{CONTEST C} Talking About Love? – Part 1

Talking About Love? part 1

Song Title(*) : Love Like Oksigen

Author(*) : Bibbib ( Rafika ) a.k.a Hyosan

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Lee Taemin, Jung Hyori, Han Hyosan, Onew

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) :  Jonghyun, Key, Minho

Length(*) : twoshoot

Genre(*) : Romance, Humor/Comedy, Friendship

Rating(*) : PG-15

Summary : cinta itu membuat hidup lebih berwarna, bila kita mempunyai luka itu bisa diobati dengan cinta. Cinta bisa membuat airmata kepedihan menjadi airmata kebahagian. Dan satu lagi menurutku cinta itu seperti oksigen yang kita butuhkan setiap harinya.

A.N(*): Saya mengikuti kontes B

Taemin’s pov

Hari ini kami –SHINee- melakukan goodbye stage yang terakhir di Music Core. Senang sekali rasanya dapat beristirahat dari rutinitas comeback yang super padat. Tapi, aku juga sedih tidak bisa melihat ratusan ah ralat bahkan ribuan SHAWOL yang selalu menunggu performance kami.

Aku sedang bersantai, sambil memperhatikan minho hyung yang sedari tadi tidak berpaling dari PSnya. Kasihan sekali raebin noona memiliki namjachingu seperti dia apa dia tidak cemburu hah?

Aku memperhatikan sekeliling dorm, sepertinya heboh sekali di dapur. Aku tertarik melihatnya ada kejadian apa yang terjadi di sana.

Key hyung mengomel-ngomel tak jelas, sebaiknya aku tidak bertanya kepadanya bisa-bisa aku tidak dibelikan susu pisang lagi. Aaaaaah apa artinya hidupku tanpa sekotak susu pisang.

Ah ternyata ada hyosan sebaiknya aku bertanya kepadanya. “ hyosan-ah apa yang terjadi?kenapa berisik sekali sih? ”

“oh itu,key oppa dari tadi mengomel karena onew oppa melahap hampir semua ayam yang sudah ia goreng hihi”jawabnya.

“onew hyung! Sudah lah kau mau member yang lain hanya makan nasi putih? Atau kau mau……….”ancam key hyung. Atau apa?apa yang akan ia lakukan?

“hau mahu menghancamku?haha hidak hempan(kau mau mengancamku?haha tidak mempan)” balas onew hyung.

“baiklah,kalau ini pasti mempan” key hyung berjalan mendekati hyosan lalu menyodorkan kepalanya mendekati pipi hyosan.

“YA!!APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?”seketika onew hyung menghentikan aktifitasnya menghisap tulang-tulang ayam.kekeke~

“terlambat” cup. Key hyung mencium pipi hyosan, tapi yeoja yang dicium malah biasa-biasa saja. Onew hyung langsung mendorong key hyung untuk menjauhi hyosan.

“chagi, kenapa kau membiarkan dia mencium pipimu ha?biar aku hapus ya bekasnya” ujar onew hyung sambil mengerlingkan sebelah matanya. Hueek menurutku itu menggelikan sekali.

Ketika onew hyung hendak mencium hyosan,” YA!setidaknya cuci dulu mulutmu oppa, nanti pipiku bau ayam goreng. Sana! Cuci dulu” hyosan mendorong onew hyung yang notabenenya adalah namjachingunya. Ya, onew hyung memang sudah memiliki yeojachingu sejak setahun yang lalu.

Onew hyung cepat-cepat membersihkan mulutnya lalu kembali menghampiri hyosan. “hyonnie,sini aku bersihin yaaa. Aku ga mau pipimu kamu ternodai sama si cerewet key itu” onew hyung langsung mendekati pipi hyosan. Yaaa 5 cm..3 cm..1,5 cm..

“YA!!KALIAN TIDAK LIHAT SEDARI TADI AKU DISINI?KALIAN TAHU KAN AKU HABIS PUTUS DENGAN SEKYUNG*author lompat2 geje*?KENAPA MALAH BERMESRA-MESRAAN DI DEPANKU?” ternyata ada jonghyun hyung juga disini. Aku tidak menyadarinya hehehe. Sepertinya dia masih frustasi putus dengan sekyung noona.

“aigoo~aku kan hanya ingin menciumu chagiyaaa~ kenapa susah sekali” onew hyung juga ikut frustasi sepertinya. “yasudah aku mau main ps saja dengan minho. Kau key!sekali lagi kau mencium yeojaku akan ku……..akan ku apakan ya?ah aku lupa mau ngomong apa#gubrak# nanti lah aku ingat-ingat dulu” hyosan hanya tertawa melihat tingkah konyol namja chingunya.

Memangnya jatuh cinta itu enak ya?punya yeojachingu?apakah karena kita bisa menciumnya?aku juga bisa mencium umma kapan pun. Trus apa rasanya jatuh cinta itu? Kenapa jonghyun hyung bisa se-frustasi itu putus dengan sekyung noona. Aah terkadang aku suka memikirkan hal ini. Aku sangat bingung mengapa hyung-hyungku sangat mengaggungkan yang namanya cinta?

Hyosan’s pov (author nih wkwk)

“YA!!KALIAN TIDAK LIHAT SEDARI TADI AKU DISINI?KALIAN TAHU KAN AKU HABIS PUTUS DENGAN SEKYUNG*author lompat2 geje*?KENAPA MALAH BERMESRA-MESRAAN DI DEPANKU?” sorak jong oppa.

“aigoo~aku kan hanya ingin menciumu apa susahnya sih” ujar onew oppa sambil memanyunkan bibirnya. Kyaaaaa imut sekali namjaku ini. “yasudah aku mau main ps saja dengan minho. Kau key!sekali lagi kau mencium yeojaku akan ku……..akan ku apakan ya?ah aku lupa mau ngomong apa#gubrak# nanti lah aku ingat-ingat dulu” hahaha dia itu lucu sekali, itulah hal yang membuatku jatuh cinta dengannya.

Aku melihat taemin sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Aku berjalan mendekatinya.

“taeminnie, kau sedang memikirkan sesuatu? “Tanya ku. “ ah, aniyo” jawabnya singkat. “ kalau kau mau bercerita aku mau kok mendengarkannya” ujarku. “baiklah aku mau bertanya sesuatu” dia pun mengajaku untuk pergi ke lantai atas.

—————————————————————————–

 “apa memangnya yang ingi kau tanya kan kepadaku?”

“begini, ehm..bagaimana cara bertanyanya ya?e..e..”dia terlihat ragu untuk menanyakannya. Memangnya apa sih aku jadi ikutan penasaran.

“bagaimana rasanya jatuh cinta itu?”

“ukh..bwahahahahahah..mphhmphh”aku tertawa kencang oh mungkin sangat kencang sehingga taemin menutup mulutku.

“kau, jangan berisik nanti aku diledek sama hyung-hyung bertanya sepert ini” ujarnya.

“hem..rasanya yaa?bagaimana ya?indah, menyenangkan trus..”

“ya!bukan itu maksudku tapi secara detail apa yang kau rasakan selama menjadi yeojachingu onew hyung. Dibandingkan dengan menjomblo bagaimana perasaanmu?” lanjutnya sepertinya iya penasaran sekali.

“cinta itu membuat hidup lebih berwarna, bila kita mempunyai luka itu bisa diobati dengan cinta. Cinta bisa membuat airmata kepedihan menjadi airmata kebahagian. Bila orang yang kau cintai merasakan kesedihan atau kepedihan kau pasti akan turut merasakannya. Cinta itu melengkapi hidupmu. Dan satu lagi menurutku cinta itu seperti oksigen yang kita butuhkan setiap harinya” jelasku.

“sehebat itu kah cinta? Aku juga ingin merasakannya kalau begitu?” ujarnya.

“haha sepertinya uri magnae sudah besar” sindirku

Onew’s pov

“HYONNIE ! KAU DIMANA?” aduuh ke mana perginya hyonnieku?

“ya!kau ngapain berdua-duaan dengan hyonnie ku di atas ha?” apa yang ia lakukan dengan taemin di atas sana huh. Dia pikir aku tidak cemburu apa.

“oppa, kenapa sih daritadi marah-marah terus?ga capek emangnya marah-marah terus?nanti kalau oppaku cepet tua trus imutnya hilang, matanya yang sipit jadi besar trus bla~bla~bla~”dia –yeojaku- mengoceh terus membayangkan hal-hal yang buruk akan terjadi padaku bila aku marah-marah terus.

“kkaja” tanpa menunggu aba-aba aku langsung menariknya keluar dari dorm.

————————————————————————

“oppa, kita mau ke mana?” tanyanya dengan wajah polosnya itu. Neomu kyeopta^^.

“hanya berjalan-jalan saja di sekitar sini, sebagai hukumanmu” jawabku seadanya. “mwo? Hukuman? Memangnya aku berbuat apa?” tanyanya lagi. Aduuh bisakah kau –hyosan- singkirkan wajah innocent mu itu aku ingin sekali mencubitnya.

“aiissh~kau lupa ha? Kesalahan pertamamu, kau mau saja dicium oleh key si curut itu*author dibakar hidup2 sama lockets ._. horror amat yak hii~* kesalahan keduamu kau berduaan tadi dengan taemin a..”

CUP

Secepat kilat hyosan mencium pipiku. “itu hukuman kau terlalu banyak omong”jelasnya.

“baiklah kalau begitu aku akan mengoceh terus, sehingga aku bisa dapat ciuman darimuu~”

“YA!kau!aissh”aku berlari meninggalkannya dibelakang, huh larinya lamban sekali.

—————————————————————————

Kami beristirahat di sebuah taman, tempat biasa kami menghabiskan waktu berdua. Beginilah rasanya berpacaran ala artis tak ada romantis-romantisnya.

“oppa” hyosan membuka pembicaraan. “kau tau tadi taemin menanyakan apa artinya cinta kepadaku, sepertinya dia sudah tidak betah menjomblo hihihi. Apa perlu aku carikan yeoja untuknya?” dia tertawa, manis sekali matanya hilang sama sepertiku bila tertawa. Sepertinya kami memang telah ditakdirkan untuk bersama*author guling2 di lantai saking senengnya.

“hm..biarkan saja dia mencari yeoja yang tepat untuknya, daripada kau mengurusi taemin lebih baik kau mengurusiku chagiyaaaaaaaa~”aku menggeser sedikit tempat dudukku mendekatinya.

*lebih baik kita fokus ke taem daripada author menghayal yang tidak-tidak#plak

—————————————————————————-

Taemin’s pov

Ukh..ukh..pagi ini dingin sekali dan sialnya aku terkena batuk karena udara ini brr~aku merapatkan sweaterku. Untungnya pagi ini aku tidak sendiri. Haha tentu saja sekotak susu pisang yang merupakan cinta pertamaku  menemaniku pagi ini. Itu enaknya kalau sakit, key hyung pasti membelikan apa saja yang ku pinta. Tentu saja kesempatan ini tidak boleh kau lewatkan taeminnie.

Aaaah aku masih penasaran atas apa yang hyosan jelaskan kemarin. Aha!bagaimana kalau aku mencari yeojachingu saja ya?dengan itu pasti rasa penasaranku akan hilang. Haha kau memang jenius taeminnie!

————————————————————————-

akhirnya aku sampai di kelas juga. Sudah berapa lama ya aku tidak menginjakan kaki di ruangan ini?

Ya!ini saatnya aku tebar pesona supaya banyak yeoja yang menyukaiku. Aku yakin dengan rambutku yang merah ini pasti aku terlihat manly.

Benar saja, saat melangkah masuk ke kelas yeoja-yeoja datang mengerumuniku. Haha kau memang maknae paling tampan taeminnie. Aku perhatikan wajah mereka satu per satu. Hm..yang ini manis, yang ini cantik tapi badannya euhh susah diungkapkan kata-kata, kalau yang ini imut sih tapi huh cerewetnya minta ampun. Bahkan ia bisa memecahkan rekor key hyung.

“annyeong haseyo modu” ah seungsaenim datang. Terputus sudah acara tebar pesonaku.

Selama pelajaran berlangsung aku tidak terlalu berkonsentrasi. Kenapa?yaa aku memikirkan tentang yeoja mana yang akan kupilih.

Tunggu!yeoja di kelas ku ada 18. Trus tadi yang mengerumuniku ada 1..2..3……….14..15..16. Hah 16? Kenapa tidak semua yeoja? Apa aku kurang cool dengan rambut baruku ini? Seharusnya kan 17 yeoja. Kenapa 17? Haha karena salah satu diantara yeoja itu adalah hyosan. Yeojachingu onew hyung. Yap, aku satu kelas dengannya. Kalian tau kan aku baru saja di pindahkan dari sekolah yang lama?

————————————————————————-

Akhirnya kegiatan sekolah hari ini selesai juga. Cukup menyenangkan. Di sekolah yang baru ini aku tidak lagi di-bully, syukurlah.

Hari ini yang bertugas menjemputku adalah..hm..ah ya!minho hyung. Tapi kemana dia? Kenapa sampai sekarang belum datang juga?

Sudah satu jam aku menunggu, kemana sih dia? Aku hubungi, tetapi dia tidak mengangkat telfonnya.

Sembari menunggu minho hyung simelekete yang datangnya lama banget gilaa#loh? taem jadi anak gehol.kekeke~#aku berkeliling melihat-lihat sekolah baruku ini.

Tiba-tiba saja mataku tertuju pada seorang yeoja yang duduk sambil mendengarkan musik. Sepertinya dia tertidur. Di sini?sendirian?berani sekali dia. Konon katanya sih kalau sudah mulai gelap ada hantu ahjumma-ahjumma yang berbaju super ketat dan colourfull serta merta dengan rambut botaknya/ plaak#memikirkannya saja sudah membuatku merinding dan sedikit geli~ Tapi………yeoja ini cantik juga hihihi.

“agh” tiba-tiba saja dia mengerang, sepertinya dia menyadari kedatanganku.

“annyeong”sapaku.

“kau? Ke..kenapa kau ada di sini?”tanyanya.

“m…bisa dibilang menunggu jemputan”jelasku.

“boleh aku duduk disini?” ujarku sambil menunjuk tempat kosong di sebelahnya.

“uhm..aku harus ke toilet”dia terburu-buru meninggalkanku. Memangnya apa salahku? Aku hanya memperhatikannya ketika sedang tidur.

——————————————————————————

‘tintintintin’ itu suara klakson mobilnya minho hyung. Tapi,bagaimana dengan yeoja tadi? Ah biarlah nanti aku bisa dimarahi minhyo hyung kalau terlambat.

Jung hyora’s pov

“agh” sudah berapa lama ya aku tertidur di sini. Aku mengerjapkan kedua mataku sambil meregangkan otot-ototku.

“annyeong”sapa seseorang yang berhasil membuatku terkejut setengah mati.

“kau? Ke..kenapa kau ada di sini?”tanyaku tak percaya.

 “m…bisa dibilang menunggu jemputan”jelasnya.

 “boleh aku duduk disini?” sambungnya sambil menunjuk tempat kosong di sebelahku.

“uhm..aku harus ke toilet” aku mengambil langkah seribu untuk menjauhi namja itu.

Bagaimana bisa?bagaimana bisa seorang taemin ‘SHINee’ menyapaku?mimpi apa aku semalam. Aku tidak bisa menahan rasa maluku. Mungkin pipiku sudah semerah tomat sekarang. Aku mengintip dari balik dinding. Dia masih saja duduk di situ. Ottohkae? Apa yang harus aku lakukan?

—————————————————————————

beberapa saat kemudian,

Tiba-tiba saja dia berdiri lalu membawa tasnya. Sepertinya jemputannya sudah datang. Huft..syukurlah aku bisa keluar sekarang.

Taemin’s pov

Yeoja tadi……rasanya aku pernah melihatnya. Di mana ya?

Oh ya!dia sekelas denganku. Berarti dia-lah yang tidak ikut mengerumuniku tadi pagi. Tapi namanya siapa? Di kelasku 4 yeoja bermarga Lee, 2 choi, 5 kim, 2 han, 3 kang, 1 shin dan 1 lagi?? Jung. Berarti marga yeoja itu adalah jung. Jung apa ya??

Minho’s pov

tumben sekali magnae satu ini tidak mengomel karena aku terlambat menjemputnya. Biasanya ia pasti akan mengancamku untuk mengadukan kejadian ini-keterlambatanku menjemputnya-kepada key hyung. Apakah dia sakit?

Sebaiknya aku tanya saja langsung.

“uhm..ta…”.

“JUNG HYORA!YA!NAMANYA JUNG HYORA!” tiba-tiba saja dia bersorak-sorak tak jelas.

Untung saja aku mengendarai mobil dengan kecepatan 30 km/jam kalau tidak bisa-bisa kami mengalami tabrakan karena teriakannya yang mengejutkanku.

“YA!mengapa kau berteriak-teriak tak jelas? Kau ingin membuatku jantungan hah?” omelku.

“hehe mian hyung, bukan begitu maksudku” jawabnya sambil cengengesan.

“hm.. Siapa itu jung hyora? Yeojachingumu?”tanyaku.

“aniyo~dia hanya teman sekelasku hyung. Kau tidak perlu cemburu” ujarnya sambil mengerlingkan sebelah matanya. “MWO?” menjijikan sekali~

————————————————————————————

onew’s pov

“hyung” taemin berjalan mendekatiku. Mau apa dia? Aku kan sedang sibuk broswing resep ayam-ayaman (?)

“hyuuuung~liat sini, aku mau ngomong” ujarnya menarik-narik lengan bajuku.

“aiish!wae? Waeyo?” tanyaku malas.

“hyosan tidak ke sini hari ini?” huh, tumben sekali dia menanyakan hyonnieku. Ada apa ini?

“ani” jawabku singkat, lalu aku kembali melanjutkan kegiatanku yang tertunda karena pertanyaan ‘mencurigakan’ taemin.

“hyuung~aku belum selesai bicara” sambungnya dan kini ia memutar arah kepalaku menghadapnya.

” ajak hyosan ke sini yaya?” pintanya sembari mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.

“untuk apa kau menyuruhnya ke sini ha?” tanyaku sinis.

“ayolah hyuung~yaya?jebal!ada yang ingin kubicarakan dengannya”bujuknya.

“ya tapi apa yang ingin kau bicarakan? Jangan-jangan kau menyukai hyonnie ku?andweeee”.

“ya!hyung, mana mungkin aku menyukai hyosan” dia memukul kepalaku. Yaaa sudah mulai meningkat kelakuanmu sekarang taeminnie. Jangan sampai kau seperti magnae suju si evil kyu.

Hm…tapi, tidak rugi juga aku mengajak hyosan ke sini. Lagipula seharian ini aku belum saling kontak dengannya.

“ne..ne arraseo”jawabku malas lalu menggerakan telunjukku untuk memberi isyarat-sana pergi!- kepada taemin.

Sebenarnya apa yang ingin ia bicarakan sih?

——————————————————————————-

“annyeong chagiyaa~kau bisa tidak ke sini hari ini?” tanyaku manja melalui telfon.

“ne annyeong dubu,hihi. Wae gurae? Kemarin kan aku sudah ke situ” jawabnya, aku senaaaang sekali mendengar suaranya.

“yaa~sejak kapan kau memanggilku dubu?jelek ah. Aku tak suka” bisa-bisanya dia memanggil namjachingunya yang supeeeer tampan ini dubu.

“haha ntah lah, terdengar lebih lucu menurutku. Ya sudah, memangnya kau mau dipanggil apa? Jinki?hihi” aaah sekarang dia malah menertawaiku.

“andweyo!panggil aku honey, ottae?” usulku.

“aigoo~menjijikan sekali. Shiroyo!” bentaknya, hihi sepertinya dia ngambek aah pasti wajahnya imut sekali saat ini. Aku jadi tak sabar menunggunya sampai dorm.

“aah aku tak mau tau, kau harus memanggilku honey. Dan sekarang cepat ke sini, kutunggu ya. Annyeong chagiyaa!”pip. Kuputus telfonnya.

Hyosan’s pov

“aah aku tak mau tau, kau harus memanggilku honey. Dan sekarang cepat ke sini, kutunggu ya. Annyeong chagiyaa!”pip

“ya!yeobseyo?yeobseyo?”aiissh seenaknya saja memutuskan telfon. Dan sekarang dia menyuruhku ke dorm. Tapi tak apa lah, lagipula aku tak ada kerjaan di rumah.

————————————————————————-

Taemin’s pov

haaah kenapa hyosan lama sekali? Apa benar onew hyung sudah menyuruhnya datang ke dorm?

“hyung, mana hyosan? Sudah sampai belum?” tanyaku saat onew hyung keluar dari dapur.

“ya!sudah kubilang sebentar lagi dia datang. Ini sudah yang ke berapa kali kau menanyakannya ha?aku jadi curiga” omel onew hyung.

Benar juga, ini mungkin sudah yang ke-20 kali aku menanyakan hyosan kepadanya. Tapi mau bagaimana lagi, aku penasaran sekali dengan yeoja tadi.

—————————————————————————-

“annyeong!aku datang~”sepertinya itu suara hyosan. Akhirnya dia datang juga.

“ah!annyeong hyosan-ah”sapaku.

“aku bawa bawa beberapa makanan”ujarnya.

“jinjja? Apa itu?”tanyaku antusias, pantas saja dia datang terlambat ternyata dia membelikan makanan untuk kami.

“this is special for you”ujarnya. Menyodorkan sesuatu kepadaku.

“apa itu special-special segala, untuku tak ada yang special?” tiba-tiba saja onew hyung datang ntah dari mana.

“aigoo~tentu saja ada chagi, kau tak perlu marah”ujar hyosan sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“ini dia!sekotak penuh ayam goreng untuk namjachinguku”ucapnya sambil tersenyum.

Muka onew hyung berubah gembira seketika. Memangnya onew hyung tidak mengenal makanan lain selain ayam goreng? Dia seperti anak ingusan yang tak pernah makan ayam seumur hidupnya.

Hyosan’s pov

“apa itu special-special segala, untuku tak ada yang special?” tiba-tiba namja yang paling bisa membuat perasaanku tak karuan muncul ntah dari mana.

“aigoo~tentu saja ada chagi, kau tak perlu marah”ujarku sambil mengeluarkan sesuatu dari tasku. Tak mungkin aku tidak menyiapkan sesuatu yang special untuknya hihihi.

“ini dia!sekotak penuh ayam goreng untuk namjachinguku”ujarku sambil memberikan senyuum termanisku.

Air mukanya berubah gembira seketika. Haha, inilah namjaku seorang maniac ayam. Walaupun begitu aku sangat mencintainya. Bukan karena status selebritinya, atau berapa banyak uang yang bisa ia hasilkan. Tapi, aku jatuh cinta akan kelembutan hatinya pantas saja ia dijuluki dubu.

“gumawo chagiya”

CUP

dia mencium pipiku kilat lalu merampas ayam gorengnya.

“ya!kau……..aiissh!Oppa aku kan malu” apa-apaan dia ini. Aku kan malu, berani sekali dia menciumku di depan taemin.

Aku hanya bisa menunduk, menahan maluku. Pasti pipiku sudah seperti terkena strikaan kekeke~

“hyosan-ah gumawo ya susu pisangnya”ujar taemin tiba-tiba.

“hm..aku mau berbicara denganmu sebentar, kutunggu di ruang tv ya”sambungnya.

“baiklah, aku mau meletakan kimchi yang kubeli tadi untuk yang lain dulu ya”jawabku.

Taemin’s pov

Ini saatnya aku bertanya lebih banyak tentang yeoja bernama jung hyora itu.

“taeminnie, apa yang ingin kau bicarakan denganku?”tiba-tiba hyosan muncul dari arah dapur.

“ah kau sudah selesai hyosan-ah?kemari, duduk di sini. Aku tidak mau pembicaraan kita didengar oleh hyung-hyungku yang lain”ujarku seraya memberi kode dia agar duduk di sampingku.

“memangnya apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya serius sekali sehingga yang lain tidak boleh tau?” tanyanya.

“aniyo~aku hanya takut mereka menjadikanku bahan tertawaan. Begini, langsung saja ya. Hm…….tadi ketita pulang sekolah aku bertemu dengan seorang yeoja. Setelah aku ingat-ingat ternyata dia sekelas dengan kita. Kalau tidak namanya Jung Hyora. Kau kenal dengannya?”tanyaku hati-hati.

“aku kenal dengannya, bahkan sangat kenal. Kami sekelas sejak kelas 2, ya bisa dibilang cukup dekat. Waeyo?hihi”sepertinya dia sudah mulai curiga denganku, ottohkae?

“hm..ee begini eum..apa ya..ee..bagaimana ya?”aku juga tidak tau harus bertanya apa dengan hyosan. Kenapa aku jadi grogi seperti ini. Apakah ini yang dinamakan perasaan cinta? Ah, aniyo. Kenal aku saja belum pernah kenal dengannya. Tenang lah taemin.

“Namanya Jung Hyora, bisa dipanggil hyo atau hyora. Dia tinggal di ________ .Dia suka semua hal yang berhubungan dengan hewan. Bahkan ia bercita-cita menjadi seorang dokter hewan. Warna favorit eum…… kuning dan putih. Sudahkan? Itu kan yang mau kau tanyakan? Hihi jangan bohong kepadaku”seolah bisa membaca pikiranku, hyosan sudah menjawab semua pertanyaan yang akan kutanyakan.

“hehe gumawo hyosan, jeongmal gumawo. Tapi…kau jangan cerita apa-apa ya dengan hyung-hyung yang lain. Kalau mereka tau, pasti aku menjadi bahan godaannya”ah lega sekali rasanya sudah mendapatkan beberapa informasi yang kubutuhkan.

 “ya!apa yang kalian lakukan berdua?”tiba-tiba onew hyung datang.

“ani. Kami hanya mengobrol tentang kejadian di sekolah tadi?” jawab hyosan.

“jeongmal? Tidak ada yang lain kah?” selidiknya.

“oppa tak percaya denganku?” Tanya hyosan sambil memasang puppy eyesnya.

“sedikit. Taemin, sudah kau keluar sana. Sekarang giliranku berduan dengan hyonnieku” dia menarik tanganku dan mendorong pungguku agar keluar dari ruangan tv.

“jeongmal gumawo hyosan-ah” ujarku lalu berlalu.

—————————————————————————

Taemin’s pov

Pagi menjelang, matahari terbit dengan indahnya. Mengawali hariku, hariku untuk mendekati seorang yeoja yang menarik perhatianku.

————————————————————————–

Ku bawa susu pisang minuman favorit ku untuk menemaniku ke sekolah. Tapi kali ini aku tidak membawa satu, melainkan dua kotak susu pisang. Untuk siapa lagi kalau bukan untuk dia, yeoja yang menjadi targetku.

Beruntungnya pagi ini aku berpapasan dengannya di gerbang sekolah.

“annyeong!”sapaku.

“omona!kau menganggetkanku”dia menolehkan kepalanya ke arahku, imut sekali wajahnya ingin rasanya aku mencubitnyaaa~

“n..neo?kau apa yang kau lakukan di sini?” seperti kemarin, ia selalu tergagap bila bertemu denganku. Memangnya ada yang salah dengan wajahku?

“tentu saja aku ingin belajar di sekolah ini, pertanyaan mu aneh aneh saja.kkaja kita ke kelas bersama”kuberikan senyum terindahku haha lalu kurangkul bahunya.

“kyaaaa~”dia berteriak sangat kurangkul. Tapi aku tak melepas rangkulanku malah makin mengeratkannya.

Tak perduli berapa banyak yeoja yang berteriak histeris melihat perlakuanku kepada hyora. Aku senang sekali, ternyata ini rasanya jatuh cinta aku baru kali ini merasakannya. Seperti apa ya? Mungkin bisa dibilang seperti baru memenangkan undian? Ah lebih dari itu, rasanya saaangaaat menyenangkan.

TBC

Singkat sekali waktu terasa kini sudah tiba waktunya istirahat. Pelajaran tadi sangat membosankan. Sejarah, aku paling membenci pelajaran itu.

Kulihat dia -hyora- melenggang pergi. Bukan menuju kantin melainkan tempat di mana aku menemuinya sore itu. Sepertinya itu tempat favoritnya.

Ku ikuti langkahnya, kuambil pula tempat di sebelahnya.

Diam, hanya senandung-senandung kecil yang terucap dari bibirnya. Ya, seperti biasa ia selalu mendegarkan lagu melalui headphone kesayangannya itu. Ntah lagu apa yang sedang ia dengarkan. Namun tampaknya ia sangat menikmatinya.

“kau tau, dari pertama aku melihat kau perasaanku menjadi tak karuan. Ntah mengapa aku merasa seperti itu. Kata hyosan mungkin aku sedang jatuh cinta. Kepada siapa? Kau? Yeoja yang baru kukenal. Haha sepertinya benar. Wajahmu memang tak sesempurna atau secantik yeoja lainnya tapi entah mengapa di mataku kau terlihat berbeda”semoga ia mendengarkan apa yang kuucapkan tadi. Semoga semoga semogaaa.

“euhm..sejak kapan kau di sini?”

GUBRAK

“kau baru menyadarinya?”tanyaku sedikit kesal.

Ia menganggukkan kepalanya.

“kau tak mendengar apa yang kubilang tadi?”

“ani”ujarnya dengan tampang innocent.

“memangnya tadi kau bilang apa?”lanjutnya.

“aah sudahlah”panjang lebar aku mengutarakan persaanku padanya tapi ia tidak mendengarkannya -_-

“ppali!apa yang kau katakan tadi?”desaknya.

Aah! Tepat sasaran, inilah kesempatannya.

“begini saja, kalau kau memang ingin tau, datanglah nanti malam ke namsan tower. Aku akan menunggumu di sana”jelasku.

“mwo?euhm..aku harus ke toilet. Annyeong!”dia meninggalkanku…begitu saja. Aaah sesulit itukah mendekati seorang yeoja?

“hyora!headphone dan i-pod mu tertinggal”dasar ceroboh.

Ku ambil headphonenya dan kudengar lagu yang sedang diputarnya.

‘ love like oxygen ‘

mworago? Inikan laguku? Apakah dia shawol?

Kuperiksa seluruh isi i-podnya, benar saja semua isinya adalah laguku. Haha hyora sekarang aku tau kunci-anmu.

Hyora’s pov

“begini saja, kalau kau memang ingin tau, datanglah nanti malam ke namsan tower. Aku akan menunggumu di sana”ujarnya.

Apakah ini mimpi? Taemin, seorang taemin SHINee mengajaku kencan nanti malam?

Aiiish! Hyora pabo! Dia kan hanya berkata untuk menemuinya nanti malam di namsan tower. Bukanlah untuk mengajakmu berkencan. Naega jeongmal baboya!

—————–

still hyora’s pov

malam ini aku akan bertemu dengannya. Walaupun bukanlah sebuah kencan tapi aku harus menampilkan yang terbaik.

Kupilih dress hijau muda ku lalu ku pakai sebuah bando kecil bewarna senada di kepalaku.

Sedikit risih memang. Tapi aku harus menahannya, demi bertemu idolaku sekaligus orang yang kusukai.

——————–

aku sudah sampai di tempat kami berjanji. Arlojiku menunjukan pukul setengah sembilan. Kupikir aku sudah terlambat setengah jam karena jalanan yang cukup padat tadi.

———————

se-jam sudah berlalu. Cuaca semakin memburuk. Taemin masih belum menampakan dirinya. Ke mana dia? Apakah ia lupa akan janjinya? Ahh itu tidak mungkin. Hyora, buang semua fikiran burukmu itu!

——————–

Menunggu, menunggu dan terus menunggu. Itu lah yang kulakukan sejak 3 jam yang lalu. Ya, memang benar aku sudah menunggunya hampir 3 jam.

Apakah sebaiknya aku pulang saja? Atau tetap menunggu kedatangannya di sini?

Aigoo~ sabarlah sedikit hyora. Sebentar lagi taemin pasti akan datang. Letihku berdiri menunggunya sedari tadi. Akhirnya kuputuskan untuk duduk bersandar pada sebuah tiang.

Dingin sekali malam ini~ aku tak tahan dingin. Kenapa aku lupa membawa baju hangat?pabo! Kupeluk lututku dan sesekali menggosokan kedua tanganku agar menjaga suhu tubuhku tetap hangat.

Taemin’s pov

“HYUNG!aku harus pergi sekarang, dia pasti sudah menungguku”aku berlari dan tak lupa menyambar jaket kesayanganku setelah manager hyung keluar dari ruang latihan koreografi.

Aku tak habis fikir ia memintaku menciptakan gerakan-gerakan baru dalam waktu sehari saja. Ia fikir aku robot yang bisa diprogram sesuka hatinya?

Semua umpatan-umpatan telah keluar dari mulutku. Apa yang harus aku katakan pada hyora? Sudah hampir 3 jam ia menungguku di namsan tower. Ditambah lagi dengan cuaca yang cukup buruk.

Aku tidak bisa berfikir dengan jernih. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Jika sampai itu terjadi aku lah orang yang patut disalahkan.

Aku berlari menyusuri koridor gedung SM ini. Berlari ya, hanya itu yang dapat kulakukan sekarang tak lupa aku berdoa agar hyora baik baik saja.

Tidak banyak waktu yang kubutuhkan untuk keluar dari gedung sialan itu. Akhirnya kini aku sampai di tepi jalan raya. Aku harus naik apa? Di tengah cuaca buruk ini mana ada taxi yang berkeliaran.

“aigoo~taemin mengapa kau masih di sini?”yak! Dewi penyelamatku datang. Jeongmal gumawo hyosan, kau datang di waktu yang tepat.

“euhm..bisakah kau mengantarku ke namsan tower sekarang? Akan kujelaskan semuanya nanti di mobil”tanpa menunggu persetujuannya aku lansung melesat ke dalam mobil sedannya.

“tentu saja taemin, pasang sitbeltmu. Sepertinya kita harus menambah kecepatan dari biasanya”hyosan melajukan mobilnya di atas kecepatan rata rata.

Di jalan aku menjelaskan semuanya kepadanya. Dia hanya membalas dengan beberapa anggukan. Sepertinya dia memang harus fokus mengendarai mobil dengan kecepatan ini.

————————

akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

“hyosan gumawo, jeongmal gumawo. Kau sudah terlalu banyak membantuku. Bagaimana aku harus membalas semuanya”ujarku sambil membetulkan jaket yang ku pakai.

“kau cukup menjaga hyora baik-baik. Jangan lukai dia. Itu sudah cukup bagiku. Ppali!dia pasti sangat kedinginan di luar sana”hah hyosan, kau memang selalu begitu. Peduli terhadap sesama. Beruntung sekali onew hyung memiliki yeoja sepertimu.

“baiklah aku pergi dulu.annyeong”kubuka kenop pintu mobilnya.

“chakkaman, ini ambilah sweaterku. Kau pasti membutuhkannya. Di luar udara sangat dingin”dia melemparkan sweater birunya ke arahku.

“gumawooo hyosan-ah”sorakku lalu berlari ke arah namsan tower.

Berlari dan terus berlari. Aku tidak tau sudah berapa jauh aku berlari. Au menaiki tangga denga sangat tergesa-gesa. Tiga anak tangga pun aku langkaui sekaligus. Aku hanya ingin melihat muka hyora sekarang.

Aku sampai di anak tangga terakhir. Aku bisa melihat dari kejauhan sesosok yeoja sedang duduk sambil memeluk lututnya. Dia bersandar ke sebuah tiang untuk menopang tubuhnya. Aku berjalan perlahan mendekatinya. Apakah dia menangis? Namja macam apa aku ini? Belum dia -hyora- menjadi yeojachinguku aku sudah menyakitinya. Kini perasaan bersalah memenuhi relung hatiku.

Aku berlulut di hadapannya. Bisa kulihat semilir angin menerpa rambut hitamnya.

“hyora-ah”panggilku, tapi ia tetap mempertahankan posisinya.

“jeongmal mianhaeyo aku datang terlambat”lanjutku. Tapi dia tidak bergeming sama sekali. Semarah itu kah ia denganku?

“hyora-yaa ku mohon jangan marah denganku”aku memohon dengannya. Kupegang tangannya tapi……..tangannya dingiiin sekali. Berapa lama dia menungguku?

“hyora-yaa gwenchanayo??”aku mulai panik, kugoyangkan badannya. Tapi apa yang kudapat? Iya jatuh terkulai begitu saja.

Oh tuhan apa yang terjadi dengannya?

Aku lansung menggendong tubuhnya. Bagaimana pun caranya, bertahanlah hyora-ya. Aku tak sanggup bila tak ada dirimu di sisiku.

Dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki kugendong terus dia hingga tempat hyosan mengantarku tadi. Tak lupa kupakaikan sweater yang telah hyosan pinjamkan tadi.

Hyosan’pov

aku putuskan untuk menunggu di sini beberapa saat. Menikmati pemandangan seoul khususnya di sekitar namsan tower ini.

OMO! Apa yang kulihat saat ini? Aku tidak salah lihatkan? Kucubit kedua pipiku sekeras mungkin. Dan memang benar aku tidak sedang bermimpi. Tapi, apa yang terjadi dengan hyora? Mengapa taemin harus menggendongnya. Tak ku peduli kan udara dingin yang tengah menyelimutiku tanpa baju penghangat sedikit pun, aku lansung berlari mendekati mereka berdua.

“taemin?apa yang terjadi?????”aku shock, aku lupa bahwa temanku ini sangat tidak kuat dengan udara dingin.

“aku juga tidak tau. Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang juga”ku bantu taemin yang sudah kehilangan tenaganya menggendong hyora. Kubuka pintu mobil dan kubaringkan tubuh lemahnya di jok belakang.

Lalu, kulesatkan mobil sedanku. Tak lupa kuhidupkan lampu darurat agar mobil-mobil lain memberiku rongga di jalan.

————————–

taemin’s pov

kenapa perjalanan ini terasa sangat lama. Padahal hyosan telah menggunakan kecepatan di atas 60 km/jam. Hyora bertahanlah.

——————

akhirnya kami sampai, hyosan turun lalu memanggil beberapa perawat. Mereka menurunkan hyora dari atas mobil lalu dengan cekatan membawanya ke ruang unit gawat darurat.

Gelisah itu lah yang kurasakan sekarang. Aku terus berdiri di depan pintu tempat di mana hyora diperiksa. Dadaku sesak, aku sulit bernafas. Pikiranku tak lepas dari hyora. Semua kemungkinan terburuk yang tidak aku harapkan membayang-bayang terus di otakku. Akhirnya aku terduduk di sini. Di depan pintu bangsal ini lalu perlahan satu per satu cairan bening itu jatuh membasahi pipiku.

Hyosan’s pov

‘tuhan, tolonglah sahabatku ini. Selamatkanlah dia’ sedari tadi kalimat itu terus ku ucapkan dalam hatiku. Aku tidak ingin menangis. Karena aku tau itu akan semakin membuat taemin tertekan. Onew oppa!ya aku harus memberi tau-nya.

To : onew oppa

oppa, datanglah ke rumah sakit sekarang. Hyora dalam keadaan darurat. Aku dan taemin menunggumu di sini

KLIK. Kutekan tombol send lalu pesan tersebut terkirim.

Aku tak tega membiarkan hyora berjuang di dalam sana seorang diri. Kugigit bibirku agar airmata kesedihan ini tak keluar.

Sepertinya cuaca sangat tau apa yang kami rasakan sekarang. Serasa ia-cuaca- juga merasakan kesedihan dan kegelisahan ini, ia pun turun menurunkan airmatanya. Salju, yaa salju turun malam ini. Dinginnya sangat menusuk hingga ke tulangku.

———————-

onew’s pov

drt..ddrt..

Telfon genggamku bergetar. Sepertinya satu pesan masuk. Ku buka dan kubaca perlahan.

MWO? Hyora masuk rumah sakit? Aku harus segera ke sana.

“minho, key ada berita buruk. Hyora masuk rumah sakit. Sebaiknya kita segera ke sana”jelasku kepada mereka.

“OMONA!ppali hyung kita harus cepat ke rumah sakit”key dia sangat sayang dengan hyora. Dia telah menganggapnya sebaik donsaengnya sendiri. Wajar dia shock seperti itu.

“kkaja”ujarku.

“tapi bagaimana dengan jonghyun hyung? Dia kan sedang take vocal”minho mengingatkanku.

“eum..nanti biar aku yang memberitahunya agar segera menyusul”

——————–

kami sudah sampai di seoul international hospital. Key langsung melesat ke arah UGD. Aku mengerti perasaanya. Pasti ia sangat khawatir akan keadaan hyora.

Dari kejauhan aku melihat sesosok namja sedang terduduk di lantai. Dia menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Kulitnya yang putih dan rambutnya yang merah. Dapat kupastikan dia adalah taemin. Dia pasti sangat terpukul.

Key dan minho berjalan mendekatinya. Merangkul magnae kami itu dan sedikit menghiburnya.

Sedangkan aku? Aku menangkap seorang yeoja sedang terduduk sambil memeluk dirinya sendiri. Aku yakin dia adalah hyosan. Dia pasti juga sangat shock akan keadaan ini. Bagaimana tidak yeoja yang telah dianggapnya sebagai saudara sendiri kini sedang dalam keadaan kritis.

Aku duduk di sampingnya. Tapi sepertinya ia tertidur. Kuelus pipinya. OMONA!dingin sekali! Aku baru menyadari kalau dia tidak memakai baju hangatnya. Kutarik badannya dalam pelukanku dan membiarkan tertidur lelap di dadaku.

——————–

beberapa jam telah berlalu, akhirnya dokter yang menangani hyora keluar dari ruangan mengerikan itu. Appa hyora berbincang dengan dokter tersebut. Ya, appa hyora memang sudah kami beritau sedari tadi. Dapat kulihat air muka beliau berubah. Aku berharap ini bukanlah pertanda buruk.

Minho berjalan mendekati appa hyora. Mereka berbincang-bincang cukup serius. Appa hyora pun sempat menitikkan airmata.

Minho memberitahuku sesuatu, sesuatu yang menurutku akan menjadi kenyataan yang pahit bagi kami semua.

——————–

dia menggeliat di pelukanku. Sepertinya ia sudah terbangun.

“oppa? Kau sudah sampai? Sejak kapan?” tanyanya yang masih setengah sadar.

“kau sudah bangun?aku? Hm…sekitar se-jam yang lalu”jelasku.

Dia melihat sekeliling, aku mulai cemas. Bagaimana cara aku menjelaskan padanya?

“oppa, mengapa taemin menangis?” tanyanya.

DEG

ottohkae?

“oppa? Apa yang terjadi? Hyora, bagaimana keadaannya?” berturut-turut pertanyaan keluar dari bibir tipisnya.

“oppa? Kenpa oppa diam saja?”tanya lagi.

“euhm..kau tenang dulu hyonnie, e..eum..hyora…”

“ah..dokternya sudah selesai memeriksa hyora?ottae?bagaimana keadaannya oppa?” matanya membulat.

“hyora sudah meninggalkan kita”jelasku.

“mwo?ani..oppa kau jangan bercanda sekarang”matanya yang tadi bulat berbinar, kini berubah mengeluarkan cairan bening.

“kau harus menerima kenyataan hyonnie”

dia menunduk, menggigit bibir bawahnya sehingga mengeluarkan cairan merah yang segar.

“jangan sakiti dirimu hyonnie, menangis lah sepuasnya. Kau harus belajar merelakannya” kutarik tubuh mungilnya ke dalam pelukanku.

“oppa..ini semua tidak mungin”ujarnya sambil sesegukan.

“sst..uljimayo”kuelus puncak kepalanya. Sakit rasanya melihat senyuman yang biasa merekah di wajahnya kini berubah menjadi tangisan. Aku tak tahan melihatnya seperti ini.

————————————————-

Taemin’s pov

Dadaku terasa sakit sekali. Seolah-olah ada beban yang menghimpitnya. Ternyata benar apa yang dikatakan hyosan. ‘Bila orang yang kau cintai merasakan kesedihan atau kepedihan kau pasti akan turut merasakannya’.

“taemin, gwenchanayo?” tiba-tiba minho hyung dan key hyung datang. Dari mana mereka tahu aku di sini?

Kuusap airmataku lalu menatap kedua sosok namja yang sangat kusayangi itu.

“hyora hyung..hyora”ujarku terbata-bata.

“ne ne aku tau. Semua akan baik-baik saja. Uljimayo, sudahlah kita harus berdoa demi keselamatannya” key hyung memeluku.

“kau belum makan malam kan?”Tanya minho hyung.

“ani..aku tidak lapar hyung”

“kau harus makan taemin, hyora tidak akan senang melihatmu sakit nantinya. Kau mencintainya kan? Oleh karena itu kau tidak boleh sakit dan membuatnya khawatir”jelas key hyung.

“kkaja!ayo kita pergi ke tempat makan terdekat. Setelah itu kau boleh kembali ke sini lagi”lanjutnya.

Benar juga apa yang dikatakan key hyung. Aku harus tegar, tidak boleh lemah seperti ini.

————————————————————-

Semangkuk bimbimbap cukup mengisi perutku. Aku tak sabar ingin kembali ke rumah sakit. Aku ingin mengatahui bagaimana keadaan hyora sekarang. Apakah ia sudah siuman?

Aku dan key hyung sudah sampai di tempat tadi-UGD- . Tapi, ada apa ini? Hyosan menangis begitu juga appa hyora.

“hyung apa yang terjadi?”

“nan molla taeminnie”jawab key hyung.

“minho hyung, apa yang terjadi? Bagaimana keadaan hyora?”

“hyora terkena hipotermia yang sudah akut taemin, dokter tak bisa menyelamatkannya”

Ribuan  anak panah serasa merobek jantungku. Paru-paruku tidak bisa menerima oksigen. Nafasku sesak pikiranku kalut. Ini semua..ini semua di luar dugaanku.

Aku terduduk, menangis sekeras kerasnya. Mengapa kau ambil dia secepat itu tuhan? Bahkan kau tidak memberikanku waktu untuk menyatakan perasaan sayangku padanya. Aku hanya bisa menangis, tak perduli berapa pasang mata yang menatapku sekarang.

———————————————————-

Hari ini, hari yang seumur hidup akan kuingat. Hari dimana ia meninggalkanku untuk selamanya. Tak ada lagi senyum dari bibirnya. Matanya yang indah sudah tak bisa kulihat lagi. Headphone yang biasanya ia pakai untuk mendengarkan lagu kami –SHINee- kini sudah tak ada yang memiliki.

Ini akhir kisah cinta pertamaku. Dimulai dari rasa penasaranku akan artinya cinta sampai kehilangan orang yang kucintai.aku tahu aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Aku yakin di suatu tempat di sana, ia akan menunggu kehadiranku. Selamat jalan hyora, aku yakin suatu saat nanti di saat aku tak bisa lagi menikmati segarnya udara pagi, melihat keindahan dunia, di saat raga dan jiwaku sudah tak bersatu lagi. Kita pasti akan bertemu lagi hyora. Saranghae jeongmal saranghae.

—————————————————————–

Di sini lah aku sekarang. Berdiri di tengah-tengah ribuan fans ku. Bersama dengan hyung-hyung yang menyayangiku. Mengadakan the second SHINee World Concert in Seoul. Kini, kami akan melantunkan sebuah lagu, lagu yang memberitahu kita akan artinya cinta yang sebenarnya. Sanso gateun sanso gateun sanso gateun neo…..

 FIN

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

21 thoughts on “{CONTEST C} Talking About Love? – Part 1”

  1. Akhirnya ff pertamaku keluar.jeongmal gumawo ya buat yg comment.tp ini ada kesalahan teknis.sepertinya admin masukin seluruh ff aku sampai tamat.sebenarnya aku bikinnya twoshot.mungkin di sini aku yang salah mungkin aku lupa meng-cut beberapa bagian di part 1 ini.jadi kesimpulannya,ff aku jadinya hanya oneshot bukan twoshot.jeongmal mianhamnida mungkin aku belum terlalu mengerti cara mengirim ffnya.sekali lagi jeongmal mianhaeyo#DEEPBOW

  2. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    Ini sedih bangettt
    Taeminnya kasiannn
    Jahat banget sii yang suruh taemin
    Hyoraaa aduh plis banget
    Jangan mati dong
    Ayo idup lagi *abaaikan*
    Huaaaaa eommaaa
    Kasian hyosan
    Nysek benerrr
    Pertama kalu jatuh cinta
    Langsung ditinggal sama cinta pertamanya
    Taeminnn huhuhu (╥﹏╥)

  3. huhu..kirain bakal happy ending, ternyata sad ending ;__;
    ya..itu knapa onew jadi ganjen gitu?? inget istrimu disini nyu! *nunjukdiri* #dikeroyokmvp

    hmm,,itu kok key uda nganggep hyora sbgai dongsaeng.a ya?apa sblm.a uda saling knal? ganjen gitu?? inget istrimu disini nyu! *nunjukdiri* #dikeroyokmvp

    hmm,,itu kok key uda nganggep hyora sbgai dongsaeng.a ya?apa sblm.a uda saling knal?

    1. hahaha onew itu juga suamikuuuuu.makasih kritiknya ya sangat membantu aku buat bikin ff2 lainnya.gumawo ya udh mau baca dan ninggalin jejak 🙂

  4. Huuhh Sad End,
    ceritanya bagus 🙂
    kasian Taem, sabarlah Taem *hug

    lho kok? Udh pd kenal sama Hyora? Knp Taem yg gak kenal? Eotteokhe?

  5. nyesek bgt … cinta pertama taemin pergi gitu ajah … huwaaaaa
    nangis nih ….

    kaget pda kenal ma hyora gmna bisa?? si hyora yg shawol ajh ngak mau ketemu taemin tpi sma semuanya dah pda kenal .. ahahahah

    huwaaa keren sih tpi msih kurang jelas …

  6. Jeongmal kamsahamnida udh mau baca ff abalabal dan sangat gaje ini.soal hyora,sebenernya aku mau ngejelasin mereka semua itu kenal dr hyosan.tp,kalau aku jelasin gimana mereka -SHINee minus taemin- kenal sm hyora ffnya bakalan nambah panjangnya.lagipula aku ngirimnya udh kepepet waktu.JADI JEONGMAL MIANHAMNIDA KALAU CERITANYA MASIH KURANG JELAS.KAMSAHAMNIDA SEKALI LAGI BUAT YANG UDH COMMENT AKU BERSYUKUR BANGET ^^

  7. padahal bagian yang ini :
    “sembari menunggu minho hyung simelekete yang datangnya lama banget gilaa” &
    “konon katanya sih kalau sudah mulai gelap ada hantu ahjumma-ahjumma yang berbaju super ketat dan colourfull serta merta dengan rambut botaknya” sukses bikin aku ngakak jungkir balik ..
    tapi ujung2nya jadi nangis bombay ,,,,,
    huaaa … sabar yaa taem, suatu saat nanti kamu pasti bakal dapet cew yg lebih baik,, kyak aq cnothnya .. #plakkk

    1. hahaha makasih yaaaa.masa sih beneran lucu?ga garing kan?gumawo yaaa atas commentnya.mian udh bikin kamu nangis bombay 😀

  8. Yaampun sedih banget aku ampe nangis bacanya. Kasian taemin baru ngerasain cinta pertama tapi langsung ngerasain kehilangan dan pasti itu sedih banget huaa, bagus ffnya 😉

    1. iya aku cepetin soalnya takut kepanjangan.makasih ya kritiknya sangat membangun ^^.kamsahamnida udh mau baca ff ku 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s