Let Me Be Happy – Part 2 [END]

[2/2] Let me be happy 🙂

 

Author : dhedingdong

Main Cast: Key, Minho

Length: twoshots

Genre: angst, sad, family, romance

Rating : PG-13-16 (?)  XD

Summary: inspirasi dari mana-mana, jalan cerita tetap milik saya^^

 

Ntahlah, aku tak tahu lagi harus berbuat apa. Kedua matakupun terasa begitu panas.

Tidak cukupkah penderitaan yang kualami selama ini??

Haruskah aku mengalami penderitaan-penderitaan yang lainnya??

Mengapa hidup ini sungguh tidak adil? Mengapa hanya aku? Mengapa bukan dia???

Aku berusaha mencari tukang kebun keluarga kami. Aku terus saja memberikan serangan pertanyaan yang bertubi-tubi mengenai kejadiaan ini. Namun apa hasilnya? Aku mendapatkan sedikit titik terang darinya.

Semakin lama jantungku semakin terpacu cepat. Kemarahanku kian memuncak, hingga kedua tanganku hanya dapat mengepal erat-erat. Sungguh, aku tak dapat memaafkan kejadiaan ini hingga akhir hidupku. Tidak sama sekali! Hartaku yang paling berharga satu-satunya, kini telah dirusak olehnya! Tak akan pernah kumaafkan, tidak akan!

“hyung~ kau sudah bangun?” suara Minho membuatku semakin naik pitam.

Tanpa basa-basi lagi, aku berusaha menghampirinya. Dan…

BUG!

sebuah hantaman keras kulayangkan kearah pelipis kanannya. Terlihat cairan merah mulai keluar, dan semakin lama meluncur dengan derasnya.

“hyung! apa maksudmu??” kulihat Minho sangat terkejut. Ia tak membalas hantamanku, ia hanya berusaha memegang pelipisnya agar darah tak keluar lebih banyak.

“seharusnya aku yang bertanya, APA MAKSUDMU HAH??” kulayangkan hantaman kerasku lagi, kali ini kearah pipi kirinya hingga menyentuh hidung ‘mancung’nya.

Lagi-lagi, ia tak membalas hantaman-hantamanku. Meskipun keadaannya benar-benar memprihatinkan. Bahkan ia masih sempat menatapku dengan tatapan yang menyedihkan.

“apa yang kau lakukan pada mawar-mawarku? jawab aku, atau kau akan merasakan hantaman keras dari kepalan tanganku ini, HAH?” kutarik kerah kemejanya, hingga ia benar-benar kesulitan untuk bernafas.

Namun apa yang kudapat dari tindakanku ini? Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.Tiba-tiba kulihat air matanya menetes.

“Minho-ya! Apa yang sebenarnya kau tangisi? TAK ADA YANG PERLU KAU TANGISI! aku tak memerlukan tangisanmu, aku tak memerlukan belas kasihanmu, aku hanya memerlukan penjelasan atas mawar-mawarku! Tidak lebih!!” kujatuhkan tubuhnya kelantai secara kasar.

FINAL. Ia tak sadarkan diri.

Aku beranjak pergi. Tak peduli dengan riuhnya para pelayan yang begitu panik karena keadaannya. Hhhh..dasar namja manja!

“KEY! Berhenti!” suara lantang appa, menghentikan sejenak langkahku yang hendak menuju kamar. Namun setelah beberapa saat, kulanjutkan lagi langkahku hingga tepat berada di depan ruangan kamar pribadiku.

“KEY! Hentikan langkahmu!” bentakan appa berhasil membuat kebekuan pada diriku. Sangat berat rasanya untuk menjejakkan kaki ke dalam kamar, meskipun hanya beberapa langkah saja.

Kutolehkan kepalaku walau hanya secara pelan ke arah belakang, lebih tepatnya ke arah appa. Ada sedikt perasaan takut yang menyelinap di hatiku. Namun tak beberapa lama, perasaan takut itu kembali tertutupi dengan perasaan benci yang amat mendalam.

PPPPLAAAAKK

Sebuah tamparan keras kudapatkan dari tangan appaku sendiri. Kurasakan ada sesuatu yang keluar dari hidungku.

Haaaahh, Minho. Saat ini kau berdarah, dan akupun juga berdarah. Jadi, bagaimana? kita impas bukan??

Hanya saja keadaan kita yang begitu berbeda. Banyak orang yang lebih sayang dan memperhatikanmu, sedangkan aku? sungguh menyedihkan.

“apa yang kau lakukan pada dongsaengmu? mengapa kau sangat kejam padanya??” tatapan tajam appa yang seolah sangat mengkhawatirkan keadaan Minho, menyulut api kebencianku padanya.

“aku kejam padanya? hanya memukul dan tak menghilangkan nyawa, kau menyebut itu kejam??” aku membalas tatapannya dengan tatapanku yang dapat terbaca sebagai tatapan menantang.

PPPPPLLLAAAKK

tamparan kedua yang aku terima dalam renggang waktu tak ada 15 menit. kuterima dengan senyuman kecut yang aku miliki selama ini.

“lantas, sebutan apa yang pantas untukmu? mengapa kau hanya membunuh ibuku? mengapa kau tak membunuhku juga jika itu semua membuatmu dapat tersenyum puas??” tanpa sadar aku mengeluarkan perkataan yang sangat bodoh bagiku.

“mengapa kau diam saja? JAWAB AKU APPAAAAAA…” kekerasan hatiku selama ini di depannya, kini seketika melebur di hadapan appa. aku terjatuh menangis sejadi-jadinya. Aku tak tahan dengan keadaan ini. Aku sendiripun merasa jika aku tak berguna di keluarga ini.

Bukankah jika aku pergi, mereka akan menjadi keluarga yang bahagia?

“bunuh aku appa…” sebuah kalimat yang tak pernah terpikir olehku sebelumnya, kini meluncur secara lirih dari mulutku.

“bunuh aku appa… bunuh aku…” aku masih terduduk dengan pikiran yang runyam.

“BRENGSEK! ANAK KURANG AJAR! kau sama saja dengan ibumu! Shin Hyo Ra yang tak pernah tahu diri! memalukan keluarga!” kulihat appa semakin larut dengan kemarahannya.

Tapi apa gunanya ia marah seperti itu padaku? apa gunanya ia memukul hingga aku babak belur? toh tak ada sedikitpun perasaan takut padanya di dalam diriku. yang ada hanyalah perasaan kebencian yang membara di hatiku.

“sekali lagi, jangan pernah sebut nama ummaku! atau kau akan menyesal seumur hidupmu!” kulayangkan kakiku untuk masuk kedalam kamar.

“apa yang harus kusesali akan perbuatan-perbuatan bodohmu? yang seharusnya aku sesali ialah, aku memiliki anak sepertimu! yang tak memiliki rasa terima kasih!!”

deg! perkataan appa.. sungguh membuat hatiku yang kini telah hancur, kian hancur bak menjadi serpihan-serpihan kecil bahkan telah menjadi debu. atau mungkin dapat dikatakan jika saat ini aku tak memiliki hati??

“aku telah bahagia memiliki anak seperti Minho! yang ceria, berprestasi, dan dapat membanggakan keluarga! sedangkan kau? apa yang dapat dibanggakan darimu?”

benarkah sekarang appa tak menginginkan kehadiranku?? apakah kini hanya Minho yang dia anggap menjadi anak kandungnya? lantas mengapa ia tak membunuhku dari awal bersama dengan umma? mengapa ia masih membiarkanku hidup menikmati penderitaan ini?

“pantaskah aku memanggilmu dengan sebutan appa??”

“…….”

***

“satu pertanyaanku, apakah kau tak pernah mencintai Hyo Ra umma? jawab aku appa…” desahku pelan.

“tidak, aku menikahinya karena faktor keterpaksaan! aku dan dia hanya diikatkan oleh tali perjodohan keluarga semata!” jawabnya santai seakan tak melakukan kesalahan apapun.

cairan bening keluar dari kadua mataku, semakin lama semakin deras. ntah sudah berapa kali aku menangis dalam sehari.

“aku mencintai Elma! dan aku sama sekali tak menginginkan kehadiranmu di dunia ini, aku hanya menginginkan kehadiran Minho! anakku bersama Elma!” perkataan appa kali ini sungguh membuat hati dan otakku bak tertusuk paku-paku tajam hingga membuatku kesulitan untuk bernafas bahkan untuk berfikir lagi.

tak tahu lagi, apa yang menguasai diriku sekarang.. aku berjalan mendekatkan diri pada appa. Aku mencengkeram kerah bajunya lalu membawanya hingga tubuhnya menempel pada dinding. Semakin lama kudekatkan wajahku kearah wajahnya hingga jarak kami terpaut sekitar 5cm.

“ap..ap..apa yang akan kau lakukan padaku?” kini tanganku mencengkeram kuat kedua lengannya hingga ia tak dapat melakukan perlawanan. terlihat semburat ketakutan dari wajahnya yang memuakkan.

“tak pernah kau menyadari betapa Hyo Ra umma mencintaimu, hah??” kutinju dinding tepat di samping pelipis kanan appa. hingga percikan darah yang berasal dari tanganku mewarnai dinding itu.

“tak cukupkah jawabanku baru saja? AKU MENCINTAI ELMA! AKU TAK PERNAH MENCINTAI HYO RA SEDIKITPUN!”

setelah mendengar jawaban yang sama untuk kedua kalinya dari mulut appa, lututku terasa begitu lemas. Hingga aku menangis terduduk tak berdaya. aku memang tak pantas berada disini, di dunia yang kejam seperti ini.

“bunuh aku appa…” aku mendesah lagi.

“bunuh aku appa, jika itu memberikan kebahagiaan tersendiri untukmu.. bunuh aku…”

“atau jika kau tak mau mengotori tanganmu untuk membunuhku, bagaimana jika aku saja yang membunuh diriku sendiri?? itu lebih mudah bukan??”

“pelayan, bawakan pedang koleksiku yang terpajang didalam kamar!”

Tanpa kusangka, perkataan bodohku baru saja sungguh direspon oleh appa.

“pelayan, jangan pernah kalian turuti perintah suamiku ini! Ia hanya sedang terbawa emosi..” Elma ahjumma yang kini sedang panik karena keadaan anak kandungnya, masih saja dapat membelaku yang nyatanya hanya anak tiri semata.

“ahjumma, terima kasih karena kau telah membelaku. namun, aku dapat menyelesaikannya sendiri tanpa campur tanganmu” untuk pertama kalinya kuberikan senyuman kearah Elma ahjumma. Memang, selama ini aku tak pernah memberikan senyuman padanya. Bagaimana pula aku dapat memberikannya? Jika setiap kali kami bertemu, aku berusaha memalingkan wajahku darinya.

“jika kau menghendakinya, aku siap untuk kau bunuh..” aku berlutut dihadapannya disertai dengan tundukan kepala secara dalam-dalam.

aku tahu, jika tindakanku ini gila. bahkan lebih dari gila.

seorang anak meminta sang appa untuk membunuhnya. setan apa yang berani merasuki diriku??

“ayo appa.. cepatlah, aku tak sabar ingin menyaksikan kau bahagia bersama keluarga barumu!” kataku diselingi oleh tangisan kecil.

kudengar appa menarik nafas panjangnya. Aku yakin, ia telah bersiap mengancungkan pedangnya kearahku.

kututup mataku seerat mungkin. ‘umma, aku akan menyusulmu dalam waktu beberapa detik ini.. tunggulah aku, dan kita tak akan pernah berpisah lagi…’

“appa! hentikan!!!!!” suara itu.. suara Minho.

“apa-apaan kau ini, Minho-ya? aku hanya ingin meladeni hyungmu yang sudah tak waras!” bentakan appa benar-benar membuatku semakin tak betah untuk berlama-lama berada di dunia ini.

“jika kau akan membunuhnya, bunuh aku juga! aku sayang Key hyung, aku tak mau ia meninggalkanku sendiri dirumah sebesar ini! sementara appa dan umma, terus asyik bekerja tanpa kenal waktu! tanpa memikirkan seberapa tertekan anak-anaknya saat ini? seberapa kesepiannya anak-anaknya tanpa ada kasih sayang dari orang tuanya?” dengan langkah tertatih-tatih sembari memegang kepalanya, ia menghampiriku dan appa.

“apa maksudmu Minho-ya?” akhirnya mulutku dapat membuka suara lagi.

“aku sayang Key hyung! dan aku tak mau kau meninggalkanku kesepian disini!”jawab Minho tegas.

“kau masih memiliki banyak kegiatan, yang dapat  kau ciptakan sebagai prestasi! kau juga mempunyai kedua orang tua yang sayang padamu! bukan, maksudku yang masih menganggapmu sebagai anak mereka!” kulebarkan mataku dan kutatap appa penuh dengan kebecian yang ntah bagaimana kebencian itu dapat tergambarkan.

aku beranjak berdiri, kulangkahkan kakiku menjauhi mereka.

“apa yang kau lakukan disana hyung?” teriakan panik Minho tak akan pernah membatalkan niatku kali ini.

“Key-ah! itu berbahaya! jangan macam-macam!” suara Elma ahjumma pun sama sekali tak kuhiraukan, mungkin hanya kuanggap sebagai angin lalu saja.

“lakukan saja jika kau berani! aku yakin, kau tak akan berani melakukannya! kau hanya seorang namja pengecut dan tak waras, yang hanya membesar-besarkan omongan belaka! ayo.. lakukan saja.. lakukan saja!” dan ini, suara appa.. membuatku terus terpacu untuk semakin cepat melakukannya.

“tuan muda, jangan nekat melakukan ini! jangan tuan mudaaaaa….” suara pelayan-pelayanku yang begitu panik tak mempengaruhi keputusan yang sudah kuambil ini.

* * *

aku mulai memanjat pagar pembatas lantai 2, jujur sebenarnya aku phobia ketinggian. namun saat ini, tak ada lagi kata takut di dalam kamusku.

aku telah berdiri di atas pagar pembatas tersebut, kulihat semua yang ada dibawahku. eum, kira-kira setinggi 7,5 hingga 8 meter. aku tersenyum simpul, senyuman yang menemaniku untuk mengakhiri semua ini. aku membayangkan sesaat, kejadian apa yang ada setelah ini. setelah aku tak berada lagi di RUMAH SAMPAH ini!

hhhh~ mengapa aku jadi membayangkannya? mereka semua tak pantas berada di pikiranku! mereka semua hanya SAMPAH, yang harus kubuang jauh-jauh!

kucoba untuk merentangkan kedua tanganku, kututup mataku perlahan. Kutarik nafas panjang, kunikmati detik-detik terakhirku.

“selamat tinggal.. selamat tinggal penderitaan.. selamat tinggal sampah-sampah kehidupanku.. selamat tinggal semua..”

kuterjunkan tubuhku ke dasar lantai, aku menikmati waktu yang masih tersisa ini. aku merasa seperti burung yang terbang bebas, melayang-layang di udara meskipun hanya dalam sekejap mata.

dan kini, kenikmatan itu.. kebebasan itu.. tergantikan oleh rasa sakit yang luar biasa menyerang tubuhku.

REMUK, ya itu yang kurasakan. tak dapat menggerakkan seluruh anggota tubuhku, bahkan membuka kedua mataku. juga merasakan banyak cairan di hampir seluruh tubuhku. DARAH?

Aku hanya mendengar suara jeritan dari Minho serta Elma Ahjumma, juga suara tangisan pelayan-pelayanku. Bagaimana dengan appa? Apakah ia dapat tersenyum puas setelah kejadian ini? apakah aku dapat memberikan kebahagiaan padanya??

“hyung, jawab aku! berjanjilah kau tak akan pernah meninggalkanku!” tangisan Minho membuat hatiku semakin sesak. Setulus itukah ia sayang kepadaku?

Namun sayang sekali, aku tak dapat berbuat banyak. Aku hanya dapat menggelengkan pelan kepalaku, serta memberikan senyuman yang mungkin sedikit membuatnya tenang.

“berjanjilah padaku hyung, BERJANJILAAAAAAAHHH!!!!” kurasakan guncangan kuat pada tubuhku. Guncangan yang Minho berikan ke arah tubuhku, ntah apa yang ada di pikirannya selama ini.

“kau pengecut! Brengsek! Kau pecundang! KAU NAMJA PECUNDANG!! Kau tak berani menghadapi kenyataan hidupmu! Kau hanya tahu jalan pintas! Kau tak pernah tahu betapa besar penderitaan yang juga kualami! Kau egois hyung! KAU BENAR-BENAR EGOIIIIISSSSS!! ARRRRRRGGGHHH!!!!!” perlahan tetesan air mata Minho jatuh diatas pipiku.

Aku tersadar, jika Minho memang benar menyayangiku. Aku masih memiliki seorang yang sungguh mengharapkanku secara tulus.

“Mianhae.. Minho-ya.. Mianhae..” bisikku pelan. Tanpa tersadar pula, lagi-lagi air mataku mengalir deras dari pelupuk mata.

“PELAYAAAAN!!! MENGAPA KALIAN TAK MEMANGGIL AMBULANCE? MENGAPA KALIAN TAK ADA USAHA SAMA SEKALI UNTUK MENYELAMATKAN NYAWA HYUNGKU?? APAKAH KALIAN INGIN MELIHATNYA MATI? MENGAPA KALIAN HANYA DIAM BERDIRI SAMBIL MENANGIS? KALIAN TAK PUNYA OTAK? KALIAN TAK PUNYA HATI NURANI, HAAAH? JAWAB AKU!!!!!!” teriakan dan bentakan keras Minho semakin lama semakin menghilang dari pendengaranku.

Samar-samar kulihat sebuah cahaya putih yang menyilaukan pandanganku. Semakin lama, cahaya itu semakin berwujud. Aku melihat seseorang yang tak asing lagi di hidupku.

“um..um..maaa..” tenggorokanku seperti tercekat, hingga nyaris tak dapat mengeluarkan suara.

“mari, ikut umma nak…” suara lembutnya sungguh meneduhkan hatiku. Ia mengulurkan kedua tangannya, sembari berjalan pelan namun pasti kearahku.

aku berjalan kearahnya, ntahlah aku bingung. mengapa kini tak ada rasa sakit sedikitpun pada tubuhku?

mengapa tubuhku serasa ringan seperti kapas?

aku tak memikirkannya lagi, yang terpenting aku akan pergi bersama umma untuk selama-lamanya.

* * *

AUTHOR POV

terlihat secarik kertas muncul dari saku kemeja yang Key gunakan bercampur dengan darah yang mulai mengering. ntah karena apa, tak sengaja Minho melihatnya dan cukup penasaran dengan isinya. karena jelas terlihat, jika kertas tersebut telah sempat di remas-remas oleh pemiliknya.

dengan tangan yang bergetar hebat, Minho berusaha untuk membacanya secara perlahan dengan volume yang sedikit kencang.

Aku… tak lain hanyalah namja loser yang tak pernah bisa menerima keadaan.

Aku… tak lain hanyalah namja durhaka yang sangat membenci appa hingga seumur hidupnya.

Aku…tak lain hanyalah namja brengsek yang tak pernah mengakui keberadaan ibu tiri serta namdongsaengku.

Tetapi aku… ingin seperti mawar-mawarku, memberikan kebahagiaan bagi banyak orang.

Dan inilah keputusanku, keputusan yang tak masuk akal namun akan berarti besar.. terutama di rumah ini. Rumah yang selalu terkenang akan penderitaan yang kualami selama ini.

Maaf, jika aku telah menjadi namja tak berguna yang membawa kesialan bagi keluarga anda.

Maaf, jika aku telah hadir di tengah-tengah keluarga anda menjadi seorang namja yang tak pernah diinginkan keberadaannya di dunia ini.

Dan tindakanku ini, adalah sebuah hadiah besar untuk anda. Aku ingin keluarga anda utuh, dan menjadi harmonis tanpa ada penghalang sepertiku. Aku mohon, jangan pernah sia-siakan ini semua. Ini adalah kesempatan besar untuk memperbaiki rumah tangga anda menjadi lebih baik.

Terima kasih, karena anda masih bersedia melihatku selama lebih dari 19 tahun.

Terima kasih, atas kebaikan yang pernah anda berikan selama ini untukku. Meskipun jika itu hanyalah sandiwara semata.

Jika aku boleh jujur, diantara serpihan hatiku yang kini telah hancur.. masih terdapat sedikit ruang yang menyimpan rasa sayangku yang tulus pada anda. Walaupun aku yakin, sudah tak ada lagi sisa kasih sayang anda untukku.

Untuk terakhir kalinya, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan appa?Meskipun hanya melalui tulisan ini, akan sungguh berarti untukku..

Anda tidak perlu khawatir, ini hanya untuk terakhir kalinya.. Sesudah itu, anda boleh melupakanku untuk selama-lamanya. Menganggapku tak pernah ada dalam kehidupan anda.

Bolehkah?

A..P..P..A.. 🙂

 

Choi Minho, jaga appa dan ummamu baik-baik.

Jangan pernah kecewakan mereka, dan tetaplah ceria seperti biasanya.

Terima kasih, karena kau memberikan ketulusan untuk menyayangiku..

Aku juga menyayangimu, bodoh! Maaf jika aku tak pernah jujur kepadamu, karena semuanya telah tertutup oleh keegoisanku..

Maafkan aku. Maafkan aku.. tak pernah bisa menjadi seorang hyung yang baik untukmu!

 

Elma ahjumma, untuk pertama kalinya.. bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan umma?

U..M..M..A 🙂

 

Terima kasih.. terima kasih atas semuanya..

 

 

-pecundang besar ‘KEY’-

 

“HYUUUUUUUUUUNNNG, ANDWWEEEE! JANGAN PERGIIII…. ARRRRGGGGHHH!!” Minho menangis histeris serta memeluk surat tersebut secara kuat-kuat.

 

***

Hujan tangis mewarnai kediaman tuan Kim. Seorang konglomerat besar berasal dari Daegu, Korea Selatan. Pemberitaan tentang kelurga tersebut kini menjadi hot news di seluruh negara. Bahkan menjadi top search untuk mesin pencari berita di internet Ya, seluruh rahasia masalah keluarga Kim yang sempat ditutup-tutupi kini menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Dan lebih parahnya, tuan Kim sempat dikabarkan mengalami depresi berat saat mengetahui kematian anak kandungnya. Bahkan ia tertangkap kamera wartawan tengah menangis di taman kota yang disebut-sebut sebagai salah satu tempat favorit anaknya dengan keadaan yang yang begitu memprihatinkan.

Juga dikabarkan, kini tuan Kim tidak meneruskan untuk memimpin perusahaannya. Namun telah di gantikan oleh Minho, yang santer dikabarkan sebagai anak beliau bersama selingkuhannya.

bagaimana latar belakang Minho sebenarnya??

==FIN==

Note: Bagaimana? Bagaimana?

Hahaha, saya buatnya pas bad mood. Jadi ntahlah, bagaimana ancurnya ni FF.. XD

Yang terpenting, saya sangat menunggu komennya.. huhuhu :’)

Gomawo yaaaah.. 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

66 thoughts on “Let Me Be Happy – Part 2 [END]”

  1. Bner2 bikin tersentuh+nangis nii FF,,..
    AppaX tega bgt sih,, pdahal Key sbenerX sayang bgt sma appaX..,,
    DAEBAK dehh bwt author yg udah bkin nangis, gag brhenti2..,,
    hweeee^^ TT.TT

  2. Hiks..TT__TT
    Sumpah..aku mewek bacanya..baru kali ini aq baca ff yg feel.x ngena bgt..
    Key kasian bgt..knapa musti mati sich..hiks*mewek lg*
    ujung2nya appanya nyesel juga tuh..beneran sad..hikshikshiks..:'(

  3. Sumpah mau nangisss
    Kibum jangan matiiii
    Huaaaaaaaaa
    Appanya jangan emosi dongg
    Jadinya kibum beneran nekattt
    Sebenernya ada satu misteri tak terpecahkan
    Siapa yang rusak mawar mawarnya key???

  4. Kenapa key bunuh diri?!!!!!
    Aigooooo itu minhonyaaaa
    Dia sayang bgt sama keyyyyy
    Kasian minhoooooooo
    Lahlah kok finnya masih ada pertanyaan….

  5. Hik hik’s T-T Baru kali ini bacanya sampe nangis2 ..
    Kasian minho di tinggal hyungnya ..
    Jd pngen nangis lg .. T-T hiks hiks hiks

  6. nangis !!!!! author jahat !!! aku ikut key ajh !!!
    #plak!!!
    huwaa author !! surat itu bener2 buat dadaku sesak !!!!
    nangis lagi…. nangis lagi .. huwaaa author !! fellingnya dapet nih !!!
    author daebbak !!!

  7. whoaaa mewek baca nya
    kejam bgt appa nya Key, kasihan kan Key jadi tertekan gitu
    minho jga kasihan setelah key pergi gak ada yang menemaninya dirumah
    oiy bakal ada lanjutannya lgy gak thor?

  8. kasian banget si key.. minhonya juga…
    halo ka , aku reader baru… bikin pov appanya dong ka biar ketawan sebenernya tuan kim sayang nggak sama key hehehe

  9. Hiks..hikss
    Keren ceritanya.. Key kasian, Minho juga kasian~~
    Appa nya..!! Huh? jangan ditanya..!!
    Hiks–hikss ( lanjutin nangis)

  10. tersentuh banget min. tapi aku suka cerita ini soalnya sad ending! 😀 aku suka cerita yang sad ending. aku pernah mencoba membuatnya tapi selalu gagal..

  11. Huaaaa!!!#nangis
    Key km tinggalin minho sendirinan dong! kasian minho tuh! TT_TT
    Minho emang anak yg baik baik banget 🙂
    Dasar appa yg gk berguna! Cuihh 😛

  12. yaampun benar2 nangis baca f ini
    kehidupannya key kasian banget sampe dia bunuh diri kaya gitu
    appanya juga udah ga peduli sama dia
    tapi minho masih baik bnaget sama dia

  13. OKEEEE FFNYA BERHASIL BIKIN AKU NANGIS AAAAA APPANYA JAHAT BENERRR HUHUHUU BAGUS BAGUS JADI KEBAWA ALUR CERITA DAEBAK THOORR :”D

  14. nangiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis bacanya-_- tp entah kenapa aku nganggep karakter key itu minho dan karakter minho itu key, karna key yg cocok jd dongsaeng dengan sifatnya yg penyayang 🙂
    bagus:D

    1. hehehehehe^^

      berhubung udah end, jd ga bisa d tuker castnya(?) XD
      tapi kalo menurutku pribadi, malah agak gmana gtu kalo g d buat sesuai kenyataan,, ><
      (maksudnya key kan lebih tua dari Minho, nah kalo d buat Key jadi namdongsaeng Minho agak aneh aja XD)
      tp, gomawo udah kasi saran yah^__^

      gomawooo~ 🙂

  15. waaah, gomawo udah di post admin~ 😀
    *bows
    jangan bosen2 postingin FF saya disini ya(?) xD

    btw, gomawo juga yang sudah meninggalkan jejaknya disini^_^
    ehehe~ please don’t be a silent readers 😉
    karena jujur saja kalo ga da yg komen, saya ga akan tau kekurangan apa yg ada d FF ini 🙂

    pokoknya gomawo buat semua:D
    mian kalo jalan dan model ceritanya pasaran, banyak typo, dan membosankan :3
    karena hanya sampe segini kemampuan saya untuk bikin ni FF XD

    *nahloh? ko jadi kayak pidato==’a
    oke deh, sampe jumpa di FF saya yang lain 😀

  16. author.. annyeong, saya reader baruu di ff ini ^^ tapi udah baca part awalnya kok, heheh
    ya ampun.. itu appa key jahat bener sih ? huh.. anak seganteng key disuruh lompat, sinting tu orang *heaaa* si minho juga.. segitu sayangnya sama key.. aku jadi terharu..
    beneran thoor, waktu baca suratnya key aku nangis deh.. apalagi bagian “appa” itu.. huwaaa T_T authorr sukses mbuat mataku bengkaakk *heaaa..*
    nice ff thor, ditunggu karya selanjutnya ^^

  17. hwee. .aku nangis beneran. . Sampe ingusan. . Huhu
    bagus banget. . Huah gatau dh mau ngomong apa lg. .

  18. Huhuhu T___T
    ff ini cukup menguras air mata… kasihan Key nya..
    Appa nya pilih kasih!! =3=
    Jiaah. appa nya jadi depresii, emang enak! =P
    hahaha. ^^

    #jujur ya aku nangis loh baca ff ini, u.u

  19. Mewek bacanya TT,TT ingusku meleber kemana-maana haha.besok pagi mata bengkak nih ~.~ bagus kali thoor.lagi badmood aja keren apalagi kalau author lagi mood?daebak lah pokoknya!bikin ff sad ending lagi yaaaa

  20. HUAAAA….HIKS…HIKS…HIKS..LILI SUKA FF INI AUTHOR…HEBAT…DAEBAK…!!!!!
    COCOK BANGET…DAEBAK…!!
    HIDUP AUTHOR..!!!!

  21. key, jangan tinggalin minho gitu aja. aaaargh, menyesal, kenapa key nggak nunjukin selama dia masih hidup kalau dia juga sayang sama minho? hueeeeeee T,T
    sedih. FF-nya daebak author.

  22. daebak chingu critanya.. sumpah bikin aku nagis n gag bisa diem.. dalem bget critanya… key oppa syng bnget sma appa n dongsaengnya.. tp knapa appanya jahat bnget sma dia… sunggu buat aku nyesek banget..
    semangat ya buat ff yg laennya.. hwaiting….

  23. TT_TT huwaaaaaaaaaaaaaa kasian key..
    1000 jmpol deh bwt author na.. kerenn bgt ceritana.. ampe bercucuran airmata gni bacana.. daebaaaaakkkk..
    author jjang

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s