Brother Complex – Part 9

BROTHER COMPLEX – Part 9

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support cast : Lee Jinki
Length : Sequel
Genre : Romance, Family
Rate : NC 17+
A.N: Ratenya naik lagi tuh jadi plus. keke! perlu di ingatkan sekali lagi. Ini cuma karangan aneh author mengenai hubungan oppa dan saenginya. DONT TRY IT AT HOME otte! HAPPY READING semua~

 

~Mianhe saengie.. aku menjadi konyol kemarin. Aku rasa aku tidak bisa menjagamu seperti oppa lagi. Pasti kau juga tidak ingin melihatku.. untuk sementara aku akan pergi dari rumah ini otte.. kau jaga diri baik-baik ya…  anyeong.~

^^Back song: BOA- Eien^^

Minhye langsung sadar setelah membaca itu, “Kemarin?? konyol??”

“Ah!” Lagi-lagi langsung memegang bibirnya dengan segera, “Kissu.♥.♥..” kini jantungnya berdebar hebat mengetahuinya.

Gara-gara itu Oppa pergi? Andwae….!! Kenapa oppa jadi sulit ditebak begini sih??!!

Buru-buru Minhye mengambil handphone yang ada dikamarnya dan memencet no kontak ~Minho Oppa~

Telponnya malah tidak aktip. Dihubungi beberapa kali tetap saja tidak aktip. Membuat Minhye jadi semakin cemas.

“Hiks……Hi..iikkssss… kenapa dia pergi meninggalkanku! Oppa Babo!!”

Minhye lalu menangis. Dia melihat hp-nya lagi. Ada dua panggilan tak terjawab dari Jinki semalam. Dia tidak bisa cerita pada Jinki atas kejadian yang menimpanya kini. Terutama tentang ciuman itu..

+++++
..Dikampus..

“Yaa! Wajahmu kenapa? Murung begitu!” ujar Jinki saat melihat tampang yeojachingunya yang kusut.

“Ne..” Minhye hanya merespon singkat.

“Oppamu mana? Tumben sendirian. Kalian bertengkar lagi?”

“Ani…” Minhye lalu memegang bibirnya lagi kalau ingat oppanya.

Dia pun bingung dengan perasaannya sekarang. Kenapa berbicara dengan Jinki tapi pikirannya masih ke oppanya. Sampai akhirnya Jinki mengamati gerak gerik Minhye yang hari ini tidak seceria biasanya.

Setibanya mereka di taman. Jinki memegang tangan Minhye, “Minhye kau masih ingat yang ku bilang kemarin?”

Ah aku jadi ingat kalau aku janji akan memberikan ciuman pertamanku pada Jinki.. omomo.. ciuman pertama? Sudah bukan lagi!! Aku jadi salah tingkah jika ingat kejadian kemarin.

“Minhye ya..” panggil Jinki.

“Iya aku siap!” seru Minhye berbohong.

Jinki kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Minhye. Minhye jadi ingat kejadian oppa yang menciumnya. Dia lalu mengerenyitkan wajahnya seperti tidak mau dicium. Jinki yang melihat Minhye begitu hanya tersenyum dan tetap melanjutkan aksinya.

Chu~ ♥ Dia hanya mencium pipi Minhye yang membuat Minhye jadi kaget.

“Aish~ wajahmu jelek sekali, ” ledek Jinki, “Kau belum siap rupanya.” katanya sambil mengacak-ngacak rambut Minhye.

Bukannya tidak siap. Aku tidak mungkin berciuman dengan namja ini sementara pikiranku ada di namja lain.

Minhye hanya bisa tersenyum. Dia sangat berterimakasih pada Jinki yang sangat pengertian.

+++++

Minhye pulang cepat ke rumah berharap oppa ada disana. Tapi nyatanya dia tidak ada disana. Rumah jadi terasa semakin sepi. Setiap hari Minhye berusaha menelpon Handphone Minho tapi nomornya malah tidak aktip dan hampir setiap hari juga Minhye mencari oppanya ke kelasnya. Tapi nihil!  Tidak ada yang tau Minho kemana sebenarnya.

Sikap Minhye yang semakin hari murung membuat Jinki lebih memperhatikannya. Dia sadar yeojachingunya sepertinya sedang ada masalah. Hanya saja dia tidak tau. Jinki sering melihat Minhye menghilang tiba-tiba. Dan yang lebih anehnya lagi akhir-akhir ini Minhye jarang menceritakan oppanya. Oppanya juga sudah lama tidak terlihat.

+++++
..Saat sedang makan di kantin..

“Minhye ya~ kau tidak mau cerita padaku?”

“Memangnya ada apa?”

“Gotjimal! kau sedang ada masalah?”

“Tidak kok. Aku Cuma lelah!” jawab Minhye berbohong.

“Ah Gerae,” Jinki langsung mengganti topik obrolan, “Oppamu bekerja ya? makanya tidak kelihatan,”

#Deg. Minhye  langsung kelihatan gugup. Dia bingung harus menjawab apa sampai akhirnya berbohong lagi.

“Ne, Kau tau dari mana?”

“Dia bekerja dimana?”

“Tentu saja di perusahaan appa.”

Ah ternyata yeoja ini tidak tau oppanya ada dimana.

Jinki Flasback..

Beberapa hari yang lalu tidak sengaja Jinki melihat Minho di suatu tempat. Dia melihat Minho dan mengikutinya sampai ke suatu tempat. Sebuah apartemen..

“Ko dia tinggal disini??” Ah~ semua pertanyaan tentang murungnya Minhye terjawab.

+++++
..LOTTEWORLD..

Sore ini Jinki mengajak Minhye ke Lotte world lagi. Sekarang Jinki mengajaknya naik balon udara seperti pertama kali menyatakan perasaannya pada yeoja itu. Di saat yang sama Minhye masih terlihat murung.

“Minhye ya~ ada apa dengan oppamu?” tanya Jinki penasaran.

#Deg.. Setiap mendengar oppanya jantungnya pasti berdebar lagi. Karena tidak bisa menyembunyikan ekspresinya kini Minhye membalikkan badannya agar Jinki tidak melihatnya.

“Minhye ya..”

Pikiran Minhye sungguh sedih mendengar nama Minho. Dia sangat ingin tahu sebenarnya oppanya dimana.

Jinki lalu membalikan tubuh Minhye dan memegang dagu Minhye mencoba menggapai wajahnya, “Gwenchana kalau kau belum mau cerita,”

CHU~ ♥

Jinki malah mencium bibir Minhye yang membuat Minhye menjadi kaget. Dia terus mencium bibir itu walau mihye tidak membalasnya.

“Emmmpphhhh…..Jin..ki..” suara Minhye terdengar samar-samar. Dia ingin melepaskannya dan mengelak, tapi pikirannya malah melayang kemana-mana.

Sungguh berbeda dari ciuman oppa. Coke!! Aku jadi ingat rasa itu. Sepertinya aku akan menangis.. Kenapa hati dan pikiranku dipenuhi Choi Minho yang statusnya adalah oppaku. Padahal jelas-jelas namjachinguku sedang ada bersamaku. Menciumku! Tapi, kenapa justru Choi Minho yang ada dipikiranku.. Aku sungguh aneh!! Aku dongsaeng yang aneh berdebar-debar karena oppa sendiri.. Aku sungguh tidak bisa tanpa dia!! Oppa,, kau benar benar tega meninggalkanku seperti ini.

Air mata Minhye mengalir jatuh ke pipinya yang membuat Jinki merasakan hal itu juga. Jinki lalu melepaskan ciuman itu dan melihat yeojachingunya yang mulai sesegukan.

“Oppa.. Jinki.. Oppaku…” dia lalu menjatuhkan dirinya ke bawah, “Aku tidak tau oppaku dimana..hiks..”

Akhirnya keluar juga kata-kata itu. Kata-kata yang sudah dinantikan Jinki selama ni. Keresahan Minhye terungkap.

“Tenanglah Minhye ya..”

Sambil terus menangis, “Sudah beberapa hari.. hiks.. oppaku meninggalkan aku Jinki ssi.. Aku tidak tau dia kenapa? Aku.. aku benar benar tidak memahami diriku juga. Juga tidak bisa menebak dirinya.”

Jinki ikut duduk dan memegang bahu Minhye mencoba menenangkannya, “Minhye ya~ aku sudah tahu kenapa kau tidak memahami dirimu sendiri,”

Minhye mendelik ke arahnya dengan tatapan heran.

“Kau menyukai oppamu.”

“A..ani Jinki aku menyukaimu!”

Jinki menghela nafas, “Kau sering bilang padaku. Aku sangat mirip dengan oppamu. Makanya kau menyukaiku. Rasa sayangmu padaku berbeda dengan rasa sayangmu padanya. Kecemasanmu, kekhawatiranmu.. itu sungguh baru kali ini aku melihatnya karena oppamu.”

Minhye masih terus menangis. Sementara Jinki menenenangkannya, “Jinki ssi.. mianhe,”

“Gwenchana. Aku sudah sadar kok!”

“Jinki ssi.. Apa aku dongsaeng yang aneh menyukai oppaku sendiri??” tanyanya kemudian.

“Emmm.. Memang aneh si seharusnya. Awal hubungan kalian memang rumit sih..”

+++++
..Balon udara pun berhenti..

“KAJJA!!” ajak jinki menggandeng Minhye.

“Kemana?”

“Kau harus menemui oppamu. Sudahlah Minhye ya~ aku tidak memaksamu untuk bersamaku. Sekarang kau tanya saja pada dirimu sendiri. Kau ingin bersama siapa,”

Minhye tidak menjawab. Dia merasa tidak enak pada Jinki.

Jinki membawa Minhye kesuatu tempat. Di perjalanan Jinki terus-terusan melirik Minhye. Rasa sayangnya pada yeoja itu membuat dia merelakan hubungan yang sudah mereka jalin selama dua bulan.

+++++

Akhirnya mereka berhenti di bangunan apartemen yang tinggi .

“Jinki ssi.. Jongmal mianhe..”

“Kau tenang saja. Kau tidak aneh sendirian. Oppamu lebih aneh darimu. Perlakuannya selama ini, sepertinya dia memang tidak menganggapmu seperti dongsaengnya.”

DEG# Minhye kaget dengan ucapan Jinki, “Jinki ssi.. Kau tidak membenciku?”

“Aku tidak akan benci padamu Minhye ya,, Walau memang sebenarnya sayang juga melepaskan yeoja sepertimu..” ujar namja itu sambil tersenyum.

Minhye lalu memeluk Jinki, “Gomawo oppa.. aku juga senang pernah memiliki namjachingu yang baik sepertimu,”

“Eehhh?? sekarang baru saja kau menyebutku oppa!” dia lalu mengusap rambut Minhye seperti yang biasa dia lakukan, “Yasudah kau pergi temui oppamu. Aku tidak bisa mengantar.”

Minhye lalu tersenyum pada Jinki dan kemudian pergi, “Gomawoyo!!” katanya berteriak saat sampai di depan lobi apartemen tersebut.

Jinki terus memperhatikan yeoja itu dari belakang.. Tidak sadar kemudian menitikan air mata untuk pertama kalinya pada seorang yeoja.Aish~ baru kali ini menemukan masalah yang rumit seperti ini!”

Dia masuk ke dalam mobilnya, Sayang sekali, tapi aku bahagia melihat keberaniannya untuk jujur. Sudah kusadari dari awal memang ada yang aneh diantara mereka berdua. Ternyata kedatanganku diantara mereka bukan membuat mereka berubah tapi malah memperparahnya. Mianhe…”

+++++

_Minhye POV_

Aku berjalan mencari kamar oppa. Aku sudah naik lift dan berhenti dilantai 7. Lalu menyusuri ruangan itu dan mencari kamar oppa yang Jinki beritahu.

“Bingo!! Aku menemukannya! kamar No 7.10.”

Tanpa ragu aku langsung memencet belnya. Tidak lama pintu pun terbuka.

Aku melihat namja bertubuh jangkung itu terpaku dan heran melihat siapa yang datang. Dia menjadi patung seketika. Dia memakai setelan rumahan. Aku jadi berdebar melihat oppaku sendiri.

Tanpa disuruh aku langsung melangkah masuk dan menutup pintu itu dengan menendangnya dari belakang dengan kakiku. Aku menatap sinis oppa. Oppaku masih tidak menyangka aku bisa ada ditempatnya.

“Minhye ya~ kau…” hanya itu yang terlontar darinya.

Mendengar ia berbicara, aku langsung memeluknya dengan cepat. Dengan erat!! Tidak akan kulepaskan pokoknya.

“YAA!!!! KAU BENAR BENAR NAMJA JAHAT!!” Aku pun menangis di pelukan oppa. Sementara itu, oppa malah mengusap-usap rambutku membuat aku ingin menangis habis-habisan.

Aku langsung melepas pelukan itu dan mulai melanjutkan perasaan kesal dan jengkelku padanya.

“KAU JAHAT OPPA! JAHAT!!!” cercaku sambil memukul-mukulnya. Dia mundur dan mencoba menghindar dari pukulanku itu. Karena terus-terusan mundur akhirnya kami terjatuh diranjangnya.

Oppa menahan tanganku yang terus memukul tubuhnya, “Mianhe saengi..”

Kesal dengan kata-kata itu, ”YAA! KAU MASIH BERANI MEMANGGILKU SAENGI??”

“SETELAH MENCIUMKU KAU MALAH TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DAN MELARIKAN DIRI?!”

“SEKARANG KAU MASIH SAJA MEMANGGILKU SAENGI?? APA KAU MASIH MENGANGGAPKU DONGSAENG OPPA??”

Oppaku hanya kaget mendengar aku marah-marah, “Minhye ya..” lagi lagi hanya itu yang ku dengar.

_moTHo POV_ *Siap-siap gigit jari

Minhye yang sambil menangis kemudian memeluk bahu oppanya. Sekarang posisi Minhye sedang duduk diatas Minho.

“Oppa,,” sahutnya pelan tiba-tiba. Ekspresinya kini tidak menunjukan amarah seperti tadi, malah sebaliknya. berubah menjadi lembut seketika.

Yeoja itu pelan-pelan mendekatkan wajahnya pada oppanya dan ..

CHU ♥♥♥

Dia mencium oppanya tepat dibibir yang membuat Minho menjadi kaget kemudian. Minhye tidak melepaskan ciuman itu. Walau pun itu ciuman pertama yang diberikannya pada oppanya, tapi dia sungguh agresif melakukannya.

Lama kelaman ciuman itu semakin panas karena Minhye tidak melepaskannya juga. Minho masih diam saja menikmati ciuman yang diberikan dongsaengnya. Minhye terus menciumnya sambil meracau mengacak-ngacak rambut oppanya bahkan sesekali menjegutnya gemas yang kemudian membuat Minho jadi tidak tahan akan godaan tersebut. Kini Minho pun membalas ciumannya. Membalas pelukan Minhye kemudian.. dan mencium bibir Minhye dengan agresif juga. Mereka benar benar sedang di liputi perasaan yang klimaks. Kerinduan yang sudah lama dipendam akhirnya keluar juga…

“Oppa… empphhh..ssshh..” suara desahan itu berbisik ditelinga Minho karena Minhye kini semakin bertingkah.

Sambil memeluk Minho yang diciumnya, tangan Minhye tidak pernah diam. Membuat keadaan tambah panas. Minho pun kini jadi tergoda oleh keadaan. Rasa penasaran yang sudah dikuburnya akhirnya tidak bisa tertahan lagi. Hingga kemudian tangannya mulai meraba setiap inci dari kulit Minhye. Meraba lehernya.. Menyentuh segala hal yang ada dihadapannya…

Sampai tidak sadar mereka melucuti pakaian masing-masing. Minho yang tersenyum evil terus membuka kemeja dongsaengnya itu. dan kini ….

#PIIIIIIPPP SENSOR oke……………………………………………………………

………………………………………….SENSOR………………………………….

Pokonya mereka melakukan itu pada akhirnya… *Ayoooo…udah pada mesum ni bayanganya.

+++++

Kini Badan mereka hanya terbungkus selimut biru tebal, sedangkan pakaian mereka sudah berserakan dilantai. Minhye terkulai lemas disamping namja yang setengah telanjang itu. Dia memegang dada namja itu dan memeluknya. Namja itu sadar dan ikut memeluknya juga.

“Oppa, kenapa kita melakukan ini??”

Minho hanya mengecup kening yeoja itu dan mengeratkan pelukannya.

“Oppa, kau masih mau bilang kalau aku ini saengimu??”

Minho tersenyum mendengarnya dan mengacak-ngacak poni Minhye pelan yang sedang dipeluk olehnya, ”Aniyo, aku tidak pernah menganggapmu dongsaeng Minhye ya..”

#Deg.. Minhye kaget dengan ucapan oppanya, tapi kemudian malah tersipu malu.

“Tahu tidak? Aku kira diantara kita yang aneh adalah diriku. Tapi, rupanya oppa yang paling aneh!”

“Mwo?!”

“Neomu Joahe oppa,”

#Deg.. Kini Minho yang dibuatnya berdebar-debar.

“Saranghae,” bisik Minho pelan.

Sementara itu, Minhye malah sudah tertidur karena lelah disamping oppanya yang memeluknya.

 “Aishhh~ aku sedang serius dia malah tidur!” Minho tidak bisa tidur sama sekali. Dia jadi berfikir atas kejadian ini,, Pikirannya jadi melayang kemana-mana.

…..Aku sudah benar tidak bisa tanpanya.. Dia hampir membuatku gila dengan semua ini. Usahaku selama ini sudah sia-sia. Setelah insiden ciuman kini kami malah melakukan hal ini.. Benar katanya aku namja yang jahat!! Sangat jahat! Dan juga lebih aneh dari dirinya!

….. Minhye ya~ bagaimana kau bisa datang kesini dan menciumku seperti ini yang akhirnya menuntunku untuk melakukan semua ini padamu

…… Mianhe, sekarang aku sudah tidak mungkin membohongi diriku sendiri untuk tidak sayang padamu. Gomawo sudah datang kemari.

Minho menatap Minhye yang sedang tidur. Dia masih ada dipelukan Minho. Dia mencium puncak kepala Minhye yang tepat berada dibawah dagunya dan akhirnya Minho pun tertidur… *Aw so sweet! Apaan si author nimbrung wae..

+++++

Minhye pulang tanpa memberitahu oppanya dan meninggalkan sebuah note seperti yang pernah Minho lakukan padanya sebelum pergi.

Minho terbangun malam itu. Dia belum sepenuhnya sadar. Dia mencari sesuatu dengan tangannya yang terus menepuk ranjangnya, tapi dia tidak mendapatkan apa yang ia cari disana. dengan perlahan dia pun membuka matanya..

Dia tidak melihat Minhye disampingnya. Akhirnya namja itu bangun dan duduk walau pun kepalanya masih pusing. Dia melihat suatu note kecil yang menempel di dadanya. Kemudian membacanya..

::oppa, pulanglah kerumah kalau kau memang serius denganku.
Aku menunggumu. luph u ::

Namja itu kemudian tersenyum dan segera bangun dari situ. Dia melihat baju yang tergeletak dilantai. Beberapa menit kemudian malah jadi teringat apa yang baru saja dilakukannya.

“ARGHHHH…” teriak Minho sambil mengacak-ngacak rambutnya.

Kekonyolan kedua yang aku lakukan dengannya.. Aku harus serius dengan keputusanku! Minhye ya~ tenang saja aku akan bersamamu! Serunya berbicara pada diri sendiri.

++TBC++

Author note *ngeksis mulu*:Hhaha.. haha… belom ending! Keke.. part selanjutnya seriusan deh mau ending!! Mian ya kalo NC nya kurang NC.. ^^ NO more NC oke.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

102 thoughts on “Brother Complex – Part 9”

  1. Ahhhh,, AUHTOR kenapa di sensor T,T
    *ketauanyadongakut*

    Huahhh sumpah kece FF jrng” aku komen pake kece FF but buat FF yg supel dubel kece 😀

  2. *otakyadongmodeon**gigitjari**kedip-kedip**tersipumalu*kemudianhisteris*
    akkkk…akkk…akkk… Minhoo luph u:*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s