LOVETTER [1.2]

Author :RIA QR

Cast : Kang Hye Rin, Choi Minho, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Hyuna, suster Jung, manager hyung

Leght : Two shot

Genre : Romance

Rating : PG-15

AN : HALO! INI RIA! Ini ff ketiga aku^^ ff sebelumnya? Silahkan cari nama saya di page library sequel atau oneshoot^^ (yang ingat, aku makasih bangeet)

thanks for the comment and for not plagiat! (my twitter : @riaQR)

catt : semua yang ada disini itu Minho Point of View (POV)

Inspired by : (comic) Follow Your Dream

Admin note : buat authornya tolong lain kali jgn terlalu mengandalkan admin yg akan melengkapi apa yg tertinggal ya ^^, kerjaan kami gk cuma satu soalnya 🙂

Lovetter

Part 1

 

*lovetter = love letter

Awal 2013

            Sorakan gembira bergema di seluruh penjuru Olympic Stadion of Korea yang telah disulap menjadi tempat konser musik akbar yang dinantikan tahun ini. Semua orang, tampak dari berbagai kalangan. Tua, muda, laki-laki, perempuan, semua berbaur menjadi satu dalam lautan light stick berwarna pearlescent blue sky yang terus menerus diayunkan. Banner berukuran raksasa bertebaran dimana-mana. Poster, Spanduk, Balon-balon… semuanya menambah semarak acara konser ini. Diantara mereka sering kali berteriak menyebut nama “Onew”, “Jonghyun”, “Key”, “Taemin” dan favoritku… “Minho”.

            Ya. Minho. Itu namaku. Lengkapnya Choi Minho. Sekarang nama pemberian orangtuaku itu kini tak hanya dipanggil oleh orangtua atau kerabatku saja. Semua orang disini atau bahkan seluruh korea tahu namaku, menyebut namaku, mengelu-elukan namaku.

            “Annyeong,” sapaku diatas panggung membuat arena riuh meneriakkan namaku. Ya. Namaku.

            “Terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung kami, SHINee. Kini 5 tahun telah berlalu, 4 album sudah diluncurkan. Ini adalah SHINee World konser yang ketiga kalinya dan aku bahagia bisa ada disini,” kataku yang saat ini berdiri sendirian diatas panggung. “Setelah solo dari Onew hyung, maka sekarang giliranku.”

            Suaraku memang tak sebagus suara Onew hyung dan juga tak semenarik suara Jonghyun hyung. Tapi asal tahu saja, aku berlatih cukup keras untuk soloku ini. Demi para shawol dan flames disini dan dimanapun.

            “MINNHOOOOOOOOOO~~~~” terdengar lagi suara yang menyebutkan namaku oleh ribuan bahkan ratusan ribu para SHINee World.

            Kata CEO perusahaanku, ketika para shawol menyebutkan nama kami, nama para member, itulah surat cinta mereka. Sebuah teriakan nama yang diucapkan tulus dan penuh dukungan. Surat cinta untuk kami. Surat cinta untukku.

            Surat… ah. ya. Surat. Ketika mendengar kata surat, aku mengingat kembali sesuatu. Setiap melihat benda itu aku seakan terlempar kemasa lalu. Sebuah masa dimana ada persahabatan, pujaan, dan… ah, ciuman.

            “Lima tahun lalu… Aku masih anak-anak. Masih berumur 17 tahun. Aku berdiri dipanggung bersama yang lain. Menari dan menyanyikan lagu replay, love like oxygen lalu amigo. Saat itu aku hanya idola yang baru beberapa bulan muncul. Tidak tahu apa-apa. Tapi saat itu ada seseorang yang mengajariku hal penting. Yang mengenalkanku pada surat cinta. Kuno memang,” kataku lalu berhenti sejenak. Tampak arena terhipnotis oleh ceritaku. Sepertinya mereka menungguku melanjutkan cerita.

            “Lagu ini untuknya, yang kutahu PASTI tidak hadir disini. Lagu ini juga untuk shawol. terima kasih karena telah mendukungku, mendukung kami. Dengarlah surat cintaku…”

            Aku memejamkan mata. Kemudian menaikkan mic dan menyanyikan laguku. Sendiri. Sepenuh hati. Bermodalkan kisah lama yang tak akan pernah kulupakan.

***

Akhir 2008

            “Nah sekarang wawancara untuk flaming charisma SHINee’s MINHO!” kata penyiar radio itu yang kutahu mempunyai nama udara DJ S. SHINee diundang untuk menghadiri acara di salah satu radio terkemuka Seoul. Setelah semua hyung di interview satu-satu, maka tinggal aku dan Taemin yang belum di interview. Sekarang giliranku.

            “Annyeong,” sapaku di depan mic radio. Berusaha agar shawol yang mendengar suaraku ikut merasa ceria seperti yang kurasakan.

            “Minho, baru beberapa bulan setelah debutmu, kau sudah sangat terkenal bukan?”

            “Tentu saja. Kami sudah bekerja keras.”

            “Kau tentu mendapat banyak surat penggemar bukan?”

            “Tentu saja. Semua idola mempunyainya.”

            “Kau membacanya?”

            EH?

            Aku? Membaca Surat penggemar? Letaknya saja aku tak tahu dimana apalagii membacanya!

            “Eh… YA. Tentu kubaca. Tapi tidak semua kubalas,” jawabku. Berbohong.

            “Waahhh…. You did your charisma! Fakta baru, shawol sekalian, surat kalian semua dibaca oleh Minho! Jika tidak dibalas, tentu saja dimaklumi. SHINee punya jadwal yang sangat padat.”

            Selanjutnya, entah mengapa, interview menjadi sangat membosankan bagiku.

***

            “Kajja! Cepat Minho, Taemin… kita sudah telat tiba di lokasi!” kata manager hyung padaku dan Taemin yang berjalan tergesa-gesa dibelakangnya.

            “Onew, Jonghyun, dan Key hyung?” tanya Taemin.

            “Mereka sudah berangkat duluan! Ayo! Jangan lamban!” kata manager hyung lagi. Ia berjalan dengan cepat sambil terus-menerus melihat jadwal kami di PDA.

            “Hei hyung,” panggil Taemin padaku.

            “Hm?”

            “Aku tak pernah melihatmu membaca surat penggemar,” kata Taemin membuatku melongo. Pasti dia curiga tentang jawabanku saat di interview radio tadi.

            “Kau salah tingkah hyung. Kau berbohong kan?” tanya Taemin lagi. Kali ini dengan nada menuduh. Aku hanya pasrah. Memang begitu kan kenyataannya. Aku tak pernah membaca surat penggemar. Mungkin pernah, tapi hanya sesekali. Itupun surat yang menurut staf SM menarik, maka diperlihatkan pada kami. Kami lebih banyak membaca komentar yang masuk di YOUTUBE kami atau me2day dan website yang dibuat khusus kami. surat sangat jarang.

            “Seperti kau sering membaca saja,”kataku membalas perkataan Taemin.

            Taemin mengerucutkan bibir. Aegyonya keluar deh.

            “Kau membohongi shawol diseluruh Seoul hyung. kau harus bertanggung jawab,” kata Taemin.

            “Bertanggung jawab?” aku membeo. “Apa yang harus dipertangung ja-AAHH!!”

            Aku berhenti sejenak. Aku dilempari sesuatu dari belakang. Kulihat Taemin melihat kebelakang kepalaku lalu kemudian bersama manager hyung mencari siapa pelaku pelemparan. Aku menyentuh kepalaku. Tidak terlalu sakit. Benda tadi seperti pecah. Aku mengusap rambutku… apa ini? telur? aku menciumnya. Tepatnya TELUR BUSUK!

            “MINHO PEMBOHONG!” teriak seorang gadis dari belakang kami. Aku, Taemin, dan Manager hyung kompak berbalik dan mendapati seorang gadis bersweater pink muda dibalik tembok.

            Diakah yang melempariku? Kenapa Aku? Apa maksudnya aku pembohong?

            “HEI!” panggilku tapi gadis itu menghilang. Lenyap.

            “Gadis aneh,” kata manager hyung. “Fans fanatik. Mau mencari perhatian. Dia kira idolanya akan senang diperlakukan begitu? ckck. Lebih dari itu…” manager hyung melirik kearahku. “AIGOO~~ PENAMPILANMU BERANTAKAN SEKALI MINHO! Pergilah dulu mandi! Kau masih ada waktu 30 menit ke dorm untuk mandi lalu kembali ke studio KBS lagi!”

            “Mwo?? 30 menit pulang balik dorm-studio?”tanya Minho sedikit memekik.

            “NE! Tanpa rehearsal!” lanjut manager hyung lalu bergegas menuju mobil pribadinya. “Naiklah mobil staf! Taemin, kau ikut denganku!”

            “Ah, Keurae,” kata Taemin lalu melihatku sebentar. “Hyung, sudah kubilang kan. Perkataanmu di radio itu harus dipertanggung jawabkan. Kurasa gadis tadi tahu kau berbohong makanya nekat begitu.”

            “ARASSO! Pergilah cepat Lee Tae Min!” seruku membuat Taemin terkikik dan kabur menuju mobil manager hyung.

            Aku menyentuh kepalaku lagi. Ah~~ telur busuk. Aku harus cepat-cepat pulang dan mandi. Aku menarik nafas panjang sekali.

            Sudah bebohong di interview, Dilempari telur busuk oleh gadis yang katanya penggemar fanatik, dan sekarang harus pulang balik dorm-studio + mandi hanya dalam waktu 30 menit????

            SIAL TINGKAT AKUT.

***

            Setelah susah payah menyuruh hairstylist kami ngebut yang dengan sukarela menjadii supir dadakan untuk mengantarkanku pulang untuk mandi dulu. Bau telur busuk yang dilemparkan padaku memang telah hilang. Juga tidak ada rasa sakit. Sekarang yang ku khawatirkan adalah… Apakah aku terlambat?

            Oh tidak rupanya. Aku melihat studio KBS yang sudah ramai oleh penonton tapi acara belum dimulai. Aku bergabung dengan member lain setelah menaruh tasku diruang make up kami.

            “AH! CHOI MINHO! Akhirnya kau datang. Semua member sudah beberapa kali rehearsal, sekarang sekali lagi. Dan kau harus masuk barisan!” kata manager hyung ketika melihatku datang. Aku sudah dirias dan sudah memakai kostum.

            Aku menurut lalu kami, para member latihan diatas panggung.

            “Mata besar,” panggil Jonghyun hyung. Yah… “mata besar” memang panggilan sayang Jonghyun hyung padaku. Masih ada lagi yang lain. Nanti sajalah kusebutkan. Cepat atau lambat Jonghyun hyung pasti akan memanggilku dengan sebutan yang lain.

            “Apa,” jawabku sekenanya.

            “Kau pembohong  tingkat dunia,” sambung Key membuatku mendelik kearah Taemin. bukan kearah Key, karena aku tahu, anak itu pasti sudah berbicara banyak soal peristiwa tadi.

            “Rambutmu masih bau telur busuk,” sambung Onew hyung membuatku ingin segera melempari mic semua orang-orang ini satu persatu.

***

            Hari ini mungkin hari sial untukku. Sedari tadi semua hyung terus menerus menggodaku soal kebohonganku dan tentang gadis pelempar telur busuk tadi pagi. Aku sudah memasang tampang marah tapi hyung tidak ada yang peduli. Taemin tidak berkata apa-apa lagi. Ia takut jika membuatku marah lebih dari ini.

            Ah… gadis tadi siang. Kenapa dia menyebut aku pembohong? Apa ia tahu aku berbohong soal surat itu? Darimana ia tahu?

            ARGH! Konsentrasiku terbagi menjadi tiga sekarang. Antara godaan para hyung, gadis tadi dan dance A.Mi.Go.

            GUBRAK! &^%(%&#%$%%$E&^&!!!!!!!

            Pada saat dance, aku sepertinya terjatuh cukup jauh dari atas panggung. Aku merasakan kepalaku sakit sekali lalu semuanya memutih.

***

            “CHOI MINHOOOOO,” kata manager hyung hampir berteriak.

            Aku balas nyengir.

            “Bisa-bisanya kau terjatuh saat dance!! OMONAA~~” sambung manager hyung lagi tapi terdengar seperti rengekan bagiku.”gara-gara kau terjatuh, barisan jadi kacau! dan sekarang… aduh! Apa itu yang ditangan, kepala dan aaaah…. kakimu! kakimu yang jenjang itu!”

            YA DIPERBAN ALIAS DIGIPS! Ah. Manager hyung ini bodoh atau apa? sudah jelas-jelas kepalaku itu diperban. Tanganku di gips. Kakiku juga digips.

            “Hyung, jangan terlalu keras. Minho itu orang sakit sekarang,” kata Onew hyung dengan sifat bijaknya yang kadang ON kadang OFF itu. “Terjatuh dari ketinggian 3 meter tanpa bantalan itu sangat sakit!”

            Manager hyung tampak memijat kepalanya. “Mianhae Minho. Mianhae. Maafkan aku yang terlalu kasar padamu. Ini semua karena kalian ada penampilan perdana di Dream Concert ditambah lagi semua rangkaian jadwal pasca debut kalian. Hhh… kalian masih sangat muda dalam dunia ini. Bisa-bisanya kau langsung sakit dalam jadwal penuh begini.”

            Aku hanya nyengir saja. Mau bagaimana lagi? Toh sudah terjadi.

            “Keroro, kenapa kau bisa terjatuh sih?” tanya Jonghyun hyung lagi. “Jangan bilang kau memikirkan peristiwa pelemparan telur busuk itu?”

            YAP! Tepat sasaran hyung! Itu alasan utamaku jadi diperban sana-sini begini!

            “Ne,” jawabku singkat.

            “Mwo?” tanya manager hyung. “GADIS ITU HANYA MAU CARI SENSASI! Terbiasalah dengan sikap fans seperti itu minho!”

            “Ya anggap saja itu adalah fans fanatik pencari sensasi,” kata Key lalu melirik jam tangannya. “Hyung sudah saatnya.”

            “Oh Ne, sekarang kita ke acara reality show kan?” tanya Onew Hyung pada manager hyung. Manager hyung mengangguk.

            “Baiklah. Suara berat, kami pergi dulu,” pamit Jonghyun padaku tak lupa dengan panggilan “sayang”-nya.

            “Istirahatlah yang cukup dan jangan lagi memikirkan segala macam tentang telur busuk itu,” kata Key lagi yang jiwa ibu-ibunya kambuh.

            “Annyeong hyung,” kata Taemin yang terakhir keluar ruangan.

***

            “Wah jadi kau Minho, anggota SHINee itu?” tanya seorang suster yang masih muda.

            “Tampan sekali ya. Boleh aku mnta tanda tanganmu? Anak gadisku sangat mengidolakanmu. Karena foto dilarang, tanda tangan saja bisa?” tanya seorang suster paruh baya.

            Aku tersenyum. “Mian. Tangan kananku begini,” jelasku sambil memperlihatkan tangan kananku yang memang masih digips.

            “Omona! Mianhae!” kata suster itu lagi.

            “Gwaenchanha,” jawabku. Masih tersenyum.

            “Kalau begitu lain kali saja, kalau sudah sembuh ya,” katanya lagi. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

            Hari ini hari kedua aku di opname. Spontan aku jadi selebriti rumah sakit. Semua suster sering mengunjungiku dibanding pasien lain. Banyak yang meminta foto bersama dan tanda tangan tapi sayang tidak ada yang berhasil. Foto dirumah sakit ini dilarang dan tangan kananku tidak berfungsi sekarang.

            Sambil membiarkan para perawat ini memberikan perhatian lebih padaku, aku pun tidur-tiduran. Semuanya baru akan menjenguk sebentar sore setelah melakukan kegiatan.

            Baru saja aku hampir terlelap mataku langsung membulat.

            “KAU????!!!!” seruku sambil menunjuk gadis berambut panjang lurus yang sedang mengintip kedalam kamar rawatku. CEWEK ITU! CEWEK YANG MELEMPARI AKU TELUR BUSUK TEMPO HARI!

            Gadis itu kaget karena kupergok. Spontan, aku menyuruh semua suster yang ada di kamar rawatku untuk membawanya padaku.

***

            “Jadi?” tanyaku pada gadis pelaku pelemparan telur busuk tempo hari yang saat ini mendorong kursi rodaku.

            “Ja-jadi apanya!” sahutnya kikuk.

            “Kau anti fansku atau Fans fanatik pencari sensasi seperti yang dikatakan key?” tanyaku padanya tanpa minat. Rasa jengkelku masih besar.

            “Tentu saja anti fans! Mana ada fans fanatik melempari idolanya dengan telur busuk?!” seru gadis itu masih dengan suara kikuk.

            “Oh,” balasku sambil bertopang dagu diatas kursi roda.

            Setelah menyuruh semua suster membawakanku gadis ini, aku menyuruhnya membawaku jalan-jalan di taman rumah sakit. Ternyata dia juga seorang pasien. Tampak dari pakainnya yang sama seperti dengan pakaian rumah sakit yang kukenakan. Bagaimanapun, cewek ini yang membuatku parah begini. Aku harus tahu siapa dia dan alasannya menyakitiku.

            “Annyeong Hyerin-sshi!” sapa seorang suster muda pada kami. Sepertinya pada gadis itu. Sekarang aku tahu namanya. Hyerin.

            “Annyeong,” balas Hyerin riang.

            Suster itu beralih pandang ke arahku lalu kulihat ia tersenyum tertahan. “Wah ini dia idola baru rumah sakit. Annyeong Minho-sshi. Tampan betul ya haha. Wah Kau cepat sekali akrab dengannya Hyerin! Dia kan penggemarmu.”

            Aku langsung duduk tegap begitu mendengar kalimat terkahir. Gadis ini… penggemarku? Bukan Anti fans?

            “Apaan sih suster Juuung!!!” kata Hyerin, tampak seperti tertangkap basah. Aku memasang tampang licik seakan sudah tahu semuanya. “YA! Apa-apan tatapanmu itu! Aku bukan fansmu! Sungguh!”

            “Hyerin, kau jangan begitu. susah sekali lho bisa bertemu idola sendiri,” sambung suster Jung lagi. “Minho sshi, tempo hari dia lari dari rumah sakit karena ingin bertemu denganmu lho!” HAHAHA. I GOT  THE PONT!

            “Jadi… hanya seorang FANS?” tanyaku sambil menekankan kata FANS. Kulihat wajah Hyerin memerah malu. Ah, manis juga gadis ini hahaha.

            “Jangan memandangku dengan tatapan seperti itu!” balas Hyerin lagi. Kali ini sambil menutup wajah.

***

            “Ahahahaha,” aku tertawa mendengar penjelasannya. saat ini kami sedang duduk berdua di taman rumah sakit.

            “Jangan tertawa! Itu sama sekali tidak lucu!”  balasnya tak terima aku tertawakan. Aku menghentikan tawaku.

            “Kenapa tidak bilang kalau kau seorang shawol apalagi flames! Aku kan jadi tidak perlu khawatir begini,” kataku ramah. Hatiku lega sekarang. Eh, belum. Dia belum memberitahuku soal alasan mengapa ia melempariku telur busuk!

            “Kalau kau flames kenapa kau melempariku telur busuk saat itu?”

            Hyerin tampak membuang muka. “Itu karena kau pembohong.”

            “Pembohong?” Aku membeo.

            “Di radio kau bilang bahwa kau membaca semua surat kan? Aku tahu kau berbohong saat itu. Aku tahu kau tidak pernah membaca surat penggemar. Aku sudah tahu hal itu jauh sebelum kau berbohong di radio,” katanya sambill memunggungiku.

            Aku mengernyitkan dahi. Tidak mengerti.

            “Sudahlah,” katanya lalu berbalik kearahku. “Yang jelas aku flames. Bukan masalah lagikan untukmu?”

            “Kau tahu aku tak membaca surat-sura penggemar?” tanyaku lagi.

            “Ya,” jawabnya.Tampak malas membahas topik ‘tidak membaca surat penggemar’ lagi. “Kau marah padaku yang melemparimu telur busuk?”

            “Tidak,” jawabku cepat. “Sudahlah. Yang jelas aku sudah tahu alasanmu melempariku. Itu sudah cukup. Ayo ganti topik. Kau sudah berapa lama dirawat?”

            “Setengah tahun,” jawabnya enteng membuatku membulatkan mata.

            “MWO? Selama itu?”

            Hyerin tersenyum lalu mengangguk. “Tapi aku tidak bosan karena aku punya teman sekamar yang menyenangkan.”

            “Oh ya?”

            “Ne! Dia seorang shawol. seorang flames juga. Kami selalu bersama-sama mendengar lagu-lagu SHINee dan melihat berita kalian di internet bersama-sama!” Hyerin bercerita dengan riang.

            “Ohya? Siapa namanya?”

            “Hyuna!” jawab Hyerin antusias. “Sayangnya dia sudah pindah rumah sakit! Kalau dia masih ada pasti akan kukenalkan padamu!”

            Selanjutnya Hyerin terus menerus bercerita tentang sahabat shawolnya itu. Aku hanya menikmati ceritanya dan ehm… wajahnya setiap kali senyumnya mengembang.

***

            Hari-hari dirumah sakit kujalani ditemani dengan Hyerin. Gadis itu adalah gadis periang. Padahal aku tahu walaupun ia selalu mengelak memberitahu dan membuat semua suster tidak mau memberitahuku tentang penyakitnya. Pasti parah. 6 bulan dirawat dirumah sakit apalagi kalau bukan penyakit yang cukup parah. Tapi yang kulihat, Hyerin selalu tersenyum dan semangat tiap hari.

            Aku jadi tidak mau keluar dari rumah sakit.

***

Aku menyesal. Oh Tuhan, sungguh, sungguh sekali, aku menyesal. Aku menyesal mengapa kau baru memeprtemukan kami ya tuhan? Mengapa aku baru menemukannya? Kenapa tidak dari dulu? Kenapa? Ah, sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu. Yang kutahu, sekarang saatku. Saatku mengenalnya… menyukainya…

***

            “Apa yang kau suka?” tanya Hyerin padaku. Seperti biasa, kami sedang duduk-duduk di taman rumah sakit menikmati angin musim semi. Kakiku sudah tidak di gips dan aku sudah bisa berjalan. Perban dikepala juga sudah dilepas tapi gips ditangan belum karena bagian ini yang paling parah.

            “Kemenangan,” jawabku asal. “Kalau kau?”

            “Laut,” jawab Hyerin cepat. “Aku ingin sekali ke laut sekarang.”

            Laut… Aku memperhatikan Hyerin lagi. Sebuah rencana mulai terpetakan dalam otakku.

***

            “Kenapa harus bersiap-siap sih?” tanya Hyerin yang sudah rapi dengan pakaiannya. Pakaian hangat berwarna merah yang didalamnya ia memakai kaos pink. Rok pendek hitam dan sepatu boot coklat. Rambutnya yang panjang hitam kecoklatan terurai lepas dipunggungnya. Cocok sekali.  Cantik. “Jangan bilang kau mau lari dari rumah sakit!”

            Aku mengedipkan satu mata. “Sekali saja. Aku mengajakmu… KENCAN.”

***

            “KYAAAA~~~  LAUT!! LAUTT!!” pekik Hyerin senang saat melihat tujuan kedatangan mereka berdua. Laut yang tidak begitu ramai. Aku tersenyum melihat tingkah Hyerin.

            “Kau senang?” tanyaku melihat Hyerin yang terus tersenyum.

            Tiba-tiba senyuman Hyerin mengendur. Aku mengernyitkan dahi. Kenapa? Ada yang salah?

            Hyerin membalikkan tubuh lalu berkata, “Minho, mulai sekarang panggil aku Hyuna.”

            “Hyuna? Nama teman sekamarmu yang sudah pindah rumah sakit itu?” tanyaku balik.

            Hyerin tidak berbalik. Hyerin masih memunggungiku. “Kami berdua pernah menulis surat untukmu. Kami… hahaha. Menulisnya dengan penuh antusias. Kami menulisnya dengan segudang harapan agar kau tidak hanya sekedar membaca tapi juga membalasnya.”

            Aku masih diam. Aku menunggu kelanjutan cerita Hyerin.

            “Disurat itu… ada impian Hyuna.  Pergi kencan di laut bersama Minho,” Kata Hyerin lalu berbalik menatapku. Matanya berkaca-kaca. Bibirnya bergetar. “Adalah impian Hyuna yang telah pergi ke surga.”

            SURGA? Berarti….

            “Jadi mulai sekarang panggil aku Hyuna ya? Meskipun ia sudah tidak ada minimal aku bisa mengganti-UKH!!!” belum sempat Hyerin menyelesaikan kalimatnya ia terbatuk. Dan… astaga… batuk itu… darah?

            DARAH! ITU DARAH SUNGGUHAN!

            Aku cepat berlari kearah Hyerin lalu membopongnya sambil mencari taksi. selama menunggu taksi aku seperti tidak tahu apa-apa.

            “TOLONG! TOLONG! TOLONG KAMI!”

            Hanya itu yang terus kukatakan.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “LOVETTER [1.2]”

  1. Buset Minho banyak yah panggilan ‘sayangnya’ dari Jonghyun. Keroro-lah, mata besar-lah, sama suara berat.
    Nyebelin tuh Minho ngebohong (-_____-*)

    Hiks, sedih thor 😥
    Kenapa Hyerin-nya batuk berdarah? Dia bakal meninggal?
    Aduh jangan dong 😥

    Lanjut ya!

  2. panggilan sayangnya jonghyun buat minho banyak banget
    tapi aku ngerasa familiar ya sama cerita ini
    tapi lanjut deh thor hehe

  3. Hello! Ini Ria!
    pertama-tama makasih buat lana yang udah nambahin yang ketinggalan.
    nggak lagi-lagi, janji ^.^V
    senyangnyaaaaaa ff aku dipublish lagi XD
    semuanya makasih ya udah baca + comment 😉
    bagi yang familiar dgn cerita ini bisa lihat dibagian inspired by-nya. mungkin tau? hehe ;D
    selanjutnya? setelah iklan komersial berikut ini #kicked
    tungguin aja ya 🙂

  4. ya,, Hyerin knp???
    Jgn blg hyerin ntar meninggal.. ANDWAE,,
    Lanjutannya cpt ya thor penasaran nih sma hyerin !!!!!!!!!!!!!!!

  5. omo!! omo!! hyerinnya meninggal yah?? aduuuh.. seru banget nih ff kaya gini. antara fans sm idola, seruu.. next capt jangan lama lama yah^^

  6. Warrrgghh Minho ngeboong niiih ‎​¬.¬ itu nyesek loh Ho wkwk
    Emm baca ini inget dbsk yg vacation deh wkwk. Tapi aku ga bilang mirip lohh. Tiba-tiba keinget aja. Author jangan marah sama aku yaah x_x

    Sebenernya hyerin sakit apa…?? Parah banget sampe setengah tahun di rawat di rs ._. Hayoo Minho, cepet selametin si Hyeriiiin!!!!

    Hihi ditunggu lanjutannyaaa ^▿^

    1. ga ada hubungannya kok^^ vacation itu apa aku juga ga tau hehe
      tapi kalo familiar dgn ceritanya bisa liat inspired by-nya. mungkin tau? 😉
      tungguin ya… udah masuk timing publish kok 😉

  7. Riaaaa….
    aku curiga ini sad ending yah?
    Omo kamu bikin nama cast yang sama ama FF yang RA. ia kan? Hyerin ama Hyuna lagi. tapi, ini cerita mengingatkan kembali saat aku baca vacation. ehhe~
    lanjut yahh

      1. mamothooo kau mengingatkuuuuuuuuu *cium* #kicked
        masa mirip?
        aku sama sekali ga tau dbsk vacation… MV ya? aduh aku ga tau haha
        sad ending? MUEHEHEHE *evil smirk

  8. nih kayaknya sad ending ya tor =..=
    itukan flashback yak? apa bukan? wkwk
    authooooooor minho knp jadi ngeboong T__T
    author, fighting!!

  9. Wahhh..hyerin nya kenapa??
    Minho kamu jadi tukang bo’ong di FF ini..hehehe
    Jonghyun kreatif, punya banyak nama panggilan buat Minho.. =D
    Lompat ke next part

  10. tadi baru baca teaser-nya. terus pas baca ini semua minho POV, aku langsung tereak-tereak di kamar, “aaaaaaa!!!! ini tentang minho?? aaaa!!”
    *mumpung nggak ada orang*

    wahaha, sifat bijak onew ON-OFF? lucuuuu author ^^

    eishh, omo omo omo, hyerin kenapa? si minho pasti merasa bersalah banget tuh karena udah bohong soal surat. apalagi pas hyerin bilang hyuna udah meninggal. huaaaa T^T
    padahal aku bukan minho, tapi kok rasanya ‘jleb’ ya pas hyerin cerita soal hyuna dan surat mereka? hiks.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s