The Name I Loved

The Name I Loved

Author             : Lee Tae Ri imnida ^^

Main Cast        : Lee Jinki , Park Rindae

Support Cast    : Park Nada

Length              : Oneshot

Genre               : Drama     

Rating               : General

Summary          : Seseorang yang kesepian karena ditinggalkan oleh orang yang dia cintai.

A.N                 : Annyeong semuaa ^0^ , ini FF pertama ku yang aku kirim , mianhae ya kalo misalnya ceritanya gajelas . Comment ya ^^ , kamsahamnida *bowing*

 

“Kau melihatku kan Rindae ? Jauh di atas langit sana ? Aku sedang merekam laguku yang baru ini “The Named I Love” , sepertinya lagu ini sangat cocok dengan keadaan ku sekarang. Kau melihatku kan saat aku menangis karena menyanyikan lagu ini ? Kau sedang apa sekarang Rindae ?” Tanya Jinki sendirian di pojok studio. Ia sedang duduk termenung entah memikirkan apa.

“Hyung , apa yang kau lakukan disana ?” Tanya Jonghyun

“ah , aniyo Jonghyun , lanjutkan saja rekaman nya . Aku ingin beristirahat dulu , aku lelah .” ucap Jinki yang biasa dipanggil Onew.

“ne , baiklah.” sahut Jonghyun

Jinki POV

Ah Rindae, aku lelah dengan semua ini. Berpura-pura untuk tidak kelihatan tersakiti padahal aku sangat tersakiti, aku tidak kuat menahan ini sendirian, sejak kepergianmu sepertinya aku tambah lemah, sangat rentan jika melihat orang berpacaran. Apalagi kalau Jonghyun dan Shin Sekyung sedang kencan, aku tidak tau kenapa tetapi aku rasa aku iri karena melihat kemesraan mereka. Aku merindukan saat-saat itu Rindae. Dulu, waktu kita bersama-sama main ditaman saat kita masih kecil. Aku masih ingat kau paling suka jika menaiki ayunan, aku mendorongmu dari belakang agar ayunan itu semakin cepat dan cepat. Kita masih kecil waktu itu, kau ingat kan ?

Apakah memang aku tidak bisa melupakanmu Rindae ? Terlalu membekas kah kau di hatiku ? Sampai-sampai aku tidak bisa melupakanmu ? Aku merutuki diriku sendiri sekarang, kenapa dulu aku menghilang ? Kenapa dulu saat aku ingin pergi aku tidak memberitahumu dulu ? Agar kau bisa tetap menungguku dan mencintaiku sama seperti yang kulakukan. Lee Jinki babo ! Harusnya kau menolak tawaran itu dulu , jika tau semuanya akan seperti ini. Harus kehilangan kau Rindae. Aku tidak akan bisa seperti ini terus , aku membutuhkan mu sekarang !

janganlah seperti itu Jinki , aku tetap menjagamu setiap saat ….. “ terdengar sebuah bisikan di telingaku.


“Mwo ? nuguseyo ? dimana kau ? Rindae ? Rindae dimana kau ?” Tanya ku panik sendiri

Tidurlah dulu , aku ingin berbicara denganmu. Ada yang harus kukatakan padamu ….” terdengar lagi sebuah bisikan di telingaku


Baiklah , jika itu bisa membuatku bertemu denganmu Rindae.” ucapku.

Aku pun kemudian langsung terlelap dan aku merasa, berada di suatu tempat yang sangat damai. Semuanya berwarna putih, sampai sampai aku menemukan seorang yeoja yang wajahnya sangat mirip dengan Rindae, memakai sayap yang sangat besar dan berwarna putih bersih. Apakah itu kau Rindae ?

“Apakah itu kau Rindae ? Itu kau kan ? Park Rindae ?” Tanya ku

“Iya , ini aku Rindae, Jinki. Kau kenapa terus begini ? Bukankah aku sudah berkata pada surat yang kuberikan padamu ? Jangan pernah menangis lagi sejak kepergianku, kau tidak mengikuti kata-kata ku Jinki .” ucap Rindae yang benar benar terlihat seperti Malaikat.


“Aku tidak bisa Rindae, kenangan kita terlalu banyak. Aku tidak bisa untuk tidak menangis, setiap kali mengingat kau. Aku pasti akan meneteskan airmata, Aku memang babo. Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau memiliki penyakit seperti itu ? Paling tidak, aku akan menghabiskan waktuku untuk selalu bersamamu. Tetapi aku malah meninggalkanmu.” ucapku kemudian menunduk

Aku sengaja Jinki. Aku tidak ingin jika aku memberitahukanmu tentang penyakitku, kau akan meninggalkan pekerjaanmu dan merawatku dengan penuh kasih sayang. Masa depanmu masih cerah Jinki , aku tidak ingin kau menghabiskan waktumu yang berharga itu hanya dengan merawatku yang pasti akan meninggal tidak lama saat itu.” ucap Rindae kembali.


“Tapi sekarang kau lihat kan ? Aku sudah benar-benar rapuh. Kau kira aku akan tahan jika tidak ada kau ? Yang selalu menyemangati ku di saat aku putus asa, yang selalu ada saat aku bersedih, yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Yang selalu membuatku tersenyum karena ulahmu yang lucu.  Aku merindukan semua hal itu Rindae, sekarang aku lebih sering menangis Rindae .” balas ku lagi

“Apa kau juga tidak sadar Jinki ? Ada seorang yeoja yang sama seperti aku , selalu menyemangati mu di saat kau putus asa , selalu ada saat kau bersedih karena ku , yang selalu menemanimu di dalam suka dan duka , yang membuatmu selalu tersenyum . Kau tidak sadar akan keadaan Park Nada ? Kelak dia pasti akan menggantikan keberadaan ku dihatimu , kau harus memulai membuka hatimu pada yeoja lain .” ucap Rindae sambil tersenyum .


“Park Nada ? Aku tidak bisa Rindae , dia memang selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk bercerita, ataupun untuk menemaniku saat aku kesepian. Aku tidak bisa mencintainya , hatiku sudah terlanjur terisi dengan semua tentang mu dan kenangan kita. Kau juga mencintaiku kan Rindae ?” Tanya ku kepada Rindae , aku memang selalu mencintainya. Akupun kaget saat Rindae berkata tentang Park Nada , yeoja itu . Yang selalu ada di sampingku , aku bahkan tidak peka dengan perasaan Nada ,Rindae memang selalu memperhatikanku .

“Janganlah membuatku tidak tenang disini Jinki karena perasaanmu itu . Aku tau kalau kau sangat mencintaiku , aku juga mencintaimu Jinki , sangat mencintaimu . Ini semua adalah takdir Tuhan , aku memang tidak ditakdirkan denganmu . Walaupun kita pernah mencintai satu sama lain , tapi sekarang kita sudah berbeda . Aku bukan manusia lagi sekarang , aku memang tidak terlihat . Tapi aku terus memperhatikan orang yang kusayang , termasuk kau Jinki . Kau selalu merasakan keberadaan ku kan setiap saat ?” ucap Rindae dengan lembutnya

“Apa yang harus kulakukan agar kita bisa bersama lagi ? Haruskah aku menyusulmu ? Mungkin kematian akan membuat kita bersama lagi . Itu mungkin akan membuat kita bersama lagi bukan Rindae ?”tanyaku karena aku benar-benar ingin bersamanya .

“Jangan Jinki , jika kau melakukan itu . Aku akan sangat membencimu , sangat membencimu , dan aku tak akan mau mengenalmu .Kita sudah bersama dari dulu Jinki , bahkan saat aku meninggal pun . Kita sudah selalu bersama , aku selalu berada di sampingmu .” jawab Rindae


“Bukan kebersamaan itu yang kumaksud , tetapi kebersamaan saat aku bisa bergandengan tangan denganmu , saat aku bisa memberikan cintaku kepadamu . Saat kita berpergian bersama , aku ingin kita selalu bersama seperti kita masih kecil dulu . Kebersamaan itu yang kumaksud .”ucapku agar bisa membuat Rindae mengerti

“Aku mengerti Jinki , tetapi aku sudah tidak bisa membuat itu menjadi kenyataan untukmu lagi. Terima saja kenyataan ini untuk membuatku tenang hidup di alam ini Jinki . Aku juga selalu khawatir dan mencemaskanmu saat kau termenung sedih lagi karena memikirkanku  . Hatiku sama sekali tidak tenang saat kau termenung sedih karena ku . Jinki , waktuku sudah cukup . Aku tidak bisa berbicara berlama-lama denganmu . Aku dipanggil oleh Tuhan .” ucap Rindae kemudian dia seperti ingin pergi


“Apa Rindae ? kita baru bertemu sebentar dan sekarang kau akan pergi lagi ? Tunggu , masih banyak yang aku ceritakan padamu .”ucapku tidak ingin melepas Rindae

“Tidak apa Jinki , aku selalu ada disampingmu walaupun kau tidak melihatku . Saranghaeyo Jinki :D” ucap Rindae sambil tersenyum dengan Jinki kemudian ia menghilang seketika


“RINDAE ! JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI ! AKU MOHON RINDAE !” triak ku kemudian Nada pun menepuk ku .

“Oppa kenapa ? gwaenchana ? Mimpi buruk ya oppa ?”Tanya Nada , raut wajahnya terlihat cemas .

“ah , aku tidak apa Nada . Tadi aku memimpikan “dia” Nada .” balasku dengan wajah tersenyum yang membuat raut wajah Nada tidak cemas lagi

“mwo ? Park Rindae eonni ? whooaa ~ dia pasti sangat cantik , ceritakan padaku oppa .” rengek Nada

“ah , baiklah . jadi tadi aku sedang …………………………………………………..” ucap Jinki panjang lebar menjelaskan nya pada Nada

Author POV

Keadaan Jinki pun membaik setelah mimpi pada hari itu . Bagaimana dengan Park Rindae ? Dia tetap memperhatikan Jinki setiap saat , melihat Jinki yang mulai bisa untuk tersenyum dan tertawa karena Park Nada .

*Beberapa Tahun Kemudian

Jinki dan Nada sedang berangkat ke suatu tempat . Mereka pergi ke sebuah pemakaman , dan itu adalah pemakaman tempat Rindae di kubur .

“Rindae , terima kasih atas semua ucapan mu , sekarang aku sudah sadar . Kau memang benar , Park Nada sangat percis sepertimu , sifatnya , tawanya , semuanya sangat mirip denganmu .” ucap Jinki kemudian Nada pun berkata

“Yaaa , Jinki . Tapi kau tidak menikahi dan mencintaiku hanya karena aku mirip dengan Rindae eonni bukan ?” Tanya Nada cemburu

“Faktor itu yang membuatku mencintaimu dan karena aku mecintaimu sepenuhnya .”ucap Jinki sambil mengelus-elus perut Nada .

Jinki dan Nada sudah menikah dan sekarang , Nada sedang mengandung anak pertama mereka . Pernikahan mereka diadakan sekitar 1 tahun yang lalu .

Kemudian , terlihat seorang yeoja dari kejauhan memakai baju serba putih yang sangat bersih , ia pun juga memakai sayap . Itu adalah Rindae .

“Aku juga bahagia jika kau bahagia Jinki , Park Nada akan menggantikanku . Selamat berbahagia , aku akan terus menjaga kalian .” ucap Rindae


Nada pun sepertinya terarah karena melihat sesuatu dan ia menengok kearah tempat berdirinya Rindae.

“Kamsahamnida Rindae eonni karena telah membuat Jinki bisa tersenyum dan tertawa lagi , kamsahamnida juga karena telah membuat Jinki sadar bahwa Rindae eonni selalu ada disampingnya.” Ucap Nada

“Mwo ? apa yang kau katakan jagiya ?”Tanya Jinki

“ah aniyo Jinki , ayo kita pulang . Sudah kan melayat Rindae eonni ? Aku lelah berdiri terus , anak yang ada di dalam kandunganku menendang-nendang perutku .” ucap Nada kepada Jinki

“ah baiklah , ayo kita ke mobil .’’ ucap Jinki

Saat Nada berjalan kembali ke mobil , terdengar sebuah bisikan di telinga Nada .

“Cheonmaneyo Nada , aku juga berterima kasih karena kau membuat Jinki seperti yang dulu , yang selalu tersenyum dan tertawa .Jaga dia baik-baik ya , aku akan selalu memperhatikan kalian , dan aku doakan persalinan bayimu lancer ya Nada.” Samar samar terdengar suara Rindae


“Tenang saja Rindae eonni , terima kasih atas semua perbuatanmu .” ucap Nada .

The End

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “The Name I Loved”

  1. :’) Nada bisa “komunikasi” juga ya? huu huu T,T authornya daebak. Baca sambil denger lagu “One More Time”nya kim hyun joong, nangis beneran :”((

  2. ya thor ceritanya gmana kok Jinki ma Nada bisa sampai menikah gtu . . . .

    aku jadi ngerasa kalau Nada cuma jadi pengganti Rindae

    ps=namanya mirip namaku ya 😀 kalau aku Rindan kalau yang disini Rindae 😛

  3. Rindaeee
    Nyesek banget pasti jadi jinki
    Tapi gapapa
    Toh akhirnya dia bahagia
    Ada yang gantiin rindae di hatinya
    Dan park nada juga sabar banget
    Ngebalikin jinki seperti semula lagi
    Ga nangis terus
    Garagara mikirin rindae

  4. cpet bgt, tau2 udah hamil aja, Park Nada…
    mian, mau nanya, nih authornya sm dg author ‘venustraphobia’kah??
    nm tokohnya sama, Park Nada…
    Aku jg suka bgt ma ff yg ituu…
    keep writing, thor…
    good work

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s