We Walk [Part XIV] – I’m Not Isabella Swan, Jinki!

Author : diyawonnie

Title : We Walk [Part XIV] – I’m Not Isabella Swan, Jinki!

Cast : Kim Jira (imaginary cast), SHINee, and Jira’s mom.

Genre : Friendship, Romance, and Life.

 —

HATIKU tak pernah berhenti merasakan pedih. Terutama jika teringat hal-hal yang terkait dengan Minho. Pria itu sungguh-sungguh menyita pikiranku. Mengenang matanya yang besar, lekuk hidungnya yang panjang, bibirnya yang mungil, kedua tangan kekar yang kerap memeluk perutku, dan suara khasnya yang manja jika memanggilku dengan sapaan ‘Jira Sayang’. Semuanya menghilang, aku tak dapat merasakan dan mendengarnya lagi. Ia sudah berupa bintang bersinar yang jauh dari jangkauanku.

Aku seperti gila, setiap malam hanya memandangi langit, berbicara pada bintang-bintang, dan setelah itu air mata akan kembali terjatuh. Jujur saja kalau ini semua membuatku jengah. Ingin keluar dari lingkaran ini, namun aku sendiri pun tak sanggup.

Air mata lagi-lagi jatuh ketika Minho muncul. Bodoh, masih saja aku sanggup menonton dramanya dengan perasaan luluh lantak seperti ini.

Dua puluh November tepat pukul 11.15 PM drama yang dibintangi Minho, The Pianist, akhirnya tayang di KBS-2TV. Aktingnya sangat baik dan sangat disayangkan mengapa drama ini hanya dibuat satu episode. Inilah drama yang menurutnya dipersembahkan untukku. Tema yang hampir mirip dengan kisah kami―tokoh perempuannya seorang noona dan baik Minho maupun Oh Jero sama-sama tak mempermasalahkan umur.

Ponselku menyala, sebuah pesan masuk, dari Jinki.

Aku menyambar remote kemudian mematikan TV setelah drama selesai. Lalu berjalan ke sisi ruangan menekan tombol power pada music player dan lagu ‘SNSD – Star Star Star’ pun terputar. Lagi-lagi diam di sisi jendela. Tak peduli dinginnya kaca yang menusuk kulit, aku masih saja memandangi langit. Berharap ada bulan sabit malam ini, tapi sayangnya harapanku tak terkabul.

Tiap bait lagu masuk menyerap ke dalam hatiku. Lirik yang benar-benar melukiskan perasaanku saat ini. Dadaku tiba-tiba sesak, bayang-bayang Minho berputar dalam kepala. Seluruh kenangan kami selama ini berkelebat. Kau tahu? Ini sangat menyakitkan.

      Amuri chyeoda bwado niga boijil anha, oh baby

      (No matter how many times I look at you, I can’t see you, oh baby)

      Du nune gadeuk goin nunmul ttaemune, da neo ttaemune

      (Because of the tears in my eyes, all because of you)

      Beonjyeojin geulja wiro bichin uneun nae eolgeul, oh baby

      (My crying face that is reflecting above the spread letters, oh baby)

      Tto ulji mallago nal dajim haebwado, tto ureo

      (I promised myself I wouldn’t cry again, but I’m crying again)

Aku memeluk kedua lutut dan menenggelamkan kepala di atasnya. Bisakah kau bayangkan bagaimana sakitnya ditinggal seseorang yang disayangi? Bisakah kau melupakannya, melupakan pria yang selama bertahun-tahun tak pernah lepas dari pikiranmu, melupakan pria yang telah mengambil ciuman pertamamu? Bagiku, jawabannya adalah mustahil. Aku tak pernah memiliki keinginan untuk merubah perasaanku.

Lagu terus mengalun menghanyutkanku ke dalamnya. Bait-bait lirik itu terus merasuk ke dalam hati. Aku kembali mendongak dan menatap bintang-bintang.

      Byeol, byeol, byeol, byeolman keum saranghae

      (Love you as much as the stars, stars, stars, stars)

      Watdeon geoya neoreul chaja jeo meolliseo neon shining star

      (I came for you to find you, you’re that far shining star)

Ya, benar. Aku kemari kembali ke Seoul untuk menemui Minho. Ingin sekali lagi mencoba meluluhkan hatinya. Namun, setelah semua yang kuinginkan kudapatkan, mengapa harus berakhir seperti ini? Aku ingin bertemu Minho. Benar-benar ingin melihatnya dia saat ini juga.

Ponsel kembali menyala. Aku baru ingat ada pesan dari Jinki.

LJOnew: Kau tak apa-apa?

Buzz

JiraKim: Apa?

LJOnew: Dramanya baru saja selesai, bukan? How u feeling?

Aku menghela napas, dada ini tidak pernah tidak berhenti sesak jika hal-hal menyangkut Minho diungkit orang lain.

JiraKim: I feel fine.

LJOnew: Fine’s not really a feeling though.

JiraKim: Fine’s a feeling!

JiraKim: ‘I feel fine’… U could say that. People say that.

LJOnew: Yeah, sure. U can say that. Um, ayo kencan!

JiraKim: It’s midnight. Mau kemana?

LJOnew: Kita diskusikan jika sudah bertemu. Er, aku tak bisa menjemputmu. Tak ada mobil.

JiraKim: Tak apa-apa, aku ke dorm sekarang.

LJOnew: Tidak usah. Kita bertemu di coffee shop dekat apartemenmu saja. Ini sudah pukul 12.15 malam.

JiraKim: Tidak. Aku ke dorm sekarang. Aku berangkat.

Aku buru-buru menata rambut dan berdandan sebaik mungkin. Lalu memilih baju dan coat yang menurutku baik dari dalam lemari. Setelah selesai, aku keluar kamar.

“Wah, Jinki daebak,” sindir eomma yang sedang tenggelam dengan novelnya.

“Aku pergi, Mom.”

“Selarut ini? Apa kau abnormal atau semacamnya?!”

Aku mengangguk malas didikte seperti itu. “Bye.”

+++++++

PONSEL kembali menyala dan aku tak memedulikannya. Entah sudah berapa belas kali Jinki menghubungiku, tetap tak kuacuhkan. Aku bersikukuh untuk tetap datang ke dorm. Mungkin terdengar sinting, tapi tujuanku kemari memang untuk melihat Minho. Aku sangat merindukannya.

Aku masih menaiki tangga saat pintu dorm SHINee terbuka. Seseorang berperawakan tinggi keluar dari sana menenteng trashbag hitam. Minho menghentikan langkahnya saat melihatku.

“Oh, annyeong,” sapaku kaku sambil setengah merunduk.

Dia hanya mengangguk. Aku melihat jari manisnya, cincin kami sudah tak berada lagi di sana. Hatiku serasa dicabut dari tempatnya. Perih…

“Onew-hyung menunggumu,” ujarnya sambil berjalan menuruni tangga melewatiku.

“Tapi…”

Ia menghentikan langkahnya dan kembali berbicara tanpa berbalik menatapku. “Jangan kecewakan dia, kumohon! Anggap ini permintaan terakhirku.”

Aku berbalik dan memandangi punggungnya.

“Berusahalah untuk menjadi orang yang bahagia jika sedang berada di sisinya. Jawablah pesan-pesannya dengan baik, jawablah panggilan-panggilan teleponnya. Dan katakanlah padanya kalau kau… mencintainya…”

Aku hanya diam. Dadaku semakin sakit.

Ia melanjutkan, “Jangan gunakan alasan konyol untuk menemuiku di sini. Hubungan kita sudah berakhir. Kita tak dapat memperbaikinya.”

Lirik lagu SNSD yang kudengarkan tadi kembali muncul ke permukaan. Membuat kesakitan yang mengendap di hatiku menyesak seperti akan meledak.

      Mot dahan yaegil kkeonae honjat malppun irado, oh baby

      (I couldn’t say everyting I wanted to, so I say them to myself, oh baby)

      Neol dollyeo dallago nal bonae dallago, ni gyeote

      (I want you back, I want to go back to your side)

Refleks, aku memeluknya dari belakang. Ini… punggung ini yang kurindukan. Aroma tubuh ini yang selalu ingin kuhirup. Postur tubuh seperti inilah yang kuinginkan. Demi Tuhan aku sangat merindukannya. Aku benar-benar tak peduli ia berakting tak acuh padaku saat ini. Itu hanya penampilan luar. Minho masih mencintaiku, aku meyakini hal itu.

“Aku percaya,” gumamku. “Aku percaya ucapanmu di mobil saat itu.”

Dia terdiam. Tak lama kemudian berkata, “Lepaskan!”

“Tak mau. Aku sangat merindukanmu.”

“Kau hanya akan menyakiti Onew-hyung jika terus seperti ini. Lepaskan!”

Mau tak mau aku melepasnya. “Aku juga tersakiti, tolong jangan lupakan hal itu!” isakku.

Ia terdiam cukup lama, lalu perlahan-lahan menjatuhkan trashbagnya dan berbalik menghadapku. Ia terkejut melihatku menangis, kemudian ia menaiki beberapa anak tangga dan tiba-tiba kedua tangannya menyeka air mata di wajahku. Wajah kami saling berdekatan, hanya menyisakan jarak beberapa senti. Sekarang aku bisa merasakan embusan napasnya yang hangat menerpa wajahku. Bisa kembali merasakan tangannya yang hangat menyentuh kulit wajahku merupakan hal yang luar biasa. Aku sangat senang.

“Kumohon berhenti menangis!” pintanya. “Jangan temui Onew-hyung dengan wajah seperti ini! Aku tak ingin ia khawatir dan memikirkan banyak hal. Ayo cepat masuk temui dia!”

Jantungku seakan berhenti berdetak. Jadi ini tujuannya memperlakukanku kembali seperti ini?

Kutepis kedua tangannya dengan kasar hingga cukup membuatnya terkejut. Aku menangis tertahan dan ini sangat menyiksa. “Jadi ini yang kau inginkan?” tanyaku berang.

Dia hanya diam melihatku.

“Baik. Aku akan melakukan apa yang kau minta…”

“Noona…”

“Ya, aku kekanakkan, Choi Minho. Aku menjadi kekanakkan jika menyangkut hal-hal yang berhubungan denganmu.”

Aku berbalik meninggalkannya masuk ke dalam dorm. Setelah pintu menutup, aku bersandar lemas di baliknya. Kulihat Kim Jonghyun tengah berdiri di depanku. Sepertinya ia dari ruang TV dan hendak ke dapur, namun terhenti setelah melihatku muncul dalam keadaan kacau seperti ini.

“Jira-ya,” panggilnya. Ia meletakkan gelas ke meja makan kemudian menghampiriku. “Kau kenapa?”

Aku menariknya untuk masuk ke dalam toilet terdekat dan menutup pintu. Tangisku perlahan-lahan mengeras. Ia memandangiku bingung dan panik, lalu mendudukkanku di atas kloset yang tertutup.

“Ini salahnya…”

“Nugu?”

“Semua ini salahnya!”

Jjong berlutut di sampingku. Ia menarikku ke dalam pelukannya. “Aku mengerti maksudmu. Aku tak bisa berbuat banyak. Kau tahu sendiri seperti apa posisiku.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Tapi lakukanlah semuanya dengan bijak.”

Ia membantuku menyeka air mata kemudian bangkit dan membuka pintu. Di luar sudah ada Kibum yang berdiri mematung menunggui kami. “Aku sempat mendengar Jonghyun-hyung menyebut namamu, Noona,” ujarnya kaku. “Gwaenchanayo?”

Aku mengangguk.

“Onew-hyung baru saja keluar menungguimu di bawah. Ia pikir kau belum sampai.”

Aku segera mengeluarkan ponsel untuk mengabarinya. Setelah itu duduk di meja makan menunggunya kemari sambil menyesap minuman hangat yang dibuatkan Kibum. Tak lama kemudian pintu terbuka, aku memasang wajah ceria untuk menyambutnya, namun itu bukan Jinki melainkan Minho yang baru kembali membuang sampah. Lagi-lagi ia seperti terkejut saat melihatku. Kupalingkan wajah secepat mungkin karena dadaku kembali berdegup kencang. Ia dengan santai melepaskan sepatunya dan berjalan masuk menonton TV.

“Di mana Taemin?” tanyaku mencairkan suasana.

“Di perusahaan berlatih vokal,” sahut Kibum seraya menatap Jonghyun. Kurasa ia menyadari kecanggungan antara aku dan Minho.

“Selarut ini? Dia butuh istirahat…,” lirihku sambil terus memandangi cangkir.

Pintu kembali terbuka dan kali ini benar-benar Jinki. Dengan asal ia melepas sepatu dan berjalan menghampiriku. “Yaaa, bagaimana bisa kau ada di sini?”

“Surprise,” pekikku.

Ia tersenyum lembut. “Ayo, berangkat sekarang!”

“Hm, tunggu. Aku harus menghabiskan ini atau tamat riwayatku,” aku menunjuk cokelat panas buah karya sepupuku.

“Pintar,” puji Kibum―lebih terdengar seperti meremehkan.

Aku menenggaknya hingga tandas. “Okay, let’s go!” ajakku. Jinki tersenyum semakin lebar melihat tanggapan positif dariku. Jonghyun hanya menggelengkan kepalanya sok tua. Dan sebelum pergi, aku sempat melirik Minho, ia menonton pertandingan sepak bola tanpa gairah, seluruh tubuhnya kaku dengan tatapan mata yang kosong. Ini sangat tidak normal.

+++++++

JINKI mengajakku jalan-jalan mengelilingi kompleks dorm. Seharusnya aku sadar kalau hal ini membuatku kesal karena itu berarti usahaku berdandan sia-sia. Tapi entah kenapa aku senang. Setidaknya aku masih berada di sekitar Minho.

“Masih ingatkah dulu aku berniat mengajakmu pergi setelah melakukan debut di MuBank? Itu artinya seminggu setelah debut di Inkigayo.” (Baca part I)

Aku mengangguk.

“Inilah maksud tujuanku…,” ujarnya dengan kedua tangan terlentang.

“Ini?” tanyaku heran. Karena di hadapan kami saat ini hanyalah jalanan kosong di mana kiri-kanannya dipenuhi pohon yang berderet.

“Kemarilah,” Jinki menarik tanganku mendekati sebuah pohon, lalu mengeluarkan sekop kecil dari balik coatnya. Kemudian mulai menggali hingga ujung sekop mengenai sesuatu yang keras—sebuah kotak. Ia mengangkat kotak tersebut dari dalam tanah.

“A-apa ini? Harta karun?” godaku.

Dia tersenyum. “Ya. Bukalah!”

Aku membukanya dan menemukan enam buah gulung kertas di sana. “I-ini…”

“Kau masih ingat?”

Tentu saja. Kertas-kertas itu milik SHINee dan aku. Kami menulisnya saat masih trainee sekitar tiga tahun yang lalu. Di mana mereka telah dipersatukan dalam sebuah grup tetap oleh perusahaan. Tidak sepertiku, aku masih tergabung dalam grup-grup percobaan.

Jinki mengajakku duduk di atas bangku batang kayu. “Aku ingin kau membaca semuanya.”

“Tapi ini bukan hanya milik kita.”

“Tidak apa-apa. Bacalah!”

Aku menurut dan mengambil gulungan pertama lalu membacanya.

Aku ingin debut cepat!!! Tuhan, kabulkan doaku…

-Kibum 2007.02.14

Ya, benar. Kami semua menulis harapan-harapan ini di hari Valentine. Aku masih ingat mereka berlima menulis ini sambil mengunyah cokelat yang kuberikan. Aku mengambil gulungan kedua.

Semoga pertumbuhan tinggiku tidak berhenti sampai di sini. Dan ngomong-ngomong, apa Kim Jira ingin membunuh kami dengan cokelat pahit ini?

Aku tersenyum kecut. Lantas kenapa saat itu kalian semua memuji cokelatku enak?! Menyebalkan! Dan sayang sekali permohonanmu tidak terkabul, Jonghyun-ah.

“Cokelat itu memang sangat pahit, Jira-ya. Mianhae…,” celetuk Jinki.

Aku menyikut rusuknya dan ia terkekeh puas. Gulungan selanjutnya sudah berada di tanganku.

170 cm… Setiap hari aku banyak minum susu. Kuharap aku bisa setinggi Changmin-sunbaenim dan mendapatkan pacar secantik Jira-noona.

“Wah, anak ini benar-benar…”

“Aku sudah membaca semuanya. Sorry…,” Jinki sedikit salah tingkah, “…aku membacanya sebelum mengubur ini semua. Semoga kau tak lupa kalau kalian yang menyuruhku sendiri untuk menyimpannya,” jelasnya setelah mendapat tatapan tak percaya dariku.

Aku sudah memegang gulungan milik Jinki.

Aku ingin debut secepatnya dan menikahi Kim Jira di usia 27…

“Wah, Oppa…”

“Belum selesai. Bacalah milik Minho!”

Aku menurut dan membuka gulungan milik Minho.

Shim Chaesa… Kim Jira?

Hanya itu… dan sanggup membuat wajahku memanas di tengah angin dingin yang menusuk kulit. Itu artinya Minho sudah memperhatikanku sejak dulu? Baiklah ini terlalu percaya diri, tapi…

“Dia memilih Shim Chaesa,” celetuk Jinki. “Dia mencintai dua gadis sekaligus. Pria tamak!”

Aku diam.

“Tapi pada akhirnya dia memilihku…”

“Setelah ditinggalkan gadis itu, tepatnya. Jika Chaesa tak meninggalkannya, apa dia akan memilihmu?”

Aku kembali terdiam. Dadaku berdenyut. Pedih…

“Jangan bicarakan hal itu lagi. Cari topik lain!” dumalku sambil menaruh kembali kertas-kertas tersebut ke dalam kotak.

Jinki menatapku lekat. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan aku yakin sekali kalau itu cincin. Ia menarik tanganku, namun mengurungkan niatnya memasangkan cincin tersebut ketika melihat jari manisku sudah terpasang cincin pemberian Minho.

“Aku terlambat,” desahnya.

Aku melepas cincin dari jari manisku. “Maaf…”

“Tak perlu minta maaf. Jira-ya, jujurlah padaku. Apa kau baik-baik saja?”

“Y-ya.”

“Bodoh! Jangan bohong padaku, itu percuma.” Jinki mengantongi kembali cincinnya. “Sakitkah?” tanyanya sambil menatap mataku dalam.

Aku masih diam dan membalas tatapannya.

“Apa ini sakit?” tanyanya lagi sambil menunjuk dadanya. Tanpa terasa bulir air mata meluncur turun di pipiku. “Kumohon jangan katakan ‘aku baik-baik saja’ karena kalimat itu membuatku tak berhenti mencemaskanmu.”

“Sakit,” cicitku.

“Eh?” tanya Jinki.

“Sakit, Oppa,” isakku, kemudian memukul-mukul dadaku sendiri. “Di sini… sangat sakit.”

Jinki memelukku erat. “Mianhae.”

“Ini salahmu. Aku berpisah dengan Minho karenamu. Semua salahmu!” aku meracau tak jelas. “Dan sekarang aku dalam posisi seolah-olah gadis jahat yang menyakitimu karena tak membalas perasaanmu.”

“Mianhae, Jira-ya. Aku benar-benar minta maaf.”

“Aku bukan Bella yang juga mencintai Jacob, Oppa. Aku hanya mencintai satu pria.”

“Aku tahu…”

“Maaf, Oppa, maafkan aku…”

Kudengar suara Jinki memberat, sepertinya ia menangis juga. “Tidak. Akulah yang seharusnya meminta maaf.”

“Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, kita baik seperti ini. Aku takkan pernah bisa memastikan perasaanku akan berubah. Aku tahu ini sangat egois…”

“Tidak. Tidak apa-apa…”

Aku merosot di pangkuan Jinki. Dia semakin memelukku erat dan tak hentinya meminta maaf. Angin yang sangat dingin menusuk kulit kami. Entah berapa derajat tepatnya, Jinki memelukku erat untuk menghangatkan tubuh kami. Pukul 2 AM, aku kembali menangisinya…

      Tto ulji mallago nal dajim haebwado, tto ureo

      (I promised myself I wouldn’t cry again, but I’m crying again)

 

..to be continued..

#Annyeong^o^/ Aku bingung mau ngasih judul apa, jadi berakhir kayak gitu. Nyahahah~ Semoga part ini gak mengecewakan. Kalo iya pun, saya minta maaf. Keke~

#Buat yang kangen ama si Baby, next part dia ngeksis. Bocoran, judulnya “Lotte World”. Udah ketebak dia bakalan girang maen. Hehe~

#As usual, gimme ur comments, pelase! Sebagai suplemen untuk ngelanjut part selanjutnya. Sama buat penyemangat ‘semedi’ nentuin bakal sama siapa Jira nanti.

#Gomapta~ Bye-bye-bye… Pyeong-pyeong-syeong~~~*

©2011 SF3SI, Diya.

This post/FF has written by Diya, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

92 thoughts on “We Walk [Part XIV] – I’m Not Isabella Swan, Jinki!

  1. pasti nyesek bngt tu jira, ak berani bertaruh klu minho msh cinta ma jira #sotoy.com
    Jinki oppa jgn nanggis dong, g baik namja nanggis ky gitu entar ak nangis lg….
    Ahhh rindu ma uri magnae T-T
    Bgs cerita.a buat saia nyesek bngt apa lg qlu diposisi jira dan minho.
    Yaaa udah deh good job…

  2. Jira pasti balik ke minho .. Because bella can’t life without edward .

    Author cariin pacar deh buat onew ,, kasian😦

    Lanjutkannn !!!

  3. unnie, skrg tiap publish hr jumat yaa? *mantengin shiningstory tiap jumat
    unn, kependekan hehehe
    minho jahat bgt sih unn, tp disatu sisi dia baik bgt sm onew, tp kesian jira TT______TT
    asiikk next chapt edisi taemin uhuuuuuyyyy
    unn pkonya aku ga rela minho mutusin jira, onew jadian sm jira
    pkonya minho-jira hrs balikan kekeke
    next chapt amat sangat ditunggu unn ^^

  4. Kasian Minho n Jira, mreq kan masi cinta
    Onew sih egois!
    Joong ama key daebak, mreq bner2 sahabat yg baik!
    Suka, suka, suka
    Sayangnya di part ini si magnae ga ada
    Padahal aq rindu manjanya taemin ke Jira, unyuuuu >,<
    Ayo lanjutkan author🙂

  5. Aduh jinki! -,-
    Demi apa aku rada kesel ma kamu, pas ngomongin chaesa!! Ayolah, ngerti’n perasa’n’y jira,…
    Ak pengen jira – mino onnie, minji bener2 udh ngeklop, feel’y udh dapet banget!! >–<
    ini keren onn,. Next di tunggu,. Panjangin ya onn? Hehe🙂

  6. unn, aku gak tega sama Jira T.T
    Chaesa belum muncul2 yah? Kapan muncul unn?
    hahaha ‘semoga pertumbuhanku tak sampai disini’ makanya minum susu Jong xD
    Lanjut yaa unn, panjangin ceritanya /plak

  7. aaaaaaa !
    Kurang puass !
    Porsi ny kurang bnyaaaak .xP
    Kwkwkkwkwka.

    Jdul ny kereeen kok !
    Ngahahahahaha.

    Enakan Jira mlih Onew daaah !
    Jdi kan bsa buat cemburu si Minho.xP
    Ahahahaha.

    Jd yg next part tntg maen d Lotte World?
    Hhwhwhwhwhhw
    Mudah”an byk part dmna Onew mesra”an sm Jira nanti .xP
    LOL!

    Wokeh.
    Next Chapter ny d tunggu !!😄

  8. Yaaa~ feeling ku tepat.. pagi2 maen dimari.. Ada We Walk .. Yipppiy ..

    Judul nyaa~ lucu bgt eon.. Kekekey~

    aigooo~ kok pendek si eon \plak

    huwaaa~ jd eon jg blom nentuin nie akhir jira mo ama sapa ?? Hehehe🙂

    ituu isi ‘harta karun’ ny lucu2 bgt🙂 apalagi pnya Jjong🙂 wkwkwkwkwk

    lanjuuuuut eon .. Daebak :)mari.. Ada We Walk .. Yipppiy ..

    Judul nyaa~ lucu bgt eon.. Kekekey~

    aigooo~ kok pendek si eon \plak

    huwaaa~ jd eon jg blom nentuin nie akhir jira mo ama sapa ?? Hehehe🙂

    ituu isi ‘harta karun’ ny lucu2 bgt🙂 apalagi pnya Jjong🙂 wkwkwkwkwk

    lanjuuuuut eon .. Daebak🙂

  9. athor, ak baca nyesek..
    minho itu sebenrnya msh sayang sm jira kan??
    wah onew.. ==”
    ditunggu part slanjutnya author..

  10. Aaaaaaaa
    Jadi mau nangis
    Ih sumpah deh minho tega banget
    Dia suka jiraaaa tapi kenapa ga ngomong
    Pasti ada alasan lain kan selain onew
    Ngomong ngomong ffnya lebih pendek dari biasanya?
    Ato perasaan aku aja ?
    Aishhh caesaaa kenapa dia musti balik
    Takutnya nanti minho deketin caesa lagi
    Buat alesan kalo dia gamau balikan ama jira
    Aduhhhhh
    Lnjutt

  11. Uwo…. nyakhhitttt!!!!!!!!!!!!!!!!!
    aku masih ngambek ama minho.
    napa sih Jira gak bisa berhenti mikirin Minho??? tapi aku nggak mau dia sama Jinki. Akh ribet dah!!
    Euuum….. pokoknya aku masih kesel sama Minho. Dia… ugh!!! Mending Jira sama Donghae aja napah??? *marah2 gajelas*
    yasudah deh Diya eon, hwaiting!!!
    Ditunggu next part!!! ^^

  12. ahhh..
    mataku memanas baca ini epep >.<
    kesel sama sikap minho tapi kasian juga sama dia
    kesel sama jira yang gak bisa tegas bilang iya atau tidak tapi prihatin sama dia
    lanjutannya lebih seru lagi ya chingu ^^

  13. nah kan roman-romannya balik ke minho lagi nih~
    padahal udah bagus onn ‘JJ’ Jira-Jinki, hehehe.
    onyu mau nikahin jira pas umur 27thn, aduh sayang sekali tidak tercapai,
    dubu…dubu.. masih ada aku yang setia menunggu mu disini #plak

    minho galau chaesa atau jira?
    trus kenapa akhirnya pilih chaesa?jelesin dong onn…
    trus kenapa berpaling lagi ke jira pas chaesa pergi? *banyak tanya*

    ps: onyu jgn dibikin menderita onnie, kasihan..u.u, kenalin sama rumi aja onn si onyu,xd!!

  14. Sumpah nyesek baca part ini😦
    Kesel sama Minho, tapi gak pengen Jira sama Jinki, gimana dong?
    Minho masih ada perasaan kan sama Jira?
    Balikan aja yah?

    Next partnya ditunggu author🙂

  15. huaa nyesek bangeet😦
    minho kok gitu sih ? apa gara gara chaesa itu ? -_-
    thoor dibuat balikan lagi dongg😉
    chaesa nya dibuat pergi lagi aja (?) *plak
    cepetan ya thor lanjutannya😉

  16. ya ampun jira kasian banget sih,huhuhu
    nyesek bacanya thor,sampe nangis hehehe
    part ini sm skali ga ngecewain tp krg panjang hehehe
    ditunggu part lanjutannya hehe

  17. ya ampun … nyesek baca pov jira …
    huwaa kasian jira,kasian jinki …
    kasian minho .. bener2 buat aku nyesek … huwaaa author lanjutannya ya ….

  18. auauauauau😦
    kasian banget jira..hikss..
    si minho sama jira aj deh!si onew sama aku ajaaa !!!!#Plakk
    nice ^^b

  19. Yah, kasian jiranya, sama minho aja dia
    Kalo onew dikasih ke aku *dijitak
    Next part ditunggu ya, fighting!^^

  20. huaaaa… part yg ini bkin sesakkk..
    Minho kok gitu sihhh, jahat bget ma jira,,
    Jinki jg kasiannn…
    ~next part……….

  21. Aaaaaa minho!!!!
    Kenapa gak jujur aja sama jira sihhhhhhh
    Kasian itu jira
    Yaampun nyesek banget itu jinki
    Pas liat cincin dari minho……
    Aaaaaaaa minho pasti tadi gak mau liat jira nangis kan
    Kenapa harus pesannya minho ada shim caesa nya!!!!
    Plisplis banget minho jangan balikan sama caesa
    Minho jujur plisplis
    Kenapa part ini agak pendek ya…….
    Tapi part selanjutnya jangan lama2 ya!!!!!!!

  22. sebelumnya, mian,
    mungkin 2 part sebelum ini komenku gak masuk.

    Judulnya tepat kok chingue,
    bener Jira cuma cintanya sama minho, tapi kasian dia, seolah-olah dia jadi yang paling jahat karena tidak membalas perasaan jinki.
    Padahal, menurutku jiralah yang paling tersakiti di sini, dua orang itu tidak mau tau perasaan Jira.

    Next part pasti mereka maen ke lotte world! Aih gak kebayang gimana senengnya si bayi raksasa!

    Chingue, kembalinya chesa tu sebenarnya ikut berperan dalam putusnya Minho-Jira gak sih?

  23. Untuk Diya, bisa di liat tags nya kalau belum mengerti ^^
    Itu untuk jawaban dari Laws. Kalau masih bingung bisa langsung sms Lana atau tanyain lagi di page Laws ya🙂
    Part ini main cast nya Jinki sama Minho kan? tag nya sebelum SHINee. Krna semua member jadi cast, maka nama masing2 ttp di tulis tapi setelah tags SHINee. Go it?🙂
    Nice~

  24. Yah iyah gak ada c taemin . .
    Ksian minho , jira ama jinki . .
    Hhhh , jd lanjutan nyh gmana tuh ?
    Hehe penasaran

  25. hoaaaaa
    kenapa lagi-lagi onew ku yg tersakiti?tolong beri gadis yg baik utk jinki
    huaaaa:(
    aku harap endingnya jira sama jinki
    wkwkwkwkw
    biar surprise gitu endingnya

  26. whoaaa terlalu pendek, meskipun pendek tapi part ini yang paling sedih *menurut aku*
    aduhh gak bisa ngebayangin perasaan jira sakit nya kaya apa
    kok aku jadi ilfeel ya sama onew, dia terkesan egois memaksakan perasaan org lain, udah tahu jira gak suka sama eh onew malah berharap terus
    asyik next part ke lotte world, wahh si taemin bakal jingkrak2
    jangan lama2 ya part selanjutnya
    FIGHTING

  27. Diaaaa~~~ udah balikin Jira ma minho. aku jadi kasian. itu si Jinki jga jadi gitu. hadehhh pengen ngamuk juga. sabar mot sabar..
    aku ga tega…ga tega. bener2 ga tega nih..
    nyesek banged. Huksss~~ pk TBc lagi diya mah. pengen nangiss gereget.
    Minho sabar. Jira sabar. Jinki apa lagi.. sabar yaaaa. cariin Yeoja buat Jinki.

  28. jumma.. ya sudahlah balikin Jira ke mino deh…
    Jinki ma yeoja lain az (Rumi maksudnya wkwkwkw~) drpd jd duri dlm daging disini ==’

    Buahahahahaha~
    ngakak baca permintaan Jjong di kapsul waktunya,..
    kasian ya tuh anak… dibalab mulu *lirik taem*

    ah~ akhirnya tetem muncul part depan…
    kangen ma si kecil nih
    Ohya.. si tetem keinginannya mw nikah ma cewek yg mirip Jira.. kenapa gak sm Jira az tem? apa krn dia dr dulu udh tau klo ada 2 hyungx yg naksir ma Jira?

  29. penasaran….=,=
    author emang the best deh…=D
    itu kayak’ny crt cinta minho sma jira bakal lanjut di part selanjut’ny~
    Ayoo,author jgn lama-lama~

  30. Yah onnie kurang panjaaaaaaaang
    Huuuu jinki babo
    Kok kesannya jinki itu ngga punya perasaan banget ya, egois. Hampir sama kayak jacob. Tp jake lebih maksa lagi. Beeeuh *kick onyu*
    Minong labil nih. Nyuruh ke jinki tp masih ngga ikhlas gitu. Bocah labil, mending ajak aja deh tuh jira balikan. Atau kasih ke taem aja deh *emosi*
    Onnie lanjutannya jangan lama2 dong
    Jae~bal (>/\<)

  31. kereeeeeeen!! pliss next part jgn lama2 :’) jinki sabar bgt ya ya allah, minho maruk nih suka sm 2 cewek, kesian jinki (?)😀

  32. huaaaaaa diyaaaaaaaaaaa, part yg ini pendek huhuhuhu
    ahhhhhhhh minho nyebelinnnn, udh jira am jinki aja, toh minhonya sndiri yg nyuruh huh
    tp kalo aku jd jira pst nyesek bgtttttttt huh aku cinta minho jg soalnya kekekek
    onewwwwww huweeeeee udh kamu cr cwe lain aj, jira cnta mati am minho kyknnyaa…
    aku sakit ngeliat onew sakit*lebay/plakkkk
    aku suka jjong di sini, dia so sweet bgt, pake meluk jira di dlm toilet kekek pengennnnnnn
    ngakak baca suratnya si jjong ahahahaha…………

    lanjutttttttttt diyaaaaaaaaa
    aku selalu nungguinnnnnnnn😀

  33. perasaan jadi galau n sedih nih udah beberapa part sejak minho n jira putus. . .
    Aku jd nangis mulu baca ff ini ikut kebawa arus cerita. . .
    Bener tuh Onew kasi pasangan aja, ngak tega jg baca y dia cinta ma jira dr dulu mana udah mau kasi cincin lg . . . .T.T T.T
    author daebak. . . . . . .ulu baca ff ini ikut kebawa arus cerita. . .
    Bener tuh Onew kasi pasangan aja, ngak tega jg baca y dia cinta ma jira dr dulu mana udah mau kasi cincin lg . . . .T.T T.T
    author daebak. . . . . . .

  34. ini yaaaa…..GA SABAR NUNGGU PART SELANJUTNYA!!!! ;))
    penasaran…
    endingnya part berapa ya?? ksh bocoran dong thor *nyolek’ author

  35. kok pendek .__.

    ah~ aku reader lama.. tapi kaya nya baru kali ini ninggalin jejak,abis biasa nya buka di hp -_-v mian ya thor

    Part selanjut nya ASAP lah~ yayaya ? gak sabar nunggu nya u__u
    Gogogo author !! ><

  36. WHAAAATT!!
    Lucuuu iihh gulungannya Taem! haha
    Tapii gulungan Onyu jujurr sangaaaat…
    tak malukah dia bacain itu didepan Jira???

    Tapi aku jadi suka sama sifatnya Jinki disiiiniiii huhuhuh❤
    Harus siap mental bangett ituu.. Ya Tuhaan

    Miss my-taem-taem

  37. Nyesek sampe pukul dada ToT *elus pala Jira*
    Minhooooo bikin gemes!!!!

    itu gimana jadinya c Jinki????
    Gpp deh Jinki dicariin cwe lain aja, aq kasian sama Jinki jadinya klo kea gini😦

    ih dedeku next part ngeksis!!! *cium taemin*

  38. bnr khan yg gw blang..onew ga akan pernah bsa diboongin…
    serius onew dewasa bngt…
    minho berhentilah nyerahin jira ke onew..krena itu cuma bsa bikin onew sakit..krena cuma bsa dpetin fisik py bukan hati…

    udh minra couple balikan aja..onew buat gw aja..

  39. AAAAA CINTA SEGITIGA HAHA RUMIT, NYESEK, DE ES BE ;;;;;;
    Onew ngalah aja sama mino yah kekeke biar aku sama Key /?/
    Jadi, mino juga udah ngelirik(?) jira dari dulu? Ouowwwww
    Let’s go ke part berikutnyah!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s