Almond Strawberry Latte – Part 2

ALMOND STRAWBERRY LATTE – part 2

Title                 :  Almond Strawberry Latte

Author             :  Tannew

Main Cast        :  Lee Jinki (GIRLY MAN), Park Han Mi (MANLY GIRL)

Support Cast    :  Choi Minho (KYUHYUN), Kim Seung Ma, Lee Hyun So *tambahan*

Length             :  Sequel, 2 of 3 parts

Genre              :  Romance

Rating              :  jadi PG-13 kayaknya *bersiul*

Summary         :

Hah? Apa maksudmu?!” tanyaku panik.

“Jinki, cukup jantankah kau untuk bertanding melawanku di gedung XXX? Tahukah kau kejadian tadi malam membuatku marah. Sekarang, yoeja itu sudah ditanganku. Dia tidak bisa menendangku seperti tadi malam. Aku jamin, kau tidak akan bisa melawanku. Kau hanya girly man. Hahahaha..!!” kata suara di seberang. “aku tunggu 15 menit lagi, kalau kau tidak datang, kau bisa tau nasib gadis ini.”

Tut..tut..tut..

“Shiiittt..!!!” langsung ku lempar hp itu keluar jendela mobil dan mulai bergerak ke arah gedung itu dengan kecepatan SANGAT tinggi.

 

Credit Songs    : Love Should Go On, Juliette

A.N                  :  Kalo kalian suka sama Jinki ato Minho, anggep aja cewek-cewek yang akhirnya bersama mereka itu kalian yoo.

                        Ato kalian anggep aja cewek-cewek itu aku!! Mwahahahahahahahahahahaaa #evillaugh #DANGER #authorsedeng

                        UDAH AH, BACA YOOO..!!

————————————————————————————————————————–

Author POV

“Ini dimana oppa?” kata Han Mi yang terlihat sudah tidak sabar untuk mengetahui hal-penting-yang-rahasia itu.

“Ini apartemen Minho.” Sahut Jinki sambil tersenyum terpaksa.

“Hah? Untuk apa kau mengajakku kesini?” Han Mi berkata sambil menggapai tangan Jinki.

“ngg..ng, aku ingin kau. Ash, sudahlah, ayo masuk!” Jinki menggenggam tangan Han Mi yang sudah berkeringat dingin. Wajahnya pucat.

Jinki segera mengeluarkan kunci cadangan dari sakunya dan membuka pintu itu dengan sangat pelan dan tanpa suara.

“nggghh..saranghae Minho.” Terdengar suara yoeja seperti sedang melakukan adegan yang..ah! tak patut di contoh. Baru saja mereka berada di daun pintu mereka sudah dikejutkan dengan pemandangan yang sungguh mengherankan. Terlihat seorang yoeja menggunakan mini skirt ungu sedang melakukan ‘aksi bibir’ dengan Minho. Yoeja yang tidak asing bagi Jinki.

“Na do Saranghae! Hhh..” ucap Minho pelan. Han Mi hendak berlari jauh namun Jinki segera memeluknya.

“Untuk apa kau memberitahuku hal ini?!!!” teriak Han Mi.

“Ssstt..! aku tahu apa yang kau rasakan.” Katanya mengelus kepala Han Mi.

“Aku rela meninggalkan Jinki pabo itu demi kau Minho. Asalkan kau juga meninggalkan si yoeja gila itu!”

“Pasti. Dari awal aku hanya mempermainkannya Jagy. Mana mau aku bersama dia?” kata Minho menghentikan aktivitasnya.

Han Mi terdiam. Lututnya bergetar hebat. Dapat dirasakan matanya memerah dan mengeluarkan bulir-bulir. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Han Mi menghapus air matanya.

“Oppa, dd..dia yoejachingumu?”

Jinki POV

Aku tak dapat menahan air mataku jatuh melihat yoejachinguku disana, berciuman dengan sahabatku! Aku kira dia akan membawa wanita lain. Bukan yoejachinguku! Jadi selama ini yang merubah sifat yoejachinguku adalah dia! Shiiiitt..!!!

“Oppa, dd..dia yoejachingumu?”

Kutatap Han Mi dalam-dalam. Kulihat masih ada bulir-bulir di matanya.

“Ya. Dialah Hyun So, yoejachinguku. Dd..dia menghianatiku dan karena itu kutahu semua yang kau rasakan.” Jawabku pelan. Kutahan air mataku ini. Yoejachinguku, pengkhianat!

Dia diam, masih dalam pelukanku. Dia terus menangis. Hatiku sakit, melihat bulir-bulir air mata itu jatuh.  Namun, sakit hatiku tidak dapat dipendam. Cukup, aku muak melihat mereka begitu! Aku muak merasakan sakit, aku muak bersahabat dengan penghianat! Aku akan mencoba mencarinya lagi, ya cinta yang baru.

Han Mi POV

Kutatap namja yang memelukku ini. Hangat. Aku suka sekali saat aku berada di dekatnya. Aku suka saat-saat dia serius. Dan sekarang, aku dan dia merasakan penderitaan yang sama.

Kusadari, aku tidak kuat melihatnya sedih.

“Oppa, doakan aku!” isakku dalam hati.

Segera kulepas pelukan Jinki-Oppa yang membuatku nyaman itu, lalu segera menghapus air mataku. Aku tidak ingin terperosok ke dalam jurang percintaan. Aku harus bangkit. Ini demi Jinki-Oppa!! Hhmm, benar, aku tak bisa membohongi perasaanku. Memang, orang yang kusukai adalah Jinki-Oppa!!

“HIAAAAAATTTTTTTT…..” teriakku mengagetkan sejoli yang mabuk kasmaran itu.

Segera aku layangkan tendangan mautku ke Minho-Oppa. Ap chagi, Dollyo Chagi, Doobal Dangsang Chagi dan yang terakhir tendangan andalanku Dwi Chagi.

BAAAKK, BUUUKK, PAAAAKK, PAAAAAAAAAAAAAAAKKKK..!!! *duuut* (?) *mian, author kentut hehe ^^* #gebukinauthor #hiburan

“Tunggu, tunggu! Apa salahku?” teriak Minho-Oppa.

“Satu, kau menyakiti perasaanku. Dua, kau melanggar janjimu. Tiga, kau mencuri kekasih sahabatmu. Empat, kau main dibelakangku!” teriakku, masih dalam posisi sparring boom. Minho-Oppa diam 999 bahasa. Dia diam di lantai dan aku melihat darah di bibirnya. Itu akibat ulahku, dan aku puas!

“Hey Hyun So, pernahkah kau merasa sakit?” tanyaku sambil memojokkannya ke tembok.

“T..ttidak!” katanya, terus mundur, mundur terus.

“Kau membuat Jinki-Oppa merasakan sakit yang luar biasa. Kukira ada balasan yang pantas untukmu!”  teriakku “Hiaaaaaaaatt..!!!!”

BINGO, Paaaaaaaaaaaaakk..!!

Tamparanku tepat mengenai pipinya. Tamparan terkeras, terjahat, terkejam dalam hidupku!

“Sakit yang kau rasakan belum seberapa, dibanding sakit yang Jinki-Oppa rasakan.” Kataku tenang sambil melangkah keluar dan menggaet tangan Jinki-Oppa.

“Ayo Oppa, kita tinggalkan dua BASTARD ini!” Jinki-Oppa masih ternganga. Tak percaya apa yang telah aku perbuat pada yoejachingu dan sahabatnya.

Jinki POV

Aku shock. Dia menampar dan menendang dua orang yang membuatku hampir depresi. Dialah yoeja yang pertama kali membuatku merasa nyaman disampingnya. Dialah yoeja paling pemberani di muka bumi, mandiri dan manis. Tidak seperti Hyun So yang sudah mengkhianatiku! Yoeja ini masih memegang tanganku yang berkeringat dingin.

“Oppa..” katanya lembut. “Maafkan aku yang membuat kau sedih. Aku akui tindakanku salah menendang dan menampar dua orang yang menjadi orang terdekatmu. Tapi memang itu yang pantas mereka terima. Mereka telah membuatmu sakit Oppa, dan..” belum selesai dia meneruskan kalimatnya, aku langsung mendekapnya kuat.

“Gwenchana.  Sungguh, perilakumu membuatku bahagia. Gamsa Hamnida.” Bisikku di telinganya. “aku ingin besok kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi.”

Kulepaskan dekapanku, kulihat dia tersenyum. Maniiiiiiisss sekali, ekspresinya kini bertolak belakang dengan ekspresinya saat kulihat dia menghabiskan dua bastard itu sekaligus.

“Lusa aku hendak tour ke Paris bersama dongsaengku, Lee Taemin. Jadi aku ingin menghabiskan esok bersama mu.”

“Em Oppa, berapa lama kau pergi?”

“1 minggu, jaga dirimu baik-baik.” Dia mengangguk dan segera kami menuju mobil. Aku mengantarnya pulang dan segera pulang ke rumah ku untuk mempersiapkan esok.

————————————————————————————————————————–

Flash Back End..

Seung Ma POV

“Weee, appa dan amma pernah disakiti toh?” kataku.

Amma dan Appa diam.

Isssshh, tidak ada yang mau menjawab pertanyaan bodohku. Aaaahh, bodo amat. Aku baru merasa, kisah ini bahkan lebih seru dibanding dengan kisah-kisah puteri di negeri dongeng yang Amma ceritakan sebelum tidur.

“Gitu laah, masa gitu doong..” kata Amma. Sebagai ibu-ibu, Ammaku cukup gaul.

“Jagy, jagy, aku ganteng gak?” kata Appa mengalihkan pembicaraan.

“GAK!!!” Amma membalas dengan muka cemberut.

“Hhh.. jagy, kalo lagi marah cantik deh.” Kata Appa menggoda.

“Aku kasih dwi chagi baru tahu!!!!” ancam Amma. Appa bergidik. Aku tertawa lepas. Seru juga melihat amma dan appa bertengkar. Hehhe b^3^d

“SUDAAAAAAHHH.. LANJUTKAN CERITANYAAAA..!!!” teriakku, sekali lagi, membuat tuli telinga.

————————————————————————————————————————–

>>Flash back

Han Mi POV

Aku berjanjian dengan Jinki-Oppa jam 10 pagi. Aku bersiap-siap dan menunggunya di pintu rumahku. Ia berjanji tidak akan terlambat. Karena ini hari terakhirnya bersamaku sebelum tour ke Paris.

Kenapa aku bisa menyukainya begitu cepat? Kenapa?

Baru saja kami bertemu dan langsung bertengkar,

Ya Tuhan, dia, memang bisa membuat siapa saja jatuh hati.

Susah sepertinya menyembuhkan luka lama.

Aku tak mau.

Aku tak mau ditipu!

Tapi, aku dapat melihat ketulusan di wajahnya.

Ya Tuhaaaann..!!!!

TIIIIIINNNN, suara klakson yang tidak asing membuyarkan lamunanku.

“Nah itu Jinki-Oppa!” kataku begitu melihat sebuah mobil putih elegan Jinki-Oppa berhenti di depan rumahku. Dengan gegabah aku masuk ke dalam mobil itu. Klik, pintu mobil itu pun terkunci. Lalu,

“Hai jagy, lama menunggu?”

Jinki POV

“Aku sudah siaapp.!! Tunggu ya My Jagy. Aku akan menjemputmu sekarang! 1 jam lebih cepat dari janjiku.” Kataku semangat sambil melempar kunci mobil.

Drrrtt..drrtt..drrtt

Tiba-tiba hpku bergetar. Aku lihat ada sebuah pesan.

From : <no name>

Kalau kau memang jantan, pergilah ke gedung XXX!

Huh? Apa maksud orang ini. Haaah, aku tidak peduli, sekarang aku harus segera menjemput Han Mi or My Jagy XD sebelum terlambat. Aku berlari menuju mobil dan segera masuk. Saat hendak menyalakan mesin mobil, hpku kembali bergetar. Namun ini bukan pesan, melainkan telpon.

“Shit, orang ini siapa sih?” tanyaku. Segera aku angkat telpon itu.

“Hello, hello ini siapa ya?” tanyaku dengan bersenandung namun tidak menghilangkan kesan marah.

“mmm.!!! Mmm!!!” jawab yang diseberang.

“Hah? Apa maksudmu?!” tanyaku panik.

“Jinki, cukup jantankah kau untuk bertanding melawanku di gedung XXX? Tahukah kau kejadian tadi malam membuatku marah. Sekarang, yoeja itu sudah ditanganku. Dia tidak bisa menendangku seperti tadi malam. Aku jamin, kau tidak akan bisa melawanku. Kau hanya girly man. Hahahaha..!!” kata suara di seberang. “aku tunggu 15 menit lagi, kalau kau tidak datang, kau bisa tau nasib gadis ini.”

Tut..tut..tut..

“Shiiittt..!!!” langsung ku lempar hp itu keluar jendela mobil dan mulai bergerak ke arah gedung itu dengan kecepatan SANGAT tinggi.

****************

Author POV

Di Gedung XXX, kuyakin kalian sudah dapat menebak apa yang dilakukan dan siapa namja yang menelpon Jinki? Kalau begitu tak usah kujelaskan, intinya, namja itu menculik Han Mi.

Plip.

“Kau lihat jagy, aku sudah menelpon pacarmu tadi. Dan terdengar ia seperti orang bodoh. Lebih baik menyerahlah, dan jangan berontak terus jagy.” Ucap namja itu menggoda.

“mmm..mmm!!!”  kata Han Mi.

TIIIINNN, TIIIIIIINNNN, TIIIIIINN!!!

Mobil itu berhenti. Jinki keluar dari mobilnya sambil membawa sebuah balok panjang.

“Lepaskan dia, atau kujamin 1 detik lagi kau tak akan bisa bernafas!” Ancam Jinki keras.

Han Mi POV

Dalam situasi seperti ini, dapatkah kau menebak apa yang aku rasakan? Takut? Tidak sama sekali. Aku terus memutar otak sambil pura-pura berontak. Sesungguhnya, aku menantikan kehadiran Jinki-Oppa.

Namja sialan itu terus menggodaku. Ash, SHIT!

Tak berapa lama Jinki-Oppa datang.

Ooo dia mengancam namja sialan itu. Keren, keren, keren, DAEBAK! ^^d

“Jinki, Jinki. Kau memang pabo. Makanya yoejachingumu meninggalkanmu dan memilih bersamaku. Kau hanya pintar dalam sekolah, tak pintar menghadapi kehidupan. Mencintai yoeja pabo seperti dia. Hah! Kalian berdua memang tidak berguna!” namja sialan itu mulai mengoceh.

“AKU TAK PEDULI, MINHO! Lepaskan dia!”

“Hhh.. apakah aku harus mengingatkanmu tentang kesepakatan kita?”

Kesepakatan? Kesepakatan apa?

“A..apa maksudmu?” tanya Jinki bergetar sambil menatapku.

“Apa kau tak ingat, kau mau merahasiakan perselingkuhanku asalkan aku memberimu satu botol bir lagi? Baru setengah botol bir saja kau sudah mabuk. Pabo!” kata Namja Sialan itu.

“Wajar! Aku tidak pernah menyentuh minuman keras sebelumnya!!” kata Jinki.

Aku diam. Demi 1 botol bir Jinki-Oppa mau merahasiakan perselingkuhan itu? Memilih bekerja sama dengan namja sialan itu! Aaaahhh, aku sakit hati lagi. Lebih baik aku sakit liver dah!!!!!

Setelah cekcok mulut itu mereka bertengkar hebat dan aku di sini masih mencoba melepaskan diri.

Ya aku ingat, aku selalu menyimpan silet dan merica di saku belakang celanaku. Do you know, aku selalu menyimpannya sejak ada seorang laki-laki menggodaku. Aku mengancamnya dengan silet dan merica. Lalu dia meremehkan. Aku tiupkan merica dan dia lari terbirit-birit sambil batuk-batuk untuk menghindari “SERANGAN MERICA” ku. Sejak kejadian itu, dia tidak pernah kembali. Banyak yang bilang kalau dia memesan apartemen di Mars. #apa-apaanini? #PLAK

Aku berusaha sekuat tenaga meraih silet itu. Pertengkaran mereka makin sengit. Walaupun Jinki-Oppa menggunakan balok kayu panjang, tapi tetap saja dia kalah. Malu-maluin ash! Dalam waktu 5 menit aku sudah bisa melepaskan tali yang membuat pergelangan tanganku sakit. Segera aku menyergap namja sialan itu dari belakang, menjepit hidungnya dan dia megap-megap gak karuan.

“Ahha, Ahhh,lepaskan! Pabo!” aku menurutinya dan menendangnya dari belakang dengan keras. Dia berbalik dan segera aku tiupkan merica. Huuu!! Yes! Kena!

“Haaaattchiii..!! Uhuk, uhuk!” dia  menghindari wajahnya dari “SERANGAN MERICA”ku.

“Rasakan itu, bastaarrdd..!!!! Hiaaaaaatt..!!” aku tendang dia menggunakan Dwi Chagi. Dia tersungkur dan sepertinya dia pingsan.

Aku membersihkan tanganku yang tidak kotor dan menatap Jinki-Oppa yang tersungkur di sudut yang lain. Dia masih ternganga, seperti waktu itu. ANEH! Aku lihat keluar darah dari hidung dan sudut mulutnya. Di tangannya juga banyak luka lebam. Dan banyak darah di sekitar kaki kanannya.

Ya Tuhan, dia kenapa?

Jinki POV

Tuhaaaannn, gadis ini benar-benar daebak! Sungguh, 100 jempol tak akan cukup untuk menandakan kehebatannya dalam bertarung dan kecepatannya berpikir. Sasarannya tepat! Bahkan dia mengalahkan namja sialan yang membuatku babak belur dengan tiupan merica ajaib *Author mulai kehabisan akal*.

Dia menatapku, terlihat wajahnya semerah cabe. Aku yakin dia bukan malu, tapi marah. Hhhh… ini memang salahku. Awww, sekujur tubuhku sakit. Terutama kaki kananku.

“Oppa, aku ingin kau menjelaskan semua. Jebal!” rengeknya keras. Dia berlutut, mengeluarkan tissue dan betadine stick dari kantongnya *kantong serba ada, ckckck*. Dia membersihkan darah yang keluar dari hidung dan mulutku dengan saanggaaaaatt lembut.

“Ash,” kataku menahan sakit.

“Mian~.” Katanya. “Jelaskan Oppa!” katanya membentak. Yoeja ini hebat. Dia marah, namun usapannya tetap selembut usapan mendiang umma.

“Baik. Aa..aku memang mengadakan kesepakatan untuk tetap merahasiakan perselingkuhannya dengan wanita lain. Namun itu dia lakukan saat aku sedang mabuk berat. Aku tidak sanggup untuk mengangguk atau menggeleng. Namun aku mengerti semua yang dia ucapkan. Sikapku yang diam membuat ia menyimpulkan bahwa aku setuju.” ucapku. “Demi Tuhan, aku tidak ingin kau sakit hati nantinya. Karena itu aku bongkar semua yang dia lakukan. Dan aku shock berat begitu mengetahui dia melakukan perselingkuhan itu bersama Hyun So, yoejachinguku. Aku kira dia mengajak yoeja lain. Aku memang namja sialan. Pukulah aku Han Mi-ah, agar kau lega.” Kataku menunduk. Darah dari hidungku menetes lagi.

“Hhh.. hh.. Oppa!” dia memelukku. “Jangan ulangi, jebal!” katanya terisak. Aku ingin membalas pelukannya, namun aku kehilangan kekuatan dan pandanganku gelap seketika.

“Oppa..!!!!” aku mendengar suaranya, namun samar.

————————————————————————————————————————–

TBC..

Jangan marah yaaa! Part 2 nya emang pendek. Aku kehabisan stok inspirasi. Sama lanjutnya agak lama masalahnya sibuk huaahahahahhaa #evillaugh. Tetep baca next part dan tetap di comment di comment! ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “Almond Strawberry Latte – Part 2”

  1. #tangkap hp.a jinki*kn tdi jinki lempar hp.a keluar mobil,xDD*
    huft!minho jahat!!!>.<,,
    aigo aigo,,si jinki napa tu??pingsan yah??#panik
    kkya~pengen baca next part.a..^o^

  2. annyeong! baru baca part 1 kemaren, sekalian biar nyambung pas baca park 2nya
    em, ngomong-ngomong kenapa part 2nya dipost 2 kali? apa authornya salah kirim kah? (sama kayak pas because of dream itu?)

    ok, yang penting aku komen ceritanya deh! xD
    lucu banget! suka deh cara ceritanya, diceritain ke anaknya aww~ ><!
    tapi kasiannya onyu, ternyata ga tau selingkuhannya minho cewenya sendiri
    eeergh, penasaran lanjutannya! ayo lanjut author! hwaiting ^^

  3. Aduh . . Oppa kenapa pingsan. Sini aku bawa ke rumah deh aku Obatin.
    kkkkk…(Ngarep.com)
    Wah Oppa aya yah masa hp di lempar ke luar mobil???
    knp ga di kasih ke aku aja Oppa. ( -.- )7
    kkkk
    ….. Kerennn Onew Oppa ttp keren walau Girly man…
    Author..aku ksh b ( -.- ) d 2 jempol untuk HanMi. bkn untuk Author.
    *di lempar Onew ma author….# Mauuu (^.^)
    Mian Author.. bgs lanjutkan author.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s