Lensa

Author : Anggi a.k.a Lee Hyo Seok a.k.a Kim Seung na a.k.a Jojo

Main Cast :

Lee Hyo Seok

Kim Key bum

Support Cast :

Choi Minho

Hwang Nimi

PG : all age

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Lensa

 

Hyo POV

Hari pertama di tahun ketiga, perasaan sangat senang. Apa tahun ini aku bisa sekelas dengannya, atau memang kami tak bejodoh sama sekali. Melihatnya pertama kali pada saat penerimaan siswa 2 tahun lalu.

“ ne Hyo, kamu dimana???” kata seseorang di seberang sana, Ni mi sahabatku meneleponku.
“ aku sedang melihat  papan pengumuman. “ kataku sambil berjinjit mencari namaku di papan pengumuman.
“ aku kesitu sekarang” katanya lagi.

“un. . “ akupun mematikan handphone lu dan mencari lagi dimana keberadaan namaku.
Tut tut tut..

Ternyata aku ada di kelas 3-5, ah bersama Hwang Nimi. Lalu dia??
“Hei Key, kamu dikelas 3-6 kita sekelas..” kata seseorang yang bisa kukenal.
“jinja??? Akhirnya kita sekelas lagi” kata seseorang yang dipanggil key itu, dan kemudian dia berTos ria dengan sahabatnya Minho.

ah Minho?? Sekelas dengan Key, ternyata memang kami sangat tidak bejodoh. Ternyata beda satu kelas dengannya. Pupus sudah semua harapanku, akhirnya selama 3 tahun kami tak bisa sekalipun kami bisa sekelas.  Aku ingin sekali sekelas dengannya, tapi sepertinya keinginanku takkan tercapai, tahun terakhirku di sekolah ini, dan setelah ini aku harus mengambil kuliah, dan pasti akan berbeda jauh dengannya.
“ hayo lagi liatin siapa??” tiba-tiba saja lamunanku buyar dengan kedatangan Hwang Nimi.
“ ahhh.. anni ~”
“kau melihat Key atau Minho??” katanya langsung to the point.
“anniyaaa. . “ kataku sambil melempar pandangan.
“ tapi selama ada kegiatan klub kamu pasti singgah ke lapangan panah untuk mengambil foto. Iya khan??” kata Nimi mulai bertanya macam-macam.
“ karena di lapangan panah banyak pohon yang cantik..”  kataku mengelak.
“kau tak perlu berbohong. . ternyata Kim Kibum ya??? Skarang aku paham, Hwaiting” kata Nimi menyemangatimu.
“aahh kau salah paham Nimi-yaa” kataku tetap tak mau mengakuinya.

“tak perlu kau berbohong padaku, karena aku tau dari matamu, aku sahabatmu. . “ katanya yakin.

“ahh aku tak bisa berbohong padamu yah????” kataku pasrah.
“unnn~~” katanya sambil mengangguk.

$$$

Pertama kali melihatnya dia sudah membawa perlengkapan lengkap untuk memanah, dan pada saat itu aku terlalu terburu-buru karena terlambat, aku berlari di sepanjang koridor, agar tak terlambat. karena panah tersebut terlalu panjang, aku tak sengaja menyenggolnya dan membuatnya jatuh tersungkur, aku yakin dia pasti kesakitan, membawa barang sebesar itu dan terjatuh tertimpa oleh perlengkapan panahnya yang sangat banyak itu, namun walau terlihat sangat kesakitan dia tetap tampan. aku hanya bisa diam tanpa berkata-kata, aku sama tenggorokanku terasa tercekat aku tak bisa bicara apapun, meminta maaf atau semacamnya, kemudian dia mengatakan “gwencana” lalu dia bangkit dari jatuhnya, membangunkanku dari jatuhku lalu dia membereskan barang-barangnya dan berjalan lagi dan sejak itulah aku menyukainya.

“ trus kamu pernah kenalan sama dia?” kata Nimi mulai mengorek semunya.
“anni. . “ kataku pelan.
“ kamu terlalu pasif sih…makanya aktif dikit donk…” kata Nimi mulai kesal.
“ biar aja, aku sudah senang hanya dengan melihatnya saja.” Kataku sambil tersenyum.

“bohong. . “ kata Nimi kemudian.

Melihat Key yang sedang fokus melihat sasaran panah, itu sangat membuatku senang, wajahnya yang serius, aku sangat menyukainya, apalagi wajahnya yang tersenyum jika anak panah tepat mengenai sasaran, itu sudah membuatku bahagia. Aku tau ini terdengar bodoh, tapi aku benar-benar menyukai senyumnya itu.

Di Klub
“ Hyo, kamu pasti bisa masuk ke perguruan tinggi fotografer jika hasil kamu selalu sebagus ini..” kata sunbaenim.
“gomawo subae. . “ kataku sambil tersenyum.
“ tema kali ini adalah album kenangan, karena kalian sudah kelas 3, saya ingin membuat album kenangan untuk semua murid, jadi saya ingin kalian memotret segala hal di sekolah , kalian tentukan sendiri tema kalian, okay anak2, sampai sini dulu, oiya satu lagi, album yang paling bagus, akan disertakan di lomba nasional tahun ini, jadi berusaha ya” kata Sunbae mengakhiri kelas hari ini.

Sesampai dirumah, aku melihat kembali foto-fotoku yang kuambil secara diam2 , foto Key, ini membuatku senang mengingat kembali ke masa itu, musim semi, musim dingin, musim panas, musim gugur aku selalu memandanginya, selalu,pasti kebanyakan berfikir, apa aku seorang penguntit atau semacamnya, yang suka memoto tanpa sepengetahuan orang yang di foto, namun aku tak pernah mengikutinya hingga kerumahnya atau menguntitnya setiap saat, aku hanya memotonya pada saat dia latihan memanah.

dddrrtttt, , ,drrrttttt
“ Hyo, kau dimana??” kata Nimi dari telepon.
“ dirumah..” kataku santai.
“ hah???dirumah???ayo cepat ke sekolah lagi, ada yang heboh, buruan!!! Jangan lupa bawa kamera!!!” teriak Nimi semangat.
“ada apa Nimi-yaa?? Ya!!! Ya!!! Anyeong????” aku rasa dia langsung menutup teleponnya.

Hah?? Ada apa??memang jarak dari rumahku ke sekolah tidak jauh, akupun dengan segera mengambil sweter ku dan mengambil kamera andalanku. Akupun segera berlari menuju ke sekolah, dan akhirnya akupun tiba disekolah, melihat kesekeliling, dan akhirnya aku melihat lapangan panah, dipenuhi banyak orang. Ada apa di lapangan panah? Kenapa ramai sekali?

“Nimi-yaa ada apa ramai seperti ini??
“ akhirnya dateng juga, buruan foto Key, katanya dia mau sekolah diluar Seoul, dia masuk ke universitas yang ada panahnya, dan itu Cuma ada diluar Seoul,”
“jinja??  tapi kenapa ramai bgini??” kataku masih bingung.
“ banyak penantang Key datang untuk pertandingan persahabatan panah, sebelum olimpiade Korea”
“mwo?? Olimpiade??” kataku shock.
“omoo~~ Hyo, jangan bilang kau ga tau apa-apa tentang Key??? dia satu2nya dari sekolah kita yang masuk nominasi di olimpiade, masa kamu tidak tau???” jelas Nimi cepat.
“ aku tak tau apa-apa nimi-yaa” kataku polos.
“ yasudah buruan foto!!!” teriak Nimi kesal.

Setiap aku melihatnya di lensa kameraku, dan tertangkap oleh lensa kamera, wajahnya sangat dekat dengaku, aku menyukai setiap ekspresinya, setiap gerak geriknya, aku menyukainya.  Wajahnya yang sempurna, matanya yang berbeda dari yang lain, kulitnya yang halus, dan senyumnya yang menurutku sempurna, aku benar-benar menyukainya, namun aku tak tau apa-apa tentangnya, aku bahkan tak tau jika dia akan pergi keluar kota untok sekolah. Memotret satu-satunyalah yang bisa kubanggakan, aku pun mulai membuka dokumen yang ada di kameraku, melihat hasil jepretanku.

“boleh kulihat??” kata seseorang menutupi sinar matahari yang menyilaukan mataku.
“ hah??” Aku menaikkan kepalaku dan mendapati Kim Kibum dibawah sinar matahari, menyodorkan tangannya, dan Key menyapaku…
“ aku lihat hanya kamu yang membawa kamera” katanya sambil tersenyum dan kemudian dia duduk disebelahku, apa ini mimpi???
“ ini…” kataku sambil menyerahkan kameraku. Memperlihatkan hasil jepretanku.
“ waw…bagus sekali..ini  semua kamu yang ambil?? “ katanya, tapi masih focus dengan foto-foto yang terekam oleh kameraku.
“ unn~” aku hanya bisa mengangguk.
“ kamu dari klub foto ya??” tanyanya lagi.
“ iya..” kataku pelan.
“ tapi kenapa banyak sekali fotoku….” pertanyaannya adalah yang paling kutakutkan.
“ itu…itu …untuk album sekolah, aku ingin semua ekspresi siswa yang bahagia ada di album itu, maaf jika..” kata-kataku terbata-bata, namun dia langsung memotong pembicaraanku.
“gwencana, aku menyukainya, aku tak pernah tau ekspresiku seperti ini, gomawo, siapa namamu??” katanya sambil tersenyum, pertama kalinya aku melihat senyumnya dari jarak sedekat ini tanpa dengan menggunakan Lensa kameraku.
“Hyo, Lee Hyo seok. . “ kataku pelan
“kim kibum, tapi kau bisa memanggilku Key. . “ katanya lagi, senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya.

“hasil fotomu bagus sekali. .” katanya lagi.
“ Desember nanti ada perlombaan Nasional, aku ingin mengikutinya… saat ini aku sedang berlatih. . “ entah kenapa aku mengatakannya.
“ aku juga ada olimpiade, jika dengan wajahku kamu bisa menang, aku dengan senang hati menjadi modelnya. “ katanya sambil tertawa.
“ hah??” aku shock dengan kata-katanya.
“hey Key waktu istirahat habis” temanya Minho, datang menghampiri kami.

“semoga kita bisa menang ya, kita saling memberi semangat ya, Hyo” katanya sambil melambai kearahku.

Ternyata jarak dengannya tidak lagi jauh, kami telah saling kenal, dan memiliki impian masing2 yang ingin dicapai, Tak menyangka bulan yang ditunggu2 akhirnya datang juga, pengumuman hasil album kenangan.
“ Hyo….Hyo….Hyo…” tiba-tiba Nimi datang sambil berlari kearahku.
“wae???” kataku bingung.
“ album milik kamu terpilih, kamu akan ikut lomba nasional…” teriak Nimi girang.
“jinja????” kataku tak percaya.

“ayooo, kita lihat jika kamu tak percaya” Nimi pun segera menarikku, dan berlari.

Tak menyangka aku bertemu dengannya di koridor sekolah.
“ah Hyo selamat ya..” katanya menegurku ketika aku melewatinya.
“ hah?? Gomawoo” kataku sambil sedikit membungkuk.
“ doakan aku berhasil juga hari ini, “ katanya sambil tersenyum
“hwaiting!!!” kataku pelan, dan segera mengejar Nimi lagi.

Entah dia mendengar ucapanku atau tidak. Kalau dia menang nanti aku akan memberi selamat padanya dan akan kukatakan salah satu foto album yang kumasukkan adalah wajahnya.
Setelah sekolah selesai aku langsung menuju ke tempat olimpiade berlangsung, sungguh tak menyangka jika penontonnya sebanyak ini, yang bisa kuandalkan hanyalah lensa kameraku untuk melihatnya. Ternyata sekarang adalah babak final. Dan dia ada ditempat itu, dia masuk final, Hwaiting Key!!!

$$$

Namun kata2 yang sepanjang malam aku pikirkan untuk kuucapkan padanya sia2, dari 5 shoot yang diarahkan ke target, hanya 4 yang mengenai sasaran. Pertama kalinya aku menangkap sebuah ekspresi kekecewaan dan kesedihan wajahnya di lensa kameraku, aku melihatnya dari kejauhan, tetes air matanya membuat buyar penglihatanku, namun akhirnya kusadari air matakulah yang menghalangi pandanganku. Aku kembali fokus ke lensa kameraku, namun aku hanya bisa menangkap pungungnya yang besar yang memakai hakama*pakaian memanah*

Setelah olimpiade itu, tak ada lagi latihan panah selama seminggu, dan selama itu pula aku tak pernah melihat Key, apa dia sakit, atau dia masuk namun aku tak melihatnya??
“ kenapa mukamu kusut begitu??” kata Nimi sambil menepuk bahuku.
“anni~” kataku pelan.
“aku  tau, key khan??, dia udah pulang” kata Nimi cepat.
“ hah??”  Tanpa pikir panjang aku langsung lari keluar kelas dan mengejarnya. Mencarinya diantara siswa di lapangan, aku mencari keseluruh penjuru sekolah. Dan akhirnya kumendapatinya, diia telah menaiki sepedanya dan mengayuh sepedanya. Akupun segera mengejarnya.
“KEYY!!!” teriakku, aku tak tau lagi harus bagaimana, aku hanya ingin dia mendengar panggilanku. dan tiba2 dia berhenti dan menoleh ke arahku. Kemudian dia turun dan menuju ke arahku.
“ ah..akhirnya ketemu…” katanya sambil tersenyum, aku merindukan senyum ini.
“ahh. .wae??” kataku bingung dengan perkataanya.
“ sepertinya aku kurang berhasil di pertandingan kemarin, mian. .” katanya tetap tersenyum.
“ahh annii. .  tapi kamu udah melakukan yang terbaik, kamu…kamu harus berusaha…” kataku, tetap bingung bagaimana menjelaskannya.
“gomawoo…” katanya pelan.
“ah key~~~”
“yee. . “ kata Key.
“ aku punya sesuatu…” aku pun merogoh tasku.
“mwo??” dia terlihat sedikit penasaran.
“ ini “ aku pun memberikan selembar foto padanya.
“ ini khan??” dia melihat foto itu, senyumnya merekah. Dan akupun begitu, bisa melihat senyumnya itu aku sangat senang.
“ ah kalau begitu aku juga punya sesuatu untukmu” dia melepaskan gantungan target yang ada di tasnya.

“aku sangat menyukainya, aku harap kamu bisa menjaganya..” katanya lagi.
“ahh tak perlu repot-repot” namun dia langsung menarik tanganku dan memberikannya langsung padaku.

“ jadi kita impas, ah aku antar sampai rumahmu, gimana???” katanya lagi.

“ahh anni. Tidak perlu,” kataku bingung.

“Ayo cepat naiklah” katanya sambil menarikku.

Bolehkah aku berharap sekali lagi, berharap untuk lebih dekat dengannya lagi. Aku sungguh sungguh menyukainya.

$$$

Tak terasa sampai akhirnya kami ujian universitas, aku berusaha sebisa mungkin, aku ingin aku dan dia bisa masuk ke universitas impian kami, walaupun aku tahu, kampusnya diluar kota Seoul, entah apa aku bisa melihatnya lagi atau tidak.

“ Hyo…” Nimi memanggilku pelan.
“ yee. . “ sahutku.
“ orang-orang membicarakan sekolah kamu lho…” kata Nimi berbisik.
“wae??” kataku bingung.
“ ternyata banyak wajahnya Kim Kibum…” kata Nimi makin berbisik.
“ hah???” aku shock mendengarnya
“ ah Hyo kalau suka sama Key bilang aja nanti aku sampaikan” kata seorang penyebar gossip.
“ahh aniiya, aku tak menyukainya, aku tak suka dengan Key, aku. , ,aku membencinya!!!” kataku membela diri, aku tak ingin ada yang tau bahwa aku menyukai Key.

“ oh begitu ya??? Benci??  Kau membenciku??” tiba-tiba saja Key berada disana pada waktu dan tempat yang salah. Aku melihatnya, dia berada tepat dibelakangku, dia mendengar pembicaraanku, untuk kedua kalinya kulihat wajah kecewa dimatanya setelah olimpiade panah kemarin. Dan dia pergi meninggalkanku bahunya terlihat bergetar, seperti dia ingin marah, dan aku tak bisa bicara apa2, kakiku tak bisa bergerak, tenggorokanku terasa tercekat, hanya air mataku yang membasahi kedua pipiku. Dia salah sangka.

$$$

3 tahun berlalu, hari perpisahan pun telah tiba, inilah akhir dari kisah SMA ku, dan berakhir jugalah kisah cintaku, Aku memandangi seluruh pekarangan sekolah dari jendela, aku berfikir…
Suatu saat apakah perasaan cintaku pada Key akan berubah?? Atau apakah setelah lulus nanti perasaan ini akan terhapus dengan sendirinya??
Namun ini adalah hari terakhir dimana aku bisa melihatnya, melihat punggungnya, melihat senyumnya, aku ingin wajahku dan wajahnya bersama2 tertangkap oleh lensa kameraku, aku ingin membuat sebuah kenangan hanya untuk diriku. Apakah aku bisa berfoto bersamanya?? Aku ingin berfoto bersamanya, aku ingin. Tapi apa yang kulihat, kancing no.2 dibaju sekolahnya telah hilang, kancing itu sudah tak ada lagi disana, dia telah memberikannya pada seseorang, namun apakah aku harus menyerah, selama 3 tahun perasaan ini tak pernah berubah, hanya Key yang kulihat dimata serta lensa kameraku, hanya dia yang terlihat di pandanganku, hanya dia…

Apa aku hanya bisa diam seperti ini???

Akupun berlari kearah lapangan, dimana seluruh siswa berkumpul, berfoto bersama untuk yang terakhir kalinya, aku menerobos cepat mencari dimana  aku bisa menemukan seseorang orang yang paling ingin kulihat saat ini, ingin kulihat senyumnya lagi. Dan diapun disana, sedang berdiri dikerumunan wanita-wanita yang ingin berfoto bersamanya. Aku ingin juga melakukannya.

“ aku juga ingin foto…” kataku sambil mendekatinya. Key melihat kearahku, melihatku tak percaya…
“Minho  bisakah kau membantuku untuk memfoto kami berdua” kata Key tiba-tiba, diapun langsung mengambil kameraku dan memberikannya pada Minho.

“ Oke. . kalian lebih dekat lagi dong..” kata Minho member aba-aba.

Masa 3 tahun yang telah kulalui ingin kuungkapkan, ingin kukatakan padanya kalau…
“ aku suka padamu…” kataku pelan, namun tak ada reaksi darinya sedikitpun. Aku tak berani melihat wajahnya saat itu namun…

Klik….

“ ah Key  muka lo aneh banget, sekali lagi ya…dan Hyo, kau jangan menunduk saja” kata Minho member aba-aba lagi.
Namun tak kusadari saat foto kedua dia memegang tanganku dan kurasakan ada sesuatu didalamya. Setelah selesai foto aku membuka tanganku, melihat sesuatu yang diberikan oleh Key, ternyata kancing dari seragam sekolahnya. Dia tersenyum padaku dan mengisyaratkan jika itu adalah kancing no.2 yang ada diseragamnya.

“kusimpan ini untukmu Hyo,  aku juga menyukaimu “ senyum yang terbaik yang tak pernah kulihat, merekah di wajahnya, bukan lagi dari lensa kamera, tapi benar-benar didepan mataku. Dan aku hanya bisa menangis mendengar kata-katanya sambil menundukkan kepalaku..
“ahh Hyo?? Gwencana???” kataya sambil memelukku dan disaksikan seluruh siswa yang sedang berfoto.

Kata author:

Muuuugggggyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~
Gw gejeh banget bikin ni penpik, ni penpik terbuat karena biz baca komik gejeh jaman anak sekolahan, miaaaannnnn kalo ada nama2 yang disebut tanpa permisi….
KOMMEN ARE LUPLUP

makinlah ga jelas yah saya?? ga seru yah?? lagi garing krik krik. . hahaha

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

48 thoughts on “Lensa”

  1. kereeen! masa ceritanya pas awal-awal mirip sama aku,tapi bedanya yang aku suka kakak kelas aku dan sekarang udah lulus……..cukup curcolnya.

    yaampun semoga aku sama seperti ending ff ini, mana kakak kelasku mirip Key pula………cukup curcolnya!!!

    keren thor! mumpung liburan, bikin ff yang lebih banyak yaaa mhihihi :3

    tapi thor, aku kira dari judulnya yang megang kamera itu Key, ternyata bukan. abis kukira ff ini diilhami dari MV replay versi japanese wkwkwk sotil ahaha

  2. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    Parah parah parah
    Ini sweet bangetttt huaaaaa
    Ga kuatttt keyy ngasih kancing nomer 2
    Yaampunnnnn udah deh ga bisa berenti senyum *stress sendiri
    Pokonya ini keren!!!

  3. endingnya mantap nih, akhirnya hyo ngungkapin perasaannya ke key
    terus key juga suka lagi sama dia haha

    1. klo di Jepang itu kancing no 2 berharga banget buat cewek disana, karena kancing no.2 adanya di dekat hati, , heheheheheheh. . jantung dehh

      gomawo dah mau baca FF aku yahh

  4. ceritanya ala komik bgt haha X3
    agak bingung jg di bbrp tempat, konfliknya jg kurang jelas, kurang gregeeet eon, tp inti ceritanya aku ngerti sih :d
    biasanya kalo di komik, isi klub panah (?) itu cakep2 ya eon wkwkwk XD
    share more eon, fighting! 😉

  5. kyak crta2 gya d k0mik jepang. Tapi lbih menarik tntunya. Endnya msh gntung, krang bkin gregetttt…gmezzz #d tamp0l auth0r# +kta2 bgian endny kgak ngrtiii…… D tnggu krya2 lainnya yg mkin seru + Du0 Kim nya. HWAITINGGG !!! mian k0men gaje +nympah ni.

  6. End ??

    Bagus banget ceritanya author ,, jadi pengen kayak gitu T_T

    Bikin ff yg bagus lainnya ya thor ^^

  7. gila…
    ada kemiripan ama kisahku >.<
    tapi aku baru masuk tahun ke-3 dan aku ga' pake foto cuma liat ajja
    semoga ntar aku bisa kaya' FF ni #ngarepbanget -________-
    DAEBAKKK ?!!
    ^_^

  8. aiiiiih, cinta jaman sekolah banget ceritanya :3
    overall bagus bangeeeeeet!
    tapi endingnya kurang gregeeeet *digeplak author banyak omong
    pokoknya, two thumbs up! (Y)

  9. Aaaaarrh~ so sweeeet!!!!
    Huf huf huf (tarik nafas) aigoo author ini bener2 sweet banget!! Bener2 kisah kasih di sekolah >.<

    Pengen juga ama jojong (T-T)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s