Addicton or Love ? ? ?

Tittle : Addiction or Love

Genre : Romance

Main Cast : Choi Minho and Park Hyori (YOU )

Length : Oneshot

Author : Oki a.k.a Woo~minki (Just Call Me OKI )

Bolehkah aku perkenalan dulu?? Hallo.. Nama aku Oki.  Aku termasuk admin di sini,tapi masih dalam masa hiatus karena sedang mempersiapkan diri untuk kuliah. Hmm… Aku buat ff yang ga jelas begini.. Kalo jelek maaf yya. Terus kalo ide ceritanya agak pasaran harap dimaklumin yya,soalnya lagi buntu ide. Oh.. iya.. kalo ada salah-salah kata atau penulisan harap maklum yya. soalnya aku gak edit lagi,langsung aku copas. Oh.. Yaa. ff ini pernah aku publish di blog aku tapi dengan cast berbeda. Selamat menikmati.. Mampir yuuk ke Page aku di OKI.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =  =

Aku tidak mengerti dengan perasaanku terhadapnya. Banyak orang yang bilang kalau aku mencintainya,tapi menurutku itu bukanlah cinta. Ya,itu bukan karena aku mencintainya,tapi aku kecanduan karenanya. Aku kecanduan menghirup aroma tubuhnya. Dia bagaikan candu untukku,sehari saja aku tidak menghirup aroma tubuhnya aku akan jatuh lemas seperti orang yang sedang sakaw.

Choi Minho,dialah canduku. Aroma tubuhnya yang menguar membuat hidungku nyaman untuk terus menghirupnya bahkan aroma tubuhnya mampu mengalahkan aroma makanan bintang lima. Aroma tubuhnya itu sangatlah khas sehingga dengan mudah aku dapat mengetahuinya walaupun dia di kelilingi oleh banyak orang yang jelas-jelas juga memiliki aroma tubuh. Ah ya.. Walaupun ada orang lain yang menggunakan parfum sama seperti miliknya,tapi tidak ada yang bisa menyamakan aroma tubuhnya. Hebat bukan?

“Hyori-ya,sampai kapan kau mau mengendus-endus diriku seperti anak anjing? Aku harus kembali bekerja” katanya putus asa.

Saat ini aku sedang berada di kantornya tepatnya di ruang kerjanya. Aku sedang melakukan rutinitasku seperti biasa yaitu menghirup aroma tubuhnya hingga aku puas sebelum aku berangkat kuliah.

“Sebentar lagi.. Aku belum puas” kataku yang masih setia menghirup aroma tubuhnya.

“Tapi,aku harus kembali bekerja. Hyori-ya”

“Arraso.. Aku sudah selesai,kau bisa kembali bekerja tuan Choi” kataku lalu mengecup pipinya.

“Aku kuliah dulu… Bye… Bye..” kataku lagi. Akupun keluar dari ruangannya lalu berangkat kuliah.

Ah… Kalian pasti bertanya-tanya tentang hubunganku dengannya ya? Aku sebenarnya juga tidak tahu hubunganku dengannya itu apa,tapi menurut hukum kami adalah pasangan suami-istri. Apakah aku sudah menikah dengannya? Tentu saja sudah.. Aku telah menikah dengannya selama 3 bulan. Cukup lamakah? Kami menikah bukan karena cinta,kami dijodohkan oleh kedua orang tua kami.

Tentang kebiasaan anehku ini? Sejak kecil aku sudah memiliki kebiasaan ini,menghirup aroma tubuh orang lain. Dulu sebelum aku bertemu dengannya,aku selalu menghirup aroma tubuh appaku Park Jongsoo. Ah ya.. Sepertinya tentang aku bisa membedakan aroma tubuhnya dengan aroma tubuh orang lain itu harus di hapus.

Mungkin karena aroma tubuh mereka yang sama,aku jadi sulit melepaskan Minho. Appa telah meninggal karena serangan jantung. Saat mengetahui appa meninggal,aku bagaikan mayat hidup. Aku kehilangan sumber tenagaku. Aku kehilangan appaku yang tidak pernah mengeluh saat aku ingin menghirup aroma tubuhnya. Tapi semua itu berubah setelah aku bertemu dengan sumber tenagaku yang baru. Hingga saat itu tiba,hari dimana aku bertemu dengan Minho.

FLASHBACK

Umma memaksaku untuk ikut dengannya ke restoran milik temannya. Umma bilang dia ingin mengenalkan aku pada seseorang. Mungkin umma tidak tahan saat melihatku yang benar-benar bagaikan mayat hidup. Setelah kepergian appa,orang yang paling terpuruk adalah aku. Umma memang terpuruk tapi tidak seterpuruk aku. Umma cepat bangkit sedangkan aku? Hanya bisa melakukan aktivitas tanpa semangat karena appa telah pergi,sumber tenagaku telah tiada.

“Hyori-ya,ayolah tersenyum. Jangan tunjukkan wajah yang masam seperti itu.” kata umma menyenggol lenganku pelan.

Saat ini,aku dan umma telah tiba di restoran milik teman umma yang bernama Choi Minhee. Minhee ahjumma memiliki seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Lalu siapa yang ingin dikenalkan padaku? Tentu saja anaknya yang laki-laki,masa yang perempuan? Memangnya aku seseorang yang menganut paham sejenis apa?

Aku sudah bosan. Sungguh bosan. Sejak satu jam yang lalu,anaknya Minhee ahjumma belum juga datang. Rasanya aku ingin menamparnya saja jika anak dari Minhee ahjumma telah datang.

“Aiisssh… Kemana anak itu? Kenapa jam segini dia belum datang?”

“Sudahlah Minhee-ssi.. Mungkin Minho sedang sibuk dikantornya” kata umma berusaha menenangkan Minhee ahjumma.

“Biasanya dia itu orang yang tepat waktu Jihyo-ssi. Padahal sudah berkali-kali aku mengingatkannya,tapi dia tetap saja telat” kata Minhee ahjumma menggerutu.

“Maafkan anakku ya Hyori-ya.. Kau pasti bosan?”

“Nan gwenchana..” kataku.

Sebenarnya aku sudah bosan menunggu,tapi melihat raut wajah Minhee ahjumma dan umma,aku jadi tidak tega.

Umma dan Minhee ahjumma kembali berbincang-bincang sedangkan aku hanya diam memandang pemandangan di luar café hingga seorang laki-laki yang menurutku sangat sempurna masuk ke dalam café dan mampu mengalihkan pandanganku.

“Mianhe aku terlambat. Tadi aku ada rapat mendadak di kantor” kata laki-laki itu lalu duduk dihadapanku.

Kesan pertamaku terhadapnya,dia adalah namja yang sempurna itu semua dapat dilihat dari wajahnya yang tampan,bentuk tubuhnya yang atletis dan yang lebih penting dia memiliki aroma tubuh yang hampir mirip dengan appa. Appa… Apakah kau mengirimkan sumber tenaga pengganti untukku?

“Nah.. Hyori-ya.. Kenalkan.. Dia anakku namanya Choi Minho dan Minho-ah kenalkan dia adalah anak dari Jihyo ahjumma namanya Park Hyori” kata ahjumma.

Dengan canggung aku mengulurkan tanganku “Hyori” “Minho” katanya membalas jabatan tanganku.

“Nah,karena kalian sudah bertemu bagaimana kalau kita langsung membicarakan soal pernikahan kalian?”

FLASHBACK END

Itulah bagaimana caranya aku bisa bertemu dengannya dan akhirnya menikah dengannya.

= = =

Sekarang sudah jam 9 malam,tapi sampai sekarang dia belum pulang juga. Apa dia tidak mengerti kalau tenagaku telah habis? Sedari tadi aku hanya tidur-tiduran di sofa. Aku belum mengisi tenagaku,ingat? Yap.. Aku belum menghirup aroma tubuh Minho maka dari itu aku tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas sehingga hanya bisa bermalas-malasan di sofa sembari menunggu Minho pulang.

Ting… Tong…

Bel rumahku berbunyi,mungkin saja itu Minho. Aku segera berlari ke arah pintu dan benar saja saat aku membuka pintunya muncullah sosok Minho yang sepertinya kelelahan.

“Gwenchanayo??” kataku sambil mengambil tas miliknya dari tangannya.

“Aku hanya lelah” katanya lalu masuk ke dalam rumah kami.

Akupun mengikutinya dari belakang,walaupun dari belakang aku masih bisa menghirup aroma tubuhnya dan aku siap melakukan aktivitas ku lagi. Ibarat handphone,aku sudah di charge hingga penuh..

“Apa kau sudah makan?” tanyaku dan dia hanya menggeleng.

“Aku belum sempat makan malam”

“Arraso.. Aku akan membuatkanmu makan malam,kau mandi saja dulu. Aku sudah siapkan air panas”

“Ne..” jawabnya lemah.

Minhopun beranjak dari duduknya menuju kamar mandi yang terletak di kamar kami? Kami? Yap… Aku dan Minho tidur di kamar yang sama. Awalnya Minho menolak tapi aku memaksanya dengan alasan aku takut tidur sendiri. Padahal alasan yang sebenarnya,supaya aku dapat menghirup aroma tubuhnya. Jangan berpikiran yang macam-macam.. Walaupun kami tidur di kamar yang sama,kami belum pernah melakukan ‘itu’ bahkan ciumanpun saja hanya sekali saat kami menikah.

Aku telah selesai memasak,malam ini aku memasak bibimpap untuknya. Aku mengetuk pintu kamar kami tapi tidak ada sahutan dari dalam. Lebih baik aku langsung masuk saja,toh kamar ini milikku juga.

Akupun membuka pintunya saat pintunya telah terbuka dengan sempurna,aku hanya mampu menelan ludahku berat. Aigoo… Umma.. Mataku telah terkontaminasi. Bagaimana tidak terkontaminasi? Aku melihat Minho yang sedang ingin menggunakan celana dan tubuh bagian atasnya polos. Omo sangat sexy..

“Hemm.. Ternyata aroma tubuhmu saat selesai mandi sangatlah enak Minho-ssi” kataku mengendus-endus tubuhnya.

Aigoo.. Ini benar-benar enak sekali.. Tubuhnya yang wangi sabun khas lelaki itu,ditambah parfumnya,dan ditambah aroma tubuhnya yang khas berpadu dengan indah. Ah.. Membuat diriku ingin terus menghirupnya.

“Ya.. Hyori-ya… Aku ingin mengenakan baju” katanya sambil menoyor kepalaku agar menjauh dari tubuhnya.

“Yasudah pakai saja. Aku masih ingin menghirup aroma tubuhmu”

“Bagaimana aku bisa mengenakannya kalau kau terlalu menghimpitku?”

“Arraso..” kataku menjauh dari dirinya.

“Makan malamnya sudah siap?”

“Ne..”

“Baiklah aku ingin makan dahulu. Kau tidak usah menemaniku makan. Besok bukannya kau ada kuliah pagi? Lebih baik kau tidur saja” katanya lalu mengacak rambutku pelan seraya tersenyum.

“Arraso..”

Aisssh… Ada apa dengan jantungku ini? Kenapa berdetak dengan cepat? Setiap melihat senyumnya,jantungku langsung berdetak dengan cepat. Setiap dia melakukan suatu hal yang manis selalu membuat aku salah tingkah. Sebenarnya ada apa dengan diriku ini?

= = =

Aigoo.. Aku telat.. Aku telat.. Bagaimana tidak telat? Aku baru bangun jam 6 pagi sedangkan aku ada kuliah pagi pukul 7 pagi. Akupun langsung berlari menuju kamar mandi untuk mandi sepertinya lima menit cukup. Setelah itu,aku langsung mengenakan pakaianku asal-asalan. Hanya kemeja kotak-kotak berwarna coklat milik Minho,celana levis dan sepatu converse. Aku tidak sempat sarapan kalau seperti ini.

Aku melihat Minho yang sedang tertidur. Omo.. Jika dia sedang tertidur benar-benar manis. Wajahnya yang biasanya serius menghilang seketika. Hemm…. Walaupun dia sedang tidur aroma tubuhnya tetap tajam. Aku menghirup aroma tubuhnya hingga aku puas. Ah ya.. Mungkin menurut kalian ini aneh. Bagi sebagian orang makan itu adalah suatu hal yang penting,tapi bagiku aroma tubuh Minholah hal yang paling penting.

Merasa sudah cukup menghirup aroma tubuhnya dan mengingat jarak kampus yang cukup jauh,akhirnya aku menyudahi kegiatan ‘sarapan’ku padahal aku belum puas untuk menghirup aroma tubuhnya. Aku mengecup keningnya sekilas lalu pergi ke kampus.

= = =

“Hyori-ya.. Gwenhanayo? Aku perhatikan dari tadi kau sama sekali tidak bersemangat” kata Bomi sahabatku.

Aku tidak menanggapinya dan hanya diam di sampingnya. Bagaimana tidak semangat? Aku belum puas menghirup aroma tubuh Minho,lagipula tadi belum aku charge penuh tubuhku ini.

“Apa karena Minhomu itu?” tanya Bomi lagi dan aku hanya mengangguk.

“Kenapa lagi,huh? Kau melihatnya bersama wanita lain?”

“Aku belum puas menghirup aroma tubuhnya Bomi-ya..” kataku merajuk.

“Aigoo.. Kapan kebiasaanmu ini akan hilang Hyori-ya?”

Bomi itu sahabatku sejak kecil,makannya dia tahu tentang kebiasaanku yang menurutnya sangat menjijikan. Menurutnya,bagaimana bisa aku tahan menghirup aroma tubuh Minho yang kadang berkeringat atau saat dia belum mandi.

“Molla… Bomi-ya.. Aku lapar.. Aku belum makan..” kataku mengeluarkan jurus puppy eyesku berharap Bomi mau mengerti.

“Arraso.. Kau ini memang selalu saja bisa membuatku bertekuk lutut”

Bomi itu paling tidak tahan jika melihat puppy eyesku,menurutnya aku seperti anak anjing yang seakan-akan minta untuk di bawa pulang. Ah.. Kalau tidak salah Minho juga mengibaratkanku sebagai anak anjing kan? Karena aku sering sekali mengendus-endus tubuhnya?

Kami –aku dan Bomi- singgah ke café yang letaknya tidak jauh dari kampusku. Café Behind? Kenapa behind? Karena café ini terletak di belakang pusat perbelanjaan makannya diberi nama behind. Café behind ini sangatlah ramai,selain letaknya yang berada di pusat kota. Makanan disini juga sangatlah enak. Makanan disini memang tidaklah mewah tapi rasanya itu yang khas membuat makanan disini menjadi mewah.

Aku dan Bomi langsung duduk di tempat favorit kami yang terletak di pojok kanan ruangan. Tak lama kami duduk,pelayanpun datang dan mencatat pesanan kami. Setelah 15 menit kami menunggu,akhirnya makanan pesanan kamipun datang.

“Bagaimana hubunganmu dengan Minho?”

“Baik-baik saja.. Wae??”

“Sebenarnya perasaanmu padanya itu apa sih? Apa kau mencintainya?”

“Mollayo..”

“Aisssh…”

“Yang aku tahu. Aku ketagihan untuk menghirup aroma tubuhnya”

“Arraso..”

Bomi pun diam. Kamipun melanjutkan makan dalam diam kadang juga diselingi oleh canda dan tawa.

“Aigoo.. Kenyangnya.. Gomawoyo.. Bomi-ya” kataku.

“Lain kali kau juga harus mentraktirku,jangan terus keluarkan jurus puppy eyesmu itu”

“Hahaha.. Arraso..”

“Hyori-ya..” kata Bomi sambil menunjuk-nunjuk seseorang yang sepertinya tidak terlalu jauh dari tempat dudukku.

“Wae??” kataku lalu memutar tubuhku.

“Minho??”

Aku terkejut melihat pemandangan yang saat ini telah terpampang jelas di depanku. Minho sedang bercengkrama dengan seseorang dan mereka berdua tertawa. Aku tidak pernah melihat Minho tersenyum seperti ini. Saat bersamaku,Minho selalu menunjukkan wajahnya yang serius dan terkesan kaku.

Hatiku merasa sakit saat melihat pemandangan ini. Tanpa sadar aku menangis. Aku membalikkan tubuhku kembali menghadap Bomi. Bomi terlihat khawatir melihat diriku yang seperti ini walaupun terhalangi oleh air mata,aku masih bisa melihat raut kekhwatiran dari wajah Bomi.

“Bomi-ya.. Aku menginap di rumahmu ya?” kataku memelas.

“Baiklah.. Ayo kita pergi.” Bomipun menggandeng tanganku menuntunku menuju mobilnya yang terparkir.

Ada apa dengan diriku? Kenapa hatiku sakit saat melihatnya bersama orang lain? Apa aku telah jatuh cinta padanya?

#  # #

Aiisshh… Kemana anak itu? Kenapa dari tadi belum pulang? Aku sudah menghubungi ponselnya,tapi dia sama sekali tidak mengangkatnya. Tidak tahu apa kalau aku rindu padanya? Pagi-pagi sekali dia telah pergi tanpa membangunkan terlebih dahulu dan sekarang sudah pukul sebelas malam,dia juga belum pulang. Apakah masih berlaku ya kuliah hingga malam?

Aku terus-terusan mencoba menelepon Hyori bahkan mengiriminya beratus-ratus pesan tapi tidak ada yang dia balas. Kau kemana Hyori-ya? Apakah kau tidak tahu kalau aku mencemaskanmu?

# # #

Ponselku berdering dengan nyaringnya,tapi aku tidak menghiraukannya. Aku hanya mendiamkan ponselku seolah aku tidak mendengar apa-apa. Aku sedang malas untuk berbicara pada siapapun. Aku hanya ingin menangis dan menangis. Seperti sekarang ini. Aku meringkuk dibalik selimut yang tebal milik Bomi.

Bomi sedari tadi menyuruhku untuk mengangkat panggilan masuk itu,tapi aku sama sekali tidak mengindahkannya. Ingat.. Aku tidak ingin bicara pada siapapun,aku hanya ingin menangis.

= = =

Ini sudah hari kedua aku menginap di rumah Bomi. Aku masih dalam keadaan semula,hanya meringkuk di tempat tidur Bomi dan ditutupi oleh selimutnya yang tebal. Selama dua hari ini aku tidak tidur,entah kenapa mataku sulit sekali untuk terpejam,tapi air mataku terus saja mengalir tanpa mau berhenti. Ponsel ku pun tidak berhenti berdering,kata Bomi yang meneleponku itu Minho. Untuk apa Minho meneleponku? Apa dia mau menceraikan aku dan menikah dengan wanita itu? Andwee… Kenapa memikirkannya aku tidak rela?

“Ya.. Hyori-ya.. Palli ireona.. Jangan menangis terus. Lebih baik kau makan daripada menangis terus. Kau belum makan kan dari kemarin?” kata Bomi sambil menggoyang-goyanggkan tubuhku.

“Aku malas Bomi-ya..”

“Yak… Palli ireona..” katanya dengan nada yang tegas sambil menyibakkan selimutku kasar.

“Palli ireona..” kali ini Bomi menarik kedua tanganku. Mau tak mau aku terbangun dengan posisi duduk. Ugghh… Kepalaku terasa sangat pusing dan semua pemandangan di depanku terasa berputar-putar.

“Arraso.. Aku ingin ke kamar mandi Bomi-ya” kataku berusaha berdiri.

Aigoo.. Apa ini pandanganku yang salah? Kenapa semuanya berputar-putar? Apa ada gempa bumi? Kepalaku pusing sekali dan semuanya menjadi gelap.

# # #

Sebenarnya kemana perginya Hyori? Sudah dua hari dia tidak pulang,dan jujur aku merindukannya. Apa yang sedang dia lakukan? Apa dia baik-baik saja? Aku sudah menelepon Umma Hyori menanyakan keberadaan Hyori dan ternyata Hyori tidak ada di sana. Aku terpaksa berbohong kepada Jihyo ahjumma.

Pekerjaanku di kantor menjadi terbengkalai karena hanya memikirkan Hyori yang tidak kunjung pulang. Jujur. Aku cemas memikirkan keadaannya,aku takut dia kenapa-kenapa mengingat dia belum mengisi tenaganya. Maksudku menghirup aroma tubuhku.

~I Wanna Hold Your Hand,I Wanna Kiss Your Lips..~

Lagu Lovely Day milik Super Junior mengalun,menandakan ada panggilan masuk. Saat aku melihat layar ponselku ternyata yang menelepon adalah Hyori. Akhirnya,dia meneleponku.

“Yoboseoyo..”

“Yoboseoyo…” jawab seseorang di seberang sana,yang aku pastikan bukan suara Hyori karena aku sangat mengenal suara Hyori.

“Apakah ini benar nomor Choi Minho?”

“Ne.. Anda siapa?

“Ah.. Minho-ssi.. Bisakah anda datang ke Seoul International Hospital? Hyori,di rawat di sini. Aku Bomi,sahabat Hyori”

“Ah… Baiklah.. Aku akan segera kesana. Gamsahamndia Bomi-ssi”

Kejutan apa lagi yang ingin kau berikan padaku Hyori-ya? Apa tidak cukup membuatku cemas memikirkanmu yang tidak pulang selama dua hari dan ini apa lagi? Aku malah mendapat kabar bahwa dirimu masuk ke rumah sakit.

= = =

Aku telah tiba di rumah sakit dan langsung saja aku bertanya pada bagian informasi. Menanyakan kamar rawat dengan pasien atas nama Min Hyori. Setelah mendapatkannya,aku langsung berlari ke ruang rawatnya.

Saat aku mebuka pintunya,aku hanya melihat seorang perempuan yang terlihat sedang duduk menatap seseorang yang sedang tertidur. Aku mendekati kasur tempat seseorang sedang tertidur dan ternyata itu Hyori. Dia terlihat pucat.

“Minho-ssi..” panggil seseorang.

“Aku Park Bomi. Sahabat Hyori”

“Ne.. Bagaimana keadaan Hyori,Bomi-ssi?”

“Dia hanya kekurangan cairan,karena selama 2 hari dia tidak makan dan tidak tidur. Yang dia lakukan hanya menangis. Dan itu semua karena kau”

“Maksudmu??”

“Waktu itu.. Aku dan Hyori sedang makan di café Behind. Hyori melihatmu sedang tertawa bersama seorang perempuan,dan saat mengetahuinya dia hanya menangis dan menangis”

Jadi ini semua karenaku? Mianhae Hyori-ya.. Mianhae..

“Baiklah.. Karena kau sudah datang.. Aku ingin berangkat kuliah,tolong jaga Hyori baik-baik” kata Bomi lalu keluar dari ruangan.

Akupun duduk di kursi yang ditinggal oleh Bomi. Aku menggenggam tangan Hyori yang terasa dingin di kulitku.

“Hyori-ya.. Ireona.. Apa kau mau membuatku menderita,huh? Bangunlah”

Aku tetap menggenggam tangan Hyori,hingga tangan Hyori yang aku genggam bergerak..

“Ugghh…” erangan kecil keluar dari mulut Hyori.

“Kau sudah sadar?”

# # #

Aku mengerjap – ngerjapkan mataku pelan-pelan berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang berada di ruangan ini hingga aku bisa melihat keselurahan ruangan ini. Putih,semuanya putih. Huh… Sebenarnya aku ada dimana? Apa aku di rumah sakit? Tapi kan tadi aku ada di rumah Bomi.

“Ugghh..”

“Kau sudah sadar?” kata salah satu suara yang aku kenal dari arah samping kananku.

“Dimana aku?” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku.

“Di rumah sakit. Tadi temanmu menelponku bahwa kau ada di rumah sakit” katanya. Jadi,Bomi yang meneleponnya?

Heeeem… Dari jarak sedekat ini,aku bisa menghirup aroma tubuhnya dan sedikit mengisi tenaga. Aku ingin memeluknya,menghirup aroma tubuhnya dari dekat,tapi aku masih marah dan sangat kesal padanya jika mengingat kejadian tempo hari.

“Jangan memaksakan diri untuk tidak menghirup aroma tubuhku,Choi Hyori”

“Namaku Park Hyori,Minho-ssi bukan Choi Hyori”

“Kau adalah istriku Park Hyori”

“Jika aku istrimu lalu perempuan tempo hari itu siapa? Apa istrimu juga,hah?” kataku dengan penekanan pada kata ‘istri’

“Istriku hanya dirimu,dan tentang perempuan tempo hari.. Dia hanyalah temanku sewaktu SMA dan kebetulah kami sudah lama tidak bertemu jadi kami mengobrol.”

“Sepertinya kau senang sekali,huh?”

“Sepertinya kau sedang cemburu padaku?” katanya dengan wajah jahilnya.

“Anniyoo…”

“Jangan mengelak lagi.. Apa yang kau rasakan saat ini dan waktu itu?” tanyanya,tapi kali ini dengan wajah yang sangat serius.

“Jujur… Saat kau berada di dekatku,melakuka hal-hal yang manis untukku jantungku berdebar dengan kencangnya,tapi saat aku melihatmu dengan perempuan lain hatiku terasa sangat sakit seakan ada ribuan pisau yang menancap di hatiku….”

Aku melihat ke arahnya yang  saat ini sedang menatapku dengan wajahnya yang serius. Dia tersenyum menampilkan lesung pipitnya yang menurutku makin membuat dirinya sempurna. Dia menarik kepalaku mendekat ke wajahnya dan dia mencium bibirku lembut. Rasanya sangat manis…. Haah… Jangan sampai aku harus ketagihan merasakan bibirnya.

“Itu artinya kau mencitaiku,Choi Hyori” katanya setelah melepas ciuman kami.

“Apakah benar?”

“Yap…”

“Lalu,apa perasaanmu yang sesungguhnya padaku?”

“Kau tahu? Aku mencintaimu saat pertama kali kita bertemu,seorang perempuan yang menatap bosan ke arah luar café. Jujur,saat pertama kali mengendus-endusku bagai anak anjing…”

“Aww…” kata-katanya terpotong karena aku menjitak kepalanya.

“Jangan gunakan kata-kata anak anjing”

“Arraso…”

“Saat pertama kali kau mengendus-endusku dan bilang sedang mengisi tenaga. Aku sangat heran denganmu,tapi lama kelamaan aku mulai  terbiasa hingga kebiasaanmu itu makin parah,aku mulai merasa terganggu. Bukan karena aku tidak menyukainya,tapi aku takut tidak bisa menahan diri. Kita ini adalah lawan jenis Hyori-ya.. Aku tidak ingin menyerangmu di saat kau belum mencintaiku. Aku selalu menahan diri untuk tidak menyentuhmu karena aku masih menghargaimu…”

Aku menghentikan ucapannya dengan menempelkan bibirku pada bibirnya.

“Hmm… Kau benar-benar….”

“Hemm??”

“Bibirmu membuatku ketagihan untuk terus menciumnya”

“Jadi??”

“I’m Addicted to you but I LOVE YOU”

 THE END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

66 thoughts on “Addicton or Love ? ? ?”

  1. wahhh aku udah lama absenn heheheh…
    langsung aja dehhh, hmm kayanya ada salah nama deh ‘Min Hyori’ atau ‘Park Hyori’ ?
    tapi tetep bagus kok b(^_^)d

  2. waah ff nya baguus 😀
    hyori lucu bgt sih.
    kebiasaannya hirup aroma tubuh minho~
    ahahahhaha seneeng ternyata minho cinta sama hyori 🙂

  3. Aigoo~

    Love this ff

    Hyori-ya… Kita punya kebiasaan yg sama.
    #high five with hyori

    Aku addict.y sm Eomma… Rasa.y sgt mnyenangkn mncium aroma tubuh beliau. Mmbwtku tnang…

    DAEBAK, author oki…^^

  4. wahh ceritanya bagus
    unik ya kebiasaannya hyori, untung aja dia ketemu sama minho
    coba kalo dia ga ketemu sama minho pasti dia ga punya tenaga karena ditinggal appanya

    btw disini nama ibunya minho sama kay anama korea ku loh #apadeh ga penting haha

    salam kenal ya author oki

    1. ahahaha..
      iya bener juga ya? kalo gak ketemu minho mungkin hyori udah kaya orang mati..

      salam kenal juga Michelle.

      makasih ya udah mau baca dan comment

  5. Oki eonn apa kabaaar? 😀 Aduh miss u, eonn! ^0^ #plakk

    Love this ff! 😀 Aneh ya kbiasaan Hyori -_-a beda dri yg beda (?)..

    Wihiiy~ akhir.a jdi addicted and love, bukan ‘or’ lagi.. XD *ngganti seenak jidat* *disambit Oki eonn*

    1. Mira~ Miss you too. (senangnya masih ada yang inget aku)

      Yee..

      iyadong.. kan udah tau sama-sama suka jadinya and bukan or.

      haha.. makasih ya udah mau baca dan comment.

  6. annyeong…
    wuaaa~ keren lho, unnie…
    selama baca ff ini aku ga bisa berhenti senyum, apalagi pas baca hobi ‘mengendus’-nya Hyori, aku ketawa…
    hebat, unnie ^^
    lanjutkan semangat menulisnya ya ^^
    btw, salam kenal, aku reader baru 🙂

    1. annyeong juga van..
      salam kenal juga. selamat datang di sf3si.

      ahaha.. aku juga ketawa-ketawa sendiri pas baca ulang.
      kok ffku aneh banget yya??

      siip.. makasih van.

  7. Hobi ngendus-ngendus yang aneh..kk~
    ga rela minho di gituin.haha XD

    tapi kalau ada cewe ky gitu di dunia ini.. aku bs merinding ngeri. *abaikan*
    terus berkarya.. ~Im addict minho~
    ahahaha. lol

  8. kebiasaannya aneh !!!!
    kucing ku ajh ngak kayak gitu …
    huwaaaaaa jdi pengen punya anak anjing … #plakk!!! *ngak da sangkut pautnya !*

    keren … huwaaaaaaaa aku suka…aku suka …

  9. pertama baca awalnya ngira minhonya yg kecanduan. ternyata hyori xD
    astaga.. ga kebayang gimana deketnya hyori-minho aww~ ><!
    tapi tetep aja penasaran lanjutan kalo udah sama-sama suka gini
    author, bikin sequel dong x)

    suka banget sama fic ini! share more ya author ^^

  10. ffnya daebak!

    setelah ngeliat comment-comment diatas, aku sadar, aku belum sepenuhnya menjadi shawol, minho gapunya lesung pipit aja aku gasadar -___- setiap baca ff disini, saya merasa sedikit malu -___-”

    bikin lagi yaa thor 😀

  11. wkwkwkwk kebiasaan yg aneh, cium2 badan orang, thor ceritanya unik saya suka banget, akhirnya happy ending 🙂

  12. Aduh gak ngebangin baunya minho……….
    Apa2an itu ketagihan sama bibirnya-_-
    tapi ternyata minhonya juga suka aaaaa:3

  13. Iih ceritanya unik.tu hyora apa nama penyakitnya sih?suka ngendus2 kayak anjing tetangga aja wkwk.bagus nih thor ceritanya beda dari yang lain.iih hobi baru hyora nge-poppo minhooooo.mauu jugaa dong

  14. Pasaran?? Gak juga ah,, mungkin emang banyak sihcrita tentang orang yang punya kebiasaan aneh atau terlalu terobsesi ma sesuatu,,
    Tapi, kali ini kebiasaannya bener-bener unik,, Aku mbayangin Hyora ngendusnya gimana sih? masa’ ya beneran kayak Anjing gitu? 😀

  15. Gyahahahahaha~
    Aneh banget kebiasaannya nyiumin aroma tubuh Minho dulu baru bisa beraktifitas.
    Ada ya orang kayak gitu?
    Ternyata akhirnya Hyori jatuh cinta~~
    Huah pake ketagihan bibirnya Minho pula hahaha

  16. aigoo~ minho-ya~ Q suka kata2nya yg terakhir td.. walau kena jitak juga ma hyori..
    makin ke bwah bacanya, kok Q yg deg2an ya? #terlalu menghayati >.<

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s