Brother Complex – Part 10 [END]

BROTHER COMPLEX – Part 10 (END)

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Kim Yeon
Length : Sequel
Genre : Romance, Family, Humor
Rate : PG 15

 

..Review..
Ada ada saja kekonyolan yang mereka buat. Minhye yang datang pada Minho malah memperburuk suasana. Membuat perjuangan Minho untuk menghindar dari dongsaengnya pudar. Minho yang berusaha menjauhkan pikiran,bayangan, keinginan bahkan perasaannya itu sirna tiba-tiba saat Minhye datang yang kemudian malah menuntunnya menjadi namja hilang kontrol. Setelah kekonyolan yang mereka buat Minhye pulang kerumahnya tanpa sepengetahuan oppanya. Dia hanya memberikan secarik note untuk oppanya..

::oppa, pulanglah kerumah kalau kau memang serius denganku.
Aku menunggumu.. luph u ^^::

..review end here..

+++++

_moTHo POV_

Pada akhirnya Minho pun pulang kerumah. Dia tahu dia harus kemana setibanya dia sampai. Di lekas pergi kekamar Minhye dengan pelan. Disana dia menatap saenginya yang sedang tidur. Dia tidak membangunkan dongsaengnya itu tapi malah terus memandanginya.. Ah gerae,mungkin sudah bukan saengi lagi.

“Kenapa aku bisa jadi seperti ini karena dia. Dia benar benar membuatku gila!! Saengi.. Aku benar benar sayang padamu!” ujarnya sambil mengecup tangan Minhye dan memakaikan sesuatu dijari Minhye.

+++++

Suara alarm handphone Minhye bunyi yang membuat dia jadi terbangun dari tidur yang amat terjaga. Kamar itu masih gelap padahal sudah pagi. Pagi hari di Seoul memang masih berkabut sehingga sinar matahari sulit masuk lewat jendela. *ngarang!

Minhye yang tidak tahu apa-apa berusaha bangun dari tempat itu hendak menyalakan saklar lampu.

KLek~ Ruangan itu sekarang menyala..

“Oppa..” Dia langsung kaget ketika melihat oppanya yang sedang tidur dengan posisi yang tidak enak dilihat..

oppa ada di tempat tidur yang sama denganku? Sejak kapan?!

Minhye jadi tersenyum melihat oppanya yang sedang tertidur itu. Namja itu benar-benar membuat Minhye jadi lupa kalau dia itu sebenarnya oppanya.

Menyukai oppaku sendiri. Aku memang aneh! Tapi aku memang benar-benar suka padanya. Jadi, Mau bagaimana lagi!!

Minhye menghampiri oppanya. Dia menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur itu dengan satu hentakan yang sengaja ia buat agar Choi Minho itu sadar.

“Yaa! OPPA…!!” panggil Minhye.

Minhye menggerak-gerakan badan oppanya agar dia bangun. Tapi namja itu tidak bangun juga. Kalau masalah tidur Minho memang nomor satu.

“Oppa! Yaa~ kau ini ko malah keenakan tidur diranjangku! Bangun. bangunnnn…” panggilnya masih berusaha keras memanggil oppanya.

Dasar..

Karena lelah membangunkan si raja tidur Choi Minho yang tidak bangun-bangun, akhirnya Minhye tidak berusaha membangunkannya lagi. Dia sekarang malah menatap wajah namja itu lekat. Memandanginya seakan-akan itulah hal yang paling dia inginkan. Wajah namja yang polos ketika sedang tidur, itu baru pertama kali nya dia pandangi.

Oppa sangat tampan. Dia seperti Choi Minho yang ada di MV Shinee hello* Jiah ga nyambung thor
Oppa joahe.. neomu joahe..

Chup~ dia mengecup pipi oppanya.

“Yaa~ mencuri kesempatan kau Minhye ya?” sahut Minho tiba-tiba saat di kecup.

“Oppa…” dia jadi kaget dan malu bukan main karena tertangkap mencium oppanya diam-diam.

Minho menarik lengan Minhye dengan cepat membuat Minhye jadi jatuh kepelukannya. Dengan wajah yang terbilang masih setengah sadar itu, “Minhye ya.. Saranghae….”

Saranghae?!

”Yaa~ oppa! apa aku tidak salah dengar kau bilang apa?”

Namja itu tersenyum simpul, “Jongmal jongmal saranghaeyo!” katanya sambil mengeratkan pelukan pada saenginya.

Belum direspon apapun oleh Minhye, Kini Minho menatap wajah close up yeoja itu agak lama,  ”Saengi ya~ bisakah kita menikah dengan segera??”

“Mwo?!” respon Minhye kaget bukan main. “Yaa! Choi Minho, kau sedang melamarku atau menembakku sih sekarang?” tanyanya heran, “Ah~  tidak salah dengar ‘saengi’? Kau masih anggap aku saengimu??”

Minho mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi hingga hembusan nafas itu  terasa, “Aku mau menikah dengan mu Minhye ya~. Sudah aku bilang aku tidak pernah menganggapmu dongsaeng dari dulu.”

“Oppa…” Minhye lalu melepaskan oppanya yang terlalu dekat itu. Kini dia bangun dan duduk disamping oppanya yang masih berbaring di ranjang. “Cih~ Kau sangat percaya diri sekali!!”

“Barusan saja memanggil namaku!”

“Ara.. Choi Minho, kalau kau benar melamarku pernyataannya seharusnya: maukah kau menikah denganku? Tapi Kau malah bilang bisa menikah dengan segera atau tidak! Yiak~ kau benar benar tidak romantis. Apa aku kelihatan seperti mau menikah dengan mu ah? Bweeee….” dia pun merong pada oppanya.

Minho bangun dan duduk berhadapan dengan Minhye, “Setelah melakukan ‘itu’ kau masih berfikir tidak akan menikah denganku?!” bisik Minho.

Itu? argh…aku jadi ingat!  Konyol konyol konyol! Dia benar-benar namja evil dan yadong! Cih.. sama saja dengan namja lain!babo! babo!

“Kau mau membuatu tersiksa terus ya? aku ingin kita bersama lagi, tapi tidak dengan status saengi dan oppa arra??” terangnya sambil mencubit pipi dongsaengnya itu.

“Kau benar-benar namja yang paling tidak romantis yang kukenal! Sudah melamarku di ranjang tanpa sebuah cincin pula?!”

Minho mengambil tangan Minhye dan menunjukan sesuatu pada saenginya, “Ini.. sudah melekat di jarimu!”

Minhye melihat cincin nan yeppo itu ada di jarinya, “Yaa! Kau kapaan… emppphhh…..

Dia tidak bisa bicara lagi karena mulutnya sudah terkunci oleh bibir Choi Minho. Serangan mendadak ke 2 dari oppanya membuat Minhye kaget untuk kesekian kalinya.

“Mau tidak?” tanya Minho dengan tawaran menikah itu.

Minhye pun berbalik memunggungi Choi Minho, “Gerae kalau kau memaksa!” Jawabnya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Jujur saja dia sangat malu.. jantungnya berdebar tidak karuan karena namja itu.

Minho lalu memeluknya dari belakang, ”Saranghae Minhye ya♥..”

“Nado saranghaeyo oppa♥..”

Terlukis senyum bahagia di bibir Minho saat mendengarnya. Kemudian melanjutkan memeluk Minhye lebih erat lagi.

+++++

Kini mereka sedang makan di dapur. Minhye tidak berhenti memandang cincin yang melekat dijarinya. Dia selalu tersenyum melihat itu.

“Kau harus berterimakasih pada Jinki oppa,” ujar Minhye tiba-tiba.

“Mwo?!”

“Semua karena Jinki oppa,”

Dengan polos Minho menjawab, “Ah namjachingumu?” #deg Minho langsung ingat kemudian, “Jamkanman. Minhye ya.. bukannya kau …”

“A..ani oppa, aku mungkin suka padanya tapi tidak lebih dari rasa sukaku padamu!”

Minho kemudian tersenyum mendengarnya, “Terus hubungan kalian?”

Minhye kemudian memegang bibirnya, “Aku sadar kalau aku sungguh-sungguh menyukaimu saat Jinki menciumku..”

Minho tersedak makanan kemudian. Dia lalu cepat-cepat mencari minum, “MWO??”

Minhye mengangguk cepat, “Saat dia menciumku, aku benar benar ingat dirimu oppa.”

“YAA!! KAU…”

“Rasanya sungguh beda dengan yang aku rasakan denganmu oppa. Harusnya jantungku berdegup kencang karena dicium oleh namjachinguku. Tapi kali itu aku malah menangis sedih karena namja yang menciumku bukan kau oppa!”

+++++

Minho jadi diam menyimak penjelasan Minhye, “Begitulah oppa.. karena jinki  dan karena kau yang menghilang tiba-tiba aku jadi sadar bahwa sebenarnya aku memang menyukaimu!”

Minho kemudian minum setelah Minhye selesai bicara. Dia langsung bangkit. Tidak peduli terbatasi oleh meja makan. Dia membungkuk dan memegang wajah Minhye yang tidak jauh dari situ..

Chup… ♥

“Jangan seperti itu lagi Minhye ya!” seru Minho saat melepaskan kecupan lembut itu dari bibir minhye. Wajah Minhye langsung memerah lagi..

“Coke!” hanya kata-kata itu yang keluar darinya. Dia lalu memandang disebelah piring Minho ada minuman kaleng yang baru saja disebutnya.

“Coke apa?” tanya Minho penasaran.

“RASANYA SEPERTI COKE OPPA!! BUKAN TELOR ASIN!”

Oppanya yang mendengar langsung tertawa, “Ahaa..haa.. Babo babo! Masih ingat saja..”

Beberapa menit kemudian setelah Choi Minho puas tertawa, “Oppa, kau tinggal disini lagi kan?”

“Ani!”

“Loh! aku kira kita akan tinggal bersama lagi! Kau tidak serius denganku oppa?”

“Yaa~ apa tidak terlihat aneh tinggal bersama dengan namja yang bukan lagi oppamu!” Minhye terdiam, “Makanya aku ingin segera menikah.. aku ingin menghilangkan status ini dan tinggal bersama. Arra?”

Ekspresi minhye berubah menjadi ragu, “Oppa apa yang akan dikatakan orang-orang tentang kita??”

Oppanya langsung mendekap Minhye, “Kau tenang saja! kita akan jelaskan ke semua orang..”

Minhye membalas pelukan oppanya, “Ne oppa..!”

+++++

Sejak saat itu Minho dan Minhye mempersiapkan pernikahan mereka. Awalnya mungkin orang tidak percaya dengan oppa dan dongsaeng ini. Ada-ada saja bukan? Mereka pun sampai pergi ke rumah bibi dan paman agar bisa menjadi wali mereka diacara pernikahan mereka. Walau sulit membujuknya, tapi pada akhirnya bisa juga..

..The day..

Semua tamu undangan yang diundang lumayan banyak. Baik itu dari kampus, teman SMA, saudara dan rekan – rekan dari perusahaan appa yang kini sepenuhnya dipegang Minho. Bahkan mantan-mantan pacar Minhye pun datang. Kibum, Jong dan Taeminie yang bersama kekasihnya. Yuri juga datang. Namja baik bernama Jinki pun ikut menghadiri upacara pernikahan mereka.

+++++
..Saat pengantin wanita berpoto-poto dengan chingu lamanya..

“Yaa! Aku tak menyangka yang kau nikahi itu justru oppamu,” Ujar Yeon Young. “Dia kan pangeranku. Huft teganya..”

Minhye hanya bisa tersenyum.

“Tidak heran sih.. siapa yang tidak terpikat oleh ketampanan Choi Minho!” ujar yeon yeong lagi.

“Yaa~ bukan begitu babo! ceritanya panjang!”

“Tapi benar yang aku bilang kan?! Dia tampan. Keren. Ahhh….pokonya daebak lah!”

“Yeon yeong ah, kau ingat sedang membicarakan siapa?”

“Ah ne. Mian! Calon nampyeon-mu. Ahahaahaa….”

+++++

Pengantin wanita sudah dipanggil. sebelum mengucapkan ikrar pernikahan. Minhye dan Minho memang minta diberikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu..

..1st Minho..

“Mungkin pemandangan yang kalian lihat didepan aneh,” dia menghela nafas, “Aku Choi Minho menyukai dongsaeng tiriku sendiri. Dari awal kesalahan ada pada diriku. Aku tidak pernah bisa menerimanya sebagai dongsaengku. Aku minta maaf atas kesalahan masa lalu yang kuperbuat. Aku hanya minta kalian merestui kami. Aku sangat mencintai yeoja ini….” ucap Minho sambil menatap Minhye.

..Sekarang giliran Minhye..

“Umm… aku sungguh tidak bisa bilang apa-apa. Aku juga tidak mengerti kenapa cerita cintaku seperti ini,”

“Yaa!” kata Minho menyenggol Minhye yang akhirnya membuat tamu undangan tertawa.

“Ah~ yang aku tau.. Dulu oppaku, eh.. maksudku namja yang ada disampingku sekarang,”  tamu undangan itu tertawa lagi membuat Minho melotot pada yeoja yang ada disampingnya.

“Namja ini dulu sangat jutek, sering marah-marah dan jarang bicara padaku. Bisanya hanya melarang-larang dan bicara semaunya. Semua mantan namjachinguku juga tahu..”

“Aishhh..” Minho mengambil microphone lalu berbisik, ”Yaa! kau jangan mempermalukanku..” yang kemudian terdengar samar-samar membuat tamu disitu tetap terkekeh melihat tontonan yang jarang dilihat dalam sebuah prosesi pernikahan.

“Ah~ dia memang seperti itu! Tapi setelah kecelakaan yang menimpa oemma dan appa,” nada bicara Minhye makin melemah membuat suasana menjadi haru,  “Aku benar benar merasa dia adalah oppaku. Saat itu dia menjadi namja yang baik padaku! Hiks… “ Minhye malah menangis.

Minho lalu merangkul bahu pengantinnya itu, “Entah kapan mulai menyukainya,, yang jelas aku sekarang sungguh ingin bersamanya. Makanya aku mohon sekali doa restu dari kalian semua. Gamsahamnida.” Ujar Minhye sambil membungkuk.

“AKU MENDUKUNG KALIAN!!!” teriak Luna dan teman-teman kampus Minhye bersemangat dari bangku tamu undangan.

“Kami merestui kalian..!! Go Minhye Minhye go..!!” minhye tersenyum melihat tingkah Luna dan teman-temannya yang lain.

“Minhye ya, walau kau merebut pangeranku.. Tapi karena kau chinguku, aku relakan! Hehehe..” ujar Yeon Yeong tersenyum pada chingunya.

Mendengar semua itu Minhye dan Minho bahagia bukan main. Jinki pun yang berada dipojok bangku tamu undangan hanya tersenyum melihat pasangan pengantin yang ada di altar itu.

Sementara itu Mantan Minhye yang lain sadar bahwa kejadian yang di alami mereka dulu berhubungan dengan semua ini..

“Yaa~ benar kan Yuri kataku!” kata Jong sambil merangkul Yuri. Sekarang dia berpacaran dengan Yuri.

Taemin hanya tersenyum bahagia melihat dan mengetahui apa yang menjadi pertanyaan dimasa lalunya itu.

Minhye masih menangis sesegukan, “Yaa! Kau jangan menangis..” Minho menyusut air mata yang membasahi pipinya itu, “Saranghae ♥”

Chu ..♥.. Minho mencium yeojanya tanpa disuruh.

Sontak para tamu undangan jadi ricuh melihatnya. Ada yang menjerit kagum terutama Yeon Young dan Luna. Lalu ada juga yang tertawa.

Ini pertama kalinya mereka berciuman di depan umum tapi mereka tidak malu-malu. Malah semakin menikmati ciuman itu untuk beberapa saat. Sampai akhirnya mereka melepaskannya..

“Oppa.. aku malu!”

Minho tersenyum dan mengecup bibir itu lagi, “Tenang saja chagi..” *Kyaaaaa Minho manggil gitu.

Wajah Minhye merah bukan main, “Aku benar benar mencintai oppaku sendiri. Aku yakin, aku akan bahagia dengannya..! gomawo for being my brother oppa. .”

+++++

“Bisa kita mulai??” tanya pendeta kemudian sambil tersenyum melihat tingkah pasangan ini.

“NE..” jawab mereka berbarengan.

++FIN++

Author Note : Woaahhhh mian kalo Ending-nya kurang pas! Abis bingung mau kemana lagi endingnya.. kalau ga married,, lumayan aneh jadinya! *Gubrak makin aneh aje.!

OUCH Ya, Rencananya mau aku buat afterstory nih.. saSuju tidak??
Yang udah menanti FF ini KOMEN YA JANGAN LUPaaaaaaaaaaaa…….
kalian harus tau komen kalian sungguh berarti!*sumpeh deh!* Gomawo yang udah ngikutin dari awal mpe ending..
sampai ketemu FF berikutnya.. ANNYEONG^^

BROTHER COMPLEX – After story

Title : Brother Complex
Author : mamoTHo
Main Cast : Choi Minho (Brother), Choi Minhye (Little Sister)
Support Cast: (Surprise)
Length : Sequel
Genre : Romance, Family, Humor
Rate : PG 15
A.N :WAHAHAHA… ketemu lagi. Janji deh kali ini mah terakhir. *nangis*
lets Cekidot… yu ya yuhu><

~THE STORY~

Minho dan Minhye tinggal dirumah mereka. Rumah itu sungguh banyak kenangan yang membuat mereka tidak akan pindah dari situ. Dimulai dari pertemuan mereka sampai akhirnya menjadi seperti sekarang.

Minhye sedang memegang perutnya yang besar. Dia mengelus-ngelusnya dengan pelan. Sekarang dia sedang hamil 6 bulan. Karena ulah Minho itu makanya dia cuti kuliah untuk sementara.

“Yeobo……” panggil suara namja yang turun dari atas. Namja itu sudah berpakaian rapi. Dia memakai jas dan siap-siap untuk berangkat ke perusahaan game yang sekarang sudah sepenuhnya menjadi wewenangnya. Minho masih bolak balik dengan kuliah dan pekerjaannya.. Seiring berjalannya waktu namja itu semakin dewasa!

Minhye lalu menyuguhkan orange cake pada nampyeon-nya itu..

Minho langsung melahapnya. Sedangkan, anae-nya itu masih mempersiapkan secangkir teh. Saat melihat Minhye yang sedang hamil cukup besar itu,, Minho mendekatinya dan memeluknya dari belakang.

“Yaa!! Hati-hati nanti tumpah!”

“Yeobo~ padahal kau sedang hamil. Tapi, aku merasa kau semakin sexy..” ujar Minho mulai yadong.

“Oppa!!”

“Yaa! Jangan panggil aku oppa oppa oppa sudah berapa kali aku bilang..” Dia mencubit pipi Minhye gemas.

“Ne yeobo~ jangan dekat-dekat denganku! arra?” seru Minhye melepaskan rangkulan Minho.

Minho tetap merangkulnya lagi walau sudah dilarang, “Yeobo~ aku sungguh mencintaimu juga ini..” katanya sambil memegang perut Minhye.

“Kau mau berbuat mesum ya??”

“Yaa~ selalu buruk sangka tentangku..”

Minho yang seperti ini mengingatkan Minhye pada Minho yadong yang dulu pernah menipunya.

Flashback..

Tepat di malam pengantin mereka. minhye yang baru masuk rumahnya.. “aku jelas sungguh sangat lelah. Ku lihat Choi Minho itu juga merasakan hal yang sama. Aku masuk rumah. Surprise…!! kamar orang tua kami sudah dia sulap menjadi kamar kami berdua. Aku suka dengan kamar itu..”

Saat baru masuk kedalam kamar itu Minho memeluk Minhye dengan tiba-tiba, “Chagi.. aku ingin kamu sekarang!”

Hahaha… maksud dia menginginkan ‘itu’.

“Aku benar-benar lelah oppa..”

“Yaa! Masih memanggil itu! Panggil aku apa saja asal jangan oppa. aku geli mendengarnya. Kau kan anae-ku sekarang. Panggil aku chagi atau yeobo ke!”

“Ih kau ini banyak maunya, Kau memangnya tidak capek? aku capek berdiri seharian.. gimana kalau malam ini kita tidur cepat?”

beberapa saat kemudian namja itu mengerti dan mengurungkan niatnya, “Arra.. ya sudah kau mandi. Aku juga akan mandi setelah itu! baru kita tidur.. otte?!”

Minhye yang masih memakai baju pengantin itu memeluk Minho dan mencium pipinya, ”Gomawoyo chagi-ya!”

+++++

Minho tidak melepaskan pandangannya dari anae-nya yang sedang membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya. Saat Minhye keluar kamar untuk mandi.

minho berkutat dengan kekesalannya, “Aish~ aku sangat menginginkan itu. bagaimana dia bisa santai seperti itu padahal ini malam pengantin kami. Dia memang lelah atau pura-pura tidak tahu sih?!”

Beberapa saat kemudian Minhye masuk dengan rambut yang sedang dikeringkan oleh handuk kecil. Dia sudah berpakaian layaknya orang yang mau tidur.

“Yeobo.. giliranmu!” Seru Minhye kemudian.

#Deg.. tidak salah dengar dia memanggilku yeobo. “Kau ganti baju dimana??”

“Di kamarku, kan pakaianku disana semua.. kenapa memangnya?”

ah ya! aku lupa pakaian kami belum sempat aku pindahkan ke kamar baru. ckck… minho apa yang kau pikirkan ah?

+++++

Karena memang benar-benar lelah Minhye pun langsung merebahkan dirinya diranjang barunya. “Aigoo~ apa yang harus aku lakukan sekamar dengan dirinya..”

Sekamar dengan oppa?? arghhh… bagaimana gaya tidurku seharusnya? apa aku harus menciumnya dulu sebelum tidur? haruskah tidur berhadapan? atau haruskan membuatkan teh seperti yang oemma lakukan pada appa? aku benar-benar tidak tahu berperilaku seperti anae atau seperti biasa saja seperti saat aku dan dia masih berstatus oppa dan saengi. ah andwae! oppa bisa, eh, maksudku dia akan marah jika aku membahasnya. sighhhhhh,,,, aku bingung.

Karena kebanyakan berpikir akhirnya dia pun tertidur sendiri.

+++++

Klek~ Minho membuka pintu kamar dan melihat yeoja-nya yang sudah tidur duluan.

Astaga yeoja ini.. malah sudah terjaga seperti itu. benar-benar kebangetan!

Minho membaringkan tubuhnya disebelah yeoja itu. Ia jadi gelisah dan sebentar-sebentar melirik kearah Minhye berharap gadis itu terbangun. Tapi, tidak sama sekali. Akhirnya karena tidak tahan. Dia mulai dengan aksinya sendiri. Step1, Mula-mula hanya tidur lebih dekat dengannya dan memperhatikan secara close up wajah polos Minhye.

Step2, Kemudian memeluk yeoja itu dari belakang yang akhirnya membuat Minhye jadi sedikit terbangun. “Aku hanya ingin memelukmu!” bisik Minho.

Minhye pun tertidur lagi. Step3, selanjutnya Minho malah menciumi gadis itu. Entah leher, punggung, tengkuk yeoja itu.. berharap sebentar lagi Minhye akan menginginkannya juga.

BINGO!! Minhye pun terbangun dan berbalik menghadap Minho, “Yeobo~ kau tidak hanya memelukku!” dia kemudian menghela napas, ”Baiklah kalau begitu. Kita lakukan itu!” seru Minhye yang terpancing karena ulah Minho.

Minho hanya  tersenyum evil dan melanjutkan aksinya. Jiah malam pengantin yang panjang untuk mereka. *reader bayangin aja sendiri yah

End Flasback..

Minhye mencoba duduk di meja dengan pelan-pelan, “Hajuh,, ini semua karena ulah Choi Minho!” terangnya sambil memegang perutnya yang besar.

“Yaa! Kau juga selalu memelas dan menggodaku saat pengen! Bahkan saat kau sedang hamil yeobo,”

Minhye merong padanya.. “Aush~ Berat sekali. Kira-kira dia sebesar kau tidak ya?”

Minho tersenyum padanya dan berlutut didepan Minhye. Kemudian mengusap perut Minhye dengan pelan. Dan mengajaknya bicara, ”Kau pasti jadi anak yang sehat seperti appa. Araseo!”

Chup~  kemudian mencium perut Minhye. Membuat Minhye jadi terharu atas perlakuan nampyeon-nya itu. Dia kemudian mengelus rambut cepak namja itu..

“Gomawo yeobo-chagi-oppakuuu….” ujar Minhye asal.

Minho malah mengerlingkan matanya, bersikap genit pada Minhye. “Aku jadi… pengen,”

“Yaa! Aku sedang hamil besar babo!”

“Ara..ara! Chup~” kemudian mencium Minhye mendadak.

+++++
..6 tahun kemudian..

Minhye dan Minho sedang duduk di teras belakang rumah. Memandangi langit seperti yang pernah mereka lakukan bersama. Minho merangkul anae-nya yang bersender dibahunya..

“OEMMA.. APPA!!” Panggil suara cempreng yeoja cilik.

“Kenapa Minna?” tanya Minhye yang statusnya sudah berubah menjadi oemma sekarang.

Gadis cilik yang bernama Choi Minna itu membawa sebuah album foto. foto keluarga! Dia menunjukan sebuah foto dan menebaknya, “Oemma, appa,  kalian sudah kenal dari kecil ya??”

Minho dan Minhye hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Minna, sudah malam kita tidur yuk?” ajak Minho appa kepada yeoja cilik umur 6 tahun itu.

“Sirreo!!”

Ya anak ini benar mirip oemmanya..

“Kau sering bilang begitu, jadi saja anak ini tidak menurut sepertimu,” bisik Minho pada Minhye.

“Molla..” respon Minhye cuek.

Tiba-tiba,

“HUEEEE……………..” terdengar tangisan dari dalam rumah.

“Minna, itu dongsaengmu kenapa?” tanya Minho.

“Molla!” jawab minna mengikuti gaya oemmanya yang akhirnya membuat Minho jengkel dan melihat kearah oemmanya.

+++++

Minhye oemma dan Minho Appa bangun dari situ  buru-buru menghampiri anak ke dua mereka yaitu dongsaeng Minna. Namja cilik tampan bernama Choi yoogen. Mereka melihat yoogen sedang menangis sembari mengacak-ngacak mainan disekitarnya..

“Minna!! Minna!!!” panggil Yoogen pada Minna kakaknya.

Appa dan oemmanya langsung melihat ke arah minna.

“Molla,, aku tidak merebut apa pun dari nya..” terang minna.

Sehabis itu Minna dan Yoogen malah bertengkar membuat appa dan oemmanya jadi pusing. Akhirnya, mereka bisa menyelamatkan situasi itu.. Sekarang Minna sudah tidur dikamarnya yang statusnya dulu kamar Minhye dan Yoogen juga dibaringkan oemmanya dikamar Minho. Melihat mereka saat kecil mengingatkan Minhye dulu. Dulu dia mana pernah bertengkar seperti itu dengan Oppa-nya.

“Aku berdoa mereka tidak seperti kita,” ujar Minho tiba-tiba.

“Mwo?!”

“Sebaiknya kita harus mengakrabkan ke-2 anak itu agar persaudaraan diantara mereka benar benar terasa yeobo,”

#Pletakkk… Minhye menjitak kepala Minho, “Kau pikir mereka akan saling suka? babo! Mereka tidak seperti kita yeobo,”

Minho lalu merangkul pinggang istrinya.. “Bagaimana kalau kita buat 1 lagi… yeoja atau namja tidak masalah. Aku agak khawatir jika kita hanya memiliki sepasang anak!”

Minhye mendelik kearah Minho.. “Alasan! dasar kau saja memang Yadong!” Tapi Minho malah menggendong Minhye dan membawanya masuk kekamar, “Yaa! Lepaskan!”

“Kau sungguh membuat ku tergoda yeobo,,” bisik Minho menjatuhkan anae-nya di tempat tidur mereka..

Yeahhh, begitulah kehidupan dongsaeng dan oppanya yang dulu sangat rumit dan sekarang hidup bahagia. Kehidupan yang di awali dengan rumit bukan berarti tidak bisa berakhir dengan bahagia bukan?? Minho, Minhye dan anak mereka Minna dan Yoogen telah mengisi keceriaan di rumah itu. Semoga mereka diberikan kebahagian yang sempurna tanpa ada sesuatu yang lebih rumit seperti yang pernah di alami sebelumnya.

~STORY END~

Author Note : ‘selamat membina rumah tangga minho minhye.. semoga anak kalian ga complex kaya kalian. ayo kita berdoa sama-sama.’ Gubrakkk .. geje mode on

ahaha.. FINISH DEH!! Gimana nih readers?? udah ya,, no more brother complex again?! Terimakasih untuk semua yang berparisisapi dalam FF ini. Baik admin, readers, dan semua hal yang menginspirasi author. Gomawo….. *muach muach*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

128 thoughts on “Brother Complex – Part 10 [END]”

  1. wah.. kalo ak punya 10 jempol . ak kasih 10 jempol buat FF ini . ceritanya bagus banget . ak smpe kebawa bawa lo . ikut sedih , kadang ikut kuatir , trus kadang ikut deg deg’an juga … huaaa . pkoknya 100 lah . hehehehe

  2. Hwaaaaaaaaaa….
    happy ending,
    unnie gomawo udah buat fanfic yang seru, buatt penasaran and kerennn abissss ?!

  3. Aku orang yang tepat janji kannnn?? Hehhe.. Haduh inget ini tahun kemaren di postnya. Udah lama banged.. /PLAK!\ So, aku gabungin aja yo lapak bales komennya.

    @Christiana Ruyanti Swth : Gomawohhh balik yo!
    @vivin : Banged2 anehnya. Ini mamotnya egois ga mau sad ending. Hoho!
    @chuleetaemin: Emang ada2 aja
    @rheya: Gomawoh
    @leeminhyun : Kamuuuuh! Aku sama sekali ga berbakat NC. Bakat yadong mungkin ==”
    @yani : Pinjem temen-temen jempolnya dan suruh baca jg. LOL!
    @Ayu9106 : Kenapa? Biar kamu marah itu.
    @Evhie_Chainezz: Sama-sama. Makasih udah baca ff amburadul dan amatiran ini.

    Walau udah bulukan ni ff tapii aku seneng masih ada yg mau baca^^ HHAHA!! Sampai jumpa lagi. Wassalam 🙂

  4. awawa . . .

    daebak . . . . . .

    gak nyangka malah nikah ama minho . . .
    #udah nebak dari awal sii kalo minho suka ama dongsaengnya . . . hhaha….

  5. ya . ceritanya keren.. q suka… walaupun bnyak rintngan perasaan.. akhirnya mereka membngun keluarga yg bhagia.
    so sweet..

  6. Agak malu juga nih, telat baca ff-nya. Tp, gak nyesel udah baca. bener2 sip! DAEBAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Konfliknya bagus, hepi ending lagi! Selamet deh, Minho-Minhye; Minna-Yoogen + anak2 selanjutnya…. hehehehe…….
    Jinki jgn sedih, ama aku aja… otte!
    Untuk author, trus tulis ff keren kayak gini yah…

  7. percaya gak percaya aku baca ff ni 2x xD karna baru ketemu lagi dan tetep aja dpat feel nyaa. ><
    suka cerita beginian ni. hihi

  8. Mian baru comment di part ini
    keren akhirnya ketahuan alasan minho overprotect sama yeodongsaengnya
    😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s