya bicara saat ditanya, bahkan kepadaku. Ayolah, mana Min Tae yang dulu?

“Min Tae, kita harus bicara.” Pulang sekolah, aku langsung menariknya ke dalam mobilku. Jika tidak, dia akan pulang naik bus  tanpa aku, meninggalkanku seperti biasa, dan mengacuhkanku setiap aku ke rumahnya. Untuk itulah, aku sengaja membawa mobil hari ini.

“Mana Min Tae yang dulu?” dia masih menatap lurus ke depan. Aku terpaksa menepikan mobilku. Tidak mungkin aku melanjutkan percakapan ini sambil terus menyetir.

“Kenapa kau terus seperti ini? Mana janjimu?”

“Kau tidak perlu khawatir, aku menepatinya. Aku rajin belajar sekarang, sama seperti dulu. Dan kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan mudah.” Hh, Datar.

“Tidak usah khawatir? Kau memang rajin belajar. Tapi, tidak sama seperti dulu, kau belajar tanpa semangat seolah kau menganggapnya sebagai kewajiban bukan kebutuhan seperti dulu. Dan kau juga menepati janjimu. Well, bayangan Key memang tidak menghalangimu untuk belajar tapi dia menghalangimu untuk menjadi dirimu. Menghalangimu untuk menjadi Min Tae yang selalu ceria.” Aku menghela nafas, mataku panas.

“Kau tahu? Kau sekarang seperti robot. Beraktivitas tanpa nyawa. Aku sedih melihatmu Min Tae, aku ikut tersiksa. Kau pikir hanya kau yang sedih? Hanya kau yang teriksa? Aku juga. Atau mungkin kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabat? Jadi kau menyimpan semua bebanmu sendiri?” Kasarkah kata-kataku? Hh, aku tidak peduli. Aku hanya ingin Min Tae yang dulu.

“Aku mendengarmu Min Tae, aku juga merasakan kesedihanmu. Kau pikir tidak ada yang peduli padamu? Kau salah. Aku peduli, taman-teman kita di kelas, mereka semua peduli. Kau kira tak ada yang mendengar jeritanmu? Aku mendengarnya. Tapi, sepertinya justru kaulah yang tak mendengarku. Kau sibuk mengubur kesedihanmu, tidak peduli apa yang ku lakukan untuk menghiburmu. Bahkan, kadang aku merasa kau tidak menganggapku. Aku tidak minta apa-apa darimu Min Tae. Aku hanya ingin kau menjadi Min Tae yang dulu. Min Tae yang selalu ceria.” Tess, airmataku akhirnya keluar. Kulihat Min Tae, dia sudah sesenggukan.

“Mianhae, maafkan aku Riekha.”

“Simpan kata maafmu, kalau kau masih belum menganggapku sebagai sahabatmu.” Aku kembali melajukan mobilku.

Do you know that there’s still a chance for you, Cause there’s a spark in you. You just gotta ignite the light. And let it shine.


‘Do you know that there’s still a chance for you, Cause there’s a spark in you. You just gotta ignite the light. And let it shine.’

Ku tekan tombol send, setelah mengetik beberapa bagian dari lagu Firework-katty Perry.

‘Temani aku shopping besok. Ku terima tantangan si nenek sihir itu. :D’

Mwo? Aku tidak salah baca kan? Ku kucek mataku dan ku baca ulang sms dari Min Tae. Aku tak salah baca. Yes! Min Taeku telah kembali. Segera kubalas pesannya.

‘Pleasure, :D’.

@ School

“Jadi, kau sudah sadar hah?” Min Tae hanya tersenyum. Tipis memang, tapi setidaknya sebagian dari dirinya telah kembali.

“Seseorang telah menyadarkanku. ‘There’s still a chance for me. There’s a spark of spirit inside me. I just gotta ignite the light and let it shine.’ Iya kan? Lagipula tidak ada untungnya menutup diri hanya gara-gara Key. Dia tidak cukup hebat untuk membuatku kehilangan mimpi-mimpiku dan masa remajaku yang indah.”

“Tentu saja, Akhirnya kau sadar. Baiklah, aku ambil mobilku dulu!”

Brukk, oh No, sepertinya aku terlalu senang sampai tidak memperhatikan orang yang berjalan di depanku.

“Mianhae, aku terburu-buru.”

“It’s okay, kuncimu?” Kuangkat kepalaku untuk melihat orang yang kutabrak. Ternyata Jinki dan Taemin. Jinki menyodorkan kunciku yang sepertinya ikut terjatuh tadi.

“Gomawo.” Dia balas tersenyum. Oh God, manisnya.

“Kau mau pergi dengan Min Tae kan?”  Yah Taemin tahu tentang ini.  Semenjak peristiwa di kantin itu, aku jadi dekat dengan Taemin. Dia selalu menanyakan kabar Min Tae. “Kau harus memastikan kalau Nicole tidak akan bisa menyombongkan diri lagi besok malam.” Aku mengacungkan kedua jempolku. Entah hanya perasaanku atau memang  benar dia suka Min Tae. Yang jelas aku yakin, dia turut berperan dalam mengembalikan semangat Min Tae.

“Aku pergi dulu, annyeong.”

Cause baby you’re a firework. Come on show them what you’re worth.
Make them go “Oh, oh, oh!”

Come on let your colors burst, You’re gonna leave them falling down-down-down.

Kulihat Min Tae begitu semangat memilih baju, entah sudah berapa lama kami berkeliling, mungkin sekitar dua jam. Dan Min Tae baru mendapat sepotong gaun. Tapi, dia bilang itu sudah cukup. Sekarang kami tinggal mencari sepatu.

Yeah, Min Tae telah kembali. Ceria, semangat, dan optimis. Sepanjang kegiatan shopping kami, dia terus tersenyum, sesekali dia melihat handphonenya dan senyumnya semakin lebar. Taeminkah? Mungkin. Tapi, sekalipun iya itu bukan masalah. Aku yakin Taemin jauh lebih baik dari Key.

“Aku tidak salah kan? Kau tidak lemah, kau hanya belum siap. Dan sepertinya sekarang kau sudah siap untuk menunjukkan pada mereka betapa berharganya dirimu. Kau ‘terlalu’ pantas untuk mendapatkan Key.  Mereka akan menyesal telah mempermalukanmu.”

“Yeah, kau benar. Gomawo Riekha, you’re the best.”

You don’t have to feel like a waste of space. You’re original, cannot be replaced.

If you only knew what the future holds. After a hurricane comes a rainbow.

Min Tae yang ceria telah kembali sepenuhnya, hari ini sepulang sekolah kami akan pergi ke salon. Lebih tepatnya dia, kalau aku tentu saja malas. Menurutku, dia tidak perlu ke Salon. Dia memang tidak secantik Nicole, tapi dia juga cukup cantik. Rambutnya hitam lurus. Hidungnya mancung. Dia juga tinggi dan berkulit putih. Satu-satunya hal yang membuatnya terlihat agak cupu adalah penampilannya yang sangat biasa, bahkan cukup buruk. Rambutnya di kuncir di belakang, dan dia juga selalu memakai kacamata serta rok di bawah lutut, hal yang sangat dihindari oleh hampir seluruh siswa di sekolah kami.  Tapi dia memaksa untuk tetap ke Salon, ya sudahlah.

Sebentar lagi, tidak akan ada Min Tae yang cupu. Dia melepas kacamatanya, menggantinya dengan soft-lens. Rambutnya diuarai, bahkan sedikit ujungnya di kriting. Dia juga memakai aksesoris seperti gelang dan kalung. Dan benar saja, dia sangat cantik sekarang. Padahal, dia hanya memakai T-shirt, jeans, dan sneakers.

“And here’s our princess, I mean our next ‘Queen’.” Sambutku begitu dia keluar.

“Kau berlebihan Riekha. Sudahlah kita harus segera pulang dan bersiap-siap.”

“Even a sad movie has sweet moment in the end.”

Min Tae tersenyum, “Aku tidak mau terlalu berharap, Nicole tidak akan semudah itu menyerahkan gelarnya kepadaku.”

“Tapi, aku percaya kau bisa menggantikannya.”

Maybe you’re reason why all the doors are closed.

So you could open one that leads you to the perfect road

Like a lightning bolt, your heart will blow

And when it’s time, you’ll know

 

Sekaranglah saatnya, saatnya Min Tae untuk benar-benar merasakan kebahagiaan. Dia berdiri di depan cermin, berputar ke kanan-kiri untuk memastikan penampilannya telah sempurna. Min Tae memakai dress putih selutut. Bahunya terbuka, hanya ada tali yang diikat menyerupai pita sebagai hiasan. Kain dressnya sangat lembut, jatuh dan menempel dengan pas di tubuhnya. Sederhana tapi terkesan mewah. High heels putih 10 cm dengan bagian ujung yang terbuka serta sedikit hiasan tali-tal-talian menambah kecantikannya.

“Kau sudah cantik Min Tae.” Ujarku dari balik pintu kamarnya.

“Kau juga tidak kalah cantik. Bahkan tanpa ke salon pun kau bisa tampil secantik ini.”

“Tapi, tetap saja kau lebih cantik dariku. Sudahlah, aku yakin Taemin akan terpesona melihatmu.” Pipi Min Tae memerah, hahha, sepertinya dia mengalami banyak kemajuan dengan Taemin.

Tiin,,Tiin,,

Itu pasti Taemin, segera kubuka pintu dan betapa terkejutnya aku. Di sana bukan hanya Taemin, tapi juga Jinki. Dan dia, sangat tampan. Kuulangi ‘sangat tampan’. Meski, bagi Min Tae Taemin pasti lebih tampan.

@School.

Kami sudah tiba di depan aula, tempat Prom berlangsung. Kulihat Min Tae agak nervous, tapi Taemin berhasil menenangkannya dengan menyuruh Min Tae untuk menggamit lengan Taemin. Mereka sangat serasi. Dan tanpa kusadari, Jinki melakukan hal yang serupa. Tangan hangatnya menggenggam tanganku dan membimbingku masuk. Oh god, 😀

Dan sesuai dugaanku. Si nenek sihir itu, dan Key sudah ada di dalam, mereka tampak kaget melihat Taemin dan Min Tae. Dan Jessica juga tak kalah kaget saat melihatku masuk berdampingan dengan Jinki, dia menutup mulutnya dengan tangannya, dia menangis sebelum  menghilang entah kemana. Di sudut lain, ada Minho juga Jonghyun dengan pasangannya. Mereka tersenyum mengetahui kehadiran kami. Sepertinya Key sudah kehilangan pendukung.

“Ku terima tantanganmu, aku tidak takut.” Aku menahan tawa saat Min Tae membisikkan kata itu ke Nicole. Key mencoba untuk tetap tertlihat cool, meskipun jelas dia shock. Sementara Nicole, dia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

“Kau tidak salah mengajak yeoja itu sebagai pasanganmu?” Key melirik Taemin.

“Kenapa Key? Menyeseal? Asal kau tahu, aku sangat bangga.” Taemin tersenyum sinis.

Acara dimulai, dan Jessica masih belum terlihat. Seperti biasa, acara pertama adalah dinner bersama pasangan masing-masing dan selanjutnya dansa. Bisa kurasakan Nicole terus menatap tajam ke arah Taemin dan Min Tae. Jinki juga menyadarinya, kami terkikik geli melihat ekspresi Nicole.

Dan sekarang saatnya pengumuman ‘the King and the Queen’. Krystal, pasangan Minho kalau aku tidak salah, naik ke atas panggung untuk membacakan pengumuman. Nicole dan Siwon sunbae naik ke atas panggung sebagai pemenang tahun lalu. Saat itu, Nicole memang yeojachingunya siwon sunbae. Dan Key, entah menghilang kemana dia. Sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi.

“Okay guys, The king and the queen of this year are . . .” Krystal menggantungkan kalimatnya.

“Aku yakin kau menang, kalian adalah pasangan terserasi malam ini.” Aku menggenggam tangannya.

“Taemin dan Min Tae. Applause!.” Bersamaan dengan sorot lampu yang mengarah ke keduanya, suara tepuk tangan memenuhi ruangan. Ku lihat Siwon sunbae ikut bertepuk tangan, sementara Nicole dia segera menuruni panggung dan mengikuti jejak Jessica dan Key. Hahha, aku dan Jinki tertawa melihat ekspresinya, wajahnya benar-benar merah, campuran antara rasa malu dan marah kurasa. Nenek Sihir seperti dia  bukan hanya jahat tapi juga pengecut, bahkan dia menjilat ludahnya sendiri.

“Ehm, Thank you so much for this appreciation. Especially for my beloved friend, who always cheer me up”. Min Tae berhenti sejenak menghela nafas, matanya berkaca-kaca. “ Oh my god, it’s just too wonderfull till I have nothing to say. Well, all I can say is ‘Do not ever let your self overstay and buried on sorrow, cause there’s always a reason when a door is closed. So that, you could open one which gonna lead you to the perfect road.’ Gomawo.” Aku tersenyum senang melihat Min Tae di sana, lebih senang lagi saat tangan Jinki menggenggam tanganku lebih erat. Terima kasih atas semuanya Tuhan.

Dan kebahagiaan itu berlanjut, Min Tae telah kembali. Meski kuakui sekarang lebih sulit bagiku untuk mengalahkannya dalam hal akademis, dia semakin rajin. Tapi aku senang, bukan hanya senang tapi aku sangat bersyukur. Akhir-akhir ini hubungannya dengan Taemin juga makin dekat, tinggal tunggu tangga jadinya. Sementara kau? Entahlah, aku bahkan belum yakin dengan persaanku. Lagipula, aku masih ingin menikmati waktu ku saat ini. 😀

Yeah, each of us has our own spark. And all you need is encourage your own self.

 Stand up each time there’s a stone that stambled you down. Cause we got the light. The light of spirit which could explode as beauty as firework.

So which one do you prefer?

Surviving for a little hurricane and get ready to welcome the rainbow or escaping to save your ownself for a little while and never meet the rainbow till the end?:D


You just gotta ignite the light
And let it shine
Just own the night
Like the Fourth of July

Cause baby you’re a firework
Come on show ’em what you’re worth
Make ’em go “Oh, oh, oh!”
As you shoot across the sky-y-y

Baby you’re a firework
Come on let your colors burst
Make ’em go “Oh, oh, oh!”
You’re gonna leave ’em all in awe-awe-awe”

Even brighter than the moon, moon, moon
It’s always been inside of you, you, you
And now it’s time to let it through.

END.

Yeyy,, another abalan FF,,, pas ndengerin lagu Firework gak tau kenapa rasanya pengen buat FF. Sebenernya udah lama aku suka lagu itu. Motivating banget. Cuman, baru sekarang kepikiran untuk buat FFnya. #Woy, gak ada yang nanya kali’!

Ya sudahlah, Need your comment, 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

40 thoughts on “Firework”

  1. kereeen kebetulan au juga suka banget ama lagu firework ini membangkitkan semangat gitu hehehehehehehe
    daebak ffnya!!

    1. Ayo dengerin, dipastikan anda tidak akan kecewa,, 🙂
      Hahha, sudah sepantasnya mereka malu,,
      Makasih ya buat likenya juga,, 🙂

    1. Kan true friendship, harus keren, 😀
      Sorry buat Key.nya,, (Lockets : KEY.NYA?? KEY KITA TUH), XD
      Makasih ya, 🙂

  2. hyaaaa bgus !!! ceritannya bgus …
    huwaa my key .. tokohnya disini jahat .. 😦
    ngak pp deh .. yg penting tetep eksis !
    huwahahahahah ..
    sarap ..
    ahahahhah

    go mintae, taemin .. ♥♥♥ love authornya deh … #pletakk!!

    1. Hahha, santai aja semua anggota Shinee pasti ngeksisi kok,, 😀
      Go, Go, Go!! lav ya tu,, #Abaikan,#,, Makasih ya,, 🙂

  3. Woaaaaaa
    Riekhanya baik banget
    Jinki haduh ga bisa comment
    Setiap author bilang ‘jinki’
    Kebayang banget dia lagi snyum mata sipit
    Kereeeen

    1. Sebenernye pengen pake’ nama Onew, tapi kayaknya lebih pas Jinki kalo buat FF ni,,
      Keren?? Huwaa,, Makasih,, 🙂

    1. Daebak?? Lagunya apa FFnya nih? Semoga saja dua-duanya,, 😀 #Pletakk,,
      Okey,, sip dah,, makasih ya,, 🙂

  4. Waaaa ceritanya bagus nih,persahabatan.senyum2 gaje ngebayangin pergi ke prom sm yeobokuu onew oppa XD jeongmal saraaaaaaanghaeyoo~#abaikan

    1. Makasih,, 🙂
      Mwo?? Yeobo?? Oppa kok gak pernah ngenalin ke aku ya? Padahal aku dongsaeng kesayangannya,, #Tendang aja nih orang!

  5. Aish..kenapa key menyebalkan bnget d sini.
    Tapi emang cocok sih ama tampangnya. Hehe

    Eh,nama min tae kok kyak nama ayank.ku? [taemin]
    Jadi curiga nih,hahaha

    1. Cocok ama tampangnya?? Hahha, emang kenapa tampangnya Key??

      Wah, hati-hati ditinggalan Taemin aja,, Mintae jodohnya kali’,, 😀
      Makasih ya, 🙂

  6. aingg kok nicole sama jessica jadi jahat T.T
    key juga kejam sekali, hik hik
    nice story, but i prefer jinki with me hahahhahha

    1. Hihhi, abisnya kalo female cast antagonis yang langsung dateng ke otakku tuh nama Nicole sama Jessica, Hara juga sih kadang,, sorry ya,, 🙂
      Key sebenernya baik kok,, kan kita semua tau itu,, dia hanya mencoba memenuhi tuntutan sutradara, 🙂 #abaikan..
      Kalo mau sama Jinki izin ama dongsaengnya dulu #langsung maju ngenalin diri, XD
      Makasih ya,, 🙂

  7. ee buset jadi kesel banget sama key di cerita ini :/
    nicole dkk jg deh sama ngeselinnya wkwkwk #ngikik
    kasian kan si mintae..
    eh mintae? taemin? mintae? namanya sama :3
    nice ff chingu.. 🙂
    yaudah sy pamit dulu ya.. udah terlanjur cemburu nih sama mintae kkk~

    1. Huwee, banyak protes sama karakternya Key,, bukannya Key emang sering gitu ya?? #dihajar Lockets,,
      Mintae sama Taemin ya? sebenernya MIntae itu nama koreaku,, padahal aku juga gak Taemints banget, cuma berhubung mirip, kubuat itu aja couplenya,, 🙂
      Mwo? Yah jangan cemburu dong,, Shinee milik kita bersama,,
      MAkasih ya. 🙂

    2. Huwee, banyak protes sama karakternya Key,, bukannya Key emang sering gitu ya?? #dihajar Lockets,,
      Mintae sama Taemin ya? sebenernya MIntae itu nama koreaku,, padahal aku juga gak Taemints banget, cuma berhubung mirip, kubuat itu aja couplenya,, 🙂
      Mwo? Yah jangan cemburu dong,, Shinee milik kita bersama,,
      MAkasih ya. 🙂

  8. I’m back
    hahahaha protes dulu
    Key nya jahat huhu
    Cause I’m a locket
    Ya uadah lah tak apa keren kok
    Pengen jadi Riekha di gandeng Onew Hahahaha

    1. Hahha, sudahlah saeng trima saja,, Sekali-kali biar karakternya Key gitu,,
      Yah, aku juga mau kali’,, udahlah Key aja sana, gak usah ikut-ikut, Onew punyaku, #Lockets and MVPs :: KYAA! EMANG SIAPA KALIAN??
      Makasih ya.. 🙂

  9. hahaha g kok ching saya cuma bercanda 😀
    oiya salam kenal ya dyu imnida udah hampir 18 tahun ._.
    kamu punya wp pribadi g?? ayo kita temenan 😀

    1. Mian baru bales,
      salam kenal eonn, Ita hampir 16 tahun,,
      WP?? Punya sih punya, tapi kosong,, hehhe,, 🙂
      Kalo gak salah, Eonni author di FFi kan??
      kapan-kapan deh aku main ke FFnya eonn disana,,
      Mari berteman,, 😀 #Huwaa, terharu diajak temenan sama author senior,

    1. Mian baru bales,
      Ini mah imbas dari Lagunya yang juga Oke, dan penyanyinya yang juga TOP,,
      Saya cuma numpang tenar,, wkwk,,
      MAkasih uda baca,, 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s