LOVETTER [2.2]

Author :RIA QR

Main cast : Kang Hyerin, Choi Minho, Lee Taemin, Lee Jinki, Kim Ki bum, Kim Jonghyun, Kim Hyuna, suster Jung, manager Hyung

Leght : Twoshot

Genre : Romance

Rating : PG-15

*Lovetter = Love Letter

Inspired by :  (comic) Follow Your Dream

Summary : Minho, salah satu anggota SHINee yang tengah naik daun membawakan sebuah lagu solo saat SHINee World Concert yang ketiga kalinya. Saat menyanyikan lagu tersebut, Minho kembali teringat beberapa tahun silam, beberapa waktu setelah debutnya.

Ia berbohong di radio karena mengatakan bahwa dia selalu membaca surat penggemar padahal sama sekali tidak pernah. Setelah selesai diwawancarai, Minho dilempari telur busuk oleh seorang yeoja yang tidak diketahui. Karena terus memikirkan yeoja yang tidak dikenal tersebut dan mengapa yeoja itu melemparinya, Minho pun salah gerakan saat dance dan terjatuh cukup jauh dari panggung membuatnya harus dirawat akibat patah tulang.

Saat berada dirumah sakit, Minho bertemu dengan yeoja pelaku pelemparan telur busuk itu. Yeoja itu bernama Kang Hyerin, dan dia sama sekali bukan seorang antis melainkan shawol khususnya flames.

Hari demi hari Minho lewati bersama Hyerin di rumah sakit dan Minho mulai merasakan perubahan rasa pada Hyerin. Tapi saat Minho mengajak Hyerin kencan dan kabur dari rumah sakit, penyakit Hyerin kambuh….

Love Letter

[2.2]

“Hyerin tidak pernah cerita?” tanya Suster Jung padaku. Aku hanya menggeleng. Saat inii Hyerin ada didalam ruang UGD penyakit dalam. Aku menunggu disini bersama Suster Jung.

            “Dia… mengidap kanker otak stadium akhir. Ada tumor yang bersarang di otaknya,” kata suster Jung.

            Tidak. Tolong. Cukup. Berhenti. Aku menutup telingaku. Aku tak pernah menyangka penyakit Hyerin sedemikian parahnya. Kalau tahu begini aku pasti tidak akan membawanya lari dari rumah sakit dan malah pergi kelaut! Lalu membuat penyakitnya kambuh dan bertambah parah!

            “Minhosshi,” panggil suster Jung., “Jangan terlalu cemas. Hyerin bukan gadis yang lemah. Sudah lima tahun ia bertahan melawan penyakitnya.”

            “Bagaimana aku bisa tidak cemas???” sahutku mulai frustasi. “AKU TAKUT KEHILANGANNYA!!!”

            “Minggu depan,” kata suster Jung lagi. Tampak tidak peduli dengan pekikanku. “Minggu depan Hyerin akan operasi pengangkatan tumor. Presentase keberhasilan operasi 50%. Hidup atau mati. Sekarang, itulah saat yang tepat kau memberinya kekuatan.”

            Minggu depan? Hyerin operasi pengangkatan tumor? aku mengulangnya dalam hati. Minggu depan berarti… Golden Disk Award pertamaku!

            “Hari?” tanyaku lagi. Aku tak mau Konser pertamaku bertumbukan jadwalnya dengan operasi Hyerin.

            “Rabu,” jawab suster Jung. “Pastikan kau tidak ada cara pada saat itu.”

            ARGH! tepat! Rabu minggu depan juga GDA!

            “SIALAN,” umpatku lalu berdiri dari tempat duduk dan keluar dari ruang tunggu operasii UGD penyakit dalam. Terdengar suara suster Jung memanggil namaku tapi aku tak peduli.

***

“MINHO PEMBOHONG!”

“Di radio kau bilang bahwa kaku membaca semua surat kan? Aku tahu kau berbohong saat itu. Kau tidak pernah membaca surat penggemar. Aku sudah tahu hal itu jauh sebelum kau berbohong di radio.”

            “Tapi aku tidak bosan karena aku punya teman sekamar yang menyenangkan.”

“Hyuna!” jawab Hyerin antusias. “Sayangnya dia sudah pindah rumah sakit! kalau dia masih ada pasti akan kukenalkan padamu!”

“Laut,” jawab Hyerin cepat. “Aku ingin sekali ke laut sekarang.”

“KYAAAA~~~  LAUT!! LAUTT!!”

 “Minho, mulai sekarang panggil aku Hyuna.”

“Kami berdua pernah menulis surat untukmu. Kami… hahaha. menulisnya dengan penuh antusias. Kami menulisnya dengan segudang harapan agar kau tidak hanya sekedar membaca tapi juga membalasnya.”

“Disurat itu… ada impian Hyuna.  Pergi kencan di laut bersama Minho,”

“Adalah impian Hyuna yang telah pergi ke surga.”

***

                Aku masuk kedalam SM Building tanpa menghiraukan semua sapaan untukku sejak masuk kedalam gedung. Aku terus berjalan lurus sampai mendapat divisi yang khusus menangani SHINee lalu terus berjalan lagi menuju gudang penyimpanan surat-surat.

            Tampak Manager hyung melihatku dan sudah siap dengan semua ocehannya tapi aku pura-pura tidak melihatnya. Ada yang lebih penting kulakukan sekarang daripada menjawab pertanyaan manager hyung. Aku terus menuju gudang surat sementara manager hyung terus mengikutiku.

            “Hyung, mana semua surat penggemar?” tanyaku padanya.

            “Mau kau apakan?”

            “Berikan saja.”

            Manager hyung pun akhirnya mengeluarkan sebuah kunci dan masuk kedalam gudang surat lalu menunjuk tumpukan kardus berisi surat-surat penggemar di pojok ruangan.

            “Itu sudah semuanya?” tanyaku.

            “Ya. Sejak kalian debut sampai surat yang baru sampai kemarin.”

            Tanpa basa-basi lagi, aku menuju kotak kardus itu.

            “Minho! Apa yang akan kau lakukan? Jangan bilang kau mau membaca semua surat-surat itu!” kata manager hyung. “Sebaiknya sekarang kau ikut bergabung dengan member lain berlatih untuk Golden Disk Award pertamamu jika kau sudah sehat!”

            Aku tidak peduli dengan semua nasehat manager hyung. Pikiranku hanya tertuju pada satu tujuan. Aku pun membuka kotak pertama. Dan mulai membaca.

***

From : Kim Hyuna

            Annyeong Minho oppa!^^

            Neomu sarang sarang saranghae! Aku flames sejati!!! kyaaa XD

            Saat ini aku mengidap kanker otak. Aku tahu umurku tidak lama lagi, tapi setiap melihat senyumanmu di foto ataupun video, aku jadi bersemangat menjalani sisa hidupku! Sebab jika aku mati, aku tidak akan bisa melihat senyuman mu lagi L Apalagi lima hari lagi aku operasi pengangkatan tumor, doakan aku oppa!!!

            Impianku adalah kencan dilaut bersama Minho oppa XD. Kalau operasiku berhasil, kuharap kita bisa pergi bersama-sama ke laut!

            Ah, impianku terlalu tinggi.

            Oppa, jika kau membaca suratku ini, kumohon balaslah^^ tidak kencan dilautpun tak masalah asalkan kau membalas suratku!!

Saranghae,

Kim Hyuna

***

From : Kang Hye Rin

            Annnyeong Oppa^^

            SARANGHAAEEE XD

            Aku punya teman. Dibandingkan denganku, saat ini penyakitnya lebih parah. Disaat-saat sulit, ia selalu melihat foto dan mendengar lagumu bersama SHINee. Itulah salah satu kekuatannya menjalani hidup. Namanya Kim Hyuna.

            Kumohon balaslah suratnya. Berikan dia kekuatan melalu balasan suratmu. Bulan depan dia akan operasi pengangkatan tumor.

            Ngomong-ngomong… impianku adalah…. ciuman! sebuah ciuman manis dari oppa =^.^=

            sekian suratku.

            PS : tolong sebelum membalas suratku, balaslah dulu surat Hyuna.

            Saranghae,

            Kang Hyerin

***

            Aku tidak kuat membaca kedua surat ini. Airmataku tak kuasa kutahan. Semuanya jatuh… tumpah. Aku sudah membaca semua surat yang ditujukan untuk kami, SHINee. Semuanya. Sejak debut hingga surat dari seorang anak berumur 5 tahun yang ibunya meninggal kemarin.

            Aku tidak tahu! Aku sungguh tidak tahu! Betapa pentingnya sebuah surat bagi seseorang! Aku… Aku sungguh tidak tahu. Diantara surat-surat ini tidak hanya ada pujaan untuk kami. Ada juga surat yang menjerit dan memohon. Apa yang mereka semua rasakan jika mereka tahu kami bahkan tidak membacanya???!!! TUHAN, KAMI JAHAT SEKALI.

            Kembali aku melihat surat dari gadis bernama Hyuna itu.

            Aku menjambak rambutku. Frustasi. Seandainya… seandainya aku membalas suratnya, dan surat-surat lain… Hyuna mungkin saja masih ada. Semua akan tersenyum. Semua akan bahagia.

            TAPI AKU BUKAN PAHLAWAN! Aku hanya manusia biasa! Kami, SHINee, hanya manusia biasa! Kami bukan dewa ataupun malaikat dimana semuanya bergantung pada kami. Hanya melihat senyuman kami, bisa bertahan dari sakit. Hanya melihat kami bersama diatas panggung sudah bisa membuat satu kebahagian besar. KUMOHON!!!! Aku… aku tidak sesempurna itu…  Aku tidak bsia melakukan apa-apa!

            AAAARRRGHHHHHH!

***

            “Minho,” sapa Hyerin begitu masuk kamar rawatku.

            “Sudah kubaca,” kataku tanpa terlebih dahulu membalas sapaannya. “Semuanya. Sudah kubaca.”

            “Baca?” Hyerin membeo. “Membaca apa?”

            “Surat-surat penggemar,” kataku lalu menatap Hyerin dalam. “Suratmu. Surat Hyuna.”

            Tampak Hyerin membulatkan mata. Seandainya ia belum duduk, besar kemungkinan ia akan terjatuh karena kalimatku barusan. “Semuanya?”

            Aku mengangguk. “Sejak aku debut Mei tahun lalu sampai sekarang.” Aku langsung membuang pandangan ke arah lain. Dimana saja asal tidak bertemu dengan sepasang mata coklat Hyerin.         “Aku tidak tahu… diantara surat-surat itu… ada juga yang menjerit. Meminta bantuan. Aku jadi mengerti mengapa harus melalui surat. Karena surat itu privasi. Tidak seperti di internet dimana komentar pasti akan terbaca oleh yang lain. Aku tidak memikirkan sejauh itu… Aku… idola yang bodoh. Kejam.”

            Kulirik Hyerin dengan sudut mataku. Gadis itu tersenyum. Senyum yang selalu kusuka. Wajahnya bertambah cantik.

            “Minho, tersenyumlah,” kata Hyerin membuatku menatapnya. Tersenyum?

            “Ayo, tersenyum,” katanya sambil tersenyum. Aku masih menatapnya heran tapi tetap menyunggingkan sebuah senyum tipis.

            “Yang ikhlas dong,” katanya lagi membuatku tertawa kecil. Hyerin juga ikut tertawa. “Terima kasih sudah membalas surat kami.”

            “Eh?” Apa maksudnya telah membalas suratnya? Aku hanya tersenyum tadi. Ya sedikit tertawa sih. Apa hubungannya dengan balasan surat?

            “Minho… Asal kau tersenyum, asal Key tersenyum, asal Onew tersenyum, asal Jonghyun tersenyum, asal Taemin tersenyum, itulah surat kalian kepada kami. Surat balasan kalian untuk kami. Surat cinta kalian pada kami,” katanya membuatku menatapnya dalam. Wajah Hyerin melembut seiring dengan menjelaskan semua itu. “Tetaplah tersenyum. Tetaplah bersama. Tetaplah berlima. Maka itulah surat cinta kalian untuk kami.”

            Aku tersenyum. Kali ini lebih tulus. Sedetik kemudian aku tertawa. Tertawa sampai aku tak bisa membedakan. Aku ini sedang tertawa atau menangis? Hahahaha.

            Kami… terlalu sering dimaklumi oleh penggemar.

***

            “Minggu depan operasimu kan,” kataku pada Hyerin yang sedang mengupas apel. Hyerin menatapku seolah ingin bertanya aku tahu darimana tentang hal itu.

            “Suster Jung yang memeberitahuku,” lanjutku lagi. “Maaf, saat operasimu, aku tidak bisa hadir menemanimu. Kau tahu Golden Disk award kan? Minggu depan Golden Disk pertama SHINee. Doakan kami agar bisa membawa pulang satu saja piala.”

            Hyerin tersenyum. Tampak tidak memperpanjang masalah tentang aku mengetahui soal operasinya.

            “Kalau operasinya berhasil dan SHINee memenangkan piala, kuberi hadiah ya,” kataku lagi.

            “Hadiah? Kau baik sekali. Tumben,” katanya membuatku segera menjitak kecil kepalanya. “Apa hadiahnya?”

            “Ehem,” aku berdehem sebentar. “Aku cium ya,” lanjutku sambil membuang pandangan.

            “EH????” Hyerin tampak kaget setengah mati. Kupasan apelnya meleset membuat tangannya berdarah gara-gara tersayat pisau kecil.

            “HYEERIIIIINNN!!” aku hampir berteriak melihat darah itu. Aku trauma dengan peristiwa beberapa hari yang lalu saat di laut.

            “Tidak apa-apa. Hanya luka kecil, tinggal diperban saja kok,” kata Hyerin lalu menarik kotak P3K yang tak jauh dari kami. Aku merebut kotak itu darinya. “Biar aku saja.”

            Aku pun membersihkan dahulu luka itu kemudian memberinya obat merah. “Ini sugguhan. Kau sendiri kan yang memintanya,” lanjutku. Masih membahas soal hadiah.

            “KAPAN AKU MEMINTANYA???!!!” pekik Hyerin. Tampak tidak menerima.

            “Surat, surat,” kataku sambil membalut luka Hyerin. Hyerin tampak mengingat lalu sedetik kemudian wajahnya memerah malu. “Surat penggemarmu beberapa bulan yang lalu.”

            Aku hampir selesai membalut luka Hyerin. “Berusahalah. Aku juga. Karena jika kau sembuh, kau akan mendapatkan ciumanku,” kataku lalu tangan Hyerin menyundul kecil kepalaku.

            “Mesum,” katanya tapi aku hanya tertawa. Aku sudah selesai membalut luka Hyerin. Aku langsung memegang tangannya. “Kita berdua, harus berusaha bersama.”

            “Fighting!” kata Hyerin sambil mengepalkan tangannya.

***

            “Jadi begitu…” kata Onew hyung. “Aku baru tahu tentang hal itu.”

            “Ya. Surat… Ah… Hyerin itu pasti anak yang baik sekali,” sambung Key.

            “Aku jadi mengerti sekarang. Kita harus selalu tersenyum ya. Karena dengan itulah surat mereka terbalaskan,” kata Jonghyun hyung lagi.

            Sekarang SHINee sedang di ruang make up. Sebentar lagi giliran kami manggung lalu pengumuman best rookie group of the year.  Kami benar-benar berharap bisa memenangkannya. Berhubung ini adalah Golden Disk Award pertama kami.

            Sambil menunggu giliran tampil, aku menceritakan tentang Hyerin dan soal surat penggemar. aku melihat semua member tampak sadar.

            “Kalau begitu kita juga harus berusaha! Demi SHINee World yang terus mendukung!” Kata Key lagi.

            ‘’Jangan lupa tersenyum!” sambung Taemin “Demi Hyerin noona juga, kita harus bisa memenangkan GDA tahun ini!”

            “FIGHTING!!!” kata kami bersamaan.

            “Ayo semua, kali ini penampilan kita,” kata manager hyung. kami pun bersiap-siap keluar dari ruang makeup.

            “Ngomong-ngomong, kau tidak menyukainya kan, mata besar?” tanya Jonghyun hyung sambil berbisik kearahku. Aku mencubit perutnya sebagai jawaban.

            Aku suka Hyerin? Ah… tidak. AKU JATUH CINTA.

***

            Kami pun tampil.

Kami tersenyum. Kami menari. Kami bernyanyi.

            Kami sadari atau tidak.

            Inilah balasan surat cinta kami.

            Kami akan terus berlima.

            Bersinar bersama.

            Maka untuk itu… teruslah dukung kami.

            Kami, SHINee.

            Terima kasih semua. Terima kasih SHINee World.

***

            “Suster, gunting,” perintah dokter Gong. Suster Jung dengan sigap mengambilkan gunting.

            “Dokter?”

            “Bagaimana ini?”

            “Astaga… Hyerin…”

            “Cepat!”

            “Dia harus diselamatkan!”

***

            Setelah turun dari mobil, aku pun berlari menuju kamar rawat Hyerin. Aku yakin, Hyerin pasti sudah disana. Aku yakin sekali, operasinya akan berhasil. Dia sudah berusaha, aku juga. Aku sekarang berlari sambil membawa piala best rookie artist dari GDA. Aku ingin menunjukkannya pada Hyerin. Aku sudah tidak sabar memberinya hadiah :p

            Aku melihat kamar rawat Hyerin terbuka lebar. Ada banyak orang disana. Dan kulihat ibu Hyerin menangis. Aku melongok sedikit. Aku melihat Hyerin tertidur diatas ranjangnya. Wajahya tampak pucat sekali. Wajah putihnya jadi semakin putih.

            Suster Jung tampak menenangkan Ibu Hyerin lalu mendekat ke tempat tidur Hyerin Suster Jung menutup wajah Hyerin dengan kain putih.

            Aku menarik ujung kemejaku. kemeja yang sama saat penampilanku tadi di GDA. Aku terlalu bahagia hingga setelah konser aku langsung kesini.

            Aku… Takut. Aku menggigit bibir bawahku. Keras. Kurasakan pedih yang amat sangat menimpaku. Seperti tertusuk sesuatu yang tajam dihati. Aku… takut. Aku tahu aku sudah menangis sekarang. Aku terjatuh, terduduk. Aku… takut. Aku menjambak rambutku frustasi. Aku… takut. Aku takut apa yang kulihat ini adalah kenyataan. Aku… takut kehilangan Hyerin.

***

            Kamar rawat Hyerin sudah sepi. Semua keluarga Hyerin sedang keluar menyiapkan semuanya. Setelah meminta izin pada Ibu Hyerin aku masuk kedalam kamar Hyuna ditemani suster Jung.

            Aku membuka kain putih yang menutup wajah Hyerin.

            “Aku sudah berusaha…”

            “Minhosshi, Hyerin juga sudah berusaha,” kata suster Jung.

            “Kenapa malah kau yang pergi!” seruku lebih pada diriku sendiri. Ah, perih sekali. Rasanya ingin menyalahkan seseorang. Rasanya ingin menyalahkan diri sendiri.

“Hyerin… Bangunlah, bangun…” kataku tidak beda seperti rajukan. Aku tahu aku sekarang menangis. Aku terus menerus memegang tangan Hyerin erat. “Jangan mempermainkanku! Kau mau hadiahmu kan!”

Suster Jung meraih pundakku. ”Minhosshi! Hyerin sudah pergi. Jangan seperti ini! Tolonglah!” Kata Suster Jung.  Dari suaranya yang bergetar itu, aku tahu ia juga menangis.

“Hyerin! Bangun! Aku tak mau mencium orang mati!” seruku, frustasi. “Hyerin… Hyerin…” aku terus memanggil namanya. Percuma saja. Hyerin tidak akan bangun lagi. Aku terus menangis dan menangis.

            Aku mendekatkan wajahku pada Hyerin. Sambil terus memegang tangannnya, aku menutup wajah. Kini wajahku dan wajah Hyerin hanya beda beberapa mili saja.

            “Ini hadiah untukmu… Saranghae…”

            Bibirku menyentuh bibir Hyerin pelan. Aku memberinya hadiah.

***

Awal 2013

            Aku membuka mata. Tak terasa lagu yang kunyanyikan telah habis. Aku melihat ke sekeliling arena. Semuanya ikut memejamkan mata seolah terhipnotis. Mereka seolah ikut merasakan perasaan Hyerin dan Hyuna sebagai seorang fans dan perasaanku sebagai orang yang kehilangan orang terkasihnya.

            Setelah itu tepuk tangan membahana.

            Semoga kau melihatnya, Hyerin.

***

AKHIRNYA FIN^^

HELLO! INI RIA! Panggil R-I-A aja ya jangan yang lain^^ agak kurang suka dan biar lebih akrab^^ Ini twoshot pertama aku, gomawo untuk komentar dan dukungannya^^

Jelek ya? Abal-abal ya? Biar deh hehehehe. Ini udah usaha kok, kalo jelek tolong minta koreksinya dimana supaya aku perbaikin^^

Banyak yang bilang kalo ada FF terus main castnya Minho pairing Kang Hyerin sudah dipastikan itu FF karyaku hohohoho makasih makasih~~

Trus trus aku tertarik bikin FF tentang married gitu heheh (padahal masih 16 tahun *.*), bagi yang pernah atau sering baca FF tentang pernikahan (without NC yaaa) minta saran dooong. Bisa ke akun twit @riaQR atau mention dimana aja di qadriyahramadhani.blogspot.com^^

Sampai jumpa di fanfic saya berikutnya^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

63 thoughts on “LOVETTER [2.2]”

  1. Hiks 😥
    Yah bener kan Hyerin-nya meninggal.

    Suka banget bagian mereka ngobrol (yang pas Hyerin ngupas apel). Gatau kenapa senyam senyum sendiri gitu ngebayanginnya 😀
    Tapi nyesek pas bagian Minho nyium Hyerin yang udah meninggal 😦
    Suka kata-kata yang Hyerin bilang tentang senyuman SHINee, gatau kenapa SUKA BANGET!

    Wah Ria (manggilnya Ria aja kan bener?), ternyata kita seumur! (apa sih gak penting).
    FF-nya keren-keren lah, suka 🙂
    Oh ya, aku udah baca beratus-ratus ff tentang married gitu loh ahaha *terus?*

    Okeee, karya selanjutnya ditunggu yah!

    1. makasih banget mya^^
      iya aku juga suka adegan itu. disitu dialognya agak susah haha *curcol*
      udah banyak baca ff married? kasih saran dooooooooong

      1. Waah saran?
        Boleh boleh aja sih, tapi takutnya malah jadi aneh dan nantinya malah gak ngebantu sama sekali, Ria 😐

  2. aah aku ngga nyangka ending nya si hye rin mati 😦
    uu sosweet minho , tetep ngasi hye rin hadiah :’)
    daebak thorr ~ bagus ~ ^^

  3. Wahh seru banget!!
    Kasian minho, hyerin km jgn mati dong kasian tuh minhonya 😦
    FFnya DAEBAK!!!

  4. yahh sad ending aku kira akhirnya hyerin selamat tapi ternyata gak T.T
    padahal mereka berdua samasama berusaha hiks

  5. AKU SUKA BANGET FF INI!
    Sedihnya gak nanggung!
    Nangis nih aku nangis T.T
    sumpah ini twoshotnya keren sangat~
    ditunggu karya yg lain~

  6. Wuah,,, daebak cerita ήƔª… Si Minho ngejambakin terus rambutnya ‎​†αя botak lho oppa * ğª lucu*… Pokok ήƔª daebak deh Thor….

    1. haha minho ngejambakin rambutnya terus ya?
      semoga ngga jadi kayak rambut key di lucifer deh hehe *diinjek lockets*
      makasih yaaa^^

  7. Sumpah ini……sedih bangetttt
    Hyerinnn:'(:'(:'(
    Sumpah sedih banget
    Itu…..hadiahnya tetep minho kasih…
    Gila banget
    Lagunya……..njirx_x

  8. KEREN~~~
    terharu T_T
    makin cinta ma SHINee >.<
    mau bikin FF tentang married – married gitu ya? wah aku mendukung sekali 🙂 soalnya lagi seneng ma FF tipe itu… tapi, aku bingung kasih masukkan gimana~
    hehehe :p

    1. iya Ji ah~~ cinta sma SHINee terus yaa jgn sampe jadi ex-shawol 😦
      masukannya terserah 🙂
      semuanya aku perlu^^
      maksih

  9. Aaaaaaaaaa ;________; sediiiiiiiiihh
    Hyerinnyaa… Aaaahhh
    Kupikir dia bisa lancar operasinya, kan dijanjiin hadiah sama minho hoho.
    Ini so deep banget. Suka deh yg senyumnya shinee itu balesan surat fans semua aww
    Daebaak!! Jeongmal johayoooo ^▽^

  10. Aaaaaaaaaaa
    Kenapa oprasinya ga berhasill
    Shinee berhasil!!!
    Shinee senyum!!!
    Huaaaaa mau nangissss
    Padahal… Minho cinta sama hyerin
    Tapi salut banget buat hyerin yang berhasil ubah minho
    Jadi lebih perduli sama fans
    Walopun akhirnya huaaaaaa
    Daebak (y) top top

  11. Huwaaa~ minhoo! Kenapa nggak dicium dulu hyerin nya sblm oprasii ? ._. Huwaah.. Ff ini bikin aku mencak” ndiri. Ga tega mbayangin menong segitu putus asanya ._.
    Nice ff thor, ditunggu karya selanjutnyaa ^^

    1. iya ya kenapa ga dicium dulu? hehe kalo udah dicium ntar kamu ngga mencak-mencak nanti~~ #plak
      ne, tungguin ya^^
      gomawo

  12. aku suka bgt !! miris !! author !! otak mu encer amat sih ! bikin ff sampe buat aku nangis ..
    huwaa… author!! love you … bener2 daebbak nih ff ..
    minho kuharap masih ada hyerin2 yg laen .. ahahahha
    untuk author!! terimakasih atas karyanya .. ^^

  13. RIAAAA tuh kan bener sad ending.
    JIAAHHHHHH kenapa cium orang udah meninggal?? serem ih..
    ria minta koreksi? ok ok.. kecepetan riaaa… ojol2 udah GDA hyerin metong.
    ckck~ belum sempet kena geregetnya minho m hyerin.

    tapi ada harapan khusus dari ff ini, kaya …..
    ~Kami pun tampil.
    Kami tersenyum. Kami menari. Kami bernyanyi.
    Kami sadari atau tidak.
    Inilah balasan surat cinta kami.
    Kami akan terus berlima.
    Bersinar bersama.
    Maka untuk itu… teruslah dukung kami.
    Kami, SHINee.
    Terima kasih semua. Terima kasih SHINee World~

    aku seneng banged kamu masukin ini. ini harapan shawol juga.

  14. Annyeong~
    mian bru baca. Aq td lngsung balap baca part 1 n lgsung ke part ini. Jd aq komen dsni ajah yah ^^V
    ffx keren, wlaupun sad ending.
    Ffx beda dr yg RA = comedy romance.
    Wlau gtu, aq suka cara penuturanx. Mndalam bget.
    N stju sm komen2 di atas = senyuman SHINee n hrpan2 shawol km ekspresikan dgn baik dsni ^^
    oke, skian dr sy, main klo agak bnyak n gk penting. Hwaiting !ng balap baca part 1 n lgsung ke part ini. Jd aq komen dsni ajah yah ^^V
    ffx keren, wlaupun sad ending.
    Ffx beda dr yg RA = comedy romance.
    Wlau gtu, aq suka cara penuturanx. Mndalam bget.
    N stju sm komen2 di atas = senyuman SHINee n hrpan2 shawol km ekspresikan dgn baik dsni ^^
    oke, skian dr sy, main klo agak bnyak n gk penting. Hwaiting !

  15. ahhh…. onnie!! DAEBAK!!!!
    aku nangiiiiissss 😥
    hahha… bagus banget onn…. ^^
    ditunggu ff lainnya onn 😉

  16. Hmmm..Hyerin nya meninggal..
    Kasian Minho~
    Keren lho ceritanya,, aku jadi terharu..he~

    Orang lain bacanya pada nangis, aku engga.. Habis baca ini aku malah kenyang*lho?
    Soalnya bacanya sambil makan..hehehe

    Buat author, alur nya rada kecepetan. Mian~
    Tapi, sukses bikin pembacanya pada terharu. Termasuk aku.. =D

  17. ff nya sedih, tapi bagus banget. emang bener, cuma dengan liat senyum idola kita, perasan kita bakalan lebih baik. walaupun ga pernah ketemu 🙂

  18. JEONGMAL GOMAWO buat semua yang udah kasih komentar dan saran 🙂
    ga nyangka ff abal-abal aku ini dapet sambutan baik 🙂

    banyak yg suka kalimat tentang SHINee world itu ya?
    makasih lagi 🙂
    kebetulan tanggal post FF ini sama dengan SHINee Wolrd day, jadi ff ini aku persembahkan (?) buat SHAWOL sejati dimanapun 🙂 tetap jadi shawol ya 🙂

  19. mian author baru comment di part ini hehehe
    bagus banget ceritanyaaa 😀
    hiiikkss 😥
    kasian hyerinnya… minho tetep ngasih hadiahnya kkk~
    bagus thor 😀
    ditunggu ff lainnya

  20. Ria eonnie, ff-nya bikin terharu.. *hiks*
    tapi bener juga ya, itu alurnya agak kecepetan
    bagus kok, nggak abal
    hwaiting yo!

  21. dua tetes lumayan kan? hehe… aku menangis untuk ff mu ini RIA (benar kan kupanggil begitu?)
    aku bener-bener merinding pas baca paragraf ‘Aku bukan pahlawan!!’
    oke, satu tetes dari mata kanan, satu lagi dari yang kiri. aku jarang nangis, tapi ff ini beneran menyentuh. :’)
    nice at all. joha n_n

  22. Ria onniee~ FFnya Daebaaaak…….T^T
    aku suka baca yang pas bagian “Minho… Asal kau tersenyum, asal Key tersenyum, asal Onew tersenyum, asal Jonghyun tersenyum, asal Taemin tersenyum, itulah surat kalian kepada kami. Surat balasan kalian untuk kami. Surat cinta kalian pada kami,” aku suka itu! bener banget

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s