We Walk [Part XIII] – Jinki The Opportunist

Author : diyawonnie

Title : We Walk [Part XIII] – Jinki The Opportunist

Cast : Kim Jira (imaginary cast), SHINee, and Jira’s mom.

Genre : Friendship, Romance, and Life.

 

 

WAKTU berlalu. Setiap detik pergerakan jarum jam terasa menyakitkan bagiku. Setelah kejadian kelabu di malam itu, hatiku kebas. Suara hampir tak pernah terdengar lagi dari mulutku. Kehidupanku sekarang seperti diseret-seret dipaksa untuk mengikuti jalannya waktu.

Pernyataan Jinki saat itu tak menerima tanggapan dariku. Tentu saja, mana mungkin aku bisa menanggapi hal seserius itu di saat aku belum dapat berpikir jernih. Aku hanya tidak menjawab ‘ya’, tapi juga tidak menjawab ‘tidak’. Semuanya mengalir bagaikan sungai dengan air keruh. Tak ada yang indah di sana.

Jinki sering mengunjungi apartemenku, walau pada akhirnya kami tak melakukan apapun kecuali diam. Dia selalu berusaha melucu agar aku tertawa meskipun itu percuma. Aku tak pernah menghindarinya, jujur saja bahunya sangat nyaman saat kujadikan sandaran. Namun, bukan ini yang kuinginkan. Bukan bahunya, melainkan bahu pria-kurus-tinggi lainnya.

“Baiklah, Kim Jira, kita akan pulang secepatnya.” Eomma membanting sendoknya yang menimbulkan bunyi denting keras di atas mangkuk.

Aku mendongak dari serealku dan menatapnya syok. Aku tak mengerti maksud perkataannya.

“Astaga, sungguh. Kau tak sadar apa yang sedang kubicarakan sejak tadi?” dumalnya.

“Mom, aku ‘sudah’ pulang,” ujarku mengingatkan sambil mengedarkan pandangan untuk memperkuat alasan kalau ini adalah rumah kami.

“Tahun baru nanti, kita kembali ke L.A.” Eomma menjelaskan maksudnya. “Aku tak tahan melihatmu seperti ini.”

Ia menyambar air putih dan meminumnya. Sedangkan aku mengernyit bingung sambil terus mengaduk serealku yang memang sejak tadi hanya kupandangi tanpa kumakan.

“Apa salahku?” gumamku, bingung.

“Kau benar-benar kehilangan kesadaranmu?” tanyanya tak percaya. “Kim Jira, akhir-akhir ini aku merasa hidup bersama zombie. Bahkan baru kali ini kau berbicara padaku.”

Ia merengut.

Zombie? Separah itukah aku?

Aku merasa semuanya baik-baik saja―maksudku, aku melakukannya dengan baik untuk seluruh hal yang kukerjakan. Pengunjung café meningkat secara signifikan, riset untuk tugas akhirku sudah rampung, bahkan aku mengerjakan pekerjaan rumah sampai lantai mengkilap dan tak ada debu hinggap di tiap perabotan. Kulakukan semuanya dengan baik.

“Tidak bisa. Aku sudah berjanji pada Jinki-oppa untuk datang ke konsernya tanggal satu nanti.”

Eomma menatapku penuh selidik sambil membersihkan mulutnya dengan serbet. “Berkencanlah dengannya!”

Aku balas menatapnya. “Mwo?”

“Dengar, Sayang. Menurutku mungkin… mungkin kau butuh bantuan. Kau sedang menjalani masa-masa terberatmu. Mungkin Jinki bisa membantumu untuk keluar dari semua ini.”

“Aku baik-baik saja kok.”

“Mungkin. Kau terlihat tidak mengatasi masalah ini. Kau hanya diam menikmati kepedihan menggulungmu.”

Aku merunduk dan kembali mengaduk sereal.

“Aku percaya Jinki bisa menjagamu dengan baik. Walau jujur saja hatiku masih ingin kau bersama  dengan…”

“Mom!” panggilku mengingatkan. Aku tak ingin namanya kembali disebut. Itu sangat menyakitkan. “Dengar,” sergahku datar. “Aku akan memanfaatkan waktuku kembali merajut sweater untuk anak-anak.”

“Bukan itu yang kuinginkan,” tukasnya. “Aku tak sanggup melihatmu berusaha lebih keras lagi untuk melupakannya…”

“Aku tidak pernah berusaha untuk melupakannya,” kutatap  eomma dengan garang. Sudah lama wajahku tak terisi oleh emosi apapun. Sejurus kemudian suaraku sudah berupa bisikan. “Aku bahkan tak pernah memiliki niat untuk melupakannya.”

Eomma menatapku tajam. “Demi Tuhan, Kim Jira, kau benar-benar mencintainya?” Aku mengangguk perlahan. Air mata secara naluriah meleleh tanpa kuminta. “Kupikir ini hanya main-main,” gumamnya.

“Aku serius.”

“Lalu bagaimana dengan Jinki?”

Aku menatapnya tak percaya. “Ia hanya… oppa. Tidak lebih…”

Eomma mengangguk paham. “Well, jalan-jalanlah denganku. Sudah lama aku tak kembali dan kau malah memperlakukanku dengan tidak baik. Itu sangat mengecewakan, jujur saja.”

“Mianhae.” Permintaan maafku terdengar agak datar, bahkan di telingaku sendiri.

“Ambil tasmu!” perintahnya. “Jangan pernah menolak selama aku berusaha ‘memperbaikimu’, atau kau kupaksa terbang keL.A.besok.”

“Ne,” sahutku pasrah.

+++++++

JADI inikah yang disebut ‘memperbaikiku’? Eomma mengajakku belanja menghabiskan uang ke mall membeli banyak pakaian dan sepatu. Dan sekarang kami terdampar di salon kecantikan. Ia memaksaku melakukan perawatan pada wajah dan rambut. Ini sungguh menjengkelkan. Hal yang paling tak kusukai jika memang tak ada moment penting untuk melakukannya.

“Eomma, ini berlebihan,” protesku. Kini kedua tanganku tengah menjalani pedicure.

Ia sama sekali tak mengacuhkanku.

“Dan kenapa rambutku harus ‘gold’ seperti ini?!” protesku lagi. Kini aku jadi terlihat seperti Jessica, BoA, Luna, Heechul dan… Taemin? Ck!

Aku melihat eomma memutarkan bola matanya dari pantulan cermin. “Itu lebih baik dari cokelat, Jira-ya.”

Aku mendengus pasrah. Itu adalah hal yang lazim kulakukan jika terjepit dalam keadaan seperti ini. Pada kenyataannya eomma tak dapat ditentang. Ia selalu melakukan apapun sesuka hatinya. Hampir mirip seperti Taem.

Dan ngomong-ngomong soal Taem, aku merindukan hyungnya. Aku sangat merindukan Minho. Apa yang sedang ia lakukan saat ini? Apa ia makan dengan baik dan tidur cukup? Aku sangat-sangat merindukannya. Dan itu membuat hatiku sakit.

“Kyungshik-hyung tak hentinya mencurigaiku…”

Perkataan Minho tiba-tiba berkelebat dalam pikiran. Tunggu, itu tak berarti apa-apa ‘kan? Kyungshik-oppa mengetahui semuanya pun kurasa tak masalah. Bukankah Soo Man-seonsaengnim sudah mengetahui semuanya? Lalu apa yang harus dikhawatirkan jika atasan sudah mengetahuinya?

Aku bangkit dan melepaskan baju khusus perawatan.

“Jira-ya,” panggil eomma. “Wae?”

“Ada hal penting. Aku harus pergi. Bertemu di rumah sebelum makan malam. Bye…”

“Yaaa, Kim Jira!”

Aku menyambar tas dan berlari keluar salon. Lalu menghentikan sebuah taksi dan mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Kibum.

JiraKim: Kibum-ah, apa kalian sedang bersama?

KimKey: Ya, waeyo?

JiraKim: Di mana?

KimKey: SM Academy.

+++++++

AKU berjalan memasuki gedung. Gila! Ini gila. Mengapa aku nekat dan begitu keras kepala? Sudah jelas bukan kalau Minho mencampakkanku. Jadi untuk apa kemari meminta kepastian―yep, itu dia, kepastian. Aku tak mengerti jalan pikiran Minho saat ini. Sejak awal memutuskan untuk menjalin hubungan, kami sudah kebal ditempa jadwalnya yang padat. Tak bertemu berhari-hari bahkan berminggu-minggu pun tak masalah. Lalu mengapa tiba-tiba ia mempermasalahkan hal itu? Ini ganjil.

Saat hendak berbelok ke ruang latihan vokal, beruntungnya aku berpapasan dengan Minho. Entah kenapa seluruh kata-kata yang telah kurancang sejak di taksi tadi menguap begitu saja ketika melihatnya. Lidahku kelu, jantung berdebar keras, dan kesakitan kembali muncul di dada. Kami sama-sama terkejut dengan mata membesar dua kali lipat. Namun air mukanya kembali dingin. Ia pintar mengendalikan ekspresi.

“Mi-Minho…”

“Ikut aku,” pintanya dingin. Ia berjalan ke arah kelas ‘composing’. Setelah sampai, ia menutup pintu dan berbalik menghadapku. “Ada apa?”

“A-aku…,” kuhela napas, “…aku ingin memastikan apa kau tidak mabuk saat itu.”

Dia tersenyum kecut.

“Sama sekali tidak. Aku sudah mempertimbangkan semuanya. Hubungan kita memang harus diakhiri.”

Dadaku kembali sesak. Bagaimana bisa ia mengatakannya begitu tenang?

“Soo Man-seonsangnim sudah mengetahui hubungan kita. Jadi tak ada masalah jika Kyungshik-oppa juga mengetahuinya bukan?”

“Itu memang bukan permasalahan utama, Noona…,” perutku serasa terbalik saat panggilan itu kembali meluncur dari mulutnya, “…bukankah sudah kubilang, aku tak lagi menginginkanmu.”

Aku mendengus. Menyadari kebodohanku.

“Berhenti berakting. Jangan memakai topeng di depanku, Choi Minho. Itu percuma.”

Dia tertawa. Bukan tawa sebenarnya. Matanya tak menampakkan tawa itu.

“Kau benar-benar keras kepala. Aku juga pernah bilang kan, ‘kau memerlukan pria yang layak untukmu’…”

“Bukankah aku juga pernah mengatakannya kalau pria itu adalah kau?!”

Minho menatapku tajam, kemudian menarik napas panjang dan kembali melunak. Ia berjalan melewatiku menuju pintu.

“Kau akan mengetahuinya suatu saat nanti mengapa aku melakukan ini. Kumohon, jangan lakukan ini lagi! Sebaiknya kita bersikap biasa saja seperti dulu, sebelum kita memulai semua ini. Kau noona-ku, dan anggaplah kembali aku sebagai dongsaeng.”

“Aku tak pernah menganggapmu dongsaeng,” suaraku mengecil menahan tangis.

“Kalau begitu lakukanlah mulai saat ini.”

Ia memutar kenop pintu.

“Apa karena Shim Chaesa?” tanyaku bergetar.

Ia berhenti. Kemudian pergi tanpa menjawab pertanyaanku. Napasku mulai terengah-engah, tak tahan menahan dada yang sesak. Air mata meleleh begitu saja. Ini sangat sakit. Yang kutakutkan akhirnya terjadi. Minho meninggalkanku.

+++++++

”Kau mau pergi begitu saja tanpa menemuiku?”

Aku berbalik. “Jinki-oppa?!”

“Dasar anak nakal!” umpatnya sambil mendaratkan sentilan kecil di dahiku.

“Mian,” ucapku sambil menggosok dahi.

Ia tersenyum lembut dan menarikku kembali masuk gedung. Aku mencoba bertahan. Tak ingin lagi masuk dan bertemu Minho, karena hanya akan membuat hatiku semakin sakit.

“Wae?” tanyanya.

“Tak apa-apa. Aku sudah janji pada eomma untuk pulang sebelum makan malam. Ini sudah pukul enam.”

“Bukan, bukan itu. Apa kau habis menangis?” tanyanya lagi, kali ini sambil merengkuh wajahku dengan kedua tangannya. Aku merunduk.

Ia melepaskan jaket dan memakaikannya padaku. Tanpa memasukkan kedua tanganku ke lengan jaket, ia menaikkan retsleting. Aku terjebak, kedua tanganku terjebak di dalam jaket. Secara harafiah jaket ketatnya besar untuk tubuhku. Kemudian ia menurunkan retsletingnya dan menaikkannya kembali.

“Yaaa, Oppa, berhenti bermain-main!” kataku. “Buka!”

Dia meletakkan tangannya di dagu. Berpura-pura berpikir. Menyebalkan!

“Salahmu sendiri mengapa tak mengenakan jaket di cuaca sedingin ini.”

“Aku buru-buru, jadi tidak sempat,” ujarku sambil berusaha melepaskan diri.

Ia menarik lengan jaket yang masih membungkus tubuhku untuk mengikutinya. Setelah mendapatkan kunci, Jinki membuka pintu sebuah mobil dan menyuruhku untuk masuk ke dalam. Aku menatapnya dengan pandangan menuntut. Ia terkekeh, kemudian melepaskan retsleting membebaskanku.

“Terima kasih,” ucapku skeptis. “Mobil siapa ini?”

“Trainee. Hahaha~”

“Wow, trainee yang kaya! Well, Siwon-sunbae juga seperti itu dulu.”

Ia menatapku lega. “Syukurlah kau sudah kembali. Aku sempat putus asa memikirkan cara-cara untuk membuatmu kembali ceria. Ngomong-ngomong, ada tujuan apa kemari?”

Jinki mulai menyalakan mesin mobil dan menginjak gas. Aku memalingkan wajah ke sisi jendela agar ia tak dapat melihat wajahku.

“Mencari kepastian.”

“Oh. Lalu?”

Aku mengangkat bahu. “Seperti yang kau lihat. Keputusannya tak berubah. Ia bersikeras untuk mengabaikanku. Kau tahu? Ini hari yang sangat panjang bagiku.”

Jinki sesekali menoleh ke arahku secara bergantian dengan konsentrasi tetap berjalan untuk mengemudi. “Kau marah?”

“Marah? Apa aku terlihat seperti Hulk saat ini?” candaku.

“Wow, Kim Jira, kau benar-benar sudah kembali.”

“Berhenti berkata seperti itu. Bahkan eomma menyebutku zombie pagi tadi.”

Dia terkekeh. “Itu sebutan yang kejam, namun sangat tepat.” Dia terdiam beberapa saat. “Er, aku sudah berusaha mengajaknya bicara, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Ia tetap dengan pendiriannya. Dia membuatku gila dan benar-benar mengubahku menjadi pria seperti ini…”

“Hm? Seperti apa?”

“Penjahat. Aku telah merusak hubungan kalian.”

“Tolong jangan membahas hal itu. Aku sedang mencoba menerima situasi ini. Aku tahu Choi Minho bukan pria seperti itu. Ia pasti memiliki alasan lain mengapa memilih jalan seperti ini.”

Ia mengangguk setuju dan memarkirkan mobilnya di depan mini market. “Tunggu di sini!”

Aku menurut. Ia masuk ke mini market tersebut dan menghilang. Entah dorongan setan apa, aku menjadi tidak sopan seperti ini. Iseng, aku membuka laci dashboard dan menemukan foto-foto yang menunjukkan identitas si pemilik mobil.

“Choi Siwon. Ck!”

Jinki datang mendekat dengan wajahnya yang terus merunduk. Kemudian ia memberiku sebuah es krim.

“Supaya kepalamu dingin dan tidak lagi memikirkan hal-hal kemarin.”

“Gomawo.”

Mobil kembali berjalan. Tinggal beberapa blok lagi untuk sampai di apartemenku.

“Jira-ya, pernahkah aku mengatakannya padamu?” tanyanya setelah cukup lama kami terdiam karena asyik dengan es krim masing-masing.

“Apa?”

“Gomapta. Terima kasih karena tidak membenciku.”

Aku setengah tersenyum mengetahui maksudnya. Cukup transparan sekarang. Aku mengerti mengapa Minho melepasku. Itu semua semata-mata karena ia ingin menghormati leader kebanggannya, hyung kesayangannya. ‘Pria layak’ untukku yang ia maksud adalah Jinki, bukan dirinya ataupun orang lain. Minho mencoba mengatur ini semua agar kembali seperti semula. Kembali sebelum ia mengacaukan semuanya.

Hatiku paham sekarang. Bagaimana Minho merasa tersiksa dengan perasaan bersalah karena telah mengambilku dari Jinki. Aku tahu kalau Minho adalah pria bodoh. Apa yang dilakukannya akhir-akhir ini adalah kebodohan. Aku takkan pernah menghilangkan perasaanku padanya dan mengganti posisinya dengan orang lain. Itu sangat tidak mungkin. Apa yang telah kutetapkan sejak awal takkan mudah untuk mengubahnya. Seperti yang kau tahu, aku gadis yang keras kepala. Kuharap Minho menyerah dengan ini semua.

Mobil berhenti. Apartemenku sudah tampak di hadapan kami. Jinki membukakan pintu untukku dan mengantar hingga ke dalam.

Sunyi di dalam lift.

“Jira-ya,” panggilnya. Kemudian ia berbalik menghadapku dan memutar tubuhku supaya kami saling berhadapan. Dia memelukku, sementara lift secara perlahan terus merangkak naik. Ia membungkuk hingga dapat membenamkan wajahnya ke bahuku, ia lebih tinggi dariku, bahkan dengan boot tinggi yang kukenakan. “Aku Lee Jinki, bukan Onew ataupun Dubu. Seperti yang kau tahu, kau dapat mendengar dari banyak orang senyumku selalu baik seperti malaikat. Aku mungkin tidak bernyanyi sebaik Jonghyun, juga bukan leader sebaik Teuki-hyung. Tapi kau dapat mengandalkanku jika mendapat kesulitan. Dan aku akan selalu menunggumu untuk kembali membuka hati. Aku tak ingin melihatmu bersedih. Bahkan kau selalu berputar di kepalaku di saat menulis lirik. Dan kau… kau membuatku berbicara secara acak seperti ini.”

Aku tak dapat mengatakan dengan jelas apa yang kurasakan. Ingin tertawa, tapi kurasa itu tidak etis. Ia melanjutkan, “Aku selalu bertanya-tanya, apakah kau senang melihatku selalu ada di sisimu?”

“Apa?”

“Aku tak pernah memaksamu. Jika kau mengatakan ‘tidak’, aku akan menghilang dari sisimu setelah hari ini.”

Pintu lift terbuka. Jinki melepaskan pelukannya dan membiarkanku berjalan keluar. Seperti yang ia harapkan, aku melangkahkan kakiku meninggalkannya. Dan tanpa kusadari ia mengikutiku dari belakang.

“Mau mampir?” tanyaku mencoba mempertahankan nada untuk terdengar biasa saja.

“Tidak. Aku hanya menginginkan jawabanmu.”

Aku membasahi bibir dengan menjilatnya. Aneh, jantungku tidak menunjukkan tegang atau apapun. Ini terlalu biasa, bahkan dalam situasi seperti ini.

“Kupikir, aku yang baik untukmu saat ini,” katanya.

Aku tersenyum. “Kita baik seperti ini.”

Dia balas tersenyum. Entah mengerti maksudku atau tidak. Kemudian Jinki kembali menaikkan retsleting jaket yang masih melekat di tubuhku. Ia menarik kedua lengan jaket hingga aku jatuh dalam pelukannya. Ia memelukku girang. Well, seperti yang kuduga, ia salah paham dan aku tak berani mematahkan kebahagiaannya.

Sangat berat untuk mengatakan ‘tidak’ jika ia mengancam untuk menghilang dari sisiku, tapi hatiku juga tidak menerima jika aku mengatakan ‘iya’. Dan kalimat ‘kita baik seperti ini’ nyatanya jauh lebih berbahaya dibandingkan kata ‘iya’. Entah apa yang harus kulakukan, aku sendiri tak dapat menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini. Aku paham bagaimana perasaan Jinki. Ia sama sepertiku, mencintai seseorang selama bertahun-tahun. Itulah mengapa aku dapat merasakan cintanya yang besar.

Mulai saat ini aku akan membiarkan semuanya mengalir. Harus kuakui kalau aku masih menganggapnya oppa, meskipun ia berpikir lain.

“Bebaskan aku!” tuntutku.

Dia menurunkan retsleting dan menyuruhku masuk.

“Tak mampir?”

“Tidak. Aku masih ada jadwal…,” ia melirik jam tangannya, “…satu jam lagi.”

“Ya, sebaiknya kau kembalikan mobil itu sebelum Siwon-sunbae menagihnya.”

Jinki membeku dan aku buru-buru masuk ke dalam. “Annyeong.”

“Kau semakin cantik dengan warna pirang,” teriaknya, tepat saat pintu tertutup.

 

..to be continued..

+++++++

#Baiklah, Jinki salah paham  -_______-

#Part kemaren banyak yang ngira Key nyatain sama Jira ya? Emang bener, tapi dalam konteks noona-dongsaeng. Key kan sering jahatin Jira, makanya dia bilang ‘sayang’ biar agak ‘nyembuhin’ Jira. Mereka kan sepupuan, jadi gakkan bisa jadi couple. Keke~

#Ada juga yang minta “Jjong-Jira”. Hihihi~ Mereka sahabatan…

#Makasih buat apresiasi dari semuanya. Oh iya, ada yang kelupaan. Di part kemaren lupa gak ngasih note, kalo scene putus Jira-Minho itu emang aku kutip dari novel New Moon. Suka cara mereka putus. Kesannya gak kejam. Jadi nyoba diterapkan di sini. Hasilnya? Masih banyak juga yang ngutuk Minho T_____T

#Terlepas dari itu semua, makasih buat all my dearest readers… Gimme ur comments, please^/\^

©2011 SF3SI, Diya.

This post/FF has written by Diya, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

78 thoughts on “We Walk [Part XIII] – Jinki The Opportunist

  1. I’m the 1st😀 senangnya
    patah hatinya jadi kayak Bella Swan yang di New Moon*Kerennnn
    Edwardnya Minho* dijitak team Edward

    Next partnya ASAP ya Oen . . . .*jangan hiraukan

  2. onyu odong!!! gitu aja bisa salah paham -_- #plak
    alasannya minho putus chaesa apa jinki sihh?
    Kok chaesa ga nonggol2 lagi?

    skrang sih onyu bisa senang-senang,
    termasuk aku onn pendukung jira-jinki
    tapi pasti ntr balik sama minho kan,
    Heuu, kasihan jinki…

  3. Waaaaaaa
    Yaampun gatau mau bilang apa
    Tapi kasian ama jinki
    Kalo dia sama jira tapi jiranya gaada perasaaan apa apa
    Aishhhhh minhooo
    Jangan begitu lah, pake akting
    Harusnya dia sadar jira sedih banget diputusin
    Dan aku yakin kalo minho tau jira ama onew
    Dijamin nanti dia pasti nyesek

  4. Aaa!!!!!! Pastipasti minho masih sayang!!!
    Gak mungkin minho gak sayang sama jira
    Pasti minho masih cinta sama jira
    Aaaaaaaa onew salah pahaaam x_x
    Bagusbagusssss semoga jira gak pernah degdegan sama jinki
    Biarin minho sama jira lagi
    Plis minho jangan kayak gini jangan gara2 chaesa
    Sampe garagara chaesa……wsdhnbshgvd
    Pokoknya aku maunya minho-jira!!!!

  5. eonni!!!!
    Itu entar endingnya sama siapa?????
    Huahhh aku panas dingin nihhh!!!!!!!
    Uwoooo jira di pirang….
    Ohya, aku pengen tau perasaan ny minho tuh gimana ma jira??? Cinta ga sih??? Akkkhhh….
    End nya masih panjang apa udah bentar lagi?????
    Daebak!!!!!!
    b^^b

    1. Endingnya ama sapa hayo?
      sebenernya udah ada clue di part ini Jira bakal ama siapa.

      Mino cinta apa ga?
      tar lebih jelas lg bakalan ada part khusus sudut pandangnya mino^^

      Ini lagi menanjak menuju tamat.
      diusahain buat gak lebih dr 20 part. pasti ngebosenin kalo panjang. keke~

      gomawoooo~

  6. baru beli pulsa buat ngenet di pc
    baru mau komen di part sebelumnya, eh yg baru udah publish yihaaaaaaa #narihulahula
    unn, komen yg chapt kemarin disatuin sm yg ini aja yaaa
    unn, kenapa minho-jira diputusin, kenapa unn??? #nangisgulingguling
    keren banget unn, pas baca yg mereka putus jadi ikut2an sedih, berasa aku yg diputusin minho #plaakkk
    rada sebel sm onew di part itu,soalnya dia yg bikin minho-jira putus
    aku sbg minho-jira shipper merasa tidak terima #dilempartahusamaonew
    kalo yg part ini
    huweeeee skrg aku jd sebel sm minho dan kasihan sm onew
    yaahh tapi unn jgn dibikin jadian dong unn onew-jira
    jira cocoknya sama minho *sapa elu ngatur-ngatur
    iyaaa unn aku jg kangen sm taemin, diselipin kek dia di next chapt kekeke
    part yg ini bagus juga kok unn, tapi kok kyny kependekan yaa
    next chapt kapan unn? jumat jg kah?
    unn sudah saya follow di twitter ^^

    1. haloooo~
      yampun makasih ya…
      iya tar bakal ada partnya taemin panjaaaang dari awal isinya dia. keke~
      giliran… di part 4 key, part 8 jjong, tar part 15 taem. sisanya mino-jinki mendominasi^^

  7. ahaha baru sadar thor,new moon banget hehehe
    tp ujungnya bali lg lho ke minho kan kyk di new moon hahaha
    aku lebih setuju minho-jira krn lebih dapet feelnya,tp sebel deh sm minho sebelnya kayak waktu nonton new moon hahaha ditunggu ya lanjuttannya

  8. semoga aja yg dibilang jira itu bner, klo prasa’n’y sma minho ga brubah, dan ga akan brubah. Hrus gitu terus ya onn sampe akhir,.. T,T

    ais, dri pendeskripsian ttg minho, ak bsa ngambli ‘sdkit’ ksmplan, klo minho emang msih suka ma jira! Dy pasti pu’y alasan yg *mgkin* baik ttg itu, ia kan onn? *wink-wink* …

    Lanjut yya onn,…, buat biar jinki ga slah pham.. T-T, issh, lee jinki, masa gitu aja slah paham sih? *noel2dagujinki*

    onn, asap ya,.🙂 *ditimpuk*

  9. Nalo..ini minho sebenernya gimana to?
    Jinki…uda biarin jira ma minho aja

    Jira-Minho FIGHTING,

    next part ya ^^

  10. Jadi Minho mutusin Jira karna Jinki?
    Kasian Jinki, padahal aku suka JinRa couple ! Jinki baik banget sumpah.
    oiya unn yg percakapan Jinki Minho yg sampe ngbuat MinJi putus diceritain dong unn, pengen tau hehe
    JongKeyTaem gak nongol dipart ini haha
    over all aku suka ff unni, keren !!
    ditunggu lanjutannya😀

  11. aku kira jira bakal ma jinki..klo di liat-liat bakal balik ke minho..yang kemarin aku nggak komen karena ada gangguan kekekr
    lanjut un..

  12. waaaaa
    kasian jinki oppa ku
    tolong eonni jgn bikin oppaku aka jinki sakit hati
    *sok akrab kenal jg gk*
    jika dia gk sama jira,tolong kasih dia cewe yg lebih baik salah satunya aku
    *plaak ngimpiii

      1. waaah kalo sama jira aku SANGAT SETUJU!!
        biar endingnya gk ketebak gitu
        kan bysanya klo cerita” gitu ujungnya si cewe akhirnya sama cowo yg dy syang
        skrg bikin aja si cewe akhirnya sama cowo yg menyayangi dy
        wkkwkwk #maksabanget

  13. JINKI BODOH kok bs salah paham sih -.-‘ yaelah bang polosmu jd keterlaluan..
    nih gara2 ahjumma kykx gak bakal misahin MINJI ya udah.. ONEW buatku… hahahahaha
    aduh Key cuman muncul di BBMan.. rasa ada yg kurang jdnya *colek Key*
    biasanya dia kan si tukang cerocos dimana-mana… cuman ada si ahjumma nih… gileee… aq g mw jadi eomma kyk dia… *kykx juga g bkl bs jadi kyk gitu dh*

  14. Kalo kataku cara pututs yg di new moon malah lebih nyelekit lagi, onn
    Soalnya mutusinnya ngga jelas gitu, gantung+egois, jadi pasti lebih sakit
    Pasti itu mobilnya chaesa hmmmmm
    Udah deh, sama jinki aja
    Aku ngga suka jiho ah
    Kasian taem (?)

  15. yA~~
    Part 13 ternyata..kk~ aku lupa yg part she’s back.
    hoho..

    Yah jadi beneran bimbang. tapi, sumpah aku jadi kasian jg ma minho.
    duh terserah diya aja mau ma sapa dah.
    jadi ikutan geregetan deh….

  16. akhirnyaaa out jg FF ini

    Huaaaaaaahh!
    Porsi ny kurang panjaaaannggg.
    Kurang puas .xP
    *dor

    Aaawwww.
    Jira d permak .x3
    Minho ga comment apa” T^T
    Aigoo
    psti cantik bgt daah.
    Kkkkk.

    Jd skrg Jira sm Onew?
    Ngarep ny sih gtuu .xP
    ehehehehe

    Ooh.
    Jd yg Key d Part sblum ny itu cmn gtu doang. Ga lebih ==’

    Aigooooo.
    Smkkiiinn seru dan daebaak !
    D tunggu Next Chapter ny !
    Jngan lama ToT)o

    Ehehe.
    Hwaiting .xP

  17. Setelah menunggu-nunggu,akhir’ny nih ff publish juga…
    Makasih author~
    Ff’ny lagi2 nge-feel bgt di aku^^
    Lanjutan’ny jgn lama2 ya author,udh gk sabaar nih soal’ny…=D

  18. aku lebih kasian ma jinki … huhuhu… eh sma minho juga deh … tpi sedikit ..
    hmmm jira udah sma jinki ajh ! minho …. ahhh bingung minho mau kemanain ???
    aku nga mau nampung minho #plak!!

    ahahahah keren … aku suka .. ahahahha lucu…. daebbak !
    lanjut thor ….

  19. diyaaaaaa…..
    aku meweeeeeeeekkk bacanyaaaa…
    knpa ada orang seluguuu akangg Oneww… ToT
    omiggoddd oneww…ga bolehh sepoloss itu jagiyaa
    *digaplokk

    diya aku ga suka part iniiiii
    lebih galauugalauuugalauuu dari yang kmareenn
    akuu suka kloo JINJI jadiiii tpi ga suka klo kya gniiiii
    kasiannnn bngett jinki nyaaa..
    sperti dmnfaatkannn
    mendingg ga usahh jadi aj dhh skalian klo ujung ujungnya bkal balik lagi sma minhooo
    jinki pasti bkall lagi sakitt lagiii
    mollaaaaa~~~~
    *loncatloncatfrustasiii

    pokonya yaahhh diyaaaa…
    awasss klo onewnya dibuat patahhh hatii yang mndalam kya sii key di married idool
    *todongpisooo

    ehhh tapii diya…
    part ni pndek bnerr dahhh nenggg
    hwooohhhhh…kya lagiii gregetan gregetannya eh langsung dilmpar batuuuu
    *loohh???
    *prumpamaann yang tdak bnerrr
    pokonyyaaa lagi seru serunya lnsung ditabokk gtu dhhh
    yahhh gtulahh rasanyaa
    bsookk jngan gtu lagi yaaa sayyy…
    kekekkekek
    ehhh satuuu lagiii,,,,
    bnyakin basabasiii donggggg
    biar satu scene ituu isinya pnjanggggg
    jngan cpet-cpetttt
    sbnerrnya akuuu ga mauu dhh ff ni tamatttt
    bolhhh gaa???
    diya : pke nanya lagiiii…yah jlas jwabannnya ENGGA !
    ikikikikiii

    Smangattt ya diyaaaaaa
    Smangattt ^o^

    1. WOOOOOOW PANJANG DAHSYAAAAT~~~
      hahahaha…
      jangan tamat? rempong dong ekeu… kekeke~

      gak lah… parah banget si key di MI. jinki di sini ga kaya gt…
      itu yang bikin key ky gitu sadis bener *dijambak mitmit*

      maksudnya lg greget2 dilempar batu/ditabok apaan ya?
      kependekan maksudnya part ini?

      aku kira basa-basi di ff ini udah panjang.
      dulu klo bkn ff, aku cuma sebatas 6 hlmn, plg byk 7 hlmn.
      ff WW ini rekor 8-9 hlmn. hahaha~

      gomawoooo…
      btw aku hrs panggil kmu apa ya?
      ienav?

      1. panggilll akuu Lena ajjj diyaaaa…
        qta seumurannn 90 line…
        *colekcolekkjjong
        hahahhah

        bnerr yahhhh jinki jngan dbikin mndritaaa kya siii key
        bisa bisa akuuu gantuuung kamu dahhh diyaaa…
        kekekekekkekk

        pkonya mksudya ituuu lagi seru serunya lngsung dbrhntiin gtu ajaa
        kya orang yang udahh staun ga makan ehh pas lagii mkan enak enknya disuruuh brnhti
        jadiiii galauuuu dhhh
        hehee
        emang dasar ajj akunya yng galau deuhh

        ehhh iyaa smpe 9 lmbarr?
        huweeee…
        *teprokteprokkk
        bnyakkk yahhh ~o~
        yoweisss…part slanjutnya bkin 15 lmbarr yahyahyhahhh
        *gataudirii

        pokonyyya haruus smngatt ya diyaa..
        dtunggu jumat dpnnn…
        mumpunng blom pnlitian yooo tulis ff sbnyak bnyaknyaaa
        *ngerayuuu ada mauunya

  20. Diya eonni ..
    Jgn bikin jinki patah hati yaaa~
    aigooo~ kasian dubu ..😦

    bingung mesti dukung yg manaa.. MinhoJira apa JinkiJira .. Huwaa~

    smoga eonni membuat yg terbaik d part selanjut nyaa …

    Sukaaa bgt pas jinki maenin resleting jaket nyaa d bdan jira… Huwaaa *mauu*🙂

    lanjuuutan ny d tnggu eon🙂

  21. Jira gak deg2an kalu dekat sama jinki berarti jira gak punya perasaan sama jinki
    duhh minho kenpa jadi evil gini, balik lagi dong jadi minho yang baik dan gak suka bohong lagi..
    lanjutanya jgan lama2 ya thor

  22. Haaa, onew salah paham!
    Wohoo, minho dingin banget dah.
    Haduh”, jira ama siapa ya bagusnya?
    Hmm, minho? Rada jahat gitu. Onew? Polos nya minta ampun.
    Wohoo, makin pnasaran ni unn.
    Next part nya jangan lama” yo unn.

  23. huweeeeeeee part yg ini pendek bgtbgtbgt
    msh mau bacaaaaaaaaaa

    ahhh minho mah kirain bakal berubah wktu ngeliat si jira rambutnya pirang
    ternyata tetep aj gak mau balikan
    nah loh nah loh jinki slah paham ya???
    mereka jadian ya?
    ahhh kasian am jinki

    diyaaaaaaaaaaa
    aku tungguin part berikutnyaaaaaa😀

  24. walopun dibikin salah paham begini tapi sebagai Jira-Jinki shipper, aku rada seneng kok.
    walo akhirnya psti Jira sama Minho lagi..
    tapi yaaa.. berarti Jinki nya sama gue ajaaaaa😀 /kicked

    oiya pasti hati Minho nya fluttering bgt pas liat Jira udah pirang kkkk

    daebakiya, diwoooon.. segera next part nya yak! ^^~

  25. hahahahaa aku ngakak pas di bagian jinki meluk jira kegirangan. itu konyol banget salah pahamnya hahahahahaa xD tapi ga tega juga kalo jinkinya sakit ati trus menghilang u,u pokoknya terus lanjutin ya thooorr hwaitiing!!😄

  26. Mian eonni ,, cuma baru ngoment 3 kali doang dari banyaknya FF ini haha ..
    Minho pasti cinta banget sama jira (?) sampe ngerelain jira buat jinki .///.
    Jinki jgn salah paham dong*siapa gue ?/plak
    Lanjutkan yah eonni, ceritanya bagus ,, akhirnya bkin kita bingung jira sama siapa hehe ..

  27. tertarik baca ff ini soalnya comentnya banyak.
    itu pertanda ceritanya bagus…
    tpi emang bagus ceritanya hhahah…
    eh lupa annyeong ak reader baru🙂

  28. kayanya ini uda lama publish ya -_______-”
    part belakangan ini beneran bikin nyesek,
    bersimpati sama jinki, bang, kamu terlalu baiiik T..T
    aku pendukung jinki-jira sih, tp apapun yg terjadi terserah authornya kan? (sing: semua terserah padamu aku begini adanya, kuhormati keputusanmu apapun yang akan kau… oke ini ngawur)
    fighting eon, aku mau nyari yg ketinggalan dulu (_ _”)

  29. Ahhh si ONYUUUU pede abis dikaauuu hihihi😄

    Ihhh tapi nyeseeeekk bangett sama MINOO~
    Kok jadi berasa Jiranya yang ngejer2 Mino gitu ya??
    err . . Sabar Jiraaaaa

  30. jinki oh jinki, kau harus belajar bahasa dengan baik supaya bisa menyerap kata” dengan benar =___=

    Suka JinRa couple tapi klo gini caranya kurang seru… maunya Jira ikhlas sama Jinki😦

    Yawdah biarkan air mengalir *jiahhh*

    tapi beneran kea NewMoon nih🙂

  31. aduh laki gw knpa polos bnr ya (read:jinki)….udah sih bang biarin jira sma minho aja…kmau sma aku aja…

    jngan smpe jinki patah hati…andwae..ga tega liat pria polos satu ini sakit hati…btw kangen juga sma manja na taemin…

  32. Jadi ama siapa akhirnya?? Ku kira hub. mereka goyah karena Chaesa, tapi ternyata sampe part ini gag nunjukin kehadiran Chaesa…..

  33. Jinki salah pham , bukan salah Jira juga sih bilang gitu, Jinki nya aja yang kebelet pengen *dijitak Jinki*
    Tapi kalau dibiarin terkesan jahat kejinkinya….

  34. Onyu salah paham.
    Jira cinta banget ya sama Mino, aku juga cinta banget sama Key dan Kris << oKEY abaikan kalimat terakhir haha
    Lanjut ke part berikutnya ah. Lets go~~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s