Revenge

REVENGE

Author : Niez a.k.a Yoora

Sequel of Happy Birthday, Bling Bling

Kalau mau tau awal ff nya, search aja “Happy Birthday, Bling Bling”

Cast: Kim Jonghyun, and other Shinee’s members, and Suju’s member

—.

Mincha dan Onew sedang membawa dua kresek besar, yang masing-masing sudah penuh dengan barang. Maklum, mereka baru saja belanja kebutuhan bulanan. Kalau sampai kehabisan makanan, magnae dari The Girls of Star itu bisa ngamuk. Dan barang pecah belah, bisa saja menjadi korban amukannya (._.)

Mincha melihat Onew yang nampak kerepotan membawa barang belanjaan. “Repot ya? Sini aku bantu…” ucapnya menawarkan diri. Onew langsung menampik tangan Mincha yang tadinya hendak membantu. “Ga usahlah.. aku kan cowok. Masa cowok dibantu cewek. Harga diriku mau dikemanain?” ucap Onew lebay.

Mincha menatap Onew dengan pandangan sedikit mengejek. “Tsah~ pake acara ngomongin harga diri.. Biasanya juga aku ngebantu kamu..” Onew nyengir sambil garuk-garuk kepala, kebiasaan dia kalau sudah kehabisan kata-kata. “Ya tapi kalo masalah tenaga, serahin ke aku aja..” ujar Onew sok bangga lalu berjalan mendahului Mincha.

“Aigoo.. kapan sih nyampenya?? Lantai 11 berasa kayak lantai 30..” gumam Onew kesal. Menyadari ada sesuatu yang tertinggal, Onew berbalik dan mendapati kekasihnya itu berjalan lamaaa sekali, seperti kehabisan bahan bakar. “Chagii.. lama banget sih jalannya. Jangan nyamain kura-kuranya Yesung hyung dong.. bisa-bisa aku ikut donasiin kamu kayak ddangkoma..” rengek Onew sambil menghentak-hentakkan kaki persis anak kecil minta permen.

Micha terkekeh lalu mulai mempercepat langkahnya. “Kenapa?? Ga kuat ya?? Mau dikemanain coba harga diri seorang cowok kalo ga kuat bawa 2 kresek belanjaan?” goda Mincha sambil tertawa renyah. Ia puas sudah mengerjai Onew. Jarang-jarang lho dapet kesempatan godain leadernya Shinee hihihi.

Sedangkan Onew hanya menunduk, menahan malu. Beneran nih mau dikemanain coba harga diriku?, rutuk Onew dalam hati.

—.

Jonghyun merasa ada yang tidak beres dengan..DIRINYA. Tiba-tiba gelisah, tiba-tiba jengkel. Kenapa ya? Masa iya, ia lagi menstruasi? O.o

“Setauku sih, yang menstruasi itu cewek, bukan cowok.. Tapi kan ada juga cowok yang bisa hamil, berarti… ada cowok yang bisa menstruasi juga dong? Aish~ Kim Jonghyun Babo..” gerutunya sambil memukul kepalanya sendiri.

“Kenapa sih hyung?? Galau lagi??” tanya Key yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya dan memasang senyum mengejek, sambil memegang spatula. Nih anak ga ada kerjaan lain selain masak, apa?, batin Jonghyun.

 Jonghyun melengos lalu memutar bola matanya. “Anio.. Heh, Key.. Kamu tuh ga ada schedule hari ini??” tanya Jonghyun sambil berharap semoga jawabannya ‘iya’.

Key mengetukkan spatula berwarna hitam tersebut ke kepalanya, seolah sedang berpikir. “Ada sih.. tapi ntar malem.. Sukira. Wae?” jawab Key sekenanya. Lagi lagi Jonghyun melengos. “Kok ntar malem sih.. Kenapa ga sekarang aja?” kata Jonghyun. Jonghyun benar-benar berharap Key punya schedule, sehingga tidak mengganggu acara semedinya. Dan sebuah spatula telah terlempar ke arah Jonghyun karena amukan sang Diva.

“KIM JONGHYUUUUUUN!!! AWAS KAU”

Lalu, Jonghyun segera mengambil langkah seribu.

—.

“Mamiiii~ bagus nggak??” tanya Yoora minta pendapat sambil mengeluarkan baju yang baru ia beli tadi bersama Hyorin. Senyum mengembang di wajahnya. Sedangkan Hyorin langsung menghempaskan tubuhnya di sofa sambil kipas-kipas pakai buku cetak matematika (.__.)

Mincha yang sedang memasak langsung menoleh ke arah Yoora di sebelah kanannya. “Hm.. bagus” jawabnya, lalu kembali ke aktifitas memasak. Tapi setelah menyadari sesuatu, ia membelalakkan matanya dan segera mematikan kompor, lalu dengan cepat memegang bahu Yoora. “Kau…masih hidup kan? Nyawamu nggak kemana mana kan? Aigoo~ Yoora… sejak kapan kamu bisa pake pakaian berenda kayak gini?? Kau kerasukan apa sih?”

Hyorin terkikik. “Kerasukan setan Shin Se….hmpppph” Tangan Yoora segera membekap mulut Hyorin yang tiba-tiba nimbrung. Yoora memelototkan matanya ke arah Hyorin. Dan Hyorin segera mengangguk. Bisa gawat kalau Hyorin tidak bungkam hari ini, ia bisa dicincang habis-habisan sama si Evil Yoora ini.

“Ga papa lah, mi.. Cuma mau gaya baru aja..” ucap Yoora sambil nyengir. Dasar anak dua dimensi!, batin Hyorin sambil memutar bola mata.

 Mincha geleng-geleng kepala melihat tingkah laku ‘anak’nya ini. “Lepasin Hyorin gih.. kasian dia ga bisa nafas..” titah Mincha. Yoora menurut dan melepaskan tangannya yang memnbekap mulut Hyorin.

Mincha menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Jadi… ceritanya ada yang cemburu sama Shin Sekyung nih?” tanya Mincha sambil menatap Yoora jahil. Jarang-jarang Yoora cemburu sampai seperti ini.

Yoora menggembungkan pipinya kesal. “Nggak, mam… Siapa juga yang cemburu? Ini kan emang trend jaman sekarang. Wajar dong kalo aku pengen beli, terus aku pake.. biar nanti kalo misalnya mau pergi keluar, nggak cuma pake baju yang itu-itu terus..” kilah Yoora. Hyorin mulai terkekeh lagi. “Alasan klasik tuh, un.. Padahal aslinya nggak gitu.. Alibi ditolak~” ejek Hyorin puas. Yoora melotot lagi ke arahnya, tapi tidak dapat menghentikan Hyorin yang kini mulai tetawa terbahak-bahak.

“Kalo si Hyorin ketawa, berarti kamu emang cemburu sama si Kyungie itu kan~” Mincha mulai ikutan ngejek Yoora dengan memanggil Se Kyung dengan nama panggilan yang biasa diberikan oleh Jonghyun.

“Ya ampun.. kalian ini kenapa sih?? Nggak ada ya kata cemburu di kamus seorang Kim Yoora.. Cish~” ucap Yoora sambil meyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tapi, anehnya wajahnya malah merah seperti kepiting rebus, kebiasaannya kalau lagi malu.

“Oooh gituuu~ kamu mau tau sesuatu ga, Ra?” tanya Hyorin sehabis tertawa tadi. Yoora mengendikkan bahunya. “Apa?” ucap Yoora sekenanya.

Hyorin mendekat ke arah Yoora. “Cemburu itu wajar.. Aku aja masih sering cemburu kok waktu ada berita aneh tentang Taemin, jadi tenang aja lagi.. Cemburu itu ga haram kok.. Justru bagus lho kalo misalnya kita cemburu. Berarti kita sayang sama target yang kita cemburuin..” ucap Hyorin sejelas-jelasnya, lalu pergi ke kamar, meninggalkan Yoora.

“Ra, yang dikatakan Hyorin tadi bener.. Cemburu itu wajar.. Ga cemburu, baru ga wajar.. Seaneh-anehnya cara pacaranmu sama Jonghyun, mami yakin kamu sama Jonghyun itu saling sayang.. Mami juga tau, cara kalian mengungkapkan isi hati kalian itu bukan lewat perkataan, tapi lewat perlakuan.. Karena mami tau, kalian itu pasangan yang paling nggak romantis sedunia.. Tapi, mami nangkep ada kelebihan dari cara pacaran kalian..” ujar Mincha sambil mulai berjalan lagi ke arah kompor.

Yoora memanyunkan bibirnya. “Tapi, mi… aku tuh ga suka sama dia.. Justru benci sama dia.. Dia tuh cueeeek banget.. Caper lagi. Ihh..”

Mincha menyalakan kompor, lalu kembali memasak dan mulai mengoceh. “Tuh kan.. itu namanya cemburu loh, say.. Benci sama sayang itu sebelas dua belas.. Mirip sama nangka yang dibelah dua pake golok.. Intinya, kalo kamu bilang benci artinya kamu sayang sama dia, gitu juga sebaliknya.. Coba kamu pikirin.. Kalo orang lagi benci, bawaannya kayak gimana coba?? Marah marah ga jelas kan? Tapi pikirannya tetep sama satu titik.. Ya orang yang ia benci itu.. Kalau orang lagi sayang-sayangan?? Pikirannya juga buat orang yang ia sayang kan? Semuanya sih tergantung gimana cara kita nyikapin itu semua.. Kamu udah besar, Ra.. udah bisa nentuin mana yang baik, mana yang bener..”

Yoora mendengus kesal. Lagi lagi diceramahin (=3=) “Hah.. Iyain aja deh, mi.. Aku berangkat dulu..” pamit Yoora sambil membuka pintu. Mincha berbalik. “Mau kemana lagi, Ra?”

“Ke dormnya oppa..” jawab Yoora sambil menenteng tas kecil.

—.

Yesung memandangi anjing barunya itu dengan perasaan sayang. Maklum, dia kan memiliki peri kehewanan, jadinya ia lebih menyayangi hewan-hewannya ketimbang adiknya sendiri (._.) Heechul dari tadi bolak-balik keluar masuk dapur sambil menggendong Heebum yang sudah seperti anaknya sendiri. Sedangkan Leeteuk menghilang entah kemana. Dan Shindong sedang memainkan PSP milik Kyuhyun yang ditinggal di dorm. Suasana dorm sangat sepi karena member Suju-M sedang memiliki schedule yang padat.

“Sungie..” panggil Heechul sambil menidurkan Heebum di pangkuannya. Yesung menoleh dan menaruh anjingnya itu ke bawah sofa dan dibiarkan tidur di bawah. “Apa hyung?” tanya Yesung malas.

“Mau beli hewan baru nggak? Kebetulan di pet shop langgananku lagi ada diskon loh.. mau beli ga?” tawar Heechul sumringah. Yesung menggeleng pelan. “Asal hyung tau.. dorm Super Junior udah mirip kebun binatang yang lagi migrasi -_- kura-kura ada, kucing ada, anjing ada.. belum lagi nyamuk yang biasanya sliweran, lalat yang biasanya jalan-jalan di sini, cicak, sama ga tau tuh ada tikus atau nggak di atap..” jawab Yesung sambil menunjuk ke daerah-daerah tertentu.

Heechul merajuk. “Beneran nih nggak mau beli? Nyesel lho ntar.. aku nggak mau nanggung lho ya..”

Yesung tetap keukeuh menggeleng. “Nanti bisa dimarahin Yoora.. dia aja ngambek waktu tau aku beli nih anjing (=3=)” Heechul mendengus. “Biasanya kalo di film-film itu suami-suami yang takut istri.. lah ini malah kakak yang takut sama adiknya sendiri.. Tsah~ tunjukkan kejantananmu dong, sungie..” ucap Heechul sok menasihati.

“Tunjukkan kejantanan??” tanya Yesung bingung sambil garuk-garuk kepala. “Kok kayaknya ambigu ya?” lanjutnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya bingung.

Tiba-tiba bel apartemen mereka berbunyi. Shindong yang kebetulan berada di area yang paling dekat dengan pintu langsung membukanya.

“Waaaa.. adekku sayaaaang~ apa kabar?? Eh, mana yang lain??” sambut Shindong sambil celingukkan ke arah belakang Yoora. Yoora mengendikkan bahu. “Aku pergi sendiri kok, oppa..”

“Aaah~ arra.. pasti mau ketemu Yesung hyung kan? Tuh lagi di sana sama Heechul hyung.. lagi konsultasi masalah hewan kayaknya.” Jelas Shindong sambil kembali memainkan PSP Kyuhyun.

Yoora langsung pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh Shindong tadi. untung saja member SJ-M ada schedule. Kalau tidak, ia bisa mati berdiri di apartemen ini. Pasalnya, orang bernama Lee Donghae itu adalah idola yang paling ia segani. Sampai-sampai Jonghyun cemburu karena saking banyaknya poster dan majalah Donghae di kamarnya. Belum lagi segala pernak-pernik Donghae pun ada. Padahal ia adalah kekasih Kim Jonghyun. Tapi, sedikitpun ia tak pernah mau membeli pernak-pernik tentang Jonghyun (-_-)

Yoora melewati sebuah kamar yang merupakan kamar yang biasa ditempati Donghae. Diam-diam ia membuka pintunya. Dan GOTCHA! Pintunya tidak terkunci sama sekali. Ia mengendap-endap masuk ke dalamnya dan memperhatikan semua barang milik Donghae.

“Waaaaaaaah..” ucap Yoora kagum. Ia memandangi sebuah Belly Bag milik Donghae yang harganya sekitar 13.000.000 itu. Sebenarnya, tas itu terkesan biasa dan sederhana. Tapi, tas tersebut ber merk original. Dan itu lah yang membuat Yoora kagum.

“Waaaaw…” ucap Yoora lagi. Kali ini ia memandang sebuah topi milik Kibum yang ternyata ada di tempat Donghae. Mungkin KiHae couple memang benar adanya. Lalu EunHae couple bagaimana? (._.)

“Sudah selesai berkagum-kagum rianya, Tuan Putri?” ucap sebuah suara. Yoora menoleh. Dan langsung mundur ke belakang karena saking terkejutnya. “A..Annyeonghaseyo, O…Oppa..” sapa Yoora gugup. Pria yang ternyata adalah Lee Donghae itu berjalan mendekati Yoora. “Ngapain ke sini? Kan Yesung hyung di sebelah sana..” ucapnya sambil menunjuk ke tempat Yesung berada.

“A..anio, oppa.. Aku cuma…cuma..”

“Cuma?”

“A..ani.. Nggak ada apa apa.. Swear (._.)v” kata Yoora sambil mengangkat  kedua jarinya. Donghae tertawa sambil memegangi perutnya. “Kau itu.. innocent sekali..” ucapnya yang masih memegangi perutnya karena kebanyakan tertawa.

“Oppa kok bisa di sini? Bukannya ada jadwal ya?” tanya Yoora bingung. Kalau oppa di sini kan aku  jadi bingung mau ngapain. Mending jangan ke sini deeh, lanjut Yoora dalam hati.

“Aku? Lagi refreshing aja kok.. pengen ke Korea.. Eh malah ketemu kamu.. Hehe.. Di Cina agak garing sih soalnya.. Bikin boring.. Oya, jalan-jalan yuk..” ajak Donghae semangat.

“Tapi kan…” ucap Yoora gantung.

“Eh? Kamu ada schedule ya? Mau perform di mana sih?” tanya Donghae. “Nggak ada schedule sih tapi….eh! Oppa! Kan aku belum setuju!” ucap Yoora karena tangannya langsung diseret Donghae.

—.

“Beneran deh.. Nggak papa.. Ajak Yoora cepetan gih..” ucap Se Kyung sambil meminum orange juice nya.

Kini Jonghyun dan Se Kyung berada di kafe langganan mereka. Mereka sedang membicarakan tentang sikap Yoora yang langsung berubah setelah hari ulang tahun Jonghyun karena Se Kyung ikut hadir di sana. Yoora tiba-tiba tidak pernah membalas SMS dari Jonghyun dan tidak menjawab telpon Jonghyun. Jonghyun tau, Yoora akhir-akhir ini sibuk karena grupnya akan mengeluarkan mini album baru. Jonghyun juga tau, kalau pamor Girls of Star itu juga langsung melonjak naik setelah dikeluarkannya mini album pertama mereka.

Tapi, biasanya sesibuk-sibuknya Yoora, ia selalu membalas SMS Jonghyun dan juga menelpon balik Jonghyun apabila tadi tidak sempat menjawab telponnya. Memang, bila SMS atau telpon bahkan bila bertemu saja mereka pasti akan cekcok. Tapi, justru di situlah letak yang sangat dirindukan Jonghyun, tapi entah untuk gadis tidak peka itu.

“Tapi…” sahut Jonghyun ragu. Ia mulai menimang-nimang handphonenya.

“Dia ada jadwal ga hari ini??” tanya Se Kyung. Jonghyun segera membuka handphonenya dan beralih ke aplikasi internet. Ia membuka salah satu bookmark yang berisi schedule dari girlband kekasihnya itu. Setelah itu, ia menutupnya dan segera menggeleng ke arah Se Kyung.

“Naaah.. Cepet telpon dia..” suruh Se Kyung. Jonghyun menghela nafas berat. “Tapi…” ucap Jonghyun nggantung. Se Kyung yang gemas melihat tingkah Jonghyun, langsung merebut paksa handphone sahabatnya itu dan mulai mencari sebuah kontak ber-title-kan Evil Yoora dan langsung menekan tombol hijau lalu menyerahkannya kepada Jonghyun.

“Maaf.. nomor yang Anda tuju sedang….”

Jonghyun menutup telponnya kasar. “Udahan ah.. Udah takdirnya aku sama Yoora putus kali ya..” ucap Jonghyun putus asa. Se Kyung mendecak pelan. Heran juga ada orang yang cuma bisa PD di depan kamera, tapi malah minder di kehidupan sehari-hari. Ckck.

Se Kyung langsung berinisiatif mengambil handphone Jonghyun dan memasukkannya ke sakunya sendiri. Lalu, menarik tangan Jonghyun. “Sekarang, mending ikut aja deh ya.. Otak oppa udah burem tuh kayaknya kebanyakan mikir mulu.. entar botak loh…”

Jonghyun hanya diam saja mendengar perkataan sahabatnya itu dan merelakan dirinya diseret ke segala arah oleh Se Kyung. Terkoyak-koyak juga nggak apa-apa deh (._.)

—.

Yoora segera duduk di sebuah kursi panjang yang berada dekat taman. Ia sudah tidak kuat melahap berbagai arena permainan di Taman Bermain ini. Karena tadi, Donghae memaksa dia untuk mencoba wahana roller coaster, rumah hantu, dan wahana menyeramkan lainnya. Kaki Yoora sampai lemas dibuatnya.

“Gwaenchana?” tanya Donghae prihatin. Biar bagaimanapun juga, si Yoora ini anaknya orang lain, adiknya Yesung pula. Mampuslah dia kalau Yesung tau adiknya udah semaput kayak gini. Bisa dicincang dia.

Yoora menggeleng pelan. “Gwaenchana, Oppa.. tenang aja..” ucap Yoora menenangkan sambil kipas-kipas pakai tangan dan membetulkan letak hoodie dan sarung tangannya. Donghae yang melihatnya langsung berkata, “Aigoo~ kamu ini.. udah makan belum? Jangan bilang kamu belum makan..”

Lagi lagi Yoora menggeleng. Donghae ikut-ikutan menggeleng sambil berdecak pelan. “Nih anak.. kumat deh.. kalau magh kayak dulu lagi gimana?? Kalau pingsan sambil kejang-kejang kayak dulu lagi gimana?? Heuh~ untung aja dulu pacarmu ikut bopong kamu ke rumah sakit..” ucap Donghae sambil membetulkan hoodienya. Kan ia juga lagi dalam masa menyamar sama seperti Yoora.

Yoora hanya tersenyum tipis, hitung-hitung kembali mengingat masa lalunya waktu dia dibopong ke Rumah Sakit sama Jonghyun. Ya nggak bisa dibilang masa lalu juga sih. Hanya beberapa bulan yang lalu lah kejadiannya.

“Nah kalau itu terjadi, kan ada oppa..” sahut Yoora sambil nyengir tanpa dosa. Donghae mendecak lagi. Lalu, beranjak dari kursi. “Aku mau beliin kamu minuman atau makanan ringan.. kamu diem di sini.. jangan kemana-mana..” nasihat Donghae sambil mengacungkan jari telunjuknya. Yoora mengangguk.

—.

Jonghyun memandang gadis di depannya. Sepertinya ia mengenal sosok gadis yang duduk di dekat taman itu. Tiba-tiba Se Kyung menggandeng tangannya. “Oppa..” panggil Se Kyung. Jonghyun menoleh. “Hm?”

Se Kyung menunjuk gadis yang ia tunjuk tadi. “Itu Yoora kan? Ngapain dia di sini sendirian?” tanya Se Kyung sambil meminum minumannya. Jonghyun menepuk keningnya. “Itu Yoora? Pantes rasanya pernah liat dimana gitu..” ucap Jonghyun dan langsung berlari menghampiri Yoora.

“Ra.. Ngapain di sini??” tanya Jonghyun sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

Yoora menoleh ke belakang Jonghyun dan didapatinya Shin Se Kyung jalan dengan manisnya. Yoora mengeluarkan evil smirknya. “Nggak ngapa-ngapain.. Enak ya habis jalan berdua sama cewek.. Rasanya gimanaaaa gitu..” ejek Yoora sambil memasang wajah mengejek, padahal dalam hatinya, ia kesal setengah mati. Rasanya pengen nginjek-injek Jonghyun pakai sepatu berpaku kayak di Spongebob.

Jonghyun menoleh ke arah belakangnya lalu tersenyum dan melingkarkan sebelah tangannya di leher Se Kyung sambil tersenyum. “Sure.. Siapa sih yang nggak suka cewek cantik..” jawab Jonghyun tetap sambil tersenyum. Ia ingin memanas-manasi Yoora.

Yoora benar-benar geram sekarang. Dikepalkannya kedua tangannya sampai berdarah. Dari dulu, ia benci Se Kyung. Karena Jonghyun selalu mengelu-elukan nama itu, baik di depan dirinya atau bahkan di depan kamera. Se Kyung memiliki segala kelebihan yang nggak ada di dalam dirinya. Se Kyung anggun, manis, tinggi. Nggak seperti dirinya yang berbanding 180 derajat dengan Se Kyung. Semua memang bukan salah Se Kyung. Yoora nggak bisa menyalahkan Se Kyung. Ia juga nggak bisa menyalahkan Jonghyun. Apa haknya mengatur wanita idaman Jonghyun? Lalu, apa yang harus ia lakukan? Nothing.

Rasanya ia benar-benar ingin pergi dari tempat itu lalu segera kembali ke dorm dan menangis sekencang-kencangnya. Tapi, sayangnya alat tubuhnya tak bisa sejalan dengan pikirannya. Hingga pada akhirnya ia hanya bisa diam terpaku.

“Ra.. ini minuman sama makanannya..”

Yoora menoleh. Didapatinya Donghae tengah kerepotan membawa dua minuman dan satu bungkus kentang goreng berukuran medium. Diam-diam Yoora tersenyum tipis. Tunggu pembalasanku, Kim Jonghyun.

Yoora segera berlari kecil ke arah Donghae, mengabaikan rasa sakit di tangannya yang berdarah. “Ya ampun… Oppa sampai kerepotan gini. Sini aku bantuin..” tawarnya sambil memegangi salah satu minuman.

“Ah… ada Jonghyun. Apa kabar nih?” tanya Donghae yang baru saja memperhatikan Jonghyun. Jonghyun tidak menjawab sapaan Donghae, malah menarik tangan Yoora yang bebas.

“Ikut aku!” perintah Jonghyun dengan tatapannya yang tajam.

—.

“Apaan sih ini?! Woy Jong! Lepasiiiin~ Sakit tauk..” rengek Yoora. Jonghyun menarik tangannya tepat di daerah yang tadi terluka. Tapi, Jonghyun tetap tidak memperdulikan rengekan Yoora.

Jonghyun melepaskan tangan Yoora secara tiba-tiba. Lalu mengeluarkan sebuah benda dari dalam sakunya. “Diam! Jangan bergerak!” titah Jonghyun dengan death glarenya. Jonghyun kembali memegang pergelangan tangan Yoora. Yoora memutar bola matanya kesal. “Ga gerak, ya mati dong, Kim Jonghyun…”

Jonghyun mengacuhkan kata-kata Yoora tapi tetap melanjutkan aktifitasnya melingkarkan sapu tangannya di daerah tangan Yoora yang terluka. “Nah selesai” ucapnya puas. Lalu, Jonghyun menarik tangan Yoora lagi untuk mengajaknya ke sebuah kursi panjang.

“Kenapa…” Yoora menoleh ke arah jonghyun, menunggu lelaki tersebut melanjutkan kata-katanya. “Kenapa nggak ada kabar?” Jonghyun memandang Yoora. Yoora memalingkan muka. Ia tidak kuat menatap mata sayu Jonghyun, di sana sangat tersirat kelelahan yang ia alami. Dan itu membuat Yoora makin merasa bahwa ia adalah beban bagi Jonghyun.

Yoora mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya perlahan. “Nggak ada apa-apa.. Cuma mau cari ketenangan sekaligus ngasih kamu dunia buat berduaan sama cewek cantik..” sindir Yoora sambil tersenyum lemah.

“Hah~ sudah kuduga dari awal kalau kau cemburu..”

“Aku ga cemburu! Hanya ingin cari ketenangan! Ga lebih.. Cish~”

“Itu artinya kamu cemburu..”

“Oh ya? Sorry ya Kim Jonghyun, untuk apa aku cemburu sama kamu?? Lebih baik ngurusin ulangan kemana-mana daripada ngurus anak orang kayak kamu..”

“Ya iyalah aku anak orang.. kau pikir aku anak apa?”

Yoora berdiri, tapi sedetik kemudian tubuhnya oleng, untung Jonghyun menangkapnya.

“Belum makan..” Yoora tidak tau itu pernyataan atau pertanyaan, jadi ia tidak menjawabnya.

“Telat makan, magh, tekanan darah rendah.. kebiasaanmu nggak bisa hilang hah?!” Yoora tersenyum. Ia tau kali ini ia akan dimarahin habis-habisan oleh Kim jonghyun. Jadi dia diam saja.

“Bikin orang khawatir terus, nggak malu apa? Sadar diri dong.. kamu tuh udah gede, ga perlu dikasih tau lagi harusnya udah ngerti..”

“Biarin aja.. toh yang khawatir itu kamu..” ejek Yoora sambil tersenyum.

“Iya.. tapi itu namanya nyusahin..” gumam Jonghyun kesal.

Ia merogoh sesuatu lagi di dalam sakunya.  “Nih” ucap Jonghyun sambil memberikan sebuah permen lollipop. Yoora mengambilnya.

“Emang sih, nggak semahal kentang yang berukuran medium…” Jonghyun mengendikkan kepalanya ke arah Yoora. Yoora terkikik. Ia tau bahwa Jonghyun sedang membandingkan lollipop dengan makanan yang tadi di bawa Donghae. “Tapi seenggaknya lumayanlah bisa mengganjal perut..” lanjutnya sambil menggaruk kepalanya, malu.

Yoora terkekeh. Lalu, membuka bungkus permen tersebut dan memakan permennya.

“Jangan salah paham..” Yoora menoleh lagi. “Aku nggak ada hubungan yang melebihi persahabatan sama Se Kyung..” lanjut Jonghyun sambil memainkan kakinya dan menunduk.

Yoora menghela nafas, antara nafas lega dan nafas setengah lega (._.) “Ya nggak papa sih kalau kamu sama Se Kyung..”

“Tapi…” sela Jonghyun.

“Lumayan bisa memperbaiki keturunan..” lanjut Yoora tanpa dosa.

Jonghyun menoleh ke arah Yoora. “Maksudnya??” tanya Jonghyun. Yoora memamerkan smirk-nya. “Biasanya nih ya.. orang yang ga cakep ketemu cewek cakep tuh, anaknya bakal lumayan cakep (-.-)” jelas Yoora sambil ngakak.

“Ck. KIM YOORA! TUNGGU PEMBALASANKU!”

-end-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Revenge”

  1. Ahahahahahahahahaha
    Memperbaiki keturunan
    Sodip amat si yoora
    Oh iya itu si donghwa ama sekyung gimana ceritanya
    Ditinggalin berdua
    Ntar malah jadian tidaaaaaaaaakk #abaikan
    Seruuu keren wakakaka

  2. ahahahha ngakak tau !! si yoora ngejek jjong !! ahahahah “Biasanya nih ya.. orang yang ga cakep ketemu cewek cakep tuh, anaknya bakal lumayan cakep (-.-)” jelas Yoora sambil ngakak.
    aku juga sambil ngakak bacanya !! ahahah bgus yoora good job !!!

  3. “Itu Yoora? pantes pernah liat di mana gitu..” ck, ga hafal pacar sendiri bang?? ya ampun.. hahah.. suka nih gaya pacarannya, saling mengolok olok.. loh?

  4. wkwkwkwkwkwk memperbaiki keturunan wkwkwkwk ngakak tingkat dewa.
    daebak kocak abis yoora ma jjong hehehehe.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s