Secret Of Dawn – Part 5

Author                                     : Storm

Main Casts                              : Dawn, Shinee

Main Supporting Cast             : Sky

Genre                                      : Psychology, Life, Family, Friendship

Length                                     : Sequel

Rating                                     : General

Inspired by                              : Perfect Match by Jodi Picoult

Cover by                                 : Suci a.k.a Icusnabati

SECRET OF DAWN

File 5- The Unspoken Pain

 

“Apa ada yang jahat padamu?” Ia mengangguk pelan.

“Siapa? Siapa yang sudah jahat padamu? Bilang oppa. Oppa akan membunuhnya untukmu,”

“Monster”

“Monster?”

“Monster.”

“Monster?”

“Monster.”

“O-oppa tidak mengerti Dawn. Monster? Monster apa? Monster kelinci?”

“Monster pangeran!”

“Sial! Sial! Siallll!! Arghhhh!! Kenapa aku baru sadar sekarang?? Kenapa????” Tangan kiriku terus memukuli setir mobil di depanku ini. Kesal. Geram. Marah. Semua menjadi satu memenuhi rongga hati dan membuat jantung ini susah untuk memompa darah. Membuat dada ini susah bernafas. Susah. Sangat susah.

“JANGAN SENTUH!! KAU DENGAR? JANGAN SENTUH AKU!!”

“KELUAR! KELUAR DARI KAMARKU! KELUAR!!”

“Kumohon oppaaa menjauh dariku”

“AKU TIDAK BUTUH TUMPANGANMU!”

 

“……pangeran itu mencium sang putri, membuatnya terbangun, dan menghabisi dirinya. Melumat habis tubuhnya. Dan membuatnya menangis. Membuat sang putri merasakan sakit yang teramat sakit, teramat perih.

 

“DAMMMMNNNNNN!! SHITT! SHIT! SHIT!!!!!!” Perkataan-perkataannya waktu itu kembali melintas di pikiranku. Membuat kedua tangan ini mencengkram kuat setir mobil ini sebelum akhirnya kembali memukulinya dengan satu tanganku.

“SIAL!! Seharusnya aku tau lebih awal. Seharusnya aku menangkap semua gerak-geriknya yang aneh itu! Seharusnya aku..” Mataku menatap lesu jalanan di depanku ini. Udara kembali kuhirup dan kuhembuskan berat. Menyadari sesuatu yang menyesakkan.

“Seharusnya..” Ya.. Seharusnya.. Hanya seharusnya.. Tapi nyatanya? Aku tidak menyadari itu semua. Aku tidak menyadari jeritan, teriakan, dan tangisan jiwanya yang sedang berdarah itu. Jeritan minta tolongnya. Teriakan ketakutannya. Sky benar. Aku hanya sok perduli padanya. Hanya sok perhatian padanya. Dan sok khawatir. Kenyataannya adalah aku, oppa, yang tidak berguna!

“TIDAK BERGUNNNAAAA!!! ARRGHHHHH!!!! BERENGSEKK!!”

***

*TING TONG *TING TONG *TING TONG

*TING TONG *TING-

“Key hyung?” Dengan mata yang terlihat merah, Sky membukakan pintu untukku. Bingung terlihat di wajahnya. Tanda tanya tampak di matanya.

“Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Dawn?” Tanyaku langsung sebelum Sky sempat membuka mulutnya untuk kedua kali.

“Dawn?” Sky bertanya sambil berjalan di depanku. Mengantarku ke ruang tamu-nya. “Memangnya kenapa dengan Dawn?” Ia bertanya lagi dengan nada sok kaget atau sok tidak tau apa-apa atau apalah itu.  Tapi siapa yang perduli? Yang aku tau, aku butuh keterangan dari Sky mengenai Dawn. Aku butuh kebenaran tentang Dawn. Aku tidak bisa hanya menebak-nebak saja.

Someone raped her. Am I right?” Langkah kakinya seketika terhenti. Badannya berbalik padaku. Matanya menatapku tajam, seolah bertanya ‘darimana kau tau’?

Someone raped her?” Aku mengangguk ketika Sky mengulang pernyataanku dengan kalimat pertanyaan.

Am I right?” Sky menggelengkan kepalanya, “Mollayo hyung. I know nothing about this.” Cih! Menggelikan. Namja ini! Masih saja pura-pura sok tidak tau. Masih mencoba menutupi kenyataan pahit ini.

“Kalau kau tidak tau, tidak mungkin kau berteriak padaku bahwa salah satu dari temanku adalah monster yang membuat Dawn ingin bunuh diri.” Aku masih mencoba menahan nada suaraku yang mungkin akan terus meninggi. Sky kembali terdiam. Matanya terlihat berjalan pelan ke sana kemari sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya kembali.

“Duduk hyung,” pintanya seraya mempersilahkanku duduk dengan kedua tangannya. “Sebentar kuambilkan minum.”

“Sky!” Ku tahan langkahnya sebelum ia sempat berjalan menuju dapur. Kembali kuberikan ia pertanyaan melalui mataku. Aku tidak mengucapkan apapun melalui mulutku. Berharap Sky mengerti perasaanku. Perasaan seorang oppa yang hatinya hancur lebur, luluh lantak karena mengetahui adik perempuan kesayangannya telah mengalami kejadian paling bejat di dunia ini.

It was four months ago hyung. Dimulai ketika ia mulai menjadi sangat pendiam di kelas. Ia mulai sering skip kelas. Dan ia terlihat mulai menjauhi para namja, termasuk diriku. Dan di saat itu pula, aku mulai curiga bahwa ada sesuatu yang terjadi dengannya. Tapi kau tau, pada saat itu, ia sama sekali tidak menjawab apapun pertanyaan dariku.” Sky mulai cerita, dan aku mulai mendengarkan.

***

Sky POV

“Niat bolos ga ngajak-ngajak sekarang?” Tanyaku pada seorang gadis yang kini sedang duduk di bawah pohon rindang di belakang sekolahku. Gadis ini mendongak sedikit dan segera menurunkan lagi kepalanya setelah ia tau siapa yang datang.

“Sedang tidak enak badan?” Tanganku langsung menyentuh keningnya. Tapi dengan segera Dawn mengalihkan kepalanya, terkesan ia tidak mau disentuh.

“Kenapa? Lagi ada masalah?” Dawn tidak menjawabnya. Ia hanya menghela nafas.

“Kau tau, beberapa hari ini kau terlihat aneh Dawn. Kau selalu diam di kelas. Kau tidak membalas keisengan Jae padamu. Kau tidak membuat Chaeyeon merajuk padaku. Dan aku tidak pernah melihat kau duduk tertawa bersama para namja di kelas lagi. Apa ada masalah? Ada yang mau kau ceritakan?” Tidak ada gelengan. Tidak ada anggukan. Dan tidak ada suara yang terdengar.

“Dawn, ceritakan padaku apa yang terjadi padamu.” Tapi Dawn tetap saja diam. Bibirnya terkunci rapat. Matanya kosong, seperti seseorang yang terkena hiptonis -yang akan mengerjakan apa saja yang diperintahkan sang penghipnotis padanya. Dan ia sama sekali tidak menggerakkan tubuhnya. Satu-satunya yang bergerak adalah kerjaban matanya yang sedang melihat kosong rumput hijau di belakang sekolah kami ini. Dan juga gerakan pelan dadanya yang naik turun karena menghirup udara dan menghembuskannya kembali.

“Ada apa?” Ia tidak menjawabnya.

“Ah.. Habis dimarahi oppa mu? Siapa? Key hyung?” Tetap tidak ada respons.

“Jinki hyung?” Respons yang sama kembali kuterima darinya.

“Tidak mau cerita padaku?” Pandangan yang sama. Gerakan bibir yang sama. “Ohhhh… Jadi mau main rahasia-rahasiaan nih sama aku.” Oke. Baik. Aku yang salah lihat atau anak ini memang melirik padaku. Sebentar, memangnya tadi aku bilang apa? Ehm..

“Rahasia? Kau merahasiakan sesuatu dariku? Hah?” Kudekatkan wajahku padanya. Memiringkan kepalaku ke kanan dan ke kiri dengan sangat pelan, dengan mata memicing seolah ingin menguak rahasia dirinya. Dan biasanya, ia akan mendorong pundakku menjauh darinya. Tapi tidak kali ini. Ia tetap bergeming.

“Curang ah! Kamu tau semua rahasia ku. Kamu tau siapa gadis yang diam-diam aku sukai. Kamu tau kalau aku selalu menyontek di ujian Kimia. Kamu ta-” Kepalaku dengan segera mendongak ke atas. Melihat sahabatku yang tiba-tiba berdiri.

“Ya! Dawn! Dawn! Aishh!! Jinjja! Ada apa dengan anak itu???”

***

“Diamnya mulai berubah menjadi teriakan histeris, amarah yang tidak terkendali, hempasan tangan yang kasar, dan itu semua terjadi jika ada seorang namja yang tiba-tiba merangkulnya, mengajaknya berbicara, ataupun duduk di sampingnya. Dan yang lebih parah adalah percobaan bunuh dirinya dan ehm..perbuatan gilanya yang tidak bisa kutolerir. She was naked!”

“Sky! Hh..hh.. Dawn! Ia menggila! Ia marah-marah! Di lorong!” Tanpa bertanya apa-apa lagi, aku langsung berlari mencarinya. Meninggalkan Chae Yeon yang masih harus mengatur nafasnya. Aku.. aku tidak tau apa yang terjadi dengan Dawn minggu-minggu terakhir ini. Sebelumnya ia menjadi sangat pendiam, lalu sekarang? Ia terlihat sangat labil. Emosinya tidak terkendali. Tidak seperti Dawn biasanya.

“BACK OFF YOU JAE!! BACK OFFF!!” Ya Tuhan! Dawn! Langkah kakiku semakin cepat mendengar teriakan dari gadis bernada alto. Memasuki paksa kerumunan siswa di lorong sekolah ini.

“Jae! Ada apa?” Tanyaku pada Jae seraya menenangkan Dawn, “Tenang Dawn. Tenang! Ada apa denganmu? Hah?” Mata Dawn membesar, tangannya mencoba melepas tanganku yang sudah melingkar di tubuhnya, mencoba menahan amukannya yang semakin menjadi.

“Aku tidak tau Sky. Aku hanya merangkulnya tadi. Tiba-tiba ia menjadi sangat marah dan mendorongku kasar.” Jelas Jae masih dalam keadaan duduk menyender di dinding lorong dengan shock-nya

“Lepas Sky! Lepas!!”

“DAWN! Tenanglah! Ada apa denganmu? ADA APA??”

“HE TOUCHES ME, SKY! HE TOUCHES ME!!” Teriaknya dengan telunjuk menunjuk Jae. Jae langsung menggeleng melihatku mengarahkan pandangan tajam padanya, “Aku hanya merangkulnya seperti biasa Sky. Sumpah hanya itu!”

Dawn masih meronta, “LEPAS SKY! LEPAS!! KAU JUGA MENYENTUHKU!! LEPASS!! AKU TIDAK SUKA DISENTUH! TIDAK SUKAAA!!”

“Baik! Baik! Akan kulepas. Tapi tenang. Dan ceritakan padaku kenapa kau mendorong Jae. Okay?” Dawn mengangguk. Tapi dapat kupastikan matanya masih menyimpan emosi.

“Dia” Sekali lagi telunjuknya menunjuk Jae. “Menyentuhku!” Dadanya naik turun seiring emosinya yang terus naik. Matanya memandang sinis aku dan Jae. Sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkan kami.

“Dawn! Hey! Hey!” Aku terus memanggil Dawn. Tapi terhenti sebentar. Kurasa aku harus meminta maaf pada Jae.“Jae maaf. Aku benar-benar minta maaf.” Jae hanya mengangguk. “Tenanglah Sky, aku tidak apa-apa. Kau kejarlah Dawn. Kurasa ia sedang punya masalah.” Aku mengangguk berterimakasih pada Jae. Berterimakasih karena sudah mengerti keadaan Dawn.

“Dawn! Hey!” Kembali aku mengejar langkah sahabatku yang semakin cepat. “Dawn!”

“Lepas!” Pinta Dawn dengan nada agak tinggi ketika aku berhasil menahan pundaknya.

“Tidak sebelum kau menjelaskan apa yang terjadi denganmu!”

“Lepas!” Masih keras kepala rupanya.

“Jelaskan!!”

“Lepas!!” Aish jinjja! “Ikut denganku!”Kutarik paksa tangannya. Tapi sepertinya kakinya sudah tertancap di lantai ini. Dawn sama sekali tidak berniat mengikutiku. Menantangku? Baik.

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan???Turunkan aku turunkan!!” Kubawa Dawn di pundakku. “SKY!! TURUNKAN AKU! Turunkan!!” Tangannya terus memukuli punggungku.

“Sky! Turunin!”

***

“Sekarang katakan padaku Dawn. Ada apa denganmu? Kenapa kau begitu kacau belakangan ini?” Tanyaku pada Dawn di ruang tamu apartment-ku. Kulihat Dawn sudah menyender di sofa hitam kesayanganku. Tapi ia kembali membisu.

“Dawn? Aku sahabatmu kan?” Aku tersenyum melihatnya mengangguk. “Kau percaya padaku?” Kali ini ia tidak langsung menjawabnya. Ia masih terlihat ragu.

“Kau tidak percaya padaku?” Dawn tetap diam. “Percaya diam. Tidak percaya diam. Kau meragukanku sebagai seorang sahabat? Iya?” Tanyaku seraya mengurucutkan bibirku. Biasanya Dawn akan berkata seperti ini, ‘Namja atau yeoja? Kenapa suka sekali ngerucutin bibir?’ Tapi sekarang? Ia hanya diam. Diam tanpa ekspressi apapun.

“Dawn?” Tegurku lagi.“Aku mau ke toilet Sky.” Dawn segera berdiri dan berjalan ke toilet apartmentku.

“Aku di ruang makan ya? Aku akan membuatkanmu spaghetti kesukaanmu.” Ujarku padanya yang semakin menjauhi ruang tengah ku ini. Aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya menuju dapur.

Segera aku ambil bahan-bahan spaghetti ku yang memang selalu tersedia di lemariku dan meraciknya. Aku memang selalu menyediakannya untuk Dawn. Dia selalu memintaku untuk membuatkannya makanan favourite-nya itu.

‘Sky! Ayo aku bantu bikin spaghetti’. Atau ‘Skkyyyy buatkan aku spaghettiiiii..’ atau ‘Bosan! Aku bikin spaghetti ya..^^’ Kalimat-kalimat yang selalu ia ucapkan itulah yang pada akhirnya selalu menjadikan bahan-bahan spaghetti harus menjadi top-list ku jika berbelanja.

“Yup! Siap! Dawnnnnn! Belum selesai??” Tsk! Anak itu! Spaghetti sudah jadi kenapa belum keluar dari kamar mandi? Sudah berapa menit ia di kamar mandi? “DAWNNNN!! SPAGHETTIII NYAAA SIAPPP!! AYO MAKANNN!!” Aku berharap mendengar suara langkah kaki. Atau sahutannya dari kamar mandi. Tapi..tidak ada suara apapun. Apa anak itu tidur di kamar mandi ya?

*Knock *Knock *Knock

Ku ketuk pintu kamar mandiku. “Dawn! Spaghetti ala Chef Sky siap! Ayo cepat keluar.” Tidak ada suara yang terdengar dari dalam. Seolah kamar mandi ini tidak ada orangnya.

*Knock *Knock *Knock

Kuketuk lagi pintu itu. “Dawn?” Kupanggil lagi namanya. Tapi hasilnya sama. Sepi.

*Cklek

Akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka pintu kamar mandi ini. Tidak dikunci? “Dawn? Kau di dalam?” Tidak ada? Kemana anak itu? Tetap kulangkahkan kakiku ini masuk. Tidak ada jejak kehadirannya. Yang ada hanya shower yang menyala. Tsk! Anak itu kenapa lupa mematikan shower? -_-!

“OMMO!! YA TUHAN! DAWN!!” Panik langsung menyelimutiku ketika kulihat seorang gadis berada di bathtub dengan air memenuhi bathtub itu. Membiarkan air membasahi penuh tubuhnya. Membiarkan air memasuki paru-parunya.

*BYUR

Kuangkat tubuhnya yang berat dengan air. “Uhuk! Uhuk!” Dawn terbatuk seketika aku mengangkat tubuhnya dari bathtub. Matanya kembali terbuka. “Uhuk! Uhuk!”

“Are you trying to kill yourself? Hah?” Tanyaku padanya yang masih terus terbatuk. Kuambil handukku dan segera membalutkannya pada dirinya. Kubawa ia di lenganku menuju kamarku.

“Keringkan tubuhmu. Dan pakai bajuku. Aku akan membuatkanmu teh hangat” Perintahku padanya. Hohhh.. Aku menarik nafas panjang setelah menutup pintu kamarku. Ada apa dengan gadis ini? Kenapa ia berniat bunuh diri?

***

*Knock *Knock

“Dawnn aku ma-” Ucapanku terhenti. Mataku menangkap seorang gadis di balkon apartmenku. Segera kuletakkan teh di buffet. Dan mengambil handukku.

“OMMO! DAWN!! ARE YOU INSANE??” Kutarik dirinya yang sedang berdiri di balkon apartmentku tanpa baju sehelaipun di tubuhnya. “Sky?” Ia tersenyum.

“Are you out of your mind?” Kubalut segera tubuhnya dengan handukku. Tapi ia tetap tersenyum.

“Ada apa? Ceritakan padaku apa yang terjadi. Kenapa kau akhir-akhir ini? Diam. Marah-marah. Mencoba bunuh diri. Dan sekarang? Telanjang di balkon? Ceritakan padaku ada apa?” Aku terus mendesaknya sambil tetap menutupi tubuhnya. Demi tuhan. Biar sebagus atau seseksi apapun tubuhnya saat ini. Tidak ada sama sekali niat jahat dalam diriku yang muncul.

“Dawn?”

“Aku.. Tidak apa-apa..” Jawabnya lemah seraya mendudukkan tubuhnya yang terbalut handuk di atas tempat tidurku.

“Ayolahh.. Dawn katakan kena-” Oh Tuhan! Apa lagi ini? Aku melihat tubuhnya tidak percaya. Kenapa tubuhnya menjadi penuh dengan warna biru seperti ini?

“Kenapa dengan tubuhmu Dawn? Kenapa biru semua??”

“Aku membersihkannya.” Jawabnya sambil tersenyum. “Membersihkannya? Pakai apa sampai biru begini?” Kubelai lembut rambutnya yang basah. Sekedar memberikannya rasa sayangku.

“Pakai sikat gigiku. Terkadang pakai batu yang biasa kugunakan untuk membersihkan tumitku.” Sikat gigi? Batu?Aku benar-benar tidak percaya dengan semua yang kudengar.

“Tapi kenapa Dawn? Kenapa kau me-”

“Karena aku kotor Sky. Aku kotor. Kotor. Aku tidak suci lagiiiii huhuhu. Kau pikir aku gilakan? Tidak. Sky. Aku tidak gila. Aku hanya kotor. Itu saja.” Gerakan tanganku terhenti. Pundak dan bibir mulai bergetar. Air mata mengalir deras dari matanya. Menuruni pucat wajahnya. Dan aku hanya bisa diam. Terkejut dengan pengakuannya.

“A-apa maksudmu dengan tidak suci lagi?”

“Aku..aku..” Kini seluruh tubuhnya bergetar hebat. Air matanya semakin deras membanjiri wajahnya. “Seseorang menyentuhmu di bawah situ?” Dawn mengangguk cepat. Anggukannya tetap diiringi senggukan tangis dirinya.

“Siapa yang melakukan ini? Siapa??? Bilang Dawn! Bilang!!”

“Aku kotor Sky.. Kotorrrrrrrrrrr!!”

“Siapa Dawn? SIAPA??? Katakan padaku. Katakan padaku siapa??” Aku sebagai seorang namja seharusnya bertanya tanpa air mata. Seharusnya aku siap untuk langsung mengambil pedangku dan menebas langsung leher si criminal. Tapi kenapa air mata ini tiba-tiba turun? Kenapa tiba-tiba tubuh ini lemas?

“Kotor Sky kotorrrrrr..” Segera kurengkuh tubuh kecilnya dalam pelukanku. Memeluk erat tubuhnya. Mencoba menenangkan dirinya. Mencoba menghentikan tangisnya. Tapi berhak-kah aku menghentikan tangisnya yang selama ini tidak ia keluarkan? Berhak-kah aku menghentikan air mata yang selama ini tidak keluar melalui kedua matanya? Berhak-kah?

“Oppamu tau? Apa oppamu tau hal ini?” Dawn tidak menjawabnya. Hanya tangisannya yang semakin kencang, dan pegangan tangannya yang semakin erat dipunggungku.

“Dawn? Jawab. Oppamu tau?” Dawn menggeleng hebat dalam pelukanku.“Kalau begitu akan kuberitahu oppa-mu. Agar mereka bisa menangkap penjahat itu.” Kucoba melepas pelukannya. Tapi tidak bisa. Tangannya benar-benar terkunci dipunggungku.

“Dawn, sebentar. Hanya sebentar. Aku harus menelfon oppa-mu. Tolong lepas.” Tapi apa yang kudapat? Ikatan tangannya yang justru semakin kuat. Ia sama sekali tidak mengizinkanku untuk pergi.

“Jangan. Jangan beritahu oppa. Jangan. Kumohon Sky.”

“Tapi Dawn. Oppamu harus tau.” Dawn tetap menggeleng. “Oppa-oppamu harus menangkap pelakunya.” Dawn tetap mengencangkan ikatan tangannya.

“Dawn oppamu ha-” Bujukanku terhenti. Seketika pikiran kotor memasuki pikiranku.

“Jangan bilang oppa-oppamu yang melakukan ini padamu.” Dawn tetap menangis.

“Katakan! Bukan oppamu yang melakukannya!” Tidak ada jawaban darinya yang kudengar. Tidak ada anggukan pun gelengan darinya yang kurasakan di pelukanku. Hanya tangisnya yang semakin kencang.

“CRAP!!”

***

Key POV

“Lalu? Ia bilang siapa pelakunya?” Sky menggeleng menjawabnya.

“Aku sudah menggunakan berbagai cara untuk mengetahuinya hyung, aku sudah menggunakan gambar kalian, dan memintanya untuk menunjuk siapa pelakunya. Tapi kau tau apa yang ia lakukan?” Aku menggeleng. “Ia merobek gambar yang kuberikan itu. Merobeknya dan menginjaknya.”

“Kau tidak menuduhku?” Kali ini Sky yang menggelengkan kepalanya.

“Aku pernah melihat Dawn mengganti-ganti channel TV. Tapi tiba-tiba terhenti ketika ia melihatmu di interview. Ia menatap dirimu hyung. Lama sekali. Kupikir tadinya Dawn memberiku petunjuk akan pelakunya. Tapi kemudian aku mendengarnya berbisik, ‘I miss you oppa’ setelah itu matanya berkaca-kaca.” Kau merindukanku sayang? Aku juga. Sangat merindukanmu. Tanpa kusadari airmataku jatuh begitu saja.

“Dan jika sudah seperti itu, haruskah aku memaksakan diriku untuk menuduhmu?” Aku semakin terisak. Kubenamkan wajahku dalam kedua tanganku. Maaf sayang. Maaf. Tidak bisa melindungimu. Maaf tidak bisa menjagamu. Maaf membiarkanmu terluka. Maaf. Jeongmal mianhae sayang. Jeongmal mianhae.

“4 bulan? 4 bulan Dawn merasakan sakit seorang diri?” Aku bertanya dalam isakan. Tanganku dengan cepat menghapus airmata ini. Tapi kenapa tidak kering-kering? Kenapa pipiku semakin basah? “Kenapa ia tidak menceritakannya padaku? Kenapa?”

“Cerita padamu? Dan membiarkan monster itu menangkapnya lagi?” Tanya Sky sinis. “Dalam situasi seperti ini, sudah cukup bagi Dawn untuk berdiam diri. Dan terlepas dari monster itu.”

“Ta-tapi Sky. Aku-aku..”

“Berhenti menangis hyung. Dawn tidak butuh tangisan darimu. Ia butuh dirimu untuk menjaganya. Ia butuh dirimu untuk menangkap monster itu. Monster yang sudah melumat habis tubuhnya. Bukan air matamu.”

***

“Aku pulangggg..” Teriakku dari pintu utama. Tidak ada yang menyahut. Sekali lagi, aku tidak perduli. Kakiku terus melangkah menuju suatu ruangan. Dawn, ia pasti sudah bangun. Dan ia pasti senang melihat apa yang kubelikan untuknya. Bubur kesukaannya. Sky benar. Bukan saatnya aku menangisi ini semua. Yang ada aku harus menebus kesalahanku, dengan menyelamatkan dirinya dari serangan ganas si monster berpakaian pangeran. Tidak akan kubiarkan ia mengalami hal itu untuk kesekian kalinya.

“Dawnnnn, opppaaa pulanggg, lihat apa yang oppa ba-” Ucapanku terhenti. Mataku membesar melihat pemandangan di kamar dengan nuansa biru di depanku ini.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU???” Ku dorong kasar tubuh namja berengsek itu. Beraninya ia menyentuh Dawn yang sedang menatap kosong jendela kamarnya seperti itu. Sial!!

“A-aku hanya membantunya mengancingkan bajunya.”

“Mengancingkannya? Atau membuka satu-persatu kancing bajunya? HAH?? JAWAB!!”

***

 TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

100 thoughts on “Secret Of Dawn – Part 5”

  1. Bingung mo nulis apa *garuk-garuk jidat*

    Duh, buntu nih, ga dapet ide *garuk-garuk alis*

    Key, file 6 nanti ketemuan yuk! *cengar-cengir aneh* #dipelototin Jiyong

  2. AUHTOORR!! mian saya telat bacanya.. huu.. T_T
    huwaaa!! SIAPAA!? siapa ituu !? jadi sky juga belum tau siapa pelakunya ? oh.. aku kira dia tau semuaa.. ._.
    authoorr, pliiiisss, part 6 cepetan dongg.. huuu.. aku ga sabar bacanya thoorr.. itu sipelaku udah ketahuan yah ? hhhmm.. siapaa ?
    taem kah ? aku kalo baca ff ini mesti keinget taem. meskipun di part ini ga ada taemnya blaas. hehehehe
    daebak thor.. bikin aku penasaran gelaaakk~ #lebay #abaikan
    next part beneran aku tunggu thoorr. sumveh, ana zuzur, aye tungguu.. ^^ jangan lama lama lho thor, *angkat guling (?)*

    1. Sumveh! Ana zuzur juge!
      Dah ane kirim ntu File 6 mpe file 7.
      Ente tunggu aje ye. Atau ente hubungin admin aje kekeke..

      Ah! Hye Mi! Maafkan aku juga ya lama balas komennya.
      Ada halangan..huhuhu..
      oh iya! makasih sudah datang kembaliiii ^^
      *peluk! ^^

  3. WAH siapa namja itu?
    Dawn…parah banget sumpah kayaknya kondisinya Dawn sampe begitu banget.
    Part 6-nya kapan? Udah atau belum????
    Sampe Part berapa? Happy Ending kannn?
    Dawn seperti semula lagi kann?
    Jawab!! Kubilang Jawab!! Author jawab!!! *sok kayak dawn gitu ceritanya* /digebugin oke galucu…krik…sial-_-
    Hahahahahah Part 6~ menanti dengan setia. Ngga nyesel baca ini. Ternyata seru tingkat dewa 😀

    1. Aku: *Diam membisu* (totally playing Dawn’s role) kekeke
      Hmm.. smp part berapa?? sampe partttt…
      Ah! rahasia ahh.. namanya juga secret of dawn. Jadi segala sesuatunya serba rahasia hakakakak

      Makasihhh sudah baca nataem.. ^^

  4. sedikit lagi T.T
    itu author TBC nya pas bgt disitu..
    Key udah tau kan itu???
    jadi siapa dong??? jgn Taeminnie ku yah….
    Onew bukan menurutku, jadi ???
    next part asap ^^

    1. Ahahaha..sengaja..biar Mrs.Lee penasaran kekeke
      Ah! Katanya siapa onew?? Pelakunya ituuu..
      rahasia! kekeke..
      ditunggu di file 7 ya..semuanya terungkap! terungkap! kekeke..

      makasih sudah datang kembali mrs.Lee.. ^^

  5. mian~~
    Q telat membaca part 1’y..
    jd Q bca dr part 1 s.d part 5..
    lanjuuuuttt!! XDD
    penasaran bgt ma orng yg dah membuat dawn sprt mayat hidup gtu..

    1. Ahh..it’s okayy..
      Sonia mampir juga sudah senenggg *pipimerona* kekeke

      pelakunya di file 7 kok Sonia..
      ditunggu ya..
      makasih udah mampir Sonia ^^

    1. Ahhh…sebenernya..pelakunya.. *berat ngomonnya*
      tabah ya Michelle.. *tepuk2pundak* kekeke..

      Makasih sudah datang kembali michelle.. ^^

  6. AAAARRRRGGGHHHH!!!! Itu pastiiiiiiiii~~~ gatau (BABO!)

    yayayayayaya thorryyyyyy~ maacyyy udah ngasih pw! tp setelah ku pikir apanya dong #hah? saya mau baca sini sajo biar bisa komeeeenns 😀

    hihihi, okehokeh, saya gak akan ganggu lagi! pokoke lanjut yaaa thoryy~ :3

  7. aaarrrggggghhhhhh bikin penasaran!! aku lagi seru-seru baca tiba-tiba satu kata yang kurang kusukai mengiasi FF-nya Storm onnie
    TBC..
    aaarrrrggggghhh…

    aku penasaran.. !!!!

  8. Omona Omona!!! ya Tuhan…..q ga bisa ngebayangin kalo cmua tu trjadi padaku,,hiks T.T

    benar” brengsek emang tu monsternya,,

    tu siapa tuh??? wahhh……tambah penasaran nih thor!!

    lanjuuuutttttttttt

  9. Argghhhhh!!!
    Minooooo apa yg kau lakukan???!!!!

    Yatuhaaaaan~
    Kebawa arus bangeeeet eon aku nyaaaaaa 😦
    Aku sekrang jadi takut gini . . hueeeeee 😦 😦

    Monsternya bener2 **** !

  10. yaaa minho! alaaaah, mau ngapain itu ah! ah ilaaah… laaaaaah ilaaaah *gelisah sambil nendang-nendang batal* 😥
    gak setuju ih minho! *yah jaid gelisah gene* 😦
    LANJUT Storm eonnie ! 😀

  11. siiiaaapaaa dia kah???
    .
    dawn depresinyaaa… awal2 baca part ini tuh ya ak mikir jgn2 ni pangeran monsternya selama 4 bulan terakhir ini dy ngelakuin itu terus sma dawn… wasstagaaaa T.T ank umur segitu juga pasti depresi beratt..

  12. 😯 ih gila! ga kebayang aku gimana depresinya dawn, astaga sampe bugil di balkon gitu! untung ada sky, dia hero banget lah
    ah nuguyaaa~? itu yg ngancingin baju apakah pelakunya? jangan taemin pehlissss 😦
    naisseu storm-ssi!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s