Butterfly – Party 4

Butterfly – Part 4

 

Author: Shin Chaerin

Cast: Key (Shinee), Yong Mi Rae (OCs), Minho (Shinee), Onew (Shinee), Jonghyun (Shinee), Taemin (Shinee)

Disclaimer: All charas, except OCs, belong to themselves. While the OCs and the story are mine! XD

Genre: Mystery(?), Fantasy, Angst.

Rating: PG-15

Length: Short story

Warning: AU, Gaje, typo.

Don’t Be Silent Reader Please ^ ^

♥♥♥

Aku terhenyak dari lamunanku saat kurasa seseorang memasuki kamarku.

“Key?”

Ia mendekatiku dan berdiri di hadapanku dan berkata, “Apa kau mencintaiku?”

Pertanyaannya hanya kujawab dengan anggukan. Kemudian ia bertanya lagi, “Kita akan selalu bersama kan?”

Kali ini aku ragu untuk hanya sekedar mengangguk. Apa kah aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama Key? Itu berarti selamanya hidupku akan terbelenggu seperti ini. Ia mengulangi lagi pertanyaannya barusan,”Kita akan selalu bersama kan?”

Entah aku sedang terhipnotis atau tidak, tanpa aku sadari aku meng’iya’kan pertanyaannya.

“Apa kau mau jadi pengikutku dan saudara-saudaraku?”

“i..iya”, jawabku dengan suara parau. Entah ini jawaban yang benar atau salah, aku tidak tahu.

“Apa kau mau menemaniku dan saudara-saudaraku?” Aku mengangguk lagi.

“Bagus. Kalau begitu, jadilah pengikut yang setia dan penurut.”

Kemudian ia menarikku ke dalam pelukannya. Aku terhanyut oleh perasaanku sendiri. Sebenarnya aku ingin semua ini berakhir, aku sudah lelah. Namun setiap kali aku berada di dekat Key, tubuhku seakan tidak menuruti perintah dari otakku.

“Mungkin sebentar lagi akan ada sedikit kekacauan, namun jangan khawatir, selama kau berada di sisi kami semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku”, ujarnya seraya mengecup lembut bibirku lalu meninggalkanku. Kalau Key bilang baik-baik saja pasti semuanya akan baik-baik saja. Semoga.

♥♥♥

Minho POV

Lagi-lagi bulan purnama. Kurasa sebentar lagi saatnya.

“Hyung, perasaanku benar-benar tidak enak”, ujar Taemin. Wajahnya menampakkan guratan-guratan kecemasan.

“Tenanglah Taemin..semua akan baik-baik saja”, seruku meyakinkannya.

“Ah, bagaimana aku bisa tenang, hyung! Onew hyung dan Jonghyun..” ia tidak melanjutkan kata-katanya. Sedari tadi ia hanya mondar-mandir tak karuan sambil sesekali melongok keluar jendela.

Saat ini yang berada di kastil ini hanya aku, Taemin dan Key. Sedangkan Onew hyung dan Jonghyun sedang berburu. Seharusnya Jonghyun tidak perlu ikut berburu, toh ia tidak terkena kutukan itu. Mungkin karena Jonghyun khawatir kalau-kalau di tengah jalan tiba-tiba Onew hyung bertemu dengan klan Brujah.

Kurasa ini adalah saat yang tepat untuk membujuk gadis itu agar ikut denganku. Sudah tidak ada banyak waktu lagi.

“Sudahlah, jangan terlalu khawatir Taemin.. Onew hyung itu bukan orang yang lemah”, ujarku sambil menepuk-nepuk punggungnya.

“Kau yakin? Apa aku pastikan saja ya?”

“Kurasa bukan ide yang buruk, asal kau hati-hati saja!” saranku padanya. Akhirnya Taemin memutuskan untuk berangkat menyusul Onew hyung dan Jonghyun. Aku melihat jam besar di dinding. Pukul 12.35 dini hari. Jam segini manusia sudah jarang beraktivitas. Lagipula sudah 5 jam sejak keberangkatan Onew hyung. Biasanya ia akan kembali dalam waktu 2 jam. Aku jadi ikut khawatir.

Aku sekarang berada di ruang tengah, dimana kami berlima biasanya berkumpul. Aku tidak sendirian disini, ada Key yang menemaniku. Huh, agak canggung juga kalau hanya berdua saja begini. Walaupun kami ini bersaudara, tapi hubungan kami tidak begitu dekat.

Aku lebih memilih diam daripada harus berbasa-basi hal yang tidak penting sekedar untuk mencairkan suasana.

“Apa kau cemas pada Onew hyung, Jonghyun dan Taemin?” ujar Key yang nampaknya lebih memilih bicara daripada diam satu sama lain seperti orang bodoh.

“Ya”, jawabku singkat.

“Aku malah lebih cemas pada gadis itu”, ujar Key sambil menyunggingkan senyum soknya.

“Apa maksudmu?” tanyaku penuh penekanan.

Sedangkan ia hanya menjawab santai, “Yah, aku hanya khawatir saja kalau-kalau ada seekor kecoa yang tiba-tiba merebut Troides dan melepaskannya.”

Aku tidak begitu mengerti apa yang dimaksud Key, apa dia barusan menyindirku? Atau dia tahu rencanaku? Kalau memang benar, kurang ajar sekali aku dibilang kecoa!! Tenang Minho.. si bodoh Key itu tidak mungkin mengetahui rencanamu. Aku terus menenangkan pikiranku dan tidak terbawa emosi agar Key tidak semakin curiga padaku.

 

BRAAKKK!!!

Pintu ruangan dibuka dengan paksa oleh seseorang. Dia berlari menghampiri Key dan aku dengan wajah bercucuran keringat dan ngos-ngosan. Apa yang terjadi? Wajahnya begitu kacau dan frustasi.

“Hhh..O..Onew hyung dan Jonghyun..”

“Ada apa Taemin? Katakan yang jelas! Kenapa mereka?”

Taemin seakan tak sanggup menjawab pertanyaan Key, napasnya masih tersengal-sengal. Wajahnya benar-benar kusut, antara sedih dan ketakutan.

“Mereka..menyerang Onew hyung dan Jonghyun. Yang jelas tadi Onew hyung sedang melawan mereka sedangkan Jonghyun, ia..tertangkap. Aku bisa meloloskan diri karena Onew hyung..”

“Sial !!” umpat Key.

“Kita harus menolong mereka”, ujarku.

“Baiklah, tapi harus ada satu yang menjaga Troides. Dia tidak mungkin kita tinggalkan”, kata Key.

Kemudian ia menoleh ke arahku. “Minho.. kau atau aku yang berangkat?” tawarnya.

“Kau saja yang berangkat Key, kau kan lebih hebat. Biar aku saja yang menjaga Troides disini.”

Ini kesempatan! Haha, aku seperti berkhianat pada saudaraku saja karena sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Key kemudian pergi bersama Taemin.

Selamat jalan saudaraku, semoga kalian semua selamat! Nah, selanjutnya tinggal menjalankan rencanaku.

End of Minho POV

 

♥♥♥

Aku terbangun dari tidurku karena aku merasakan tangan seseorang mengusap kakiku lembut lalu orang itu mencium bibirku.

“Kau sudah bangun, sayang?” ujar Minho.

Tentu saja, aku bangun kan karena dia juga!

“Sebenarnya aku ingin kita bersenang-senang dulu tapi kurasa kita tidak bisa bersantai lagi sayang, kita harus cepat pergi dari sini”, bujuknya.

Kenapa tiba-tiba dia seperti itu? Aku teringat pada kata-kata Key kalau aku harus tetap disini apapun yang terjadi. Bukankah Key bilang semuanya akan baik-baik saja? Lalu aku harus percaya pada siapa?

“Kau harus percaya padaku, disini tidak aman”, ujarnya seakan mengetahui apa yang sedang aku pikirkan.

Minho menarik tanganku, namun aku menahannya. “Aku tidak bisa pergi..”

“Apa?!” ujarnya tidak percaya.

“Aku sudah berjanji pada Key bahwa aku akan tetap disini bersamanya. Dia juga berjanji padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja.”

“Dasar bodoh! Kalau aku bohong, tidak mungkin aku rela menanggung resiko sebesar ini dengan membawamu kabur.”

Aku tidak mengerti apa yang Minho katakan. “Minho, kalau begitu yakinkan aku agar aku dengan rela mengingkari janjiku pada Key.”

“Apa yang harus aku lakukan supaya kau yakin?”

“Ceritakan padaku yang sebenarnya terjadi. Semuanya!”

“Apakah itu termasuk siapa kau dan masa lalumu?”

“Tentu saja!!” jawabku penuh semangat.

“Wah ini akan menjadi cerita yang panjang, terlebih lagi aku akan benar-benar menjadi pengkhianat bagi saudara-saudaraku.” Ia diam lalu kemudian menceritakan semuanya dengan detail.

“Pertama, kau harus tahu dulu siapa kami. Kami adalah, yah sebut saja vampir, tapi wujud kami lebih menyerupai manusia pada umumnya. Hanya saja kami memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Semua berawal dari sebuah kutukan dari leluhur kami yang akhirnya secara turun-temurun diwariskan kepada anak sulung dari Malkavian bersaudara. Kami keturunan Malkav, dan Onew hyung terkena kutukan itu.”

Aku menganga tidak percaya bahwa Onew benar-benar menghisap darah manusia untuk bertahan hidup.

“Sedangkan yang lainnya tidak membutuhkan darah manusia, kami makan makanan manusia dan hidup seperti manusia. Oh iya, kelemahan kami adalah sinar matahari. Fisik kami tidak dianugerahi kekuatan untuk berada di bawah sinar matahari terlalu lama seperti manusia. Kutukan itu akan bereaksi pada bulan purnama. Biasanya, anak sulung yang mendapat kutukan itu hidupnya tidak akan bertahan lama. Kecuali ada seorang Troides yang mampu mengikat jiwa kami semua sehingga anak sulung itu dapat bertahan hidup lebih lama, jiwanya selamat karena jiwa Troides lah yang menggantikan jiwanya untuk dijual kepada iblis sebagai tumbal. Itu hanya menurut legenda atau kepercayaan kuno leluhur kami. Tapi walaupun itu hanya legenda sepertinya ada benarnya juga karena selama ini kami baik-baik saja.”

“Troides? Apa itu?” tanyaku penasaran.

“Troides, hanya sebuah julukan untuk seorang wanita. Karena wanita itu seindah kupu-kupu. Begitulah kaum kami menjulukinya. Dan Troides milik kami saat ini adalah…kau.”

“Apa?! Jadi, kalian ingin menjadikanku sebagai tumbal?” Minho hanya mengangguk, lalu ia melanjutkan ceritanya.

“Kau dulu pernah bertanya, kenapa dirimu yang harus mengalami hal ini? Kau sebenarnya tidak berbeda dari gadis lainnya, semua ini berawal dari Key yang menemukanmu..”

[Flash back]

Key merenung di depan jendela kamarnya. Merenungi kata-kata Onew semalam. ‘Yang tersisa hanya kita berlima. Cepat atau lambat kita akan musnah. Karena itu, carilah seorang Troides yang bisa kita jadikan tumbal. Aku tidak ingin mati cepat.’

Sebenarnya tugas ini bukan hanya dia yang harus menanggung, namun setelah dipikir-pikir hanya dialah yang bisa karena hanya dia satu-satunya yang memiliki intuisi paling tajam diantara saudara-saudaranya.

Key sangat membenci sinar matahari, namun kali ini ia paksakan dengan dalih mencari seorang Troides. Beruntung cuacanya mendung, sehingga ia tidak terlalu menderita.

Sudah beberapa hari ini Key mengamati seorang gadis. Gadis yang ceria dan selalu menghabiskan waktunya sendirian di sebuah taman.

Pertemuan pertama Key dengan gadis itu adalah di sebuah jalanan sepi pada malam hari. Kemunculan Key dihadapan gadis itu sama sekali tidak membuat gadis itu ketakutan. Justru gadis polos itu menyapa Key dengan hangat. Menurut intuisi yang dimiliki Key, aura dari gadis itu menunjukkan bahwa ia dapat dijadikan sebagai Troides. Karena selain mempesona, ia juga memikat.

Pertemuan kedua Key dengan gadis itu adalah di atap gedung sekolah gadis itu. Intuisi Key mengatakan bahwa gadis itu akan ke atap. Maka dari itu Key menunggu gadis itu. Dan ternyata benar, gadis itu datang.

“Ah intuisiku tepat”, gumam Key.

“Halo, gadis cantik? Namamu Yong Mi Rae kan? Perkenalkan namaku Key.”

“Apa kau mau menemaniku dan saudara-saudaraku?”

Gadis itu nampak terkejut. Rupanya gadis lupa akan sosok Key yang ia temui beberapa hari yang lalu.

“Jadilah Butterfly kami.”

Selain intuisi, Key memiliki kelebihan lain yang cukup menakjubkan. Karena tidak semua Malkavian memiliki kelebihan ini, kelebihan untuk mengontrol jiwa seseorang dan mengambil ingatan orang itu. Kemudian Key membawa gadis itu pergi.

[Flashback end]

Minho menyudahi ceritanya. “Apa gadis itu adalah aku?” tanyaku ragu-ragu. Minho mengangguk.

“Kau ingat?” ujarnya kemudian. Aku menggeleng.

“Satu-satunya orang yang bisa mengembalikan ingatanmu adalah Key. Tapi tenang saja, setelah kau terlepas dari Key kemungkinan ingatanmu akan berangsur-angsur pulih. Nah, sekarang apa kau masih tetap tidak mau ikut denganku?”

“Aku ikut.”

Aku tidak peduli apa yang dikatakan Minho itu benar atau hanya karangannya saja namun sekarang yang jelas aku sudah tidak percaya lagi pada Key. Mungkin dengan pergi bersama Minho adalah tindakan yang tepat.

Minho membawaku keluar dari ruangan gelap itu, ruangan yang entah sudah berapa lama kutempati. Kami menyusuri lorong demi lorong. Pintu keluar rumah ini ternyata ada dibalik lemari penyimpanan buku selebar dinding, yang kemarin kumasuki. Hanya saja kemarin aku salah memilih lorong yang malah mengantarku ke menara rahasia milik Onew. Namun sebenarnya pintu keluar itu ada di lantai, apabila lantai itu dibuka akan nampak tangga turun. Ya, pintu keluarnya ada di ruang bawah tanah. Kami menyusuri tangga itu perlahan. Sekarang aku dan Minho berada di ruang bawah tanah itu hanya dengan berbekal 2 buah lilin.

Kuharap kali ini Minho benar-benar mengajakku keluar dari sini. Semoga saja ini bukan jebakan atau sekadar bualannya saja.

Kami tiba di satu-satunya pintu yang ada di ruang bawah tanah ini. Minho membuka pintu ini, sejenak kurasakan hawa sejuk angin malam menerpa kulitku. Aku bersyukur sekali. Minho kemudian menarik tanganku keluar dari rumah itu. Aku baru sadar ternyata rumah ini sangat-sangat besar apabila dilihat dari luar.

Dan sekarang aku benar-benar diluar!! Bukankah ini keajaiban??

Aku melihat sekitarku yang mayoritas adalah hutan belantara. Rumah ini berada di tengah-tengah hutan belantara.

“Berdoalah agar kita tidak bertemu Brujah ataupun saudara-saudaraku yang lain”, ujar Minho. Aku mengangguk lalu mulai berdoa. Namun sepertinya doaku belum tersampaikan kepada sang pencipta, karena baru saja kami melangkah beberapa langkah dari rumah, Minho mengatakan kalau ada beberapa kaum Brujah yang mendekat. Kurasa ini salah satu kelebihan Minho, insting penciumannya tajam terutama terhadap musuh.

Minho menarik tanganku, lalu kami berlari secepat mungkin menghindari mereka. Minho masih menggenggam tanganku erat, namun tenagaku tidak bisa mengimbangi tenaga pria apalagi dalam hal lari.

“Minho hhh.. berhenti sebentar..aku sudah tidak kuat”, ucapku tersengal-sengal lalu aku menjatuhkan diriku ke tanah.

“Ya!! Kalau kita tidak cepat, mereka akan segera menemukan kita!”

“Ya!!! Aku kan perempuan! Jangan samakan fisikku denganmu!”

Minho mendengus kesal. Seperti yang Minho katakan, beberapa dari klan Brujah sudah mengepung kami. Sekitar 3 orang. Ottokhae?? Minho segera melindungiku dari serangan mereka. Aku tidak tahu siapa yang sebenarnya diincar mereka, aku atau Minho?

Minho segera melempar tubuhku sehingga tubuhku terpelanting jauh dari Brujah-Brujah tersebut. Badanku seakan remuk saat terantuk tanah, pandanganku mengabur namun samar-samar aku melihat Minho menyerang 3 orang dari klan Brujah itu, entah siapa yang akan menang? Seketika pandanganku gelap.

♥♥♥

Aku membuka mataku perlahan dan mengerjapkannya, seketika mataku merasakan sakit karena intensitas cahaya berlebih yang tertangkap oleh syaraf-syaraf mataku. Hari sudah pagi, kulihat Minho berada di sampingku. Tubuhnya penuh luka. Kurasa dia yang memenangkan pertempuran semalam.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyaku penuh kekhawatiran.

“Menurutmu, apakah tubuh penuh luka seperti ini masih bisa dibilang baik-baik saja?”

Aku jadi merasa sangat bersalah. Ini karena aku yang lemah, yang tidak bisa lari cepat sehingga akhirnya kami mudah ditemukan. Aku mulai menangis. Setelah sekian hari aku tidak bisa menangis karena sudah terlalu sering menangis sebelumnya, ternyata ada seseorang yang bisa membuatku kembali menitikkan air mata.

“Hey, kenapa kau menangis? Aku tidak apa-apa”, ujarnya sambil mengusap air mataku.

“Lalu, kemana mereka bertiga? Apa semalam kau berhasil mengalahkan mereka?”

“Tentu saja! Aku kan hebat!” jawabnya sambil terkekeh.

“Tenang saja, sebentar lagi kita akan keluar dari hutan ini”, ucapnya kemudian sambil mengusap lembut rambutku.

“Ayo! Kau masih kuat jalan kan? Kita masih perlu jalan kaki. Lagipula aku tidak mau menggendongmu, kau kan berat”, ujar Minho.

“Ne, ne, aku masih kuat jalan. Kau tidak perlu menghinaku seperti itu.”

Setelah berjalan kurang lebih 2 Km, kami tiba di sebuah perkampungan. Perkampungan ini tidak begitu banyak penghuninya. Kami terus berjalan sampai kami tiba di perkampungan selanjutnya. Disini sudah lumayan banyak penduduknya. Sesekali kami menumpang apabila ada angkutan pedesaan yang lewat. Entahlah, aku tidak tahu aku berada dimana sekarang. Minho sepertinya tidak begitu terganggu dengan suasana siang hari. Karena disini udaranya dingin dan mendung. Apakah sebentar lagi hujan? Semoga tidak.

Minho membawaku hingga kami tiba di pusat kota. Setelah itu kami naik bus dan tiba di stasiun kereta api. Aku sangat bersyukur sekali bisa sampai disini. Aku melihat pemandangan pusat kota yang ramai dan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Dan aku melihat papan penunjuk arah, disitu tertulis ‘SEOUL 700 KM’. Seoul? Aku seperti mengenal daerah itu.

“Aku memang ingin membawamu ke Seoul, karena kau berasal dari sana jadi wajar saja kalau kamu merasa tidak asing dengan nama daerah itu”, kata Minho tanpa menoleh ke arahku.

“Bagaimana kau tahu?”

“Salah satu kelebihanku sebagai seorang Malkav adalah bisa membaca pikiran orang lain.”

Aku sedikit tercengang juga, pantas saja dia sering menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kulontarkan dalam pikiranku.

Akhirnya kami tiba di stasiun tujuan kami. Kami menunggu kereta yang menuju kota Seoul. Saat ini hujan lumayan deras. Bajuku sempat basah saat kehujanan tadi. Sejak perjalanan tadi kami hanya saling diam. Aku memandangi langit yang kini sedang sibuk menjatuhkan titik-titik air hujan. Suasana stasiun ini juga sepi, hanya ada beberapa orang saja yang sedang menunggu kereta yang sama denganku.

“Aku pernah bilang padamu kan kalau hanya Key yang bisa mengembalikan ingatanmu? Maaf aku sudah berbohong padamu”, Minho mengawali pembicaraan tanpa memandangku, ia masih menatap langit.

“Apa maksudnya?”

“Sebenarnya tidak hanya Key yang bisa, namun kami semua bisa melakukannya.”

“Benarkah? Jadi kau bisa mengembalikan ingatanku?” Minho mengangguk mantap. “Lalu, kenapa kau bohong?” tambahku.

Ia tersenyum simpul kemudian menjawab, “Kalau aku jujur padamu. Kau pasti akan meminta ingatanmu kembali saat itu juga.”

“Tentu saja.”

“Sudah kuduga.” Minho beranjak dari duduknya. Lalu berpaling padaku, “Hey, keretanya sudah datang. Mau sampai kapan kau disitu?”

Aku segera berlari menghampirinya, “Hey kau belum menjawab pertanyaanku?!” Minho seakan tidak mendengar pertanyaanku. Ia masih saja memandangi kereta yang menuju ke arah kami dari kejauhan.

Beberapa saat kemudian, kereta yang kami tunggu-tunggu sudah dihadapan kami. Minho menuntunku untuk memasuki gerbong kereta. Penumpang kereta ini tidak terlalu banyak. Aku dan Minho duduk di bangku yang kosong nomor 5 dari pintu masuk. Entah ini gerbong keberapa, aku tak seberapa mengamati. Beberapa menit kemudian kereta ini mulai melaju. Hujan kembali mengguyur deras, membuat kaca jendela menjadi buram, sehingga menyulitkanku untuk menikmati pemandangan alam. Sepanjang perjalan ini kami kembali diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku tanyakan kepada Minho. Namun, entah kenapa lidahku rasanya kelu. Yang jelas aku sangat bahagia dan berterima kasih sekali kepada Minho. Tanpa dia mungkin aku tidak akan berada disini sekarang.

Padahal sebelumnya aku merasa bahwa Minho itu menakutkan, tapi sekarang aku sadar kalau dia memiliki sisi baik juga. Membuatku merasa nyaman disisinya. Ah, apa dia bisa membaca pikiranku sekarang? Kalau begitu aku tidak boleh memikirkannya lagi, kalau dia tahu aku berpikiran seperti ini pasti dia besar kepala.

“Aku juga sama senangnya denganmu”, ujar Minho tiba-tiba.

“Hah??” namun Minho tidak mengulangi kata-katanya. Aku hanya mengendikkan bahu, tak mengerti apa maksud dari perkataannya. Kami berdua kembali terdiam.

Sepanjang perjalanan aku hanya melamun saja. Tak terasa, kami sudah sampai di kota tujuan kami, kota dimana aku berasal.

Banyak orang yang turun dari kereta ini, salah satunya aku dan Minho. Kurasa ini tempat pemberhentian terakhir kereta tadi. Aku memandangi sekelilingku. Disini benar-benar ramai, banyak orang yang sedang menunggu kereta, orang-orang yang berlalu lalang, dan orang-orang yang sibuk dengan dirinya sendiri tanpa mempedulikan sekelilingnya.

Aku benar-benar di kota Seoul yang ramai. Bukankah ini menakjubkan?

Minho menggandeng tanganku, lalu kami mulai berjalan menembus kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Setelah kami berjalan beberapa langkah, ia tiba-tiba berhenti dan berpaling padaku.

“Kurasa hanya sampai disini saja perjumpaan kita..”

Eh??

~TBC~

Huft akhirnya udah sampai di chapter 4 (-.-‘) mungkin chapter depan udah end~ horee! kalo nggak, ya mungkin chapter depan, depannya lagi(?) *plak*

Sebelumnya mian ya readers kalo pas baca ceritanya merasa agak (baca: sangat) membosankan dikarenakan oleh alurnya yang Gaje *bow

Pokoknya thanks 4 ur all attention dah! Jangan lupa comment yaa readers ^^ (kritik juga boleh asal jangan bash ya), ntar aku suruh Key buat cium readers deh hehehe..*dijitak Key*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

46 thoughts on “Butterfly – Party 4”

  1. Wuah keren 😀
    Udah jelas ini mah kalau Minho suka sama si Troides itu (mulai deh saya sok tau)
    Itu ngomong-ngomong Key, Tae, Jonghyun, Onew gimana kabarnya thor?
    Mereka berhasil ngalahin Brujah atau gimana? Penasaran.

    Dan Minho, kenapa kamu bilang “Kurasa hanya sampai disini saja perjumpaan kita..”, hah?
    Jangan-jangan dia mau balik ke hutan itu terus ngelawan Brujah ya?
    Troides-nya gimana? Jangan ditinggal sendirian bahayaaaaaa *apa sih*

    Duh penasaran nih, masih banyak yang menimbulkan tanda tanya hahaha
    Part selanjutnya ditunggu yah thor 😉

  2. huhh?
    minho cmn ngnterin smpai situ?
    yeoja nya gmna?
    klo plng minho bkl d mrhin sma saudara”nya gg yh?
    ah penasaran nih.
    next part thor jng lma”..!!

  3. aigo~minhoku dibilang kecoa ma key,-_-“..kalo ada kecoa kayak minho dah aq pelihara tu,xD#abaikan
    tu gg papa kalo Mi Rae dibawa keluar ma minho??
    aissh,sebenernya yang jahat tu key ato minho sih?jadi bingung sendiri, ._.
    aq tgu kelanjutannya,,^o^

  4. wahh minho baik juga mau ngelepasin cewe itu
    tapi dia nganterin cuma sampe stasiun seoul doang?

  5. Minho ternyata baik bgt dy mpe rela ngehianatin sodara2.a utk ngebebasin troides…..
    Tp apa mksud Minho ngebebasin Troides,,,, khan dy tw klo Troides tu pengikat jiwa mereka…..
    Trus gimana nasib mereka setelah Troides g ada….
    Saiia : “Minho suka yah ma Troides????”
    Minho : “sapa seh loe…. SKSD bgt……”
    Saiia : “ngeekk”/abaikan….

  6. hwaaaa saia mw dicium Key, q komen nihh*plakk#digorok author+lockets

    MinhoX baik bgt, mkin cinta dehh*plakk

    lanjut thor, trz jgn cpen2 end..,,

  7. eh?? maksudnya apaan tuh/ kenapa cuman sampe disini???
    katanya si minho itu suka, tapi kenapa mau ninggal??
    apa karena udah ketauan sama key dkk??
    atau ketahuan sama brujah-brujah yang namanya jelek itu??
    waduhh, gawat nih??
    gimana lanjutannya nihh!!!
    huwaaa!!!! penasaran tingkat akut!!!!

  8. yeeaaaahh !
    Akhirnya cwe itu kluar jg dr rumah SHINee bersaudara sm si Minho .xP
    Akhirny mulai terbongkar jg cerita” cwe ituu .
    Ihihihihihii .
    tpi kenapa Minho ngo k cwe itu klo prjumpaan mrka cmn smpe stu? O,oa
    Aiiihhhhh.
    Jgn cpet” tamat dong T^T

    Aiigoo.
    D tunggguu Next Chapter ny !

  9. Hhh, sedih juga chapter depan udah end _ _”
    Aku pingin ceritanya panjaaang, nyeritain bagaimana kelanjutan hubungan Minho sama si butterfly itu (siapa sih namanya? Lupa -_-a)
    Tapi nggak apalah terserah author hueee… ;_;
    Btw, ini ceritanya nggak membosankan kok, bagus banget malah menurutku…

  10. troides! kau sungguh plin plan…
    maunya key atau minho? yg bener dong! *ganyante*
    awas aja klo ntar pindah ke OnTae! huh!

    mian jdi marah2 gaje…
    ditunggu lanjutnya! 🙂
    tp kok cpet amat tamatnya? *nawar*

  11. Woooottttssss, kenapa Minho cuma sampe disitu aja nganterinnyaa??
    Kenapa mengapa gituu??
    Terus kalo Troides nya pergi, nasip shinee bersaudara(?) Gimana doong?
    Dan apa kabar juga Onew, Jonghyun, Taemin, Key? Wuadoohh x_x

    Yaahh, jadi part selanjutnya udh end? Aaaahh, padahal seru banget loh!! Ditunggu ya lanjutannyaaa!! ^▿^

  12. Membosankan? Sama sekali tidak. Bahkan ceritanya keren bgt. Unik.
    Wahwah. Klo Troidesnya dilepas, nasib vampir2 itu gmn nantinya?
    Yayaya. Minho mau ninggalin Troides sndrian d Seoul, gtu? Teganya~ tp pasti ada mksd tertentu. Dan Key, dia kayanya emg suka sm Troides. Onew sangat misterius gtu ya. #mengarang
    next part sangat ditunggu! :Dnik.
    Wahwah. Klo Troidesnya dilepas, nasib vampir2 itu gmn nantinya?
    Yayaya. Minho mau ninggalin Troides sndrian d Seoul, gtu? Teganya~ tp pasti ada mksd tertentu. Dan Key, dia kayanya emg suka sm Troides. Onew sangat misterius gtu ya. #mengarang
    next part sangat ditunggu! 😀

  13. Huaaaa minhonya unyu banget :3 penasaran banget kenapa minhonya tiba tiba berenti, lanjutannya jangan lama lama yaaHuaaaa minhonya unyu banget :3 penasaran banget kenapa minhonya tiba tiba berenti, lanjutannya jangan lama lama yaa

  14. lah, kok Minho nganternya cuma sampe di situ sih ?
    huh, dasar namja yg tak brtanggung jawab (?)
    lnjutannya jgn lama2 ya thor ..lah, kok Minho nganternya cuma sampe di situ sih ?
    huh, dasar namja yg tak brtanggung jawab (?)
    lnjutannya jgn lama2 ya thor ..

  15. hyaaa minho !!!!
    masa sampai situ ajh !!
    author !! bagaimana keadaan saudara laennya ??!!! aku ngak mau sampe key knapa2 *plakkk!!!*

    ahahahha keren … apa ingetannya bakal di balikin ???
    ayolah lanjutinnnnnnnnnnn

  16. jiaaah, Minho oppa kok jahat banget sih, masa troides-nya ga’ dianterin pulang, dibeli’in rumah, makanan, baju, ma pekerjaan? *jduak!*
    nyehee, yang lain apa kabarnya tuh, author?
    uwaaahhhh, ending-nya gimana yaaa~???? penasaran!!!
    hwaiting! ^^

  17. Hoaaaa ?? apakah Minho dan troides itu akan berpisah ??
    part 5nya cepet yah di post. penasaran buanget -__-

  18. wae? , nanti malkaviannya bisa mati semua dong? minho begoh!!! , huwaaa , author jangan kau matikan minho …… penasaran , ditunggu lanjutannya ya~

  19. akhir’a gdis itu bsa trbebas jga…
    Tpi kasian my Key d tinggalin pdhal kn Key jga cnta ma dia… Huhu
    itu apa mksud’a Minho ngomong prjumpaan’a ampe situ ja????

  20. waaa aku baru baca T___T seru thor seru! ga ngebosenin kok, malah kutungguin mhihihi

    jadi akhir akhirnya si butterfly ini sama minho? wah thor, aku sebenarnya rada gasuka kalo ada cerita lovetriangle yang skemanya Key-cewek-Minho, karena ujungnya pasti sama Minho -___-

    ah namun yasudahlah, yang penting ff ini tetep daebak! ^^

    lanjut thor~~~

  21. author.. lanjut..!!
    alurnya bagus ko ga ngebosenin.. part selanjutnya cepet ya.. penasaran ama terusannya..

    eh jadi key yah yang nemuin troidesnya..??sebenernya key baik apa jahat sih??
    thor, sebenernya aku pingin troidesnya sama key, tapi sama minho ya?? ya sudahlah gapapa keynya sama aku aja.. hahaha.. 😀

    8 thumbs up for author.. 😀

  22. Omona, minho nekat banget. Key ini sebenernya cinta ga sih sama cewenya.
    terus gimana nasib jonghyun, onew, key sama taemin?
    lanjut thooor. konfliknya makin rumit ini. penasaran ^_^

  23. hmm..minh0 benar2 nekat.
    Dia m’bw pulang gdis tu k seoul dan mgmbalikan ingtan a dan b’pisah.
    Apkah minh0 pulang k sodara2 a.
    Gmana jdi a mrka tnpa troides ya.
    Hmmm..

  24. HAAAHHH Kan kurang panjang lagi-___- *author: ini anak mintabet digorok ye*
    Hehehe biasalah reader tidak kreatif hanya bisa membaca karya orang lain tapi tidak bisa menghasilkan karya sendiri #ehh

    Minho…aduh kamu baik juga ternyata bang(?)
    Tapi…pasti nanti Onew murka terus Key jadinya gimana… D:
    Kenapa si gadis cantik percaya sama Minho padahal dia cinta sama Key?
    Ahhhh penasaran sama akhirnya gimana!
    Mudah-mudahan Onew sama Jonghyun berhasil menghabisi para Brujah tidak tahu diri itu!
    Semangat nyu, jong!! .___.b Aku dukung dari depan laptop aja yak! *dicekek onyu*

    Next ah~ penasarah huehehehe 🙂

  25. Akhirnya setelah search google ketemu part 4 sama endnya..
    Makin kesini jadi ragu Key beneran cinta ato ngga sama cewenya.. Mending Minho deh, tipe pria sejati banget.. Padahal awalnya saya pikir Mino yang jahat, tapi kayaknya malah si Key deh hhh.
    Daebak deh..ceritanya kereeen

  26. Si cewek selamat, kah???
    atau bakal masih ada kejadian diluar rencana???

    gimana nasib 4 lainnya…???
    aku seneng banget si cewek selamet…
    karena gak bisa bayangin hidup jdai tawanan, dan tumbal makhluk gituan…
    #meskipun itu Jinki…????
    heheheee…. iya, lah… aku gak segila itu….
    hidupku jauh lbh brharga….
    ada eomma, appa, eonni, dan oppaku di rumah…

    pokoknya gak kebayang dah, hidup kayak cewek itu…
    amit amit, dah….

    tapi, aku jg khwatir dg 4 anggota lainnya, terutama anak tertua
    dan maknae…. hehehee…. #masihhh aja…

    kira2 bakal gimana endingnya???

  27. huah dadah yong mi rae.. kau akan berpisah dengan Choi Minho… dadahhh… *bawa kabur mino* huah keren, mulai ngerti nih jalan ceritanya….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s