What If – Part 9 [End]

Author             : Storm

Casts               : Yoora, Minho, Jonghyun

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Sequel

Rating             : General

Summary         : Jangan berlebihan Kim Jonghyun. Memangnya kau sepenting apa? Hingga aku dan Minho harus putus karenamu?

Song Credit     : What about Love – Lemar (Salah satu lagu yang paling menyesakkan jiwa! T.T)

 

What If-Part 9 (End)

Promise!

 

*BRAK

“HAN YOORA!”

“Kim Jonghyun?” Kupandang kesal dirinya yang telah membuka pintu dengan kerasnya. Pagi-pagi sudah bikin gaduh kantor. “Kenapa? Sampai buka pintunya keras banget? Ada gempa bumi? Tsunami menerjang Seoul? Kebakaran? Longsor? Gedung SM roboh? Hmm? Ada apa?”

Jonghyun berdecak lalu berjalan menghampiriku dan menatapku garang, “ARE YOU INSANE??

Insane? Gantian aku yang berdecak kesal. “Apaan? Insane? Siapa?”

Jonghyun menanggapinya dengan membuka sedikit mulutnya tidak percaya. “Kau Han Yoora! Kau! Apa kau gila?”

“Ini apaan sih Jjong? Insane? Gila? Kau menyebutkan terjemahan kata? Baik sebentar aku ingat-ingat dulu bahasa Perancisnya gi-”

“HAN YOORA!!”

“Aish! Jinjja! ADA APA??” Aku mulai menaikkan nada suaraku. “Senang sekali kau teriak-teriak di pagi hari. Hah? Ada apa? Kenapa? Mood-mu jelek? Habis ditinggal Key? Atau apa?” Jonghyun kembali memberikanku tatapan tidak percaya dan menarik nafas pasrah.

“Kenapa kau putus dengan Minho?” Ohhh.. Aku langsung mengerti kemana arah pembicaraan ini.

“Sudah tidak cocok.” Jawabku singkat. Tanganku kembali bergerak di atas keyboard komputer di kantor ini setelah tadi sempat terhenti karena ulah bocah kekanakan ini.

“Tidak cocok? Han Yooraaaaaa?” Jonghyun kembali menatapku tidak percaya. “Segampang itukah? Segampang itu kau putus dengannya?” Tidak. Tidak gampang Jonghyun! Tidak gampang!

“Yeah.. segampang itu!” Kembali kujawab singkat. Walau tidak sama sekali. Kau tidak tau seberapa sakitnya aku menahan diri untuk tidak melirik Minho. Kau tidak tau seberapa beratnya aku untuk terus bersikap biasa setiap bertemu dengannya, walau hati ini ingin memeluknya dan menggenggam tangannya. Dan kau tidak tau, seberapa perihnya hati ini melihat dirinya yang selalu bersama wanita lain yang terus berganti-ganti setiap harinya. KAU! TIDAK! TAU!

“Han Yoora?” Jonghyun menggelengkan kepalanya. Ia masih tidak percaya dengan jawabanku.

“Kim Jonghyun??” Kuulang panggilannya dengan nada yang sama yang ia berikan padaku.

“Kau gila!”

Well, tidak segila namja yang dengan bodohnya menyayat pergelangan tangannya dengan alasan untuk bertahan.” Jonghyun tampak tersentak dengan sindiranku padanya.

“Ini bukan karenaku kan?” Diam. Tidak kujawab.

“Han Yoora! Jujur padaku! Bukan karena aku menyayat diriku kan? Hingga kau putus? Hah?” Kunaikkan satu sudut bibirku. Menatapnya dalam. Tapi tetap mengunci bibirku.

“Hahh..” Jonghyun mulai menyadari alasan sebenarnya. “I-ni karena ku? Iya kan? KATAKAN!! KATAKAN PADAKU HAN YOORA!! KATAKAN!” Panik terlihat di wajahnya. Takut dan rasa bersalah juga terlihat di sana.

“Jangan berlebihan Kim Jonghyun. Memangnya kau sepenting apa? Hingga aku dan Minho harus putus karenamu? Katakan padaku sepenting apa dirimu?”

“Jadi..Ini semua karena ketidakcocokan kalian?” Aku mengangguk. Terlihat kepanikan, ketakutan, dan rasa bersalah sudah mulai menghilang dari raut wajahnya.

“Pergilah. Kerjaanku banyak Jonghyun. Manager akan membunuhku jika tidak selesai hari ini.” Jonghyun mengangguk.

“Yoora..”

“Ya?”

“Aku tau aku tidak begitu penting dalam hidup kau dan Minho. Tapi kumohon, jika ada kesempatan lagi untuk kalian kembali bersama. Kembali lah..” Ujarnya sebelum membuka pintu dan menghilang dari hadapanku.

Aku tersenyum datar. Tidak begitu penting katamu? Kalau kau tidak begitu penting untuk apa aku dan Minho putus? Untuk apa kami berdua menyakiti diri kami sendiri? Itu semua karenamu Kim Jonghyun. Kau pikir Minho tega melihatmu menyayat dirimu karena hubungan ini? TIDAK!! Ia tidak tega! Karena itu kami memutuskan untuk berpisah. Karena kami begitu menyayangi dirimu.

***

*TING

“Hahhhhhhhhhh…” Kumasuki lift di gedung SM ini dengan nafas berat. Kosong. Hanya ada aku, 4 dinding tinggi yang kurasa sangat kokoh, dan juga sebuah kaca besar yang tertempel erat di salah satu 4 dinding tinggi itu.

“Hufffff… TSK! Hahhhhh!!”

Menghela nafas. Berdecak. Menghela nafas lagi. Dan berdecak lagi.

“Hooohhhh”

Dan sekali lagi aku menarik nafas panjang dan berat.

“Hfff.. Berat ya sayang? Aku mengerti sekarang kenapa kamu dulu ngotot sekali untuk berhenti dari drama percintaan ini.” Ucapan Minho empat minggu lalu kembali mengetuk pintu ingatanku. Melintasi begitu saja pikiran yang selalu ingin ku tutup rapat.

*TING

Pintu lift terbuka. Seorang karyawan yang juga bekerja di sini berjalan memasuki lift.

“Malam Yoora ^^” Sapanya. Aku beruntung setidaknya ada teman bicara. Aku beruntung setidaknya ingatan itu tidak akan mengajakku bermain lagi.

“Malam onniee ^^” Balasku dengan senyuman.

“Baru selesai?” Aku mengangguk. “Ini kan sudah malam,” ujarnya lagi.

“Ehehe kerjaannya baru selesai onnie ^^” Jawabku terkekeh.

“Akhir-akhir ini kuperhatikan kau selalu pulang malam. Sengaja atau memang banyak kerjaan?” Sengaja. Akal busukku untuk menyibukkan diri. Akal busukku untuk melupakan semuanya.

“Ahahaha mana mungkin aku sengaja? Sebenarnya aku ingin sekali pulang sore. Tapi akhir-akhir ini kan 13 orang itu sibuk sekali. Promosi di sini. Promosi di sana. Konser di sini. Konser di sana. Hahhh.. Onnniieee mau bertukar tempat denganku?” Onnie itu tertawa. “Semangatlah Yoora!”

*Ting

“Aku duluan Yoora” Pamitnya sesaat setelah lift sampai lantai dasar.

Bye onnie ^^”  Hufff. Yup benar! Semangat!! Semangat!! Hoohhh..

Kembali kulangkahkan kakiku berat. Berjalan di tengah jalanan Seoul yang selalu ramai di pagi hari, tetapi agak lenggang ketika langit sudah berwarna hitam.

“Sayang, apa yang harus kita lakukan?” Suara dalam bentuk pertanyaan itu kembali hadir. Setting tempat Minho mengajukan pertanyaan itu kini terlihat jelas di mataku. Sebuah taman bermain kecil dengan dua ayunan, satu perosotan, dan pasir, dan tentu saja mainan-mainan lainnya.

“Maksudmu?”

“Aku tau kau tidak bisa melihat Jonghyun hyung seperti itu. Dan aku juga tidak bisa melihatnya seperti itu, sayang. Aku.. Ehm.. Walau ia memintamu untuk terus bersamaku. Tapi, kalau setiap menit ia melihat kita bersama, dan setiap menit juga ia menyayat pergelangannya, ia benar-benar akan hancur. Ya kan?” Aku waktu itu hanya diam. Menatapi pasir di bawah kakiku. Mengayunkan kecil badanku yang sedang duduk di ayunan ini.

“Sayang..”

“Hmm?”

Jangan hanya menghela nafas. Jangan diam saja. Aku butuh pendapatmu.” Entah kenapa, waktu itu suara Minho terdengar berat. Dan lidahku ini terasa kelu untuk menjawabnya. Aku hanya bisa melekatkan pandanganku pada pasir ini.

Kurasa aku akan pergi saja. Aku akan pergi jauh dari Seoul. Tidak apa-apa kan, sayang?” Namja itu tidak langsung menjawabnya. Ia hanya mengikuti gerakanku yang terus mengayunkan tubuhku ini.

Lama ia mengayunkan tubuhnya. Hingga ia menghela nafas panjang. “Kenapa? Kenapa pergi?

Kurasa, keputusan awal ku untuk tidak memilih salah satu dari kalian benar. Kecuali, kita mau bersikap egois. Yesung oppa bilang, banyak pasangan di luar sana yang tetap menjalin hubungan tanpa perduli akan pihak yang sakit hati. Tapi masalahnya adalah, seperti yang kau bilang tadi, kita tidak bisa melihat Jonghyun seperti itu. Ya kan?” Kudongakkan kepalaku pada saat memaparkan semua itu. Matanya terlihat sedih, terlihat tidak rela, terlihat menangis walau tidak ada air mata yang jatuh.

Kalau aku ikut menyayat pergelanganku. Akankah kau tetap di sini? Akankah kau tetap di sampingku?

Anni.. Kalau kau menyayat pergelenganmu, aku juga akan ikut menyayat pergelanganku.” Minho tertawa kecil mendengar jawabanku waktu itu. “Kenapa?” Tanyanya kemudian.

Karena itu caraku bertahan menghadapi dua namja bodoh yang juga bertahan dengan cara yang bodoh.” Minho semakin tertawa mendengarnya.

Kalau begitu pergilah. Aku tidak mau melihatmu menyayat-nyayat anggota tubuhmu.” Tapi nyatanya aku tidak bisa pergi Minho. Yesung oppa melarangku untuk pergi. Ia memintaku untuk terus bertahan. Bertahan di Seoul. Bertahan di tempat yang mungkin akan selalu mengingatkanku atas patah hati ini.

Kau yakin?” Tanyaku menanggapi pernyataannya itu. Waktu itu Minho mengangguk, walau sangat terlihat jelas bawa ia tidak rela akan keputusan ini.

Ini tidak mudah Yoora. Tapi.. Kurasa aku bisa bertahan. Seperti yang kau bilang waktu itu, aku ini kan seorang playboy, jadi mungkin aku akan sering menggoda gadis dan para bias ku di luar sana atau mungkin kuperbanyak gossip tentang 2Min. Bagaimana? Kau tidak apa-apa?” Ia terkekeh. Tapi dapat kupastikan bahwa matanya memerah waktu itu. Matanya menahan airmatanya agar tidak jatuh.

Ah.. Apaan?? Ga! Aku tidak mengizinkannya. Kau kan milikku, jadi kau tidak bo-” Minho tersenyum melihatku tidak terima seperti itu. Menatapku lama. Dan mengecup keningku.

Tidak apa-apa ya sayang? Daripada aku harus menyayat pergelangan tanganku juga. Ya kan?

Minho.. Aku.. Aku..

Sstt.. Jangan menangis.” Pintanya setelah melihat mataku yang mungkin sudah berkaca-kaca. Tangannya mengusap pelan kepalaku.

Ini juga berat bagiku. Dan akan lebih berat jika aku melihatmu menangis. Ya?” Aku hanya bisa mengangguk pada waktu itu. Aku tau keputusan ini berat bagi kami. Sangat berat. Tapi apa yang bisa kami lakukan? Jonghyun tidak bisa diabaikan. Dan kami terlalu menyayanginya.

 “Kumohon bertahan untuk tidak jatuh. Bertahan sampai seseorang datang padamu dan meminjamkan kedua pundaknya untuk kau rebahkan kepalamu. Meminjamkan punggungnya untuk kau senderkan. Dan menstransfer lelahmu padanya. Mengerti?” Minho. Minho yang mengatakan semua itu. Ia mencoba tegar. Walau tarikan nafas berat terdengar darinya.

Tapi Minho, bagaimana jika aku tidak bisa bertahan? Bagaimana jika aku tidak bertemu seseorang itu? Bagaimana jika..hiks..ba-bagaimana jika..huhuhu..

 

What if I took my time to love you?
What if I put no one above you?
What if I did the things
That really mattered?
What if I ran through
Hoops of disaster?

Bagaimana jika tidak ada seseorang yang bisa menggantikan dirimu? Bolehkah aku berlari padamu? Boleh?

Haruskah kita melakukan ini? Haruskah kita menyerah atas hubungan ini?

What about love?
What about feeling?
What about all the things that make life worth living?
What about faith?
What about trust?
And tell me baby…what about us?

Lalu jika kita menyerah, bagaimana dengan perasaan kita? Bagaimana dengan semua perjuanganmu untuk mendapatkan ku? Bagaimana dengan semua hal yang sudah kau lakukan untuk membuatku mencintaimu? Bagaimana dengan semua itu?

Jika kita menyerah, sudah siapkah kita akan kehilangan diri masing-masing? Aku? Aku tidak bisa. Aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu. Tidak bisa! Kau mengerti?

 

How can I give this
Love a new beginning?
How can I stop the rain?
It’s never ending
How do I keep my soul believing?
Memories of how we
Should be keep calling

So, Minho, tell me how can I stop this feeling. TELL ME!!

I’ll take the rivers rise
I’ll take the happy times
I’ll take the moments of disaster

Hoohhh.. Tapi sudah diputuskan bukan? Ini yang terbaik untuk kita- aku, kau, dan Jonghyun. Memang sudah sewajarnya kita menghentikan hubungan ini. Aku berjanji malam ini adalah malam terakhir aku menangis. Malam terakhir aku menyesali keputusan yang sudah kita buat bersama. Dan kau tau? Mungkin aku akan tetap menyimpan kenangan kita. Kenangan atas moment-moment bahagia ku. Moment-moment yang berhasil membuat pipiku memerah. Tidak ada yang bisa menghapus itu semua kan? ^_^

***

Minho POV

*Ting

Kulihat gadis yang selalu cantik di penglihatanku ini keluar dari lift. Akhir-akhir ini kuperhatikan dirinya sering sekali pulang malam. Tidak jarang kulihat ia sering menarik nafas berat dan berjalan dengan kepala tertunduk. Ia juga tidak memperhatikan jalanan yang dilaluinya. Seperti malam ini, gadis ini bahkan tidak menyadari bahwa aku mengikuti dirinya. Bukan seperti stalker yang berjalan sembunyi-sembunyi, aku berjalan tepat di belakangnya. Tapi kenapa ia tidak menyadari kehadiranku sama sekali.

“Hhhhhh” Ia menarik nafas berat lagi. Ayolah kumohon jangan seperti itu. Bernafaslah dengan ringan Yoora. Jangan sesakkan dirimu sendiri. Ambil batu besar yang menghimpit dadamu itu.

Kuhentikan langkahku ketika kulihat Yoora melangkahkan kakinya ke sebuah taman. Taman yang menyimpan semua memory ku dengan dirinya. Kulihat ia kini duduk terayun di sebuah ayunan. Menundukkan wajahnya. Dan sekali-sekali menatap kosong jalanan dan langit hitam ini. Tersenyum getir sebelum akhirnya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Kenapa melihatmu seperti itu justru membuatku susah untuk menghirup udara? Apakah kau menangis? Ayolah Yoora, bukankah sudah kukatakan untuk bertahan? Kumohon bertahanlah Yooraa…Bertahan! Jangan menangis.

Drrtt..ddrrttt…

1 Message received.
Read now? Yes.

Kulihat nama pengirimnya. Pacar Cantik ^^.  Kini kualihkan pandanganku padanya. Kulihat ia dengan ponsel di tangannya tersenyum dengan air mata.

From: Pacar Cantik ^^
Hi, handsome? *teasing* =p kekeke
Sleep already?
Ehm.. Just wanna say that I am ready to move.
Ready to step my heart into one’s heart.
Promise me you won’t me the man who can’t be moved?

Saranghae, for the last time! ^^

-Yoora-

Aku tertawa membacanya. Kau ini sedang membohongiku atau apa? Ready to move? Sedangkan dirimu mengirimiku pesan dengan air mata. Dasar sok tegar!

To: Pacar Cantik ^^
Handsome? Iseng ya? Malam-malam menggodaku hehehe
Untung lagi ga bareng kamu. Kalo bareng tau kan what am I gonna do to you?
Kiss! Kiss! Kiss! Kiss! *slurp =9

From: Pacar Cantik ^^
Ga usah mulai goda-menggoda ya? Kulaporin Yesung oppa nih!

To: Pacar Cantik ^^
Ga takut! Lagian emangnya kamu siapanya Yesung hyung? Pacarnya?

From: Pacar Cantik ^^
Maybe! =p kekeke.. *ngarep! Eh tapi beneran lagi pendekatan ini =p
Kamu udah punya belum? Lirik-lirik lah gadis lain..
There are so many fish in the sea, remember?

 

To: Pacar Cantik ^^
Memang!
Banyak ikan di laut, tapi kan nemo nya cuma satu!
*ngerucutinbibir

Nemo itu kamu! Hanya kamu! Tidak ada yang lain!

 

From: Pacar Cantik ^^
Haelahhh..kenapa harus nemo??
Ikan badut merah begituu..
Cari starfish! Ara?

Aku tertawa lagi. Mau starfish. Mau Nemo. Mau lumba-lumba sekalipun. Mereka itu kamu. Hanya kamu.

 

To: Pacar Cantik ^^
Patrick dong? Hakakakak
Ara! Ara!
Nanti kalo udah dapat lirikan baru, kukasih tau deh!
Anyway, Yoora, kisah ini benar-benar happy ending kan?

From: Pacar Cantik ^^
^_^
Sangat! Sangat happy ending!
Kau dan aku tetap bahagia.
Walau menyesakkan di awal sih.. kekeke
Dann yang pentinggg..
Jonghyun juga baik-baik saja (itu kan poinnya?) ^^

 

Happy ending? Kau yang mengatakannya Yoora. Jadi kumohon buat kisah kita ini benar-benar happy ending. Jangan hanya menangis. Jangan hanya menarik nafas dengan beratnya.

To: Pacar Cantik ^^
YUP! Totally happy ending!
Happy ending kan tidak berarti kita harus menikah
Happy ending itu artinya kita semua bahagiaaaaaa ^^

 

From: Pacar Cantik ^^
Bahagiaaaa?? ß MWOYA??? o.Oa
Kenapa jadi seperti anak kecil begitu?


To: Pacar Cantik ^^

Ehehe biarin! :p
Yoora, jika reinkarnasi itu benar ada,
maukah di kehidupan selanjutnya, kita bertahan?

Perlahan kutinggalkan dirinya di taman. Berjalan menyeberangi taman ini seorang diri. Menunggu jawaban darinya atas pertanyaanku.

Drrtt…dddrrrtttt….

Berhenti sejenak di tengah jalan yang sepi ini untuk membaca pesan darinya.

1 message received.
Read now? Yes.

*TIN TIN TINNNNNNNN

“MENYINGKIRRRRRR!!”

*CKITTTTT

*Duag

***

Yoora POV

“Yoora.. Kenapa tidak makan?” Pertanyaan yang sama dari Yesung oppa. Aku tau ia khawatir. Aku tau ia cemas. Aku tau ia tidak ingin melihatku seperti ini. Tapi oppa, aku benar-benar tidak bernafsu untuk makan. Maaf L

“Yoora, kumohon makanlah. Ini sudah satu minggu sejak kepergian Minho dan kau belum juga makan.” Karena itu alasannya oppa. Karena Minho sudah tidak ada lagi. Alasanku untuk bernafas sudah tidak ada.

“Hufffff..” Terdengar jelas di telingaku, Yesung oppa menarik nafas panjang. Mungkin mencoba menahan emosinya atas kekerasan kepalaku.

“Ini. Ini ponsel Minho. Jonghyun memberikannya padaku kemarin sore. Tadinya aku tidak mau memberikannya padamu. Takut kau terus memikirkan dirinya. Tapi…sudahlah! Ambil saja!” Yesung oppa menarik tanganku dan memberikan ponsel berwarna hitam itu padaku.

“Jonghyun bilang, ponselnya dalam keadaan seperti itu ketika diberikan polisi padanya. Mungkin ia sedang membaca pesan itu ketika kecelakaan terjadi.” Ku-unlock ponsel hitam itu. Kudapati nama pengirimnya. Pacar Cantik ^^.

Air mata yang tadi kukira sudah mengering kini kembali jatuh ketika membaca pesan itu. Pacar Cantik ^^? Kau belum merubah ID caller untukku hey playboy jelek? Hmm? Kalau begitu kenapa kau membaca pesanku di tengah jalan? Membuatmu pergi meninggalkanku? Atau mau membuatku merasa bersalah?

“Jika kau pikir kau yang membuatnya pergi, kau salah besar Yoora.” Kutatap Yesung oppa. “Karena, Jonghyun bilang, kalau Minho tersenyum. Ia tersenyum walau sebuah mobil menabraknya.”

“Benarkah?” Yesung oppa menganggukkan kepalanya. Aku tau itu bohong. Mana ada orang tertabrak tersenyum? Tapi..benarkah? Benarkah kau tersenyum?

“Makanlah Yoora. Kurasa Tuhan juga tidak akan mengizinkanmu bereinkarnasi jika kau selalu membuang-buang makanan dan membunuh dirimu sendiri secara perlahan di kehidupan ini.” Ujar Yesung oppa dengan senyum.

Aku masih terdiam. Tapi tidak lama, “Oppaaaa aku mau spaghetti!”

“MWO???? Spaghetti? Udah deh bubur aja. Ribet amat!”

“Ahhhh…mau spaghetiiiiiii!”

“Manja!!”

***

From: Pacar Cantik ^^
Jiahahaha dongeng banget deh kamu! Mana ada reinkarnasi?
Tapi jika itu benar ada, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.
Aku akan bertahan. Promise!! ^^v

“Choi Minho, kuharap reinkarnasi itu benar-benar ada.”

***

FIN

***

Special thanks to Chota, yang selalu hadir di FF yang ga jelas alurnya ini kekeke. Thank youuu..Thank you..*pelukerat *kecupbasah ^^

Dan juga untuk semua readers, thank you.. Maaf jika akhirnya makin ga jelas. ^^

*deepbow*

-Storm-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “What If – Part 9 [End]”

  1. Aaaaaaaaaaa!!!!!!!!! Kenapa minho meningggggaaaal?
    Aku masih ngarep banget mereka balikan:'(
    Seddiiiiiiih banget pas tau minho senyum:)
    Minho senyum abis baca abis itu…… Aaaaaa minho :*:*
    Masih gak rela minho meninggal aaaaa
    Tapi seenggaknya jjong gak balik sama yoora hehehe:p

  2. firstkah??aigoo

    dirimu jahat!!it’s totally sad story dear :((
    ga lucu banget di minggu pagi yang cerah ini, aku uda berlinang air mata..huhuhu

    although the ending make me sososo sad, but this is happy ending right?? *padahal part’ sebelumnya romance bgtbgt.emang deh klo ffny storm tuh akhirnya ga bisa di tebak
    you’re awesome author, storm!! d^o^b *hughug

  3. Huaaaaaaa….
    Kok jadi sad ending gini?!? Nangis nyesek T_T
    minhooo, jngan pergiii 😦
    Huaaah, akhirnya kelar juga ini FF! KEREN 😀
    Ayo thor lanjutkan karya2mu yg lainnya
    Akan kutunggu! Hehehe 🙂

  4. Aduuh. . .
    Knp bgni endingna?
    Saia, tak tega minho na pergii. . .
    Hiks
    minhooo
    buat aftr story na d0ng strommy (?)Hiks
    minhooo
    buat aftr story na d0ng strommy (?)

  5. Strom, kayaknya aku blum pernah komen di FF ini ya? Kekeke… padahal aku baca loh #PLAK
    Well, cara termudah seorg penulis keluar dari cerita cinta segitiga. Bunuh salah satu diantara mereka. Hmmm… aku bgt nih!

    Minho, kau bakal mati 2 kali dengan alasan dan cara yg sama.
    Pertama, disini. Kedua, di FF aku.
    Malangnya nasibmu…

  6. mantap STORM, akhirnya FF yang selalu ditunggu tamat juga,haha…
    Baguslah gak jadi sama dua-duanya, daripada bingung,hehe…
    semangat untuk nulis FF-FF selanjutnya! ditunggu loh,hehe

  7. Aduhhhh
    Gakuat bacanyaaaa
    Dari yang jong nyayat tangan
    Ini minhonya mati huhuhuuuu
    Terus yoora akhirnya ama siapa?
    Ama jong ato sama cowo lain
    Kasian dia udah sedih putus
    Sekarang minhonya meninggal
    Dan sms terakhir itu…..
    Nyesekk huaaa sedihhh

  8. onnie, sperti biasa, ffnya daebak!!
    minonya itu loh, msa iya dia senyum!!
    TT
    nyesek!!

    btw onnie, saya nunggu SECRET OF DAWN!!
    kok lama skali??
    ><

  9. ini FF nya nyesek banget eonie?
    castnya pada galau, yang baca juga galau.
    aku ngga pernah ngira kalo endingnya bakal kayak gini.
    aku kira Yoora bakal balik sama Jjong karena Minho udah mati.
    tapi aku bener-bener henyak deh waktu tau si Minho meninggalnya sambil senyum.
    sweet banget kan???

    eonie memang the best deh!
    EONIE HWAITIING!

  10. Seperti biasa selalu kerenn sperti yang ku harapkan…

    endingnya tragisss tpi mantapp sangaddd..

    hehehe walopun bacanya sambil nangis nangis juga.,,,.

    lam knal yah storm..ngikutin ff ni dri dulu tpi bru komen skarang..maaf..

    terus brkarya,,,,cz kmu salah satu author fave ku…hehe

    fighting..fighting..

  11. Standing applaus buat ff ini! bener bener daebak! Nyesek pas baca “Tapi jika itu benar ada, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.
    Aku akan bertahan” betul betul f yang menguras *bak mandi?* air mata T.T

  12. author !! sadis sumpah !!
    kenapa akhirnya ? huwaa ngak kuat deh … ngak kuat ! *ngelambai tangan ke arah kamera (loh?)*

    mau nangis aku bacanya … huwaaa author!! ini kah happy ending ?!
    aku .. nyesek bgt ! ahh …..
    aku kira bener2 happy ending ..
    yoora bertahanlah !!

  13. mian bru baca n komen d ahir,abis loding ol via hp lama.

    Keren bgd eon.ff eon endingny ga dsangka2.aq bca secret of dawn dlu sblum bc ini,itu endingny jg bkin aq mangap.
    Karya eon bgus2,bkin yg baca kbawa2 arus cerita.pdhl bsk aq mw ujian,tp saking bagusny ni ff,tamatn dulu.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s