Unpredictable

UNREPLACEABLE

Author(*) : jaejonghyun

Main Cast(*) (Tokoh Utama) :SHINee member

Length(*) :one shoot

Genre(*) : tragedy, thriller, mystery

Rating(*) : PG-15

Declaimer: cerita murni pemikiran saya, jonghyun nya juga, sisanya buat pembaca

INI ADALAH FF PERTAMA YANG KU  KIRIM KE BLOG INI \

SELAMAT MEMBACA

 

Someone POV

Kugotong tubuh nya, kenapa tubuh nya besar sekali? Aku harus cepat sebelum dia sadar, atau semuanya kan sia-sia. Ku angkat tubuh Minho ke dalam kamar mandi, membuka pintu kaca, melemparkannya ke dalam. Now let’s start the game. Aku telah menyumbat saluran pembuangan,kemudian  ku hidupkan shower. Perlahan air membasahi tubuh Minho, cepat-cepat ku tutup pintu yang telah ku tempeli selotip dari dalam, tepat setelah ku tutup selotip itu menempel erat ke gagang pintu. Kemudian aku membah selotip di bagian luar pintu kaca itu dan menguncinya dari luar, ah dengan begini dia tak kan bisa membukanya. Sekarang tinggal menunggu ruang  kosong itu penuh terisi air. Air mulai merembes naik,membasahi wajah tanmpannya  perlahan Minho membuka matanya. Dia terlihat kaget, dengan kasar mulai mencoba membuka pintu.

“Ya, apa yang kau lakukan” Tanya nya panik

“…….”

“Buka pintunya”

Ku tak menjawab, menatap wajah nya yang ketakutan.

“Buka pintunya, kumohon” Minho mulai panik, air telah memenuhi separo ruang kaca itu.

“Kumohon, apa yang terjadi padamu? Buka pintunya, kumohon”

“Shinee flaming charisma Minho menangis? Bukan kah ini memalukan?”

“Kumohon, buka pintunya, apa kau ingin aku mati?”

“Mungkin, tentu saja”

“Apa maksudmu?” tangannya terus mencoba membuka kenop pintu

“I’m unreplaceable, Minho-ssi”

“Berpikirlah dengan jernih, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan”

“Minho-ssi uljima, ini tidak akan lama” ku lempar kunci yang ku pegang ke sudut ruangan

“ANDWEEEEEEEEEEEEE” teriaknya panik

“Sssstttt kau akan membangunkan yang lain”

“KAU GILA”

“Aku akan membawakan teman untuk mu, tunggulah sebentar Minho-ssi”

###

Minho POV

Aku harus menghentikan air nya, atau aku akan mati. Sial, kenapa dia melakukan ini padaku? Mungkin kah dia mendengar percakapan ku, hyung dan manager hyung minggu lalu? Mungkin! Mungkin dia mendengar bahwa agensi berencana menggantinya dengan trainee karena cidera kaki nya yang tak kunjung sembuh. Aaaaaah aku ingat dia yang memberiku obat tidur semalam, dia  mencampurkannya ke air itu setelah kami selesai latihan. Aaaarrrrrrrrrgggg airnya tak mau berhenti. Aku akan mati, aku akan mati. Ottokke? Aku tak mau mati secepat ini.

###

Someone Pov

Sekarang siapa?

Key atau Onew? Atau orang itu? Kenapa dia harus pergi pada saat aku telah merencanakan semuanya? Ah ya sudah lah kita mulai saja dengan yang ada.

Bagaimana kalau mulai dari Key? Ya Key-ssi…………..mianhaeyo

Ku seret tubuhnya kembali ke kamar mandi tempat dimana aku mengurung Minho. Ku tengok air telah penuh, Minho terus menendang-nendang pintu kaca itu, tau kah kau Minho-ssi itu semua sia-sia. Ah buat apa aku masih mempedulikannya, toh sebentar lagi dia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Ku letakkan Key di dekat bath up, kudengar Minho semakin keras memukul dan menendang-nendang pintu kaca tempat nya berada sekarang. Ku hampiri dia.

“Berhentilah Minho-ssi, kau bisa membangunkan Key-ssi kalau kau begini terus”

Minho mencoba mengatakan sesuatu.

“Apa? Aku tak mengerti, kau bilang apa? Kau ingin teman? Ok aku akan membuat Key-ssi segera menyusulmu. Arasso?”

Gerakan Minho semakin lama semakin melemah, dan dia pun akhirnya diam.

“Kenapa kau diam Minho-ssi? Kau menyerah? Bukan kah kau benci kalah? Hei bangun hei….”  Dia tetap diam.

“Hei, Ya, waeyo Minho-ssi?”

Hahahahahahaha dia diam hahahahahahaha

Aku telah membunuhnya, hahahhhahahahahaha

Ok, sekarang kita lanjudkan. Ku mati kan kran bath up, sudah penuh. Uhmmmm sekarang apa ya? Oh pisau, ak lupa membawanya. Bergegas ku menuju dapur, beringas mencari pisau. Disini rupanya benda perak sepanjang 20cm, sedikit berlari aku kembali menuju kamar mandi tempat Key dan Minho berada. Sekarang saat nya Key-ssi.

Ku angkat tubuh nya perlahan kemudian ku masukkan tubuh nya ke dalam bath up. Dia terlalu tinggi rupanya kakinya tidak bisa masuk, ottokke? Key mengeliat, air mulai masuk kedalam hidungnya sulit bernafas pasti, ku ambil tangan nya dari dasar bath up, tangan nya halus  seperti wanita, seharusnya julukan itu buat dia bukan. Ku goreskan beberapa kali benda perak itu ke tangan kanannya membuat sebuah hiasan di tangan putihnya yang bersih, darah muncrat membasahi wajahku. Aku tak berhenti ku masukkan tangan ku kedalam menusuk-nusuk asal. Perlahan-lahan air dalam bath up memerah.

“Jalgayo Key-ssi, Minho-ssi, kamsahamnida”

Ku membungkuk dua kali.

###

Gontai ku langkahkan kakiku, sesekali aku tersenyum. Aku telah membunuh dua orang terdekatku pagi ini, ottokKeyo?

Ku berhenti didepan pintu kamar Onew, sekarang? Bagaimana menurutmu? Uhmmmm tapi aku lapar, baiklah bila hitunganku benar masih ada cukup waktu sebelum dia tersadar, lebih baik ku isi perutku dulu

 Ku seret kaki kanan ku menuju dapur, meletakkan pisau perak berlumuran darah ke atas meja makan. Kemudian mengambil beberapa potong roti tawar dan segelas susu. Ah sial tangan ku kotor, berlumuran darah. Tanpa kusadari air mata ku mengalir, kenapa? Aku menyesal membunuh dua orang itu, TIDAK! Tapi kenapa aku menangis?

Tiba-tiba semua ingatan itu kembali, saat kita debut pertama kali, saat kita memenangkan berbagai penghargaan bersama-sama sebagai Shinee. Aku bahagia menjadi bagian dari grup ini. Walau diluar ini aku bukanlah apa2, tersiksa dan disiksa.

Flashback

“tapi hyung” ucap Onew

“aku hanya menyampaikan pesan agensi, jinki-ah”

“tapi kita memulai ini bersama-sama hyung bagimana mungkin agensi ingin memngantinya dengan member baru?” Tanya Minho

“hyung kita tak bisa menggantinya begitu saja” Key menyela

“mianhae kids” manager menggelengkan kepala “bila tak ada perkembangan dengan kaki kanan nya, agensi akan memilih trainee untuk menggantikan nya memjadi anggota baru Shinee” lanjutnya

“hyung ……”

“aku tak bisa berbuat apa2 kids, agensi akan memilih yang memiliki bakat menari dan menyanyi lebih baik darinya diantara trainee”

End of flashback

Mereka yang menyuruhku, memberi jadwal tanpa henti. Hingga akhir nya mendapat cidera di kaki kanan ku, mereka ingin menggantiku? Aku bukan boneka yang bisa kalian perlakukan seenaknya. Aku punya perasaan, tak kan ada Shinee bila tak ada 5 orang. Dan sekarang aku telah membunuh dua.

Mungkin setelah ini akan ada berita yang lebih heboh daripada fake couple jonghyun sekyung. Mereka yang membuan rumor bohong itu, sekarang biarkan aku yang membuatnya. Akan ku buat berita yang membuat Shinee lebih terkenal. Aku tahu mereka yang membuat Shinee itu ada tapi bukan mereka dapat memutuskan segalanya.

###

Onew Pov

Ah kepala ku pusing, sepertinya aku tidur terlalu lama. Tapi aku tidak ingat berjalan ke kamar semalam, ah molla.

Oh dia sudah bangun, tak seperti biasa. Tapi kenapa dorm masih sangat sepi.

“Kau sudah bangun?”

“………….”

“Kemana yang lain?”

“Sedang mandi hyung”

Oh pantas, pikirku.

“Lalu dia belum pulang?”

“Aku belum melihatnya” jawabnya

Ku berjalan kemeja makan, tanpa ku sengaja ku melihat wajahnya. Ku berjalan mundur, ada apa ini? Wajahnya berlumuran darah.

“Wae kurae hyung?”

“Ahni…..” nafas ku memburu, dia berjalan mendekatiku membawa sebuah pisau yang juga telah berlumuran darah.

“Chakkaman, wae?”

“Mwo hyung” jawabnya serayah mengacungkan benda perak itu ke wajahku.

“Mana yang lain?”

“Sleeping”

“hhhh What did u do with the others?” Tanya ku lagi

“I do nothing, they just sleep well in the bathroom”

“You killed them?” Tanya ku tak percaya

“I don’t know, maybe”

“……”

“Don’t be afraid”

“Ya, Don’t do that to me, aaaaaaaaarrrrrrrgggggh” tanpa ku sadari pisau nya telah menggores wajahku merobek pipi dan mata kananku, darah mengalir deras

“Wae? Appo? Nomu appo?” Tanya nya

Dia semakin beringas mengacung2kan pisaunya ke arahku, ku mengelak namun ujung pisaunya tetap bisa meraih wajahku. Ku balikkan badan mencoba berlari, jlep.

###

Someone Pov

Jleb

Kutarik kembali, darah langsung muncrat ke tubuh dan wajahku. Dia jatuh tersungkur, setelah aku menikam punggungnya.

“Get up hyung, wae u sleep on the floor?”

Onew tak mernjawab masih mencoba merangkak menuju pintu keluar, jleb.

Kembali ku tancapkan pisauku ke kaki kanan nya.

“AAAAAAAAAArrrrrrggggggghh”

“Ssssttt jangan berteriak hyung, it’s just a game”

Nafasnya terenggah.

“Hei hyung kalau kau seperti ini wajah mu tak terlihat imut lagi”

“Seharusnya bukan aku yang diganti tapi kamu hyung, bukankah kamu yang tidak bisa menari dengan baik, uh? Tapi kenapa aku?” lanjut ku

Jleb

Tusukan kedua bersarang dikaki kanan nya lagi.

“aaahhrggg”

“Kenapa kalian ingin menggantiku? Bukankah kau bilang Shinee akan terus ber5 selamanya? GEOTJIMAL” teriakku emosi

Sekarang Onew diam tak mencoba merangkak lagi, diam namun masih bernafas.

Aku pun duduk disebelah wajahnya.

“Hyung, taukah kau? Aku bisa bernyanyi suara ku bagus  hahahahahahaha, apakah hanya sebatas ini kegunaanku? Kenapa mereka tak menggantimu saja uh?”

“hei….. hyung…..hyung….kenapa kau diam hyung?”

“Ah kau tak seru kalau kau sudah mati” ucapku kecewa

“YA!!!!! Apa yang kau lakukan?” seseorang berteriak, aku menoleh, seseorang berdiri di depan pintu memandangku tak percaya

 “Ah kau sudah pulang, bagaimana cidera kaki mu?” Tanya ku, pandangan ku beralih ke kaki kirinya yang di gips.

“APA YANG KAU LAKULAN PADA ONEW HYUNG, HA?”

“Uhhhmmm Hanya bermain sebentar, kau juga ingin?” tanyaku padanya.

“r,rr..run..n” aku mendengar suara Onew yang menyuruhnya berlari

“Ah ternyata masih hidup,”

Jlep, kutancapakan pisau ku di punggung atasnya. Nafas nya berhenti, ku tusukkan  semakin dalam menikmati sensasinya.

“Bagaimana dengan sekarang? Sudah mati kah?”

“YA, KAU GILA!!!”

Ku menoleh menatap wajah orang yang berdiri di depan pintu.

“Waeyo????”

“KAU….KAU MEMBUNUH ONEW HYUNG”

“Ya, seperti yang kau lihat”

Dia mulai berjalan mundur, membuka pintu. Dia mengikuti saran Onew hyung rupanya.

“Jangan lari bukankah kaki mu masih sakit? Aku punya benda bagus untuk mu”

Dia terlihat semakin ke takutan melihat benda hitam yang ku keluarkan dari saku celana ku, pistol.

“Bagus bukan? Bayangkan bila isi nya menembus jantung mu”

Brak pitu dorm terbuka dan dia mencoba lari.

Brak

Aku menyusulnya, “Berhenti”

Dia tak berhenti, terus berlari terseok-seok.

Berhenti didepan lift, beringas  menekan tiombol. Tapi kau tau, lift masih berada di lantai satu. Dia terus menuju tangga darurat, berlari.

“Tunggu, Onew hyung ingin kau menemaninya menemui Key-ssi dan Minho-ssi”

“Berpikirlah dengan jernih hhh, kau membunuh semuanya hhh”

“Aku tau itu, tapi kau belum mati, maka berhentilah agar aku bisa membunuhmu dengan cepat”

“hhh KAU GILA hhhh”  teriaknya terengah engah sambil menuruni tangga

“AH aku benci pada mu kau terlalu banyak bicara, lebih baik kita akhiri saja”

Ku tarik pelatuk menembakkan satu peluru tepat mengenai lengan kanannya, dia sedikit terhuyun. Darah mulai mengalir membasahi kemeja putihnya. Namun dia tak menyerah. Masih mencoba menuruni tangga menuju lantai satu.

“Ah ternyata ini lebih mengasikkan, sekali tekan syuu peluru merobek dagingmu”

“hhh berhentilah hhh jebal”

“Sireo,,,,,,,,” ucap ku mengikutinya menuruni tangga

“It’s over now, the game is over”

Ku tekan lagi pelatuk, peluru melesat tepat mengenai dada kiri nya. Tubuhnya terjun bebas menghantam lantai terguling dan berhenti di lantai satu.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriakan seorang  wanita menyebabkan semua orang berkumpul mengelilingi tubuhnya yang bersimbah darah. Kemudian mereka memandang ke atas, melihatku ngeri, tentu saja. Tangan ku berlumuran darah memegang pistol, kaus putih ku memerah begitu pula dengan wajah ku penuh dengan darah.

“What did I say? There is no me there is no Shinee ” ucapku lirih

###

TEBAK SIAPA YANG BUNUH N SIAPA KORBAN TERAKIR!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

70 thoughts on “Unpredictable”

  1. gak salah lagi pasti jjong pembunuhnya karna dia paggil minho & key gak pake hyung, klo taemin pasti dia manggil minho dan key pake embel2x hyung. thor lain kali klo bikin ff jgn ada pertanyaan yg ngebingungin yach, tp bagus kok

  2. Yang bunuh pasti Jonghyun oppa, karena dia bilang “Hyung, taukah kau? Aku bisa bernyanyi suara ku bagus hahahahahahaha, apakah hanya sebatas ini kegunaanku? Kenapa mereka tak menggantimu saja uh?” terus yang korban terakhir…Taemin oppa..Hiks..tapi bagus kok author..walau sadis..

  3. Annyeong Haseyo….

    Aku menebak kalau Taemin yang membunuh. Soalnya,

    Pertama: bukankah ini mempermasalahkan tentang dance.
    Kedua: Si korban terakhir, memanggil pelaku dengan KAU, tanpa emble2 hyung. Bukankah kalau kaget, orang akan tetap melakukan kebiasaannya?
    Ketiga: Waktu pelaku memegang tangan key, dia berpikir “tangan nya halus seperti wanita, seharusnya julukan itu buat dia bukan.” Seolah mengatakan kalau julukan wanita selalu pelaku sandang.
    Keempat: Pelaku sempat berpikir “Aku bahagia menjadi bagian dari grup ini. Walau diluar ini aku bukanlah apa2, tersiksa dan disiksa.” Bukankah ada gossip yang beredar tentang Taemin yang selalu disiksa.
    Kelima: Onew oppa berpikir “Oh dia sudah bangun, tak seperti biasa.” Kalau yang dilihat adalah Jonghyun oppa, dia tidak mungkin berpikir seperti itu karena Jonghyun oppa yang selalu bangun duluan.
    Keenam: “Hyung, taukah kau? Aku bisa bernyanyi suara ku bagus hahahahahahaha, apakah hanya sebatas ini kegunaanku? Kenapa mereka tak menggantimu saja uh?” menunjukkan bahwa pelaku juga bisa bernyanyi selain menari. Jadi, kegunaannya dalam grup tidak hanya menari.

    Tapi entahlah… karena ada juga petunjuk yang mengarah pada Jonghyun. Soal panggilan hyung mereka, dan soal gossip couple jonghyun saekyun. Dan banyak lagi. Pokoknya hanya Minho, Onew oppa, Korban terakhir, Pelaku, dan orang-orang di lantai satu yang tahu. (Key gak tahu, alnya dia masih tidur waktu dibunuh.)

    Gamsahamnida….

  4. Egh?
    Ung, um… Uh…
    Hmm…
    Siapa ya pelakunya? Hehe -_-
    Aku tebak tadi Jonghyun. Tapi setelah melihat analisis reader-reader di atas *eaa* sepertinya Taemin juga memiliki peluang untuk membunuh (?) #sokdetektif XD

    Uwah, Nice FF 😀 d
    Aku jadi penasaran nih! :3
    Mau baca lanjutannya dulu ya, Author ^O^

  5. Sebenernya aku udah analisis kalau yg ngebunuh itu jonghyun soalnya yg cedera parah itu jonghyun. Tapi pas ada kata ‘suaraku sama sering disiksa’ seketika itu juga aku milih taemin.

    Oke authornya daaebak. Soalnya jalan cerita ama pelaku utamanya ga bisa ketebak ;;) #prok-prok

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s