Brother Complex – Part 8

BROTHER COMPLEX – Part 8

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support cast : Lee Jinki
Length : Sequel
Genre : Romance, Family
Rate : NC 17
A.N: annyeong~ ini pasti yang ditunggu-tunggu reader. NC (NO CHILDREN)!! Keke^^ #Plakkk so toy
Ratenya naek deh. WARNING!!! Buat yang di bawah 17 kalo bandel baca ‘INGAT’ kalian jangan terjerumus dlm cerita yang imagenatif kaya gini. otte!

Flasback Scene..

Malam itu sedang hujan. Minhye yang sedang mandi tiba-tiba berteriak memanggil oppanya karena lampu mendadak mati. Dari kecil yeoja itu memang takut dengan gelap.

“Yaa! KAU LAMA SEKALI!!!” Minhye langsung memeluk oppanya tiba-tiba, gara-gara itu mereka pun jadi terjatuh dilantai dengan posisi duduk.

“Aish~ tidak berubah. Dasar penakut,”

Minhye tetap memeluk oppanya. Memeluk oppanya membuat Minhye lebih tenang. Padahal mereka masih dalam keadaan gelap begitu.

“Sudah tau aku penakut. Kau masih lama!” ujar Minhye sambil mengeratkan pelukannya.

..End Flashback..

^^Back song: OH My Gosh- usher (pernah dinyanyiin Minho jg di shinee 1st concert)^^
reader bayangin ekspresi Minho betapa manly, badboy, n flamenya dia pas nyanyi ya..
*ini lah yang menginspirasi author*

Minho langsung mendekap Minhye. Tubuh Minhye yang basah menyadarkan Minho kalau dongsaengnya itu hanya mengenakan handuk saja. Hal itu membuat Minho jadi risih melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia pura-pura melihat kesegala arah. Pura-pura menghiraukan dongsaengnya yang sedang menarik perhatiannya.

“Aishh~ kenapa harus seperti itu didepanku sih,” gerutu Minho dalam hati. Kemudian malah mengarahkan pandangannya ke paha Minhye yang mulai terlihat kemudian karena penerangan yang samar-samar, “Astaga, apa yang aku pikirkan?”.. Kini dia meneruskan pandangannya ke dua gundukan besar yang menyembul dari balik handuk Minhye.. “Andwae Andwae!! Jangan pikir macam-macam Minho ya!” katanya menyadarkan pada diri sendiri. Tapi, beberapa menit kemudian.. “Ah~ aku benar benar tidak tahan kalau begini terus!”

Sikap Minhye saat itu sungguh membuat Minho jadi tergoda. Dia hampir lupa Minhye itu dongsaengnya. Tiba-tiba namja itu menengadahkan wajah Minhye agar menatapnya. Kemudian memegang tengkuk bahu Minhye dan mulai mendekatkan wajahnya pada yeoja yang menarik perhatiannya itu. Menjadikan bibir Minhye menjadi fokus utama pandangannya..

“Oppa wae gurae??”

Kepolosan Minhye membuat Minho jadi sadar dengan apa yang mau dilakukannya. Buru-buru dia melepaskan pegangannya dan mengalihkan pandangan dari saenginya.

Tidak lama kemuian #Klick lampu kembali menyala.

“Ahhaha…..” tiba-tiba namja itu malah tertawa tanpa ekspresi, “Itu.. aku melihat kotoran diwajahmu Minhye ya. Ahaha~” ujarnya berbohong.

Minho langsung berdiri, “Ya sudah ya!” dia pun pergi, membuat Minhye jadi bingung kemudian.

Minho dengan lekas masuk ke kamarnya dan menutup pintu.

Apa yang kulakukan tadi?? kenapa denganku? Kenapa rasanya aku sangat menginginkan dongsaengku sendiri? Andwae Minho! Yaa.. kau harus sadar! Dia itu dongsaengmu.. Batin Minho. Namja itu kemudian melihat celananya karena sesuatu dibaliknya sudah menegang disitu. *What the Hell I wrote some like this. Ahaha~

“Benar benar situasi yang sulit!!”

Dia kemudian membaringkan dirinya ketempat tidur. Merasa gelisah mengingat kejadian barusan. Masih memikirkan lekuk tubuh Minhye. Bahkan sempat membayangkan yang tidak-tidak. Hal itu membuatnya gila!! Sampai-sampai tidur pun tidak tenang.. Memang Minho yang aneh.

+++++
_Minhye POV_
..Di kamar Minhye..

Kotoran apa? Tidak ada apa-apa kok! Pikirku melihat di cermin. Dasar oppa yang aneh memang. Tapi,, tadi oppa mau apa? aishh~ molla. Tidak akan ku pikirkan.

+++++
..Esok pagi..

Aku tidak melihat Minho dirumah. Kok dia pergi tidak pamit dulu sih?! Aku mencari dia dikamarnya, tapi tidak sama sekali terlihat batang hidungnya. Jangan-jangan dia masih marah padaku! Ahh ottokhe?!

+++++
..Dikampus..

“Tumben tidak dengan bersama oppamu?” tanya Jinki saat aku baru tiba.

“Ne,”

“Kenapa?”

“Sepertinya dia masih marah padaku oppa,” Jinki malah senyam senyum begitu.

Sejak saat itu oppa jadi sering menghindariku. Sampai saat ini pun aku tidak tahu sebenarnya namja itu sedang punya masalah apa?! Tapi kenapa aku yang di buat cuek begitu. Sudah kami hanya tinggal berdua di rumah, sekarang oppa malah seperti itu. Ah, aku seperti tinggal seorang diri dirumah! Oemma appa ottokhe?! Namja yang satu itu mulai berulah seperti dulu lagi.

+++++
..Beberapa hari kemudian..

Akhirnya namja yang bernama Choi Minho yang berstatus oppaku sudah mau berbicara denganku walaupun tidak seakrab dulu. Aku jarang membicarakan Jinki lagi padanya. Padahal aku ingin sekali berbagi kebahagiaan dengannya. Aku dan Jinki memang sudah 2 bulan berpacaran. Tak terasa! Jinki memang baik. Sosok dia benar benar seperti oppaku versi baik. Aku suka padanya..

_moTHo POV_

Minhye melihat melihat oppanya sedang duduk di teras halaman belakang rumah. Sambil meminum coke namja itu memandang ke atas langit. Minhye pun menghampirinya dan mengajaknya bicara.

“Oppa, kau sedang apa?”

“Kau lihat sendiri kan?” responnya dingin.

Minhye melihat apa yang sedang dilakukan oppanya. Suasana malam itu sungguh tenang.. Dia pun ikut duduk dan memperhatikan langit seperti yang Minho lakukan.

Sebenarnya ada yang ingin Minhye tanyakan pada oppanya. Sudah lama sekali dia tidak berbincang dengan oppanya. Gara-gara sikap Minho sekarang yang ketus dan mengabaikannya, dia jadi sulit berbicara apalagi bertindak manja. Bahkan sekarang dia tidak bisa masuk sembarangan ke kamar oppanya. Minho selalu mengunci kamarnya kalau sudah ada didalam. Entah dengan alasan apa dia mulai bertingkah menghindar dari Minhye. Minhye yang polos hanya tau oppanya masih marah gara-gara Jinki. Itu saja. ckckck..

“Ada apa saengi?”

Minhye terlihat ragu dan gugup kemudian. Minho kemudian mendekati dongsaengnya itu. Dia duduk lebih dekat disampingnya.

“Oppa.. emm.. ciuman itu rasanya bagaimana??” tanya Minhye ragu.

Minho langsung kaget dengan pertanyaan konyol yang baru saja terlontar dari dongsaengnya, “Yaa! Kenapa kau tanyakan hal itu?”

“Aku tau oppa sudah berciuman. Oppa yang bilang sendiri oppa suka melakukan itu,”

Pikiran Minho jadi melayang kemasa lalu. Masa dimana dia pernah mengatakan itu. Ah, Bukannya waktu itu dia yang bilang sendiri dia tidak tau apa-apa

“Ah itu…” Minho pura-pura ingat, “Jadi kau berbohong waktu bilang tidak melihat?”

Wajah Minhye berubah seketika. Yeoja itu kini menunduk, “Ne.. Sebenarnya aku melihat oppa berciuman dengan Yuri!! AKU JIJIK SEKALI OPPA!!”

“OPPA BENAR BENAR MENGHANCURKAN REPUTASI SENDIRI DIDEPANKU,”

lalu tidak sadar malah marah-marah dan mengomel karena terpancing emosi, “KAU TERNYATA SAMA SAJA DENGAN YANG LAIN. YADONG!”

Tidak terima dikatakan sepert itu, “YAA!! kenapa kau malah mengataiku babo! Kenapa malah jadi ngomel-ngomel ga jelas?!”

Minhye lalu sadar dia sudah belebihan, “Ah Ne. Mian..”

“Aku tidak berciuman. Dia yang menciumku!”

Minhye tidak terima oppanya mengelak. Mereka malah jadi ribut-ribut ga jelas berdua membahas masa lalu Minho, “Yaa! Tetap saja kau menikmatinya.. Seberapa sering kah kau melakukan itu ah??”

“KAU KENAPA SIH??” teriak Minho yang akhirnya membuat Minhye jadi tenang lagi.

“Mian oppa. Masa lalumu jangan dibahas.”

“Setuju!” kata Minho.

lagi pula itu juga gara-gara dia, aku jadi memiliki yeoja chingu seperti Yuri, pikir Minho.

Diam kemudian..

“Oppa,” sahut Minhye ragu, “Jadi bagaimana rasanya?” *Doeng*

“Yaa!! Kau yang bilang sendiri jangan,,  ..Aish~ Benar benar,”

“Jawab saja!”

“Em… sebentar aku ingat-ingat dulu,”

Minhye jadi serius mengamatinya, mengharapkan suatu jawaban yang akan terlontar.

“Rasanya.. ngg.. seperti… TELOR ASIN!!!” jawabnya menipu dongsaengnya dan kemudian malah terkekeh.

“Yaa!! Jangan bercanda!”

Minho masih tertawa, “Ahaha… Aku serius!”

“Kau bohong!!”

Sekarang Minho mulai serius menanggapi dongsaengnya dan tidak terkekeh puas seperti tadi, “Lagipula, kenapa kau menanyakan hal itu ah??”

Minhye lalu tersipu malu, “ A-ani…”

“Hey Hey…. jawab aku babo!”

Minhye mendelik kearah oppanya, “Babo Babo!!” dia lalu menunjukan bibirnya dengan sombong, “Bibirku masih perawan oppa.”

“Gud Job!” jawab Minho bangga sambil menunjukan jempolnya di depan wajah Minhye.

“Makanya sebelum melakukannya aku ingin tau oppa,”

“MWO?!!” Oppanya lalu menatap kaget pada dongsengnya, tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.

Minhye lalu menceritakan semuanya, “Besok hari itu,, Aku sudah yakin bahwa namja itu Jinki oppa!”

“Ya..Yaa Yaa!!” Minho meneriaki Minhye kesal.

Minhye terus saja bicara sementara itu Minho menatap dongsaengnya dengan tatapan tidak percaya.

“Jinki yang bilang sendiri kalau aku siap maka kita akan melakukan ciuman itu. Sekarang aku sudah siap oppa! Kurasa jika melihat orang berciuman rasanya tidak akan seper… emppphhhhhh…”

Tiba-tiba sesuatu yang hangat mendarat dibibir Minhye. Dia sangat kaget ketika mendapati oppanya sedang menciumnya. Tangan Minho merangkul tubuh Minhye agar tidak lepas darinya.

Minho kini menikmati bibir dongsaengnya. Dia menciumnya dengan perasaan yang sudah lama ia pendam. Menciumnya perlahan, tapi karena terbawa suasana kemudian malah melakukan deepkiss. Minhye hanya diam saja masih shock dengan yang dilakukan oppanya. Dia masih terbelalak menatap wajah namja dihadapannya yang sedang menutup matanya dan terus menikmati bibirnya.

Beberapa menit kemudian, Minho akhirnya melepaskan ciuman itu dan menatap dongsaengnya yang masih dalam keadaan shock. Namja itu melepaskan rangkulannya dan kini malah berdiri..

“RASANYA SEPERTI ITU!!” Ujar Minho memberi tahu dan kemudian malah pergi dari situasi itu.

Minhye masih duduk di teras itu. Masih shock dan kemudian menyentuh perlahan bibir yang baru saja …. “omomo… barusan. Kissu ♥…”

Minhye melihat oppa yang makin lama menghilang dari pandangannya, “Rasanya benar benar seperti itu?” lalu tidak sengaja menyenggol sebuah kaleng minuman disampingnya.

“Seperti coke ini!” Sekarang dia memegang dadanya. Menahan degupan yang dari tadi berisik. “Seperti hampir pingsan mengalami debaran hati yang seperti ini. Oppa wae gurae?!”

+++++
..Minho masuk kekamarnya..

Dia langsung melempar sesuatu yang ada didekatnya, “Yaa! Apa yang ku lakukan barusan 100% Konyol!!!!”

Sekarang dia memegang kepalanya, menjenggutnya. “Arghhh~ apa yang merasukiku hingga aku hilang kendali?! Kenapa aku mencium Minhye??”

Apa yang harus aku katakan padanya kemudian?? Bodoh bodoh.. Oppa macam apa aku ini? Menyukai dongsaeng sendiri.. Jatuh cinta pada saengiku Minhye.. Apa yang membuat ku seperti itu?..

Dia mengingat ingat kembali kejadian barusan..

Ah~ tadi aku begitu kesal mengetahui dia akan berciuman dengan Jinki. Sudah tenang-tenang dia belum pernah berciuman dengan seorang namja. Eh dia malah mau berbuat yang tidak-tidak. Dan sekarang malah aku yang merebut ciuman pertamanya!! Argggghh…sungguh Konyol!!

Minho lalu menyentuh bibirnya, “Terbawa perasaan. benar benar sudah kelewat batas… dan sudah tidak bisa menahannya lagi!”

+++++
..Di kamar Minhye..

Minhye benar benar tidak percaya dengan yang barusan Minho lakukan. Benar benar masih shock! Dia melihat bibirnya yang terpantul dari cermin. Dia memegang bibir itu. Sementara itu, pikirannya masih berputar di kejadian konyol barusan.

Let me seeya LaLaLaLa..Love me hey YaYaYaYa..Ni apeseon (Oh) neomu jagajyeoseo (Oh) I like U.. (T-Ara Yayaya~)

Hp Minhye sudah berisik dari tadi. Terus-terusan berdering, tapi tidak Minhye angkat sama sekali. Yeoja itu malah tertidur akhirnya karena terlalu memikirkan kejadian barusan.

+++++
.Esok pagi-pagi sekali Minho berniat pergi dari rumah itu.

Aku benar benar akan terus hilang kendali jika bersamanya. Sekarang perasaan ini pasti akan terus berkembang lebih besar kalau aku masih disini. Untuk sementara sebaiknya aku menghindar. Lagi pula oppa yang benar benar aneh ini tidak pantas tinggal lagi bersamanya. Sungguh memalukan! Batin Minho.

Minho pun menuliskan note pada dongsaengnya yang ia letakan di tempat tidurnya agar Minhye menemukannya.

Sebelum pergi dia menghampiri kamar dongsaengnya. Membuka pintunya dan melihatnya seorang yeoja disitu yang sedang terjaga.

Minho lalu menghampirinya. Dia berlulut disamping ranjang itu. Lalu menatap wajah saenginya. Jantung Minho berdegup sangat kencang ketika menatap wajah polos Minhye dan malah jadi teringat kejadian konyol itu. Dia merasa bersalah pada Minhye karena justru malah dirinya sendiri yang tidak bisa menjaganya, Karena kini dia sudar sadar dan tidak bisa menyangkal lagi kalau selama ini yang ia sukai adalah saenginya sendiri, dan karena Itu juga yang selama ini tidak bisa menggantikan posisi Minhye dengan yeoja lain dihatinya.

“Saengi-ya, mianhe.. Chu~” Katanya sambil mencium tangan Minhye.

+++++

Minhye bangun dan mendapati posisi tidurnya yang tidak nyaman. “Auchhh~ badanku pegal-pegal..”

Dia kemudian bangkit dari tidurnya. Keluar dari kamar dan mendapati kamar oppanya yang terbuka gamblang tidak seperti biasanya.

Dengan masih belum begitu sadar sepenuhnya dia masuk kamar itu seakan tidak ada kejadian apa-apa. Dia lupa masalah kemarin dan dengan santainya memanggil nama oppanya.

Tidak lama kemudian pandangannya tertarik dengan secarik kertas yang ada diranjang itu. Minhye kemudian mengambilnya dan mulai membacanya..

~Mianhe saengie.. aku menjadi konyol kemarin. Aku rasa aku tidak bisa menjagamu seperti oppa lagi. Pasti kau juga tidak ingin melihatku.. untuk sementara aku akan pergi dari rumah ini otte.. kau jaga diri baik-baik ya… anyeong.~

++TBC++

Author note : Nah Loh!!! See kan? Ada beberapa adegan yang aneh?! Ada berapa coba?! Bener-bener aneh si Minho kan?! Mian ya? Aku ga lihai mengungkapkan kata-kata dalam membuat NC. ia kan?! ngaku?! Ce elah~
OiA, hanya beberapa waktu lagi aku akan merilis ENDING DARI BROTHER COMPLEX.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

99 thoughts on “Brother Complex – Part 8”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s